cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsies@unisba.ac.id
Phone
+6281214569091
Journal Mail Official
bcsies@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
ISSN : -     EISSN : 28282132     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsies.v2i2
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science (BCSIES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Industri dengan ruang lingkup, NASA-TLX, Alat Kualitas, Analisis SWOT, Analytical Hierarchy Process, Arsitektur Sistem Informasi Layanan Administrasi, Basis Data, Cetak biru Pelayanan, Failure Mode And Effect (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), First Come First Served, Framework for the Application of Systems Thinking (FAST), Hay Method, Human Resource Scorecard, Kuesioner 7 waste, Model tingkat aspirasi Quality Function Deployment (QFD), Model-driven development Six sigma, Multichannel Single Phase, NASA-TLX, Notasi kendall, Pelayanan, Pergudangan, Persediaan Sistem informasi, PIECES, Proses antrian, QFD (Quality Function Deployment) Lean manufacturing, Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), Root Cause Analysys, Seven Tools, Sistem Antrian, Sistem Informasi, Strategi Pengembangan Model Driven, Stripping Obat Kualitas, Take Home Pay, Traffic Light System, TRIZ Kualitas, Work Sampling. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 247 Documents
Perancangan Perbaikan Kualitas Pelayanan menggunakan Metode IPA dan Kano Sebagai Evaluasi Kualitas Pelayanan Kedai Kopi Muhammad Rifqi Aditya; Nugraha
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.11812

Abstract

Abstract. Sepertiga coffee shop is one of the coffee shops located in downtown Banda Aceh. Sepertiga shop is a fairly new coffee shop because this shop opened in 2018. Sepertiga shop still has to strengthen its business strategy in order to survive and compete with other coffee shops. The majority of consumers at the One-third coffee shop are aged 17-28 years who are students and university students. With the majority of consumers who are students, one-third of coffee gets an average daily turnover of Rp. 3,056,453 while the target turnover of one- third of coffee is Rp. 5,000,000 per day, but until now the turnover achieved is only 50% of the target and has decreased. Sepertiga Coffee Shop needs an increase in sales, the strategy undertaken to increase sales is to improve service quality. The quality of service at Sepertiga Coffee Shop requires improvement, it is known based on the results of data processing using the IPA Kano method. The main function of the IPA method is to provide information related to service factors based on consumer opinion which can encourage customer satisfaction and loyalty, as well as other factors, namely the need to improve services according to consumer opinion because at this time consumers are not satisfied with existing services (Napitupulu , 2016). While Kano is a model that aims to categorize the attributes of a product or service based on how well the product or service is able to meet consumer satisfaction. The results of the analysis using the IPA, Kano and gap analysis methods show that the performance required by consumers and requires improvement so that there are 5 attributes that require improvement in service quality. Based on the analysis of the IPA, Servqual and Kano methods, the design of proposed improvements can be made to Sepertiga Coffee Shop by making SOPs for guidelines or references for carrying out work assignments in accordance with their functions and as a performance appraisal tool, and it is easier for employees to apply their work rules. SOP is implemented by giving punishment if employees do not carry out work according to SOP and rewards to employees who carry out SOP properly. Abstrak. Kedai Kopi Sepertiga merupakan salah satu kedai kopi yang berada di pusat kota Banda Aceh. Kedai Kopi Sepertiga merupakan kedai kopi yang terbilang baru karena kedai ini mulai dibuka pada tahun 2018. Kedai Kopi Sepertiga masih harus memantapkan strategi bisnis agar dapat bertahan dan bersaing dengan kedai kopi lainnya. Mayoritas konsumen pada Kedai Kopi Sepertiga yaitu berusia 17-28 tahun yang merupakan pelajar dan mahasiswa. Dengan mayoritas konsumen yang merupakan pelajar dan mahasiswa Sepertiga coffee mendapatkan omzet harian rata- rata sebesar Rp. 3.056.453 sedangkan target omzet Sepertiga coffee yaitu sebesar Rp. 5.000.000 per hari, tetapi sampai saat ini omzet yang tercapai hanya 50% dari target dan mengalami penurunan. Berdasarkan hasil kuesioner awal masalah utama pada kedai kopi Sepertiga yaitu kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan. Kedai Kopi Sepertiga membutuhkan peningkatan penjualan, strategi yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan yaitu dengan memperbaiki kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan pada Kedai Kopi Sepertiga memerlukan perbaikan diketahui berdasarkan hasil olah data menggunakan metode IPA Kano. Fungsi utama dari metode IPA yaitu, menyajikan informasi yang berhubungan dengan faktor pelayanan berdasarkan pendapat konsumen yang dapat mendorong kepuasan maupun loyalitas konsumen, juga faktor lainnya yaitu perlunya melakukan peningkatan pelayanan menurut pendapat konsumen karena pada saat ini konsumen belum merasa puas dengan pelayanan yang ada (Napitupulu, 2016). Sedangkan Kano merupakan suatu model yang bertujuan untuk mengkategorikan atribut-atribut dari produk atau jasa berdasarkan seberapa baik produk atau jasa tersebut mampu memenuhi kepuasan konsumen. Hasil analisis menggunakan metode IPA, Kano dan gap analysis menunjukkan kinerja yang dibutuhkan oleh konsumen dan memerlukan perbaikan sehingga didapatkan 5 atribut yang memerlukan perbaikan pada kualitas pelayanan. Berdasarkan analisis metode IPA, Servqual dan Kano menunjukkan rancangan usulan perbaikan yang dapat dilakukan pada Kedai Kopi Sepertiga dengan membuat SOP untuk pedoman atau acuan demi melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan sebagai alat penilaian kinerja, dan karyawan lebih mudah untuk menerapkan aturan pekerjaannya. SOP diterapkan dengan pemberian punishment jika karyawan tidak menjalankan pekerjaan sesuai dengan SOP dan rewards kepada karyawan yang menjalankan SOP dengan baik. Hubungan antara metode pada penelitian ini yaitu Servqual yang digunakan untuk mengukur kesenjangan antara kinerja yang diberikan oleh perusahaan dengan kinerja yang diharapkan oleh konsumen. Setelah mengetahui kesenjangan antara kinerja dan harapan yang terdapat pada Kedai Kopi Sepertiga dilakukan pengolahan menggunakan Integrasi model IPA & Kano yang merupakan penggabungan hasil dari metode IPA dengan hasil dari metode Kano.
Perancangan Strategi Pemasaran menggunakan Analisis SWOT dan TOPSIS 10070215077, Faisal Abdul Aziz; Nugraha; Shofi Mulyati, Dewi
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.11832

