cover
Contact Name
Ahmadi Ridha
Contact Email
kalosara@iainkendari.ac.id
Phone
+6285990350982
Journal Mail Official
kalosara@iainkendari.ac.id
Editorial Address
jl. Sultan Qaimuddin, No. 17 Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kalosara: Family Law Review
ISSN : 28073177     EISSN : 28072162     DOI : http://dx.doi.org/10.31332/.v2i1.4223
1. Marriage Law 2. Inheritance 3. Testament (washiah) 4. Divorce 5. Property in marriage 6. Childcare, 7. Women and children rights 8. The rights and obligations of the family 9. Endowments (waqf) 10. Marriage and Gender 11. Customary law (adat) family practice
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 70 Documents
DAMPAK PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR TERHADAP KELANGSUNGAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI’AH Studi Desa Lalombonda Kecamatan Lalonggasumeeto Kab. Konawe Pebi Pebi; Muhammad Idris; Rusdin Muhalling
KALOSARA: Family Law Review Vol 1, No 1 (2021): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.079 KB) | DOI: 10.31332/.v1i1.2983

Abstract

Penelitian yang berjudul Dampak pernikahan dibawah umur terhadap kelangsungan rumah tangga Perspektif Maqasid Al-Syari’ah (Studi Desa Lalombonda Kec. Lalonggasumeeto Kab. Konawe). Dengan sub pembahasan, Faktor-faktor pernikahan dibawah umur, Dampak pernikahan dibawah umur, dan Tinjauan Maqasid Al-Syria’ah terhadap dampak pernikahan dibawah umur. Untuk menjawab permasalahan yang ada, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu untuk teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik editing, classifying, verifying, analyzing dan concluding. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah yakni teknik display data, reduksi data, dan verifikasi data, adapun pengecekan keabsahan data menggunakan metode trianggulasi waktu, sumber, dan metode. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dampak pernikahan dibawah umur terhadap kelangsungan rumah tangga di desa lalombonda lebih banyak yang mengalami keterpurukan dari segi pendidikan, ekonomi maupun social bahkan para pelaku yang menikah dibawah umur. Usia pernikahan mereka tidak bertahan lama. Faktor pergaulan yang bebas dan hamil diluar nikah menjadi penyebab paling utama yang mendasari terjadinya pernikahan dibawah umur di desa lalombonda. Dan apabila ditinjau dari Maqasid Al-Syari’ah pernikahan dibawah umur tidak sesuai dengan Tujuan Maqasid Al-Syari’ah karena lebih banyak memunculkan mafsadat ketimbang manfaat sehingga dapat mengancam terwujudnya tujuan syari’at dalam memelihara agama, akal, keturunan, jiwa dan memelihara harta.
Upaya Pasangan Suami Istri Tunawicara dalam Membentuk Keluarga Sakinah Persepsi Al-‘Urf Studi di Kota Kendari Eva Lestari; Iswandi Iswandi; Nasruddin S
KALOSARA: Family Law Review Vol 2, No 1 (2022): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.213 KB) | DOI: 10.31332/.v2i1.3669

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh pasangan suami istri tunawicara dalam membentuk keluarga sakinah di Kota Kendari dan mendeskripsikan perspektif Al-Urf tehadap upaya pasangan suami istri tunawicara dalam membentuk keluarga sakinah di Kota Kendari. Untuk menjawab permasalahan yang ada penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Empiris. Untuk menjelaskan persoalan secara mendalam dan menyeluruh, penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan studi dokumenter. Data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil observasi dan wawancara dengan informan atau narasumber yang terkait dengan objek penelitian seperti pasangan suami istri tunawicara dan keluarga informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pasangan suami istri tunawicara dalam menciptakan keluarga sakinah adalah melakukan pernikahan secara resmi, pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial kemasyarakatan dan Sosial keagamaan, serta menjalin komunikasi berupa selalu bersama, menggunakan sosial media, menggunakan gerakan khusus dan simbol, serta saling terbuka. Perspektif Al-Urf tehadap upaya pasangan suami istri tunawicara dalam membentuk keluarga sakinah di Kota Kendari adalah dengan pernikahan secara resmi, pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial kemasyarakatan dan Sosial keagamaan, serta menjalin komunikasi berupa selalu bersama, menggunakan sosial media, menggunakan gerakan khusus dan simbol, serta saling terbuka yang semuanya sejalan dengan Al-‘Urf.
Peran Hakim Mediator dalam Menangani Mediasi Perceraian di Pengadilan Agama Ekawati Hamzah; Hasmulyadi Hasmulyadi; Amirullah Amirullah
KALOSARA: Family Law Review Vol 1, No 2 (2021): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.927 KB) | DOI: 10.31332/.v1i2.3283

