cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implementasi Program Kampus Mengajar 1 Rifan Shodikin; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.434 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4103

Abstract

Abstract. The teaching campus is one of the derivative programs of the Independent Learning Independent Campus policy issued by the Ministry of Education and Culture. Participants of this program are students while the target of this program is Elementary School. Of course, students know that they must first know the MBKM policy. Various student backgrounds to be able to join this program. Then with the Campus Teaching program, it is certainly in line with the PAI study program, where the goal is to produce professional teachers in their fields. The type of approach used in this research is a qualitative approach with a case study method. The technique of collecting data is through interviews, and documentation studies. The result of this study is that students already know in advance about the MBKM policy, although not comprehensively. Then the motivation of students in participating in this program is first for personal self-development such as the development of soft skills and hard skills, as well as to seek experience and contribute to the development of the world of education. The relevance between the teaching campus program and the Islamic Religious Education study program is only on matters related to teaching and teacher training. Because the purpose of the Islamic education study program is to produce professional teachers in their fields. While in the implementation of the campus teaching the participants are required to be able to solve various problems that exist in the school. Abstrak. Kampus mengajar merupakan salah satu program turunan dari kebijakan Merdeka BelajarKampus Merdeka yang di keluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peserta dari program ini merupakan mahasiswa adapun target dari program ini merupakan Sejolah Dasar. Tentunya mahasiswa mengetahui harus mengetahui terlebih dahulu terkait kebijakan MBKM. Beragam latar belakang mahasiswa untuk dapat mengikuti program ini. Kemudian dengan adanya program Kampus Mengajar ini tentunya selaras dengn program studi PAI yang mana tujuan nya ialah untuk mencetak guru professional dalam bidangnya. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah mahasiswa sudah mengetahui terlebih dahulu terkait kebijakan MBKM walaupun tidak secara komperhensif. Kemudian motivasi mahasiswa dalam mengikuti program ini yang pertama ialah untuk pengembangan diri pribadi seperti halnya pengembangan soft skill dan hard skill, serta untuk mencari pengalaman dan turut berkontribusi dalam pengembangan dunia pendidikan. Adapun relevansi antara program kampus mengajar dengan program studi Pendidikan Agama Islam ialah hanya pada hal-hal yang terkait pengajaran dan keguruan. Karena tujuan program studi pendidikan Agama Islam ialah mencetak guru professional pada bidangnya. Sedangkan dalam pelaksanaan kampus mengajar para peserta dituntut untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di sekolah tersebut.
Nilai-Nilai Keimanan yang Terkandung dalam Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah Karya Alfialghazi Sinta Rahmawati; Ayi Sobarna; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.68 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4197

Abstract

Abstract. The values of faith in a person will shape the character, behavior and mindset in accordance with the teachings of the Islamic Shari'ah, along with the times a person will be faced with various kinds of problems, one of the functions of education is that education can answer problems or problems that arise faced by a person, it is necessary to provide a solution to education that is in accordance with the times. Therefore, the researcher took the values of faith contained in the book Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi as the focus of the research. This study uses a descriptive qualitative method with the type of content analysis. The primary data source was taken from the book Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi, The secondary data source was obtained from journals on the internet. Data collection techniques, firstly primary data collection from primary reference sources through analysis, secondly seeking secondary data from journals on the internet and books. Data analysis technique using content analysis method. The purpose of this study is to describe the values of faith in the book Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi in the form of meaning contained in the ideas and thoughts of Alfi Syahri Ramadhan. Based on research in the book Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi, in this book there are values of faith, first, the value of faith in laughter and endeavor. Second, the value of Istiqomah faith. Third, the value of Husnuzan's faith. The four values of sincere faith. The content of his ideas is to link religious teachings with all things contained in life, but still in accordance with the purpose of faith, namely to build a strong and basic foundation in terms of religion. Abstrak. Nilai-nilai keimanan dalam diri seseorang akan membentuk karakter, perilaku dan pola pikir yang sesuai dengan ajaran syariat Islam, seiring dengan perkembangan zaman seseorang akan dihadapkan pada berbagai macam permasalahan, salah satu fungsi pendidikan adalah sebagai pendidikan dapat menjawab permasalahan atau permasalahan yang timbul yang dihadapi seseorang, maka perlu diberikan solusi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, peneliti mengambil nilai-nilai keimanan yang terdapat dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi sebagai fokus penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tipe analisis isi. Sumber data primer diambil dari buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi, Sumber data sekunder diperoleh dari jurnal di internet. Teknik pengumpulan data, pertama pengumpulan data primer dari sumber referensi primer melalui analisis, kedua mencari data sekunder dari jurnal di internet dan buku. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai keimanan dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi dalam bentuk makna yang terkandung dalam gagasan dan pemikiran Alfi Syahri Ramadhan. Berdasarkan penelitian dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi, dalam buku ini terdapat nilai-nilai keimanan, pertama, nilai keimanan dalam tawa dan ikhtiar. Kedua, nilai iman Istiqomah. Ketiga, nilai keimanan Husnuzan. Empat nilai iman yang tulus. Isi pemikirannya adalah mengaitkan ajaran agama dengan segala hal yang terkandung dalam kehidupan, namun tetap sesuai dengan tujuan iman, yaitu membangun landasan yang kuat dan mendasar dalam hal agama.
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Umar Bin Ahmad Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak Masa Kini Reza Nurul Fauziah; Sobar Al Ghazal; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.721 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4245