Abstract

Abstract. CV. Harfa Abdi is a company operating in the convection sector. This company produces various models of ready-made clothing, including uniforms, koko shirts, and others. The problem that occurred at CV Harfa Abadi was the decline in sales which occurred due to Covid-19 and post-Covid-19, then there was tight competition among convection business actors and others. This of course has an impact on company revenue, so an appropriate strategy is needed to overcome this situation. Therefore, the aim of this research is to identify the potential that exists in the company and design and develop appropriate marketing strategies to increase sales. The method used is to use SWOT and TOPSIS analysis, which will produce the best alternative marketing strategy priorities. The calculation results found that the total value of internal factors owned by CV Harfa Abadi was 0.39 and the total value of external factors was -0.46, which shows that the company's position is in quadrant II, which means the company needs to diversify using a strength-threat strategy. (S-T). Based on the SWOT and TOPSIS analysis, there are 3 alternative marketing strategies. The first priority marketing strategy alternative (A1) is to create social media and e-commerce accounts specifically for CV Harfa Abadi to improve promotions and services to consumers with a value of 0.527. The second priority alternative marketing strategy (A3) is to maintain price stability so that it remains competitive and affordable for consumers with a value of 0.513. The third alternative marketing strategy (A2) is to increase design creativity in accordance with current trends, while maintaining product quality with a value of 0.279. Abstrak. CV. Harfa Abdi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang konveksi. Perusahaan ini memproduksi berbagai model pakaian jadi antara lain seperti seragam, baju koko, dan lain-lain. Permasalahan yang terjadi di CV Harfa Abadi ialah terjadinya penurunan penjualan yang terjadi akibat terjadinya covid-19 dan pasca covid-19, kemudian adanya persaingan yang ketat sesama pelaku usaha konveksi dan lain-lain. Hal ini tentu saja berdampak pada pendapatan perusahaan, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk menanggulangi situasi tersebut. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengitentifikasi potensi yang ada di perusahaan serta merancang dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat guna meningkatkan penjualan. Metode yang digunakan ialah dengan menggunakan analisis SWOT dan TOPSIS, yang akan menghasilkan prioritas alternatif strategi pemasaran terbaik. Hasil perhitungan ditemukan bahwa nilai total faktor internal yang dimiliki CV Harfa Abadi sebesar 0,39 dan nilai total faktor eksternal sebesar -0,46, yang menunjukkkan bahwa posisi perusahaan berada pada kuadran II, yang berarti perusahaan perlu melakukan diversifikasi dengan menggunakan strategi strength-threat (S-T). Berdasarkan analisis SWOT dan TOPSIS terdapat 3 alternatif strategi pemasaran. Alternatif strategi pemasaran prioritas pertama (A1) adalah membuat akun media sosial dan e-commerce khusus untuk CV Harfa Abadi guna meningkatkan promosi dan pelayanan kepada konsumen dengan nilai 0,527. Alternatif strategi pemasaran prioritas kedua (A3) adalah menjaga kestabilan harga agar tetap kompetitif dan terjangkau oleh konsumen dengan nilai 0,513. Alternatif strategi pemasaran ketiga (A2) adalah meningkatkan kreatifitas desain sesuai dengan tren saat ini, dengan tetap menjaga kualitas produk dengan nilai 0,279.
Penentuan Interval Waktu Pemeliharaan Mesin untuk Mereduksi Downtime di Departemen Produksi PT. X 10070219059, Muhammad Gaos Nafitullah; Nita P.A Hidayat; Ajrina Febri Suahati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.11914