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Peran Hakim Mediator dalam Menangani Mediasi Perceraian di Pengadilan, contoh kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Bantaeng. Permasalahan yang dibahas yakni faktor yang menentukan keberhasilan mediasi perceraian, pelaksanaan mediasi perceraian serta hambatan Hakim Mediator dalam menyelesaikan mediasi perkara perceraian. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dengan prosedur pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan (Library Research) serta Penelitian lapangan (Field Research). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik analisis deduktif, induktif dan komparatif. Hasilnya mengungkapkan bahwa dalam melakukan pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama sesuai dengan agenda mediasi yang telah diatur dalam PERMA NO 1 Tahun 2016. Sedangkan keberhasilan dalam suatu mediasi perkara perceraian yakni sikap, perkara, mediator, dan itikat baik para pihak. Dan hambatan hakim mediator dalam menangani mediasi penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Bantaneg adalah respon kedua belah pihak yang akan bercerai, melewati batas waktu mediasi, proses mediasi dengan itikat tidak baik dan syarat kesepakatan damai tidak terpenuhi.
Pisumba dalam Tradisi Masyarakat Suku Cia-Cia di Lapandewa Perspektif Hukum Islam Hasna Hasna; Aris Nur Qadar Ar Razak; Andi Yaqub
KALOSARA: Family Law Review Vol 1, No 2 (2021): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.748 KB) | DOI: 10.31332/.v1i2.3280

Abstract

Tradisi Pisumba suatu upacara adat khitan perempuan yang ada dalam masyarakat suku Cia-Cia di Desa Lapandewa. Masyarakat Lapandewa meyakini tradisi ini sangat penting untuk dilaksanakan karena tradisi ini sebagai pelengkap pengIslaman anak perempuan, sehingga wajib dilaksanakan oleh orang tuanya apabila memiliki anak perempuan, jika tidak melaksanakan tradisi ini dianggap tidak sah Islamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi Pisumba yang ada dalam masyarakat suku Cia-Cia di Lapandewa dan bagaimana perspektif hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi Pisumba. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif, pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian hukum yurdisi empris , sumber data yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa A. Proses pelaksanaan Pisumba dalam tradisi masyarakat suku Cia-Cia di Lapandewa adalah  : (1) Tahap persiapan (musyawarah), penentuan hari pelaksanaan tradisi, persiapan alat dan bahan prosesi tradisi Pisumba, (2) Tahap pelaksanaan : pibura, pibindu, pikukuwi, pibaho, polimbaa ikaoumpu, kasunei. (3) tahap penutupan : pembacaan doa dan pembersihan tempat acara tradisi Pisumba, B. Perspektif hukum Islam terhadap tradisi Pisumba termaksud Urf  Shahih karena tidak bertentangan dengan tujuan hukum Islam, Pisumba ibadah ghairuh mahdah, tradisi yang baik karena membawa mashlahat dan tidak mendatangkan mudharat bagi anak perempuan, sesuai dengan mashlahat mursahalah, sedangkan yang termaksud Urf Fasid karena masih ada nilai-niali ritual yang bertentangan dengan hukum Islam.
DAMPAK POLIGAMI TERHADAP KESEJAHTERAAN ISTRI DAN ANAK PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI’AH STUDI DI KECAMATAN MOWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN Nur Hikmah; Ahmad Ahmad; Rusnam Rusnam
KALOSARA: Family Law Review Vol 1, No 1 (2021): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.897 KB) | DOI: 10.31332/.v1i1.2985

