cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Korelasi Indeks Massa Tubuh, Waist Hip Ratio terhadap Tekanan Darah Sistol, Diastol, dan Kadar Kolesterol Total Serum. Reza A. Rasyid; Triawanti Triawanti; Azma Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.66 KB)

Abstract

Abstract: Obesity is a disease caused by excessive accumulation of fat tissue. The data by Dinas Kesehatan  Banjarmasin in 2017 reported the prevalence of obesity in Banjarmasin as many as 139 cases of obesity can be seen by measuring body mass index, and waist hip ratio. This study aims to analyze the effect of body mass index, waist hip ratio on systolic blood pressure, diastole, and serum total cholesterol in obese patients in the Puskesmas Pekauman Banjarmasin work area. The research method used analytic observational design with cross sectional approach. Sampling was carried out using consecutive sampling technique and obtained 52 research subjects. Pearson and Spearman test results found that all independent and dependent variables did not have a significant correlation (p> 0.05). There was no effect of body mass index, waist hip ratio on systolic blood pressure, diastole, and total serum cholesterol in obesity patients in the working area of Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Keywords: body mass index, waist hip ratio, blood pressure, total serum cholesterol, obesity Abstrak: Obesitas merupakan penyakit yang disebabkan akumulasi jaringan lemak yang berlebihan. Data  Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2017 melaporkan prevalensi obesitas di Banjarmasin sebanyak 139 kasus. Obesitas dapat dilihat dengan mengukur indeks massa tubuh  dan waist hip ratio.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh indeks massa tubuh, waist hip ratio terhadap tekanan darah sistol, diastol, dan kolesterol total serum pada penderita obesitas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling didapatkan 52 subjek penelitian. Hasil uji Pearson dan uji Spearman didapatkan bahwa semua variabel bebas dan variabel terikat tidak memiliki korelasi yang bermakna (p > 0,05).Tidak ada pengaruh indeks massa tubuh, waist hip ratio terhadap tekanan darah sistol, diastol, dan kolesterol total serum pada penderita obesitas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Kata-kata kunci:  indeks massa tubuh, waist hip ratio, tekanan darah, kolesterol total, serum, obesitas
Literature Review: Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Nilai VO2 Maks pada Atlet Dina Ananda Wulandari; Siti Kaidah; Huldani Huldani
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.26 KB)

Abstract

Abstract: Sport is a form of physical activities that is carried out by a programm and measurable manner that aim of achieving physical fitness and achievement. To achieve the optimal athlete achievement, good hemoglobin levels and VO2 max are necessary because they both a critical role in providing energy and transporting oxygen to tissues when doing competitions. This literature review aims to analyze the relationship between hemoglobin levels and VO2 max in athletes from 16 literatures. The reviewed articles were obtained through the Google Scholar and PubMed databases. The articles included are in English and Indonesian with the publication year 2011-2021. Based on the 16 literatures, there were differences in results, 93.75% of them showed a relationship between hemoglobin levels and VO2 max in athletes while the rest showed no significant relationship. The difference in results is supposed to be related to differences in several influencing factors, such as gender, type of sport, physical activity, duration and intensity of exercise, body composition, individual variation, and sports anaemia. Keywords: correlations, hemoglobin, VO2 max, athletes Abstrak: Olahraga merupakan bentuk aktivitas fisik yang dilakukan secara terprogram dan terukur dengan tujuan tercapainya kebugaran jasmani dan prestasi. Untuk mencapai prestasi atlet secara optimal, kadar hemoglobin dan nilai VO2 maks yang baik diperlukan karena keduanya berperan dalam penyedia energi serta pengangkut oksigen ke jaringan ketika melakukan pertandingan. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dengan nilai VO2 maks pada atlet dari 16 literatur. Artikel yang direview diperoleh melalui database jurnal kedokteran, yaitu Google Scholar dan PubMed. Artikel yang disertakan  menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia dengan tahun publikasi 2011-2021. Berdasarkan 16 literatur, ditemukan perbedaan hasil, 93,75% diantaranya memperlihatkan hubungan antara kadar hemoglobin dengan nilai VO2 maks pada atlet sedangkan sisanya memperlihatkan tidak ada hubungan signifikan. Perbedaan hasil ini diduga berkaitan dengan adanya perbedaan pada beberapa faktor yang berpengaruh, seperti jenis kelamin, jenis cabang olahraga, aktivitas fisik, durasi dan intensitas latihan, komposisi tubuh, variasi individu, serta sport anaemia. Kata-kata kunci: hubungan, hemoglobin, VO2 maks, atlet
Literature Review: Pengaruh Pemberian Terapi Ultrasound terhadap Nyeri pada Pasien Osteoarthritis Lutut Nurfahira Arif; Bambang Dwi Putranto; Muhammad Siddik
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.491 KB)

