cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsies@unisba.ac.id
Phone
+6281214569091
Journal Mail Official
bcsies@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
ISSN : -     EISSN : 28282132     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsies.v2i2
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science (BCSIES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Industri dengan ruang lingkup, NASA-TLX, Alat Kualitas, Analisis SWOT, Analytical Hierarchy Process, Arsitektur Sistem Informasi Layanan Administrasi, Basis Data, Cetak biru Pelayanan, Failure Mode And Effect (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), First Come First Served, Framework for the Application of Systems Thinking (FAST), Hay Method, Human Resource Scorecard, Kuesioner 7 waste, Model tingkat aspirasi Quality Function Deployment (QFD), Model-driven development Six sigma, Multichannel Single Phase, NASA-TLX, Notasi kendall, Pelayanan, Pergudangan, Persediaan Sistem informasi, PIECES, Proses antrian, QFD (Quality Function Deployment) Lean manufacturing, Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), Root Cause Analysys, Seven Tools, Sistem Antrian, Sistem Informasi, Strategi Pengembangan Model Driven, Stripping Obat Kualitas, Take Home Pay, Traffic Light System, TRIZ Kualitas, Work Sampling. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 247 Documents
Rancangan Sistem Manajemen K3 Berdasarkan OHSAS 18001:2007 Jeni Yusup Wijana; Aviasti; Satori, Mohamad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10354

Abstract

Abstract. At present at PT Elco Indonesia Sejahtera (PT. EIS) there is a phenomenon of complaints from employees regarding non-ergonomic work positions, unsafe equipment arrangements, high rates of work accidents, irregular housekeeping on the production floor, the absence of Standard Operating Procedures, and the absence of an Occupational Safety and Health organization. Based on the existing phenomena, it turns out that PT EIS has not implemented an Occupational Safety and Health Management System. The purpose of this research is to design an Occupational Safety and Health Management System based on the OHSAS 18001 standard. This research uses a descriptive qualitative approach with interview, observation, and documentation techniques. The results of the required research include the design of legal requirements, the design of the Occupational Safety and Health Advisory Committee team, emergency response team, Standard Operating Procedures, inspection document forms, and management review documents. These designs were developed by taking into account the specific needs and characteristics of tanneries, with the aim of increasing awareness and compliance with occupational safety and health norms. Abstrak. Pada saat ini di PT Elco Indonesia Sejahtera (PT. EIS) terdapat fenomena keluhan dari karyawan mengenai posisi kerja yang tidak ergonomis, penataan peralatan yang tidak aman, tingginya angka kecelakaan kerja, ketidakteraturan housekeeping di lantai produksi, ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan ketiadaan organisasi K3. Berdasarkan fenomena yang ada, ternyata di PT ElS belum menerapkan Sistem Manajemen K3. Tujuan penelitian ini adalah merancang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berdasarkan standar OHSAS 18001. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperlukan meliputi rancangan persyaratan hukum, rancangan tim Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), tim tanggap darurat, Standar Operasional Prosedur (SOP), formulir dokumen pemeriksaan, dan dokumen tinjauan manajemen. Rancangan ini dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan dan karakteristik khusus perusahaan penyamakan kulit, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap norma keselamatan dan kesehatan kerja.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Weight A Steering Handle menggunakan Metode Probabilistik Dadan Wahyudi; Endang Prasetyaningsih; Puti Renosori
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10453

