Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
267 Documents
Optimalisasi Pengelolaan Sampah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Desa Sukasari, Sumedang
Anjas Ninda Hantari;
Hilmi Aulawi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12557
Abstract. Population growth has an impact on people's consumption levels and has implications for increasing the amount of waste. Waste is a common problem that is often faced by all regions in Indonesia. Integrated waste management is important as a step to reduce the amount of waste and reduce environmental pollution. Sukasari Village in Sumedang Regency has problems related to waste, as well as other problems such as poverty and stunting. To overcome these various problems, a waste management strategy that is integrated with food security is needed. This research method uses participatory action research, namely involving community participation to increase knowledge and skills in managing waste. Data was obtained based on a survey of the public and then processed and presented graphically, narratively and photos as documentation. The results of the analysis show that 40% of the community is aware and participates in waste utilization and management activities and the remaining 60% of the community has not participated. Waste management by utilizing organic waste and inorganic waste in Sukasari Village produces products that can be used by the community. Optimizing waste management to produce useful products will encourage food security and improve the quality of the environment in Sukasari Village. Abstrak. Pertumbuhan jumlah penduduk berdampak terhadap tingkat konsumsi masyarakat serta berimplikasi terhadap peningkatan jumlah sampah. Sampah merupakan permasalahan umum yang sering dihadapi oleh seluruh daerah di Indonesia. Pengelolaan sampah secara terpadu penting dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi jumlah sampah dan mengurangi pencemaran lingkungan. Desa Sukasari di Kabupaten Sumedang memiliki permasalahan terkait akan sampah, serta permasalahan lainnya seperti kemiskinan dan stunting. Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut maka diperlukan strategi pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan ketahanan pangan. Metode penelitian ini menggunakan partisipatory action research, yaitu melibatkan partisipatif masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah. Data diperoleh berdasarkan survei kepada masyarakat untuk kemudian diolah dan disajikan secara grafik, narasi, serta foto sebagai dokumentasi. Hasil analisis menunjukan 40% masyarakat yang telah sadar dan berpartisipasi dalam kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan sampah dan sisanya sebesar 60% masyarakat belum berpartisipasi. Pengelolaan sampah dengan memanfaatkan sampah organik dan sampah anorganik di Desa Sukasari menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Optimalisasi pengelolaan sampah untuk menghasilkan produk yang bermanfaat akan mendorong terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di Desa Sukasari.
Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Menuju Keluarga Sehat
Dewi Laelatul Badriah;
Sri Ayu Andayani;
Abdul Kholiq
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12558
Abstract. In 2022, based on data from midwives and posyandu cadres, three children were declared stunted, namely a lack of height compared to the child's age. In 2023, in July there was a new birth and the child was declared stunted because his height at birth did not meet the proper height. Based on this, the Professor's team, through the 2023 LLDIKTI PTMGRMD KKN-T activities, carried out Community Service as an effort to prevent and handle stutubting in Jembarwangi Village. Socialization and outreach activities in the form of delivering material can help cadres to know more about stunting and stunting prevention in the future. This is intended so that the Jembarwangi Village government can periodically carry out outreach and education to posyandu cadres so that the knowledge provided can continue to be maintained and further utilized to combat and prevent the increasing incidence of stunting during the toddler years. Because, children's growth and development from an early age becomes the foundation for the future development of quality human resources (HR) in Jembarwangi Village, Tomo District. The objectives of the PKM Professor's activities include; Providing understanding to the Jembarwangi village community regarding the short-term and long-term impacts of Stunting; Providing counseling to the Jembarwangi Village community in the context of early prevention of stunting. Abstrak. Pada Tahun 2022 berdasarkan data dari bidan dan kader posyandu terdapat tiga anak yang dinyatakan stunting yaitu kurangnya tinggi badan jika dibandingkan dengan umur anak tersebut. Ditahun 2023 pada bulan juli ada kelahiran baru dan anak tersebut dinyatakan stunting karena tinggi badan saat lahir tidak memenuhi tinggi badan yang seharusnya. Berdasarkan hal tersebut tim Guru Besar melalui kegiatan KKN-T LLDIKTI PTMGRMD tahun 2023 melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai upaya pencehagan dan penanganan stutubting di Desa Jembarwangi. Upaya Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dalam bentuk penyampaian materi dapat membantu kader untuk lebih mengetahui tentang stunting dan pencegahan stunting dikemudian hari. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah Desa Jembarwangi dapat secara berkala melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada kader posyandu agar ilmu yang diberikan dapat terus dipertahankan dan dimanfaatkan lebih lanjut untuk memerangi dan mencegah meningkatnya angka kejadian stunting pada masa balita. Sebab, tumbuh kembang anak sejak dini menjadi landasan bagi kelak berkembangnya sumber daya manusia (SDM) di Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo yang berkualitas. Tujuan kegiatan Guru Besar PKM diantaranya; Memberikan pemahaman kepada masyarakat desa jembarwangi terhadap dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap Stunting; Memberikan Penyuluhan kepada masyarakat Desa Jembarwangi dalam rangka pencegahan dini terhadap stunting.
