cover
Contact Name
Muhammad Khoirul Anwar
Contact Email
khoirulanwar@ptiq.ac.id
Phone
+6289637778370
Journal Mail Official
Khoirulanwar@ptiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Batan No 5, Lebak Bulus, Cilandak Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Dhikra
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 25032232     EISSN : 2807257X     DOI : https://doi.org/10.57217
Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis was first published by the Faculty of Ushuluddin of Institut PTIQ Jakarta in April 2016 and published twice within one year i.e April and October. So, it accepts submissions of manuscripts from any issues related to quranic and hadith studies. Editors accept articles that have never been published in other media. The paper should be written with 6000-10.000 characters. The editor has the right to appraise the articles appropriateness both in terms of content, information and writing style. For those whose the article is publised will be given a reward in accordance to the working regulations.
Articles 132 Documents
PERAN IMAM MALIK DAN AL-SYAFII DALAM MEMBANGUN FIQH AL-H{ADI>S| Moh. Yusni Amru Ghozali
Al-Dhikra Vol. 4 No. 2 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiqh al-h}adis\ kurang begitu diperhatikan peneliti modern. Ia belum banyak dibahas dalam bentuk penelitian dan karya tersendiri berupa buku. Padahal ia merupakan metodologi istinbat yang aplikatif dari khazanah keilmuan ulama klasik. Apalagi fakta menunjukkan bahwa kebutuhan umat untuk memahami makna dan kandungan hadis semakin tinggi; mengingat peristiwa hukum yang memerlukan dalil terus bertambah dan pelik. Tuntutan agar hadis selalu berdialog dengan konteks semakin mendesak. Fiqh al-h}adi>s\ mesti hadir menawarkan alternatif untuk mengurai gejala tersebut dengan menunjukkan sisinya yang s}a>lih}un likulli zama>n wa maka>n. Secara metodologi kerja ilmiah fiqh al-h}adi>s\ ini lebih mendalam daripada syarah hadis. Jika syarah hadis hanya sekadar membantu pembaca memahami redaksi hadis lebih lanjut maka Fiqh al-h}adi>s\ lebih dari itu, yakni mengeluarkan hikmah, hukum dan kedudukan hadis dilihat dari berbagai sisi, baik sanad, matan atau yang lainnya bahkan kontekstualisasinya di zaman sekarang. Melalui metode kualitatif, penelitian ini mencoba melacak eksistensi Fiqh al-h}adi>s\ dari kitab-kitab syarah hadis juga dari Riwayat-riwayat yang tepercaya. Hasil kajian ini berkesimpulan bahwa dalam konteks Fiqhal-h}adi>s\ memiliki geneologi yang panjang dan dapat dilacak dengan baik.
Pemimpin Non-Muslim Berdasarkan Sudut Pandang Al-Qur’an dan Hadis: Tinjauan AtasPandangan Ja’far Umar Thalib Taufik Akbar
Al-Dhikra Vol. 4 No. 2 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang salah satu sosok Islam fundamental di Indonesia, Ja’far Umar Thalib. Thalib merupakan salah satu aktor muslim di Indonesia yang dikenal dengan rekam jejaknya dengan gerakan manaj salaf dan juga merupakan aktor yang mendirikan Laskar Jihad yang terlibat konflik di Ambon, Maluku pada tahun 1999. Artikel ini fokus untuk mengkaji pemikiran Thalib dalam memandang kepemimpinan suatu pemerintahan dan pemimpin non- muslim. Artikel ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan menggunakan model penelitian kritik tokoh yang bersifat etnografi. Artikel ini menemukan bahwa Thalib menempatkan kepemimpinan sebuah pemerintahan sebagai bagian dari syari’at Islam dalam bidang as-siya>sah asy-syar’iyyah. Oleh sebab itu, dalam pandangan Thalib, seorang pemimpin pemerintahan harus berpegang kepada Al-Qur’an dan hadis. Selain itu, dengan menggunakan QS. al-Maidah ayat 51, Thalib menegaskan bahwa orang-orang Islam dilarang setia dan memiliki loyalitas dengan orang kafir baik dari kalangan Yahudi maupun Kristen, lebih-lebih dalam konteks memilih kepemimpinan.
PERNIKAHAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF AL-QUR’AN(ANALISIS PEMIKIRAN BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR) Desi Anggraeni, Adang Kuswaya, Tri Wahyu Hidayati
Al-Dhikra Vol. 4 No. 2 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah memberikan jalan kepada manusia untuk menjaga kehormatan serta martabatnya dengan jalan pernikahan. Pernikahan beda agama tak jarang menimbulkan gejolak dan reaksi keras di kalangan masyarakat. Masing-masing pihak memiliki argumen logis yang berasal dari penafsiran dalil-dalil Islam tentang pernikahan beda agama. Penelitian ini ingin menjawab bagaimana pernikahan beda agama dalam perspektif Al-Qur’an Analisis Pemikiran Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar. Alasan penulis memilih tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka adalah karena tafsir Al-Azhar mampu menampilkan sosio-budaya dan sosio-politik pada saatpenulisannya. Jenis Penelitian ini adalah library research dengan metode yang digunakan adalah studi tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka mengharamkan pernikahan muslim dengan orang musyrik baik laki-laki maupun perempuan berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 221. Musyrik menurut Buya Hamka adalah musyrik secara umum tanpa terkecuali. Selanjutnya dalam surat Al-Maidah ayat 5 Buya Hamka membolehkan nikah beda agama antara pria muslim dan wanita ahli kitab. Ahli kitab yang merdeka dan wanita baik-baik. Ahli kitab yang dimaksud hanya Yahudi dan Nasrani. Buya Hamka cenderung mengedepankankan bahwa seorang mukmin harus kuat dan kokoh imannya jika akan menikah dengan ahli kitab. Implikasi dari pemikiran Buya Hamka menjadi salah satu sumbangan bagi produk hukum di Indonesia terkhusus tentang pelarangan nikah beda agama pada Fatwa MUI tahun 1980.
Penggunaan Ayat-ayat Syifa’ pada Ruqyah Tolak Sihir (Studi Kasus pada Ustadz Muhammad Chudlori di Desa Watesari KecamatanBalongbendo Kabupaten Sidoarjo) Arini Jauharoh
Al-Dhikra Vol. 4 No. 2 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan riset living Qur’an atas sebuah fenomena praktik penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai tolak sihir. Kasus tersebut dipahami dengan perspektif fenomenologi (berdasarkan fenomena yang ada) yang diimplementasikan dari pemahaman atas ayat-ayat Al-Qur’an. Praktik penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an ini sebagai upaya pengobatan kepada pasien yang terkena sihir atau yang disebut dengan ngeruqyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan sebagai pisau analisis penulis menggunakan teori Tindakan sosial Max Weber. Peneliti mempelajari secara langsung keadaan di lapangan dengan observasi daninterview dengan beberapa informan. Riset ini berkesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan komunal maupun individual tergolong tipe tindakan rasional instrumental dengan beberapa tujuan serta memiliki pemaknaan subyektif untuk disebarkan pada pihak lain yang terlibat dalam sosial. Tujuan me-ruqyah kepada orang sakit yang diakibatkan sihir adalah sebagai reprentasi Al-Qur’an, pengobatan non medis, serta dapat menenangkan hati bagi para pasien ruqyah. Selain itu ruqyah juga dipahami dan dijadikan sebagai media dakwah untuk para pasien yang datang, baik yang masih proses ruqyah maupun yang sudah sembuh.
Paradigma Penafsiran Alegoris Surga Dalam Tafsir Indonesia-Kontemporer:Kajian Atas Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab Wendi Parwanto
Al-Dhikra Vol. 4 No. 2 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dimotivasi oleh masih minimnya kajian yang melihat pergeseran penafsiran ayat-ayat yang bersifat teologis-metafisis dalam Al-Qur’an, termasuk ayat-ayat tentang surga yang dikombinasikan dengan pendekatan teori filsafat. Oleh karena itu, maka peneliti tertarikuntuk mengkaji tema ini lebih lanjut. Kajian ini menjelaskan tentang pergeseran paradigma penafsiran ilustrasi surga dalam tafsir Indonesia, yakni M. Quraish Shihab. Teori yang digunakan adalah dengan teori pergeseran paradigma yang diintrodusir oleh Thomas Khun. Kesimpulan artikel ini menunjukkan bahwa ada pergeseran pemaknaan ilustrasi surga dalam tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, yaitu pada tema 1) Luas surga ; 2) Sungai yang mengalir di bawah surga ; 3) Buah-buahan di surga ; 4) Pasangan dan bidadari di surga ; dan 5) Warna hijau dan perhiasan bagi manusia di surga. Dalam memahami tema-tema tersebut M. Quraish Shihab cenderung rasionalis dan kontekstualis menyesuaikan dengan konteks kekinian. Pemikiran yang memotivasi argumentasi penafsirannya adalah tidak terlepas dari historisitas pengalaman hidupnya, seperti karir intelektualnya, pengalaman keorganisasiannya, guru-gurunya dan masyarakat Indonesia sebagai sasaran tafsirnya. Maka semua itu, menjadi regulasi dan panoptiasasi dalam membentuk nalar intelektualnya, termasuk dalam penafsiran tentang ayat-ayat yang mengilustrasikan surga.
