cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Publikasi Program Center of Excellence (CoE) melalui Media Online Najmira Fairuz Sani; Dian Widya Putri
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13160

Abstract

Abstract. West Java Province as a Government Agency that has a high level of expertise or competency in implementing the merit system. The implementation of Merit System-Based ASN Management in the West Java Provincial Government is still not implemented evenly. The Center of Excellence, which is a center of excellence, is an embodiment of West Java Province to provide support, innovation and knowledge for the government or other agencies in implementing Merit System-Based ASN Management throughout Indonesia. This research uses a qualitative research method with a case study approach to find out more about the West Java Provincial Government BKD's public relations strategy in publicizing the Center of Excellence (CoE) program. Data obtained was taken using in-depth interview techniques, observation and documentation. Until finally it was discovered that the Public Relations of the West Java Provincial Government's BKD showed that activities in publicizing the Center of Excellence program included several stages starting from planning, view reference, content placement, and communication actions. Then there are problems that become obstacles, namely, time management, project timelines, inconsistent, and no evaluation and feedback. It ends with the results of using website media as a publication medium for reasons of minimal time and repeated questions, informative and educational website media, and the final goal of the Center of Excellence program, namely the signing of an MOU for cooperation between districts/cities and the West Java Provincial Government BKD. Abstrak. Provinsi Jawa Barat sebagai Instansi Pemerintah yang memiliki tingkat keahlian atau kompetensi yang tinggi dalam penerapan sistem merit. Penerapan Manajemen ASN Berbasis Sistem Merit pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih belum terlaksana secara merata. Center Of Excellence yang merupakan pusat keunggulan menjadi sebuah perwujudan dari Provinsi Jawa Barat untuk memberikan dukungan, inovasi, dan pengetahuan, bagi pemerintah atau instansi lain dalam penerapan Manajemen ASN Berbasis Sistem Merit di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui lebih dalam strategi humas BKD Pemprov Jabar dalam mempublikasikan program Center Of Excellence (CoE). Perolehan data diambil dengan teknik wawancara yang mendalam, observasi, serta dokumentasi. Hingga akhirnya ditemukan bahwa Publikasi Humas BKD Pemprov Jabar menunjukan kegiatan dalam mempublikasikan program Center Of Excellence meliputi beberapa tahapan mulai dari planning, view reference, penempatan konten, dan Tindakan komunikasi. Kemudian adanya permasalahan yang menjadi hambatannya yaitu, time manajemen, timeline project, tidak konsisten, dan tidak evaluasi dan feedback. Diakhiri dengan hasil dari penggunaan media website sebagai media publikasi dengan alasan minim waktu dan pertanyaan yang berulang, media website yang informatif dan edukatif, serta tujuan akhir dari program Center Of Excellence ini yaitu penandatanganan MOU kerja sama antara kab/kota dengan BKD Pemprov Jabar.
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja Karyawan Putri Amanda Shalsadila; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13197

