cover
Contact Name
Muhammad Khoirul Anwar
Contact Email
khoirulanwar@ptiq.ac.id
Phone
+6289637778370
Journal Mail Official
Khoirulanwar@ptiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Batan No 5, Lebak Bulus, Cilandak Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Dhikra
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 25032232     EISSN : 2807257X     DOI : https://doi.org/10.57217
Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis was first published by the Faculty of Ushuluddin of Institut PTIQ Jakarta in April 2016 and published twice within one year i.e April and October. So, it accepts submissions of manuscripts from any issues related to quranic and hadith studies. Editors accept articles that have never been published in other media. The paper should be written with 6000-10.000 characters. The editor has the right to appraise the articles appropriateness both in terms of content, information and writing style. For those whose the article is publised will be given a reward in accordance to the working regulations.
Articles 132 Documents
HISTORIOGRAFI KAJIAN HADIS DI INDONESIA Manahara Alamsyah Lubis, Raja Fahrul Reza
Al-Dhikra Vol. 6 No. 1 (2024): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kajian hadis di Indonesia dalam ruang lingkup ilmu sejarah. Bercerita tentang kajian hadis di Indonesia tidak luput dari bagaimana awal mula agama Islam masuk ke Indonesia dan segala fase perkembangannya walaupun dalam sejarah awalnya kajian hadis tidak telrlau mendapat perhatian lebih dari umat Muslim Indonesia namun pada akhirnya hadis dapat berkembang pesat dan menjadi disiplin ilmu tersendiri. Artikel ini menggunakan metode kualitatif yang mememusatkan kajian kepada data-data terkait sejarah perkembangan kajian hadis di Indonesia yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Artikel ini menunjukkan bahwa dalam sejarah perkembangan kajian hadis di Indonesia pada dasarnya telah dimulai sejak awal Islam masuk di Indonesia, lalu berlanjut masuk ke dalam lembaga pendidikan hingga sampai abad ini. Meskipun dalam perjalanannya terdapat masa dimana kajian hadis mengalami stagnasi karena tidak ditemukannya karya-karya yang muncul pada abad itu.
PENGARUH TAFSIR AL-TAHRIR WA AL-TANWIR DALAM TAFSIR AL MISBAH PADASURAT LUQMAN AYAT 14 DAN AL AHZAB AYAT 59 Fatmawati, Talbiyah Robbi Rodhia, Anisa Nadira Amin
Al-Dhikra Vol. 6 No. 1 (2024): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurul Bajan merupakan salah satu kitab tafsir yang lahir dari tanah Sunda karya KH, Muhammad Romli. Dalam penulisan tafsirnya masih menggunakan ejaan lama, sehingga memerlukan penyesuaian dalam membaca tafsirmya. Sudah banyak penelitian yang menganalisis isi dari penafsiran KH. Muhammad Romli dengan berbagai tema yang dikaji. Jurnal ini bertunjuan untuk meneliti keterpengaruhan Tafsir Al-Mannar dalam Tafsir Nurul Bajan. Adapun langkah penilitian ialah dengan melacak teks Tafsir Nurul Bajan, kemudian melakukan studi komperatif dengan Tafsir Al-Mannar yang diduga menjadi rujukan dalam penulisan Tafsir Nurul Bajan. Artikel ini berkesimpulan bahwa Tafsir Nurul Bajan memiliki persamaan penafsiran dengan Tafsir Al Mannar. Dalam kasus surat Al-Baqaroh ayat 261-262, KH. Romli memaknai kata fi sabilillah sebagai kemaslahatan umat. Pernyataan yang sama juga disampaikan Al-Manna>r. Adapun relasi keilmuan antara keduanya karena popolaritas Al-Manna>r di tubuh ormas Persis, dan KH. Romlik merupakan Pengurus Persis.