PENGEMBANGAN KAJIAN MATAN HADIS DENGAN MENGGUNAKANPENDEKATAN ILMU-ILMU SOSIAL Risqo Faridatul Ulya, Udi Yuliarto
Al-Dhikra Vol. 4 No. 2 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pengembangan dan kajian matan dengan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan kajian literatur dan menggunakan metode analisis-deskriptif. Tujuan dari tulisan ini akan mengungkap pengembangan kajian matan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial itu sangat diperlukan dalam mengkaji. Kajian matan hadis melalui pendekatan ilmu sosial adalah suatu metode atau cara memahami suatu teks hadis atau isi hadis dengan melalui bantuan disiplin imu-ilmu sosial lainnya. Ilmu-ilmu sosial mencakup ilmu sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, geografi sosial, politik, dan sejarah. Dengan tujuan untuk memudahkan para pembaca dalam memahami teks atau isi dalam matan hadis itu sendiri.
REKONSTRUKSI TERHADAP KONSEP SUNNAHDALAM PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAHRUR Mia Fitriah El Karimah
Al-Dhikra Vol. 5 No. 1 (2023): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sunnah Nabi SAW. merupakan salah satu sumber hukum dalam Islam; lebih tepatnya berada di posisi kedua sebagai sumber arah. Salah satu tokoh yang agresif dalam merekonstruksi konsep sunnah adalah Muhammad Syahrur. Syahrur adalah seorang pemikir muslim yang dibesarkan dalam kajian ilmiah yang mendetail dan tidak pernah mendalami ilmu keislaman secara intensif. Penelitian ini menawarkan bacaan kontemporer tentang sumber-sumber hukum Islam, termasuk Sunnah. Menurut pandangannya, memahami teks-teks agama tidak perlu; selalu dituntut untuk mengutamakan penafsiran ulama tradisional. Karena itu harus ditafsirkan sesuai zamannya. Dia kemudian dengan berani menolak wahyu sunnah dan kapasitasnya sebagai sumber hukum. Model penelitian ini adalah studi kepustakaan lengkap dengan data primer adalah karyanya; Al-Sunnah al-Rasu>liyyah wa al-Sunnah al-Nabawiyyah Ru’yah Jadi>dah. Melalui pendekatan analisis deskriptif, penelitian ini mengungkap konsep sunnah Syahrur. Syahrur mendefinisikan Sunnah sebagai cara (cara, manhaj) untuk menerapkan ketentuan hukum Umm al-Kita>b tanpa di luar batas yang ditetapkan oleh Allah dalam masalah h}udu>d. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum membahas sunnah secara mendalam, Syahrur terlebih dahulu memaparkan beberapa terminologi dalam Al-Qur’an yang dikaitkan dengan sunnah dalam Al-Qur’an. Pembahasan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang konsep sunnah. Karena konsep sunnah yang harus dipatuhi akan jelas dipahami jika terminologinya sudah dipahami. Tiga terminologi dalam Al-Qur’an yang sejalan dengan “sunnah” dalam menjelaskan ketaatan: ittiba’, al-qudwah, dan al-uswah. Berangkat dari perbedaan ketiga istilah di atas, Syahrur merumuskan pemahaman baru tentang Sunnah: cenderung identik dengan ijtihad itu sendiri, bukan sumber hukum dalam ijtihad.  