Abstract

Abstract. PT Surya Kencana Abadi Indonesia is a manufacturing company that produces motorcycle parts in collaboration with several motorcycle manufacturers. The problem that occurs in the company is that there is often a stockout of raw materials during the production process and must wait for the arrival of raw materials so that the fulfillment of orders to customers is late. Inventory planning and control are carried out to solve the problem of raw material stockout and minimize total inventory costs. Inventory control is carried out in accordance with the state of demand in the company which is not always the same every month so that it uses probabilistic methods. The company meets the delay in order fulfillment in the next period so that research is conducted using the Q back order model and the P back order model. Inventory control using the Q model results in an order size (Q) of 10.003 units, a reorder point (r) when 1.751 units remain, and a safety stock (SS) of 427 units and Model P can produce an order time interval (T) every 16 days with a maximum company inventory (R) of 9.845 units and a safety stock (SS) of 1.140 units. The Q backorder model is a method that has a minimal total inventory cost of Rp. 3.237.549.917 per year and can save the company's total inventory costs by 1% or around Rp. 35.651.083 from the current condition of Rp. 3.273.201.000 and can be used as an alternative raw material inventory control policy for the company. Abstrak. PT Surya Kencana Abadi Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi part sepeda motor yang bekerja sama dengan beberapa produsen sepeda motor. Permasalahan yang terjadi di perusahaan adalah sering terjadi kekurangan bahan baku pada saat proses produksi dan harus menunggu kedatangan bahan baku sehingga pemenuhan pesanan kepada customer terlambat. Perencanaan dan pengendalian persediaan dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan bahan baku dan meminimalkan total biaya persediaan. Pengendaliaan persediaan dilakukan sesuai dengan keadaan demand di perusahaan yang tidak selalu sama setiap bulan sehingga menggunakan metode probabilistik. Perusahaan memenuhi keterlambatan pemenuhan pesanan pada periode selanjutnya sehingga penelitian dilakukan menggunakan model Q back order dan model P back order. Pengendalian persediaan menggunakan model Q menghasilkan ukuran pemesanan (Q) sebesar 10.003 unit, titik pemesanan kembali (r) ketika tersisa 1.751 unit, dan safety stock (SS) sebanyak 427 unit dan Model P dapat menghasilkan interval waktu pemesanan (T) setiap 16 hari dengan jumlah inventori maksimal perusahaan (R) sebesar 9.845 unit dan safety stock (SS) sebanyak 1.140 unit. Model Q backorder merupakan metode yang memiliki total biaya persediaan yang minimal yaitu sebesar Rp 3.237.549.917 per tahun dan dapat menghemat biaya total persediaan perusahaan hingga 1% atau sekitar Rp 35.651.083 dari kondisi saat ini sebesar Rp 3.273.201.000 dan dapat dijadikan alternatif kebijakan pengendalian persediaan bahan baku bagi perusahaan.
Pengendalian Kualitas pada Proses Produksi untuk Mengurangi Produk Cacat Di PT. X 10070218083, Zihad Phahalaguna; Puti Renosori; Selamat
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10499

Abstract

Abstract. PT X is a company engaged in manufacturing, namely producing bottled drinking water. The defects that occur exceed the predetermined standards with an average percentage of 3.11%. Efforts can be made to reduce product defects and improve product quality in the production process by using the Statistical Quality Control (SQC) method used to identify problems and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) aims to find and measure various risks that have the potential to cause failure. Based on the results of the analysis using the fishbone diagram to find the root cause of the defect is influenced by several factors, namely the first factor is human, lack of accuracy, negligence, not checking air pressure regularly, not checking the water hose on the machine and not paying attention to the cleanliness of the machine. The second factor is the machine, the temperature setting sensor error and the pressing sensor error. The third factor is that the raw materials used are not good such as the lid melting easily and the cup is too thin. The fourth factor is the method, the SOP is less detailed. Based on the calculation of the risk priority number (RPN) value, the highest result is the cause of the failure of the cup is too thin at 315 while the smallest value is the cause of the failure of the lid from the supplier at 168. Proposed improvements made to reduce defective products are by increasing supervision from supervisors, conducting regular maintenance, checking air pressure regularly, making SOPs more detailed and increasing workers' concern for machine cleanliness and cleaning machines regularly. Abstrak. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yaitu memproduksi air minum dalam kemasan. Kecacatan yang terjadi melebihi standar yang telah ditetapkan dengan rata-rata presentase sebesar 3,11%. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecacatan produk dan meningkatkan kualitas produk pada proses produksi dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) bertujuan untuk mencari dan mengukur berbagai resiko yang berpotensi menyebabkan kegagalan. Berdasarkan hasil analisa menggunakan fishbone diagram untuk mencari akar penyebab terjadinya kecacatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor pertama manusia, kurang ketelitian, kelalaian, tidak mengecek tekanan udara secara berkala, tidak mengecek selang air pada mesin dan kurang memperhatikan kebersihan mesin. Faktor kedua yaitu mesin, sensor pengaturan suhu error dan sensor pengepressan error. Faktor ketiga yaitu bahan baku yang digunakan tidak bagus seperti lid mudah meleleh dan cup terlalu tipis. Faktor keempat yaitu metode, SOP kurang detail. Berdasarkan hasil perhitungan nilai risk priority number (RPN) didapatkan hasil tertinggi yaitu penyebab kegagalan cup terlalu tipis sebesar 315 sedangkan nilai terkecil yaitu penyebab kegagalan lid dari supplier sebesar 168. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi produk cacat yaitu dengan meningkatkan pengawasan dari supervisor, melakukan maintenance secara berkala, melakukan pengecekan tekanan udara secara berkala, membuat SOP lebih detail dan meningkatkan kepedulian pekerja terhadap kebersihan mesin dan melakukan pembersihan mesin secara berkala.
Peningkatan Kualitas Produk Tas dengan menggunakan Metode Teoriya Resheniya Izobreatatelskikh Zadatch (TRIZ) Sujiwana, Wirawan; Rukmana, Asep Nana
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10556

