cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 180 Documents
PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN PAZ AL-KASAW DI RUMAH PAZTI HASANUDDIN Ana Sofiah Fitrianih; Ridwan M. Thaha; Muh. Arsyad Rahman
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34612

Abstract

Latar Belakang: Pada akhir tahun 2018 muncul di media sosial sebuah pengobatan tradisional asal Indonesia bernama PAZ Al-Kasaw yang memiliki jargon pengobatan tanpa operasi, tanpa alat, tanpa obat, tanpa jimat. Penggunaan media sosial di bidang kesehatan sangat marak dilakukan, tapi belum ada penelitian yang membahas tentang peran media sosial terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional. Tujuan: Megetahui peran media sosial terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan PAZ Al- Kasaw di Rumah PAZTI Hasanuddin. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian ada 7 informan yang terdiri dari 5 pasien dan 2 keluarga pasien yang memanfaatkan pelayanan kesehatan PAZ Al-Kasaw di Rumah PAZTI Hasanuddin. Sumber informan ditentukan secara purposive sampling. Penelitian dilakukan di Rumah PAZTI Hasanuddin di bulan Juni-September 2023. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dan telaah dokumen yang dianalisa menggunakan metode content analysis. Hasil: Ditemukan bahwa  media sosial sangat berperan dalam memberikan informasi kesehatan berupa testimoni orang yang menggunakan terapi PAZ Al-Kasaw, medsos sangat berperan menemukan pelayanan terapi PAZ Al-Kasaw dengan mudah yang dibantu dengan alat Google Maps. Media sosial kurang berperan dalam mempengaruhi perilaku kesehatan yang positif berupa mengerjakan terapi mandiri. Kesimpulan: Media sosial sangat berperan sebagai sumber informasi, menemukan layanan kesehatan, namun kurang berperan dalam mempengaruhi perilaku kesehatan yang positif. Diharapkan kepada pasien yang telah melakukan pelayanan kesehatan PAZ Al-Kasaw agar mengerjakan terapi mandiri secara rutin.
HUBUNGAN PENERAPAN PATIENT CENTERED CARE DENGAN KESELAMATAN PASIEN DI RSUD KOTA MAKASSAR Lois Setiawaty Bungin; Fridawaty Rivai; Nurmala Sari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34619

Abstract

Latar Belakang: Patient Centered Care (PCC) dan keselamatan pasien merupakan atribut dalam mutu pelayanan kesehatan. Salah satu cara mengetahui mutu pelayanan adalah dengan membandingkannya dengan standar. Tujuan: Mengetahui hubungan penerapan PCC dengan keselamatan pasien di RSUD Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian di lakukan di instalasi Rawat Inap RSUD Kota Makassar pada Februari 2024. Populasi penelitian ini yakni jumlah rata-rata pasien rawat inap RSUD Kota Makassar tahun 2022 yaitu 412 pasien. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling, ditemukan sebanyak 200 sampel. Analisis data menggunakan program SPSS dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Penerapan PCC telah memenuhi standar yakni 80,5% dari 75%. Penerapan keselamatan pasien belum memenuhi standar yakni 41% dari 100%. Adanya hubungan antara penerapan PCC dengan keselamatan pasien (p=0.007). Kesimpulan: Penerapan PCC telah mencapai standar, namun penerapan keselamatan pasien belum mencapai standar, serta adanya hubungan antara penerapan PCC dengan keselamatan pasien. Rumah sakit disarankan untuk melakukan evaluasi dan menyusun strategi demi peningkatan keselamatan pasien.
HUBUNGAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA STAF DI RUMAH SAKIT STELLA MARIS Azatil Ismah; Nur Arifah; Nurmala Sari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34641