Abstract

Abstract. Human quality can not only be measured in terms of scientific excellence and expertise alone, but also measured by the quality of morals. High knowledge without being accompanied by noble character will be in vain. Knowledge without morality will lead to destruction. Various phenomena and social phenomena among people who are not good have become a daily scene. This degradation of children's behavior occurs because of the lack of moral education since childhood. Moral education should ideally be carried out in children from an early age in the context of inculcating moral values. This study aims to explore and describe the concept of moral education according to Sheikh Umar Baradja contained in the book Akhlak Lil Banin. This study uses qualitative methods while the type of research used is library research. The discussion is carried out based on a literature review as well as several articles that are relevant to the object of study being studied. Based on the results of the study, it is known that the concept of moral education according to Sheikh Umar Baradja is very relevant to the current moral education in view of the objectives, materials and methods presented in the book of Morals Lil Banin. The results of this study after an in-depth research study, show that the concept of moral education in the book of morals lil banin includes the importance of moral education from an early age, the basis of moral education in the Qur'an and Hadith, the objectives and methods of moral education, the scope of morals towards Allah SWT. , Rasulullah SAW, family, relatives, neighbors, society as well as various kinds of morals (morals and morals of mazmumah). Abstrak. Kualitas manusia tidak hanya dapat diukur dari segi keunggulan keilmuan dan keahlian semata, tetapi juga diukur dari kualitas akhlaknya. Ilmu yang tinggi tanpa disertai dengan akhlak yang mulia akan menjadi sia-sia. Ilmu tanpa akhlak akan membawa kepada kehancuran. Berbagai fenomena dan geja sosial dikalangan masyarakat yang kurang baik sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Degradasi perilaku anak ini terjadi karena kurangnya Pendidikan akhlak sejak kecil. Penddikan akhlak idealnya dilakukan pada anak sejak usia dini dalam rangka penanaman nilai-nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan konsep Pendidikan akhlak menurut Syekh Umar Baradja yang terdapat dalam kitab Akhlak Lil Banin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah library research. Pembahasan dilakukan berdasarkan telaah Pustaka serta beberapa tulisan yang relevan dengan objek kajian yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa konsep Pendidikan akhlak menurut Syekh Umar Baradja sangat relevan dengan Pendidikan akhlak saat ini melihat dari tujuan, materi dna metode yang di sampaikan dalam kitab Akhlak Lil Banin. Hasil penelitian ini setelah dilakukan kajian penelitian yang mendalam, menunjukan bahwa konsep pendidikan akhlak dalam kitab akhlak lil banin mencakup pentingnya Pendidikan akhlak sejak dini, dasar Pendidikan akhlak Al-Qur’an dan Hadist, tujuan dan metode Pendidikan akhlak, ruang lingkup akhlak terhadap Allah SWT, Rasulullah SAW, keluarga, kerabat, tetangga, masyarakat serta macam-macam akhlak (akhlak mahmudah dan akhlak mazmumah).
Analisis dan Implikasi Nilai-Nilai Pendidikan Moral pada Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye Shabrina Nur Salsabila; Dedih Surana; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.355 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4248

