cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 83 Documents
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Meningkatkan Jati Diri Anak Usia Dini di TK Persis Tarogong Garut Tazkia, Alma Husnu; Erhamwilda; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9263

Abstract

Abstract. Identity is a person's assessment and understanding of himself, both as an individual and as part of a certain group. It is important to introduce identity so that children can understand that they are creatures of Allah Subhanahu wa Ta'ala and all natural phenomena are part of His power. In addition, through the introduction of this individual identity, children also learn to know themselves, their surroundings, and how to interact socially so that they can properly respect themselves, others, and diversity. The independent curriculum is a suitable curriculum implemented in early childhood to improve identity, because it contains an independent curriculum structure, where this independent curriculum has three elements, one of which is identity. Persis Tarogong Kindergarten is one of the schools that has implemented an independent curriculum in its learning. The purpose of this study was to find out the implementation of the independent learning curriculum in improving early childhood identity. This study uses qualitative research methods and data generated through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that with an independent curriculum, children's identity increases not only in terms of identity but other aspects also increase, this is because children not only carry out and complete projects, but children also contribute to giving ideas and ideas about what activities children want in the project to be held. So that children are able to express their ideas into something real and also children will carry out activities according to their wishes and interests. These things will certainly improve aspects of development in children, one of which is identity. Abstrak. Jati diri merupakan penilaian dan pemahaman seseorang mengenai dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari kelompok tertentu. Penting untuk mengenalkan jati diri agar anak dapat memahami bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan segala fenomena alam merupakan bagian dari kuasa-Nya. Selain itu, melalui pengenalan jati diri individu ini, anak-anak juga belajar mengenal diri sendiri, lingkungan sekitar, dan cara berinteraksi sosial sehingga mereka bisa menghargai diri sendiri, orang lain, serta keberagaman dengan baik. Kurikulum merdeka merupkan kurikulum yang cocok diimplementasikan pada anak usia dini untuk meningkatkan jati diri, dikarenakan didalamnya terdapat stuktur kurikulum merdeka, dimana kurikulum merdeka ini memiliki tiga elemen salah satunya Jati diri. TK Persis Tarogong merupakan salah satu sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka pada pembelajarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implemetasikurikulum merdeka belajar dlaam meningkatkan jati diri anak usia din dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan data yang dihasilkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya kurikulum merdeka, jati diri anak menjadi meningkat tidak hanya aspek jati diri saja melainkan aspek-aspek lainnya pun ikut meningkat, hal ini dikarenakan anak-anak tidak hanya melaksanakan dan menyelesaikan projek, tetapi anak juga ikut andil dalam memberikan ide dan gagasan tentang kegiatan apa saja yang diinginkan anak dalam projek yang akan diadakan tersebut. Sehingga anak-anak mampu mengeluarkan idenya menjadi sesuatu yang nyata dan juga anak akan melakukan kegiatan sesuai keinginan dan minatnya, Halhal tersebut tentunya akan meningkatkan aspek-aspek perkembangan pada anak salah satunya jati diri
Peran Lingkungan terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia 4 - 5 Tahun Shinta Mellani Salsabila; Erhamwilda; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9291

