cover
Contact Name
Wiwiek Fatmawati
Contact Email
wiwiek@unissula.ac.id
Phone
+628122857551
Journal Mail Official
jurti@unissula.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Sultan Agung Jl Kaligawe KM 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURTI Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20897561     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JURTI (Jurnal Teknik Industri UNISSULA) adalah publikasi ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah dibidang teknik industri yang mecakup manufaktur, manajemen industri dan sistem infromasi manajemen industri. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. JURTI menerima artikel ilmiah dari penelitian yang berkualitas baik dari peneliti, dosen, dan mahasiswa berdasarkan hasil review dari mitra bestari. Artikel yang masuk harus bebas plagiat dan harus mengikuti layout yang sesuai dengan template yang jurnal JURTI.
Articles 49 Documents
Strategi Penjadwalan Produksi dengan Metode Campbell Dudex Smith dan Heuristic Palmer Bagaskara, Wingga Wahyu; Khoiriyah, Nuzulia; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.174-182

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UD.Mustika Putra Rimba yang merupakan salah satu indutri manufactur dibidang furniture yang menghasilkan produk seperti kusen, pintu, jendela dan lain lain. Dalam persaingan pasar dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa mengancam perusahaan terkait output seperti yang diharapkan dalam waktu yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjadwalkan produksi yang efektif agar tidak terjadi penumpukan job, mengurangi waktu menganggur dan mampu meminimalkan waktu pengerjaan total (makespan). Penelitian ini menggunakan Metode Campbell Dudex Smith dan Heuristic Palmer menggunakan perhitungan manual untuk mengetahui waktu pengerjaan total yang minimum, urutan job dan idle time. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder berupa melihat waktu proses produksi. Hasil penelitian ini memperlihatkan jika menggunakan metode CDS ada 2 jenis perhitungan yaitu CDS konvensional dengan hasil nilai total makespan 305 menit dengan urutan 1-4-3-2. Sedangkan CDS parsial menghasilkan makespan 310 menit dengan urutan 4-1-3-2 dan heuristik palmer menghasilkan nilai makespan sebesar 315 menit dengan urutan 3-1-2-4. Dengan perbandingan kedua metode tersebut nilai makespan CDS konvensional lebih minimum dengan total nilai 305 menit urutan 1-4-3-2 mampu meminimasi lamanya waktu pengerjaan total, mengurangi waktu menganggur dan minumunya makespan dapat menghasilkan produksi tepat waktu sesuai yang diharapkan bagi perusahaan.
Analisis Supply Chain Management dalam Menjaga Kontinuitas Pasokan Batubara dengan Mengoptimalkan Alat Angkut Batubara (Additional Vessel) Sagaf, Muhammad; Darmawan, Rahmad Setya; Sukendar, Irwan
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.2.86-95

Abstract

Dalam proses manajemen rantai pasok batubara di PLTU Tanjung Jati B, kontinuitas pasokan batubara merupakan suatu hal yang harus dijaga jika ingin unit tetap beroperasi. PLTU Tanjung Jati B selalu dituntut optimal dalam operasi unitnya karena merupakan backbone sistem kelistrikan Jawa Bali dengan menyumbang listrik sekitar 10%-12% per tahunnya. Tentunya dengan beban yang diberikan disetiap tahunnya oleh PLN P2B kepada PLTU Tanjung jati B diatas 80% maka jika hanya menggunakan Dedicated Vessel dalam membantu menjaga kontinuitas pasokan batubara PLTU Tanjung Jati B tentu akan kurang. Penambahan Additional Vessel diharapkan mampu membantu kinerja Dedicated Vessel dalam menjaga kontinuitas pasokan batubara di PLTU Tanjung Jati B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan Additional Vessel yang digunakan pada setiap tahunnya agar kontiunitas pasokan batubara pada PLTU Tanjung Jati B dapat terjaga sehingga dapat menghilangkan kerugian dalam produksi energi. Optimalisasi Supply Chain Management dalam menjaga kontinuitas pasokan batubara pada PLTU Tanjung Jati B yang terdiri dari 3 komponen utama yaitu menjaga ketersediaan batubara, mengoptimalkan alat angkut batubara dengan adanya Additional Vessel dan kesiapan alat bongkar pada PLTU itu sendiri harus dapat memberikan dampak yang optimal untuk menjaga keberlangsungan operational unit. Penambahan Additional Vessel juga sangat berpengaruh dalam menjaga kontinuitas pasokan batubara PLTU Tanjung Jati B. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan PLTU Tanjung Jati B harus memiliki minimal kontrak batubara sebanyak 8 juta ton/tahun guna mendukung operational unit dalam menyediakan listrik ke sistem Jawa Bali. Opsi menggunakan Additional Vessel juga harus dilakukan jika alokasi energi yang diberikan oleh PLN P2B lebih dari 80% agar kontinuitas pasokan batubara PLTU Tanjung Jati B dapat terjaga.
Pengukuran Tingkat Efisiensi Saluran Distribusi Pemasaran Produk Dengan Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Nikmah, Nisa Atun; Bernardhi, Brav Deva; Sugiyono, Andre
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.183-190