Abstract

Abstract. The lack of objects of study of morality education is indeed one of the weaknesses in today's society, especially in the world of education. The result of the lack of knowledge of moral education itself often gives rise to moral degradation. Moral education is not only taught through directly through an institution and counseling, but can also be indirectly. Moral education can be done indirectly, one of which is by taking the values listed through media such as novels. By reading novels, readers will add knowledge to the reader, be open-minded, and it is easier to absorb the information conveyed through intrinsic elements that can be interpreted in disguise or not. This study aims to describe the values of moral education contained in the novel Hafalan Shalat Delisa, by describing the analysis of the value of moral education from the novel Hafalan Shalat Delisa, describing the essence of moral value education contained in the novel Hafalan Shalat Delisa, describing the views of educational experts and Islamic education experts on moral education values, and describing the implications of the essence of moral education values of the novel Hafalan Shalat Delisa. In this research, the researcher used a type of descriptive qualitative research analysis, where the objects and subjects taken as problems will be explained by describing or describing according to the situation through analysis. In addition, researchers use library research methods. The results of this study include: 1) the form of moral education values of human relationships to their God, in the form of praying to God, carrying out prayers, and recitation. 2) the form of the moral education value of human relationships to himself, in the form of pain and sadness, and 3) the form of the moral education value of human relationships to others, in the form of advice, affection, and mutual help. Abstrak. Minimnya objek kajian pendidikan moralitas memang menjadi salah satu kelemahan di masyarakat saat ini khususnya dalam dunia pendidikan. Akibat dari kurangnya pengetahuan akan pendidikan moral itu sendiri tak jarang memunculkan degradasi moral. Pendidikan moral ini bukan hanya diajarkan melalui secara langsung melalui suatu lembaga dan penyuluhan, namun bisa juga secara tidak langsung. Pendidikan moral bisa dilakukan secara tidak langsung, salah satunya dengan mengambil nilai-nilai yang tercantum melalui media seperti novel. Dengan membaca novel, para pembaca akan menambah pengetahuan pada pembaca, berpikiran terbuka, dan lebih mudah untuk menyerap informasi yang disampaikan melalui unsur-unsur intrinsik yang dapat dimaknai secara terselubung atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung dalam novel Hafalan Shalat Delisa, dengan mendeskripsikan analisis nilai pendidikan moral dari novel Hafalan Shalat Delisa, mendeskripsikan esensi pendidikan nilai moral yang terdapat dalam novel Hafalan Shalat Delisa, mendeskripsikan pandangan ahli pendidikan dan ahli pendidikan islam tentang nilia-nilai pendidikan moral, dan mendeskripsi implikasi dari esensi nilai pendidikan moral novel Hafalan Shalat Delisa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif analisis, yang dimana objek dan subjek yang diambil sebagai permasalahan akan dijelaskan dengan menggambarkan atau melukiskan sesuai keadaan melalui analisis. Selain itu, peneliti menggunakan metode penelitian library research. Hasil penelitian ini, meliputi : 1) wujud nilai pendikan moral hubungan manusia kepada Tuhannya, berupa berdoa kepada Tuhan, melaksanakan ibadah salat, dan mengaji. 2) wujud nilai pendidikan moral hubungan manusia kepada dirinya sendiri, berupa rasa sakit dan rasa sedih, dan 3) wujud nilai pendidikan moral hubungan manusia kepada sesamanya, berupa nasihat, kasih sayang, dan saling tolong menolong.
Dampak Pola Asuh Orang Tua terhadap Motivasi Mengaji Anak Usia 12-15 Tahun Pasca Belajar dari Rumah Rini Riyani; Asep Dudi Suhardini; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.038 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4251