Pemberdayaan Bumdes Desa Cibubuan Guna Peningkatan UMK (Usaha Mikro dan Kecil) Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa
Imas Rosidawati Wiradirja;
Hennie Husniah;
Nunung Hastika Ardiwidjaya;
Nungki Heriyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12559
Abstract. BUMdes (Village-Owned Enterprise) is a village business institution managed by the community and village government in an effort to strengthen the village economy and is formed based on the needs and potential of the village. Even though it has been supported by several regulations such as Law no. 6 of 2014 concerning Villages Article 1 Paragraph (6) and Republic of Indonesia Government Regulation Number 11 of 2021 concerning Village-Owned Enterprises, however, the existence of BUMdes is still not fully up to expectations. The existence of BUMdes in Cibubuan Village, Conggeang District, Sumedang Regency is different, this BUMdes is the main supporter of the existence of Cibubuan Village MSEs in the One Village One Product (OVOP) project where this BUMdes has the main program, namely providing all the material needs for MSEs' products in making opak as One Village One Product. The aim of the PKM Professor of LLDIKTI Region IV West Java together with students from Langlangbuana University (UNLA) and students from the Indonesian Computer University (UNIKOM) is to increase community economic empowerment through BUMdes. The process of empowering Bumdes in Cibubuan Village is directed at helping product marketing, assisting with licensing, partnerships with various parties and strengthening institutions. The existence of BUMdes in Cibubuan Village is expected to be an institution that makes it easier to access business capital, increases community production which can directly increase community income. Abstrak. BUMdes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan sebuah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa serta dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Walaupun sudah didukung beberapa regulasi seperti UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 1 Ayat (6) dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021Tentang Badan Usaha Milik Desa, namun keberadaan BUMdes masih belum sepenuhnya sesuai harapan. Keberadaan BUMdes Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang berbeda , BUMdes ini menjadi pendukung utama keberadaan UMK Desa Cibubuan dalam proyek One Village One Product (OVOP) dimana BUMdes ini memiliki program utama yaitu menyediakan semua kebutuhan bahan produk UMK dalam pembuatan opak sebagai One Village One Product. Tujuan dari PKM Guru Besar LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat bersama mahasiswa dari Universitas Langlangbuana (UNLA) dan mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) ini untuk peningkatan Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui BUMdes. Proses pemberdayaan Bumdes di Desa Cibubuan diarahkan untuk membantu pemasaran produk , membantu perijinan , kemitraan dengan berbagai pihak serta penguatan kelembagaan. Adanya BUMdes di Desa Cibubuan diharapkan sebagai lembaga yang mempermudah kepada akses modal usaha, meningkatnya produksi masyarakat yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pengembangan Ruang Budi Daya Peternakan Kelinci di Desa Margamukti Sumedang Untuk Mendukung Perekonomian Desa Berkelanjutan
Hilwati Hindersah;
Atih Rohaeti Dariah;
A. Harits Nu’man;
Rose Fatmadewi;
Neng Dewi Himayasari;
Nadya Safitri
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12560
Abstract. Margamukti Village, located in North Sumedang Sub-district, Sumedang Regency, has great potential for the development of rabbit farming as an effort to improve the village economy. This study aims to understand community perceptions and support for the development of rabbit farming spaces. This research applied a mixed method which included a comprehensive literature review as well as secondary data collection, field documentation and Focus Group Discussion (FGD). The results of the research include that the rabbit farming area in Margamukti Village is included in the cultivation area/zone, precisely the agricultural zone. For rabbit livestock-based economic development, alternative solutions with agritourism-based economic development. Develop agritourism by utilizing natural beauty or local agricultural potential. This could include organic farming tours or urban farming activities integrated with rabbit farming. It is important to conduct a market analysis prior to sustainable village economic development steps. The farmers of Margamukti Village should form a community such as a cooperative specifically for rabbit farming. Abstrak. Desa Margamukti, yang terletak di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, memiliki potensi besar untuk pengembangan budi daya kelinci sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian desa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi dan dukungan masyarakat terhadap pengembangan ruang budidaya peternakan kelinci. Penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed method) yang meliputi tinjauan literatur komprehensif serta pengumpulan data sekunder, dokumentasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian antara lain, area peternakan kelinci di Desa Margamukti termasuk ke dalam kawasan/zona budidaya, tepatnya zona pertanian. Untuk pengembangan ekonomi berbasis ternak kelinci, solusi alternatif dengan pengembangan ekonomi berbasis agrowisata. Mengembangkan agrowisata dengan memanfaatkan keindahan alam atau potensi pertanian setempat. Ini dapat mencakup wisata pertanian organik atau kegiatan urban farming yang terintegrasi dengan peternakan kelinci. Penting dilakukan analisis pasar sebelum langkah pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Para peternak Desa Margamukti sebaiknya membentuk komunitas semacam koperasi khusus untuk usaha ternak kelinci.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Lahan Tidur dalam Mendukung Ketahanan Pangan Di Desa Haurngombong Pamulihan Sumedang