Abstract

UD.KTM(KATEEM) merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri pengecoran logam dengan produk baling-baling kapal, yang terletak di Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah. UD.KTM(KATEEM) menggunakan sistem produksi Make to stock dan juga Make to order, UD.KTM(KATEEM) mengalami kesenjangan antara target kuntungan dengan realisasinya yang disebabkan karena adanya ketidaksesuaian pada biaya distribusi produk baling-baling kapal yang digunakan. Penggunaan biaya distribusi seminimal mungkin merupakan efisensi dari saluran distribusi. Tingkat efisiensi saluran distribusi akan mempengaruhi peningkatan keuntungan, sehingga UD.KTM(KATEEM) perlu melakukan pengukuran efisiensi pada tiap saluran distribusi. Berdasarkan hasil pengukuran efisiensi dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan bantuan software Banxia Frontier Analyst yang tidak hanya dapat mengukur efisiensi namun juga dapat memperbaiki yang tidak efisien, hasil penelitian menunjukan bahwa dari 12 saluran distribusi terdapat 4 DMU yang Efisien, yaitu DMU 1 Pati, DMU 2 Jepara, DMU 4 Kendal dan DMU 6 Indramayu dengan skor 100%, sedangkan 8 saluran distribusi lainnya tidak efisien dengan skor dibawah 100%. Tidak efisiennya saluran distribusi disebabkan oleh faktor-faktor jumlah reseller, jumlah pengiriman dan biaya distribusi. Usulan perbaikan dilakukan bagi saluran distribusi yang tidak efisien hingga menjadi efisien dengan mengurangi mengurangi biaya distribusi pada masing-masing saluran distribusi. 
Perbaikan Kualitas Pelayanan Pada Bagian Pengiriman Barang Dengan Menggunakan Pendekatan Six Sigma Piaggi, Maxsyh; Andalia, Winny; Tamalika, Tolu
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.138-145

Abstract

Pada industri jasa penerapan manajemen kualitas telah menjadi kebutuhan pokok utama. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi tingkat pengajuan klaim yang disampaikan konsumen. PT. Sicepat ekpress merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa yaitu sebagai perusahaan distribusi barang.dalam pengirimannya sering mengalami keterlambatan. Faktor penyebab permasalahan yang sering terjadi di PT. Sicepat Ekpress adalah barang Criss cross dengan frekuensi kejadian yang sering terjadi yaitu mencapai 3580 unit dengan persentase 56,9% dari total defect, untuk permasalahan Bad addres yaitu sebanyak 2273 unit dengan persentase 37,8% dari total defect, untuk permasalahan paket hilang yaitu sebanyak 165 unit dengan persentase 2,7% dari total defect, untuk permasalahan Broken yaitu sebanyak 156 unit dengan persentase 2,6% dari total defect. Dari hasil pengolahan data, menunjukan bahwa bedasarkan table nilai Six Sigma, PT. Sicepat Ekspress  berada pada level 3,96 atau bisa dikatakan pada level 3σ dengan nilai rata-rata DPMO yaitu 6.867,09 setiap satu juta kiriman. Dari hasil nilai DPMO dan nilai Sigma tersebut dapat diketahui adal 4 jenis faktor yang mempengaruhi defect yaitu: Man, Peralatan, Methode dan Environment yang perlu mendapatkan perbaikan
Evaluasi Kinerja Staf Keuangan Menggunakan Hay Method Hidayatuloh, Hanip Setiawan; Yudha, Haris Sandi; Widarman, Agung
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.2.96-103