Abstract

Abstract. CV. X is a handbag company facing challenges in addressing defects within its products. There was a problem with they product likely which four primary types of defects: uneven stitching, improper cutting according to patterns, easily damaged zippers, and imprecise accessories. Efforts to improve product quality are undertaken by combining two main approaches: Statistical Quality Control (SQC) and Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). Methods such as Pareto diagrams, cause-and-effect diagrams, and statistical process control are employed to identify the most influential factors contributing to defects. TRIZ methodology is used to propose solutions to the problems by generating new ideas. The result of this processing is the identification of problems from the company's realistic conditions, which will be classified into the 39 TRIZ parameters and later converted into the 40 TRIZ creative principles. The analysis phase is carried out in determining the ideal solutions from the conversion of the 40 TRIZ creative principles and proposing solutions to each. By integrating these two approaches, it is expected that the solutions found can provide sustainable improvements in product quality at CV. X. Abstrak. CV. X merupakan sebuah perusahaan tas yang menghadapi tantangan dalam mengatasi kecacatan pada produknya. Terdapat masalah yang sering terjadi pada perusahaan ini yaitu pada empat jenis kecacatan utama adalah jahitan tidak rapi, pemotongan tidak sesuai pola, ritsleting mudah rusak, dan aksesoris yang tidak presisi. Upaya peningkatan kualitas produk dilakukan dengan menggabungkan dua pendekatan utama yaitu Statistical Quality Control (SQC) dan Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). Metode-metode seperti diagram Pareto, diagram sebab-akibat, dan pengendalian proses statistik digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya kecacatan. Metode TRIZ digunakan untuk memberikan usulan perbaikan terhadap permsalahan yang terjadi dengan membangkitkan ide-ide baru. Hasil dari pengolahan tersebut yaitu teridentifkasinya masalah-masalah dari kondisi realistis perusahaan yang akan digolongkan ke dalam 39 parameter TRIZ yang nantinya akan dikonversikan ke dalam 40 prinsip kreatif TRIZ. Tahap analyze dilakukan pada proses penentuan solusi ideal dari konversi 40 prinsip kreatif TRIZ dan diberikan usulan terhadap masing-masing permasalahan yang ada. Dengan mengintegrasikan kedua pendekatan ini, diharapkan bahwa solusi yang ditemukan dapat memberikan perbaikan berkelanjutan terhadap kualitas produk di CV. X. Hasil yang diharapkan yaitu dapat memberikan panduan yang lebih efektif dan efisien untuk mengatasi kecacatan pada produk dan meningkatkan kualitas keseluruhan produk di perusahaan tas tersebut.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas di Departemen Produksi PT Thursina Mediana Utama Mella Nur Alifa; Nu'man, A. Harits; Bachtiar, Iyan
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10650