Abstract

Abstract: Ultrasound therapy (US) is also a non-pharmacological modality that is often used for the treatment of knee pain in patients with knee OA. This literature review aims to summarize the effect of ultrasound therapy (US) on pain reduction in knee OA patients. The writing is done by analyzing related literature obtained from search results on medical journal databases, namely PubMed - MEDLINE, Science Direct, and Google Scholar. Articles included in English and published in 2010-2020. 8 articles were included in this literature review. Ultrasound therapy (US) is one of the most widely used nonpharmacological treatment methods for OA. US demonstrates its biological action via thermal and nonthermal mechanisms. The result of this study is ultrasound therapy (US) can effectively be used as a conservative treatment option for patients with knee OA. However, Further research is needed regarding the factors that influence the effectiveness of ultrasound therapy (US).  Keywords: Effect, ultrasound therapy, pain, knee osteoarthritis Abstrak: Terapi ultrasound (US) juga merupakan modalitas non-farmakologis yang sering digunakan untuk pengobatan nyeri lutut pada pasien OA lutut. Penulisan literature review ini bertujuan untuk merangkum pengaruh pemberian terapi ultrasound (US) terrhadap penurunan nyeri pada pasien OA lutut. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE, Science Direct, dan Google Scholar. menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020. Sebanyak 8 artikel disertakan pada literature review ini. Terapi Ultrasound (US) adalah salah satu metode pengobatan nonfarmakologi yang banyak digunakan untuk OA. US menunjukkan aksi biologisnya melalui mekanisme termal dan nonthermal. Hasil penelitian ini, terapi Ultrasound (US) efektif dapat digunakan sebagai pilihan pengobatan konservatif untuk nyeri pada pasien dengan OA lutut. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keefektivitasan dari terapi ultrasound (US). Kata-kata kunci: Pengaruh, terapi ultrasoud, nyeri, osteoarthritis lutut
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) Dwi Rezki Safitri; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Contraception user to reduce rate of population growth. One of is the Long Acting Contraception Methods(LACMs).The factors can influence low uses of LACMs is the level of knowledge and attitude.This research aimed to discover the correlation between the level of knowledge and attitudes with the use of MKJP in the In-Administer Pemurus Dalam, Cempaka Putih and Puskesmas 9 November Health Center Banjarmasin. This was an observational analytic with a case control method. The samples taken were 30 sample cases(Non-LACMs) users) and 30 control sample(LACMs users). Data analysis used chi-square+ ood ratio.The results were 73,3% the highest level of good knowledge in LACMs group and the highst non-LACMs group 56,7% with bad knowledge.The attitude of LACMs group was the most good attitude is 80% and the most non-LACMs group 50% with a bad attitude. In conclution, there is correlation between the level of knowledge(ρ = 0.018; OR = 3,596) and attitude(ρ = 0.015; OR = 4) with the use of LACMs. Keywords: knowledge level, attitude, peritoneal, Long Acting  Contraceptive Methods (LACMs) Abstrak: Penggunaan Kontrasepsi  bertujuan menekan laju pertumbuhan penduduk,salah satu metodenya yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya penggunaan MKJP yaitu tingkat pengetahuan dan sikap.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam,Puskesmas Cempaka Putih dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode kasus kontrol. Sampel terdiri dari  30 sampel kasus (pengguna NonMKJP) dan 30 sampel kontrol (pengguna MKJP). Analisis data menggunakan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%+ood ratio. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan baik terbanyak pada kelompok MKJP 73,3% dan kelompok nonMKJP terbanyak tingkat pengetahuan buruk 56,7%. Sikap pada kelompok MKJP terbanyak sikap baik 80% dan kelompok nonMKJP terbanyak dengan sikap buruk 50%. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan tingkat pengetahuan =0,018;OR=3,596) dan sikap ( =0,015;OR=4) dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam,Puskesmas Cempaka Putih dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Kata-kata kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Metode Kontrasepsi Jangka anjang (MKJP)
Literature Review: Pengaruh Olahraga Aerobik terhadap Kadar Trigliserida Penderita Hipertensi Rizkina Rizkina; Fauzan Muttaqien; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.303 KB)