Abstract

Abstract. The spoken language used by humans, including children, to communicate is called speaking. Because in this way the family environment has a very important role in cultivating national character for children and the younger generation. Basically, the environment is very influential on the development of children's behavior, one of which is the ability to speak politely. Research ”The Role of the Environment on Language Politeness in Children Aged 4-5 Years” Research entitled “The role of the environment on language politeness in children aged 4-5 years” was conducted using interview guide techniques, observation guidelines and documentation. Based on the observations that the researchers found, harsh words that children often utter are not only factors from the community environment, but from how parents educate children, what series children often watch, and so on. Causes of children using harsh language Consistency in educating and teaching children, researchers found factors that cause children to speak rudely where parents are not consistent in educating and teaching children. Abstrak. bahasa lisan yang digunakan oleh manusia termasuk anak-anak untuk berkomunikasi disebut dengan bicara. Sebab dengan cara ini lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pembudayaan karakter bangsa bagi anak dan generasi muda. Pada dasarnya lingkungan sangat berpegaruh terhadap perkembangan perilaku anak salah satunya kemampuan berbahasa santun. Penelitian Peran Lingkungan Terhadap Kesantunan Berbahasa pada Anak Usia 4-5 Tahun» Penelitian dengan judul Peran lingkungan terhadap kesantunan berbahasa anak usia 4-5 tahun dilakukan dengan menggunakan teknik pedoman wawancara, pedoman observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti temukan, kata kasar yang sering diucapkan anak bukan hanya faktor dari lingkungan masyarakat saja, melainkan dari bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak, serial apa saja yang sering anak tonton, dan lainnya. Penyebab anak berbahasa kasar Konsistensi dalam mendidik dan mengajar anak-anak, peneliti menemukan faktor penyebab anak berbahasa kasar yang dimana orang tua tidak konsisten dalam mendidik dan mengajar anak.
Persepsi Orang Tua Mengenai Pembelajaran Calistung di Kelompok B PAUD Kasih Ibu Sulastri; Enoh; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9316

Abstract

Abstract. This research is motivated by how parents perceive calistung learning in group B at Kasih Ibu PAUD. The questions to be answered from this research are: How is the application of calistung learning in PAUD Kasih Ibu and how are the results of learning calistung in group B PAUD Kasih Ibu related to parents' perceptions. The method used is a qualitative method with a type of phenomenological method. Researchers obtain data using observation, interviews and documentation. The stages of analyzing data by reducing data, presenting data and drawing conclusions. In checking the validity of data using triangulation techniques, namely, triangulation of data sources and methods. The results of this study are: (1) Many parents' perceptions of calistung learning in PAUD Kasih Ibu consider that calistung learning is very appropriate for early childhood, because at an early age children absorb everything more easily, with calistung learning parents think children read, write and count faster to prepare children to enter elementary school (SD). (2) The results of learning calistung in group B1 early childhood love mothers are associated with parents' perceptions that there are several aspects of ability in learning calistung, namely reading ability, writing ability and arithmetic ability. of the three abilities, the results are consistent with the fact that all children are able to read, write and count. Keywords: parents' perceptions, calistung learning Abstrak. Penelitian ini dilator belakangi oleh bagaimana persepsi orang tua terhadap pembelajaran calistung pada kelompok B di PAUD Kasih Ibu. Pertanyaan yang ingin dijawab dari penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan pembelajaran calistung di PAUD Kasih Ibu dan bagaimana hasil pembelajaran calistung di kelompok B PAUD Kasih Ibu terkait dengan persepsi orang tua. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis metode fenomenologis. Peneliti memperoleh data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan menganalisis data dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dalam pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber data dan metode. Hasil penelitian ini adalah: (1) Banyak persepsi orang tua terhadap pembelajaran calistung di PAUD Kasih Ibu menganggap bahwa pembelajaran calistung sangat tepat untuk anak usia dini, karena pada usia dini anak lebih mudah menyerap segala sesuatu, dengan pembelajaran calistung orang tua menganggap anak membaca , menulis dan berhitung lebih cepat untuk mempersiapkan anak masuk sekolah dasar (SD). (2) Hasil pembelajaran calistung pada kelompok B1 ibu-ibu cinta usia dini dikaitkan dengan persepsi orang tua bahwa ada beberapa aspek kemampuan dalam pembelajaran calistung yaitu kemampuan membaca, kemampuan menulis dan kemampuan berhitung. dari ketiga kemampuan tersebut, hasilnya sesuai dengan kenyataan bahwa semua anak mampu membaca, menulis dan berhitung. Kata kunci: persepsi orang tua, pembelajaran calistung
Meningkatkan Kemandirian Anak melalui Kegiatan Life Skill Montessori yang Terintegrasi Nilai-Nilai Islami Kelompok B2 di Taman Kanak-Kanak Islam Ashofiah Cibaduyut Bandung 10030220039, Siti Indah Wulandari; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.13231