Abstract

Abstract. Production activites are intricately to facility layout design, and flow of materials in production process aims to achieve optimal results by saving material handling costs. A well-planned facility layout has benefits in optimizing operational workspace furthermore, efficient facility layout planning can minimize operational costs and enchance productivity. The company has problems to material transfer distances, backtracking and bypassing flows in production activities. Method using algorithm CRAFT with software winQSB 2.0. The proposed facility layout results are analyze by comparing with initial layout, considering material transfer distances and total handling costs. Material transfer distance in initial layout is 751 meters per day with a total costs Rp 581.257,375 per day or Rp 139.501.770 per year. The proposed facility layout minimizes material transfer distance to 742 meters per day with total material handling costs Rp 573.863,074 per day or Rp 137.726.897,79 per year. The proposed layout from algorithm CRAFT results, suggested transportation equipment reduces total cost Rp 554.436,695 per day or Rp 133.064.806,73 per year. The proposed layout improves efficiency of material transfer distance by 1,2% and minimize costs by 1,3%. The proposed layout with suggested transportation equipment by 3,4%, that reducing costs and being more cost-effective for the company. Abstrak. Aktivitas produksi sangat terkait dengan tata letak fasilitas, aliran bahan dalam proses produksi bertujuan mencapai hasil optimal dengan menghemat biaya penanganan material. Tata letak fasilitas yang baik direncanakan memiliki manfaat dalam mengoptimalkan ruang kerja operasional selain itu, perencanaan tata letak fasilitas yang efisien dapat meminimalkan biaya oprasional dan meningkatkan produktivitas. Perusahaan menghadapi masalah jarak pemindahan material, aliran backtracking dan bypassing pada kegiatan produksi. Metode yang digunakan yaitu, algoritma CRAFT dengan menggunakan perangkat lunak winQSB 2.0. Tata letak fasilitas yang diusulkan dianalisis dengan membandingkan tata letak kondisi saat ini, dengan mempertimbangkan jarak pemindahan material dan total OMH. Jarak pemindahan material sebesar 751 meter per hari, dan total OMH Rp 581.257,375 per hari atau Rp 139.501.770 per tahun sedangkan usulan tata letak fasilitas dari hasil algoritma CRAFT jarak pemindahan bahan sebesar 742 meter per hari, dan total OMH Rp 573.862,072 per hari atau Rp 137.726.897,79 per tahun, usulan alat angkut dari hasil algoritma CRAFT mendapatkan total OMH Rp 554.436,695 per hari atau Rp 133.064.806,73 per tahun. Layout usulan meningkatkan efesiensi jarak pemindahan bahan 1,2% dan meminimalkan total OMH 1,3%, layout usulan yang diusulkan alat angkutnya memiliki efesiensi OMH 3,4% sehingga menekan biaya menjadi lebih hemat untuk perusahaan.
Usulan Perbaikan Strategi Pemasaran Berbasis Reseller dengan Metode Analysis SWOT untuk Meningkatkan Volume Penjualan 10070214056, Nopriyandi; Dewi Shofi Mulyati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10685

