cover
Contact Name
Swastiani Dunggio
Contact Email
redaksijipik@gmail.com
Phone
+6282195003200
Journal Mail Official
redaksijipik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Drs. Achmad Nadjamudin No 10, Dulalowo Timur Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, 96115 - Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK)
ISSN : 28071123     EISSN : 27989879     DOI : https://doi.org/10.37915/jipik.v1i1
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi (JIPIK), is a journal of Governmental, Political, Public Administration, Communication and Social Sciences, for information and communication resources for academics, and observers of Governance Sciences, Social Sciences, Political Sciences, Public Administration Sciences, Communication Sciences, Methodology of Social Sciences and Social Work. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Governmental, Political, Public Administration, Communication, and Social Sciences, All papers are peer-reviewed by at least two referees. The scope of Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi (JIPIK) is the Governmental, Political, Administration and Communication Sciences. Published twice a year (January and July) and first published for printed edition since Volume 1 No. 1 January 2022.
Articles 128 Documents
Public Service Innovation through Digital Governance: Analysis of Public Administration Transformation Rahma Alhasni; Asna Aneta
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/c3es5b92

Abstract

This study aims to analyze the implementation of digital-based public service innovations, map empirical findings, and identify research and theoretical gaps in the context of bureaucratic digitalization. This study focuses on public service innovations through digital governance as part of public administration transformation in Indonesia. The urgency of this study is to address the challenges of traditional bureaucracy, which is considered slow, non-transparent, and unresponsive to the needs of the community. Theoretically, this study is based on the New Public Management (NPM) and Digital Era Governance (DEG) frameworks, which emphasize efficiency, transparency, integration, and public participation. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) with PRISMA guidelines, covering the stages of identification, selection, evaluation, and synthesis of literature. The research sources came from accredited national journal articles and relevant scientific proceedings published between 2020 and 2025, with a focus on the digital-based public service sector. The data was analyzed narratively and thematically to group findings based on phenomena, institutions, policies, service models, and the implications of bureaucratic transformation. The results of the study show that the digitization of public services increases effectiveness, transparency, and accessibility, as demonstrated by the SIANTON, JAKI, Siskeudes, and SPBE applications. However, there are still obstacles in the form of limited infrastructure, digital literacy, human resource readiness, and weak inter-agency integration. In conclusion, public service innovation through digital governance has a strategic role in accelerating public administration transformation. However, successful implementation requires institutional support, regulation, and community participation so that the digital bureaucracy can develop in an adaptive, inclusive, and sustainable manner.
Pengaruh Komunikasi Pemasaran Model AIDA terhadap Minat Beli Gen Z pada Produk Mykonos Nadhiya Putriani; Edy Purwo Saputro
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/2ae4fx63

Abstract

Era digital saat ini mendorong praktisi pemasar untuk menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang paling efektif, khususnya brand parfum Mykonos. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui pengaruh komunikasi pemasaran model AIDA terhadap minat beli gen z pada produk mykonos. Metode kuantitatif diterapkan melalui pendekatan survei. Populasi penelitian yakni mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan sampel 100 responden. Regresi linier berganda diterapkan dalam analisis data. Penelitian kuantitatif terhadap 100 mahasiswa UMS menunjukkan bahwa secara simultan, variabel AIDA berpengaruh kuat terhadap minat beli (R^2 = 87,8%). Namun, secara parsial hanya variabel desire dan action yang signifikan, sementara attention dan interest tidak berpengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa aspek emosional dan dorongan tindakan lebih menentukan dalam meningkatkan minat beli dibandingkan sekadar perhatian dan ketertarikan awal. Dengan demikian, strategi komunikasi pemasaran yang menekankan pada penciptaan keinginan dan mendorong tindakan konsumen dinilai lebih efektif dalam meningkatkan minat beli. Hasil penelitian diharapkan berguna bagi praktisi pemasaran untuk fokus pada strategi komunikasi pemasaran yang mampu menciptakan keinginan melalui emotional branding dan storytelling kolaboratif, serta memperkuat action melalui call to action yang jelas, promosi waktu terbatas, dan kemudahan transaksi untuk mempercepat konversi.
Efektivitas Program PKK dalam Penanganan Stunting dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Desa Karangjaya Kabupaten Bekasi aris agustin; Evi Priyanti
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/6mnmrn54