Abstract

Abstract: High level of triglycerides in the blood is a risk factor for complications in hypertension people. Aerobic exercise is useful for lowering triglyceride levels and aerobic exercise is a lifestyle modification used as a non-pharmacological hypertension therapy. The purpose of this literature review is to provide an overview of the effect of aerobic exercise on triglyceride levels in hypertensive patients. The method of this study is browsing English-language articles published in 2010-2020 in the PubMed and Google Scholar database. The articles used for the literature review were 20 articles, there are 15 articles that show that aerobic exercise can reduce triglyceride levels, one article shows an increase triglyceride levels and 4 articles do not experience changes or differences in triglyceride levels. Change of triglyceride levels after aerobic exercise in hypertensive patients are influenced by several factors, such as: food habits, intensity and frequency of aerobic exercise, as well as risk factors and exercise capacity in hypertension people.  Keywords: Aerobic exercise, triglycerides, hypertension Abstrak: Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah merupakan faktor risiko timbulnya komplikasi pada penderita hipertensi. Olahraga aerobik dianggap bermanfaat untuk menurunkan kadar trigliserida, serta olahraga aerobik merupakan salah satu modifikasi gaya hidup yang digunakan sebagai terapi hipertensi nonfarmakologi. Tujuan penulisan literature review ini untuk membuat gambaran umum terkait pengaruh olahraga aerobik terhadap kadar trigliserida pada penderita hipertensi. Penulisan dilakukan dengan menelusuri artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan tahun 2010-2020 pada database PubMed dan Google Scholar. Artikel yang digunakan untuk literature review ini sebanyak 20 artikel, terdapat 15 artikel yang menunjukkan bahwa olahraga aerobik dapat menurunkan kadar trigliserida, satu artikel menunjukkan peningkatan dan 4 artikel tidak mengalami perubahan atau perbedaan kadar trigliserida. Perubahan kadar trigliserida setelah melakukan olahraga aerobik pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: kebiasaan makanan, intensitas dan frekuensi olahraga aerobik, serta faktor risiko dan kapasitas olahraga pada penderita hipertensi. Kata-kata kunci: Olahraga aerobik, trigliserida, hipertensi
Perbandingan Aktivitas Antibakteri antara Ekstrak Daun dan Kulit Batang Tanjung terhadap Staphylococcus aureus In Vitro Nadita Arianti Sumarno; Alfi Yasmina; Noor Muthmainah
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.961 KB)