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit Stella Maris memiliki tingkat turnover yang tinggi. Penyebab turnover yang tinggi adalah bermasalahnya work engagement dan kepuasan kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan work engagement terhadap kepuasan kerja. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 449 pekerja di Rumah Sakit Stella Maris dengan jumlah sampel sebanyak 208 orang. Teknik pengambilan sampel berupa proportional random sampling. Pengumpulan data terbagi dua yaitu primer dan sekunder, primer didapat dari hasil wawancara menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder berupa tingkat turnover, sejarang dan struktur organisasi Rumah Sakit Stella Maris. Pengolahan data menggunakan software SPSS. Hasil: Menujukkan bahwa tingkat work engagement yang tinggi, terdapat 77 responden (47%) yang puas terhadap pekerjaannya dan 87 responden (53%) yang tidak puas terhadap pekerjaannya. Sedangkan pada tingkat work engagement yang rendah, terdapat 0 responden (0%) yang puas terhadap pekerjaannya dan 5 orang (100%) yang tidak puas terhadap pekerjaannya. Kesimpulan: terdapat hubungan antara work engagement terhadap kepuasan memperhatikan emosional pekerjanya terhadap pekerjaan mereka kerja. Rumah Sakit Stella Maris dapat mempertahankan tingkat work engagement. Diharapkan kepala Rumah Sakit Stella Maris dapat memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi turnover, work engagement, dan kepuasan kerja para pekerjanya.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARAWEANG, PANGKEP TAHUN 2023 Salsabila Aulia Faizal; Andi Zulkifli Abdullah; Ridwan Amiruddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34854

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik pada anak balita akibat ketidakseimbangan nutrisi dan lingkungan yang tidak memadai selama masa pertumbuhan. Data SSGI tahun 2022 melaporkan bahwa prevalensi stunting pada balita di Indonesia mencapai 21,6%. Di Sulawesi Selatan, prevalensi stunting mencapai 27,2%, sementara Kabupaten Pangkep berada di peringkat ke-3 tertinggi sebesar 34,2%. Pada tahun 2020, sekitar 56,93% mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Taraweang dan terjadi penurunan pada tahun 2023 sebesar 22,31%. Tujuan: Menganalisis faktor risiko pemberian ASI eksklusif, status BBLR, pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Taraweang sebanyak 699 anak balita dari bulan November-Desember tahun 2023. Besar sampel adalah 132 sampel, dimana kasus 66 sampel dan kontrol 66 sampel. Sampel diperoleh dengan cara simple random sampling. Hasil: Analisis OR pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif (OR=5,12; 95%CI=2,27-11,69), status BBLR (OR=4,55; 95%CI=1,32-19,83), pendidikan ibu (OR=2,67; 95%CI=1,09-6,73), status ekonomi keluarga (OR=3,75; 95%CI=0,89-22,05), dan sanitasi lingkungan (OR=3,01; 95%CI=1,33-6,89) sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak balita. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif, status BBLR, pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, dan sanitasi lingkungan sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang, Kabupaten Pangkep tahun 2023. Disarankan kepada responden dan seluruh masyarakat untuk memberikan ASI eksklusif sesuai anjuran yang ditetapkan kepada anak balita agar meminimalisir kejadian stunting.
HUBUNGAN SHIFT KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KELELAHAN KERJA PEKERJA PT PERTAMINA REGIONAL SULAWESI ITM Oktafiani Labaran; Andi Wahyuni; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34859

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja adalah ciri kompleks yang tidak hanya melibatkan kelelahan fisik dan mental, tetapi juga berhubungan erat dengan penurunan kinerja fisik, motivasi dan produktivitas kerja pekerja. PT Pertamina Regional Sulawesi ITM merupakan salah satu perusahaan BUMN yang berpotensi memiliki risiko kelelahan yang tinggi karena beroperasi selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan energi BBM/LPG di kalangan masyarakat maupun industri. Tujuan: Mengetahui hubungan shift kerja dan karakteristik individu dengan kelelahan kerja PT Pertamina Regional Sulawesi ITM. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang bekerja dengan pola kerja 3 shift dengan besar sampel 52. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat satu varibel yang berhubungan yaitu variabel shift kerja. Hasil uji menunjukkan (p=0,001) shift kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja pada pekerja. Sedangkan variabel ritme sirkadian (p=0,423), status gizi (p=1,00) dan masa kerja (p=0,226) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja pada pekerja PT Pertamina Regional Sulawesi ITM. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa shift kerja memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja, sedangkan ritme sirkadian, status gizi, masa kerja tidak memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja pada pekerja PT Pertamina Regional Sulawesi ITM. Sehingga disarankan sebaiknya pekerja yang bekerja secara shift disarankan untuk tidur siang serta menyelesaikan pekerjaan sebelum jam 4 pagi, bagi perusahaan sebaiknya membuat kebijakan terkait shift kerja dengan pola rotasi maju dengan waktu libur rata-rata 1 hari/minggu.
HUBUNGAN FAKTOR ERGONOMI DENGAN KEJADIAN KELELAHAN KERJA PADA PENJAHIT DI PASAR SENTRAL KABUPATEN SOPPENG Ikrama Wardianti Basri; A. Muflihah Darwis Muflihah; Awaluddin Awaluddin; H. M. Tahir Abdullah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34861