Abstract

Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga di tingkat desa, namun implementasinya di Desa Karangjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi masih menghadapi tantangan berupa tingginya angka stunting dan belum optimalnya pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program PKK dalam penanganan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 3 orang yang dipilih secara purposive, terdiri dari Ketua PKK sebagai pelaksana program, Kepala Desa sebagai pengambil kebijakan, dan satu penerima manfaat sebagai representasi masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dengan membandingkan informasi antar informan serta triangulasi metode dengan mencocokkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dilakukan member check kepada informan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PKK cukup efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan memberikan dampak positif, ditunjukkan dengan perbaikan kondisi gizi dimana 5 dari 11 anak mencapai kategori gizi baik, serta peningkatan pendapatan pada penerima manfaat program pembuatan baju Barbie sebesar Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per bulan. Meskipun demikian, efektivitas program belum optimal karena keterbatasan jangkauan dan pemerataan, sehingga diperlukan penguatan sosialisasi, monitoring, dan evaluasi program.
Penanggulangan Kemiskinan Dalam Perspektif New Public Governance: Kolaborasi Multi Aktor Dan Penciptaan Nilai Publik Di Kota Gorontalo Linang Musa; Asna Aneta
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ag2h6b10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanggulangan kemiskinan dalam perspektif New Public Governance melalui kolaborasi multi-aktor, tata kelola data, dan implikasinya terhadap penciptaan nilai publik di Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terhadap kebijakan serta program penanggulangan kemiskinan. Informan penelitian dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, koordinasi, dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan, yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, kecamatan, lembaga sosial, lembaga pendukung, dan akademisi. Analisis data menggunakan model interaktif (Matthew B. Miles et al., 2014) melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan di Kota Gorontalo bersifat multidimensional, mencakup aspek ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesempatan ekonomi. Kolaborasi multi-aktor telah melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga sosial, lembaga pendukung, dan masyarakat, tetapi masih didominasi oleh pemerintah sehingga praktik co-production dan co-creation belum berjalan optimal. Penelitian ini juga menemukan bahwa ego sektoral, konflik kepentingan kelembagaan, fragmentasi program, dan lemahnya integrasi data menjadi hambatan utama dalam efektivitas kolaborasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bahwa data governance berperan sebagai mekanisme mediasi yang menghubungkan kolaborasi multi-aktor dengan penciptaan nilai publik. Kolaborasi tidak secara otomatis menghasilkan nilai publik apabila tidak didukung oleh data sasaran yang valid, interoperabilitas antaraktor, dan mekanisme verifikasi yang transparan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan forum kolaborasi permanen, integrasi data kemiskinan lintas sektor, penguatan peran kecamatan dan kelurahan sebagai simpul validasi data, serta transformasi kebijakan dari bantuan sosial menuju pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Pengaruh Kualitas Informasi Instagram terhadap Kepuasan Pengguna dalam Komunikasi Publik Digital PT Trans Marga Jateng Yashfanya Putri Juniesta Auliani; Nadia Itona Siregar
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/g9kzt524

Abstract

The use of Instagram as a digital public communication medium has become increasingly important for infrastructure companies in delivering information to the public in a fast, timely, and interactive manner. However, studies on user satisfaction with social media in the toll road infrastructure sector remain limited compared to commercial, educational, and community sectors. This study aims to examine the effect of information quality on user satisfaction with the Instagram account @jasamarga_semarangsolo. The research employed an explanatory quantitative approach using a survey method. The population consisted of all followers of the @jasamarga_semarangsolo Instagram account, while the sample included 98 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using simple linear regression. The results indicate that information quality has a positive and significant effect on user satisfaction with the Instagram account @jasamarga_semarangsolo. Information quality also explains 54.9% of the variation in user satisfaction. These findings suggest that accurate, relevant, complete, and timely information plays an important role in fulfilling users’ information needs and enhancing their satisfaction with the platform. The results support the Uses and Gratifications perspective, which explains that user satisfaction is formed when media successfully fulfills the information needs that motivate media use.
Collaborative Governance Berbasis Triple Helix dalam Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Banjar Entin Entin; Nova Chalimah Girsang; Tofan Ibrahim
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/264zh839

