Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
267 Documents
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) – Menuju Ekosistem Smart Village
Maman Abdurohman
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12570
Abstract. This article discusses the conceptual development of BUMDes based on information and communication technology, to support the smart village ecosystem. The research location is Cinanjung Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency, West Java Province. Cinanjung Village currently has a Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namely BUMDes Mandiri Cinanjung. BUMDes Mandiri Cinanjung has a diverse business focus in supporting local economic development and also utilizing digital technology. With various limitations, BUMDes Mandiri Cinanjung has been running for several years with the main basis of developing the potential of the village community. There are various potentials that can be developed with BUMDes Mandiri Cinanjung, including strengthening the digital economy with its flagship Payment Point Online Bank (PPOB), stock-taking management, bookkeeping, and human resource capabilities in digital technology. ICT-based BUMDes is one of the strategic steps in developing the potential of village communities by developing a digital technology-based village economy. This is the first step towards a smart village ecosystem that can improve the welfare of rural communities. Abstrak. Artikel ini membahas mengenai konseptual pengembangan BUMDes berbasis teknologi informasi dan komunikasi, guna mendukung ekosistem smart village. Lokasi penelitian di Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Saat ini Desa Cinanjung telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu Bumdes Mandiri Cinanjung. BUMDes Mandiri Cinanjung memiliki fokus usaha yang beragam dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal dan juga memanfaatkan teknologi digital. Dengan berbagai keterbatasan, BUMDes Mandiri Cinanjung telah berjalan dalam beberapa tahun dengan basis utama pengembangan potensi masyarakat desa. Terdapat berbagai potensi yang dapat dikembangkan dengan adanya BUMDes Mandiri Cinanjung, diantaranya adalah penguatan ekonomi digital dengan unggulannya mengenai Payment Point Online Bank (PPOB), pengelolaan stock opname, pembukuan, dan kemampuan sumber daya manusia dalam teknologi digital. BUMDes berbasis TIK merupakan salah satu langkah strategis dalam pengembangan potensi masyarakat desa dengan mengembangkan perekonomian desa berbasis teknologi digital. Hal ini merupakan langkah awal menuju ekosistem smart village yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Pemberdayaan Perekonomian Desa Melalui Penguatan Potensi Sumber Daya di Desa Licin Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang
M. Samsuri;
Euis Eti Rohaeti;
Heris Hendriana;
Dinno Mulyono
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12571
Abstract. Economic empowerment in villages can be done by looking at the problems, potential and needs of the village community. Licin Village, which is in Cimalaka District, Regency Sumedang, has a number of potentials to be developed as an effort to empower the economy in the village. Through the implementation of activities carried out by ten students of the Type 3 Independent Mutual Cooperation Village Depelopment (PTMGRMD), College program from IKIP Siliwangi and Sebelas April University, economic empowerment in Livin village was carried out by organizing Ciburial Springs tourism, increasing kancra fish cultivation, improving the quality of human resources through handling stunting and increasing literacy in extreme poor communities. From the results of these activities, the results showed that the implementation of these activities was effective in increasing economic empowerment in Licin Village. Abstrak. Pemberdayaan ekonomi di desa bisa dilakukan dengan melihat permasalahan, potensi dan kebutuhan masyarakat desanya. Desa Licin yang berada di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan sebagai upaya memberdayakan perekonomian di desa tersebut. Melalui implementasi kegiatan yang dilakukan oleh sepuluh orang mahasiswa program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD) Tipe 3 dari IKIP Siliwangi dan Universitas Sebelas April, maka pemberdayaan ekonomi di desa Livin dilakukan dengan cara penataan wisata Mata air Ciburial, peningkatan budidaya ikan kancra, peningkatan kualitas sumber daya manusianya melalui penanganan stunting dan peningkatan Literasi masyarakat miskin ekstrim. Dari hasil kegiatan tersebut diperoleh hasil bahwa implementasi kegiatan tersebut efektif dalam meningkatan pemberdayaan perekonomian di Desa Licin.