Abstract

Abstract. The involvement of parents in the implementation of learning from home is very important not only at certain times but in daily life parents are also very much needed, motivation that is able to provide encouragement to children with the best parenting patterns starting from parenting in the form of examples, habituation, appreciation or rewards and also punishments. which can not be separated from the interaction of parents to children, namely the application of harmonious parenting, but there are kinds of parenting styles that are coercive, and there are also those who ignore children. This research uses qualitative research with case study method in three families, each of which has children aged 12-15 years. The results of this study indicate that from the three children there are motivations that arise within themselves with the same goals of each child, namely they both want to be hafidz, then the parenting pattern of the three parents as a whole, the first, second and third parents do the care properly, starting from introducing the Qur'an from childhood between 3-6 years, advising children, providing examples, and appreciating children's learning outcomes in the Koran, the conclusion is that there is motivation that arises from outside or extrinsic, namely from parents by way of parenting. which is able to motivate children to recite the Koran, so that children are able to recite the Koran smoothly. Abstrak. Keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan belajar dari rumah sangat penting bukan hanya waktu tertentu saja tetapi dalam keseharian orang tua juga sangat dibutuhkan, motivasi yang mampu memberikan dorongan kepada anak dengan pola asuh yang terbaik mulai dari pengasuhan berupa tauladan, pembiasaan, apresiasi atau reward dan juga hukuman yang tidak lepas dari interaksi orang tua kepada anak, yaitu dengan penerapan pola asuh yang harmonis, namun terdapat macam pola asuh orang tua yang bersifat memaksa, dan ada juga yang mengabaikan anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga keluarga yang masing-masing memiliki anak berusia 12-15 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari ketiga anak terdapat motivasi yang timbul dalam dirinya sendiri dengan persamaan tujuan dari masing-masing anak yaitu sama-sama ingin menjadi hafidz, kemudian pola asuh dari ketiga orang tua secara keseluruhan, orang tua pertama, kedua dan ketiga melakukan pengasuhan dengan baik, mulai dari mengenalkan al-qur’an sejak kecil antara 3-6 tahun, menasehati anak, memberikan keteladanan, dan mengapresiasi hasil belajar anak dalam mengaji, maka kesimpulannya terdapat motivasi yang timbul dari luar atau ekstrinsik yaitu dari orang tua dengan cara pengasuhannya yang mampu memotivasi anak untuk mengaji, sehingga anak mampu untuk mengaji dengan lancar.
Strategi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Daarul Khuluud Pamijahan Bogor Adita Wulandari; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.516 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4256

