cover
Contact Name
Mariaty Podungge
Contact Email
mariatypodungge@gmail.com
Phone
+6285240574043
Journal Mail Official
mariatypodungge@gmail.com
Editorial Address
Kampus II Jln. Sultan Amai Kelurahan Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
ISSN : -     EISSN : 29633389     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
PEKERTI: Journal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti publishes articles on the realm of Islamic education, covering both literary and fieldwork studies. The journal highlights aspects related to Islamic education studies, with special reference to character education, Islamic education policy, philosophy of Islamic education, Islamic education management, Islamic education curriculum, innovations in Islamic education, Islamic education leadership, multicultural Islamic education, Islamic education for social transformation, madrasa education, pesantren education, and other relevant topics. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. This journal was published by Prodi Pendidikan Agama Islam, FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo. PEKERTI: Journal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti is published two times a year (February and August).
Articles 99 Documents
Peran Guru Pendidikan Agam Islam (PAI) Dalam Meminimalisasi Bullying (Perundungan) Di MTs Negri 1 kota Gorontalo Prisca Tamadarage; Lukman Arsyad
PEKERTI Vol. 1 No. 2 (2019): PEKERTI: Jurnal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Publisher : Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.431 KB)

Abstract

Fokus penelitian yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:1) Bagaimana Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meminimalisasi Bullying (Perundungan) di MTs Negeri I Kota Gorontalo.2) bagaimana Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meminimalisasi Bullying (Perundungan) di MTs Negeri I Kota Gorontalo. Dan tujuan Penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meminimalisasi Bullying (Perundungan) di MTs Negeri I Kota Gorontalo. 2) untuk mengetahui Hambatan Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meminimalisasi Bullying (Perundungan) di MTs Negeri I Kota Gorontalo.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dalam pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dengan menggunakan analisis reduksi data, penyajian data dan verifikasi.Hasil penelitian Mengungkapkan bahwa Peran Guru Pendidikan agama Islam bersama sekolah dalam meminimalisasi Bullying melalui dua tahap yaitu tahap pencegahan dan tahap tindak lanjut. Tahap pencegahan dilakukan untuk mencegah serta memfilter terjadinya Bullying dalam lingkungan sekolah. Tahap pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kegiatan intra dan ekstra kurikuler, Guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, Inpirator, Motivator, fasilitator dan pengelola kelas. Tahap tindak lanjut ditujukan apabila telah terjadi perilaku Bullying dalam lingkungan sekolah yaitu guru akan menjadi korektor dan evaluator serta membimbing kembali peserta didik dilanjutkan BK, Kesiswaan dan terakhir Melalui keputusan Kepala Madrasah.. Hal ini diharapkan agar tahap tindak lanjut menjadi solusi atas permasalahan Bullying. Selain itu sikap kooperatif orang tua juga dibutuhkan dalam meminimalisasi Bullying di sekolah
Peran Guru PAI Dalam Membina Erika Toleransi Antar Umat Beragama Siswa di SMK Negeri 1 Limboto Mula, Delinda A.; Damopolii, Mujahid; Buhungo, Ruwiyah A.
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 1 No. 2 (2019): AUGUST
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.71 KB) | DOI: 10.58194/pekerti.v1i2.1248