Abstract

Abstract. It cannot be denied that communication is important for humans and organizations. Without communication within an organization, it is very likely that any activities carried out will not be carried out according to the plans that have been determined. There are many components needed in managing an organization, one of which is leadership which can unite all elements to work together to achieve organizational goals. In carrying out work, a leader applies various leadership styles. The existence of a leadership style is often considered an important factor in determining the success or failure of an organization. A leadership style that focuses on tasks rather than employees can cause subordinates' work motivation to decrease. On the other hand, a leadership style that focuses more on subordinates can increase subordinates' work motivation. This is the background for researchers to conduct research on "The Relationship Between Leadership Style and Employee Work Motivation:". This research aims to find out how big the relationship is between leadership style and employee work motivation. This research uses leadership style theory according to Kartono. In this study, researchers used a positivism paradigm with a correlational approach. This method is used to explain the relationship between variable x and variable y. This research was conducted at PT Santosa Kurnia Jaya Textille Jl. Anyar No 68, Rancakasumba, Solokanjeruk District, Bandung Regency, West Java, 40376. Data collection techniques in this research used questionnaires and interviews. The results of this research show that there is a relationship between Leadership Style (X) and Employee Work Motivation (Y) with a correlation value of 0.784. This shows that there is a strong relationship between Leadership Style (X) and Employee Work Motivation (Y). Abstrak. Tidak dapat dipungkiri bahwa komunikasi penting bagi manusia dan organisasi. Tanpa adanya komunikasi dalam suatu organisasi, besar kemungkinan kegiatan apapun yang dilakukan tidak akan terlaksanakan sesuai dengan rancangan yang sudah ditetapkan. Banyak komponen yang diperlukan dalam mengelola sebuah organisasi, salah satunya adalah kepemimpinan yang dapat menyatukan semua elemen untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam melakukan pekerjaan, seorang pemimpin menerapkan berbagai gaya kepemimpinan. Adanya gaya kepemimpinan sering dianggap sebagai faktor penting untuk menjadi penentu sukses atau tidaknya suatu organisasi. Gaya kepemimpinan yang berfokus pada tugas daripada karyawan dapat menyebabkan motivasi kerja terhadap bawahan menurun. Sebaliknya, gaya kepemimpinan yang lebih berfokus pada bawahan dapat meningkatkan motivasi kerja bawahan. Hal ini lah yang melatar belakangi peneliti melakukan penelitian mengenai “Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Dengan Motivasi Kerja Karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi kerja Karyawan. Penelitian ini menggunakan teori gaya kepemimpinan menurut Kartono. Pada penelitian ini peneliti menggunakan paradigma positivisme dengan pendekatan korelasional. Metode ini digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara variabel x dan variabel y. Penelitian ini dilakukan di PT Santosa Kurnia Jaya Textille Jl. Anyar No 68, Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 40376. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Gaya Kepemimpinan (X) dengan Motivasi Kerja (Y) Karyawan dengan nilai korelasi sebesar 0,784. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara Gaya Kepimpinan (X) dengan Motivasi Kerja (Y) Karyawan.
Komunikasi Keluarga pada Komunitas Orang Tua di Kelas Vokasi Rumah Terapi Aura Raissa Jasmine Haryani; Noviar, Tri Nur Aini
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13202

Abstract

Abstract. Communication techniques are important for building effective communication between the parent community. Warm, familial communication plays a crucial role in building harmonious, supportive and trusting relationships among parents. Rumah Terapi Aura in Bandung City is one of the institutions that has been providing treatment for children with special needs since 2014, especially for the underprivileged. Rumah Terapi Aura uses a family communication strategy that creates comfort and trust between therapists, children, and parents. The purpose of this research is to find out the family communication in the vocational class parent community at Rumah Terapi Aura Bandung City. This research with DeVito's humanistic approach uses qualitative methods with a case study approach. The collection techniques used in this research are semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation. The results of this study show that familial communication has proven successful in creating strong bonds between members. The familial strategies applied in the community of vocational parents of Aura Bandung Therapy House are equality, interacting with each other, telling stories, understanding experiences, not judging, humor, suppressing empathy, and motivating. Abstrak. Teknik komunikasi penting untuk membangun komunikasi yang efektif antara komunitas orang tua. Komunikasi yang hangat dan bersifat kekeluargaan memainkan peran krusial dalam membangun hubungan yang harmonis, saling mendukung, dan penuh kepercayaan di antara para orang tua. Rumah Terapi Aura di Kota Bandung merupakan salah satu lembaga yang memberikan penanganan bagi anak berkebutuhan khusus sejak tahun 2014, khususnya untuk kalangan pra-sejahtera. Rumah Terapi Aura menggunakan strategi komunikasi kekeluargaan yang menciptakan kenyamanan dan kepercayaan antara terapis, anak, dan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi kekeluargaan di komunitas orang tua kelas vokasi di Rumah Terapi Aura Kota Bandung. Penelitian dengan ancangan humanistik DeVito ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan yang dipakai dalam penelitian ini yaitu wawancara semi terstruktur, observasi non participant, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan komunikasi kekeluargaan telah terbukti berhasil menciptakan ikatan yang kuat antara anggota. Strategi kekeluargaan yang diterapkan di komunitas orang tua kela vokasi Rumah Terapi Aura Bandung yaitu kesetaraan, saling berinteraksi, bercerita, memahami pengalaman, tidak menjudge, humoris, menekan rasa empati, dan memotivasi.
Membedah Anime sebagai Media Edukasi Kesehatan Irsalina Nabilah; Astuti, Santi Indra
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13218

