cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Implementasi Kampanye Politik sebagai Elektabilitas Pemilihan Kepala Desa Fia Khoerunnisa; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12948

Abstract

Abstract. A campaign is an activity carried out by a person or political group to promote and convey their goals to the public and attract their attention to gain support. In a political campaign, communication must be two-way, there is reciprocity from the communicator and it reaches the communicant. This researcher identified the following: 1) How is the political campaign process in increasing the electability of the Margajaya Village Head? 2) How is the intensity of the political campaign carried out by the Head of Margajaya Village? 3) What are the factors that support and hinder the success of the campaign carried out by the Head of Margajaya Village? 4) Why did the Head of Margajaya Village use a political campaign using the Anjangsana method? The theory used in this research is Diffusion of Innovation which has 4 campaign stage processes, namely: Information, Persuasion, Reason and Confirmation. Which is used during the campaign process of the Margajaya Village Head, which will be studied in this study to determine the effectiveness of the campaign carried out by the Margajaya Village Head. The method used in this research is a qualitative case study method. The data collection techniques used in this research are observation, in-depth interviews, and documentation. As a result of this research, the Head of Margajaya Village achieved his election by maintaining relationships with the people of Margajaya Village. In addition, conducting a personal campaign or using the Anjangsana method to the people of Margajaya Village to maintain the relationship with the village community. Political campaigns carried out by the Village Head personally to the community can find out directly the aspirations and complaints that are being faced. The Village Head can also deliver his campaign messages more openly and effectively. With this Anjangsana method campaign, the Village Head can achieve high electability during the Village Head election. Abstrak. Kampanye yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok politik untuk mempromosikan dan menyampaikan tujuan mereka kepada masyarakat dan menarik perhatian mereka untuk mendapatkan dukungan. Dalam kampanye politik komunikasi yang dilakukan harus dua arah, adanya timbal balik dari komunikator dan sampainya kepada komunikan. Peneliti ini di indentifikasikan sebagai berikut: 1) Bagaimana proses kampanye politik dalam meningkatkan elektabilitas Kepala Desa Margajaya? 2) Bagaimana intensitas kampanye politik yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya? 3) Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan kampanye yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya? 4) Mengapa Kepala Desa Margajaya menggunakan kampanye politik dengan metode Anjangsana?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Difusi Inovasi yang memiliki 4 proses tahapan kampanye yaitu: Informasi, Persuasi, Alasan dan Konfirmasi. Yang digunakan selama proses kampanye Kepala Desa Margajaya, yang akan dikaji pada penelitian ini untuk mengetahui keefektifan kampanye yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, Kepala Desa Margajaya dalam meraih keterpilihanya dengan cara menjaga relasi dengan masyarakat Desa Margajaya. Selain itu, melakukan kampanye secara personal atau menggunkan metode Anjangsana kepada masyarakat Desa Margajaya untuk menjaga tali silaturahim dengan masyarakat Desa. Kampanye politik yang dilakukan oleh Kepala Desa secara personal kepada masyarakat dapat mengetahui secara langsung aspirasi dan keluhan yang sedang dihadapi. Kepala Desa juga dapat menyampaikan pesan-pesan kampanyenya lebih terbuka dan efektif. Dengan kampanye metode Anjangsana ini Kepala Desa dapat meraih elektabilitas yang tinggi pada saat pemilihan Kepala Desa.
Makna Kepercayaan dalam Keluarga Ghedi Hatori Ismail; Rachmawati, Indri
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12972

Abstract

Abstract. Film is a medium that is widely used for education, information and entertainment. Many films highlight stories or issues around us, even stories or problems within a family. The theme of family in the film itself has a place in the hearts of the audience because it feels strongly represented by what the film addresses, as evidenced by the high level of audience interest when the film begins. Some of the films with family themes that are widely watched are the films Kite Putus. This family drama film shows the problems faced by a family that starts out harmonious but becomes a lot of problems. Lack of communication and mutual understanding between people is the trigger for problems in this film. The purpose of this research is to find out the meaning of family communication in the film Kite Putus based on the denotation, connotation and myths contained in it. The method used in this research is a qualitative research method using Roland Barthes' semiotic analysis model which analyzes in two stages, namely the denotation and connotation stages. Data collection methods use observation, documentation and literature study. Data analysis techniques by reducing data, drawing conclusions, and collecting data. After being interpreted in depth, the results of this research were obtained, namely that there was an affair conflict between an employee and his work superior. As a family, all family members must understand each other and not force their will to avoid conflict which will result in disappointment and regret in the future. Abstrak. Film menjadi media yang banyak digunakan untuk media pendidikan, informasi, dan hiburan. Banyak film yang mengangkat kisah atau isu yang ada di sekitar kita, bahkan kisah atau permasalahan didalam sebuah keluarga. Pengangkatan tema keluarga dalam film sendiri memiliki tempat di hati para penonton karena dirasa sangat terwakili denga apa yang diangkat oleh film, terbukti dengan tingginya animo penonton saat penanyangan film tersebut dimulai. Beberapa film yang bertema keluarga yang ramai ditonton adalah film Layangan Putus. Film drama keluarga ini menampilkan persoalan yang dihadapai oleh keluarga yang berawal harmonis namun menjadi banyak masalah. Kurangnya komunikasi dan juga saling pengertian diantara sesama menjadi pemicu munculnya masalah dalam film ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna komunikasi keluarga dalam film Layangan Putus berdasarkan denotasi, konotasi, dan mitos yang ada didalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika model Roland Barthes yang menganalisis secara dua tahap, yaitu dengan tahap denotasi dan konotasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan mereduksi data, mengambil kesimpulan, dan pengumpulan data. Setelah dimaknai secara mendalam maka didapatkan hasil penelitan ini yaitu adanya sebuah konflik perselingkuhan antara pegawai dengan atasan kerjanya. Sebagai keluarga semua anggota keluarga harus saling mengerti satu sama lain dan tidak memaksakan kehendaknya untuk menghindari konflik yang akan berakibat kekecewaan dan rasa penyesalan di kemudian hari.
Makna Pengalaman Interaksi Komunikasi Lintas Budaya pada Pengajar Indonesia dan Murid Internasional The Independent Swimming School Nida Aulia Isnaini Azhar; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13013

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the phenomenon of Indonesian teachers experiencing cross-cultural communication with international students. The aim of this research is to understand the experiences of cross-cultural communication interactions experienced by Indonesian teachers with international students, as well as to identify the benefits and obstacles that arise in this process. The data in this research was obtained through in-depth interviews with research subjects, namely five people consisting of one teacher from Indonesia and four students from Ukraine, Italy, Hong Kong and Switzerland. This research method uses qualitative with a phenomenological study approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. In data analysis, researchers used three technical patterns of data analysis according to Miles and Huberman, namely Data Reduction, Data Presentation, and Drawing conclusions. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated as follows: (1) What are the motives of Indonesian teachers and international students at The Independent Swimming School? (2) How does the experience of interaction in cross-cultural communication affect the lives of Indonesian teachers and international students at The Independent Swimming School? (3) What is the meaning of interaction in cross-cultural communication for Indonesian teachers and international students at The Independent Swimming School? The research results show that the main motives underlying teaching include a focus on cultural interaction, increasing self-confidence, and quality teaching systems. Cross-cultural communication interactions are influenced by environmental conditions, language skills, and understanding of culture, providing a more meaningful experience for Indonesian teachers in dealing with international students at The Independent Swimming School. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya fenomena mengenai pengajar Indonesia yang mengalami komunikasi lintas budaya dengan murid Internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman interaksi komunikasi lintas budaya yang dialami oleh pengajar Indonesia dengan murid internasional, serta untuk mengidentifikasi manfaat dan hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan subjek penelitian, yaitu lima orang yang terdiri dari satu pengajar asal Indonesia dan empat orang murid dari negara Ukraina, Italy, Hongkong, dan Swiss. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi Fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam analisis data peneliti menggunakan tiga pola teknis analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu Reduksi Data, Penyajian Data, dan Menarik kesimpulan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apa motif pengajar Indonesia dan murid Internasional The Independent Swimming School? (2) Bagaimana pengalaman interaksi dalam komunikasi lintas budaya terhadap kehidupan pengajar Indonesia dan murid Internasional The Independent Swimming School?(3) Bagaimana makna interaksi dalam komunikasi lintas budaya terhadap pengajar Indonesia dan murid Internasional The Independent Swimming School?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama yang mendasari pengajaran meliputi fokus pada interaksi budaya, peningkatan percaya diri, dan sistem pengajaran berkualitas. Interaksi komunikasi lintas budaya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, kemampuan bahasa, dan pemahaman terhadap budaya memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengajar Indonesia dalam menghadapi murid internasional di The Independent Swimming School.
Pengaruh Electronic Word of Mouth terhadap Minat Beli Produk Wardah Beauty Alisya Sakinah; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13021

Abstract

Abstract. This research aims to determine the influence of Electronic Word of Mouth (EWOM) on purchasing interest for Wardah Beauty products. This research was conducted using quantitative methods and a descriptive approach in a positive paradigm. Research participants were those who commented on the last three uploads on Amanda Rawles's Instagram (@amandarawles) in 2023 which were obtained through the use of questionnaires as a data collection technique. Data analysis uses descriptive analysis techniques and Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The methodology used is a quantitative research approach, with a sample size of 89 people. This research examines the influence of Electronic Word of Mouth (EWOM) on consumer buying interest. The results of this research show that the role of brand ambassador can strengthen the influence of EWOM in increasing interest in purchasing cosmetic products, with a special focus on Wardah Beauty products. The implications of these findings indicate that cosmetics companies can utilize EWOM more effectively in increasing purchasing interest, especially through social media platforms. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Electronic Word of Mouth (EWOM) terhadap minat beli produk Wardah Beauty. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif dalam paradigma positivistik. Partisipan penelitian adalah yang berkomentar pada tiga unggahan terakhir di Instagram Amanda Rawles (@amandarawles) pada tahun 2023 yang diperoleh melalui penggunaan kuisioner sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif serta Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Metodologi yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kuantitatif, dengan jumlah sampel 89 orang. Penelitian ini mengkaji pengaruh Electronic Word of Mouth (EWOM) terhadap minat beli konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran brand ambassador dapat memperkuat pengaruh EWOM dalam meningkatkan minat beli produk kosmetik, dengan fokus khusus pada produk Wardah Beauty. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan kosmetik dapat memanfaatkan EWOM secara lebih efektif dalam meningkatkan minat beli, khususnya melalui platform media sosial.
Komunikasi Pendidikan melalui Transaksi Nilai Keagamaan Islam pada Program Pembiasaan Pagi di SMA Khansa Sajidah Dean; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13026

Abstract

Abstract. Among the number of high school level schools in West Java Province, there are many private and public high schools that try to attract students by combining general and religious education, such as Islamic Integrated High Schools. This has the aim that students (students) after completing their education level, will have plus values ​​that can be applie. Based on the descriptions that have been submitted, the author is interested in conducting deeper research which is written in the form of a thesis using a qualitative approach, with the title: Communication of Education on Insternalization of Islamic Religious Values Through “The Morning Formation” Pragram at Senior high school. The aim of this research is to find out: transformation, internalization and transinternalization in the internalization of Islamic religious values ​​through the “morning habituation” program at Senior high school. This research uses a quantitative method, because in conducting in-depth interviews, the questions are indicators of theories regarding the stages in the internalization process which are taken from opinions/theories. The theory used in this research is the internalization process which consists of value transformation, value transactions, and transinternationalization. The subjects were research by school principals, teachers who were directly involved in internalization activities, students and parents. Data collection techniques through interviews, observation and documentation studies. Abstrak. Di antara jumlah sekolah setingkat SMA di Propinsi Jawa Barat, banyak SMA swasta dan negeri yang berupaya menarik minat peserta didik (siswa) dengan menggabungkan pendidikan umum dan agama, seperti SMA Terpadu Islam. Hal ini memiliki tujuan bahwa peserta didik (siswa) setelah nanti menyelesaikan jenjang pendidikan, akan memiliki nilai plus yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosial dan juga tahap pendidikan lanjutan. Berdasarkan uraian-uraian yang telah disampaikan, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian lebih dalam yang tuangkan dalam bentuk skripsi melalui pendekatan kualitatif, dengan judul: Komunikasi Pendidikan melalui Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan Islam Melalui Program “Pembiasaan Pagi” di SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: transformasi, internalisasi, dan transinternalisasi dalam Internalisasi nilai-nilai keagamaan Islam melalui program “Pembiasaan Pagi” di SMA. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dikarenakan dalam melakukan wawancara mendalam, pertanyaan-pertanyaan merupakan indikator dari teori mengenai tahap-tahap dalam proses internalisasi yang diambil dari pendapat / teori. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses internalisasi yang terdiri dari transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternaisasi. Subyek / informasi penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Guru yang terlibat langsung dalam kegiatan internalisasi, Murid, dan orangtua murid. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Komunikasi Intrapersonal Ustadzah dalam Menginteralisasikan Nilai-Nilai Akhlak di Pondok Pesantren Jessica Agustina; Drajat, Mohamad Subur
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13027

Abstract

Abstract. The phenomenon of ustadzah's intrapersonal communication in internalizing moral values at Darul Arqam boarding school is generally applied in daily life at the boarding school in the field of education, which provides knowledge from one generation to the next. The function of Interpersonal communication is not just the delivery of information or messages, but has an important role in teaching and being a coach in internalizing effective moral values such as manners of speaking, manners of dressing. behave according to Islamic teachings, do not skip prayers or classes, respect each other and show polite attitudes in order to know what is meaningful or not meaningful in their lives. By developing intrapersonal communication skills, both ustadzah and santri can improve the quality of themselves, both spiritually, emotionally, personal life and academically. This not only helps in the formation of good character, but also creates a productive educational environment. By learning religious knowledge, religious values are embedded in the souls of the santri. This study aims to analyze the intrapersonal communication process of the ustadzah learning process regarding moral values. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach, namely a research approach that identifies the experiences of ustadzah in internalizing moral values in Islamic boarding schools, therefore the research questions in this study are: How is the meaning, experience, motive and awareness of Ustadzah in internalizing moral values in Islamic boarding schools. Abstrak. Fenomena komunikasi intrapersonal ustadzah dalam menginteralisasikan nilai-nilai akhlak di pondok pesantren Darul Arqam umumnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pondok pesantren dalam bidang Pendidikan, yang memberikan bekal pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi komunikasi Antarpersonal bukan sekadar penyampaian informasi atau pesan semata, tetapi memiliki peran penting dalam mengajarkan dan menjadi pembina dalam menginternalisasikan nilai akhlak yang efektif seperti adab berbicara, adab berpakaian. berprilaku sesuai ajaran islam, tidak bolos sholat maupun kelas, saling menghargai satu sama lain dan menunjukkan sikap sopan. Agar mengetahui yang bermakna atau tidak bermakna di kehidupanya. Dengan mengembangkan kemampuan komunikasi intrapersonal, baik ustadzah maupun santri dapat meningkatkan kualitas diri mereka, baik secara spiritual, emosional, kehidupan pribadi maupun akademis. Ini tidak hanya membantu dalam pembentukan karakter yang baik, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan produktif. Dengan belajar ilmu agama nilai agama tertanam dalam jiwa para santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi intrapersonal ustadzah proses belajar mengenai nilai-nilai akhlak Metode yang di gunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu sebuah pendekataan penelitian yang mengidentifikasikan pengalaman-pengalam ustadzah dalam menginternalisasikan nilai-nilai akhlak di pondok pesantren maka dari itu pertanyan penelitian dalam penelitian ini yaitu : Bagaimanai Makna, Pengalaman, Motif dan Kesadarn Ustadzah Dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Akhlak Di Pondok Pesantren.
Analisis Marketing Digital Merek Skincare Npure di Instagram Fatiha Aizza Adzra; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13054

Abstract

Abstract. Skincare NPure has many fans in Indonesia. One way for NPure to market its products is through the digital platform Instagram. NPure uses the reels service to sell its products. One of their Instagram upload is titled "Grebek Skincare" which describes the benefits of each NPure product. Unfortunately, this content was not very successful due to public lack of trust in NPure products. The purpose of this research is to find out how NPure did digital marketing, to find out the impact of digital marketing, and to find out how to increase NPure's digital marketing. This research is a qualitative research using case study method. The subject of this study is the members of the NPure community called Pure Mates who hold a position in the form of a content creator or KOL (Leader of Opinion). Based on the results of the digital marketing analysis of the Npure skincare brand, it is found that Npure uses and maximizes Instagram features to promote and educate consumers, includes consumers with activities organized by Npure and collaborates with communities that have the same mission as Npure. Npure also posts its content to TikTok to expand its reach and optimize the use of social media. Npure also conducts research before creating content according to audience preferences and tailors followers' interests in order to create interesting and relevant content. This has proven to be effective in increasing public trust in Npure's products. Abstrak. Skincare NPure memiliki banyak peminat di Indonesia. Salah satu cara NPure untuk memasarkan produknya adalah menggunakan platform digital Instagram. NPure menggunakan fitur reels untuk memasarkan produknya. Salah satu unggahan instagramnya yang berjudul “Grebek Skincare” yang menjelaskan manfaat dari tiap produk NPure. Sayangnya konten tersebut kurang berhasil karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap produk NPure. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui cara yang sudah dilakukan NPure dalam marketing digital, mengetahui dampak digital marketing dan mengetahui cara memaksimalkan digital marketing NPure. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini yaitu anggota komunitas NPure yang bernama Pure Mates yang memiliki jabatan berupa content creator atau KOL (Key Opinion Leader). Berdasarkan dari hasil penelitian analisis marketing digital merek skincare Npure ditemukan bahwa, Npure memakai dan memaksimalkan fitur-fitur Instagram untuk mempromosikan dan mengedukasi konsumen, menyertakan konsumen dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Npure serta bekerjasama dengan komunitas yang memiliki misi yang sama dengan Npure. Npure pun memposting kontennya ke TikTok untuk memperluas jangkauan dan mengoptimalkan penggunaan media sosial. Npure juga melakukan riset sebelum membuat konten sesuai dengan preferensi audiens dan menyesuaikan minat followers agar dapat menciptakan konten yang menarik dan relevan. Hal ini terbukti efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk Npure.
Pola Komunikasi Terapis dalam Menggunakan Metode ABA (Applied Behavior Analysis) di Yayasan Our Dream Indonesia Misbach Hussudur; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13070

