cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 85 Documents
Minat Belajar Matematika pada Anak Usia Dini Ketika Menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia Vania Hasna Lutfiyah; Masnipal; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.18097

Abstract

Abstract. Beginning math is a basic learning concept of mathematics that is introduced to early childhood. There are still many early childhood educators who do not understand the methods of teaching early math. One of the learning methods that can introduce early math to children is the Indonesian Light Funcalistung Method. The purpose of this study is to analyze the interest in learning mathematics in early childhood when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method. This research is a descriptive qualitative research. This research involved teachers as informants. Data were collected through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, it was found that; (1) children showed high interest in recognizing the concept of numbers and numbers when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from the children's enthusiasm for learning and feeling comfortable during the teaching and learning process; (2) children show a well-developed understanding of basic number concepts when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from their high enthusiasm in sorting numbers correctly; and (3) children show a high interest in learning the concept of adding when using the Cahaya Indonesia Funcalistung Method, this can be seen from the children's high activeness and enthusiasm to ask questions and carry out instructions with enthusiasm. This research implements one of the teacher's strategies in developing learning for early childhood. Abstrak. Matematika permulaan merupakan konsep pembelajaran dasar matematika yang diperkenalkan pada anak usia dini. Masih banyak pendidik anak usia dini yang belum memahami metode mengajar matematika permulaan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengenalkan matematika permulaan pada anak adalah Metode Funcalistung Cahaya Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis minat belajar matematika pada anak usia dini ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan guru sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa; (1) anak menunjukkan minat yang tinggi dalam mengenal konsep angka dan bilangan ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari antusiasme anak untuk belajar dan merasa nyaman selama proses belajar mengajar; (2) anak menunjukkan pemahaman konsep dasar angka yang sudah berkembang dengan baik ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari semangat tinggi mereka dalam mengurutkan angka dengan benar; dan (3) anak menunjukkan minat yang tinggi dalam belajar konsep menjumlah ketika menggunakan Metode Funcalistung Cahaya Indonesia, hal ini dapat dilihat dari keaktifan dan antusiasme anak yang tinggi untuk bertanya dan melaksanakan instruksi dengan semangat. Penelitian ini berimplementasi menjadi salah satu strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran bagi anak usia dini.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Sains di Taman Kanak-Kanak B Sains Al-Biruni Kota Bandung Mumtaz, Amani; Surana, Dedih; Afrianti, Nurul
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.18124

Abstract

Abstract. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum in science learning at Al-Biruni Science Kindergarten B in Bandung City. The Merdeka Curriculum is designed to provide educators with flexibility in creating child-centered learning, supporting independence, and developing children's potential according to their developmental stages. This research focuses on exploring how kindergarten teachers apply the principles of the Merdeka Curriculum in science learning, the challenges they face, and the impact on children's learning processes. A qualitative descriptive research approach was employed, using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were teachers and students in Kindergarten B who have implemented the Merdeka Belajar Curriculum. The findings reveal that the implementation of this curriculum promotes project-based learning involving exploration and play activities. Teachers act as facilitators, guiding and directing children in the learning process, with the children themselves as the central focus. Challenges encountered include limited facilities and a lack of teacher understanding regarding the application of the Merdeka Curriculum. Despite these challenges, science learning based on the Merdeka Belajar Curriculum is considered effective in enhancing children's curiosity, critical thinking skills, and social abilities. This study recommends improving teacher training and providing supporting facilities to optimize the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran sains di Taman Kanak-Kanak B Sains Al-Biruni Kota Bandung. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada pendidik dalam menyusun pembelajaran yang berpusat pada anak, mendukung kemandirian, dan mengembangkan potensi anak sesuai tahap perkembangannya. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana guru TK menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sains, tantangan yang dihadapi, serta dampak yang dihasilkan terhadap proses belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa di TK B yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum ini mendorong pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan eksplorasi dan aktivitas bermain. Guru berperan sebagai center yang menjadi anak pusat dalam membimbing serta mengarahkan anak dalam proses pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas dan kurangnya pemahaman guru tentang penerapan kurikulum merdeka. Meskipun demikian, pembelajaran sains berbasis Kurikulum Merdeka Belajar dinilai efektif dalam meningkatkan rasa ingin tahu, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan sosial anak. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru dan pengadaan fasilitas pendukung untuk menunjang implementasi Kurikulum Merdeka Belajar yang optimal.
Dampak Media Sosial Tiktok terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Siti Mariam; Rachmah, Huriah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.18305

