cover
Contact Name
Wiwiek Fatmawati
Contact Email
wiwiek@unissula.ac.id
Phone
+628122857551
Journal Mail Official
jurti@unissula.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Sultan Agung Jl Kaligawe KM 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURTI Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20897561     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JURTI (Jurnal Teknik Industri UNISSULA) adalah publikasi ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah dibidang teknik industri yang mecakup manufaktur, manajemen industri dan sistem infromasi manajemen industri. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. JURTI menerima artikel ilmiah dari penelitian yang berkualitas baik dari peneliti, dosen, dan mahasiswa berdasarkan hasil review dari mitra bestari. Artikel yang masuk harus bebas plagiat dan harus mengikuti layout yang sesuai dengan template yang jurnal JURTI.
Articles 49 Documents
Perancangan Ulang (Re-layout) Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan Metode BLOCPLAN Bukhori, Nabhan; Fatmawati, Wiwiek; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.1.36-42

Abstract

Dunia saat ini sedang menghadapi era pasar bebas dimana terjadi persaingan yang ketat, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkannya tata letak fasilitas produksi. Perancangan tata letak fasilitas pada proses produksi merupakan salah satu hal penting untuk meningkatkan efisiensi supaya proses produksi berjalan dengan lancar. Proses produksi UD. SJ Pratama memiliki 8 stasuin kerja yang meliputi stasiun gudang bahan baku, stasiun pemotongan, stasiun pengeringan menggunakan oven, stasiun pembentukan, stasiun perakitan, stasiun quality control, stasiun finishing, dan stasiun gudang barang jadi. Tata letak fasilitas pada UD. SJ Pratama memerlukan perbaikan, sehingga diharapkan setelah dilakukan usulan layout dapat mengatasi masalah yang terjadi dan meminimasi jarak perpindahan material produk dan manusia sehingga dapat meminimasi material handlingnya. Dari hasil pengolahan software blocplan usulan tata letak fasilitas yang baik digunakan agar proses produksi berjalan dengan efisien dan lancar adalah layout usulan satu karena layout tersebut memiliki total jarak material handling yang lebih pendek sebesar 318,55 meter dibandingkan layout awal sebesar 763,2 meter. Sehingga mengalami pengurangan total jarak material handling sebesar 529,09 meter, kemudian untuk total ongkos material handling layout usulan sebesar Rp 930.009,91 lebih kecil dibandingkan total ongkos material handling pada layout awal sebesar Rp 2.478.487,18.
Efektivitas Sistem Penukaran Tiket Konser: Perbandingan Metode Online dan On The Spot Sinaga, Mikhael Fernand; Putri, Intan Alya; Ningrum, Weni Puja; Setiadji, Bayu Rizqi; Shofa, Mohamad Jihan
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.1.7-13

Abstract

Permintaan tiket konser yang tinggi sering kali mengakibatkan antrian panjang dan waktu tunggu yang lama bagi para penggemar. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pembeli tiket tetapi juga menimbulkan tantangan logistik bagi penyelenggara konser. Dalam era digital, sistem distribusi tiket telah beralih dari metode tradisional ke platform online yang lebih efisien. Namun, peralihan ini membawa tantangan baru, termasuk masalah kapasitas server, keadilan distribusi tiket, serta ancaman dari bot dan calo tiket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas sistem penukaran tiket online dengan metode penukaran langsung (OTS) dalam hal waktu tunggu dan waktu layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Discrete Event Simulation (DES). Data yang digunakan adalah data antrian pada konser dengan langkah-langkah yaitu langkah Pertama adalah melakukan studi pendahuluan, langkah kedua adalah melibatkan pengumpulan data, langkah ketiga yaitu melakukan pengambilan sampel data, langkah keempat yaitu mengolah data, langkah kelima validasi lalu merusmuskan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa metode penukaran tiket online lebih efektif dibandingkan dengan metode OTS, dengan rata-rata waktu layanan untuk metode online sebesar 616.269 detik dibandingkan dengan 15.248 detik untuk metode OTS. Ini menunjukkan peningkatan efisiensi waktu layanan sebesar 24.742% dan pengurangan waktu tunggu sebesar 3.898% menggunakan metode online dibandingkan dengan OTS. Hasil ini menyarankan bahwa metode online dapat dijadikan referensi bagi penyelenggara acara konser untuk menerapkan sistem penukaran tiket online.
Tata Letak Ruang Produksi dan Good Manufacturing Practices (GMP) Melista, Nela; Rengganis, Anggun Erviana; Mei, Nurul Nadia; Utami, Sari Widya
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.1.1-6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) serta mengusulkan perbaikan tata letak produksi pada UMKM Tahu Putih Menur di Cilacap. Observasi dilakukan dengan mengamati kondisi sanitasi, tata letak ruang produksi, dan proses produksi tahu putih. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar GMP dalam beberapa aspek seperti lokasi dan lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas, peralatan produksi, penyimpanan, serta pengendalian proses. Ketidaksesuaian ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi produk dan membahayakan kesehatan konsumen. Untuk meningkatkan kepatuhan GMP, diperlukan upaya seperti pelatihan staf, pembaruan infrastruktur, dan penerapan protokol pemantauan yang ketat. Penelitian ini juga mengusulkan tata letak perbaikan dengan pola zig-zag yang lebih efisien dan meminimalisir risiko kontaminasi silang. Penerapan GMP yang baik dan perbaikan tata letak produksi dapat membantu UMKM memastikan keamanan dan kualitas produk, serta meningkatkan reputasi dan daya saing bisnis.
Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Perusahaan Konstruksi Menggunakan Metode Job Safety Analysis Pratomo, Muhammad Hafizh; Ilmi, Nurul; Wibowo, Sadiq Ardo
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.1.14-18