Abstract

Abstract: Tanjung (Mimusops elengi L.) is a medicinal plant that can treat various diseases, one of which is caused by Staphylococcus aureus. This plant contains alkaloid, tannin, saponin, and flavonoid which have effect as antibacterials. The purpose of this study was to determine the comparison of antibacterial activity between tanjung leaves and stem bark extracts against S. aureus in vitro. The method of this study was true experimental with post-test only with control group design, consisting of 10 treatments of tanjung leaves and stem bark extracts with concentrations of 15%, 25%, 35%, and 45%, the positive control (clindamycin 2 μg), and the negative control (aquadest). Extraction method used was maceration with 70% ethanol. The positive control was clindamycin 2 μg, and negative control was aquadest. The measured parameter was the diameter of the inhibitory zone. Statistical analysis used were the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney test, with 95% confidence level. The results of this study found significant differences between treatments of tanjung leaves and stem bark extracts. Significant differences were found between the treatment with tanjung leaves and stem bark extracts of all concentrations, that is, concentrations of 15%, 25%, 35%, and 45%. The conclusion of this study is that there are significant differences in antibacterial activity between tanjung leaves and stem bark extract in the same concentration against S. aureus in vitro. Keywords: Tanjung leaves, tanjung stem bark, Staphylococcus aureus, inhibitory zone Abstrak: Tanaman tanjung (Mimusops elengi L.) adalah tanaman yang memiliki banyak khasiat dalam mengobati berbagai jenis penyakit, salah satunya penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman ini memiliki kandungan alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid yang bersifat antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri antara ekstrak daun dan kulit batang tanjung terhadap S. aureus in vitro. Metode penelitian ini adalah true *(experimental dengan rancangan post test-only with control group design, terdiri dari 8 perlakuan ekstrak daun dan kulit batang tanjung dengan konsentrasi 15%, 25%, 35%, dan 45%, serta kontrol positif klindamisin 2 µg, dan kontrol negatif akuades. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Kontrol positif klindamisin 2 µg, dan kontrol negatif akuades. Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan bermakna dari perlakuan ekstrak daun dan kulit batang tanjung. Perbedaan yang bermakna terdapat antara perlakuan dengan ekstrak daun dan kulit batang tanjung semua konsentrasi, yaitu konsentrasi 15%, 25%, 35%, dan 45% (p < 0,05). Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna aktivitas antibakteri antara ekstrak daun dan kulit batang tanjung pada konsentrasi sama terhadap S. aureus in vitro. Kata-kata kunci: Daun tanjung, kulit batang tanjung, Staphylococcus aureus, Zona hambat
Literature Review: Korelasi Kadar Glukosa dengan Kadar Karbonil pada Lansia yang Memiliki Diabetes Muhammad Geraldy Isfandiary; Eko Suhartono; Fakhrurrazy Fakhrurrazy
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.445 KB)

Abstract

Abstract: Elderly are closely related increased susceptibility to diseases due to continuous exposure to free radicals. Free radicals have an important role in various physiological conditions and their implications in various symptoms, one of which is hyperglicemia. Excessive or deficient blood sugar levels will cause health problems in the body. Blood sugar levels during capillary blood examination were low <90 mg / dl), normal (90-199 mg / dl), high (≥200 mg / dl). High glucose levels cause oxidation and glycolysis processes that produce ROS and AGEs which in turn induce oxidative damage to produce carbonyl compounds. Carbonyl compounds increase with age and high glucose levels. The purpose of this literature review is to explain the relationship between glucose levels and carbonyl levels in the elderly. The search was carried out on English-language articles published between 2010-2020 on the PubMed database, ScienceDirect and google scholar. The keywords used in the search for the article were glucose level, protein carbonyl, ROS, oxidative stress, and elderly. Based on the search of the article, the selection was made based on the title and abstract, in order to obtain 20 articles. The same article was excluded from all suitable articles through objective analysis, topic suitability resulting into 14 articles. Based on the literature review, it was found there is a relationship between glucose levels and plasma carbonyl levels. Keywords: glucose levels, carbonyl protein, oxidative stress, ROS, elderly Abstrak: Lansia berhubungan dengan peningkatan kerentanan tubuh terhadap penyakit akibat paparan radikal bebas terus-menerus. Penuaan terjadi karena hilangnya homeostasis akibat stres oksidatif kronis. Radikal bebas memiliki peran penting dalam berbagai kondisi fisiologis serta implikasinya dalam beragam gejala penyakit salah satunya hiperglikemi. Kadar gula darah yang berlebihan atau kekurangan akan menimbulkan masalah kesehatan pada tubuh.  Kadar gula darah sewaktu pada pemeriksaan darah kapiler, rendah (<90 mg/dl), normal (90-199 mg/dl), tinggi (≥200 mg/dl). Kadar glukosa tingggi menyebabkan proses oksidasi dan glikolisis yang menghasilkan ROS dan AGEs selanjutnya menginduksi kerusakan oksidatif residu asam amino menghasilkan senyawa karbonil. Senyawa karbonil meningkat seiring bertambahnya usia dan tingginya kadar glukosa. Tujuan dari literature review untuk menjelaskan hubungan antara kadar glukosa dan kadar karbonil pada lansia. Penelusuran dilakukan pada artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2010-2020 pada database PubMed, ScienceDirect dan google scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah kadar glukosa, protein karbonil, ROS, stres oksidatif, dan lansia. Berdasarkan pencarian artikel tersebut dilakukan pemilihan berdasarkan judul dan abstrak, sehingga diperoleh sebanyak 20 artikel. Artikel yang sama dieksklusi dari keseluruhan artikel yang sesuai melalui analisis tujuan, kesesuaian topik sehingga didapatkan 14 artikel. Berdasarkan literature review didapatkan hubungan antara kadar glukosa dengan kadar karbonil plasma. Kata – kata kunci: kadar glukosa, protein karbonil, stres okdidatif, ROS, lansia
Literature Review: Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Atlet dan Bukan Atlet Alya Nabilahsaffa Maulidinna; Siti Kaidah; Huldani Huldani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.315 KB)