Abstract

Abstract. PT X is engaged in the manufacturing industry of car spare parts production by implementing a Make To Order (MTO) market response strategy. The company often experiences damage to machine components and causes downtime. Based on this, it has an impact on the Company's losses, namely targets that are not achieved and product defects, to reduce these losses, improvements are made by maintaining engine components. In this study, the planned maintenance method is used which is a maintenance method. Based on the background that has been described, the problem formulations in this study are: "(1) What is the current maintenance condition of the RGF Welding, RG Lathe Horibe and RGF Cutting machines?", "(2) How is the proposed maintenance improvement of the RGF Welding, RG Lathe Horibe and RGF Cutting machines to reduce downtime?", "(3) How much does it cost to perform maintenance on the RGF Welding, RG Lathe Horibe and RGF Cutting machines". The Company's current maintenance is corrective maintenance with machine reliability for Rod switch cylinder shutter RGF Welding machine at 37.25%, sliding z-axis RG Lathe Horibe machine at 38.51% and hydraulic motor RGF Cutting machine at 37.53% with maintenance costs of Rp1,202,848,746. In achieving a reliability level of 87%, maintenance intervals are carried out for rod switch cylinder shutter components every 36 hours with a reliability of 87.22%, Sliding z-axis every 40 hours with a reliability of 87.29% and hydraulic motors every 174 hours with a reliability of 87.01%. Based on the results of the maintenance interval, four skenarios were carried out, from the existing skenarios, the fourth skenario was selected, namely joint maintenance every 174 hours at a cost of Rp871,588,172. Abstrak. PT. X bergerak di bidang industri manufaktur produksi sparepart mobil dengan menerapkan strategi merespon pasar Make To Order (MTO). Perusahaan sering mengalami kerusakan komponen mesin dan menimbulkan adanya downtime. Berdasarkan hal tersebut maka berdampak pada kerugian Perusahaan, yaitu target yang tidak tercapai dan adanya kecacatan produk, untuk mengurangi kerugian tersebut maka dilakukan perbaikan dengan melakukan perawatan komponen mesin. Dalam penelitian ini digunakan metode planned maintenance yang merupakan metode pemeliharaan. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “(1) Bagaimana kondisi pemeliharaan saat ini pada mesin RGF Welding, RG Lathe Horibe dan RGF Cutting?”, “(2) Bagaimana usulan perbaikan pemeliharaan mesin RGF Welding, RG Lathe Horibe dan RGF Cutting untuk mereduksi downtime?”, “(3) Berapa biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pemeliharaan pada mesin RGF Welding, RG Lathe Horibe dan RGF Cutting”. Pemeliharaan yang dilakukan Perusahaan saat ini yaitu corrective maintenance dengan keandalan mesin untuk Rod switch cylinder shutter mesin RGF Welding sebesar 37,25%, sliding z-axis mesin RG Lathe Horibe sebesar 38,51% dan motor hidrolik mesin RGF Cutting sebesar 37,53% dengan biaya pemeliharaan sebesar Rp1.202.848.746. Dalam mencapai tingkat keandalan 87%, dilakukan interval pemeliharaan komponen rod switch cylinder shutter setiap 36 jam dengan keandalan sebesar 87,22%, Sliding z-axis setiap 40 jam dengan keandalan 87,29% dan motor hidrolik setiap 174 jam dengan keandalan sebesar 87,01%. Berdasarkan hasil interval pemeliharaan kemudian dilakukan empat skenario, dari skenario yang ada, terpilih skenario keempat yaitu pemeliharaan bersama setiap 174 jam dengan biaya sebesar Rp871.588.172.
Identifikasi Potensi Bahaya Pada Proses Pembuatan Kain Sarung di CV Samanah 10070217090, Sofa Alek Sulaeman; Aviasti; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.11981

