cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2025): Mei" : 8 Documents clear
Respon Q.S At-TakasuHEDONISME GENERASI Z DALAM SOROTAN Q.S. AT-TAKATSUR: ANALISIS KOMPARATIF TAFSIR SAYYID QUTHB DAN QURAISH SHIHABr Terhadap Hedonisme di Kalangan Generasi Z (Analisis Penafsiran Sayyid Quthb dan Quraish Shihab) Darasyiddin A Safa'a, Muhammad Yusuf
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.10698

Abstract

Penelitian ini akan mengkaji terkait penafsiran Sayyid Quthb dan Quraish Shihab sehingga dapat memahami bagaimana Al-Qur'an merespons fenomena hedonisme yang berkembang di kalangan Generasi Z. Secara khusus, penelitian ini akan mengkaji surah At-Takasur mengenai perilaku hedonisme untuk memahami perspektif Islam terhadap gaya hidup yang berfokus pada kesenangan duniawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research atau penelitian pustaka, Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis teks terhadap tafsir Fi Zilal al-Qur'an oleh Sayyid Quthb dan Tafsir al-Misbah oleh Quraish Shihab. Kesimpulan penelitian ini, yaitu dua mufasir telah sepakat bahwa Surah At-Takāsur (QS 102) memberikan peringatan yang sangat penting tentang bahaya kesibukan yang berlebihan dalam mengejar harta, kekayaan, dan kebanggaan duniawi. Dalam konteks Generasi Z, yang hidup di era konsumerisme dan teknologi yang pesat, surah ini mengajarkan tentang perlunya keseimbangan antara pencapaian duniawi dan kesadaran akan tujuan hidup yang lebih tinggi, yaitu kehidupan akhirat
KONSEP SAKĪNAH MAWADDAH WARAḤMAH DALAM QS. AR-RŪM/30:21: STUDI PERSEPSI ORANG TUA TUNGGAL DI PASARE APUA Sukmawati, Sukmawati; Gaffar, Abdul; Rifai, Masyhuri
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.11231

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua tunggal terhadap konsep sakīnah mawaddah wa raḥmah, dan menentukan korelasi antara persepsi orang tua tunggal dengan tafsir ulama mengenai sakīnah  mawaddah wa raḥmah pada QS. Ar-Rum ayat 21. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh langsung dari 7 orang tua tunggal di Desa Pasare Apua, yang terdiri dari 6 perempuan dan 1 laki-laki, sedangkan data sekunder bersumber dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber, metode, dan waktu. hasilnya menunjukkan bahwa persepsi orang tua tunggal terhadap konsep ini beragam; Terdapat proses adaptasi dan reinterpretasi yang signifikan terhadap konsep ini dalam kehidupan orang tua tunggal, yang mencerminkan interaksi dinamis antara ajaran agama, realitas sosial-ekonomi, dan kebutuhan spiritual individu.
TINJAUAN SEMANTIK TERHADAP LAFAZ NAZALA DAN HABAṬA DALAM AL-QUR’AN Syamilah, Abidah; Awad, Faizah Binti
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.11421

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi makna kata nazala dan habaṭa dalam konteks kajian semantik Al-Qur’an, serta mengkaji penggunaan kata-kata tersebut dalam konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis tematik (maudhu‘i) dan semantik. Data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kata nazala dan habaṭa, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, jurnal, kamus, dan literatur relevan lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat sinonim murni dalam Al-Qur’an. Meskipun nazala dan habaṭa memiliki makna dasar yang sama, yaitu “turun”, keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan serta membawa nuansa makna yang khas sesuai dengan konteks ayat. Dengan demikian, teori “Anti-Sinonimitas dalam Al-Qur’an” tetap relevan dan dapat diterapkan dalam kajian semantik Al-Qur’an.
NILAI-NILAI SPIRITUALITAS ANAK DALAM KISAH KELUARGA IMRAN: TELAAH TEMATIK PERSPEKTIF TAFSIR BIL MA’TSUR Rani, Rani Rahmadani. M; Putra, Masyhuri; Yeli, Salmaini
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.11650

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pengembangan spiritualitas anak dalam kisah keluarga Imran melalui pendekatan tafsir bil ma’tsur, serta sekaligus menggali pandangan mufassir mengenai hal tersebut. Penulisan dilakukan dengan metode studi pustaka (library research) dan menggunakan pendekatan tematik (maudhu’i), dengan merujuk pada sumber-sumber primer seperti kitab tafsir ath-Thabari, al-Azhar, Ibnu Katsir, al-Munir, Fi Zhilalil Qur’an, dan al-Misbah. Selain itu, analisis ini juga diperkuat oleh data sekunder yang diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa keluarga Imran merupakan keluarga istimewa yang mendapatkan kehormatan dari Allah SWT karena kesalehan serta komitmen spiritual yang tinggi. Imran digambarkan sebagai pribadi saleh dan pengabdi di Baitul Maqdis, sedangkan istrinya yaitu Hannah, dikenal dengan wanita yang taat dan shalehah, sementara putri mereka yakni Maryam, dan anaknya Nabi Isa AS mendapatkan perlindungan langsung dari Allah. Adapun, nilai-nilai pengembangan spiritualitas anak dalam kisah ini antara lain: memilih pasangan yang saleh, senantiasa berdoa dan berharap kepada Allah, 3) memberikan nama yang baik dan perhatian utuh kepada anak, serta 4) memberikan asupan makanan yang halal dan Baik. Demikian, Penulisan ini menekankan pentingnya pendidikan spiritual yang terencana sejak dini, dan menjadikan keluarga sebagai pondasi utama pembentukan karakter anak dan pertumbuhan spiritual anak.
R KRITIK EPISTEMOLOGIS TERHADAP KONTRIBUSI ABID AL-JABIRI ATAS STUDI QURAN Rizki Ramadhan Sitepu; Moh Firdaus HN; Muhammad Falihul Anam
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.11675

Abstract

Pemahaman terhadap al-Qur’an di era kontemporer mengalami pergeseran metodologis dari pendekatan tradisional menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan rasional. Salah satu tokoh penting dalam gelombang ini adalah Abid al-Jabiri, filsuf asal Maroko yang menawarkan pendekatan epistemologis dalam memahami al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi al-Jabiri terhadap studi Qur’an dengan menekankan pentingnya penafsiran berdasarkan urutan kronologis turunnya wahyu serta kritiknya terhadap pendekatan ideologis dan dogmatis dalam tafsir klasik. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kepustakaan terhadap karya-karya utama al-Jabiri seperti Madkhal ila al-Qur’an al-Karim dan Fahm al-Qur’an al-Hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jabiri menekankan pentingnya pembebasan intelektual melalui pendekatan objektif terhadap al-Qur’an (konsep epoche) serta perlunya pemisahan antara ideologi dan teks suci. Pendekatan al-Fashl dan al-Washl yang ditawarkannya menjadi upaya untuk menjadikan al-Qur’an kontekstual dan relevan dengan zaman modern. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa epistemologi kritis al-Jabiri dapat dijadikan sebagai jembatan metodologis antara tradisi dan modernitas dalam studi tafsir al-Qur’an.
VALIDITAS HADITS LARANGAN MENGADU DOMBA (NAMIMAH) TELAAH TAKHRIJ ATAS KONTEN DAKWAH DI MEDIA SOSIAL Ashfia Latifah Rahmadina
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.11714

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai platform dakwah telah membawa tantangan baru dalam penyampaian hadits kepada masyarakat, terutama terkait validitas dan pemahaman makna yang tepat. Salah satu hadits yang sering disampaikan oleh para mubaligh adalah tentang larangan perilaku Namimah (mengadu domba), sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Hanan Attaki dalam salah satu video dakwanya, bahwa “tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba”. Penelitian ini bertujuan untuk membahas hadits tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode takhrij hadits dan studi pustaka. Berdasarkan penelusuran melalui kitab-kitab mashadir ashliyyah dan kitab-kitab bantu lainnya, hasil dari penelitian ini adalah ditemukan 17 hadits yang membahas tentang Namimah dalam lima kitab hadits. Hadits tentang tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba, memiliki dasar yang kuat dalam literatur hadits, dengan derajat keabsahan yang umumnya shahih, sebagian besar diriwayatkan oleh rawi-rawi yang tsiqah dan tiga rawi yang dinilai shaduq. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam penyebaran informasi di media sosial agar tidak terjadi kesalahan dalam pemahaman maupun penyampaian, disertai dengan informasi tentang bentuk-bentuk perilaku Namimah di era digital dan upaya pencegahannya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap literasi keislaman digital, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga integritas dan otentisitas dalam dakwah berbasis media sosial.
TAFSIR SOSIAL DAWAM RAHARDJO PERSPEKTIF INTEGRASI ILMU AGUS PURWANTO Sawfa Atina Mafaza; Fathimah Azzahra Safrizal; Indal Abror
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.11753

Abstract

Permasalahan sosial yang kompleks dan kebutuhan akan pendekatan-pendekatan baru dalam menafsirkan Al-Qur’an mendorong hadirnya penafsiran berbasis ilmu sosial. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh M. Dawam Rahardjo, salah seorang sarjana ilmu sosial yang ikut tampil mewarnai dunia penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk melihat posisi penafsiran Dawam Rahardjo dalam kerangka integrasi ilmu Agus Purwanto. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan (library research) dengan model penelitian deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Dawam Rahardjo dalam buku Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci dalam beberapa tema sepuerti fitrah, khalifah dan adl dapat dikategorikan ke dalam pola Sains Islam karena menunjukkan upaya untuk menjadikan wahyu sebagai pusat nilai dan arah epistemik dalam membentuk ilmu pengetahuan. Tafsir yang dikembangkan bukan hanya menjelaskan teks, tetapi juga merumuskan paradigma ilmu sosial yang bersumber dari prinsip-prinsip Islam seperti tauhid, amanah, dan keadilan. Kontribusi ini menandai bahwa penafsiran Dawam tidak sekadar bersifat deskriptif, tetapi juga transformatif yakni berupaya membentuk struktur ilmu dan kehidupan masyarakat berdasarkan kerangka etis yang bersumber dari wahyu.
PRAKTIK MAGIS QS. ṬĀHĀ: 39 DENGAN BULU PERINDU: STUDI LIVING QUR’AN DI KABUPATEN KOLAKA Nur Aeni Putri Gafar; Fatirawahidah; Akbar; Hasdin Has
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.11667

Abstract

This article examines the practice of implementing QS. Ṭāhā: 39 using bulu perindu as a medium of attraction in Kolaka Regency, Southeast Sulawesi, which aims to explore the form of practice, the process of transmission and transformation, and its impact on the function of the Qur'an as a guide (hudan). The method used by the author is a qualitative approach with the living Qur'an method, through observation and interviews. It was found that this practice varies, combining the reading of verses with the use of bulu perindu and water, and is influenced by religious stories. Knowledge is transmitted through families, religious teachers, and social media, while the transformation of this practice is seen in the focus of the verses and additional ritual media. The implications show the complex interaction between the sacred text and local culture sometimes showing quite obvious differences with the meaning of the verses specifically intended. The study recommends the formation of a study council so that the practice of the Qur'an remains in accordance with its function as a guide (hudan), but still respects local culture

Page 1 of 1 | Total Record : 8