Abstract

Abstract: Hemoglobin is a molecule that works as a binder of oxygen in the blood which will then be distributed throughout the body. Physical exercise that is done with a certain duration can cause a decrease or increase in hemoglobin. As a form of achieving goals, an athlete in sports needs to look for physical exercise. The purpose of writing this literature review is to analyze the differences between athletes and non-athletes. The reviewed articles were obtained through the Google Scholar and PubMed databases. The articles included are in English and Indonesian, published in 2011-2021. A total of 11 articles were included in this literature review. There were differences in results among the studies assessed in this review, this could be due to several factors such as duration, frequency and type of exercise, as well as nutritional intake. Keywords: difference, hemoglobin, athletes, non-athletes  Abstrak: Hemoglobin merupakan molekul yang berfungsi sebagai pengikat oksigen didarah yang selanjutnya akan disebarkan ke seluruh tubuh. Latihan fisik yang dilakukan dengan durasi tertentu dapat menyebabkan penurunan atau peningkatan dari kadar hemoglobin. Sebagai bentuk untuk mencapai tujuan pada seorang atlet dalam berolahraga perlu dilakukannya latihan fisik. Tujuan penulisan literature review ini adalah yaitu untuk menganalisis perbedaan pada atlet dan bukan atlet. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literature terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu Google Scholar dan PubMed. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 2011-2021. Sebanyak 11 artikel disertakan pada literature review ini. Terdapat perbedaan hasil antar penelitian terkait perbedaan kadar hemoglobin pada atlet dan bukan atlet yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti durasi, frekuensi dan jenis latihan, selain itu juga disebabkan oleh asupan gizi. Kata-kata kunci: perbedaan, hemoglobin, atlet, bukan atlet
Uji Validitas dan Reliabilitas Benign Prostatic Hyperplasia Impact Index Versi Bahasa Indonesia Jessica Firajanti A. Kumpang; Eka Yudha Rahman; Oski Illiandri
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.863 KB)