Abstract

Abstract. CV Samanah is a company operating in the textile sector, the products produced are sarongs. The process of making sarong consists of winding, warping, reaching and weaving processes. As a result of initial observations, it was discovered that there was an increase in employee workload due to one of the operators not coming to work due to sick leave. The research results show that in each production process, ergonomic hazards and mechanical hazards dominate with a total of 12 potential hazards. This is because there are dangerous behaviors and conditions that are unsafe and can cause risks. As a result of hazard identification, a risk assessment will be carried out based on actual conditions and the chances of accidents or work-related illnesses occurring in employees. Next, make control proposals to reduce the level of risk of danger which has an impact on the number of work accidents in the company. Abstrak. CV Samanah merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil, produk yang dihasilkan berupa kain sarung. Proses pembuatan kain sarung terdiri dari proses winding, warping, reaching, dan weaving. Hasil observasi awal, diketahui bahwa terdapat penambahan beban kerja pegawai akibat salah satu operator tidak masuk kerja karena izin sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap proses produksi, bahaya ergonomi dan bahaya mekanik mendominasi dengan jumlah 12 potensi bahaya. Hal tersebut karena terdapat perilaku dan kondisi bahaya yang tidak aman dan dapat menimbulkan risiko. Hasil identifikasi bahaya akan dilakukan penilaian risiko berdasarkan kondisi aktual dan peluang terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja pada pegawai. Selanjutnya, membuat usulan pengendalian guna mengurangi tingakt risiko bahaya yang berdampak pada angka kecelakaan kerja di perusahaan.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Garam Menggunakan Metode EOQ dengan Mempertimbangkan Faktor Kerusakan di PT. Mitra Eka Sari Jaya Putri 10070216022, Fani Firmansyah; Endang Prasetyaningsih; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.11987

Abstract

Abstract. PT. Mitra Eka Sari Jaya Putri is an industrial company that produces salt, the management used in this company is still simple management, there are no methods or calculations for planning the purchase of raw materials, this has resulted in the raw material for krosok salt experiencing a decline in quality. This decrease in quality is caused by accumulation or storage for too long. Raw materials that experience a decline in quality are reworked using washing methods which are still carried out manually, this of course results in rework costs for the company. To overcome problems that occur due to accumulation of raw materials, this can be overcome using the Economic Order Quantity (EOQ) method. This method succeeded in minimizing order costs of IDR 252.000. Abstrak. PT. Mitra Eka Sari Jaya Putri adalah sebuah perusahaan industri yang memproduksi garam, manajemen yang digunakan dalam perusahaan ini masih manajemen sederhana, tidak ada metode maupun perhitungan pada perencanaan pembelian bahan baku, hal ini mengakibatkan adanya bahan baku garam krosok yang mengalami penurunan kualitas. Penurunan kualitas ini disebabkan oleh adanya penumpukan maupun penyimpanan yang terlalu lama. Bahan baku yang mengalami penurunan kualitas dikerjakan ulang dengan metode pencucian yang masih dilakukan secara manual, hal ini tentunya mengakibatkan adanya biaya pengerjaan ulang pada perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi karena adanya penumpukan bahan baku bisa diatasi dengan metode Economic Order Quantity (EOQ). Metode tersebut berhasil meminimalisir biaya pesan sebesar Rp.252.000.
Implementasi Standar Industri Hijau pada Industri Penyamakan Kulit 10070219055, Zamzam Imanudin; Aviasti; Amaranti, Reni
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.12000