Abstract

Abstract. Initial observations (before action) were carried out on children in the B2 group of Ashofiah Islamic Kindergarten Cibaduyut Bandung that the children's independence was still low. This is proven in the ability to help others in learning and playing activities, and being able to share toys/food with friends of their own accord. The aim of this research is to determine the application of Montessori life skills activities that are integrated with Islamic values ​​to increase children's independence. The method used is Classroom Action Research (PTK). These methods include: planning, implementation (action), observation, and reflection. Data collection techniques through observation, performance and documentation. The research results show that children's independence before implementing Montessori life skills activities which are integrated with Islamic values ​​obtained an average score of 69.24% with the criteria for the score still being low and not appropriate. Meanwhile, after implementing Montessori life skills activities which integrated Islamic values, the average score was 80.26% with good and appropriate score criteria. Thus, implementing Montessori life skills activities that are integrated with Islamic values ​​can increase children's independence. Abstrak. Observasi awal (sebelum tindakan) dilakukan pada anak kelompok B2 TK Islam Ashofiah Cibaduyut Bandung bahwa kemandirian anak masih rendah. Hal ini terbukti dalam kemampuan membantu sesama dalam kegiatan belajar dan bermain, dan dapat berbagi mainan/makanan dengan teman atas keinginan sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami untuk meningkatkan kemandirian anak. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan (tindakan), observasi/pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, unjuk kerja dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian bahwa kemandirian anak sebelum diterapkan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami memperoleh nilai rata-rata sebesar 69,24% dengan kriteria nilai masih rendah dan belum sesuai. Sedangkan setelah diterapkan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,26% dengan kriteria nilai baik dan sudah sesuai. Dengan demikian, penerapan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami dapat meningkatkan kemandirian anak.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dalam Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia 5-6 tahun di TK Al-Muawanah Cimahi 10030220025, R. Nabhila Yunitha Putriani; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14424

Abstract

Abstract. Parents have parenting in the form of different parenting patterns in applying to their children. The role of parents in paying attention to children when children use gadgets is very important for their growth. Parents must show great attention by limiting children from playing gadgets. Children's emotional is a condition in which children experience physical changes that affect children's moods. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) how is the description of parenting patterns given by parents in early childhood in the use of gadgets? (2) how is the description of children's emotional development in the use of gadgets? (3) how is the influence of parenting patterns in the use of gadgets on the emotional development of early childhood. Researchers used a correlation test using a quantitative approach. The population and sample in this research were parents of students at Al-Muawanah Cimahi Kindergarten, totaling 40 people. The data techniques used in this study were observation and questionnaires. The data analysis techniques used in this research were normality test and correlation test. The results of this study are parenting patterns in the use of gadgets obtained results that authoritative parenting is most widely by parents with a value of 59.71%. Emotional development in the use of gadgets obtained 87.5% that the child's achievements began to develop. There is a positive relationship between parenting patterns and children's emotional development in the use of gadgets, which is in the moderate category. Abstrak. Orang tua mempunyai hak asuh anak dalam bentuk pola asuh yang berbeda dalam menerapkan nilai kepada anaknya. Peranan orang tua dalam memperhatikan anak ketika anak menggunakan gadget sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan nya. Munculnya gadget membuat orang tua tidak sadar menggunakan pola asuh seperti apa sehingga anak akan merasa bebas ketika bermain gadget. Orang tua harus menunjukkan perhatian dengan cara membatasi anak bermain gadget. Perkembangan emosional anak merupakan kondisi di mana anak mengalami perubahan secara fisik maupun mental yang memengaruhi suasana hati anak. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) bagaimana gambaran pola asuh yang diberikan oleh orang tua pada anak usia dini dalam penggunaan gadget? (2) bagaimana gambaran perkembangan emosional anak dalam penggunaan gadget? (3) bagaimana pengaruh pola asuh orang tua dalam penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional anak usia dini?. Peneliti menggunakan uji korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah orang tua murid di TK Al-Muawanah Cimahi yang berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah observasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah uji normalitas dan uji korelasi. Hasil dari penelitian ini adalah pola asuh orang tua dalam penggunaan gadget diperoleh hasil bahwa pola asuh otoritatif yang paling banyak diterapkan oleh orang tua dengan nilai 59,71%. Perkembangan emosional dalam penggunaan gadget diperoleh hasil 87,5% bahwa capaian anak mulai berkembang. Terdapat hubungan positif dan pengaruh antara pola asuh orang tua dan perkembangan emosional anak dalam penggunaan gadget yang termasuk kategori sedang.
Pengembangan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia 4-5 Tahun dengan Menggunakan Media Pop-Up Book di PAUD Melati III 10030220027, Nabila Firdatunnisa Khaerani Kurniawan; Nan Rahminawati; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14459