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus diperhatikan diseluruh perusahaan untuk melindungi karyawan dari risiko cedera, penyakit, atau bahaya lainnya yang terkait dengan lingkungan kerja. Pada perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, terdapat banyak jenis aktivitas yang memiliki potensi kecelakaan, seperti proses pengelasan, gerinda, pemotongan besi, pengangkutan barang, hingga pengendalian alat berat. Job Safety Analysis (JSA) merupakan upaya yang perlu diterapkan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi risiko K3 yang mungkin terjadi di lingkungan kerja perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tingkat risiko kesehatan dan keselamatan kerja pada aktivitas pekerjaan yang dilakukan di perusahaan konstruksi. Maka dari itu dapat diketahui tingkat risiko terbesar dan memberikan rekomendasi perbaikan yang terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental melalui pengamatan yang dilakukan langsung di lapangan menggunakan metode Job Safety Analisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pekerjaan yang dijalankan perusahaan memiliki beberapa tingkat risiko, tingkat yang paling berbahaya atau kritis yakni pada aktivitas pemasangan ban daprah pada fender. Adapun upaya pengendalian yang dapat dilakukan yaitu menggunakan body harness dan persiapan pelampung bagi pekerja.
Analisis Kerusakan Pada Mesin Autoclave Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis Fardan, Agung Rahmat; Andriani, Diana
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.1.43-47