Lia Amalia;
Ai Komariah;
Edang Juliana
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12561
Abstract. In Haurngombong Village, Sumedang, many yards and idle land are still not optimally utilized, and some are even left abandoned, only overgrown with bushes and grass. In addition, the existence of yard land is starting to be squeezed as the population increases. The high price of land can lead to ideas for utilizing idle land, vacant land or less productive land. The purpose of this service is so that the Haurngombong village community is more interested in optimally utilizing yard land and idle land around the house, realizing the family food security program and increasing family income. This community service activity begins with observation to see the condition and response of the community. Then the socialization of lectures on the utilization of yard land and idle land was carried out. The results of this community service activity are an increase in awareness and knowledge of human resources (Tim penggerak PKK, kelompok Wanita Tani, Pemuda Karang Taruna, and the surrounding community) in managing and utilizing yard land and idle land. Utilization of land for family gardens is the right choice for the village community. Family gardens can be planted with various types of plants such as vegetables, fruits and medicinal plants. Family gardens can increase food availability and help save family expenses. Abstrak. Di Desa Haurngombong Sumedang, pekarangan dan lahan tidur masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan masih ada yang dibiarkan terbengkalai, hanya ditumbuhi semak dan rerumputan. Selain itu, keberadaan lahan pekarangan mulai terdesak seiring pertambahan jumlah penduduk. Mahalnya harga tanah dapat menimbulkan ide untuk pemanfaatan lahan tidur, lahan kosong atau lahan yang kurang produktif. Tujuan pengabdian ini agar masyarakat desa Haurngombong lebih tertarik lagi untuk memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan tidur di sekitar rumah secara optimal, terwujudnya program ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan observasi untuk melihat kondisi dan respon Masyarakat. Kemudian dilakukan sosialisasi ceramah penyuluhan pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan tidur. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan kesadaran dan pengetahuan sumber daya manusia (Tim penggerak PKK, kelompok Wanita Tani, Pemuda Karang Taruna, dan masyarakat sekitar) dalam mengelola dan memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan tidur. Pemanfaatan lahan untuk kebun keluarga menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat desa. Kebun keluarga dapat ditanam dengan berbagai jenis tanaman seperti sayuran, buah-buahnan dan tanaman obat-obatan. Kebun keluarga dapat meningkatkan ketersediaan pangan dan membantu menghemat biaya pengeluaran keluarga.
Penyuluhan Penanganan Sampah Organik dan Anorganik Skala Rumah Tangga untuk Masyarakat di Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang
Waluyo;
Etih Hartati;
Bali Widodo
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12562
Abstract. The third mission of a university is community service. Based on missions This text presents community service activities in Ganeas District, to be precise in Ganeas village, Sumedang Regency, West Java province. Activity This takes the form of counseling and demonstrations for the community (mothers and fathers) in the village. The training material is sorting organic and inorganic waste and a demonstration of the results design of automatic waste sorting equipment and possibilities for the future to be applied on a household scale. Organic waste can decompose and can rot can be used as compost, such as leftover vegetable leaves and other food waste. Whereas inorganic (non-organic) waste cannot or is difficult to decompose, for example plastic bottles, metal, cans used and glass. Meanwhile, the automatic waste sorting prototype design consists of: main components of the laptop, controllers (Arduino Mega 2560 and NodeMCU ESP8266), some sensors, servo motors, cables, adapters and trash cans. The counseling was attended by around 45 mothers and 10 fathers. The results of this activity obtained additional knowledge for the community in the village Ganeas regarding the counseling material. Abstrak. Misi ketiga suatu perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan misi tersebut, naskah ini menyajikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, di Kecamatan Ganeas, tepatnya di desa Ganeas, wilayah Kabupaten Sumedang, provinsi daerah Jawa Barat. Kegiatan tersebut berupa penyuluhan dan demo bagi masyarakat (ibu-ibu dan bapak-bapak) di desa tersebut. Adapun materi pelatihan adalah pemilahan sampah organik dan anorganik dan demo hasil rancangan alat pemilah sampah secara otomatis serta kemungkinan ke masa yang akan datang untuk diterapkan pada skala rumah tangga. Sampah organik bisa terurai dan bisa membusuk maka dapat dijadikan kompos, seperti sisa sayuran dedaunan serta sisa makanan lainnya. Sedangkan sampah anorganik (non-organik) tidak dapat atau sulit terurai, misalnya botol plastik, logam, kaleng bekas dan gelas. Sedangkan rancangan prototipe pemilah sampah secara otomatis terdiri dari komponen utama laptop, pengendali (Arduino Mega 2560 dan NodeMCU ESP8266), beberapa sensor, motor servo, kabel-kabel, adaptor dan tempat sampah. Penyuluhan dihadiri sekitar 45 ibu dan 10 bapak. Hasil dari kegiatan ini diperoleh tambahan pengetahuan bagi masyarakat di desa Ganeas mengenai materi penyuluhan.