Abstract

Abstract. Children today have several obstacles in their responsive language skills, such as children not understanding prayers up to three commands carried out simultaneously, not paying attention, not understanding things. This happens because there is a lack of media that is interesting to children, resulting in children lacking development in their receptive language. By providing treatment using pop-up book media, researchers hope to help children develop their receptive language skills. The aim of this research is to determine the results of pop-up book media on the receptive language of children aged 4-5 years at PAUD Melati III. This type of research is descriptive quantitative using a quasi-experimental method with a Control Group Pretest-Posttest Design which uses two groups, namely the experimental group and the control group. The research results show that pop-up book media is effective in developing the receptive language skills of children aged 4-5 years at PAUD Melati III by increasing children's receptive language skills by 86%. Abstrak. Anak-anak saat ini mempunyai beberapa kendala dalam kemampuan bahasa resptif seperti anak belum memahami dua hingga tiga perintah yang dilakukan secara bersamaan, kurangnya menyimak, kurangnya memahami sesuatu. Hal ini terjadi karena kurang nya media yang menarik bagi anak sehingga mengakibatkan anak kurang berkembang pada bahasa reseptifnya. Dengan ada pemberian perlakuan menggunakan media pop-up book peneliti berharap dapat membantu anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa reseptifnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari media pop-up book terhadap bahasa reseptif anak usia 4-5 tahun di PAUD Melati III. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain Control Group Pretest- Posttest Design yang menggunakan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pop-up book efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa reseptif anak usia 4-5 tahun di PAUD Melati III dengan meningkatnya kemampuan bahasa resepti anak sebanyak 86%.
Penggunaan Permainan Konstruktif (Balok Membangun) Model PKPK dalam Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun di Paud Sabiq Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung 10030220003, Adelia Rosma Nurul Assifa; Masnipal Mahrun; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14467

Abstract

Abstract. Constructive games can use various media, one of which is building blocks which can develop creative thinking in young children. Currently, children’s creativity levels are still low, this is triggered by the lack of children’s interaction with media, which is actually more about digital media. So, the aim of this research is to increase children’s creativity through block games using the Constructive Game Creativity Development Model. This research uses quantitative methods with the Pre-Experimental Design technique in the form of One Group pretest-posttest design. Data collection techniques were carried out using the Figural Creativity Test or circle test. Meanwhile, data processing techniques use statistical data analysis and hypothesis testing. The result of this research show there was a significant influence of constructive play on children’s creativity. Abstrak. Permainan konstruktif dapat menggunakan berbagai media, salah satunya yaitu balok membangun yang dapat mengembangkan cara berpikir kreatif anak usia dini. Pada saat ini tingkat kreativitas anak masih rendah, hal ini dipicu dengan kurangnya interaksi anak dengan media yang sesungguhnya, lebih kepada media digital. Maka tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas anak melalui permainan balok model Perkembangan Kreativitas Permainan Konstruktif (PKPK). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik Pre Eksperiment Design dengan bentuk One Group pretes-posttest design. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Tes Kreativitas Figural (TKF) atau circle test. Sedangkan teknik pengolahan data menggunakan analisis data statistik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari permainan konstruktif terhadap kreativitas anak.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Dimensi Kebhinekaan Global di TK Amalia Kabupaten Bandung 10030220001, Indah Alia Nurlatifah; Ayi Sobarna; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14499