Abstract

Permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Barat, terus meningkat secara signifikan. Meskipun kajian mengenai tata kelola kolaboratif telah banyak dilakukan, analisis mendalam mengenai hambatan struktural dalam sinergi triple-helix di tingkat pemerintah daerah kecil masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana model collaborative governance melalui sinergi triple-helix (pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha) berjalan dalam menangani kasus tersebut di Kota Banjar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama sepuluh informan kunci dari lintas sektor, seperti Dinsos P3A, UPTD PPA, Polres, Dinas Kesehatan, perwakilan perguruan tinggi, serta pengusaha lokal. Analisis data menerapkan model kolaborasi Ansell dan Gash (2008). Hasil studi menunjukkan bahwa unsur pemerintah telah mengimplementasikan komitmen prosedural dengan baik melalui alur rujukan terpadu dan inovasi “Gelung Perak”, sementara akademisi berkontribusi melalui program riset dan edukasi mandiri. Namun, keterlibatan dunia usaha dalam pemulihan ekonomi korban belum optimal dan bersifat insidental akibat belum adanya regulasi yang tegas serta pembagian peran yang konkret dalam kelembagaan jangka panjang. Di samping itu, ketiadaan sistem data digital terpadu menghambat integrasi antarinstansi dan memicu asimetri informasi. Kesimpulannya, kolaborasi rintisan ini baru mencapai keberhasilan awal (small wins). Secara teoritis dan praktis, penelitian ini memperkaya kajian collaborative governance pada konteks perlindungan sosial di daerah dengan kapasitas kelembagaan terbatas, sekaligus menegaskan bahwa penguatan regulasi formal dan integrasi basis data satu pintu mutlak diperlukan untuk keberlanjutan tata kelola.
Kepemimpinan Transformasional Susi Pudjiastuti dalam Reformasi Pelayanan Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2014-2019 Denaya Syaira Dewanto; Eka Yulyana
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/c86y3a22

Abstract

Penelitian ini menganalisis kepemimpinan transformasional Susi Pudjiastuti selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia periode 2014-2019 serta pengaruhnya terhadap reformasi pelayanan publik sektor kelautan. Kajian mengenai kepemimpinan transformasional dalam birokrasi sektor kelautan Indonesia masih relatif terbatas, khususnya yang menghubungkan gaya kepemimpinan dengan reformasi tata kelola pelayanan publik dan penguatan marine governance. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kepemimpinan transformasional Susi Pudjiastuti berdasarkan dimensi idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration menurut Robbins dan Judge (2008), serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan efektivitas pelayanan publik di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur berbasis systematic literature review melalui seleksi jurnal nasional, jurnal internasional, dokumen pemerintah, dan laporan kebijakan yang relevan pada periode 2014-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Susi Pudjiastuti berkontribusi terhadap perubahan birokrasi melalui penguatan pengawasan illegal fishing, peningkatan transparansi tata kelola perikanan, digitalisasi layanan perizinan, serta penguatan orientasi pelayanan terhadap nelayan kecil. Namun demikian, implementasi kepemimpinan transformasional juga menghadapi berbagai tantangan berupa resistensi birokrasi, konflik kepentingan politik, serta tingginya ketergantungan reformasi terhadap figur pemimpin. Penelitian ini memperkaya kajian kepemimpinan transformasional dalam konteks reformasi pelayanan publik sektor maritim Indonesia serta menunjukkan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya ditentukan oleh karakter pemimpin, tetapi juga oleh institusionalisasi budaya organisasi dan keberlanjutan kebijakan publik.
Kreativitas Jurnalistik Isu Lingkungan pada Konten Reels Instagram Forest Watch Indonesia Sophie Fathima Primannisa Alyindra; Guruh Ramdani
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/h2amc289