Integrating English Language Education in Village Development, Experiences and Challenges from PTMGRMD 2024
Ririn Mahriatus Solihat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 4 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i4.12594
Abstract. This research explores the implementation, effects, and benefits of the PTMGRMD program in enhancing English language skills within village communities. Through English language teaching in schools and English Club activities, the program has successfully improved the English language proficiency of village children, utilizing methods like songs, everyday objects, and games. Challenges remain in spelling, but overall, students from various programs participating in the program actively use English, providing a practical environment for village children to practice regularly. The positive impact extends beyond children, benefiting participating students and the village community, instilling confidence in English usage and opening new opportunities for education and employment. Long-term benefits include improved English skills for students and a foundation for further language development, enhancing community well-being. Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi, dampak, dan manfaat program PTMGRMD dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris di masyarakat desa. Melalui pengajaran bahasa Inggris di sekolah dan kegiatan Klub Bahasa Inggris, program ini telah berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak-anak desa, dengan menggunakan metode seperti lagu, benda sehari-hari, dan permainan. Tantangan tetap ada dalam ejaan, tetapi secara keseluruhan, siswa dari berbagai program yang berpartisipasi dalam program ini secara aktif menggunakan bahasa Inggris, menyediakan lingkungan praktis bagi anak-anak desa untuk berlatih secara teratur. Dampak positifnya meluas ke luar anak-anak, menguntungkan siswa yang berpartisipasi dan masyarakat desa, menanamkan kepercayaan diri dalam penggunaan bahasa Inggris dan membuka peluang baru untuk pendidikan dan pekerjaan. Manfaat jangka panjang termasuk peningkatan keterampilan bahasa Inggris bagi siswa dan landasan untuk pengembangan bahasa lebih lanjut, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal melalui Koperasi Multipihak
Ahmad Subagyo;
Diah Nofitasari;
Sugianto Ikhsan;
Muhammad Fahreza
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 4 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i4.12596
Abstract. Local economic development is an important effort in strengthening the economy of a region. Multi-stakeholder cooperatives, which involve various stakeholders, have a strategic role in encouraging local economic development through community empowerment and the development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This study aims to analyze the role of multi-stakeholder cooperatives in local economic development in Tomo District, Sumedang Regency, and to formulate relevant and effective strategies to overcome the main problems faced by local MSMEs, such as capital, marketing, and product packaging. This case study uses a SWOT analysis approach to identify internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) related to the establishment of multi-stakeholder cooperatives in Tomo District. Data analysis was carried out by comparing internal and external factors, and compiling a SWOT matrix to formulate alternative strategies. The results of the study indicate that multi-stakeholder cooperatives have great potential in supporting local economic development in Tomo District. However, there are challenges such as limited capital, lack of community knowledge about cooperative management, limited marketing infrastructure, and low technological capabilities among MSME actors. Based on the SWOT analysis, this study recommends a strategy for establishing multi-party cooperatives involving various parties, increasing human resource capacity, easier access to financing, developing downstream businesses, digital marketing, and partnerships with various parties. The implementation of this strategy is expected to increase the competitiveness and sustainability of MSMEs in Tomo District, as well as encourage inclusive and sustainable local economic development. Abstrak. Pengembangan ekonomi lokal merupakan upaya penting dalam memperkuat perekonomian suatu daerah. Koperasi multipihak, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran koperasi multipihak dalam pengembangan ekonomi lokal di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, serta merumuskan strategi yang relevan dan efektif untuk mengatasi permasalahan utama yang dihadapi UMKM setempat, seperti permodalan, pemasaran, dan pengemasan produk. Studi kasus ini menggunakan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman) terkait pendirian koperasi multipihak di Kecamatan Tomo. Analisis data dilakukan dengan membandingkan faktor internal dan eksternal, serta menyusun matriks SWOT untuk merumuskan alternatif strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi multipihak memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal di Kecamatan Tomo. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan modal, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manajemen koperasi, infrastruktur pemasaran yang terbatas, dan rendahnya kemampuan teknologi di kalangan pelaku UMKM. Berdasarkan analisis SWOT, penelitian ini merekomendasikan strategi pendirian koperasi multipihak yang melibatkan berbagai pihak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan yang lebih mudah, pengembangan usaha hilir, pemasaran digital, dan kemitraan dengan berbagai pihak. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di Kecamatan Tomo, serta mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Inovasi Literasi Finansial di Desa Cibeureuyeuh Kabupaten Sumedang
Endang komara;
Mustadim Wahyudi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 4 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i4.12604