Abstract

Abstract. This research aims to (1) Find out the teacher's planning for the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students in the Global Diversity Dimension at Kindergarten Amalia, Bandung Regency, (2) Find out the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students in the Dimension of Global Diversity at Kindergarten Amalia, Bandung Regency, (3) Find out evaluation in the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students at Amalia Kindergarten, Bandung Regency, (4) Knowing the supporting factors and inhibiting factors in the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students at Kindergarten Amalia, Bandung Regency. The method used is a qualitative descriptive approach. Data was collected through interviews and observations. The method used is Project Based Learning, students carry out exploration, assessment, interpretation and collection of information to produce various forms of learning outcomes. Evaluation of the Project for Strengthening Pancasila Student Profiles is carried out by opening a forum for teachers to identify problems that arise during or before the project, as well as child assessments carried out during the project. The main supporting factors at Kindergarten Amalia are the role of parents, school residents and the community. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perencanaan guru pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam dimensi Kebhinekaan Global di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (2) Mengetahui pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam dimensi Kebhinekaan Global di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (3) Mengetahui evaluasi dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (4) Mendengetahui Faktor pendukung dan Faktor Penghambat pada pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Tk Amalia Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Metode yang digunakan adalah Pembelajaran Berbasis Proyek, peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan pengumpulan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan dengan membuka forum bagi guru untuk mengidentifikasi masalah yang muncul selama atau sebelum proyek, serta penilaian anak dilakukan selama proyek berlangsung. Faktor pendukung utama di Tk Amalia adalah peran orangtua, warga sekolah, dan Masyarakat.
Peran Ibu dalam Pemenuhan Hak Anak terhadap Gizi Seimbang 10030220026, Nisa Nurrizka Hidayat; Nan Rahminawati; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14522

Abstract

Abstract. Child undernutrition impacts current and future health. Factors contributing to undernutrition status in children under five include inadequate nutrient intake and complex issues involving unbalanced diets, parenting, poor sanitation, limited access to health services, and other environmental factors that contribute to stunting. Interestingly, stunting can occur even though children are born with normal weight if nutrition intake is insufficient. The role of mothers is very important in meeting the nutritional needs of children, to support optimal growth and development. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What are the rights of children given by mothers in fulfilling balanced nutrition for 3-4 years old with malnutrition status at Posyandu Anggrek RW 02 Cicadas Kota Bandung? (2) How are the obligations of mothers in fulfilling balanced nutrition for children aged 3-4 years with malnutrition status at Posyandu Anggek RW 02 Cicadas Kota Bandung? Researchers used a case study method with a qualitative approach. The data collection techniques used in this research are interviews, observation, and documentation. The data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study are: Children's right to balanced nutrition has not been fully fulfilled. Some mothers have difficulties in providing nutritious food every day, differences in children's interest in healthy food, irregularity in providing nutritious food, and limited consultation with doctors or nutritionists can affect the fulfillment of children's rights to adequate and quality nutritional intake every day. Abstrak. Kekurangan gizi pada anak berdampak pada kesehatan saat ini dan masa depan. Faktor penyebab status gizi kurang pada balita meliputi asupan nutrisi yang tidak mencukupi dan masalah yang kompleks melibatkan pola makan tidak seimbang, pola asuh, sanitasi buruk, akses terbatas layanan kesehatan, dan faktor lingkungan lainnya yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Menariknya stunting dapat terjadi meski anak lahir dengan berat badan normal jika asupan gizi tidak mencukupi. Peran ibu sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apa saja hak anak yang diberikan ibu dalam memenuhi gizi seimbang usia 3-4 tahun yang berstatus gizi kurang di Posyandu Anggrek RW 02 Cicadas Kota Bandung? (2) Bagaimana kewajiban ibu dalam memenuhi gizi seimbang anak usia 3-4 tahun yang berstatus gizi kurang di Posyandu Anggek RW 02 Cicadas Kota Bandung?. Peneliti menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: Hak anak untuk mendapatkan gizi seimbang belum sepenuhnya terpenuhi. Beberapa ibu memiliki kesulitan dalam menyediakan makanan bergizi setiap hari, perbedaan minat anak terhadap makanan sehat, ketidakteraturan dalam penyediaan makanan bergizi, serta keterbatasan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat memengaruhi pemenuhan hak anak atas asupan gizi yang memadai dan berkualitas setiap hari.
Pengaruh Kesejahteraan Guru terhadap Kinerja Guru Pendidikan Anak Usia Dini di Kecamatan Buah Batu 10030220036, Geandra Nurfadillah Syahni Fasya; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14600