Inovasi Produk Opak Moronyoy Potensi Usaha Ekonomi Desa Karang Pakuan
Eri Sarimanah;
Mohammad Syaiful;
Asep Muhammad Ramdan
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12563
Abstract. Karangpakuan Village, located in Darmaraja District, Sumedang Regency, is one of the villages that still upholds local wisdom. It is characterized as a producer of traditional glutinous rice-based processed food, namely Opak, called Opak Moronyoy. This product has gained its own place in the local market and is able to attract consumers from various circles. This article is the output of the community service activities carried out by professors, supervisors, and students. The community service activities consist of activity planning, formulation of assistance activities, program assistance (innovation process), and innovation creation. The analysis method used is descriptive analytic, which is a method that focuses on the description that occurs in the community related to the object of community service in Karangpakuan Village in developing Opak Moronyoy MSMEs as an improvement in product quality and quantity. The results of the analysis include the benefits and constraints in activating MSMEs. The service team also provided suggestions regarding packaging design and packaging trials that are more modern and attractive to attract consumers widely. Abstrak. Desa Karangpakuan yang terletak di Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang merupakan salah satu desa yang masih menjunjung kearifan lokal. Memiliki ciri khas sebagai penghasil makanan olahan tradisional berbahan dasar ketan yakni Opak, yang bernama Opak Moronyoy. Produk ini telah memperoleh tempat tersendiri di pasar lokal dan mampu menggaet minat konsumen dari berbagai kalangan. Artikel ini merupakan luaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh guru besar, dosen pembimbing, dan mahasiswa. Aktivitas pengabdian terdiri dari perencanaan kegiatan, perumusan aktivitas pendampingan, pendampingan program (proses inovasi), sampai dengan cipta inovasi. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif analitik, yaitu sebuah metode berfokus pada deskripsi yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan objek pengabdian prilaku masyarakat Desa Karangpakuan dalam mengembangkan UMKM Opak Moronyoy sebagai peningkatan kualitas dan kuantitas produk. Hasil analisis antara lain mengenai manfaat dan kendala dalam menggiatkan UMKM. Tim pengabdian juga memberikan usulan mengenai desain kemasan dan uji coba pengemasan yang lebih modern serta menarik untuk menggaet konsumen secara luas.