Abstract

ABSTRAK DELINDA A. MULA, 2020. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Etika Toleransi Antar Umat Beragama Siswa di SMK Negeri 1 Limboto. Pembimbing I : Dr. Mujahid Damopolii, S.Ag. M.Pd, Pembimbing II : Ruwiah A. Buhungo. S.Ag.M.Pd.I Kata Kunci: Peran Guru PAI, Membina etika toleransi, Siswa Penelitian skripsi ini dilatar belakangi bahwa seorang pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan begitu pula dalam pendidikan Islam. Guru pendidikan agama Islam disamping memiliki fungsi sebagai pengajar untuk menyampaikan atau mentransfer ilmu kepada anak didik, guru pendidikan agama Islam juga harus mampu menjadi contoh tauladan yang baik bagi para siswa. Dengan demikian guru tidak hanya memberikan teori saja tetapi memberi contoh sikap yang baik terkait pembinaan etika yang akan tercermin pada perilaku anak didik. Ditengah masyarakat majemuk kita harus saling nebghargai dan menghormati sesama manusia meskipun berbeda agama. Etika toleransi mengajarkan manusia untuk dapat hidup berdampingan dengan orang lain dalam menumbuhkan kesadaran indahnya kebersamaan dalam masyarakat yang majemuk. Hal ini hendaknya diterapkan juga pada anak didik agar menjadi masyarakat sekolah yang harmonis dan kompak ditengah keragaman. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi di SMK Negeri 1 Limboto. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan penelitian, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan dari makna itulah ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: (1) Peran guru PAI sebagai pendidik dalam membina etika toleransi antar umat beragam siswa di SMK Negeri 1 Limboto sudah sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya sikap saling menerima dan menghormati yang sudah diterapkan oleh warga sekolah. (2) Peran guru PAI sebagai motivator dalam membina etika toleransi siswa di SMK Negeri 1 Limboto sudah sangat baik diterapkan sekaligus dipraktekkan langsung oleh warga sekolah. Dan (3) Kendala dan solusi guru PAI dalam membina etika toleransi siswa di SMK Negeri 1 Limboto seharusnya tidak berhenti pada pembinaan yang dilakukan sekolah dalam mengenalkan siswa kepada keberagaman yang sudah menjadi keharusan dalam kehidupan, tetapi siswa juga perlu mampu menghayati, memahami akan pentingnya toleransi dalam kehidupan ini dan kemudian menerapkannya di kehidupan nyata pula. Implikasi dari hasil penelitian tentang peran guru PAI dalam menanamkan etika toleransi siswa di SMK Negeri 1 Limboto, sudah sangat baik hanya saja ada sedikit yang masih harus dibenahi yaitu pada penguatan akhlak siswa yang sudah tidak berada pada tatanan yang semestinya karena sudah mulai terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Delinda A. MulaNIM. 151012064
Peran Guru PAI Dalam Membina Erika Toleransi Antar Umat Beragama Siswa di SMK Negeri 1 Limboto Delinda A. Mula; Mujahid Damopolii; Ruwiyah A. Buhungo
PEKERTI Vol. 1 No. 2 (2019): PEKERTI: Jurnal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Publisher : Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.71 KB)

Abstract

ABSTRAK DELINDA A. MULA, 2020. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Etika Toleransi Antar Umat Beragama Siswa di SMK Negeri 1 Limboto. Pembimbing I : Dr. Mujahid Damopolii, S.Ag. M.Pd, Pembimbing II : Ruwiah A. Buhungo. S.Ag.M.Pd.I Kata Kunci: Peran Guru PAI, Membina etika toleransi, Siswa Penelitian skripsi ini dilatar belakangi bahwa seorang pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan begitu pula dalam pendidikan Islam. Guru pendidikan agama Islam disamping memiliki fungsi sebagai pengajar untuk menyampaikan atau mentransfer ilmu kepada anak didik, guru pendidikan agama Islam juga harus mampu menjadi contoh tauladan yang baik bagi para siswa. Dengan demikian guru tidak hanya memberikan teori saja tetapi memberi contoh sikap yang baik terkait pembinaan etika yang akan tercermin pada perilaku anak didik. Ditengah masyarakat majemuk kita harus saling nebghargai dan menghormati sesama manusia meskipun berbeda agama. Etika toleransi mengajarkan manusia untuk dapat hidup berdampingan dengan orang lain dalam menumbuhkan kesadaran indahnya kebersamaan dalam masyarakat yang majemuk. Hal ini hendaknya diterapkan juga pada anak didik agar menjadi masyarakat sekolah yang harmonis dan kompak ditengah keragaman. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi di SMK Negeri 1 Limboto. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan penelitian, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan dari makna itulah ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: (1) Peran guru PAI sebagai pendidik dalam membina etika toleransi antar umat beragam siswa di SMK Negeri 1 Limboto sudah sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya sikap saling menerima dan menghormati yang sudah diterapkan oleh warga sekolah. (2) Peran guru PAI sebagai motivator dalam membina etika toleransi siswa di SMK Negeri 1 Limboto sudah sangat baik diterapkan sekaligus dipraktekkan langsung oleh warga sekolah. Dan (3) Kendala dan solusi guru PAI dalam membina etika toleransi siswa di SMK Negeri 1 Limboto seharusnya tidak berhenti pada pembinaan yang dilakukan sekolah dalam mengenalkan siswa kepada keberagaman yang sudah menjadi keharusan dalam kehidupan, tetapi siswa juga perlu mampu menghayati, memahami akan pentingnya toleransi dalam kehidupan ini dan kemudian menerapkannya di kehidupan nyata pula. Implikasi dari hasil penelitian tentang peran guru PAI dalam menanamkan etika toleransi siswa di SMK Negeri 1 Limboto, sudah sangat baik hanya saja ada sedikit yang masih harus dibenahi yaitu pada penguatan akhlak siswa yang sudah tidak berada pada tatanan yang semestinya karena sudah mulai terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Delinda A. MulaNIM. 151012064
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Abdjul, Nurhalisa; Koesry, Zainul Romiz; Kaawoan, Selviyanti
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 4 No. 1 (2022): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.765 KB) | DOI: 10.58194/pekerti.v4i1.1254