Abstract

Abstrak. Anime adalah media hiburan berbentuk animasi dari Jepang yang populer dikalangan anak muda. Selain hiburan, anime merupakan media edukasi berdasarkan pesan yang disampaikan dari alur ceritanya. Anime Hataraku Saibou! Black merupakan anime bertema edukasi kesehatan mengenai penyakit dalam yang divisualisaikan menjadi karakter animasi. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui makna edukasi kesehatan terkait penyakit dalam pada anime Hataraku Saibou! Black dilihat dari denotasi, konotasi, dan mitos berdarkan analisis visual dari Mise en Scene. Metode pendekatan yang digunakan yaitu Semiotika Roland Barthes melalui analisis video visual dan studi literatur. Objek penelitian yang diteliti adalah anime Hataraku Saibou! Black pada episode 01, episode 06 dan episode 12. Pemilihan episode ini berdasarkan kesamaan dari segi representasi penyakit tubuh yang dapat terpicu akibat kebiasaan buruk yang terus berulang. Hasil dari penelitian ini, yaitu : pertama, makna denotasi dalam anime Hataraku Saibou! Black adalah terdapat tanda dari visual dan teks yang mengandung makna nilai edukasi kesehatan berdasarkan representasi pada tayangan anime. Kedua, konotasi dalam anime Hataraku Saibou! Black adalah memberikan peringatan atas bahaya dari kebiasaan buruk yang dilakukan tanpa disadari secara terus menerus. Ketiga, makna mitos dalam anime Hataraku Saibou! Black adalah fungsi anime tidak sebatas media hiburan namun dapat menjadi media edukasi berdasarkan fakta sains, menghindari kebiasaan buruk yang memicu penyakit serta meniru kebiasaan makanan orang Jepang berdasarkan anime.
Implementasi Cyber Public Relations Klub Sepak Bola Riverside Forest pada Sosial Media Instagram Rizky Noviansyah; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13219

Abstract

Abstract. Cyber public relations is a form of operating the public relations function in cyberspace. The advantages of Cyber public relations include avoiding distance and time constraints, facilitating two-way communication so that interactions between the two become more personal. Therefore, with technological developments, more and more public relations practitioners are taking advantage of the internet as a medium for delivering and disseminating information. The development of public relations is not only found in certain institutions, but also in all industries, one of which is the sports entertainment industry, especially in this case, namely football. One of the football clubs that uses it is the Riverside Forest club. It is hoped that the results of this research will be able to build positive relationships between clubs and fans through social media. The implications of this research can provide guidance for other football clubs in increasing awareness of the implementation of information, their transparency in cyberspace, as well as strengthening the bond between the club and its fans. Therefore, the researcher believes that these problems and phenomena are considered important and interesting to research. The researcher is interested in writing this research, about how the club implements it and how the club faces challenges in implementing Cyber public relations and also why this club is open about its financial management on Instagram social media. This research uses a constructivist paradigm with qualitative research methods and a case study approach. Researchers used boundary spanning theory and Philips and Young theory to examine the findings. The results of the research show that the Riverside Forest football club initially did not have any strategy in implementing Cyber Public Relations on Instagram social media but as time went by the Riverside Forest football club opened volunteers for local designers who had the talent to create attractive visual images. The attention of the public, including the supporters, means that the posts become rich in interesting content and posts are made related to information about the club, starting from match schedules, social issues, miscommunication problems between supporters, to club financial problems. Riverside Forest football on social media Instagram. Abstrak. Cyber public relations adalah sebuah bentuk pengoperasian fungsi public relations di dunia maya. Kelebihan dari Cyber public relations, antara lain terhindar dari kendala jarak dan waktu, mempermudah komunikasi dua arah sehingga interaksi diantara keduanya menjadi lebih personal. Maka dari itu dengan adanya perkembangan teknologi membuat praktisi public relations semakin banyak yang memanfaatkan keberadaan internet sebagai media penyampaian dan penyebaran informasi. Perkembangan public relations bukan hanya terdapat di suatu lembaga tertentu saja, namun juga pada seluruh industri, salah satunya pada industri hiburan olahraga khususnya dalam hal ini yaitu sepak bola salah satu klub sepak bola yang menggunakannya adalah klub Riverside Forest. Diharapkan hasil dari penelitian ini yaitu mampu membangun hubungan positif antara klub dan penggemar melalui media sosial. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan panduan bagi klub sepak bola lainnya dalam meningkatkan kesadaran akan implementasi perihal informasi, transparansi mereka di dunia maya, sekaligus memperkuat ikatan antara klub dan penggemarnya. Maka dari itu peneliti berpendapat bahwa masalah dan fenomena tersebut dirasa penting dan menarik untuk diteliti. Peneliti tertarik untuk menulis penelitian ini, tentang bagaimana implementasi yang di lakukan oleh klub serta bagaimana klub menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan Cyber public relations dan juga kenapa klub ini open manajemen dalam keuangannya di media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan teori boundary spanning dan teori Philips and young untuk mengkaji hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klub sepak bola Riverside Forest pada awalnya tidak memiliki strategi apapun dalam menerapkan Cyber Public Relations pada sosial media Instagram tetapi dengan seiring berjalannya waktu klub sepak bola Riverside Forest membuka volunteer para desainer lokal yang memiliki bakat membuat gambar-gambar visual yang dapat menarik perhatian publik termasuk para supporternya denga hal itu menjadikan postingan-postingannya menjadi kaya akan konten-konten yang menarik serta dibuatkannya postingan-postingan terkait informasi-informasi tentang klub, mulai dari jadwal pertandingan, masalah isu sosial, permasalahan misscommunication antara supporter, sampai masalah keuangan klub sepak bola Riverside Forest pada sosial media Instagram.
Pengelolaan Media Sosial Instagram oleh Promkes Dinas Kesehatan Kota Cimahi Imam Pebrian Sabarna; M. E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13222