Abstract

Abstract. Regional RIS is a reseller business that has been running for ±5 years. The sales system is carried out by resellers. To meet operational costs every month, the sales target is at least 4,000 pcs per month. The target is set based on the calculation factor of monthly operating costs required by RIS Regional. To meet operational costs, RIS Regional sets monthly sales at 4,000 units. Currently, Regional RIS conducts a product sales marketing system in a conventional way or has not used technology. So that sales cannot meet the target. With the conduct of this research, it is expected to determine the strategy implemented to increase RIS Regional revenue and know the internal and external conditions of the company. This study used the SWOT analysis method. SWOT analysis is efficient of various variables to know the procedures of the organization. "This analysis is based on logic that can maximize strengths and opportunities, but at the same time can minimize weaknesses and threats. The conclusion of this study is that the internal condition of "RIS Regional" has a value of 3.7842 on the strength factor and -1.25 on the weakness factor. External conditions are valued at 3.50 on the odds factor and 2.5704 on the threat factor. So that the resulting SO methodology can be utilized by the organization. This must be seen from quadrant 1, especially by utilizing a strong framework, organizations can leverage existing strengths and open doors. It is ideal to apply and use the power of the organization to capture the potential of open doors that the organization has. Utilize limited-time media that is appropriate to the market that the organization will target. Develop the type of goods and guarantee the efficacy of the advertised goods. Offer the greatest support to buyers. Organizations can set serious costs to avoid threats from business development in similar areas. Abstrak.Regional RIS merupakan bisnis reseller yang sudah berjalan ±5 tahun. Sistem penjualannya dilakukan oleh reseller. Untuk memenuhi biaya operasional setiap bulannya, target penjualan minimal 4.000 pcs per bulan. Target tersebut ditetapkan berdasarkan faktor perhitungan biaya operasional bulanan yang dibutuhkan RIS Regional. Untuk memenuhi biaya operasional, RIS Regional mematok penjualan bulanan sebanyak 4.000 unit. Saat ini Regional RIS melakukan sistem pemasaran penjualan produk dengan cara konvensional atau belum menggunakan teknologi. Sehingga penjualan tidak dapat memunuhi target. Dengan dilakukannya penelitian ini di harapkan dapat menentukan strategi yang diimplementasi guna menaikan pendapatan Regional RIS serta mengetahui kondisi internal dan eksternal perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT. Analisis SWOT adalah efisien dari berbagai variabel untuk mengetahui prosedur organisasi. “Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi internal “RIS Regional” mempunyai nilai sebesar 3,7842 pada faktor kekuatan dan -1,25 pada faktor kelemahan. Kondisi eksternal bernilai 3,50 pada faktor peluang dan 2,5704 pada faktor ancaman. Sehingga dihasilkan metodologi SO yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi. Hal ini harus dilihat dari kuadran 1, apalagi dengan memanfaatkan kerangka yang kuat, organisasi dapat memanfaatkan kekuatan yang ada dan pintu yang terbuka. Sangat ideal untuk menerapkan dan menggunakan kekuatan organisasi untuk menangkap potensi pintu terbuka yang dimiliki organisasi. Memanfaatkan media berbatas waktu yang sesuai dengan pasar yang akan dibidik organisasi. Mengembangkan jenis barang dan menjamin khasiat barang yang diiklankan. Menawarkan dukungan terbesar kepada pembeli. Organisasi dapat menetapkan biaya yang serius untuk menghindari ancaman dari pengembangan bisnis di bidang serupa.
Rekayasa Ulang Proses Bisnis Pengiriman Paket di Divisi Logistik Processing Center PT. POS Kota Bandung 10070219048, Nazirah Zikri; Djamaludin; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10707

Abstract

Abstract. The increasingly advanced era of globalization is currently spurring higher business competition as well. One way that can be done in an effort to improve company performance, especially in the logistics division of service companies, is to improve performance that has been running through its business processes. PT. POS Indonesia is a company in the field of package delivery services that has been around for a long time and currently has quite a variety of competitors who are currently making a number of improvements in an effort to improve package delivery logistics services. It is known that one of the logistical problems so far at PT. Pos Indonesia is a delivery process that is received late by the customer or does not comply with the existing standard delivery time, which is for a maximum of 6 days. This raises problems in terms of service, speed and cost to the public. Based on this problem, it is necessary to make changes to the business process in the package delivery logistics division of PT. POS Indonesia with the application of BPR (Business Process Reengineering). Business Process Reengineering is the concept of re-engineering business processes that have weaknesses in the process. The goal is to improve a process performance to make it more efficient. The research begins by collecting several references related to Business Process Reengineering. The data collection method was carried out by means of observation to case studies, interviews with PT. POS Indonesia parcel delivery logistics division and similar literature studies. Understanding a business process uses the ASME (American Society of Mechanical Engineers) standard process map. Based on the ASME standard process map, business process performance can be calculated by calculating throughput efficiency. Steps to improve and improve process reengineering are carried out to make business processes more efficient. The final result of the research is a redesign of the recommendation process business model that increases throughput efficiency from 34.60% in the previous process to 87.72%.. Abstrak. Era globalisasi yang semakin maju saat ini memacu persaingan bisnis yang semakin tinggi pula. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan khususnya pada divisi logistik perusahaan jasa yaitu dengan melakukan perbaikan kinerja yang telah berjalan melalui proses bisnisnya. PT. POS Indonesia merupakan salah satu perusahaan di bidang jasa bagian pengiriman paket yang telah cukup lama berdiri dan saat ini mendapat pesaing yang cukup beragam yang tengah melakukan sejumlah pembenahan dalam upaya meningkatkan layanan logistik pengiriman paket. Diketahui salah satu permasalahan logistik selama ini di PT. Pos Indonesia adalah proses pengiriman yang terlambat diterima oleh pelanggan atau tidak sesuai dengan standar waktu pengiriman yang telah ada yaitu selama maksimal 6 hari. Berdasarkan masalah ini perlu dilakukan perubahan proses bisnis pada divisi logistik pengiriman paket PT. POS Indonesia dengan penerapan BPR (Business Process Reengineering). Business Process Reengineering adalah konsep untuk mengubah ulang proses bisnis yang memiliki kelemahan pada proses. Tujuanya untuk memperbaiki sebuah kinerja proses agar lebih efisien. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan beberapa referensi yang berkaitan dengan Business Process Reengineering. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke studi kasus, wawancara dengan pihak PT. POS Indonesia divisi logistik pengiriman paket dan studi literatur sejenis. Memahami suatu proses bisnis digunakan peta proses standar ASME (American Society of Mechanical Engineers). Berdasarkan peta proses standar ASME dapat dihitung kinerja proses bisnis dengan menghitung efisiensi throughput. Langkah peningkatan dan penyempurnaan rekayasa ulang proses dilakukan agar proses bisnis lebih efisien. Hasil akhir penelitian adalah sebuah rancangan ulang model bisnis proses rekomendasi yang meningkatkan efisiensi throughput dari 34,60% pada proses sebelumnya menjadi 87,72%.
Perancangan Strategi Pemasaran Dengan Menggunakan SWOT (Strength, Weakness, Threat, Opportunity) Dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) 10070215001, Rivaldi Al Ghifari Suherman; Nugraha; Dewi Shofi Mulyati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10755