Abstract. Literacy today is not longer simply defined as the ability to read and write, but rather encompasses a broader meaning that includes a deep understanding of various aspects of life. The purpose of this research is to investigate the role of financial literacy innovation and innovation on the performance and sustainability of UMKM in Cibeureuyeuh Village, Sumedang Regency. A qualitative approach was chosen because it allows researchers to comprehensively explore the experiences, views, and perceptions of the community regarding literacy innovation programs implemented in this village. Data for this study were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis from various relevant sources. Data analysis was conducted descriptively using coding techniques. The results of the research indicate that financial literacy has a positive impact on the residents of Cibeureuyeuh village, as it becomes part of the necessity factor and demands of the times, as well as the main goal of continuing and developing UMKM processes sustainably. Abstrak. Literasi saat ini tidak lagi hanya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan memiliki makna yang lebih luas yang mencakup pemahaman mendalam terhadap berbagai aspek kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran inovasi literasi finansial dan inovasi terhadap kinerja UMKM dan keberlanjutan UMKM di desa Cibeureuyeuh Kabupaten Sumedang. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara komprehensif pengalaman, pandangan, dan persepsi masyarakat terkait program inovasi literasi yang diterapkan di desa ini. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif serta analisis dokumen melalui beberapa rujukan sumber terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teknik coding Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi finansial memberi dampak positif bagi warga masyarakat desa cibeureuyeuh karena menjadi bagain dari factor kebuituhan dan tuntutan perkembangan zaman serta tujuan utama yaitu melanjutkan dan mengembangkan proses UMKM secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Mobil Listrik dalam Mendukung Sustainable Development Goals di Indonesia
Nuzla Nurfauziah;
Asnita Frida B.R. Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i3.12760
Abstract. The electric car industry contributes to an economy that considers environmental impacts in addition to the needs of society and supports the challenges of Indonesia's sustainable development goals (SDGs) in improving air quality. Delays in the development and implementation of energy and power generation projects and investment barriers in the electricity and renewable energy sectors, resulting in non-achievement of the renewable energy mix target in Indonesia. This study aims to identify and analyze the development strategy of the electric car industry in Indonesia in order to support the achievement of SDGs 7 relating to clean and affordable energy. This research uses secondary data with a mixed methods approach which is a Pearson correlation test to measure variable correlation and SWOT analysis to formulate strategies. The population that is the focus of this research is data on electric car sales in Indonesia which affects air pollution levels, air quality and affects SDGs 7. The results showed a strong correlation between an increase in the number of electric cars and the air quality index and a decrease in pollution levels and the achievement of SDGs 7. The Indonesian government still has challenges such as inadequate charging infrastructure and high selling prices. The proposed strategies include improving regulatory policies, developing environmentally friendly charging infrastructure, and encouraging cooperation and investment, especially in encouraging domestic elements. Abstrak. Industri mobil listrik berkontribusi pada perekonomian yang memperhatikan dampak lingkungan selain kebutuhan masyarakat serta mendukung tantangan sustainable development goals (SDGs) di Indonesia dalam meningkatkan kualitas udara. Keterlambatan dalam pengembangan dan pelaksanaan proyek energi dan pembangkit listrik dan terdapat hambatan investasi di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan, sehingga tidak tercapainya target bauran energi terbarukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengembangan industri mobil listrik di Indonesia dalam rangka mendukung pencapaian SDGs ke 7 yang berkaitan dengan energi bersih dan terjangkau. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pendekatan mixed methods yang merupakan uji korelasi pearson untuk mengukur korelasi variabel dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Populasi yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu data penjualan mobil listrik di Indonesia yang mempengaruhi tingkat polusi udara, kualitas udara serta mempengaruhi SDGs ke 7. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara peningkatan jumlah mobil listrik dan indeks kualitas udara serta penurunan tingkat polusi dan capaian SDGs ke 7. Pemerintah Indonesia masih memiliki tantangan seperti infrastruktur pengisian yang belum memadai dan harga jual yang tinggi. Strategi yang diusulkan meliputi peningkatan kebijakan regulasi, pembangunan infrastruktur pengisian daya yang ramah lingkungan, serta mendorong kerjasama dan investasi terutama dalam mendorong elemen dalam negeri.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran Terbuka dan Upah Minimum terhadap Indeks Pembangunan Manusia di 5 Provinsi Tertinggi Indonesia (2018-2022)
Ady Fajar Sutardy;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13158
Abstract. The Human Development Index (HDI) was introduced and developed by the United Nations Development Program (UNDP). HDI or HDI is a measurement of life expectancy, literacy, education and living standards for all countries. The Human Development Index is used to classify whether a country is developed, developing or underdeveloped and also to measure the influence of economic policies on the quality of life. In Indonesia there are 5 provinces with the highest HDI in the year 2018-2022. This research aims to determine the influence of economic growth, open poverty and minimum wages on the human development index in the 5 highest Indonesian provinces using panel data over the period (2018-2022). This research uses quantitative data processing methods with panel data regression analysis techniques using fixed effect models. The results of this research partially show that economic growth and minimum wages have a significant effect. Meanwhile, open poverty does not have a significant effect. The simultaneous results show that economic growth, open poverty and minimum wages together can influence the human development index by 98.36%. Abstrak. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) mulai diperkenalkan dan dikembangkan oleh United Nations Development Programe (UNDP). IPM atau HDI adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara. Human Development Index digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Di Indonesia terdapat 5 provinsi dengan IPM tertinggi pada tahun 2018-2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pertumbuhan ekonomi, pengangguran terbuka dan upah minimum terhadap indeks pembangunan manusia di 5 provinsi Indonesia tertinggi dengan menggunakan data panel dalam kurun waktu (2018-2022). Penelitian ini menggunakan metode olah data kuantitatif dengan teknik analisis regresi data panel model fixed effect. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan upah minimum berpengaruh secara signifikan. Sedangkan pengangguran terbuka tidak berpengaruh secara signifikan. Untuk hasil secara simultan menujukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, pengangguran terbuka dan upah minimum secara bersama-sama dapat mempengaruhi indeks pembangunan manusia sebesar 98,36%.