Abstract

Abstract. PT Elco Indonesia Sejahtera has several environmental problems resulting from leather tanning activities, especially the beamhouse process, such as liquid waste that pollutes rivers, unpleasant odors in the environment around the company, dirty and smelly production areas, environmental pollution, and accumulation of solid waste around the company. This phenomenon arises because companies do not have standard work procedures for the beamhouse process and management of other aspects such as raw materials, chemicals, packaging materials, energy and water use, and waste management. The aim of this research is to design Standard Operating Procedures (SOP) as a reference for implementing Green Industry Standards in the PT Elco beamhouse process. The research was carried out by observation and interviews with the company. Based on the results of a comparison of the company's SIH compliance with the seven aspects contained in the regulation, it is known that the operational feasibility of implementing the PT Elco Green Industry Standard is not feasible. The percentage of fulfillment of aspects of raw materials, chemicals, packaging materials, beamhouse processes, use of electrical energy and water, waste management is 0% or no indicators are met. Meanwhile, in the liquid waste management aspect, the SIH percentage is 50%. Therefore, from this data it is necessary to design SOPs for all aspects so that they can be used as a reference by companies in implementing Green Industry Standardization Abstrak. PT Elco Indonesia Sejahtera memiliki beberapa permasalahan lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas penyamakan khususnya proses beamhouse seperti limbah cair yang mengotori sungai, bau yang tidak sedap di lingkungan sekitar perusahaan, area produksi yang kotor dan bau, pencemaran lingkungan, serta penumpukan limbah padat di sekitar perusahaan. Fenomena tersebut muncul dikarenakan perusahaan tidak memiliki prosedur kerja yang baku pada proses beamhouse dan pengelolaan aspek-aspek lain seperti aspek bahan baku, bahan kimia, bahan kemasan, penggunaan energi dan air, serta pengelolaan limbah. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai acuan penerapan Standar Industri Hijau untuk proses beamhouse PT Elco. Penelitian dilakukan dengan observasi dan wawancara terhadap pihak perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian pemenuhan SIH perusahaan dengan tujuh aspek yang terdapat dalam regulasi, diketahui bahwa kelayakan operasional penerapan Standar Industri Hijau PT Elco tidak layak. Persentase pemenuhan untuk aspek bahan baku, bahan kimia, bahan kemasan, proses beamhouse, penggunaan energi Listrik dan air, pengelolaan limbah padat bernilai 0% atau tidak terdapat indikator yang terpenuhi. Sedangkan pada aspek pengelolaan limbah cair pemenuhan persentase SIH sebesar 50%. Maka dari data tersebut, diperlukan perancangan SOP pada keseluruhan aspek agar dapat dijakan acuan oleh perusahaan untuk menerapkan Standarisasi Industri Hijau
Perancangan Customer Relationship Management (CRM) pada CV Jasa Teknik Berbasis Web 10070217086, Farhan Muhammad Rasyidi; Nugraha; djamaludin
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.12007