Abstract

Abstract. The number of vehicles in Bandung Regency continues to increase. From 2018 to 2021, there was a growth of 12.58% in the number of motorized vehicles. This growth has led to an increased demand for garage services, resulting in intensified competition in the garage service industry. One of the garages located in Bandung Regency is Variasi 48 Garage. Variasi 48 Garage has been marketing its products through word of mouth so far, requiring a more relevant marketing strategy to compete with other garages and achieve the set sales target. The research method used in this study is quantitative with descriptive analysis. The strategy designed in this research includes several stages such as questionnaire distribution, internal-external matrix processing, strategy design using SWOT matrix, and generating several priority strategy alternatives using QSPM for recommendation in daily business operations. The research results indicate that the internal factor of Variasi 48 Garage is 2.54, categorized as average, and the external factor is 2.52, categorized as moderate. This research produces 9 alternative strategies and has 1 priority strategy resulting from QSPM calculation. The recommended strategy is the digitization from upstream to downstream. In conclusion, Variasi 48 Garage needs to strengthen its internal aspects and be responsive to external threats to compete with other garages. Abstrak Jumlah kendaraan di Kabupaten Bandung terus meningkat. Pada tahun 2018-2021 terjadi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 12,58%. Pertumbuhan tersebut mengakibatkan meningkatnya permintaan terhadap jasa bengkel. Hal tersebut mengakibatkan persaingan di dunia jasa bengkel semakin ketat. Salah satu bengkel yang berlokasi di Kabupaten Bandung adalah Bengkel Variasi 48. Bengkel Variasi 48 selama ini memasarkan produknya hanya dari mulut ke mulut. Sehingga memerlukan strategi pemasaran yang lebih relevan agar dapat bersaing dengan bengkel lainnya dan dapat mencapai target penjualan yang ditentukan. Metode penelitian yang digunakan di penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif. Strategi yang dirancang di penelitian ini menggunakan beberapa tahapan seperti penyebaran kuesioner, pengolahan matriks internal-eksternal, perancangan strategi menggunakan matriks SWOT dan menghasilkan beberapa alternatif strategi prioritas menggunakan QSPM untuk dijadikan rekomendasi untuk diterapkan pada usaha bisnis sehari-hari. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor internal yang dimiliki oleh Bengkel Variasi 48 sebesar 2,54 berada pada kategori rata-rata dan faktor eksternalnya sebesar 2,52 berada pada kategori sedang. Penelitian ini menghasilkan 9 alternatif strategi dan memiliki 1 strategi prioritas hasil dari perhitungan QSPM. Strategi itu adalah dengan digitalisasi dari hulu ke hilir. Kesimpulannya bengkel Variasi 48 harus memperkuat internal perusahaan dan peka terhadap ancaman eksternal agar dapat bersaing dengan bengkel lain.
Perancangan Solusi Perbaikan Kualitas untuk Menurunkan Tingkat Kecacatan Produk Plastik 10070218030, Elsa Marlianda; Asep Nana Rukmana
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10788