Implementasi Hermeneutika Gracia dalam Studi Al-Qur’an dari PerspektifSarjana Indonesia Mohammad Salahuddin Al-Ayyuubi
Al-Dhikra Vol. 5 No. 1 (2023): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan jarak ruang dan waktu antara pengarang dan pembaca yang menjadi kunci filsafat hermeneutika seringkali tidak dibaca dengan baik oleh pemerhatinya. Dari situlah pemikiran Gracia lahir. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan detail hermeneutika Gracia serta upaya para sarjana muslim Indonesia untuk menerapkan teori interpretasi Gracia dalam mengkaji Al-Qur’an. Berangkat dengan pendekatan kualitatif, dari penelitian pustaka ini dipahami bahwa hermeneutika moderat Gracia yang menekankan pada keseimbangan antara pencarian makna asal teks dan peran pembaca dalam penafsiran bisa diaplikasikan pada kedua kajian al-Qur’an dan hadis. Penggunaan teori fungsi interpretasi Gracia secara tepat dapat membantu memahami Al-Qur’an secara inklusif dan dapat berjalan harmonis dengan kaidah-kaidah penafsiran yang telah mapan dalam kajian tafsir Al-Qur’an.
Konstruksi Pemahaman Hadis Tentang Lesbian, Gay, Biseksual DanTransgender (LGBT): Suatu Tinjauan Maqashid al-Syariah Wendi Parwanto, Ahmad Labiq Muzayyan, dan Desi Wahyuni
Al-Dhikra Vol. 5 No. 1 (2023): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dimotivasi oleh masih maraknya prilaku LGBT di Indonesia, dan isu LGBT ini akan selalu mearik untuk didisikusikan. Oleh karena itu, peneliti tertarik mengkaji tema ini lebih jauh. Jenis kajian ini adalah penelitian kepustakaan dengan model kajian tematik hadis yang difokuskan pada hadis tentang LGBT (atau yang berkaitan). Pendekatan analisis yang digunakan adalah analisis sosio-historis dan maqa>s}id al-syari'ah. Kesimpulan artikel ini menjelaskan bahwa berdasarkan informasi al-Qur`an dan hadis Islam sangat melarang prilaku LGBT karena merupakan perbuatan faḥisyah (keji) dan israf (berlebihan). Kemudian dalam pendekatan maqa>s}id al-syari’ah, bahwa pernikahan mempunya tujuan membangun keluarga dan memelihara keturunan (ḥifẓ an-nasl) dan ḥifẓ an-nafs (menjaga jiwa dan eksistensi manusi). Oleh karena itu, prilaku LGBT keluar dari konsep maqa>s}id al- syari’ah. Prilaku hanya memenuhi tujuan biologis dan nafsu semata tanpa mempertimbangkan hubungannya dengan aspek-aspek kehidupan yang lebih baik.
AL-QUR’AN DAN ELEKTRONISASI: STUDI DESKRIPTIF ATAS APLIKASI AL-QUR’AN INDONESIA DAN AL-QUR’AN ASH-SHAHIB Ummu Karomah, Fitri Nurhidayah, dan Agus Suyudi*3
Al-Dhikra Vol. 5 No. 1 (2023): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan melakukan studi analisis terhadap fenomena perkembangan elektronisasi mushaf Al-Qur’an dengan mengambil kasus pada aplikasi Al-Qur’an Kemenag dan mushaf Ash-Shihab. Dua bentuk elektronisasi tersebut lahir dari bagian adanya perkembangan teknologi. Meskipun di sisi lain dalam konteks digitalisasi Al-Qur’an pada smartphone harus berdampingan dengan aplikasi-aplikasi lain yang dapat mendukung kebutuhan kehidupan sehari-hari. Sehingga munculnya aplikasi Al-Qur’an ini merupakan terobosan inovatif agar bisa dirasakan oleh para pengguna smartphone. Demikian juga yang terjadi pada mushaf Al-Qur’an cetak pada mushaf ash-Shahib, modifikasi yang ditentukan oleh penerbit menunjukkan adanya kreatifitas agar terlihat lebih menarik pembaca. Riset ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, dengan mengkaji aplikasi Al-Qur’an Indonesia dan mushaf ash-Shahib. Penulis menemukan adanya fitur-fitur yang ada dalam aplikasi Al-Qur’an Indonesia hingga melihat kelebihan dan kekurang yang ada pada aplikasi ini. Selain itu juga, penulis menganalisis Al-Qur’an Cetak “Ash-Shahib”, mengkaji dari awal pencetakan Al-Qur’an hingga hadir Al-Qur’an Ash-Shahib cetakan Hilal Media serta melihat kelebihan dan kekurangan dari Al-Qur’an Ash-Shahib.

Page 11 of 14 | Total Record : 132