Abstract

Abstract. This study aims to identify the impact of tiktok social media on cognitive abilities of children aged 5-6 years. Given the increasing use of social media among children, especially tiktok. This research is very relevant to understand how these applications affect children's cognitive development. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation from three informants who are parents of children who use TikTok. The research location took place in three different places in the cities of Bandung and Cimahi. The results showed that the use of TikTok can have positive and negative impacts on children's cognitive abilities, depending on the content accessed and the time spent using the application. This study provides recommendations for parents to be more careful in giving children access to social media, as well as the importance of supervision and guidance in its use to support children's cognitive abilities optimally. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak media sosial tiktok terhadap kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun. Mengingat meningkatnya penggunaan media sosial dikalangan anak-anak, terutama tiktok. Penelitian ini sangat relevan untuk memahami bagaimana aplikasi tersebut mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari tiga informan yang meruapakan orangtua anak-anak yang menggunakan tiktok. Lokasi penelitian berlangsung di tiga tempat berbeda di kota Bandung dan Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiktok dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap kemampuan kognitif anak, tergantung pada konten yang diakses dan waktu yang dihabiskan dalam menggunakan aplikasi tersebut. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi orangtua untuk lebih berhati-hati dalam memberikan akses kepada anak terhadap media sosial, serta pentingnya pengawasan dan bimbingan dalam penggunaannya umtuk mendukung kemampuan kognitif anak secara optimal.
Penggunaan Permainan Search and Match Letters dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca Tulis Anak Usia 5-6 Tahun di KB Mitra Tanaya Kota Bandung Venita Nurpahmi Putri; Hayati, Fitroh; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18374

Abstract

Abstract. This thesis discusses the use of the Search and Match Letters game in improving the reading and writing literacy skills of children aged 5–6 years at KB Mitra Tanaya, Bandung City. The background of this study stems from the observation that the teaching style used by the teacher in the classroom was not very varied, and there was a need to develop children's literacy skills as preparation for entering primary school. The purpose of this research is to enhance children's literacy skills in reading and writing, as well as to implement more engaging teaching media in the classroom to foster greater enthusiasm for learning. This study employed an experimental method with a one-group pretest-posttest design. Data collection techniques included observation, interviews, performance assessments, documentation, and pretest-posttest evaluations. The results showed that the reading and writing literacy skills of the children in Group B improved from a pretest score of 31.67%. At this stage, some children had difficulty recognizing letters, such as writing letters backwards and mispronouncing them. After the intervention was carried out, the children's literacy skills increased to 89.62%. At this point, the children found it easier to recognize and write letters correctly. This indicates that the Search and Match Letters game had a positive effect on the reading and writing literacy skills of children in Group B at KB Mitra Tanaya, Bandung City. Abstrak. Skripsi ini membahas tentang penggunaan permainan search and match letters dalam meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak usia 5-6 tahun di KB Mitra Tanaya Kota Bandung. Latar belakang dari penelitian ini melihat dari gaya mengajar guru yang kurang variative dalam proses mengajar di kelas dan melihat kemampuan literasi baca tulis kepada anak sebagai persiapan menuju ke jenjang pendidikan sekolah dasar. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak dan penerapan media pembelajaran guru di kelas agar lebih menyenangkan dan meningkatkan semangat anak dalam belajar. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, unjuk kerja, dokumentasi, dan pretest-posttest. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan literasi baca tulis anak pada kelompok B mengalami peningkatan dari pretest sebesar 31,67%, pada kondisi ini ada beberapa anak yang kesulitan dalam mengenal huruf seperti masih terbalik dalam menuliskan huruf dan terbalik dalam penyebutan huruf. Setelah dilaksanakan tindakan kemampuan literasi baca tulis anak meningkat menjadi 89,62%, pada kondisi ini anak-anak lebih mudah dalam mengenali huruf dan menuliskan huruf. Hal ini menunjukkan bahwa permainan search and match letters berpengaruh terhadap kemampuan literasi baca tulis anak bagi kelompok B di KB Mitra Tanaya Kota Bandung.
Upaya Guru dalam Mencegah Balita Kekurangan Gizi 10030220020, Ananda Diva Maharani; Afrianti, Nurul; Khambali
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18378