Abstract

PT. DMS TUNGGAL PERKASA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Kontraktor, Supplier, Perdagangan Umum dan Jasa Angkutan. Dalam kasus ini, evaluasi jabatan pada sebuah perusahaan PT. DMS TUNGGAL PERKASA kurang baik. Hal ini dikarenakan struktur gaji pokok yang digunakan sebagai standar gaji pokok adalah menurut penilaian dari atasan setiap jabatan, Departemen HRD & GA, dan menurut UMR. Sehingga, hal ini menjadi sebuah permasalahan penting bagi perusahaan. Pembahasan pada tahapan ini menjelaskan hasil dari proses data pembobotan jabatan menggunakan hay Metode. esimpulan dari hasil pengolahan data maka disimpulkan pada Hay Job Evaluation, penilaian didasarkan 3 faktor yaitu Know How, Problem Solving, dan Accountability. Pada hasil evaluasi kinerja staf keuangan memiliki bobot Job size pada staf Keuangan DI-XX, untuk bobot Technical Know How (A), Management Breadth (I), Human Relation Skill (3) poin Know How 76. Problem Solving dengan bobot job size untuk Thinking environment (D), Thinking Challenge (3), Poin Problem Solving 66. Accountabillity dengan Bobot Job size Freedom To Act (D), Impact (S) shared, Magnitude (3) Large, point Accountability 155, Total Poin Staf keuangan DI-XX yaitu 257 Poin. Staf Keuangan NU-XX, untuk bobot Technical Know How (B) Elmentary, Management Breadth (I), Human Relation Skill (3), poin Know How 100. Problem Solving dengan bobot job size untuk Thinking environment (E), Thinking Challenge (3), Poin Problem Solving 100, Accountabillity dengan Bobot Job size Freedom To Act (E), Impact (P), Magnitude (3), point Accountability 175, Total Point Staf keuangan NU-XX yaitu 375 Poin. 
Analisis Tata Letak Ruang Produksi Menggunakan Metode Activity Relationship Chart Jehanus, Maria Oktaviani; Wulandari, Lusi Mei Cahya
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.191-196

Abstract

UMKM Tahu N adalah ukm yang dimana proses produksi tahu sehat yang berasal dari bahan penggumpal nigarin atau sari air laut tanpa menggunakan cuka. Dalam produksinya, UMKM Tahu N masih memiliki permasalahan dalam proses produksinya, seperti tata letak ruangnya sehingga mengakibatkan produksi menjadi lambat dan memakan waktu yang cukup lama. UMKM Tahu N memiliki layout mesin yang membuat para pekerja memakan waktu lama dalam pembuatan tahu, serta layout yang masih tidak teratur. Analisis tata letak ruang produksi adalah suatu kegiatan untuk mengatur dan merencanakan tata letak ruang produksi agar efisien dan efektif. Analisis tersebut dilakukan untuk mempertimbangkan segala aspek seperti aliran bahan, aliran informasi, keamanan dan kenyamanan kerja, serta membantu dalam penghematan biaya produksi. Metode ARC akan membantu dalam memetakan alur produksi, seperti proses pengolahan kedelai, proses pembuatan tahu, proses pengemasan, serta proses pengiriman. Langkah tersebut dapat diukur dengan parameter seperti kualitas, biaya, maupun waktu. Hasil dapat terlihat bahwa tata letak produksi Tahu N menjadi lebih efektif mulai dari pemrosesan pada bagian fasilitas produksi yang jaraknya jauh seperti: penggilingan (B) ke perebusan (C), perebusan (C) ke pengayakan (D). Setelah dilakukan tata letak usulan dalam perubahan jarak lebuh menjadi signifikan, pengurangan jarak 35%, dan pada usulan tata letak yang baru lebih tertata dan sesuai aliran proses yang sesuai.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Metode Q (Continuous Review System) Dan Metode Blanket Order System Febriwanto, Adek Maryoga; Bernardhi, Brav Deva; Khoiriyah, Nuzulia
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.146-156