Abstract

Gorontalo merupakan satu  dari  Sembilan belas  hukum adat di Indonesia memiliki ragam hukum Adat diantaranya  adat Mopolihu Lo Limu  (Mandi Lemon) bagi anak perempuan umur 1 s.d 3  tahun.  Seiring perkembangan dan dinamika sosial, pelaksanaan adat ini  makin jauh dari makna esensialnya, lalu nilai-nilai apa yang dapat diungkap dari adat Gorontalo yang makin tidak populer dikalangan generasi muda Gorontalo. Desain penelitian menggunakan kajian fenomenologi melalui pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada Makna dan filosofis  adat Gorontalo Mopolihu Lo Limu  Data yang digunakan berupa : teks, kata-kata tertulis, frasa-frasa atau simbol-simbol, tindakan dan peristiwa dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa  Adat Mopolihu Lo Limu memiliki sejumlah makna yang relevan dengan Penguatan Pendidikan Karakter diantaranya : (1) Sikap Religius, (2)  Sikap Jujur, (3) Toleransi, (4) Disiplin, (5) Kerja keras, (6) Mandiri, (7) Cinta Tanah Air, (8) Bersahabat, (9) Cinta Damai, (10) Peduli Sosial, (11) Peduli Lingkungan dan (12) Bertanggung jawab.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Nurhalisa Abdjul; Zainul Romiz Koesry; Selviyanti Kaawoan
PEKERTI Vol. 4 No. 1 (2022): PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Publisher : Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.765 KB)

Abstract

Gorontalo merupakan satu  dari  Sembilan belas  hukum adat di Indonesia memiliki ragam hukum Adat diantaranya  adat Mopolihu Lo Limu  (Mandi Lemon) bagi anak perempuan umur 1 s.d 3  tahun.  Seiring perkembangan dan dinamika sosial, pelaksanaan adat ini  makin jauh dari makna esensialnya, lalu nilai-nilai apa yang dapat diungkap dari adat Gorontalo yang makin tidak populer dikalangan generasi muda Gorontalo. Desain penelitian menggunakan kajian fenomenologi melalui pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada Makna dan filosofis  adat Gorontalo Mopolihu Lo Limu  Data yang digunakan berupa : teks, kata-kata tertulis, frasa-frasa atau simbol-simbol, tindakan dan peristiwa dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa  Adat Mopolihu Lo Limu memiliki sejumlah makna yang relevan dengan Penguatan Pendidikan Karakter diantaranya : (1) Sikap Religius, (2)  Sikap Jujur, (3) Toleransi, (4) Disiplin, (5) Kerja keras, (6) Mandiri, (7) Cinta Tanah Air, (8) Bersahabat, (9) Cinta Damai, (10) Peduli Sosial, (11) Peduli Lingkungan dan (12) Bertanggung jawab.
MEMBENTUK KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN RANAH AFEKTIF PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 8 GORONTALO Danial, Vatmawati; Supiah, Supiah
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 1 No. 2 (2019): AUGUST
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.64 KB) | DOI: 10.58194/pekerti.v1i2.1258