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka stunting di Indonesia, dimana stunting didefinisikan sebagai tinggi badan anak di bawah -2 SD pada kurva pertumbuhan WHO akibat kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor terkait. Penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan peran aktif orang tua, kader kesehatan, dan guru PAUD dalam pencegahan kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk program, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hambatan dalam pencegahan kekurangan gizi balita di PAUD tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi implementasi program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dengan beberapa PAUD yang melaksanakannya secara konsisten dan terstandarisasi, sementara yang lain masih perlu peningkatan dalam konsistensi, pengawasan jenis makanan, dan keterlibatan orang tua. Perencanaan pencegahan mencakup pemeriksaan kesehatan rutin, kebiasaan makan sehat, dan deteksi dini tumbuh kembang (DDTK/SDIDTK), yang sebagian besar dijalankan berkolaborasi dengan Puskesmas. Pelaksanaan deteksi dini bervariasi, dengan beberapa PAUD melakukan pemeriksaan mandiri dan lainnya berkolaborasi dengan Puskesmas. Evaluasi program menggunakan model IPP (Input, Proses, Produk), mengidentifikasi keterlibatan orang tua yang masih belum optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan dana, kesulitan mengajak orang tua berkolaborasi, dan minimnya pengetahuan guru tentang stunting, terutama di kalangan guru lanjut usia. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keterlibatan orang tua, pemanfaatan sumber daya lokal seperti bercocok tanam, dan perluasan akses layanan kesehatan. Abstract. This study is motivated by the high prevalence of stunting in Indonesia, defined as a child's height below -2 standard deviations (SD) on the WHO growth curve, resulting from chronic malnutrition and various related factors. The research emphasizes the importance of early detection and the active roles of parents, health workers, and preschool teachers (PAUD) in preventing malnutrition. This study aims to describe the forms of programs, planning, implementation, evaluation, and obstacles in preventing malnutrition among toddlers at PAUD. Data were collected through interviews, participant observation, and document review. Results show variations in the implementation of the Supplementary Feeding Program (PMT), with some PAUDs implementing it consistently and in a standardized manner, while others require improvements in consistency, food type supervision, and parental involvement. Preventive planning includes routine health checks, healthy eating habits, and early detection of child development (DDTK/SDIDTK), mostly conducted in collaboration with the local health center (Puskesmas). Early detection implementation varies, with some PAUDs conducting self-examinations and others collaborating with the Puskesmas. Program evaluation uses the IPP model (Input, Process, Product), identifying suboptimal parental involvement. Major obstacles include limited funding, difficulties in engaging parents, and the limited knowledge of teachers about stunting, particularly among older teachers. The study recommends increased parental involvement, the utilization of local resources such as gardening, and expanded access to health services.
Dampak Media Sosial Tiktok terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun 10030218055, Ghina Aulia Khairunnisa; Huriah Rachmah; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18383

Abstract

Abstrak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua anak usia 5–6 tahun beserta orang tua masing-masing sebagai narasumber utama. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan orang tua, observasi langsung terhadap interaksi anak saat menonton dan menirukan konten TikTok, serta dokumentasi aktivitas berbahasa anak dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok berkontribusi pada peningkatan kosakata anak, terutama kosakata populer dan ungkapan gaul; namun terdapat pula kecenderungan penggunaan struktur kalimat yang sederhana dan pengulangan kata-kata tidak baku yang dipengaruhi oleh gaya bahasa kreator konten. Selain itu, durasi menonton yang berlebihan cenderung mengurangi kesempatan anak berlatih berbicara langsung dengan orang tua dan teman sebaya. Kesimpulannya, media sosial TikTok dapat menjadi sumber stimulasi bahasa tambahan bagi anak usia dini jika digunakan secara terkontrol dan disertai pendampingan orang tua. Disarankan agar orang tua menerapkan batasan waktu layar dan melakukan diskusi bersama setelah menonton untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak. Abstract. The research subjects consisted of two children aged 5–6 years and their respective parents as primary informants. Data were collected through in-depth interviews with parents, direct observation of children’s interactions while watching and mimicking TikTok content, and documentation of children’s everyday language activities. Analysis revealed that the intensity of TikTok use contributes to an expansion of children’s vocabulary, especially with popular terms and colloquial expressions; however, it also tends to promote the use of simple sentence structures and repeated nonstandard words influenced by content creators’ language styles. Moreover, excessive screen time reduces children’s opportunities for direct verbal practice with parents and peers. In conclusion, TikTok can serve as an additional source of language stimulation for early childhood if used in a controlled manner and accompanied by parental guidance. It is recommended that parents impose screen-time limits and engage in post-viewing discussions to optimize their children’s language development.
Pengembangan Sikap Tanggung Jawab Melalui Model Pembelajaran Sentra Bahan Alam pada Kelompok B 10030221030, Siti Anjani Sofitri
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18598