Abstract

Abstract Teacher performance is a very important thing to pay attention to because a teacher’s performance can influence efforts to achieve higher education goals. The low performance of a teacher is closely related to the welfare of the educational institution. Providing inappropriate incentives can affect a person’s performance improvement. Teacher welfare is very important for educational institutions in an effort to improve teacher performance, therefore researchers conducted a study in Buah Batu sub-district. This research aims to determine the influence of teacher welfare on the performance of early childhood education teachers in Buah Batu sub-district. The type of research used in this research is quantitative research. Quantitative research is research that uses many numbers and formulas, from the data collection process to its interpretation. This research method uses a correlational method and uses a quantitative approach. PAUD teachers in Buah Batu sub district consisting of 128 teachers are the research population using a cluster sampling technique, 56 samples were taken. Questionnaire data collection techniques. The research results show that teacher welfare has a significant effect on teacher performance in Buah Batu sub district of 0.00, indicating that HO is accepted and H1 is rejected. This means there is a significant influence between teacher welfare and teacher performance. This is supported by previous studies (Dwiasututi, 2020) that the level of income has a significant influence. It can be said that a professional teacher will remain a professional teacher wherever he is placed, because teaching is the main priority as a teacher. Abstrak. kinerja guru merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena kinerja seorang guru dapat mempengaruhi upaya tercapainya tujuan Pendidikan Tinggi rendahnya kinerja seorang guru sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan yang ada pada lembaga pendidikan tersebut. Pemberian insentif yang tidak tepat dapat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja seseorang. Kesejahteraan guru memang sangat penting bagi lembaga pendidikan dalam upaya meningkatkan kinerja guru, maka dari itu peneliti mengadakan sebuah penelitian di kecamatan Buah Batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesejahteraan guru terhadap kinerja guru pendidikan anak usia dini di kecamatan buah batu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang didalamnya menggunakan banyak angka dan rumus, mulai dari proses pengumpulan data hingga penafsirannya. Metode penelitian ini menggunakan metode korelasional dan menggunakan dengan pendekatan kuantitatif. Guru PAUD di kecamatan Buah Batu terdiri dari 128 guru merupakan populasi penelitian dengan teknik cluster sampling, sampel yang diambil 56 sampel. Teknik pengumpulan data kuesioner. hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan guru berpengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru di kecamatan Buah Batu sebesar 0,00 menunjukan bahwa HO diterima dan maka H1 ditolak. Hal ini terdapat pengaruh yang signifikan antara kesejahteraan guru dan kinerja guru. Hal ini hal ini di dukung oleh kajian terdahulu (Dwiasututi, 2020) bahwa tingkat pendapatan memiliki pengaruh yang menyatakan memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Dapat dikatakan bahwa seorang guru professional akan tetap menjadi guru professional dimanapun ia ditempatkan, karena mengajar adalah prioritas utama sebagai seorang guru.