Abstract

Penelitian ini berjudul Dampak Poligami Terhadap Kesejahteraan Istri dan Anak Perspetif Maqasid Al-Syari’ah (Studi di Kecamatan Mowila Kab. Konawe Selatan). Dengan Sub Pembahasan, Dampak Poligami, Faktor-Faktor Poligami, dan Bagaimana Tinjauan Maqasid Al-Syari’ah Terhadap Dampak Poligami Terhadap Kesejahteraan Istri dan Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak apa saja yang terjadi setelah suami melakukan poligami terhadap ksejahteraan istri dan anak. Untuk menjawab permasalahan tersebut penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris. Sebab dalam penelitian ini peneliti mencari data yang faktual dan akurat kemudian menyimpulkan demi menggambarkan secara sistematis suatu aktivitas tertentu yang peneliti dapatkan dilapangan kemudian peneliti padukan dengan undang-undang. Adapun sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan data sekunder. Untuk teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik display data, reduksi data, dan verifikasi data, adapun pengecekan keabsahan data menggunakan metode tringulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak poligami terhadap kesejahteraan istri dan anak Kecamatan Mowila ada yang berdampak Positif dan ada yang berdampak Negatif. Factor yang menyebabkan melakukan poligami yaitu karena adanya kata mampu dan ingin medapat kasih saying lebih. Dan apabila di tinjau dari Maqasid Al-Syari’ah jika dilihat dari factor yang terjadinya poligami di Kecamatan Mowila dalam rangka memelihara keturunan maka hal ini menyebabkan istri pertama tertekan hal ini juga tidak sesuai dengan Maqasid Al-Syari’ah karena tidak dapat memelihara akal.
Perkawinan Politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur (Perspektif Maqashid Syariah) Hasim Hasim; Ashadi L. Diab; Ahmad Ridha
KALOSARA: Family Law Review Vol 2, No 1 (2022): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.479 KB) | DOI: 10.31332/.v2i1.4271

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alasan Kepala Keluarga melakukan perkawinan politik, untuk mengetahui problematika yang muncul dalam perkawinan politik, dan untuk mengetahui dan menganalisis perspektif Maqasid Syariah terhadap Perkawinan Politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur. Jenis Penelitian adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi documenter. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi data, triangulasi teknik, triangulasi waktu dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan kepala keluarga melakukan perkawinan politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur yaitu 1) Pernikahan dilakukan karena saling mencintai, 2) married by accident, 3) Pernikahan dilakukan karena sudah lama hidup sendiri/perawan tua. Adapun problematika yang muncul dalam perkawinan politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur dapat digolongkan menjadi dua yaitu pertama, problematika yang muncul dari dalam diri orang tua dan kedua, problematika tentang keagamaan anak dalam kepala keluarga yang melakukan perkawinan politik. Perspektif Maqasid Syariah terhadap perkawinan politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur adalah tidak sah dengan mengacu pada QS. Al-Baqarah/2:221, QS. Al-Mumtahanah/60:10 dan Al-Mā’idah/5:5. Dalam berbagai penafsiran ketiga ayat tersebut yang sering digunakan untuk membahas seputar perkawinan politik adalah apabila wanita muslim menikah dengan laki-laki non muslim maka hukum dari nikah tersebut adalah tidak sah (haram) begitupun sebaliknya.Kata Kunci: Perkawinan Politik, Maqashid Syariah
Hak Asuh Anak Prespektif Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perlindungan Anak (Studi Perkara Nomor: 0097/Pdt.G/2018/PA.Rh) Mar'atun Shafiyah; Kamaruddin Kamaruddin; Muh. Idris
KALOSARA: Family Law Review Vol 1, No 2 (2021): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.88 KB) | DOI: 10.31332/.v1i2.3235