Abstract

PT Khatulistiwa Sinergi Omnidaya (KSO) merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan Tandan buah segar kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit atau Clude Palm Oil (CPO). Persediaan bahan baku TBS di perusahaan tidak menentu, tergantung dari ketersediaan bahan baku yang didapat dari supplier. Perusahaan ini menghadapi permasalahan yaitu tingkat perubahan terhadap ketersediaan tandan buah segar kelapa sawit, yang mana bahan cukup intens perubahannya ketika musim panen sawit tiba dan disaat tidak sedang musim panen (masa trek). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian persediaan bahan baku tandan buah segar kelapa sawit sehingga nantinya dapat menemukan solusi bagaimana menghindari kekurangan persediaan bahan baku tandan buah segar kelapa sawit. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang sudah dilakukan berdasarkan perhitungan dengan metode kebijakan perusahaan sebesar Rp338.391.519.558,9.  Sedangkan jika menggunakan metode Continuous Review System maka didapatkan total biaya persediaan sebesar Rp338.379.074.727,17 dan Blanket Order System sebesar Rp367.905.738.415. Jika dibandingkan dengan kebijakan perusahaan, metode Continuous Review System total biaya metode ini selisih atau menghematan sebesar Rp12.444.831,73 dibanding kebijakan perusahaan, dan juga dapat diketahui bahwa jumlah pemesanan optimal 4.374 ton/pesan, Safety Stock 668 ton/pesan, Reorder Point 729 ton. Sedangkan persediaan metode Blanket Order System memang sedikit meningkat, tetapi dengan menggunakan metode Blanket Order System tersebut untuk kebutuhan bahan baku TBS kelapa sawit akan terjamin dikarenakan perusahaan telah melakukan kontrak jangka panjang dengan mitra petani untuk memenuhi kebutuhan bahan baku TBS kelapa sawit namun perusahaan harus menyiapkan biaya untuk penambahan bahan baku yaitu sebesar Rp29.523.879.000
Analisis Pengendalian Kualitas Produk X Menggunakan Lean Six Sigma Imam, Saeful; Nahdah, Naifah; Yamin, Iqbal
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.2.104-112

Abstract

Hasil observasi di PT XYZ ditemukan adanya pemborosan (waste) dibagian proses produksi cetak kemasan dan produk cacat yang dihasilkan, sehingga dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Berdasarkan data perusahaan pada bulan Januari 2022 sampai Desember 2022 dengan jumlah produksi kemasan yaitu 5.938.324 pcs, terdapat sebanyak 243.724 pcs produk cacat. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pemborosan (waste) selama proses cetak kemasan produk X yang menggunakan pendekatan lean manufacturing menggunakan value stream mapping, pendekatan six sigma menggunakan DMAIC untuk menganalisis kualitas produk. Diagram fishbone digunakan untuk menganalisis faktor penyebab permasalahan dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk membuat usulan perbaikan. Hasil identifikasi terdapat pemborosan (waste) dalam proses produksi kemasan yaitu waiting time, over processing, dan defect. Hasil perhitungan nilai DPMO pada produk sebesar 40.978,6 dengan nilai level sigma sebesar 3,2, PT XYZ berada pada tingkat rata-rata industri di Indonesia. Usulan perbaikan mengoptimalkan setting rol press pada awal proses, dilakukan preventif maintenance mesin setiap satu bulan sekali, dan membersihkan doctor blade secara berkala.
Penilaian Postur Kerja Pada Aktivitas Pekerja Pembuatan Roster Dengan Menggunakan Metode Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) Azka Pratama, Achmad Kamaluddin; Khoiriyah, Nuzulia; Marlyana, Novi
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.1.19-26