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja adalah suatu kondisi penurunan efisiensi, ketahanan tubuh dalam bekerja, dan penurunan kapasitas kerja. Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan yang muncul karena aktivitas pekerja sehingga dapat mempengaruhi kinerja yang dapat menyebabkan kesalahan yang berbahaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, lama kerja, masa kerja, beban kerja, IMT, posisi duduk terhadap kelelahan kerja pada penjahit di pasar sentral Kabupaten Soppeng. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penjahit di pasar sentral Kabupaten Soppeng yang berjumlah 73 orang dengan menggunakan total sampling. Data Analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil: Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 73 orang sebanyak 68,5% yang mengalami kelelahan kerja. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara umur (p=0,014), lama kerja (p=0,01), dan posisi duduk (p=0,030) dengan kejadian kelelahan kerja. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p=0,372), beban kerja (p=0,330), dan IMT (p=0,526) dengan kejadian kelelahan kerja. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada penjahit di pasar Sentral Kabupaten Soppeng adalah umur, lama kerja, dan posisi duduk. Kepada pengelola pasar supaya menyediakan fasilitas kerja yang ergonomi seperti penyesuaian tinggi kursi sesuai dengan kebutuhan penjahit.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. X Tiara Maharani Nur Hiliyatin Nisaa Abastian; Yahya Thamrin; Atjo Wahyu
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34872

Abstract

Latar Belakang: Bahaya kerja (work hazard) merupakan potensi kerugian yang akan selalu berada di sekitar pekerja saat mengerjakan pekerjaan. Sumber potensi kerugian ini berasal dari interaksi antar unsur produksi, seperti manusia, peralatan, material/bahan, proses produksi dan metode/prosedur yang digunakan dalam melakukan pekerjaan. Menurut laporan BPJS Ketenagakerjaan (2023), angka kecelakaan kerja sepanjang Januari-November 2022 sebanyak 265.334 kasus. Jumlah ini naik 13,26% dibanding sepanjang tahun 2021 dengan besaran 234.270 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, lama waktu kerja, unsafe action, unsafe condition, dan pelatihan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bagian produksi PT. X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control dengan sampel sebanyak 23 sampel untuk kelompok kasus dan 46 sampel untuk kelompok kontrol. Menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan uji Regresi Logistik Berganda untuk analisis multivariat. Hasil: Uji statistik menunjukkan usia (p-value 0,048), masa kerja (p-value 0,000), unsafe action (p-value 0,000), unsafe condition (p-value 0,030) dan pelatihan (p-value 0,041) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja. Sedangkan pendidikan (p-value 0,573) dan lama waktu kerja (p-value 0,511) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja. Faktor risiko dominan terhadap kecelakaan kerja selama sepuluh tahun terakhir di bagian produksi PT. X adalah unsafe action dengan signifikansi 0,001. Kesimpulan: Pekerja diharapkan lebih mawas diri ketika melakukan pekerjaan agar tidak melakukan unsafe action. Faktor risiko yang berhubungan dengan kecelakaan kerja harus mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan.
DETERMINAN KUALITAS HIDUP PENDERITA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR TAHUN 2023 Latifah Rahmaniah; Ida Leida Maria; Andi Zulkifli Abdullah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34942

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian. Stroke dapat menguji kemampuan fisik dan mental seseorang sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita stroke. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 212 pasien, adapun teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling sebanyak 164 sampel. Penelitian berlangsung pada tanggal 29 Februari-28 Maret 2024 di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah SSQOL (Stroke Spesific Quality Of Life) dan Kuesioner Dukungan Keluarga. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher. Hasil: Ada hubungan antara status pernikahan dengan kualitas hidup (p-value 0,001). Ada hubungan jenis stroke dengan kualitas hidup (p-value 0,000). Ada hubungan kecacatan fisik dengan kualitas hidup (p-value 0,000). Ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p-value 0,000). Sedangkan tidak ada hubungan lama stroke dengan kualitas hidup (p-value 0,525) dan tidak ada hubungan penyakit komorbid dengan kualitas hidup (p-value 0,353). Kesimpulan: Aspek kualitas hidup yang paling buruk adalah lingkungan karena pasien kurang percaya diri dengan kondisi yang dialami. Disarankan kepada pasien agar tetap optimis dan tidak putus asa serta tetap konsisten dalam menjalani pengobatan seperti terapi sehingga kecacatan yang dialami dapat disembuhkan.
GAMBARAN KELELAHAN KERJA PADA PETANI RUMPUT LAUT DI DESA PITUSUNGGU KABUPATEN PANGKEP Ardayanti Asmudin; Awaluddin Awaluddin; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34989