KRITIK HASAN AL-SAQAF TERHADAP PENILAIAN HADIS NABI OLEH NA>S}IR AL-DI>N AL-ALBA>NI> DALAM KITAB TANA>QUD}A>T AL-ALBA>NI> AL-WA>D}IH}A>T Siska Sukmawati dan Rizki Putriani
Al-Dhikra Vol. 6 No. 1 (2024): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian terhadap buku hadits Na>s}ir al-Di>n Al-Alba>ni> yang ditulis oleh ulama kontemporer asal Yordania, Hassan bin Ali Assaqaf. Metode penelitian ini adalah library research dengan metode kualitatif yang disusun  secara deskriptif, komparatif, dan analitis. Kitab Tana>qud}a>t al-Alba>ni> al-Wa>d}ih}a>t karya Hasan bin Ali Assaqaf merupakan kitab yang berisi tentang koreksi-koreksi atas kekeliruan Na>s}ir al-Di>n al-Alba>ni> dalam menilai hadis Nabi. Riset ini berkesimpulan bahwa menurut Assaqaf, terdapat banyak inkosistensi yang dilakukan al-Alba>ni> di antaranya memberikan status daif kepada hadis-hadis yang terkandung dalam kitah S}ah}i>h}ain, serta tidak konsisten dalam memberikan penilaian kualitas terhadap suatu hadis. Sebab di sisi lain, Al-Bani juga dinilai tidak adil melakukan Jarh wa Ta’dil.
TRADISI PEMBACAAN BURDAH PADA MALAM JUMAT DUA KALI DALAM SEBULAN DI PONDOK PESANTREN DAARUL MUGHNI AL-MAALIKI BOGOR (STUDI LIVING HADIS) Asmaul Husna, Intan Kusuma Rizki, Salsabila Azzahra, Selvina Vandu Winata
Al-Dhikra Vol. 6 No. 1 (2024): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis living hadis dalam tradisi pembacaan burdah pada malam jumat dua kali dalam sebulan di Pondok Pesantren Daarul Mughni Al-Maliki Bogor. Pembacaan burdah dilaksanakan setiap malam jumat yang dipimpin oleh kyai Mustofa selaku mudir pondok dan dihadiri oleh seluruh para guru dan para santri. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah kualitatif, dengan melibatkan kajian kepustakaan, interview dan observasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan fungsional dari Bowen yang mengatakan bahwa tindakan sosial itu memiliki tiga fungsi, pertama fungsi religius yangd kedua, fungsi sosial dan yang ketiga, fungsi struktural. Artikel ini berkesimpulan bahwa living hadis dalam tradisi pembacaan burdah di Pondok Pesantren Daarul Mughni al-Maliki berfungsi religius sebagai kegiatan spiritual karena meningkatkan ibadah, dan meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Sedangkan berfungsi sosial bertujuan agar para dewan guru dan para santri bisa mendatangkan ikatan silaturahmi  baik antara guru dan guru, guru dengan santri ataupun santri dengan santri yang lebih kuat karena di dalamnya mengajarkan banyak hakikat cinta kepada Rasulullah sebagai suri tauladan kita yang perlu di patuti akan sifat dan akhlak mulianya. Dan berfungsi struktural dengan mengharapkan kesembuhan dari fadilah pembacaan, dilindungi dari mara bahaya sekaligus sebagai hiburan sehingga bisa menggairahkan para santri dan juga para pendengar.
PRINSIP SISTEM NEGARA DALAM DISKURSUS AYAT-AYAT POLITIK:TINJAUAN TAFSIR MAQASHIDI Masrur Ikhwan
Al-Dhikra Vol. 5 No. 2 (2023): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah melakukan kajian terhadap berbagai prinsip dasar kenegaraan yang bersumber dari ayat Al-Qur’an. Dalam konteks ini penjelasan AlQur’an terhadap prinsip-prinsip kenegaraan termasuk bagian dari petunjuk (hidayah) yang diberikan kepada pembacanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-diskriptif dengan melibatkan Tafsir Maqashidi yang menawarkan tiga langkah untuk memahami ayat Al-Qur’an. Pertama, melakukan kajian bahasa. Kedua, ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ketiga, kemaslahatan sosial. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, terdapat tujuh asas kenegaraan yang dapat digali dari ayat Al-Qur’an: asas kekuasaan sebagai amanat, asas permusyawaratan, asas keadilan, asas persamaan, asas tujuan negara, asas hak dan kewajibannegara dan rakyat, serta asas dasar hak asasi manusia. Tujuh asas yang ditemukan sesuai dengan kemaslahatan yang menjadi tujuan besar (magza) Al-Qur’an
METODE TEMATIK-AKTUAL SEBAGAI RESPONS TERHADAP DINAMIKA SOSIAL KONTEMPORER: SUATU KAJIAN AWAL Nurhakim, Amien
Al-Dhikra Vol. 6 No. 2 (2024): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian hadis tematik telah menjadi metodologi penting dalam memahami pesan hadis secara komprehensif dan menyeluruh. Namun, kajian tematik belum cukup responsif terhadap isu-isu aktual yang berkembang di era digital, sebagaimana metode tematik berbasis kata, hingga metode tematik-konseptual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan model studi kepustakaan. Fokus utama kajian adalah pengembangan metode tematik-aktual dalam studi hadis dengan mengintegrasikan disiplin ilmu lain serta pemanfaatan media digital dan sosial sebagai sumber dan medium eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tematik-aktual memberikan ruang interpretasi yang lebih kontekstual dan relevan terhadap dinamika sosial kontemporer umat Islam. Metode ini dijalankan melalui sepuluh tahapan sistematis, mulai dari identifikasi isu aktual, penelusuran hadis relevan, hingga analisis kritis dan kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa metode tematik-aktual dapat menjaga relevansi hadis sebagai sumber nilai dan solusi praktis atas permasalahan masa kini, sekaligus menguatkan hubungan antara teks agama dan realitas sosial yang terus berubah.  
KRITIK TERJEMAHAN KATA HUR  DALAM AL-QUR'AN KEMENTERIAN AGAMA PERSFEKTIF QIRA’AH MUBADALAH Syarifudin Choirul Umam; Zubair
Al-Dhikra Vol. 7 No. 1 (2025): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Butuh adanya penyegaran terhadap kata hur, kata ini termasuk kata kunci yang penting dalam kajian tafsir dan gender yang kemudian berimbas pada terjemahan tertentu, dalam konteks Indonesia yang memiliki masyarakat multikultural, terjemahan al-Quran memegang peranan penting dalam menciptakan keseimbangan dan pemahaman antar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kritik terjemahan dan terjemahan alternatif terhadap kata Hur dalam Al-Qur'an, yang oleh Kementerian Agama Indonesia (Kemenag) diterjemahkan dengan ‘bidadari’. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan menganalisis kata hur dalam al-Quran (Āl-Ṭūr 20, Al-Dukhān 54, dan Al-Wāqi‘ah 22) melalui pendekatan Qira’ah Mubadalah serta penerjemahan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hur tidak terbatas pada perempuan semata, melainkan merujuk pada sosok dengan karakteristik spiritual tinggi yang dapat berlaku bagi laki-laki maupun perempuan serta memberikan terjemahaan alternatif kata tersebut dengan ‘pasangan surgawi’. Temuan ini mengkritik stereotip gender dalam penerjemahan al-Quran dan menekankan pentingnya pendekatan yang lebih inklusif dalam memahami teks suci. Dengan mempertimbangkan konteks historis dan linguistik, penelitian ini menawarkan alternatif terjemahan yang lebih netral dan resiprokal, sesuai dengan nilai-nilai keadilan gender. Hasil ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman masyarakat tentang al-Quran dan mendorong kajian lebih lanjut dalam studi tafsir dan penerjemahan al-Quran.