Pemberdayaan Petani dan UMKM Melalui Inovasi Budidaya Labu Siam di Desa Cipasang Cibugel Sumedang
Arifin;
Nunung Sondari;
Yusfita Yusuf
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12564
Abstract. Siamese pumpkin cultivation in Cipasang Village, Cibugel District, Sumedang Regency is seen as one of the leverage to reduce stunting and poverty. Siamese pumpkin contains various nutrients including vitamin B complex and folate, and is low in calories. In addition, these vegetables contain antioxidants, flavonoids, and other compounds that function to optimize children's cognitive development. One of the challenges in Siamese pumpkin cultivation in Cipasang Village is post-harvest sales where farmers often fall victim to middlemen because of low prices. Therefore, efforts are needed to develop the added value of chayote products through community service. The targets of community empowerment activities are farmers and MSMEs related to siamese pumpkin cultivation. Community service activities are carried out through the stages of preliminary study, implementation, and evaluation. The implementation stages start from making demplots on partner-owned land to prepare for seeding and planting chayote, planting as many as 50 plants as a pilot for residents, and introducing processed siamese pumpkin products. The yield of the plant showed good growth and began the production of fruits of fairly good size. Processed cultivation innovation in the form of flour and used as raw material for various finished preparations such as cakes and crackers. Abstrak. Budidaya labu siam di Desa Cipasang Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang dipandang sebagai salah satu daya ungkit untuk menurunkan angka stunting dan angka kemiskinan. Labu siam mengandung berbagai nutrisi antara lain vitamin B kompleks dan folat, serta rendah kalori. Selain itu, sayuran ini mengandung antioksidan, flavonoid, dan senyawa lainnya yang berfungsi mengoptimalkan perkembangan kognitif anak. Salah satu tantangan dalam budidaya labu siam di Desa Cipasang adalah penjualan pasca panen dimana petani sering menjadi korban para tengkulak karena harga yang murah. Oleh karena itu diperlukan upaya mengembangkan nilai tambah produk labu siam melalui pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah petani dan UMKM terkait budidaya labu siam. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui tahapan studi pendahuluan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan mulai dari pembuatan demplot di lahan milik mitra untuk persiapan penyemaian dan penanaman labu siam, penanaman sebanyak 50 tanaman sebagai percontohan bagi warga, dan pengenalan produk olahan labu siam. Hasil tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik dan mulai produksi buah dengan ukuran yang cukup baik. Inovasi budidaya olahan berupa tepung dan digunakan sebagai bahan baku aneka olahan jadi seperti kue dan kerupuk.
Ketahanan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal: Pemanfaataan Sumber Daya Hewani sebagai Pengganti Ketahanan Pangan di Desa Sukasari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang
M. Guntoro
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12568
Abstract. This article will analyze the efforts that have been made in terms of improving food security in Sukasari Village, and a conceptual model for optimization through local resources, especially in agriculture. The utilization of local food must be done massively, because it can contribute positively to strengthening food sovereignty as well as fulfilling community nutrition to deal with stunting. The proposals submitted include the development of sustainable agriculture, crop diversification, and monitoring and evaluation in the distribution of agricultural commodities. The hope is to increase food security in Sukasari Village, Sumedang. Abstrak. Artikel ini akan menganalisis upaya yang telah dilakukan dalam hal meningkatkan ketahanan pangan di Desa Sukasari, dan model konseptual untuk optimalisasi melalui sumber daya lokal khususnya di bidang pertanian. Pemanfaatan pangan lokal harus dilakukan secara masif, karena bisa berkontribusi positif dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus sebagai pemenuhan gizi masyarakat untuk menangani stunting. Usulan yang disampaikan antara lain pengembangan pertanian berkelanjutan, diversifikasi tanaman, dan monitoring evaluasi dalam pendistribusian komoditas hasil-hasil pertanian. Harapannya adalah peningkatan ketahanan pangan di Desa Sukasari Sumedang.
Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Produk “Sitake”: Pengembangan OVOP di Desa Kertamekar Tanjungkerta Sumedang
Zulganef
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12569
Abstract. This article discusses the efforts to develop One Village One Product (OVOP) in Kertamekar Village, Tanjungkerta District, Sumedang Regency. The superior product is SITAKE, which stands for Cassava Talas Keju, which is a chip product made from cassava. The community service team went directly to the village community to dig deeper and provide assistance through the concept of entrepreneurship. One of the activities is a seminar with the theme of developing creative ideas in business. Kertamekar Village has quite extensive rice fields and agricultural land. According to badan Pusat Statistik (BPS) in 2014, Kertamekar Village has the status of a rural village with a classification as a self-sufficient village. The community service team also made other efforts to support village economic development and community empowerment. Among other things, by reactivating the youth Posyandu to help develop stunting prevention activities and providing additional food to stunted toddlers and pregnant women. Abstrak. Artikel ini membahas mengenai upaya pengembangan One Village One Product (OVOP) di Desa Kertamekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang. Produk unggulannya adalah SITAKE yaitu singkatan dari Singkong Talas Keju, yang merupakan produk keripik terbuat dari singkong. Tim pengabdian masyarakat terjun langsung ke masyarakat desa menggali lebih dalam dan memberikan pendampingan melalui konsep kewirausahaan. Salah satu kegiatannya berupa seminar dengan tema pengembangan ide kreatif dalam bisnis. Desa Kertamekar memiliki lahan persawahan dan pertanian yang cukup luas. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2014, Desa Kertamekar memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swasembada. Tim pengabdian juga melakukan upaya lain untuk mendukung pengembangan ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat. Antara lain dengan mengaktifkan Kembali posyandu remaja untuk membantu mengembangkan kegiatan pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan kepada para balita stunting dan ibu hamil.