Faktor-Faktor yang Menentukan Preferensi Masyarakat Kota Bandung dalam Menggunakan Jasa Transportasi Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Cepat Whoosh
Fadhil Ar Razzaqu;
Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13232
Abstract. There are many choices of transportation modes that can be used by the community, one of which is the Bandung-Jakarta route, namely the Argo Parahyangan Train with a 3-hour trip to Jakarta. In addition there is the WHOOSH Fast Train (Time Saving, Optimal Operation, and Great System), with the maximum of this fast train reaching 350 km / h, which will shorten the travel time between the two cities to 30 minutes, compared to other transportation that takes 3 hours. The purpose of this study is to analyze four factors (price, travel time, facilities, safety and comfort) that influence the preferences of the people of Bandung City in using the Argo Parahyangan Train and Whoosh Fast Train transportation modes on the Bandung-Jakarta route. By using descriptive statistical analysis method. The data used in this study, namely, primary data obtained from the results of a questionnaire with data measurement using a Likert scale to passengers of the Argo Parahyangan and Whoosh Fast Trains. The sampling technique used Convenience sampling technique. The results showed that the factors that determine preferences in using Argo Parahyangan train transportation are facility factors, travel time factors, price factors, and safety and comfort factors. Meanwhile, that the highest factors that determine preferences for using the Whoosh Fast Train are safety and comfort factors, facility factors, travel time factors and price factors. The dominant factors that determine preferences for using Argo Parahyangan train transportation are facility factors and travel time factors. While the dominant factors that determine preferences for using Whoosh Fast Train transportation are safety and comfort factors, and facility factors. Abstrak. Banyak pilihan moda transportasi yang dapat digunakan oleh masyarakat salah satunya rute Bandung-Jakarta yaitu Kereta Argo Parahyangan dengan waktu 3 jam perjalanan sampai ke Jakarta. Selain itu ada Kereta Cepat WHOOSH (Waktu Hemat, Operasi Optimal, dan Sistem Hebat), dengan maksimum kereta cepat ini mencapai 350 km/jam, yang akan mempersingkat waktu tempuh antara kedua kota menjadi 30 menit, dibandingkan dengan transportasi lainnya yang memakan waktu 3 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis empat faktor (harga, waktu tempuh, fasilitas, keamanan dan kenyamanan) yang mempengaruhi preferensi masyarakat Kota Bandung dalam menggunakan moda transportasi Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Cepat Whoosh rute Bandung-Jakarta. Dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dengan pengukuran data menggunakan skala likert kepada penumpang Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Cepat Whoosh. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menentukan preferensi dalam menggunakan transportasi KA Argo Parahyangan adalah faktor fasilitas, faktor waktu tempuh, faktor harga, serta faktor keamanan dan kenyamanan. Sedangkan, bahwa faktor tertinggi yang menentukan preferensi menggunakan Kereta Cepat Whoosh adalah faktor keamanan dan kenyamanan, faktor fasilitas, faktor waktu tempuh dan faktor harga. Adapun faktor dominan yang menentukan preferensi menggunakan transportasi KA Argo Parahyangan yaitu faktor fasilitas dan faktor waktu tempuh. Sedangkan faktor dominan yang menentukan preferensi menggunakan transportasi Kereta Cepat Whoosh yaitu faktor keamanan dan kenyamanan, serta faktor fasilitas.