Abstract

Abstract CV Jasa Teknik is a company that produces material testing tools for the testing of concrete, cement, soil, and asphalt. CV Jasa Teknik in sales and promotion still rely on the distribution of brochures and company profile books to various consultants and suppliers. Processing and recording of sales and customer data in CV Jasa Teknik is still not computerized and is still done manually. CV Jasa Teknik do not have a working system to handle customer complaints, suggestions, or criticisms. Using CRM can help companies increase customer loyalty by helping attract new customers, enhance customer relationships, identify sales trends, customer segments, and respond quickly to changing customer needs. This research aims to identify and design a CRM system on CV Jasa Teknik that can be used to expand the market reach and improve the introduction of CV Jasa Teknik products. CRM design on CV Jasa Teknik uses the CRM phase approach i.e. acquisition, Enhance, and retention by building a system based on CRM Operations. This information system is designed using Wordpress with the WooCommerce plugin, Elementor plugin, and HubSpot plugin, Framework methodology for the Application System Thinking (FAST) and Model-Driven Development (MDD) used to design CRM information systems. Identifying CRM systems in CV Jasa Teknik can stone companies in gaining customers, companies can maintain relationships both with customers and companies can retain customers. A website can help CV Jasa Teknik to introduce products, expand customer reach and manage customer orders. With the implementation of CRM, companies can manage customer relationships, expand and enhance customer interaction, improve measurement and analysis of campaign performance, improve operational efficiency, better data accessibility, and more in-depth analysis. Building effective communication channels can help companies deliver services to customers, improve customer comfort, and increase customer confidence. Abstrak. CV Jasa Teknik adalah perusahaan yang memproduksi alat uji material untuk pengujian beton, semen, tanah, dan aspal. CV Jaya Teknik dalam penjualan dan promosi masih mengandalkan penyebaran brosur dan buku company profile ke berbagai konsultan dan supplier. Pengolahan dan pencatatan data penjualan serta pelanggan di CV Jasa Teknik masih belum terkomputerisasi dan masih dilakukan secara manual. CV Jasa Teknik belum memiliki sistem kerja untuk menangani keluhan, saran, atau kritik pelanggan. Penggunaan CRM dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan dengan membantu menarik pelanggan baru, meningkatkan hubungan pelanggan, mengidentifikasi tren penjualan, segmen pelanggan, dan merespons dengan cepat kebutuhan pelanggan yang berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang Sistem CRM Pada CV Jasa Teknik yang dapat dipergunakan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pengenalan produk CV Jasa Teknik. Perancangan CRM pada CV Jasa Teknik menggunakan pendekatan fase CRM yaitu, acquisition, Enhance, dan retention dengan membangun sistem berdasarkan Operasional CRM. Sistem informasi ini dirancang menggunakan Wordpress dengan plugin WooCommerce, plugin Elementor, dan plugin HubSpot, metodologi Framework for the Application System Thinking (FAST) dan Model-Driven Development (MDD) digunakan untuk merancang sistem informasi CRM. Identifikasi sistem CRM di CV Jasa Teknik dapat membatu perusahaan dalam mendapatkan pelanggan, Perusahaan dapat memelihara hubungan baik dengan pelanggan dan Perusahaan dapat mempertahankan pelanggan. Website dapat membantu CV Jasa Teknik untuk memperkenalkan produk, memperluas jangkauan pelanggan dan mengelola order pelanggan. Dengan penerapan CRM perusahaan dapat mengelola hubungan pelanggan, memperluas dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan, meningkatkan pengukuran serta analisis kinerja kampanye, efisiensi operasional dapat ditingkatkan, aksesibilitas data yang lebih baik, dan analisis yang lebih mendalam. Membangun saluran komunikasi yang efektif dapat membantu perusahaan dalam memberikan layanan kepada pelanggan, meningkatkan kenyamanan pelanggan, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Eliminasi Produk Cacat dengan Pendekatan Six Sigma pada Aliran Produksi Buku 10070215009, Liya Adriyani Hatlessy; Muhammad, Chaznin R; Amaranti, Reni
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.12014