TAFSIR AL-MANAR DALAM PERKEMBANGAN TAFSIR PROGRESIF:KAJIAN HISTORIS DAN METODOLOGIS Muhammad Yusuf Pratama, Mohammad Jahid, Rodhotul Jannah, Mina Khussaniyah, Moh. Nor Ichwan
Al-Dhikra Vol. 7 No. 1 (2025): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir klasik sering dianggap tidak relevan dengan zaman, sedangkan Al-Qur'an sebagai objek interpretasi, memiliki sifat shalih li kulli zaman wa makan. Berangkat dari kebutuhan akan pembaharuan interpretasi yang dapat menjawab perkembangan permasalahan kontemporer, Tafsir Al-Manar muncul sebagai penafsiran progresif yang menjawab permasalahan relevansi Al-Qur'an dengan zaman. Penelitian ini berfokus pada kajian Tafsir Al-Manar secara mendalam dari segi sejarah dan metodologi interpretasi. Metode historis-analitik dipilih untuk melakukan analisis mendalam terhadap sejarah Tafsir Al-Manar, sedangkan metode penelitian perpustakaan dipilih karena penelitian bertujuan untuk mengetahui aspek progresif Tafsir Al-Manar. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi metode historis-analitik dan penelitian perpustakaan pada jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini menghasilkan temuan terbarukan bahwa Tafsir Al-Manar merupakan tafsir progresif yang dapat menjawab permasalahan masyarakat modern. Penelitian ini berkontribusi untuk menjawab permasalahan tafsir klasik yang dianggap tidak relevan dalam menjawab zaman dan menjelaskan makna yang terkandung dalam Al-Qur'an sebagai kitab suci yang relevan di setiap zaman.
MENDAMAIKAN IMAN DAN KEADILAN: MENGINTERPRETASI ULANG AJARAN AL-QUR'AN UNTUK MEMERANGI PELECEHAN SEKSUAL DI PONDOK PESANTREN Nadiatul Maziyyah Attarwiyah dan Alda Nihayatul A’rifah
Al-Dhikra Vol. 7 No. 1 (2025): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence in Islamic boarding schools (pesantren) is a critical issue that demands an in-depth study, given that pesantren, as religious-based educational institutions, should serve as safe spaces oriented toward the moral development of students (santri). This study aims to examine the phenomenon of sexual violence in pesantren, explore relevant Quranic values in constructing a protection system, and formulate effective prevention strategies. The research employs a qualitative approach with normative analysis, literature review of Quranic exegesis, and analysis of Quranic verses using Jürgen Habermas’ critical hermeneutics theory. The findings reveal that the Quran provides a strong ethical foundation through five key principles: protection of honor and dignity, justice, compassion and empathy, respect for individual rights, and the collective duty to prevent wrongdoing. Applying Habermas' critical hermeneutics demonstrates that these verses hold not only normative significance but also transformative potential in fostering critical awareness and collective social action. This analysis underscores that preventing sexual violence must be both structural and cultural, involving educational system reforms, institutional regulatory strengthening, and the internalization of Islamic values to build collective consciousness. Thus, this study asserts that the prevention of sexual violence in pesantren is not merely a moral and religious obligation but also an institutional responsibility that must be realized through an equitable education system based on Quranic values.
SYARḤ KITĀB AL-ARBA’ĪN AL-NAWAWIYYAH ON YOUTUBE: A STUDY OF INDONESIAN MUSLIM SCHOLARS’ INTERPRETATIONS ON HADITH BID’AH Nurul Ihsannudin
Al-Dhikra Vol. 7 No. 1 (2025): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of technology and information that is taking place today has an impact on religious studies and da’wah activities. Everyone who has a device and internet network can easily access religious informations that are widely spread on various social media platforms, such as Youtube. Religious informations that can be found on Youtube include the study of the hadith bid’ah of Al-Arbaʿīn Al-Nawāwiyyah book. This study seeks to explore how Indonesian muslim scholars interpret the hadith bid’ah from the Al-Arbaʿīn Al-Nawāwiyyah found on Youtube and what the implications of these interpretations are. This qualitative research uses descriptive-analytical method and finds that bid’ah cannot be interpreted textually so as to exclude all new things. The results of the interpretation also contain criticism of groups that interpret bid'ah textually.