Abstract

Latar belakang. Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja, salah satunya adalah kelelahan. Kelelahan kerja penyumbang setengah dari kecelakaan kerja yang terjadi, namun masih sering dianggap sepele dan tidak menjadi prioritas perusahaan atau industri. Petani rumput laut merupakan salah satu pekerjaan sektor informal yang berisiko terkena gangguan kesehatan dan kelelahan akibat lingkungan kerja, keadaan saat bekerja yang bersifat monoton dan minimnya waktu istirahat. Apabila   kelelahan kerja tidak segera ditangani dan segera beristirahat, maka akan terjadi akumulasi kelelahan dalam  sehari, sehingga dapat berdampak lebih parah terhadap kesehatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelelahan kerja pada pekerja petani rumput laut. Metode. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Adapun besar sampel penelitian sebanyak 86 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner IFRC (SSRT: Subjective Self Rating Test) untuk mengukur tigkat kelelahan individu secara subjektif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil. Hasil penelitian didapatkan bahwa kelelahan berat pada kategori umur dewasa (26-59 tahun) sebanyak 42 (77,78%) responden, jenis kelamin perempuan paling banyak 51 (78,45%) responden, masa kerja >5 tahun lebih banyak 51 (77,27%) responden, pekerja yang bekerja secara monoton sebanyak 66 (79,52%) responden, pekerja yang tidak terpapar sinar matahari sebanyak 58 (78,38%) responden, pekerja dengan kondisi kesehatan sakit sebanyak 51 (85%) responden. Kesimpulan. Variabel independen umur, jenis kelamin, masa kerja, kerja bersifat monoton, lingkungan kerja fisik, dan kondisi kesehatan memiliki gambaran terjadinya kelelahan berat tehadap variabel dependen yaitu kelelahan kerja. Disarankan pada pekerja petani rumput laut harus membiasakan diri melakukan perenggangan otot.
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN EFEKTIF KEPALARUANGAN DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD HAJI MAKASSAR TAHUN 2024 Andi Zalsabila Febrianti Walinono; Alimin Maidin; Nur Arifah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35059

Abstract

Latar Belakang: Konsep pemikiran yang penting tentang keselamatan pasien yaitu adanya kepemimpinan di rumah sakit, Kepemimpinan efektif terdiri dari 6 komponen, yaitu pengetahuan, kesedaran diri, komunikasi, penggunaan energi, penentuan tujuan, dan pengambilan tindakan.Dengan banyaknya kasus IKP di RSUD Haji Makassar khususnya di Instalasi Rawat Inap menunjukkan bahwa penerapan budaya keselamatan pasien yang ada di RSUD Haji makassar belum optimal dimana peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien sangat dibutuhkan. Tujuan: Untuk melihat hubungan antara kepemimpinan efektif kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksanan di instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar. Penentuan jumlah sampel menggunakan Teknik total sampling dengan besar sampel adalah 133 responden yang merupakan perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Kepemimpinan efektif, Pengetahuan, Kesadaran diri, Komunikasi, dan penentuan tujuan kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di instalasi rawat inap RSUD Haji Makassar dan tidak ada hubungan antara Penggunaan energi dan Pengambilan tindakan kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di instalasi rawat inap RSUD Haji Makassar. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan kepemimpinan kepala ruangan sangat berperan penting terhadap penerapan budaya keselamatan pasien khususnya di instalasi rawat Inap. Disarankan kepada kepala ruangan agar lebih meningkatkan pengawasan, komunikasi dan pengambilan tindakan terhadap perawat pelaksana sehingga dapat meminimalisir terjadikan insiden keselamtan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar.