cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Manajemen Organisasi dalam Proses Rekrutmen Anggota Baru Organisasi Mahasiswa pada Era New Normal Alviana Nurul Hakim; Arba’iyah Satriani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13290

Abstract

Abstract. Discussions about organizations always involve regeneration, cadre formation and recruitment which are related to students' interest in joining the organization. One of the student organizations at Bandung Islamic University, namely the Unisba Student Protocol Corps, requires a successor for each generation. However, concerns arose when there was a crisis in student interest in organizing on campus. In dealing with this phenomenon, an organizational management strategy is needed which is implemented by KPM. This research aims to understand organizational communication practices in KPM Unisba's organizational management strategy in dealing with the crisis of student interest in organizing and maintaining its existence as a student organization. This research uses a qualitative research method with a case study approach, in accordance with the constructivism paradigm. The theory underlying the research involves organizational communication strategy and organizational management strategy. This research is considered important as a reference for other organizations facing similar phenomena, with the hope of providing valuable guidance in maintaining organizational sustainability amidst challenges. The results of this research reveal that in facing the challenges and dynamics of change in the new normal era, KPM Unisba focuses on adaptive and effective organizational communication practices in carrying out new member recruitment systems, flexible but structured bureaucratic processes, strategies for maintaining the existence of the organization, and organizational management that adaptive, innovative and efficient. Abstrak. Pembahasan tentang organisasi selalu melibatkan regenerasi, kaderisasi, dan rekrutmen yang terkait dengan minat mahasiswa untuk bergabung dengan organisasi tersebut. Salah satu organisasi mahasiswa di Universitas Islam Bandung, yaitu Korps Protokoler Mahasiswa Unisba, mengharuskan adanya penerus setiap generasinya. Namun, kekhawatiran muncul saat terjadi fenomena krisis minat mahasiswa berorganisasii kampus. Dalam menghadapi fenomena ini, diperlukan suatutrategi manajemen organisasi yang diterapkan oleh KPM. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik komunikasi organisasi pada strategi manajemen organisasi KPM Unisba dalam menghadapi krisis minat mahasiswa dalam berorganisasi dan menjaga eksistensi sebagai organisasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sesuai dengan paradigma konstruktivisme. Teori yang mendasari penelitian melibatkan strategi komunikasi organisasi dan strategi manajemen organisasi. Penelitian ini dianggap penting sebagai referensi bagi organisasi lain yang menghadapi fenomena serupa, dengan harapan dapat memberikan panduan yang berharga dalam menjaga keberlanjutan organisasi di tengah tantangan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam menghadapi tantangan dan dinamika perubahan di era new normal, KPM Unisba berfokus pada praktik komunikasi organisasi yang adaptif dan efektif dalam menjalankan sistem rekrutmen anggota baru, proses birokrasi yang fleksibel namun terstruktur, strategi mempertahankan eksistensi organisasi, dan manajemen organisasi yang adaptif, inovatif, serta efisien.
Proses Konsultasi Kesehatan dengan Aplikasi Halodoc Vindiyani; Yuningsih, Ani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13302

Abstract

Abstract. Consultation can be defined as the process of providing assistance to someone by experts and meeting qualification standards in a particular area to find out about themselves, solve problems, make decisions, and provide advice on the diagnosis that has been made. consultation is something that is educational, inclusive, and consultation is an interactive and ongoing process so that action and diagnosis results, consultation also results in action and results. Therefore, the researcher will describe the process of online health consultation through the Halodoc application with dermatologists and patients who have done the consultation process before, and what obstacles occur during the consultation. Halodoc was founded in Jakarta in 2016 by Jonathan Sudharta and is a company engaged in the health technology sector. With the aim of Halodoc itself is to facilitate access to health for all users, or commonly referred to as simplifying healthcare in accordance with the company's vision, and become a health application that is ranked first in use by the Indonesian people. The theory used in this research is Interpretivism Theory. The research methodology used is using qualitative methodology with a case study research approach, data collection through in-depth interviews with dermatologists and Halodoc user patients. From the results of this study, it is found that the steps of consultation, communication interaction, barriers, and using an interpersonal approach in it produce a solution to the diagnosis given by the doctor and then agreed upon by the patient. Abstrak. Konsultasi dapat diartikan sebagai proses memberikan bantuan kepada seseorang oleh yang ahli dan memenuhi standar kualifikasi pada area tertentu untuk mengetahui diri mereka, menyelesaikan masalah, membuat keputusan, dan memberikan saran atas diagnosis yang sudah dilakukan. konsultasi ialah sesuatu yang edukatif, inklusif, dan konsultasi ialah sebuah proses yang interaktif dan berjalan agar terjadinya aksi dan hasil diagnosis, konsultasi pun menghasilkan tentang aksi dan hasil. Maka dari itu peneliti akan menjabarkan proses konsultasi kesehatan online melalui aplikasi halodoc dengan Dokter Spesialis kulit dan Pasien yang sudah melakukan proses konsultasi sebelumnya, dan hambatan apa saja yang terjadi saat melakukan konsultasi. Halodoc didirikan di Jakarta pada tahun 2016 oleh Jonathan Sudharta dan merupakan perusahaan yang berkecimpung di sektor teknologi kesehatan. Dengan tujuan dari Halodoc sendiri ialah untuk memudahkan akses kesehatan bagi seluruh penggunanya, atau biasa disebut sebagai simplifying healthcare yang sesuai dengan visi perusahaannya, dan menjadi Aplikasi kesehatan yang menduduki peringkat pertma digunakan oleh masyarakat Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Teori Interpretivisme. Metodologi penelitian yang digunakan ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan dokter spesialis kulit dan pasien pengguna Halodoc. Dari hasil penelitian ini terdapat bahwa langkah-langkah konsultasi, interaksi komunikasi, hambatan, dan menggunakan pendekatan antarpersonal didalamnya menghasilkan solusi hasil diagnosis yang diberi dokter lalu disepakati oleh pasien.
Analisis Framing Budaya dalam Serial Video Game Ghost of Tsushima Muhammad Taufik Akbar; Dosen Pembimbing
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13303

Abstract

Abstract. This research analyzes the framing in the video game "Ghost of Tsushima" to explore how Japanese culture is conveyed to players. Using qualitative research methods and the framing analysis approach of William A. Gamson and Andre Modigliani, this study identifies cultural elements in each game scene. Data were analyzed using Gamson and Modigliani's condensing symbol theory, including framing devices (metaphors, catchphrases, exemplars, depiction, visual images) and reasoning devices (roots, appeals to principle, consequences). The game presents 13th century Japanese samurai culture against the backdrop of the Mongol invasion, depicting the conflict between honor and revenge and the struggle to maintain cultural identity. The results show that the game shapes players' understanding of samurai values through the metaphor of "Samurai as Ghosts," catchphrases reflecting Jin Sakai's changing identity, and exemplars of his internal conflicts. The visualization of the beautiful yet war-torn Tsushima reinforces the emotional atmosphere and complex narrative. Jin's transformation from a traditional samurai to a "ghost samurai" emphasizes the importance of adaptation in the face of challenges. Overall, "Ghost of Tsushima" successfully uses framing theory to present a rich and meaningful narrative, educating players about the values of samurai culture and deepening understanding of Japanese history and culture. Abstrak. Penelitian ini menganalisis framing dalam video game "Ghost of Tsushima" untuk mengeksplorasi bagaimana budaya Jepang disampaikan kepada pemain. Menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan analisis framing William A. Gamson dan Andre Modigliani, penelitian ini mengidentifikasi elemen budaya dalam setiap scene game. Data dianalisis menggunakan teori condensing symbol dari Gamson dan Modigliani, mencakup framing devices (metafora, catchphrases, exemplars, depiction, visual images) dan reasoning devices (roots, appeals to principle, consequences). Game ini menyajikan budaya samurai Jepang abad ke-13 dengan latar belakang invasi Mongol, menggambarkan konflik antara kehormatan dan balas dendam serta perjuangan mempertahankan identitas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game ini membentuk pemahaman pemain tentang nilai-nilai samurai melalui metafora "Samurai sebagai Hantu," catchphrases yang mencerminkan perubahan identitas Jin Sakai, dan exemplar konflik internalnya. Visualisasi Tsushima yang indah namun hancur oleh perang memperkuat atmosfer emosional dan narasi kompleks. Transformasi Jin dari samurai tradisional menjadi "samurai hantu" menekankan pentingnya adaptasi dalam menghadapi tantangan. Secara keseluruhan, "Ghost of Tsushima" berhasil menggunakan teori framing untuk menyajikan narasi yang kaya dan bermakna, mendidik pemain tentang nilai-nilai budaya samurai dan memperdalam pemahaman tentang sejarah dan budaya Jepang.
Proses Komunikasi dalam Atraksi Kaulinan Barudak Lembur di Desa Wisata Saung Ciburial Rahma Julia Rabbani Zulbana; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13351

Abstract

Abstract. Kaulinan Barudak Lembur is an important part of the traditions and culture of the Sundanese people in West Java, Indonesia. However, modernization and globalization have caused social, economic and cultural changes that require some aspects of Kaulinan Barudak Lembur to be forgotten. Moving from traditional cultural activities to modern activities, people today prefer sophisticated modern entertainment. The aim of this research is to discover the educational value and local wisdom of Kaulinan Barudak Lembur in the Saung Ciburial Tourism Village, Sukalaksana Village. Data was obtained through documentation, observation and in-depth interviews using the constructivism paradigm, qualitative methods and ethnographic communication approaches.. The study's findings indicate that the Kaulinan Barudak overtime attraction is a wealth of knowledge about the area and education. The value of teamwork, camaraderie, and sportsmanship is emphasized in the kaulinan barudak lembur attraction, a traditional game for kids in villages. Children learn virtues like respecting their friends, cooperating with others, and working as a team through these games. This game also serves to remind kids of their ancestry by highlighting the value of maintaining regional customs and culture. The game's use of natural materials also serves as a message about how important it is to preserve the environment and make responsible use of natural resources. All things considered, children's future character is shaped by the moral principles, social ethics, and cultural pride this game imparts. Abstrak. Kaulinan Barudak Lembur merupakan bagian penting dari tradisi dan budaya masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia. Namun, modernisasi dan globalisasi telah menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang mengharuskan beberapa aspek Kaulinan Barudak Lembur dilupakan. Beralih dari aktivitas budaya tradisional ke aktivitas modern, masyarakat saat ini lebih memilih hiburan modern yang canggih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan proses komunikasi yang memberikan nilai edukasi dan kearifan lokal dari Kaulinan Barudak Lembur di Desa Wisata Saung Ciburial, Desa Sukalaksana. Data diperoleh melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam menggunakan paradigma konstruktivisme, metode kualitatif, dan pendekatan etnografi komunikasi.. Atraksi kaulinan barudak lembur, atau permainan tradisional anak- anak di pedesaan, menyampaikan banyak pesan edukasi dan kearifan lokal. Anak- anak belajar tentang kerja tim, saling membantu, dan menghormati teman-teman melalui permainan ini. Selain itu, permainan ini mengingatkan anak-anak pada warisan leluhur mereka, menekankan pentingnya mempertahankan tradisi dan budaya lokal. Penggunaan bahan alami dalam permainan juga menyampaikan pesan tentang pentingnya memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak dan menjaga lingkungan. Secara keseluruhan, nilai-nilai etika, etika sosial, dan kebanggaan budaya yang ditanamkan dalam permainan ini membentuk karakter anak-anak untuk masa depan.
Komunikasi Persuasif Wedding Organizer dalam Menyelenggarakan Event Pernikahan Alfan Irham Ramadhani; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13381

Abstract

Abstract. Humans as social creatures depend on communication and language to fulfill their needs and survive, with persuasive communication being an important key, especially for wedding organizers like Megrashy Wedding Planner. In the digital era, social media is effective for building brand awareness. Megrashy Wedding Planner, with its good reputation, unique wedding concept, and artist involvement, uses Instagram and platforms like Bridestory to attract prospective brides and grooms in Bandung. This research aims to analyze the persuasive communication tactics used by wedding organizers at wedding events. To analyze the management of Instagram as a medium for promoting Wedding Organizers in organizing wedding events. To analyze testimonials as an advantage of Wedding Organizer Megrashy Wedding Planner in organizing wedding events. Using a constructivist paradigm, qualitative methods, and a case study approach, this research uses symbolic interactionism theory and triangulation techniques to verify data through observation and interviews. The research results show that Megrashy Wedding Planner is effective in using attractive visual content and personal interactions to attract clients, as well as managing Instagram with a strategy that involves trend research and the use of influencers. Client testimonials are used transparently to build reputation and trust, strengthening Megrashy's position as a trusted wedding organizer. Abstrak. Manusia sebagai makhluk sosial bergantung pada komunikasi dan bahasa untuk memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidup, dengan komunikasi persuasif menjadi kunci penting, terutama bagi wedding organizer seperti Megrashy Wedding Planner. Di era digital, media sosial efektif untuk membangun brand awareness. Megrashy Wedding Planner, dengan reputasi baik, konsep pernikahan unik, dan keterlibatan artis, menggunakan Instagram dan platform seperti Bridestory untuk menarik calon pengantin di Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis taktik komunikasi persuasif yang dilakukan wedding organizer dalam event pernikahan. Untuk menganalisis pengelolaan Instagram sebagai media untuk mempromosikan Wedding Organizer dalam menyelenggarakan event pernikahan. Untuk menganilisis testimoni menjadi sebuah keunggulan Wedding Organizer Megrashy Wedding Planner dalam menyelenggarakan event pernikahan. Dengan paradigma konstruktivis, metode kualitatif, dan pendekatan studi kasus, penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik serta teknik triangulasi untuk verifikasi data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Megrashy Wedding Planner efektif menggunakan konten visual menarik dan interaksi personal untuk menarik klien, serta mengelola Instagram dengan strategi yang melibatkan riset tren dan penggunaan influencer. Testimoni klien digunakan secara transparan untuk membangun reputasi dan kepercayaan, memperkuat posisi Megrashy sebagai wedding organizer terpercaya.
Implementasi Digital Marketing Public Relations pada UMKM Beatless Burger Jasmine Nadira Hadiawan; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13401

Abstract

Abstract. In this increasingly advanced era, business actors who want to start their business do a lot of it using social media with digital marketing adding the concept of public relations in it, where for Beatless Burger it is a Micro, Small and Medium Enterprise, which operates in the culinary sector which is established Since 2020, actors have begun to enter the digital world to expand their business markets. By implementing content marketing and social media marketing in marketing their products on Instagram social media by providing important information for their Pop Up activities. The aim of this research is also to examine analyzing the marketing content production process and social media marketing by analyzing the obstacles andreasons for choosing Instagram. The theory used in preparing this thesis uses social construction theory explained by Peter L Berger and Thomas Luckman. This research uses qualitative methodology with a case study research approach, data collection through participant observation, in- depth interviews.The results of this research are that Beatless Burger successfully implemented Digital Marketing Public Relations onInstagram despite the obstacles and efforts as well as the reasons for choosing the Instagram platform to easily disseminate information. Abstrak. Pada perkembangan zaman yang sudah semakin maju ini pelaku usaha yang akan memulai bisnis nya ini banyak melakukandengan media sosial dengan digital marketing menambahkan konsep public relations di dalamnya yang dimana untuk Beatless Burger merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah , yang bergerak di bidang kuliner yang berdiri sejak 2020, pelaku mulai memasuki dunia digital untuk memperluas pasar usahanya Dengan melakukan implementasi konten marketing dan sosial media marketing dalam marketing produknya di media sosial instagram dengan memberikan informasi penting untuk kegiatan Pop Upnya.Tujuan Penelitian ini juga untuk mengkaji menganalisis proses produksi konten marketing dan sosial media marketing dengan menganalisis hambatan dan alasan memilih instagram Teori yang digunakan ini menggunakan teori kontruksi sosial yang dipaparkan oleh Peter L Berger dan Thomas Luckman.Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus, pengumpulan data melalui observasi partisipan , wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini Beatless Burger berhasil implementasi Digital Marketing Public Relations di instagram dengan adanya hambatan dan upaya serta alasan pemilihan platform instagram mudah menyebarkan informasi.
Representasi Komunikasi Forensik pada Film Ice Cold Rena Lela Putri; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13412

Abstract

Abstract. The murder case of Mirna Salihin, which sparked controversy and inspired the making of the documentary film "Ice Cold." This film attempts to depict the chronology of the murder and the lengthy trial, with the aim of providing a broader perspective to the audience. This research will analyze how forensic communication is represented in the film, focusing on the messages related to forensic communication conveyed and interpreted in the film. This study aims to analyze the representation of forensic communication in the film "Ice Cold" using Roland Barthes' semiotic approach.The research methodology utilized a constructivist paradigm with a qualitative approach and data collection techniques involving observation, interviews, and literature review. The research subject is the film "Ice Cold," while the research objects encompass coffee symbolism, forensic sign analysis, visual representation, dialogue, and social context within the film. Primary data was obtained through direct observation of the film, while secondary data originated from relevant literature.Data analysis stages involved data reduction, data presentation, and data verification. Data validity was examined through technical triangulation and observer triangulation. The research findings are expected to provide a profound understanding of how the film "Ice Cold" represents forensic communication and its implications on the public's perception and evaluation of the murder case. Based on the discussion in this study, the researcher concludes several results as follows: (1) The denotative meaning shows the forensic communication process in detail through gestures, expressions, and the presentation of objective scientific evidence, depicting the accuracy of the forensic process in the film. (2) The connotative meaning portrays the complexity, pressure, and uncertainty involved in the forensic process and their impact on the perception and emotional reactions of the characters. (3) The film presents various societal myths about legal and forensic processes, such as the absolute certainty of scientific evidence and the transparency of investigations. (4) The forensic process is not only about finding factual truth but also about maintaining integrity, thoroughness, and honesty in the disclosure of evidence. (5) The representation in the film influences public understanding of the complexity and challenges of the forensic process, encouraging a deeper and more critical understanding of criminal investigation procedures. Abstrak. Kasus pembunuhan Mirna Salihin yang menimbulkan kontroversi dan menginspirasi pembuatan film dokumenter "Ice Cold". Film ini mencoba menggambarkan kronologi peristiwa pembunuhan tersebut serta pengadilan yang berlangsung lama, dengan tujuan memberikan perspektif yang lebih luas kepada penonton. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana komunikasi forensik direpresentasikan dalam film tersebut, dengan fokus pada pesan-pesan terkait komunikasi forensik yang disampaikan dan diinterpretasikan dalam film. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi komunikasi forensik dalam film "Ice Cold" dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Subjek penelitian adalah film "Ice Cold," sementara objek penelitian mencakup simbolisme kopi, analisis tanda forensik, representasi visual, dialog, dan konteks sosial dalam film. Data primer diperoleh melalui observasi langsung terhadap film, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait.Tahap analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknis dan triangulasi pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Makna denotasi menunjukkan proses komunikasi forensik secara detail melalui gestur, ekspresi, dan presentasi bukti ilmiah yang objektif, menggambarkan akurasi proses forensik dalam film. (2) Makna konotasi menggambarkan kompleksitas, tekanan, dan ketidakpastian dalam proses forensik serta dampaknya terhadap persepsi dan reaksi emosional karakter. (3) Film ini mengangkat berbagai mitos masyarakat tentang proses hukum dan forensik, seperti kepastian absolut dari bukti ilmiah dan transparansi investigasi. (4) Proses forensik tidak hanya tentang menemukan kebenaran faktual, tetapi juga mempertahankan integritas, ketelitian, dan kejujuran dalam pengungkapan bukti. (5) Representasi dalam film mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang kompleksitas dan tantangan proses forensik, mendorong pemahaman yang lebih mendalam dan kritis terhadap proses investigasi kriminal.
Pola Komunikasi dalam Program Qur’anic Leaderpreneur di Sekolah Rabbani Kota Bandung Shanya Nadhira Adryna Putri; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13491

Abstract

Abstract. It needs to be realized that the role of communication is very necessary in the life process for socialization, even in the learning process. Rabbani School is a school whose teaching and learning activities apply a typical curriculum, namely Quranic Leaderpreneur. Quranic leaderpreneur is the flagship program of the Rabbani school which was pioneered by the owner of Rabbani who wanted today's children to get out of their usual zone. The aims of this research are: 1). To analyze teachers to grow students' self-confidence, 2).Creating student creativity, 3). Implementation of the Qur'anic Leaderpreneur program at Rabbani School, Bandung City. In carrying out this research, researchers used a constructivism paradigm with a qualitative research approach and the method used was a case studyThe results of this research show that teachers have an important role in increasing students' self-confidence by providing support, praise and challenges according to their abilities. Teachers also facilitate students to explore creative ideas, enabling students to create innovative work. The Qur'anic Leaderpreneur concept combines Islamic values with entrepreneurial and leadership skills to meet the demands of education and character formation in today's Muslim society. Abstrak. Perlu disadari bahwa peranan komunikasi sangat dibutuhkan dalam proses kehidupan untuk melakukan sosialisasi, bahkan dalam proses pembelajaran. Sekolah Rabbani menjadi sekolah yang kegiatan belajar mengajarnya menerapkan kurikulum khas yaitu Quranic Leaderpreneur. Quranic Leaderpreneur adalah program unggulan sekolah Rabbani yang dipelopori oleh owner Rabbani yang ingin anak-anal zaman sekarang keluar dari zona biasanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1). Untuk menganalisis guru menumbuhkan rasa percaya diri siswa, 2). Menciptakan kreativitas siswa, 3). Penerapan program Qur’anic Leaderpreneur Sekolah Rabbani Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa dengan memberikan dukungan, pujian, dan tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Guru juga memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide-ide kreativitas, memungkinkan siswa menciptakan karya inovatif. Konsep Qur'anic Leaderpreneur menggabungkan nilai-nilai Islam dengan keterampilan kewirausahaan dan kepemimpinan untuk memenuhi tuntutan pendidikan dan pembentukan karakter dalam masyarakat muslim saat ini.
Toxic Retaltionship dalam Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Vierge Yasmin Andriana; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13553

Abstract

Abstract. Toxic relationships essentially create undesirable connections where the comfort in the relationship has been lost. In this state, there is an excessive tendency to overthink, take control, and cause harmful impacts, even to the point of hurting one another. One detrimental relationship that can occur is between parents and children. The aim of this study is to explore and analyze the toxic relationships experienced by individuals with their parents, the interpersonal communication used, and the dialogue that occurs in the parent-child relationship. This research employs a qualitative approach with an interpretive paradigm. The theory utilized in this study is the Relational Dialectics Theory by Leslie Baxter, and the data collection techniques include in-depth interviews, observations, and documentation. This study is expected to provide guidelines related to communication within the family scope, gaining a deeper understanding of communication that can lead to toxic relationships between parents and children. The results of this study indicate that ineffective communication, such as belittling, making comparisons, using hurtful words, physical violence, and rejection of the child's existence, leads to a toxic relationship between parents and children. This can cause individuals to experience trauma, loss of motivation, depression, and mental disorders. Abstrak. Toxic Relationship pada dasarnya menciptakan hubungan yang tidak diinginkan di mana kenyamanan dalam hubungan tersebut telah hilang. Dalam kondisi ini, muncul kecenderungan berlebihan untuk berpikir (overthinking), mengambil kendali, dan menyebabkan dampak merugikan, bahkan hingga menyakiti satu sama lain. Hubungan yang merugikan salah satunya datang dari hubungan orang tua dengan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri, dan melakukan analisa mengenai Toxic Relationship yang dialami individu dengan orang tuanya, komunikasi interpersonal yang digunakan dan dari dialog yang dilakukan hingga hubungan yang terjalin antara orang tua dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Dialektis Hubungan oleh Leslie Baxter, serta teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pedoman terkait komunikasi dalam lingkup keluarga, dengan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai komunikasi yang dapat menjurus pada hubungan yang beracun antara orang tua dan anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang tidak efektif, seperti meremehkan, membanding-bandingkan, menggunakan kata-kata yang menyakiti hati, kekerasan fisik, dan penolakan terhadap keberadaan anak, menimbulkan hubungan yang beracun (toxic relationship) antara orang tua dan anak. Hal ini dapat menyebabkan individu mengalami trauma, kehilangan motivasi, merasa tertekan, dan gangguan mental.
Kompetensi Social Media Specialist di Stasiun Radio Bandung Alifia Putri Rahmawaty; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13574

Abstract

Abstract. Social Media Specialist competency has its own urgency in maintaining the sustainability of social media management. Successful social media management not only depends on a consistent online presence, but also depends on the special skills possessed by a Social Media Specialist. This research focuses on the competence of the Social Media Specialist at Radio Oz Bandung, who manages and implements digital communications via social media. This research aims to find out about the communication competence of Social Media Specialist Radio Oz Bandung by using it in social media management using Brian Spitzberg and Willian Cupach's Communication Competency theory. The research method used is quantitative with a descriptive study approach. The results of this research show that to maintain consistency, Social Media Specialist Radio Oz Bandung must have the motivation to always look for the latest trends that are of interest to the public on various social media platforms. Supported by the content and procedural knowledge they have in optimizing social media, the knowledge that Radio Oz Bandung's social media specialists have in managing content is very important to ensure that the content is interesting to the audience. In addition, Social Media Specialist Radio Oz Bandung is developing its content strategy which focuses on lifestyle, music and radio. With that, Radio Oz Bandung's Social Media Specialists in building effective digital communication, they rely on technical skills and communication skills such as copywriting, editing and design to manage content that attracts the audience's attention. Abstrak. Kompetensi Social Media Specialist memiliki urgensi tersendiri dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan media sosial. Keberhasilan pengelolaan media sosial tidak hanya tergantung pada kehadiran online yang konsisten, tetapi juga bergantung pada keahlian khusus yang dimiliki oleh seorang Social Media Specialist. Penelitian ini difokuskan pada kompetensi Social Media Specialist di Radio Oz Bandung, yang mengelola dan melaksanakan komunikasi digital melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi komunikasi yang dimiliki Social Media Specialist Radio Oz Bandung dengan menggunakan dalam pengelolaan media sosial dengan menggunakan teori Kompetensi Komunikasi milik Brian Spitzberg dan Willian Cupach. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menjaga konsistensi, Social Media Specialist Radio Oz Bandung harus memiliki motivasi selalu mencari tren terkini yang diminati masyarakat di berbagai platform media sosial. Didukung oleh pengetahuan konten dan prosedural yang mereka miliki dalam mengoptimalkan media sosial, pengetahuan yang dimiliki social media specialist Radio Oz Bandung dalam mengatur konten sangat penting untuk memastikan bahwa konten tersebut menarik bagi audiens. Selain itu, Social Media Specialist Radio Oz Bandung mengembangkan strategi kontennya yang berfokus pada gaya hidup, musik, dan radio. Dengan itu Social Media Specialist Radio Oz Bandung dalam membangun komunikasi digital yang efektif, mereka mengandalkan keterampilan teknis serta keterampilan komunikasinya seperti copywriting, editing, dan desain untuk mengelola konten yang menarik perhatian audiens.