Abstract

ABSTRAK Pendidikan adalah jalur dalam membentuk generasi mendatang, disamping harus benar-benar diarahkan untuk menghasilkan manusia berkualitas dan mampu bersaing, juga harus diarahkan agar memiliki budi pekerti dan moral yang baik. Pembentukan karakter pada pembelajaran yang afektif sangat membantu peserta didik dalam membentuk sikap mereka. Strategi guru dalam membentuk karakter melalui pembelajaran afektif juga hendaknya membiasakan anak untuk mencari sendiri apa yang ingin diketahuinya. Anak diharapkan bisa mengajukan pertanyaan, berdiskusi, menemukan sendiri atau melakukan sesuatu berdasarkan bahan pelajaran yang telah diberikan, seperti membandingkan, melakukan eksperimen dan sebagainya. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana karakter peserta didik. bagaimana membentuk karakter melalui pembelajaran afektif peserta didik serta mengetahui kendala dan solusi apa yang dilakukan dalam membentuk karakter melalui pembelajaran afektif peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan : berbagai cara yang dilakukan untuk membentuk karakter peserta didik yaitu membiasakan peserta didik mengucap salam, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran serta melakukan bimbingan bagi siswa yang belum terlalu mahir dalam membaca Al-Qur’an dengan mengelompokkan sesuai dengan pemahaman masing-masing. Namun meskipun cara dalam penyusunan program yang jelas tersebut sudah dilakukan, tetapi masih ada kendala yang terjadi diantaranya : masih banyak siswa yang belum mengetahui huruf-huruf hijaiyah yang ada dalam Al-Quran, hal ini disebabkan karena kurangnya bimbingan dan dorongan dari orang tua untuk belajar Al-Quran di rumah sehingga siswa juga enggan untuk mempelajarinya.
MEMBENTUK KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN RANAH AFEKTIF PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 8 GORONTALO Vatmawati Danial; Supiah Supiah
PEKERTI Vol. 1 No. 2 (2019): PEKERTI: Jurnal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Publisher : Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.64 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan adalah jalur dalam membentuk generasi mendatang, disamping harus benar-benar diarahkan untuk menghasilkan manusia berkualitas dan mampu bersaing, juga harus diarahkan agar memiliki budi pekerti dan moral yang baik. Pembentukan karakter pada pembelajaran yang afektif sangat membantu peserta didik dalam membentuk sikap mereka. Strategi guru dalam membentuk karakter melalui pembelajaran afektif juga hendaknya membiasakan anak untuk mencari sendiri apa yang ingin diketahuinya. Anak diharapkan bisa mengajukan pertanyaan, berdiskusi, menemukan sendiri atau melakukan sesuatu berdasarkan bahan pelajaran yang telah diberikan, seperti membandingkan, melakukan eksperimen dan sebagainya. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana karakter peserta didik. bagaimana membentuk karakter melalui pembelajaran afektif peserta didik serta mengetahui kendala dan solusi apa yang dilakukan dalam membentuk karakter melalui pembelajaran afektif peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan : berbagai cara yang dilakukan untuk membentuk karakter peserta didik yaitu membiasakan peserta didik mengucap salam, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran serta melakukan bimbingan bagi siswa yang belum terlalu mahir dalam membaca Al-Qur’an dengan mengelompokkan sesuai dengan pemahaman masing-masing. Namun meskipun cara dalam penyusunan program yang jelas tersebut sudah dilakukan, tetapi masih ada kendala yang terjadi diantaranya : masih banyak siswa yang belum mengetahui huruf-huruf hijaiyah yang ada dalam Al-Quran, hal ini disebabkan karena kurangnya bimbingan dan dorongan dari orang tua untuk belajar Al-Quran di rumah sehingga siswa juga enggan untuk mempelajarinya.
Dampak Pergaulan Bebas Terhadap Peningkatan Angka Putus Sekolah di Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Fendri, Moh; Mobonggi, Arten; Kaawoan, Selviyanti
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 2 No. 1 (2020): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.863 KB) | DOI: 10.58194/pekerti.v2i1.1261