Abstract

Penelitian ini membahas hak asuh anak berdasarkan Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh persoalan ketika pasangan suami isteri bercerai yang berakibat pada perebutan hak asuh anak yang pada dasarnya bagi anak belum berusia 12 tahun adalah hak ibu. Lalu bagaimana ketika seorang ibu justru melalaikan tanggung jawabnya untuk mengasuh anak tersebut dengan baik? Berdasarkan hal tersebut terdapat sebuah kasus yang dapat diteliti dimana seorang ayah mengajukan gugatan hak asuh anak di Pengadilan Agama Raha yang disebabkan oleh penelantaran anak yang dilakukan mantan isteri penggugat. Adapun masalah yang dipelajari dalam penelitian ini adalah bagaimana proses penyelesaian perkara terhadap hak asuh anak di Pengadilan Agama Raha? Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi putusan hakim terhadap hak asuh anak di Pengadilan Agama Raha? Dan bagaimana pandangan Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perlindungan Anak mengenai perkara hak asuh anak di Pengadilan Agama Raha?  Penelitian ini menggunakan pendekatan Normatif Empiris untuk menemukan dasar Hukum mengenai hak asuh anak kemudian disesuaikan dengan fakta atau kasus putusan hak asuh anak di Pengadilan Agama Raha. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melakukan wawancara dan studi kepustakaan, kemudian dianalisa secara kualitatif yaitu dengan menafsirkan permasalahan yang terjadi kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah  proses penyelesaian perkara hak asuh anak di Pengadilan Agama Raha diawali dengan mediasi dan diakhiri dengan kesimpulan; Faktor-faktor hakim dalam memberi putusan adalah berdasarkan dengan regulasi aturan; Berdasarkan Hukum Kompilasi Islam dan Undang-Undang Perlindungan Anak hak asuh anak diberikan pada orang tua yang mampu mengasuh anaknya dengan baik.
TRADISI APPASILI’ PADA SUKU MAKASSAR PERSPEKTIF AL-‘URF (Studi Di Kelurahan Tamarungan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa) Zul Arwiki Jecky; Siti Halimang; Muhammad Iqbal
KALOSARA: Family Law Review Vol 1, No 1 (2021): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.905 KB) | DOI: 10.31332/.v1i1.2986