Abstract

Abstract: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a chronic disease that affects quality of life. The assessment can be performed using a specific quality of life questionnaire for BPH patients, one of the questionnaires is the Benign Prostatic Hyperplasia Impact Index (BII). However, BII cannot be used in Indonesia because it has not been translated and tested for validity and reliability. The purpose of this study is to translate BII into Indonesian and assess the validity, and reliability of the Indonesian version of BII. This study is descriptive with a cross-sectional approach. The translation is carried out according to standardized guidelines. A minimum number of samples was determined by respondent-item ratio of 5:1 and was adjusted to the inclusion and exclusion criteria. The content validity was assessed by experts, construction validity was analyzed by the Pearson correlation test, and internal construction reliability was adjusted with Cronbach's alpha values. A total of 23 BPH patients were obtained as sample with a mean age of 67.13±10.61. The Indonesian version of the BII questionnaire was declared valid related to content validity and construction validity (r count=0.853-0.938, r table 0.4132, p <0.05), and was highly reliable (α= 0.908). Keywords: benign prostatic hyperplasia (BPH), benign prostatic hyperplasia impact index (BII), validity, reliability. Abstrak: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan penyakit kronis yang dapat mengganggu kualitas hidup. Penilaian kualitas hidup dilakukan menggunakan kuesioner penilaian kualitas hidup khusus BPH, salah satunya Benign Prostatic Hyperplasia Impact Index (BII). Namun, BII belum bisa digunakan di Indonesia karena belum diterjemahkan, belum diuji validitas, dan reliabilitasnya. Tujuan penelitian ini adalah menerjemahkan BII ke dalam Bahasa Indonesia, menilai validitas, dan reliabilitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penerjemahan mengikuti pedoman terstandardisasi. Besar sampel minimal sesuai respondent-item ratio 5:1 dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi.Validitas isi dinilai oleh ahli, validitas konstruksi dianalisis dengan uji korelasi Pearson, dan reliabilitas konstruksi internal dengan memperhatikan nilai Cronbach’s alpha. Total sampel 23 pasien BPH dengan rerata usia 67,13±10,61. BII versi Bahasa Indonesia valid terkait validitas isi dan konstruksi (r hitung=0,853-0,938, r tabel=0,4132, p=0,05), dan reliabilitasnya sangat tinggi (α=0,908). Kata-kata kunci: benign prostatic hyperplasia (BPH), benign prostatic hyperplasia impact index (BII), validitas, reliabilitas.
Gambaran Jenis Bakteri pada Tangan Siswa Sekolah Dasar di Sekitar Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin Pauline Surya Kurniati; Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.191 KB)

Abstract

Abstract: The presence of bacteria on the hands could cause the primary illness towards the body for example the infection of digestive system which proceeds to diarrhea, upper respiratory tract infection and skin diseases. Bacteria on the hands could differ from the location conducted. Therefore, this research is designed in order to obtain the hand’s bacteria of elementary students of the riverbank  Lulut Banjarmasin. The method that employed in this research was observational description alongside the cross sectional. The samples employed on this research were observed through 30 elementary students for each different groups, whom lived within less than 10 m from the riverbank and more than 10 m outside the riverbank. The result of this experiement through the swab hands towards the group of elementary students who lived near the riverbank showed that there were 70% of  Staphylococcus aureus and 30% of Escherichia coli. Whereas, the other group of elementary students who lived outside the area got 66.7% of Staphylococcus aureus and 33.3% of Escherichia coli. Through the analysis, it is indicated that Staphylococcus aureus was the most bacteria established on elementary hands students near the riverbank of Lulut River Banjarmasin. Keywords: Bacteria on hands, the riverbank, outside the riverbank, Lulut River Banjarmasin, elementary student Abstrak: Keberadaan bakteri pada tangan dapat menjadi perantara infeksi saluran cerna seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit pada kulit. Jenis bakteri pada tangan dapat berbeda sesuai lokasi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis bakteri pada tangan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di bantaran Sungai Lulut Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah observasional  deskriftif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah masing-masing sejumlah 30 siswa siswa yang bertempat tinggal di bantaran dengan jarak ≤10 m dari sungai dan diluar bantaran dengan jarak ˃10 m dari sungai. Hasil penelitian pada swab tangan kelompok siswa sekolah dasar (SD) yang bertempat tinggal di bantaran sungai didapatkan Staphylococcus aureus sebanyak  70% dan Escherichia coli sebanyak 30%, sedangkan pada kelompok siswa SD yang bertempat tinggal di luar bantaran sungai didapatkan Staphylococcus aureus sebanyak  66,7% dan Escherichia coli sebanyak 33,3%. Dapat disimpulkan bahwa Staphylococcus aureus merupakan bakteri terbanyak pada tangan siswa SD disekitar bantaran Sungai Lulut Banjarmasin. Kata-kata kunci: Bakteri tangan, bantaran sungai, luar bantaran sungai, Sungai Lulut Banjarmasin, siswa sekolah dasar