Abstract

Abstract. Government agencies are now required to manage media, in this context, social media, as a means of disseminating information and educating the public. In almost every government agency, media is managed by the public relations (PR) department. Contrary to the typical PR role, in some regional government agencies, media management is directly handled by one of their divisions. For example, the Health Office (Dinkes) of Cimahi City manages its media through the Public Health Division, specifically delegating this task to the Health Promotion Division (Promkes). The Cimahi Health Office has increasingly recognized the significant potential of social media. Among the three social media platforms managed by the Cimahi Promkes division (YouTube, Facebook, and Instagram), they tend to focus on managing their Instagram account @dinkescimahicare, which features health- themed content. This research aims to determine the extent of Instagram management by the Cimahi Health Office as a medium for health information and education. This study uses a qualitative method with a case study approach, constructivist paradigm, and data collection techniques including observation, interviews, and documentation.The Circular Model of SoMe theory is also used as a strengthening reference to answer the research questions. The results of this study reveal that the Cimahi Promkes team manages Instagram by considering their management capabilities and target audience, despite limited human resources. The content presented as a medium for health information and education is the result of cross-field and program collaboration within the Cimahi Health Office, utilizing the features available on Instagram. The main challenge encountered is the limited human resources within the Cimahi Promkes team. Abstrak. Instansi pemerintah kini wajib melakukan pengelolaan media, dalam konteks ini media sosial, sebagai sarana penyebaran informasi maupun edukasi bagi masyarakat. Hampir pada setiap instansi pemerintahan, media dikelola oleh bagian humas (hubungan masyarakat). Identik dengan humas, pengelolaan media sebuah instansi pemerintah pada beberapa dinas di tingkat daerah justru dipegang langsung oleh salah satu bidang mereka. Dalam hal ini seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi yang pengelolaan medianya dilaksanakan oleh bidang Kesehatan Masyarakat, secara khusus tugas ini diserahkan kepada bagian divisi Promosi Kesehatan (Promkes). Dinkes Cimahi semakin menyadari potensi besar dari media sosial. Dari ketiga media sosial (Youtube, facebook & Instagram) yang dikelola divisi Promkes Cimahi, mereka cenderung berfokus pada pengelolaan Instagram mereka dengan nama akun @dinkescimahicare yang menghadirkan konten bertema kesehatan. Penelitian inipun dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan media sosial Instagram oleh Dinkes Cimahi sebagai media informasi dan edukasi mengenai. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, paradigma konstruktivisme dan teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan teori The Circular Model of SoMe sebagai referensi penguat untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pengelolaan Instagram oleh tim Promkes Cimahi dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan mengelola serta sasaran yang dituju meski dengan SDM yang minim. Kemudian konten yang dihadirkan sebagai media informasi dan edukasi kesehatan berasal dari kolaborasi lintas bidang dan program di Dinkes Cimahi dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Instagram. Adapun hambatan yang dialami disebabkan oleh terbatasnya SDM dalam tim Promkes Cimahi.
Komunikasi Ayah dalam Pembentukan Konsep Diri Remaja Fatherless Regina Aulia Putri; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13233