Abstract

Abstract. PT.Thursinah Mediana Utama, a company in the field of publishing and printing student textbooks, faces issues related to defects. The research identifies four types of defects: dirty books, wrinkled book pages, tears, and uneven coloring. The study aims to eliminate these defects, ensuring they do not reoccur and thereby improving production outcomes. The Six Sigma methodology, employing the DMAIC framework (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), is used in this process. The Define stage focuses on identifying issues through the creation of an Operational Process Chart (OPC) and a SIPOC diagram. In the Measure stage, defect levels are quantified by calculating the Defects Per Million Opportunities (DPMO). The Analyze stage utilizes a fishbone diagram to understand the causes and effects of defects. Improvements are implemented in the Improve stage to eliminate root causes of defects. Finally, the Control stage ensures ongoing performance control to prevent the recurrence of defects. The calculated DPMO value of 22,377 indicates a need for improvement, which is addressed through an analysis based on the fishbone diagram. Abstrak. PT.Thursinah Mediana Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri penerbitan dan percetakan buku ajar siswa, perusahaan ini memiliki permasalahan yaitu mgenai kecacatan, terdapat 4 jenis kecacatan dalam penelitian ini ditemukan kecacatan berupa buku kotor, kertas buku berkeriput, sobek, dan warna tidak merata. Penelitian ini dilakuakan untuk menghilangakan kecacatan agar kecacatan tidak muncul lagi dan dapat meningkatkan hasil produksi. Penggunaan metode six sigma dengan konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap define digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi dengan membuat OPC dan diagram SIPOC, selanjutnya ditahap measure digunakan untuk mengetahui tingkat kecacatan yang ada dengan menghitung DPMO. Tahap analyze digunakan untuk mengetahui sebab dan akibat dari kecaatan itu terjadi dengan menggunakan diagram fishbone. Tahap Improve digunakan untuk dan menghilangkan penyebab dari defect. Ditahap terakhir yaitu tahap Control digunakan untuk mengontrol kinerja agar kecacatan tidak muncul lagi. Nilai kecacatan dari perhitungan DPMO didapat nilai 22,377 maka dilakukan perbaikan dengan analisis dari fishbone.
Perencanaan Jadwal Induk Produksi menggunakan Time Fences untuk Mereduksi Keterlambatan Pemenuhan Pesanan pada PT. Sanjaya Tekhnik 10070219105, Muhammad Reza Rizqi Muttaqin; Nita P.A Hidayat; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.12061

Abstract

Abstract. PT Sanjaya Tekhnik is a private company engaged in the manufacture of industrial parts and machinery. The market response strategies implemented by PT Sanjaya Tekhnik are make to order (MTO) and engineering to order (ETO). This research focuses on one type of order, namely the repeat order type. The repeat order type is an order from the make to order (MTO) strategy, namely boiler and steam turbine engine spare parts products. The results of observations at the moment PT Sanjaya Tekhnik is experiencing delays in fulfilling repeat orders. Delays in product delivery are caused because the company often gets additional orders for repeat order types with a shorter duedate than the previous order. The company always accepts additional orders without seeing the available capacity. The effect received by PT Sanjaya Tekhnik from delays in order fulfillment is often getting complaints from customers, causing PT Sanjaya Tekhnik to get a penalty cost of 15%. Therefore, this study aims to reduce delays in order fulfillment by planning and controlling production for repeat order types. The improvement effort made is to create a production master schedule with the time fences method in order to control the production schedule and have a basis for decision making regarding order acceptance and rejection. The results obtained from this research are production scheduling with project available balance (PAB) and available to promise (ATP) values, order acceptance and rejection referring to the time fences zone. Abstrak. PT.Sanjaya Tekhnik merupakan perusahaan swasta yang bergerak pada bidang pembuatan suku cadang dan permesinan industri. Strategi merespon pasar yang diterapkan PT. Sanjaya Tekhnik yaitu make to order (MTO) dan engineering to order (ETO). Penelitian ini berfokus pada salah satu jenis pesanan yaitu jenis pesanan repeat. Jenis pesanan repeat adalah pesanan dari strategi make to order (MTO) yaitu produk suku cadang mesin boiler dan steam turbine. Hasil observasi pada saat ini PT. Sanjaya Tekhnik mengalami keterlambatan dalam pemenuhan pesanan jenis repeat. Keterlambatan pengiriman produk disebabkan karena perusahaan seringkali mendapatkan pesanan tambahan untuk jenis pesanan repeat dengan duedate yang lebih singkat dari pesanan sebelumnya. Perusahaan selalu menerima pesanan tambahan tanpa melihat kapasitas yang tersedia. Pengaruh yang diterima oleh PT. Sanjaya Tekhnik dari keterlambatan pemenuhan pesanan yaitu sering mendapatkan complain dari pelanggan sehingga menyebabkan PT. Sanjaya Tekhnik mendapatkan penalty cost sebesar 15%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mereduksi keterlambatan pemenuhan pesanan dengan melakukan perencanaan dan pengendalian produksi untuk jenis pesanan repeat. Upaya perbaikan yang dilakukan adalah membuat jadwal induk produksi dengan metode time fences agar dapat mengontrol jadwal produksi serta memiliki landasan pengambilan keputusan terkait penerimaan dan penolakan pesanan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penjadwalan produksi dengan nilai project available balance (PAB) dan available to promise (ATP), peneriman dan penolakan pesanan yang merujuk pada zona time fences.
Rancangan Perbaikan Lingkungan Kerja yang Ergonomis menggunakan Software Dialux dan Computational Fluid Dynamic 10070219063, Shofa Putri Reida; Yanti Sri Rejeki; Anis Septiani
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.12154