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pergaulan bebas di Desa Kuala Utara, Untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Kuala Utara dan Untuk mengetahui upaya penanggulangan angka putus sekolah di Desa Kuala Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data yang terkumpul di analisis secara triangulasi, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa: (1) Dampak pergaulan bebas di Desa Kuala Utara memberikan dampak negatif pada pendidikan masyarakat khususnya remaja dimana para remaja sering mabuk-mabukan sampai menyebabkan kecelakaan, perzinahan yang membuat anak putus sekolah. (2) beberapa factor yang melatar belakangi meningkatnya angka putus sekolah di Desa Kuala Utara terdiri dari dua hal yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Factor internal yaitu factor yang datang dari dalam dirinya sendiri, sedangkan factor eksternal adalah factor yang datang dari luar. (3) Bagaimana upaya penanggulangan angka putus sekolah di Desa Kuala Utara adalah dengan memperbanyak kegiatan kepemudaan, dan keagamaan sehingga tidak terjerumus pada pergaulan bebas, tersebut. Implikasi penelitian ini di harapkan mendorong pihak Pemeritah untuk meningkatkan upaya penanggulangan angka putus sekolah dengan mencegah pergaulan bebas, sehingga mampu meminimalisir anak putus sekolah di Desa Kuala Utara.
Dampak Pergaulan Bebas Terhadap Peningkatan Angka Putus Sekolah di Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Moh Fendri; Arten Mobonggi; Selviyanti Kaawoan
PEKERTI Vol. 2 No. 1 (2020): PEKERTI: Jurnal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Publisher : Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.863 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pergaulan bebas di Desa Kuala Utara, Untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Kuala Utara dan Untuk mengetahui upaya penanggulangan angka putus sekolah di Desa Kuala Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data yang terkumpul di analisis secara triangulasi, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa: (1) Dampak pergaulan bebas di Desa Kuala Utara memberikan dampak negatif pada pendidikan masyarakat khususnya remaja dimana para remaja sering mabuk-mabukan sampai menyebabkan kecelakaan, perzinahan yang membuat anak putus sekolah. (2) beberapa factor yang melatar belakangi meningkatnya angka putus sekolah di Desa Kuala Utara terdiri dari dua hal yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Factor internal yaitu factor yang datang dari dalam dirinya sendiri, sedangkan factor eksternal adalah factor yang datang dari luar. (3) Bagaimana upaya penanggulangan angka putus sekolah di Desa Kuala Utara adalah dengan memperbanyak kegiatan kepemudaan, dan keagamaan sehingga tidak terjerumus pada pergaulan bebas, tersebut. Implikasi penelitian ini di harapkan mendorong pihak Pemeritah untuk meningkatkan upaya penanggulangan angka putus sekolah dengan mencegah pergaulan bebas, sehingga mampu meminimalisir anak putus sekolah di Desa Kuala Utara.
Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajo Studi Etnografi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pada Praktek Ritual Keagamaan Di Desa Bajo Kecamatan Tilamuta Dai, Fadhliyah; Manahung, Ramoend
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 2 No. 1 (2020): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.797 KB) | DOI: 10.58194/pekerti.v2i1.1267

Abstract

Abstract The purpose of the research to know the general sense of wisdom sentence, the definition of local wisdom and the value of Islamic education in local wisdom in the village of Baco, District Tialmuta. This type of research is qualitative research. The approach to cultural studies of the theory used is theoretical ipsichoorial, structuration, hegemony, social practice and semiotics. Data collection techniques include participatory observation, in-depth interviews, literature studies and focused group discussions. The Data in the sports are descriptitically and presented in narrative form, table, and danilustrasifisual. The results showed that: 1) in general, this sentence of wisdom, interpreted as an invitation so that we can see the purpose of our lives, in a way that we are healthy to always manage the resources that we have at the optimum, not only Optimum, not only availability, but also sustainability to be available, can create the ability for us to see our needs properly and fulfill them, willing to always consistently travel towards that goal. 2) The local wisdom is the values that apply in a society. The values are believed to be the truth and become a reference in the daily conduct of local communities. Therefore, it is very reasonable to say that the local wisdom is the entity that determines the human dignity and dignity of the community. 3) to teach us that man and nature is a supreme harmony of the works of God Almighty. The human being as a symbol of sustainability and harmony of natural life as a living place is always filled with a smile Keywords: local wisdom, Islamic religious education value, Bajo village

Page 2 of 10 | Total Record : 99