Abstract

Abstract. The importance of a father's communication role in a teenager's life cannot be ignored, especially when discussing mental health. With open and in-depth communication between fathers and teenage children, it is not just an exchange of words but a very important foundation for the mental well-being of teenagers. Research with this title uses qualitative methods because this approach prioritizes in-depth observation to explore changes in children's presentations. understanding of the phenomena experienced by research subjects. This research uses phenomenology because the phenomenological approach focuses research on individual experiences in depth. The data collection technique used by researchers in completing this research was interview techniques. This technique is a form of communication process between researchers and informants. This process is designed to gain an in-depth understanding of the problem that is the focus of the research. Children who are orphaned will experience a sense of lack of self-confidence. , sensitive and also emotional instability. Abstrak. Penting nya peran komunikasi seorang ayah dalam kehidupan seorang anak remaja tidak dapat diabaikan terutama ketika membicarakan kesehatan mental. Dengan Komunikasi yang terbuka dan mendalam antara seorang ayah dan anak remaja bukan hanya sekedar pertukaran kata-kata melainkan sebuah pondasi yang sangat penting bagi kesejahteraan mental anak remaja. Penelitian dengan judul ini menggunakan metode kualitatif karna pendekatan ini mengutamakan pada pengamatan mendalaman untuk menggali perubahan penyajian terhadap pemahaman terhadap fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan fenomenologi karna pendekatan fenomenologi memfokuskan sebuah penelitian dengan pengalaman individu secara mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini dengan menggunakan teknik wawancara, teknik ini merupakan suatu bentuk proses komunikasi antara peneliti dan informan proses ini dirancang untuk menggali pemahaman mendalam tentang isuk yang menjadi fokus penelitian. Anak yang mengalami fatherless akan mengalami tidak percaya diri,sensitif dan juga ketidakstabilan emosional.
Hubungan Pola Komunikasi Guru dengan Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus M. Rafif Kamil; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13261

Abstract

Abstract. Inclusion schools are educational institutions that aim to provide education for all students, including children with special needs or disabilities. The main idea behind inclusive schools is to provide equal rights to all students without discrimination based on differences in abilities, needs and personal characteristics. A teacher must have a communication pattern that is used during learning activities, to convey messages that are easily accepted by all students, including students with special needs in inclusive schools. So this is what made the author conduct research with the title "The Relationship between Teacher Communication Patterns and the Learning of Students with Special Needs in Inclusive Schools". This research aims to find out how teacher communication patterns relate to the learning of students with special needs. The method used in quantitative research with a collerational study approach. The population taken was students with special needs at Ibnu Sina Bandung school, while the sample used total sampling technique.. The population of 13 students with special needs. Data collection techniques include interviews, observations and questionnaire results, with collerational analysis technique, with validity and reliability tested to determine the results of this study. Then this research uses information processing theory as a reference and strengthens this research. The results of the study, namely the Ibnu Sina Bandung inclusive school, show that there is a relationship between primary teacher communication patterns and student learning with special needs of 0, 863 which shows a strong relationship. While the relationship between the teacher's secondary communication patterns and the learning of students with special needs amounted to 0.494 which shows a low relationship. Abstrak. Sekolah inklusi merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus atau disabilitas. Gagasan utama di balik sekolah inklusi adalah untuk memberikan hak yang sama kepada semua siswa tanpa adanya diskriminasi atas perbedaan kemampuan, kebutuhuan, dan karakteristik pribadi. Seeorang guru pasti mempunyai pola komunikasi yang digunakan saat kegiatan pembelajaran berlangsung, untuk menyampaikan pesan yang mudah diterima oleh semua siswa termasuk siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Sehingga hal tersebut yang membuat penulis melakukan penelitian dengan judul “ Hubungan Pola Komunikasi Guru Dengan Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola komunikasi guru dengan pembelajaran siswa berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kolerasional. Populasi yang diambil adalah siswa-siswi berkebutuhan khusus di sekolah Ibnu Sina Bandung, sedangkan sampel menggunakan teknik total sampling. Populasi menjadi 13 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan hasil kuisioner, dengan teknik analisis data inferesial analisis kolerasional, dengan diuji validalitas reabilitas dan reabilitas untuk mengetahui hasil penelitian ini. Kemudian penelitian ini menggunakan teori pengolahan informasi sebagai rujukan serta memperkuat penelitian ini. Hasil dari penelitian yaitu sekolah inklusi Ibnu Sina Bandung bahwa terdapat hubungan pola komunikasi guru primer dengan pembelajaran siswa berkebutuhan khusus sebesar 0, 863 yang menunjukan memiliki hubungan yang kuat. Sedangkan hubungan pola komunikasi sekunder guru dengan pembelajaran siswa berkebutuhan khusus sebesar sebesar 0,494 yang menunjukan hubungan yang rendah.
Analisis Komunikasi Antarpribadi Mentor dalam Program Pelatihan UMKM Nafa Bilda Sahara; Dian Widya Putri
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13267