Abstract

Abstract. A good work environment is if the work environment is healthy, comfortable, safe and enjoyable for employees so that it can improve performance. CV. Tasifa Jaya is an MSME that operates in the production of processed meat foods, namely meatballs. The current physical working environment is hot with the highest air temperature reaching 34 ℃, the sound is noisy with the highest noise being 89.18 dB, the working environment is dirty and not neatly arranged. The impact of the work environment results in workers feeling uncomfortable, a decrease in the amount of production, and there are stale products due to excessive heat. Therefore, this research aims to measure and classify the risk level of physical work environment factors and design improvements to a safe and comfortable work environment. This study uses a quantitative method with an interval measurement scale. Based on these objectives, identification was carried out using ergonomic checkpoints and measurements of the physical work environment using a 4 in 1 environment meter. Improved natural lighting design based on SNI 03-2396-2001, artificial lighting design using Lumen Method, temperature improvement design using computational fluid dynamic method, noise improvement design using Noise Exposure Limit method. The results of problem identification using ergonomic checkpoints and the calculation of the average physical work environment shows that lighting, temperature and noise are at risky and uncomfortable levels. The design was carried out by adding rooflights, lights, turbine ventilators, providing earplugs and good use of the work area. Creating a warm and comfortable work environment by reducing lighting intensity, temperature and noise, as well as improving the layout of the place. Abstrak. ingkungan kerja yang baik apabila lingkungan kerja tersebut sehat, nyaman, aman dan menyenangkan bagi karyawan sehingga dapat meningkatkan kinerja. CV. Tasifa Jaya merupakan UMKM yang bergerak dibidang produksi makanan olahan daging, yaitu bakso. Kondisi lingkungan fisik kerja saat ini panas dengan suhu udara tertinggi mencapai 34 , suara yang bising dengan kebisingan tertinggi sebesar 89,18 dB, lingkungan kerja yang kotor dan tidak tertata rapi. Dampak lingkungan kerja tersebut mengakibatkan pekerja merasa tidak nyaman, terjadinya penurunan jumlah produksi, dan terdapat produk basi akibat panas berlebih tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengklasifikasikan tingkat risiko faktor-faktor lingkungan fisik kerja dan melakukan rancangan perbaikan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan skala pengukuran interval. Berdasarkan tujuan tersebut dilakukan identifikasi evaluasi eronomi menggunakan ergonomic checkpoints dan pengukuran lingkungan kerja fisik menggunakan alat 4 in 1 environment meter. Perbaikan perancangan pencahayaan alami berdasarkan SNI 03-2396-2001, perancangan pencahayaan buatan menggunakan Metode Lumen, perancangan perbaikan temperatur menggunakan metode computational fluid dynamic, perancangan perbaikan kebisingan menggunakan metode Noise Exposure Limit. Hasil identifikasi permasalahan menggunakan ergonomic checkpoints dan perhitungan rata-rata lingkungan kerja fisik, menunjukkan pencahayaan, temperatur, dan kebisingan berada di tingkat beresiko dan tidak nyaman. Rancangan yang dilakukan dengan penambahan rooflight, lampu, turbin ventilator, pemberian earplug dan pemanfaatan area kerja yang baik. Menghasilkan lingkungan kerja yang hangat dan nyaman dengan menurunkan intensitas pencahayaan, temperatur dan kebisingan, juga perbaikan tata letak tempat tersebut.