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kreativitas jurnalistik dalam produksi konten storytelling isu lingkungan pada Instagram Reels Forest Watch Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan framework S-DIKW (Story-Data-Information-Knowledge-Wisdom) sebagai kerangka analisis untuk memahami proses penyampaian data kehutanan dalam bentuk storytelling digital berbasis video pendek. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan, studi pustaka, dan wawancara semi-terstruktur dengan lima informan yang terdiri dari dua kepala bidang media dan data serta tiga anggota bidang media Forest Watch Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forest Watch Indonesia menerapkan berbagai strategi kreativitas jurnalistik, seperti penggunaan analogi, bahasa populer, hook interaktif, visualisasi data, dramatisasi emosi, serta elemen audio-visual untuk menyederhanakan data lingkungan yang kompleks agar lebih mudah dipahami audiens media sosial. Storytelling juga digunakan sebagai media advokasi digital untuk mendorong keterlibatan publik terhadap isu lingkungan. Penelitian ini menegaskan kontribusi framework S-DIKW dalam membantu analisis strategi data storytelling pada platform video pendek serta memperluas kajian jurnalisme lingkungan digital berbasis media sosial.
Strategi Hyperlocal Journalism dan Optimalisasi SEO Berbasis Referensi Lokal sebagai Diferensiasi Media Digital Radar Bogor Mirta Riski Utami; Hari Otang Sasmita
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/7x7s1g70

Abstract

Pergeseran lanskap media digital menuntut media lokal memiliki strategi diferensiasi agar tetap relevan di tengah persaingan dengan media nasional dan platform digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme penggunaan referensi lokal spesifik dalam praktik hyperlocal journalism pada portal radarbogor.id sebagai instrumen diferensiasi media. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, analisis teks berita, dan dokumentasi data Google Analytics 4 (GA4). Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dengan membandingkan hasil wawancara, teks berita, dan data performa digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan diksi geografis mikro dan referensi lokal, seperti nama wilayah, jalan, tempat ikonik, fasilitas publik, dan istilah khas Bogor, berfungsi sebagai strategi redaksional untuk membangun kedekatan dengan audiens sekaligus mendukung discoverability konten melalui praktik Search Engine Optimization (SEO). Data GA4 memperlihatkan bahwa konten berbasis lokal, seperti kategori “Cibinong” dan “wisata”, memiliki performa keterbacaan yang kuat karena berkaitan dengan kebutuhan informasi, mobilitas, dan aktivitas masyarakat. Namun, performa konten juga bersifat dinamis karena isu nasional tertentu, seperti bantuan sosial, dapat memperoleh traffic tinggi ketika memiliki nilai guna dan aktualitas yang kuat. Dengan demikian, strategi hyperlocal journalism pada radarbogor.id tidak hanya berfungsi sebagai taktik redaksional, tetapi juga sebagai upaya membangun identitas media lokal, memperkuat diferensiasi, dan meningkatkan visibilitas konten dalam ekosistem media digital. Penelitian ini menegaskan bahwa lokalitas dapat menjadi fondasi keunggulan kompetitif media lokal digital di tengah arus informasi yang semakin kompetitif.
Penerapan Strategi Curiosity Gap dalam Produksi Konten Bisnis Digital pada Akun @ravmedia.co di Instagram dan TikTok Egialipamana Ramdini Sitepu; Aceng Hidayat
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/m825rr03

Abstract

This study examines the application of the curiosity gap strategy in digital content production on the @ravmedia.co account on Instagram and TikTok platforms. This research is important to conduct considering that increasingly fierce digital content competition requires creators to understand the psychological mechanisms of audiences in attracting and maintaining attention. The purpose of the study is to analyze how the curiosity gap strategy is implemented through content elements and to identify engagement patterns associated with this strategy. The study uses Loewenstein's information gap theory as a theoretical basis, with a descriptive qualitative approach through a case study method on @ravmedia.co's featured content during the period of January–May 2026. Analysis was conducted on four content elements: the title (headline), hook, script (voiceover), and caption, alongside platform insight data. The findings indicate that the curiosity gap strategy is systematically and synergistically applied through all four elements. The Bus Simulator content on Instagram recorded an engagement rate of 9.1%, exceeding the global Instagram average of 0.48%. On TikTok, the same content achieved an engagement rate of 4.05%, surpassing the global average of 3.70%. The vast majority of viewers on both platforms came from non-followers (99.8%–100%), potentially indicating strong organic distribution capacity. These findings suggest that curiosity gap constitutes a structured communication approach that is associated with higher engagement performance and organic content distribution on social media.

Page 12 of 13 | Total Record : 128