Abstract

Abstract. Mentoring is a group-based activity used in business to update existing concepts. BRIncubator, Rumah BUMN Bandung program, which is designed to support the development of knowledge of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in business management, marketing strategy and product innovation, with a focus on acceleration and incubation classes. In the process the mentor provides material with intent to the mentee with a predetermined activity schedule. This research aims to determine the mentor's interpersonal communication activities in the BRIncubator Training Program, identify obstacles in mentoring activities, and understand the reasons underlying Rumah BUMN Bandung's decision to use mentoring in the program. In this research, the author used qualitative research methods, which provide greater flexibility in interacting with participants. In this study, researchers found that the effectiveness of interpersonal communication that mentors carry out is influenced by timing or time management. The mentor's good time management helps to maintain an effective communication flow during the mentoring process, so that the mentee can receive and understand the information in the form of material presented better. Abstrak. Mentoring adalah kegiatan berbasis kelompok yang digunakan dalam bisnis di gunakan untuk memperbarui konsep yang sudah ada. BRIncubator, program Rumah BUMN Bandung, yang dirancang untuk menunjang perkembangan pengetahuan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam manajemen bisnis, strategi pemasaran, dan inovasi produk, dengan fokus pada kelas akselerasi dan inkubasi.. Yang dalam prosesnya mentor memberikan materi secara intents kepada mentee dengan jadwal kegiatan yang sudah ditentukan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas komunikasi interpersonal mentor pada Program Pelatihan BRIncubator, mengidentifikasi kendala dalam kegiatan mentoring, dan memahami alasan yang mendasari keputusan Rumah BUMN Bandung menggunakan mentoring dalam program tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, yang memberikan fleksibilitas lebih besar dalam berinteraksi dengan partisipan. Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa efektivitas komunikasi antarpribadi yang mentor lakukan dipengaruhi oleh Timing atau manajemen waktu. Manajemen waktu yang mentor lakukan dengan baik membantu untuk menjaga alur komunikasi yang efektif selama proses mentoring berlangsung, sehingga mentee dapat menerima dan memahami informasi berupa materi yang disampaikan dengan lebih baik.
Pola Komunikasi Interpersonal Bidan dalam Mengedukasi ASI Eksklusif pada Pasien Maemunah; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13282

Abstract

Abstract. The lack of knowledge about maternal and child health, as well as information being mixed between myths and facts, especially regarding exclusive breastfeeding, is still a challenge. The role of midwives is crucial in educating a community with misconceptions. Through effective communication, midwives can assist patients in achieving optimal health. Midwives must be proficient in understanding communication techniques, as mastering communication skills helps in building a relationship of trust between midwives and patients. Health Department data related to exclusive breastfeeding remains stagnant at 52%, and there is a hope for an increase to above 70%. This research employs a qualitative method, focusing on quality rather quantity. Data are obtained through interviews, direct, obsevation, and official documents, rather than questionnaires. The research adopts a Case Study approach. The novelty to be discovered in this study is the creation of a communication pattern for health education by midwives to patients about exclusive breastfeeding through interpersonal communication. The results of this research will serve as a reference for health education conducted by midwives and other healthcare professionals. Abstrak. Masih kurangnya pengetahuan kesehatan ibu dan anak serta informasi masih tercampur antara mitos dan fakta khusunya mengenai ASI eksklusif. Tentunya peran bidan sangat penting untuk mengedukasi pola pikir masyarakat yang masih salah, dengan komunikasi bidan bisa membantu pasien mendapatkan kesehatan yang optimal, keharusan seorang bidan pun harus mumpuni memahami teknik komunikasi karena dengan menguasai keterampilan komunikasi bidan dan pasien dapat dengan mudah membina hubungan saling percaya. Data dari Dinas Kesehatan terkait ASI eksklusif masih stagnan di angka 52% diharapkan dapat mencapai 70%.Pada penelitian ini peneliti menggunakan kualitatif, penelitian kualitatif memberikan fokus pada aspek kualitas daripada kuantitas, dan data yang terkumpul tidak berasal dari kuisioner, tetapi diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumen resmi yang sesuai. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan Studi Kasus. Kebaruan yang akan ditemukan di dalam penelitian ini adalah menghasilkan pola komunikasi edukasi kesehatan bidan terhadap pasien tentang ASI eksklusif secara komunikasi interpersonal. Hasil penelitian ini akan bermanfaat sebagai rujukan dalam edukasi kesehatan yang akan dilakukan oleh para bidan atau kesehatan lainnya.