Pengaruh Pengangguran Terbuka, Ketimpangan Pendapatan, dan Kemiskinan terhadap Jumlah Kriminalitas di 5 Provinsi Tertinggi Indonesia (2018-2022)
Aliq Zulfikar Ramadhani;
Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13347
Abstract. Criminality is an act that violates the law and is contrary to human morals or is often referred to as an act of crime. Criminality comes from the word ‘Crime’ which means crime. Criminality arises against the background of various economic problems, such as the fulfilment of life's needs that are not proportional to achievement and low income levels. So that someone commits criminal acts because the satisfaction obtained from the results of doing illegal acts is greater than that obtained from legal acts. In Indonesia, there are 5 provinces with the highest number of crimes in 2018-2022. This study aims to determine the effect of open unemployment, income inequality, and poverty on the number of crimes in 5 Indonesian provinces. This research uses quantitative data processing method with panel data regression analysis technique fixed effect model. The results of this study partially show that open unemployment affects the number of crimes, income inequality affects the number of crimes, and poverty affects the number of crimes. For simultaneous results, open unemployment, income inequality, and poverty together can affect the number. Abstrak. Kriminalitas adalah suatu tindakan yang melanggar hukum dan bertentangan dengan moral kemanusiaan atau sering disebut sebagai tindakan kejahatan. Kriminalitas berasal dari kata “Crime” yang berarti kejahatan. Kriminalitas yang timbul dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan ekonomi, seperti pemenuhan kebutuhan hidup yang tidak sebanding dengan pencapaian dan tingkat pendapatan rendah. Sehingga seseorang melakukan tindakan kriminalitas karena kepuasan yang diperoleh dari hasil melakukan perbuatan ilegal lebih besar dibandingkan dengan yang didapatkan dari hasil perbuatan legal. Di Indonesia terdapat 5 provinsi dengan jumlah kriminalitas tertinggi pada tahun 2018-2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pengangguran terbuka, ketimpangan pendapatan, dan kemiskinan terhadap jumlah krimininalitas di 5 provinsi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode olah data kuantitatif dengan teknik analisis regresi data panel model fixed effect. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa pengangguran terbuka berpengaruh terhadap jumlah kriminalitas, ketimpangan pendapatan berpengaruh terhadap jumlah kriminalitas, dan kemiskinan berpengaruh terhadap jumlah kriminalitas. Untuk hasil secara simultan, pengangguran terbuka, ketimpangan pendapatan, dan kemiskinan secara bersama-sama dapat mempengaruhi jumlah kriminalitas.
Faktor Penentu Masyarakat dalam Memilih Perumahan di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung
Nurul Ilmi Rahmadini;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13371
Abstract. Housing and settlements are problems that will always develop along with population growth. Increased development in the city causes the need for land for housing development, public facilities, and other needs to increase. The limited availability of urban land has an impact on the difficulty of obtaining further land, making land prices continue to increase. Meanwhile, the need for housing for city dwellers must be met, causing the location of housing to shift towards the suburbs. This study aims to determine people's perceptions of factors that can encourage people's decisions to choose housing in Baleendah District. This research uses quantitative descriptive method. The data collection technique used is the Likert Scale, which can help in the preparation of research instruments (questionnaires). Then the results of the study can describe and measure the behavior of attitudes and perceptions of the community about a phenomenon. The results showed that the factors of income, environment, price perception, facilities and accessibility can encourage the decision to choose housing in Baleendah District. Of the five factors, the factor that has the most encouragement in the determination of choosing housing in Baleendah District is the income factor. Abstrak.Perumahan dan permukiman merupakan permasalahan yang akan selalu berkembang seriring dengan pertambahan penduduk. Pembangunan di kota yang semakin meningkat menyebabkan kebutuhan lahan untuk pembangunan perumahan, fasilitas umum, maupun kebutuhan lainnya akan semakin meningkat. Ketersediaan lahan kota yang terbatas berdampak pada sulitnya memperoleh lahan selanjutnya membuat harga lahan terus meningkat. Sementara itu kebutuhan akan hunian penduduk kota harus dipenuhi mengakibatkan lokasi hunian bergeser ke arah pinggiran kota Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap faktor -faktor yang dapat mendorong dalam keputusan masyarakat untuk memilih perumahan di Kecamatan Baleendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Likert, yang dapat membantu dalam penyusunan instrumen penelitian (kuesioner). Kemudian hasil dari penelitian dapat menggambarkan dan mengukur perilaku sikap dan persepsi masyarakat tentang suatu fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendapatan, lingkungan, persepsi harga, fasilitas dan aksesibilitas dapat mendorong keputusan memilih perumahan di Kecamatan Baleendah. Dari lima faktor tersebut, faktor yang memiliki dorongan paling besar dalam penentuan memilih perumahan di Kecamatan Baleendah adalah faktor pendapatan.