Abstract

Abstract. Learning is a process organized by teachers to guide students in learning, how to learn to acquire and process knowledge, skills and attitudes. Likewise with tahfidz al-qur'an teachers in educational institutions, especially Islamic religious education. teachers and tahfidz teachers are expected to master and have learning strategies that can inspire students to learn and memorize the Qur'an. To achieve the goal of increasing students' motivation and ability to memorize, better efforts are needed from tahfidz teachers in choosing and implementing strategies. This study aims to determine learning strategies as well as supporting and inhibiting factors in the process of memorizing the Qur'an which are reviewed from the point of view of ustadz/ustadzah and students at the Islamic boarding school Tahfidzul Qur'an Daarul Khuluud Pamijahan Bogor. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The research method uses data analysis techniques and drawing conclusions. The results of this study indicate that: (1) The tahfidzul qur'an learning strategy that is applied in the tahfidzul qur'an Islamic boarding school daarul khuluud is to foster a sense of comfort in memorizing the qur'an and besides memorizing the students are able to understand the contents of the verses of the al-qur'an. 'an that has been memorized and practiced in everyday life. As for the strategy applied by students in memorizing, namely the double repetition strategy and not moving on to the next verse before the previous verse is completely memorized. And the learning system is carried out with 2 deposits and one muroja'ah every day. (2) Supporting factors include: Santri, teachers, environment and motivation. While the inhibiting factors include: Feeling lazy, the environment is affected by friends, lack of motivation. Abstrak. Pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membimbingsiswa dalam belajar, cara belajar memperoleh dan memproses pengetahauan, keterampilan dan sikap.begitu juga dengan guru tahfidz al-qur’an di lembaga-lembaga pendidikan khususnya pendidikan agama islam. guru maupun guru tahfidz diharapkan menguasai dan mempunyai strategi pembelajaran yang bisa menggugah siswa untuk mempelajari dan menghafalkan al-qur’an. untuk mencapai tujuan agar meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam menghafal, maka diperlukan upaya yang lebih baik dari guru tahfidz dalam memilih dan menerapkan strategi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses menghafal al-qur’an yang di tinjau dari sudut pandang ustadz/ustadzah dan santri di pondok pesantren tahfidzul qur’an daarul khuluud pamijahan bogor. Metode penelitian yang di gunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode penelitian menggunakan teknik analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Strategi pembelajaran tahfidzul qur’an yang di terapkan di pondok pesantren tahfidzul qur’an daarul khuluud adalah menumbuhkan rasa nyaman dalam menghafal al-qur’an dan selain menghafal santri mampu memahami kandungan isi ayat al-qur’an yang telah di hafal serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.adapun strategi yang diterapkan santri dalam menghafal yaitu strategi pengulangan ganda dan tidak beralih ke ayat selanjutnya sebelum ayat yang sebelumnya benar-benar hafal. Dan sistem pembelajarandilakukan dengan 2 kali setoran dan satu kali muroja’ah di setiap harinya. (2) Faktor pendukung meliputi: Santri, guru, lingkungan dan motivasi. Sedangkan faktor penghambat meliputi: Rasa malas, lingkungan terpengaruh oleh teman, kurangnya motivasi.
Implikasi Pendidikan dalam Novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir’aun terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Keimanan pada Peserta Didik Chaerunisa Ar-Risyda; Khambali; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.229 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4292

Abstract

Abstract. This thought, education plays the role of society, especially students, and education to internalize the values of faith is carried out throughout the world, not only in textbooks, but also by writers on the influence of the novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir'aun regarding the internalization of values. values in students. This study explains about education towards the internalization of the values contained in the novel, there are several characters including the main character. The purpose of the study was to find out the general description of the novel, the concept of the experts on internalizing values to students and education in the novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir'aun towards the internalization of values in students. The research method is a descriptive analysis approach. The conclusion is that the training carried out in the novel Asiyah Sang Gurun Mawar Fir`aun on the internalization of values to students who attend three parts such as input and efforts to be made. with the trans-internalization stage. Abstrak. Pemikiran ini, pendidikan memainkan peran masyarakat, khususnya peserta didik, dan pendidikan untuk menginternalisasi nilai-nilai keyakinan dilakukan di seluruh dunia, tidak hanya di buku pelajaran, tetapi juga oleh penulis atas pengaruh pendidikan novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir’aun mengenai internalisasi nilai-nilai keimanan pada peserta didik. Penelitian ini menjelaskan tentang implikasi pendidikan terhadap internalisasi nilai-nilai keimanan yang mengandung isi novel terdapat beberapa tokoh termasuk tokoh utama. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran umum novel tersebut, konsep para ahli internalisasi nilai-nilai keimanan pada peserta didik dan implikasi pendidikan dalam novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir’aun terhadap internalisasi nilai-nilai keimanan pada peserta didik. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Kesimpulan penelitian merupakan implikasi pendidikan dalam novel Asiyah Sang Gurun Mawar Fir`aun terhadap internalisasi nilai-nilai keimanan pada peserta didik terdapat tiga bagian seperti implikasi input pendidikan dengan upaya menginternalisasikan tahap transformasi nilai, implikasi proses pendidikan dengan upaya menginternalisasi tahap transaksi nilai dan implikasi output pendidikan dengan upaya tahap trans-internalisasi.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMP Negeri 9 Cimahi Alia Mirajurrahmah; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.234 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4301