Abstract

Mesin produksi merupakan salah satu faktor produksi yang harus dioptimalkan penggunaannya. Autoclave adalah mesin yang digunakan untuk menghasilkan tekanan tinggi dan suhu yang stabil untuk proses curing atau pengeringan material komposit, seperti serat karbon dan resin epoxy, yang banyak digunakan dalam pembuatan struktur pesawat terbang. Dalam penggunaan mesin ini umumnya terjadi beberapa masalah, hal tersebut tentunya mengganggu keseluruhan proses produksi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan akibat kerusakan pada subsistem Mesin Autoclave yang memiliki nilai RPN tertinggi serta langkah yang tepat untuk menanggulangi kerusakan yang terjadi pada komponen kritis Mesin Autoclave. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Valve Pneumatic dengan nilai RPN sebesar 196 dan Heating coil & Cooling coil dengan nilai RPN sebesar 192. Nilai RPN risiko tersebut berada diatas 148.83 yang merupakan nilai kritis RPN.
Analisis Diskriminan Pada Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan BPJS Kesehatan Menggunakan Software R PRAMONO, YUDA EKA; Setyaningsih, Ira; Diana Supandi, Epha
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.106-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa terkait kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BPJS Kesehatan di Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna BPJS Kesehatan dengan menggunakan jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 responden. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kepuasan masyarakat pengguna BPJS Kesehatan Kabupaten Pemalang dengan membentuk model diskriminan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pengumpulan data primer menggunakan angket melalui pengambilan sampel proporsional. Kepuasan pelanggan dibedakan menjadi dua kategori yaitu sangat memuaskan, dan kurang memuaskan. Sedangkan variabel yang diduga mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan adalah Pelayanan Administrasi, Keahlian dan Keterampilan Petugas Pelayanan, Teknologi Pelayanan Medis dan Sikap Petugas Pelayanan Terhadap Hubungan Antar Manusia. Setelah ditemukan hasil survei kepuasan masyarakat kemudian dilakukan proses tahap selanjutnya yaitu analisis diskrimian menggunakan Software R untuk membuat model diskriminan linear. Hasil yang diperoleh bahwa model diskriminan linier berhasil dibentuk dengan koefisiensi varibel X1, X2, X3, dan, X4 dengan hasil yang positif. Prediksi klasifikasi menunjukan sebanyak 45 pengamatan tepat dan sebanyak 5 pengamatan salah, dengan ketepatan klasifikasi 90%. Pada uji signifikansi terkait uji wilks menunjukan p-value sebesar 3.208 x 10-7 sehingga H0 ditolak, dimana menunjukan perbedaan signifikansi antar kelompok. Kemudian terkait keberhasilan data dapat dijelaskan bahwa data tidak berdistribusi normal multivariat karena p-value lebih kecil dari α (0,001052623 < 0.05), dan tidak terdapat adanya multikolinieritas antar variabel bebas karena VIV < 0,05. Didapatkan sebuah rekomendasi yaitu pada persamaan diskriminan linier berperan efektif dalam membedakan kelompok-kelompok berdasarkan variabel bebas, dan kemudian perlu adanya perbaikan pelayanan pada administrasi dan teknologi pelayanan medis untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.Kata kunci: Analisis Diskriminan, Kepuasan Masyarakat, Software R
Model Integer Linear Programming Menggunakan Software Optimasi Lindo Noegraha, Indra Sapta; Sanjaya, Billie
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.56-68

Abstract

PPenelitian dilakukan di PT. Foximas Mandiri, perusahaan yang memproduksi sepatu yang berencana untuk meningkatkan jumlah produksi sepatu sebanyak 1.500 meter perbulannya pada tahun 2022. PT. Foximas Mandiri dihadapkan dengan masalah dalam menentukan jumlah produksi setiap jenis sepatu yang optimal agar memperoleh pendapatan yang maksimal. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu integer linear Programming. Permasalahan tersebut diselesaikan dengan bantuan aplikasi LINDO dan WinQSB maka diperoleh hasil produksi yang optimal untuk perbulannya yaitu sebanyak 780 batch (1.610 meter) dengan rincian PDL Taruna sebanyak 150 batch (450 meter), PDH Taruna sebanyak 240 batch (480 meter), PDU Taruna sebanyak 210 batch (420 meter), dan DISUP Taruna sebanyak 180 batch (260 meter) dengan jumlah perolehan pendapatan perbulannya sebesar Rp. 432.900.000,- dengan rincian perolehan keuntungan dari sepatu PDL Taruna sebesar Rp. 105.750.000,-, PDH Taruna sebesar Rp. 129.600.000,-, PDU Taruna sebesar Rp. 103.950.000,-, dan DISUP Taruna sebesar Rp. 93.600.000,-. Kata kunci: Integer Linear Programming, Lindo, Maksimasi, Minimasi, Optimasi 
Optimalisasi Biaya Transportasi dengan Rute Distribusi Metode Nearest Neighbour, Branch and Bound Qadri, Husnul; Usman, Ridwan; Janudin, Janudin
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.69-76

Abstract

Untuk perusahaan industri yang menjalankan bisnis, salah satu pilihan mereka adalah bagaimana mengoptimalkan proses penentuan rute distribusi. Perencanaan CV XYZ untuk penjadwalan kurang optimal, saat ini perusahaan masih menggunakan perhitungan manual untuk menentukan rute distribusi, yang mengakibatkan biaya distribusi masih tinggi setiap bulan. Analisi masalah perusahaan perlu dikaji ulang salahsatunya menentukan rute distribusi dengan menggunakan dekat metode jarak terdekat, cabang, dan jalur untuk mengurangi biaya jarak dan waktu pendistribusian barang. Kemudian, dengan menggunakan metode Metode Nearest Neighbour, langkahnya mobil 1 memiliki jarak terbaik sebesar 58,9 km dan mobil 2 memiliki jarak terbaik sebesar 67,9 km. Selanjutnya, dengan metode branch and bound, mobil 1 memiliki jarak optimal sebesar 67,9 km dan mobil 2 memiliki jarak optimal sebesar 69,8 km. Dengan demikian, biaya pendistribusian selama satu bulan metode Nearest Neighbour terdekat sebesar Rp. 9.347.500 dan mobil 2 sebesar Rp. 9.060.000, sedangkan biaya pendistribusian selama satu bulan oleh metode branch and bound sebesar Rp. 9.572.500 dan mobil 2 sebesar Rp. 9.120.000. Perusahaan dapat menghemat dengan mengubah saluran distribusi yang tidak efisien menjadi lebih efisien dengan mengurangi biaya operasional.Kata kunci: Biaya distribusi, CV XYZ, Optimasi, Penentuan rute
Implementasi Lean Green Manufacturing Menggunakan Metode Value Stream Mapping dan Green Productivity Pada PT XTZ Muhtar, Imam Adibil; Dwi Satya, Ririn Regiana; Isroyati, Isroyati
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.77-86