Abstract

CV. Sinar Batu Alam merupakan industri pembuatan roster. Dalam melakukan pengerjaannya masih dilakukan secara manual dengan kondisi tersebut dapat menyebabakan keluhan saat bekerja, dengan identifiksi kusioner Nordic Body Map (NBM). Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan metode Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA). Setelah dilakukan pengolahan data dari pengisian kuesioner NMB di dapatkan hasil skoring sebesar 69 untuk pekerja 1 dimana artinya resiko terjadinya cidera otot dalam kategori sedang, dan 73 untuk pekerja 2, yang dimana artinya resiko terjadinya cidera otot dalam kategori tinggi. Pengambilan data dilakukan oleh peneliti. Dengan hasil mengunakan metode Workplace Ergonomic Risk Assessment menggunakan empat postur kerja dengan 2 orang dalam pekerjaan membuat roster. Postur penyaringan dari ke 2 sampel mendapatkan score WERA sebesar 28 dengan kategori sedang maka diperlukanya investigasi lebih lanjut dan butuh perbaikan. Postur pencampuran dari ke 2 sampel mendapatkan score WERA sebesar 28 dengan kategori sedang maka diperlukanya investigasi lebih lanjut dan butuh perbaikan. Postur pencetakan dari ke 2 sampel mendapatkan score WERA sebesar 38 dengan kategori sedang maka diperlukanya investigasi lebih lanjut dan butuh perbaikan. Postur pelepasan pencetakan serta pengeringan dari ke 2 sampel mendapatkan score WERA sebesar 36 dengan kategori sedang maka diperlukanya investigasi lebih lanjut dan butuh perbaikan. Usulan perbaikan yang berikan dengan mengunakan metode WERA yaitu untuk bagian back, dan leg dengan menambahkan meja tatakan pada proses pencetakan dan meja untuk pengeringan pada proses pelepasan pencetakan serta pengeringan. Kemudian untuk faktor risiko contact stress dengan pemberian sarung tangan sarung tangan safety berbahan katun dan terdapat lapisan bintik karet yang berfungsi untuk melindungi tangan dari goresan atau gesekan serta meminimalisir potensi slip dan memberikan cengkeraman yang lebih baik. Hasil perbadingan nilai WERA sebelum dan sesudah perbaikan, hasilnya cukup bagus karena dapat mengurangi nilai faktor risiko fisik pada back, leg, forcefull,dan contact stress sehingga yang semula nilai WERA pada proses pencetakan adalah 38 menjadi 26, kemudian pada proses pelepasan cetakan serta pengeringan adalah 36 menjadi 26. Maka dapat dikatakan tugas ini dapat diterima.
Pengaruh Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Cahyaningtias, Prisilia Rahayu; Febiyani, Anastasia; Pratama, Aiza Yudha
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.1.27-35

Abstract

Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) adalah tempat yang menyediakan solusi pengelolaan sampah yang komprehensif dengan menangani seluruh siklus hidup sampah dari pengumpulan hingga pembuangan akhir. Namun, pekerja di TPST sering dihadapkan dengan beban kerja yang berlebihan dan lingkungan kerja yang tidak nyaman. Hal ini dapat mengakibatkan kelelahan kerja yang dapat berdampak negatif pada penurunan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kelelahan kerja di TPST Karangklesem. Penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda dengan data yang dikumpulkan untuk beban kerja menggunakan metode beban kardiovaskular yaitu pengukuran denyut nadi, kebisingan menggunakan sound level meter, dan data kuesioner kelelahan kerja menggunakan uji penilaian diri subjektif. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji regresi linier berganda gagal menolak Ho karena signifikansi > 0,05, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara beban kerja dan lingkungan kerja dengan kelelahan. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi kelelahan pekerja TPST Karangklesem. Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak terjadinya kelelahan pekerja seperti faktor individu, faktor psikologis, dan budaya kerja.  Kata kunci: Beban Kerja, Lingkungan Kerja, Kelelahan Kerja, TPST, Multiple Linear Regression