Abstract

Abstract. Pengembangan perilaku sikap tanggung jawab pada anak kelompok B, metode pembelajaran yang memanfaatkan bahan-bahan alami diterapkan di TK Ash-Shidiq, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakn kelas PTK. Dijalankan sebanyak empat tahap, berdasarkan pendekatan yang dikembangkan oleh Good dan Travers. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa di TK Ash-Shidiq, yang meliputi 4 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Anak yang mengikuti kegiatan ini secara rutin menunjukkan pengembangan sikap tanggung jawab yang lebih baik serta memberikan pengaruh positif pada semua aspek pertumbuhan mereka. Indikator sukses dalam penelitian ini adalah jumlah anak yang berhasil mencapai kriteria berkembang sesuai yang di harapkan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sikap tanggung jawab pada siswa bisa meningkat dengan penerapan model pembelajaran berbasis bahan alam. Kondisi awal pra siklus, presentase adalah 20%, setelah siklus I ada peningkatan menjadi 30%, di siklus II mengalami peningkatan 50%, dan di siklus III dan IV lebih meningkat menjadi 90%. Langkah-langkah untuk mengembangkan sikap tanggung jawab anak meliputi persiapan media bahan alam, melakukan kegiatan, memilih barang bahan alam sesuai dengan tema yang telah ditetapkan. Abstract.Development of responsible behavior in children in group B, learning methods utilizing natural materials are applied in Ash-Shidiq Kindergarten, Cihideung Village, Parongpong District. The metho used is classroom action researchh (CAR). It was carried out in four cycles with reference to the Good and Travers model. The subjects of the study consisted of 10 students in Ash-Shidiq Kindergarten, which included 4 girls and 6 boys. Data collectionn techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out using a qualitative descriptive approach. Children who routinely participated in this activity showed better development of a sense of responsibility and had a positive influence on all aspects of their growth. The indicator of success in this study was the number of children who successfully achieved the expected development criteria. Research findingsindicate development of a sense responsibility in students could be increased by the implementation of a natural material-based learning model. The initial condition before the cycle, the percentage was 20%, after stage I there is an increase to 30%, in stage II there is an increase of 50%, and in cycles III and IV it increased to 90%. Steps to develop children's sense of responsibility include preparing natural materials, carrying out activities, selecting natural materials according to the established theme.
Meningkatkan Kemempuan Mengenal Huruf Hijaiyah Menggunakan Media Big Book p ada Anak Usia Dini 10030218046, Desiana Nurul Rohmah; Hakim, Arif; Mulyani, Dewi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18660

Abstract

Abstrak. penelitain ini memakai peneliatan (PTK) penilaian tindakan kelas Model Kemmis danTaggart. Teknik pengumpulan data ini menggunkan observasi, dokumentasi, dan unjuk kerja untuk isntrumen yang diginakan dalam observasi yaitu berupa peneliti, untuk dokumentasi yaitu berupa foto kegiatan pembalajaran dengan menggunakan media Big Book, dan untuk unjuk kerja yaitu berupa hasil dari pengamatan disetiap tugasnya. Lokasi penelitian bertempat di Tk Sahabat kabupaten. Bandung dengan jumlah anak kelompok B sebanyak 20 anak. Hasil yang di peroleh oleh peneliti pada kondisi kemampuan awal yaitu anak yang belum berkambang (BB). Kemudian peneliti melaksanakan siklus I dan Sebagian anak mulai berkembang (MB), lalu pada siklus II dan III terjadi peningkatan pada anak berkembang sesuai harapan (BSH). Pembelajaran ini berupa memakai media Big Book pada anak usia dini dengan gambar yang cukup besar, huruf yang cukup besar ini ternyata dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah. Abstract. This study uses the method (PTK) of class action assessment of the Kemmis and Taggart Models This data collection technique uses observation, documentation, and work demonstrations for the instruments used in the observation, namely in the form of researchers, for documentation, namely in the form of photos of learning activities using Big Book media, and for work demonstrations, namely in the form of the results of training in each task. The research location is in Kindergarten Sahabat, Bandung Regency with 20 children in group B. The results obtained by the researcher in the initial ability condition were that the children had not developed (BB). Then the researcher carried out cycle I and some children began to develop (MB), then in cycles II and III there was an increase in children developing according to expectations (BSH). This learning uses Big Book media for early childhood with fairly large pictures, these fairly large letters can actually improve the ability to recognize hijaiyah letters.
Permainan Konstruktif Menggunakan Lasy dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun di Raudhatul Athfal Asbab Hidayah Nabila putri, Rahma; Masnipal, Masnipal; Asikim, Ikin
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20206