Abstract

Abstract. Communication patterns are a form or series of processes of sending information from communicator to communicant. Meanwhile, autism is a disorder or abnormality that attacks brain and nerve function. This allows sufferers to experience shortcomings and limitations in various ways, one of which is the process of communicating and interacting with the surrounding environment. Communication patterns can be said to be a method that can be used by therapists in the process of providing therapy and learning, so that the information provided can be received well and run effectively. This research aims to find out how therapist communication patterns use the Applied Behavior Analysis (ABA) method that occurs at the Our Dream Indonesia foundation. The type of research carried out was qualitative with a case study method. The data collection stages carried out by the researcher used an interview process, observation, and were also assisted by additional data obtained by the author such as files, journals and others. After that, the results of the conversation analyzed by the researcher were processed to the stage of drawing conclusions. The sources interviewed in this research were three senior therapists and one psychologist at the Our Dream Indonesia foundation. The results of the research show that the communication pattern used by the therapist is a primary communication pattern which is demonstrated by the use of verbal and non-verbal. Apart from that, in the process of communication and interaction there are of course supporting factors such as the child's condition, the child's mood, and also the closeness that exists between the therapist and the autistic child. Barriers from internal and external factors also influence the communication process between therapists and autistic children. Abstrak. Pola komunikasi merupakan sebuah bentuk atau rangkaian proses pengiriman informasi dari komunikator ke komunikan. Sementara, autisme merupakan sebuah gangguan atau kelainan yang menyerang pada fungsi otak dan saraf. Hal ini memungkinkan pengidap mengalami kekurangan dan keterbatasan dalam berbagai hal, salah satunya adalah proses komunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pola komunikasi bisa dikatakan sebagai sebuah cara yang bisa digunakan oleh terapis dalam proses pemberian terapi dan pembelajaran, agar informasi yang diberikan dapat diterima dengan baik dan berjalan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi terapis dalam menggunakan metode Applied Behavior Analysis (ABA) yang terjadi di yayasan Our Dream Indonesia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan proses wawancara, observasi, dan juga dibantu oleh data tambahan yang didapat oleh penulis seperti berkas, jurnal dan lainnya. Setelah itu, hasil pembicaraan yang dianalisis oleh peneliti diolah hingga pada tahap penarikan kesimpulan. Narasumber yang diwawancarai pada penelitian ini yaitu sebanyak tiga orang terapis senior dan satu orang psikolog di yayasan Our Dream Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan Pola komunikasi yang digunakan oleh terapis adalah pola komunikasi primer yang ditunjukan dengan penggunaan bahasa verbal dan nonverbal. faktor pendukung seperti kondisi anak,mood anak, dan juga kedekatan yang terjalin antara terapis dan anak autis. Hambatan dari faktor internal dan eksternal juga mempengaruhi proses berkomunikasi antara terapis dan anak autis.
Dramaturgi Influencer: Studi Panggung Belakang Micro Influencer Bandung Nataya Ilmi; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13074