Abstract

Abstract. In this modern era, there are many phenomena of student moral decline and the decline in students' morals. The number of brawls between students, free sex, drugs, and so on. Therefore, the importance of moral development strategies given to students so that they are not affected so that they can become a generation that not only excels in academics but also has noble character. The aims of this study were: 1) to find out the moral development program for students at SMP Negeri 9 Cimahi, 2) the strategic steps carried out by PAI teachers in fostering the morals of students at SMP Negeri 9 Cimahi, 3) to know the supporting and inhibiting factors for the morals of students at SMP Negeri 9 Cimahi. The method used in this study uses qualitative research by taking the location at SMP Negeri 9 Cimahi. The researcher's own key instrument and data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out with the meaning of the data that had been collected, and from the meaning drawn conclusions. The results showed that SMP Negeri 9 Cimahi 1) had a program which was an abbreviation of Positive Character Habituation. so that the moral development of students can be carried out with certain positive behaviors in everyday life, 2) the strategic steps taken in the moral development of SMP Negeri 9 Cimahi are routine habits such as applying 5S (Smile, Salim, Greet, Polite, Polite), dzuhur prayer in congregation, women, keep clean and infaq. 3) the supporting factors for this moral development program include good cooperation between teachers. The inhibiting factors are family factors and community/friendship factors. Abstrak. Pada zaman modern ini, banyak fenomena kemerosotan moral pelajar dan menurunnya akhlak yang dimiliki siswa. Banyaknya tawuran antar pelajar, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pentingnya strategi pembinaan akhlak diberikan kepada siswa agar tidak terpengaruh sehingga dapat menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi akademik tetapi juga akhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui program pembinaan akhlak siswa di SMP Negeri 9 Cimahi, 2) langkah-langkah strategi yang dilakukan oleh guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa SMP Negeri 9 Cimahi, 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat akhlak siswa di SMP Negeri 9 Cimahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan dengan mengambil lokasi di SMP Negeri 9 Cimahi. Instrument kunci adalah peneliti sendiri dan Teknik pengumpulan data digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan.hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 9 Cimahi 1) mempunyai program yang dinamakan BINARASI singkatan dari Pembiasaan Penanaman Karakter Positif. sehingga pembinaan akhlak peserta didik dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari, 2) langkah strategi yang dilakukan dalam pembinaan akhlak SMP Negeri 9 Cimahi yaitu pembiasaan rutin seperti menerapkan 5S (Senyum, Salim, Sapa, Sopan, Santun), sholat dzuhur berjama’ah, keputrian, jaga kebersihan dan infaq. 3) faktor pendukung program pembinaan akhlak ini meliputi kerjasama yang baik antar guru. Faktor penghambatnya yaitu faktor keluarga dan faktor masyarakat/pertemanan.
Implikasi Pendidikan dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 125 tentang Mau’izhah Hasanah terhadap Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidik Agung Murod Miftahudin; A. Mujahid Rasyid; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.132 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4303