Abstract

Abstract. Early childhood is an age that is considered crucial in providing stimulation for achieving optimal development and experiencing a rapid growth and development process. This period is the right time to form a solid foundation in various aspects, such as physical, cognitive, social emotional, religious, moral and artistic aspects of creativity. Children's creativity in Indonesia occupies the lowest position compared to other countries. The importance of increasing children's creativity can help them achieve optimal development. Researchers use the constructive lasy game as a medium to increase children's creativity, because lasy is a game that is rarely used in schools, including at RA Asbab Hidayah. This research uses a one group pretest-posttest design method using the Figural Creativity Test as a research test tool. The results of this research show that the level of creativity of children in group B at pretest was 42% and at posttest it increased to 65.20%. This shows that constructive play has an influence on the creativity level of group B children at RA Asbab Hidayah. Abstrak. Anak usia dini adalah usia yang dianggap krusial dalam memberikan rangsangan bagi pencapaian perkembangan yang optimal dan mengalami proses tumbuh kembang yang pesat. Masa ini merupakan masa yang tepat untuk membentuk fondasi yang kokoh dalam berbagai aspek, seperti aspek fisik, kognitif, sosial emosional, agama, moral, dan seni kreativitas. Kreativitas anak di Indonesia menempati posisi terendah dibandingkan dengan negara lain, pentingnya meningkatkan kreativitas anak dapat membantu untuk mendapatkan perkembangan yang optimal. Peneliti menggunakan permainan konstruktif lasy sebagai media untuk meningkatkan kreativitas anak, karena lasy merupakan permainan yang jarang digunakan disekolah termasuk di RA Asbab Hidayah. Penelitian ini menggunakan metode one group pretest-posttest design dengan menggungkan Tes Kreativitas Figural sebagai alat tes penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kreativitas anak pada kelompok B saat pretest sebesar 42% dan ketika posttest meningkat menjadi 65,20%. Hal ini menunjukkan bahwa permainan konstruktif lasy berpengaruh terhadap tuingkat kreativitas anak kelompok B di RA Asbab Hidayah.
Efektivitas Permainan Balok Membangun dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Usia Dini Tsabith, Naraya Tsabith; Masnipal, Masnipal; Taja, Nadri
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20451

Abstract

Abstract. Prosocial behavior such as being willing to share, enjoying helping, and playing together with friends is very important for learning to make friends and socialize at a young age. In order for kids to be able to make friends and socialize well in their surroundings, this skill needs to be taught from a young age.. Kindergarten, as the first official learning place for children, has a significant part in helping the development of this ability from the beginning.. Building block play can encourage prosocial behavior. Playing with blocks not only trains children's motor skills and thinking, but also fosters the spirit of cooperation, storytelling, and helping friends to complete the game together.. Through block play, children learn to patiently wait for their turn and begin to understand the importance of valuing their friends' ideas.. This research aims to determine how effective building block play are in increasing prosocial behavior in kids between the ages of five and six in kindergarten in Andir District. The research method used is quantitative research with a population consisted of 14 kindergarten schools and 32 respondents using total sampling method. The data analysis method used descriptive statistics by calculating the answers for each item in the questionnaire, processed using the Weighted Means Score formula (WMS). The research results show that building block play is very effective in improving prosocial behavior in early childhood in kindergarten, particulary in Andir District, with a score of 3,30 out of a total score of four. Abstrak. Perilaku prososial seperti mau berbagi, suka menolong, dan bermain bersama teman – teman sangat penting untuk belajar berteman dan bersosialisasi sejak anak masih kecil. Supaya anak bisa berteman dan bergaul dengan baik di sekitarnya, kemampuan ini perlu diajarkan sejak anak masih kecil. Taman kanak – kanak, sebagai tempat belajar pertama yang resmi untuk anak, punya peran penting dalam membantu tumbuhnya kemampuan ini sejak awal. Permainan balok membangun dapat mendorong perilaku prososial. Kegiatan bermain balok tidak hanya melatih gerak dan cara berpikir anak, tetapi juga menumbuhkan semangat bekerja sama, saling bercerita, dan membantu teman untuk menyelesaikan permainan bersama. Melalui permainan balok, anak belajar sabar menanti giliran dan mulai memahami pentingnya menghargai ide teman. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif permainan balok membangun dalam meningkatkan perilaku prososial anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak – kanak di Kecamatan Andir. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan populasi penelitian sebanyak 14 sekolah TK serta 32 jumlah responden dengan metode total sampling. Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung jawaban untuk setiap item dalam angket dan diolah dengan menggunakan rumus Weighted Means Score (WMS). Hasil studi menunjukkan jika permainan balok membangun sangat efektif dalam meningkatkan perilaku prososial anak usia dini di Taman Kanak – kanak khususnya di Kecamatan Andir dengan perolehan skor sebesar 3,30 dalam total skor skala empat.