Abstract

Abstract. Known as a metropolitan city with lot of places and activites that can be explored, Bandung has bring out many influencers on social media. Large number of influencers on social media have created rivality between them, especially nowadays influencer considered as promising profession. Micro lifestyle influencer is an influencer who has quite high trust and closeness that shows daily life. As influencer, self presentation is one of the most important thing to show and build desired self image, maintain their self existence, also face the rivality between another influencers. By Instagram, influencer can do their self presentation in attractive way by uploading photos and videos. The purpose of this research is to find out management of the back stage of a lifestyle influencer in Bandung on Instagram uses qualitative method with dramaturgy approach. The result of this research shows that back stage management when she does her daily life without the status as influencer. This research result also finds out middle stage as preparation when creating content that will be uploaded to Instagram which is also continuously with her back stage. Abstrak. Dikenal sebagai kota metropolitan dengan segudang tempat dan kegiatan yang bisa dieksplorasi, Kota Bandung melahirkan banyak pemengaruh di media sosial. Banyaknya pemengaruh di media sosial menimbulkan persaingan di antara mereka, terlebih lagi pemengaruh kini dianggap sebagai profesi yang cukup menjanjikan. Pemengaruh gaya hidup mikro merupakan pemengaruh yang memiliki tingkat kepercayaan dan kedekatan yang cukup tinggi dan kontennya yang memperlihatkan kehidupan sehari-hari. Pemengaruh tentunya memerlukan presentasi diri untuk memperlihatkan dan membangun gambaran diri yang diinginkan, menunjukkan eksistensi diri, bahkan menjadi upaya untuk menghadapi persaingan dengan pemengaruh lainnya. Melalui Instagram, pemengaruh bisa menampilkan presentasi dirinya semenarik mungkin dengan unggahan foto maupun video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan panggung belakang pemengaruh gaya hidup Kota Bandung di Instagram menggunakan metode kualitatif dan pendekatan dramaturgi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengelolaan panggung belakang ketika dirinya menjalani kehidupan sehari-harinya tanpa statusnya sebagai pemengaruh. Hasil penelitian juga menemukan adanya panggung tengah sebagai persiapan ketika membuat konten yang akan diunggahnya di Instagram yang juga berkesinambungan dengan panggung belakangnya.
Hubungan Pola Komunikasi Klinik Pratama dengan Kualitas Pelayanan terhadap Pasien di Klinik Pratama Fatmah Al-Hulaibi; Moc. Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13138

Abstract

Abstract. Health issues and challenges in Indonesia are still a serious concern for the government. With the increasing standard of living in Indonesian society in general, awareness of the importance of health is still relatively low. In this case, health services should not only contain healing services but also include preventive services to improve the quality of life and provide satisfaction for consumers as recipients of health services. This is the background for researchers to conduct research on "The Relationship between Communication Patterns of Primary Clinics with Service Quality to Patients". The purpose of this study is to determine whether there is a relationship between communication patterns at Pratama Clinic and the quality of service to patients. The theoretical basis in this study is the theory of communication patterns and the theory of service quality. This method uses quantitative methods with a correlational approach. This method is used to explain the relationship between variable X (communication patterns) and variable Y (service quality). This research was conducted at Klinik Pratama Polrestabes Bandung, the object to be studied is the communication patterns that occur at the Pratama Bandung clinic. Data collection was done by using questionnaires and interviews. The result of this study is that there is a significant relationship with a correlation value of 0.754 between communication patterns and service quality. Abstrak. Masalah dan tantangan kesehatan di Indonesia saat ini masih menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Dengan meningkatnya taraf hidup di masyarakat Indonesia secara umum, kesadaran akan pentingnya kesehatan masih terbilang rendah. Dalam hal ini, pelayanan kesehatan seharusnya tidak hanya berisi pelayanan yang bersifat penyembuhan tetapi juga mencakup pelayanan yang bersifat pencegahan untuk meningkatkan kualitas hidup serta memberikan kepuasan bagi konsumen selaku penerima jasa kesehatan. Hal inilah yang melatar belakangi peneliti melakukan penelitian mengenai “Hubungan Pola Komunikasi Klinik Pratama dengan Kualitas Pelayanan terhadap Pasien”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat Hubungan Pola Komunikasi di Klinik Pratama dengan Kualitas Pelayanan terhadap Pasien. Yang menjadi landasan teori dalam penelitian ini adalah teori pola komunikasi dan teori kualitas pelayanan. Metode ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Metode ini digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara variabel X (pola komunikasi) dan variabel Y (kualitas pelayanan). Penelitian ini dilakukan di Klinik Pratama Polrestabes Bandung, objek yang akan diteliti yaitu pola komunikasi yang terjadi di klinik Pratama Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai korelasi 0,754 antara pola komunikasi dengan kualitas pelayanan.