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan UMKM yang bergerak di bidang produksi roti kemasan. Perusahaan melakukan proses produksinya sebanyak 10 siklus dalam sehari. Jumlah roti yang diproduksi oleh PT XYZ adalah sebanyak tujuh jenis roti. Diantara tujuh jenis roti yang diproduksi, perusahaan menemukan banyak kendala pada proses produksi roti isi pisang cokelat. Terdapat beberapa hal yang membuat proses produksi roti isi pisang cokelat di PT XYZ masih terkendala. Beberapa hal itu disebabkan karena adanya pemborosan-pemborosan di dalam aliran proses produksi yang dilakukan. Pemborosan ini antara lain adalah produk cacat, penyimpanan berlebihan, proses menunggu, dan lainnya. Selain itu, kondisi tingkat produktivitas hijau dari PT XYZ masih tergolong rendah. Ini disebabkan karena terdapat beberapa limbah seperti dari emisi dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk merampingkan proses produksi roti yang dilakukan dan juga meningkatkan indeks produktivitas hijau perusahaan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah metode Value Stream Mapping dan juga Green Productivity. Kedua metode yang digunakan merupakan kombinasi yang bisa dilakukan untuk mencapai target penelitian. Berdasarkan pada hasil pengamatan dan pengolahan data yang dilakukan, PT XYZ memiliki lead time proses produksi roti selama 819,87 menit/siklus dengan indeks produktivitas hijau sebesar 0,552551473. Dengan rekomendasi perbaikan yang diberikan oleh peneliti, perusahaan bisa mereduksi waste di beberapa titik. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah dengan bukti bahwa proses produksi bisa direduksi sebesar 32,00% dan indeks produktivitas perusahaan bisa meningkat sebesar 39,47%. PT XYZ bisa menjadikan rangkaian penelitian ini sebagai acuan untuk mempertimbangkan kelangsungan bisnis untuk ke depannya.
Usulan Pengurangan Pemborosan pada Lini Produksi dengan Pendekatan Lean Six Sigma Kusuma Dewi, Shanty; Eko Saputro, Thomy; nugroho, catur wahyu
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.87-93

Abstract

Dengan perkembangan sektor industri yang semakin meningkat, Lean manufacturing dapat mengurangi pemborosan, meningkatkan nilai tambah dan menghasilkan lini produksi yang efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan sebuah kerangka kerja baru untuk meningkatkan kinerja lini produksi dengan melibatkan pemilihan indikator berdasarkan konsep lean six sigma menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Pada tahap Define, diagram SIPOC berfungsi untuk mememaparkan hubungan supplier, input, process, output dan costumer yang terjadi pada perusahaan serta Process Activity Mapping yang digunakan untuk menemukan nilai tambah dan yang tidak memberikan nilai tambah selama proses produksi serta Value Stream Mapping menggambarkan aliran informasi material produk sampai ke konsumen. Pada tahap measure, mengukur waste indikator terpilih. Pada tahap analyze, menganalisis dengan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Pada tahap Improve, memberikan usulan perbaikan pada indikator pemborosan. Berdasarkan hasil pengukuran waste terdapat indikator yang bernilai kritis dengan nilai 35,35 produk yaitu waste transportation, 32,24 produk waste waiting dan 29,51 produk waste motion. Implikasi penelitian ini memberikan panduan praktis bagi Perusahaan dalam menerapakan lean six sigma, meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan dan mengoptimalkan produksi secara berkelanjutan.Kata kunci: DMAIC, Lean Six Sigma, Plastik Polypropylene, Value Stream Mapping