Abstract

Abstract. This verse explains the command to call, one way is by means of mau'izhah hasanah which has a good interpretation of advice and lessons which from this meaning also means that when giving advice or a lesson, an educator must have a good example for students. the students. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Using library research techniques. The research results obtained from this study contained the essence obtained from lafadz mau'izhah hasanah towards educators, namely: Calling by means of mau'izhah hasanah is a must that must be done in a good way by an educator, Mau'izhah hasanah as an-advice for educators, namely giving good advice and lessons, and mau'izhah hasanah as uswah for educators, namely being an exemplary figure. Then the implications of education in the Qur'an letter An-Nahl verse 125 regarding mau'izhah hasanah are: (a) The ability to give good advice and lessons is one form of educators' efforts to improve their quality. (b) Being a role model is an effort to improve the quality of educators. (c) An educator must be gentle with students so that what is conveyed/taught can be well received. (d) Educators must continue to learn in order to broaden their knowledge and develop themselves. From the essence and implications of the education obtained, it is hoped that it can improve the quality of an educator.. Abstrak. Ayat ini menerangkan tentang perintah menyeru dengan cara mau’izhah hasanah yang memiliki tafsiran nasihat dan pelajaran yang baik yang mana dari arti tersebut juga didapat makna bahwa ketika memberi nasihat atau suatu pelajaran, seorang pendidik haruslah memiliki keteladanan yang baik bagi para peserta didiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Menggunakan teknik Penelitian Pustaka.Hasil penelitian yang didapat dari penelitian ini terdapat esensi yang didapat dari lafadz mau’izhah hasanah terhadap pendidik yaitu: Menyeru dengan cara mau’izhah hasanah merupakan suatu keharusan yang mesti dilakukan dengan cara yang baik oleh seorang pendidik, Mau’izhah hasanah sebagai an-nasihat bagi pendidik yakni memberi nasihat dan pelajaran yang baik, dan mau’izhah hasanah sebagai uswah bagi pendidik yakni harus menjadi sosok teladan. Kemudian didapat juga implikasi Pendidikan dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125 tentang mau’izhah hasanah adalah: (a) Kemampuan memberi nasihat-nasihat dan pelajaran yang baik merupakan salah satu bentuk upaya pendidik dalam meningkatkan kualitasnya. (b) Dengan menjadi sosok teladan merupakan suatu upaya meningkatkan kualitas dari pendidik. (c) Seorang pendidik harus dapat bersikap lemah lembut terhadap peserta didik agar apa yang disampaikan/diajarkan dapat diterima dengan baik. (d) Pendidik harus tetap terus belajar guna menambah wawasan ilmu pengetahuan dan mengembangkan diri. Dari esensi serta implikasi Pendidikan yang didapat tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas seorang pendidik.
Strategi Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Al-Qur’an Metode Ummi melalui Program Upgrading Bacaan Al-Qur’an Hodijatun Nahdah; Ikin Asikin; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.263 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4314

Abstract

Abstract. The objectives to be achieved in this study are to find out and describe how the strategies adopted by schools and ummi coordinator teachers in improving the professional competence of Al-Qur'an teachers using the ummi method are also to find out and describe how they are implemented and their implications for the professional competence of Al-Qur'an teachers ummi method at SDIT Anni'mah Al-Karimah. This study uses a qualitative approach, and the type of research used is a descriptive study. The data collection technique uses observation, interview and documentation techniques, after that the data is analyzed using the Miles and Hubermant concept including data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study can be concluded that: (1) The objective condition of the competence of the Al-Qur'an teachers in the Ummi Method at SDIT Anni'mah has good competence, (2) In the implementation of the Al-Qur'an reading upgrading program at SDIT Anni'mah has been running continuously and is going well. Of course, this program can have good implications for the professional competence of SDIT Anni'mah teachers, (3) However, in the implementation of the ummi method of upgrading the reading of the Qur'an, there are still obstacles, namely the lack of awareness of the teachers of the Qur'an method. ummi about the importance of the program activities, then the lack of special room facilities for implementation activities, and the lack of time management. Abstrak. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana strategi yang dilakukan oleh sekolah serta guru koordinator ummi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Al-Qur’an metode ummi juga untuk mengetahui serta mendeskripsikan bagaimana pelaksanaanya serta implikasinya terhadap kompetensi profesional guru Al-Qur’an metode ummi . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah itu data dianalisis menggunakan konsep Miles dan Hubermant meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (1) Kondisi objektif kompetensi guru Al-Qur’an metode Ummi di SDIT Anni’mah memiki kompetensi yang baik, (2) Dalam implementasi pelaksanaan program upgrading bacaan Al-Qur’an sudah berjalan secara kontinue dan berjalan dengan baik. Tentunya program ini dapat berimplikasi baik terhadap kompetensi profesional guru ummi SDIT Anni’mah, (3) Tetapi dalam pelaksanaan program upgrading bacaan Al-Qur’an metode ummi ini masih terdapat hambatan, yaitu kurangnya kesadaran dari guru-guru Al-Qur’an metode ummi akan pentingnya kegiatan program tersebut, kemudian masih kurangnya fasilitas ruangan khusus untuk kegiatan pelaksanaanya, serta masih kurangnya manajemen waktu. Dengan itu, program ini masih terus melakukan perbaikan-perbaikan supaya dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Page 10 of 38 | Total Record : 374