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema Tradisi Appasili’ Pada Suku Makassar Perspektif Al-‘Urf (Studi di Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa). Dalam kajian Ushul Fikih pada term ‘urf, dibahas tentang metode istinbath hukum dalam hukum Islam. Berangkat dari sini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi appasili’ pada Suku Makassar Perspektif Al-‘Urf. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, sebab dalam penelitian ini peneliti mencari data yang faktual dan akurat kemudian menyimpulkan dengan sistematis, dimana fakta-fakta yang diteliti merupakan fakta yang tidak dapat dipecahkan melalui laboratorium. Kemudian untuk pendekatannya menggunakan pendekatan historis, sosiologi dan antropologi yang memungkinkan peneliti menganalisis fenomena tradisi appasili’ ibu hamil sehingga dapat bertahan hingga saat ini. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tahapan dan nilai filosofis prosesi ritual tradisi appasili’ ibu hamil terdiri: (1) Mandi sebelum pelaksanaan sebagai harapan kebersihan dari segi jasmaniyah maupun rohaninyah (2) Mengenakan pakaian bersih sebagai tanda kesiapan akan kebersihan (3) Keluar rumah sembari menaiki tangga sebagai harapan dapat menjalani kehidupan dengan baik dan diberi kemudahan. (4) Duduk diatas kelapa tua diharapkan agar selalu sehat dan terhindar dari penyakit ambeien (5) Membaca niat appasili’ dan doa kebaikan diharapkan orang yang sedang di appasili’ itu mudah melahirkan serta membuang sial ibu hamil (6) Memercikkan ibu hamil dengan dedaunan diharapkan dapat terhindar dari segala bentuk pengaruh jahat yang akan menghampiri keluarganya. (7) Berjalan sembari menginjak sebutir telur diharapkan orang yang hendak melahirkan, supaya bayinya mudah keluar dari rahim (8) Mandi setelah pelaksanaan serta mengganti pakaian diharapkan agar pengaruh-pengaruh jahat tidak kembali lagi bersih dan suci. (9) Mengurut perut ibu hamil diharapkan bayi dan ibunya tetap sehat serta rejekinya berdatangan dari segala arah yang tidak disangka-sangka. Penulis berkesimpulan bahwa tradisi appasili’ ibu hamil masuk dalam kaidah ushul fiqh “Asal dari segala sesuatu adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkan” jadi dia boleh dilaksanakan selama tidak bertentangan dengan hukum Islam. Karena didalamnya terdapat maslahat dan tidak mendatangkan mudharat bagi ibu hamil beserta bayinya.
Tradisi Ma’dupa dalam Ritual Pemakaman pada Suku Bajo Perspektif Hukum Islam (Studi di Desa Renda, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna) Muh. Wahsy; Kamaruddin Kamaruddin; Muhammad Iqbal
KALOSARA: Family Law Review Vol 2, No 1 (2022): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.467 KB) | DOI: 10.31332/.v2i1.4144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan masyarakat suku Bajo terhadap tradisi Ma’dupa dalam ritual pemakaman di masyarakat Desa Renda, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna; untuk mengetahui proses tradisi ma’dupa dalam ritual pemakaman pada suku Bajo di masyarakat Desa Renda, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna; dan untuk mengetahui perspektif hukum Islam terhadap tradisi Ma’dupa dalam ritual pemakaman suku Bajo di masyarakat Desa Renda, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna. Penelitian ini meggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pemgumpulan data, wawancara, observasi, dan dokumentasi, adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pandangan masyarakat suku Bajo terhadap tradisi Ma’dupa dalam ritual pemakaman merupakan masih tetap mereka jaga, dan sangat disakralkan maka wajib dilaksanakan dalam ritual pemakaman. Proses tradisi Ma’dupa dalam ritual pemakaman di masyarakat suku Bajo, menunjukkan bahwa proses pembakaran dupa dalam ritual pemakaman itu ada beberapa tahap yaitu: pertama, berbicara dengan imam kampung, kedua diadakannya pembakaran dupa, dan ketiga membaca surah yasin dan tahlilan. Adapun perspektif hukum Islam terhadap tradisi ma’dupa dalam ritual pemakaman, menunjukkan bahwa tradisi ma’dupa masuk ‘urf shahih (baik) dan ‘urf fasid (tidak baik). Karena jika di lihat dari ‘urf shahih dan ‘urf fasid, maka kita jumpai ada beberapa ritual yang masih sejalan atau tidak bertentangan dengan hukum Islam dan ada juga yang sudah bertentangan dengan hukum Islam.Kata Kunci: Tradisi Ma’dupa, Suku Bajo, Hukum Islam
Peran Single Parent dalam Membentuk Keluarga Sakinah Hafid Irfansyah; Kartini Kartini; Rachmadani Rachmadani
KALOSARA: Family Law Review Vol 2, No 2 (2022): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kalosara.v2i2.5233

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peran single parent dalam membentuk keluarga sakinah di Desa Wunduwatu dan tinjauan maqashid syariah terhadap peran tunggal single parent dalam membangun keluarga sakinah di Desa Wunduwatu Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan redukasi data dan pengecekan keabsahan temuan dengan tringulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: a). Gambaran peran single parent di Desa Wunduwatu dalam memenuhi kebutuhan keluarga yang terdiri dari kebutuhan fisiologi, kebutuhan rasa aman dan perlindungan, kebutuhan rasa kasih sayang, kebutuhan akan rasa percaya diri dan kebutuhan aktualisasi diri. semua pemenuhan kebutuhan tersebut belum mampu dilakukan dengan maksimal oleh para single parent  di Desa Wunduwatu yang di karenakan terdapat kesulitan dan kendala dalam membagi waktu untuk menjalankan perannya tersebut. b). Peran single parent di Desa Wunduwatu dalam membentuk keluarga sakinah jika ditinjau dari hukum Islam yaitu Maqashid Syariah tidak sepenuhnya berjalan dengan baik sebagaimana pada prinsip-prinsip yang ada didalamnya yaitu memelihara agama, jiwa, akal, keturunan dan harta karena beberapa peran dari single parent tidak dilaksanakan dengan maksimal. Karena pada hakikatnya sebagai orang tua tunggal ada banyak aspek yang harus dilaksanakan. Bukan hanya fokus pada satu sisi saja.