Abstract

Abstract. CV. Indah Jaya Plastik is a manufacturing company that focuses on the production of plastic bags. There are three types of plastic produced, including Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE) and the last type of plastic, namely Polypropylene (PP). The company was identified as having problems that could result in losses, namely the occurrence of defects during the production process. Based on the data obtained, the highest level of defects is found in the LLDPE plastic type, around 5.30%. This research aims to identify the causes of errors and repair efforts using the SHERPA and HEART methods. Based on research results, the factors that cause defects are human factors and machine factors. The repair solutions implemented include the company implementing SOPs, carrying out regular supervision, providing simple tools, checking machines before use and making machine cleaning schedules. Abstrak. CV. Indah Jaya Plastik adalah sebuah perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi kantong plastik, terdapat tiga jenis plastik yang di produksi antara lain jenis plastik Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE) dan jenis plastik terakhir yaitu Polypropylene (PP). perusahaan teridentifkasi memiliki permasalahan yang dapat mengakibatkan kerugian yaitu terjadinya kecacatan saat proses produksi. Berdasarkan data yang diperoleh tingkat kecacatan paling tinggi terdapat pada jenis plastik LLDPE sekitar 5,30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi penyebab terjadinya kesalahan dan upaya perbaikan dengan menggunakan metode SHERPA dan HEART. Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor penyebab terjadinya kecacatan yaitu faktor manusia dan faktor mesin. Adapun solusi perbaikan yang dilakukan yaitu perusahaan menerapkan SOP, dilakukan pengawasan secara teratur, menyediakan alat sederhana, melakukan pengecekan mesin sebelum digunakan dan pembuatan jadwal pembersihan mesin.
Perbaikan Kualitas dengan Meminimasi Cacat Produk Sepatu menggunakan Seven Tools dan Metode Triz 10070217061, Muhammad Rachmad Arrazaq; Mohamad Satori; Dewi Shofi Mulyati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10893

Abstract

Abstract. CV Mulai Dari Sini (MDS) is a shoe manufacturer that implements the Make to Order (MTO) system, producing school shoes, work shoes, and casual shoes according to customer orders. However, the company is facing significant losses due to additional costs, rework time, and material losses because the percentage of defective products exceeds the established standards, resulting in a decrease in profits of up to 7% per year. The standard defect percentage is set at a maximum of 2% per month, but the average defect rate for casual shoes during 2018-2022 exceeded 3% per month. To solve this issue, research is conducted using Seven Tools and the TRIZ method. Identification reveals four types of defects in casual shoes: easily detachable glue, uneven stitching, scratches, and stains. Proposed solutions for improvement include directly admonishing operators, creating Standard Operating Procedures (SOP) for the stitching process, adding a press tool, improving lighting with desk lamps, and enhancing air circulation with floor production fans. Abstrak. CV Mulai Dari Sini (MDS) adalah produsen sepatu yang menerapkan sistem Make to Order (MTO), memproduksi sepatu sekolah, sepatu kerja, dan sepatu kasual sesuai pesanan konsumen. Namun, perusahaan menghadapi kerugian signifikan akibat biaya tambahan, waktu pengerjaan ulang, dan kerugian material karena persentase produk cacat melebihi standar yang ditetapkan, menyebabkan penurunan keuntungan hingga 7% per tahun. Standar persentase cacat ditetapkan maksimal 2% per bulan, tetapi rata-rata cacat sepatu kasual selama 2018-2022 melebihi 3% per bulan. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan penelitian menggunakan Seven Tools dan metode TRIZ. Identifikasi menunjukkan empat jenis kecacatan pada sepatu kasual: lem mudah lepas, jahitan tidak rapi, bekas goresan, dan bekas noda. Solusi perbaikan termasuk memberikan teguran langsung kepada operator, membuat Standard Operating Procedure (SOP) untuk proses jahit, menambah alat press, meningkatkan pencahayaan dengan lampu meja, dan meningkatkan sirkulasi udara dengan kipas angin di lantai produksi.