cover
Contact Name
Dwi Sulisworo
Contact Email
sulisworo@iistr.org
Phone
+6281328387777
Journal Mail Official
bikk@journal.iistr.org
Editorial Address
Jalan Sugeng Jeroni No.36 Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta 55142 Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
ISSN : 29625734     EISSN : 29624142     DOI : https://doi.org/10.56741/bikk
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan provides novel peer-reviewed clinical articles that support professional nurses and midwives in their competence as health care providers. Each issue presents articles ranging from clinical topics to political and practice issues. It aims to deepen understanding of the theoretical and clinical needs of nurses and midwives practice. This bulletin is essential reading for all those involved in nursing and midwifery practice, including students, managers, educators, researchers, clinicians, and policymakers.
Articles 67 Documents
CERDIK: Aplikasi Edukasi Kontrasepsi untuk Mencegah Putus Pakai Lenna Maydianasari; Nonik Wantini; Dyan Meliala
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 01 (2026): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i01.1309

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar dalam mendukung edukasi kesehatan reproduksi khususnya keluarga berencana. Aplikasi seluler dinilai mampu meningkatkan akses informasi, keterlibatan pengguna serta mendukung pengambilan keputusan kontrasepsi yang tepat sehingga keberlanjutan penggunaan meningkat dan putus pakai (drop out) dapat dihindari. Namun, sebagian besar aplikasi yang telah ada masih bersifat umum, kurang interaktif dan tidak menyediakan layanan konsultasi serta informasi menyeluruh tentang semua jenis kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi Cegah Drop Out Dengan Informasi Kewaspadaan (CERDIK) sebagai media edukasi digital berbasis Android yang komprehensif serta sesuai kebutuhan akseptor KB. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi meliputi tahap pengumpulan informasi, perencanaan dan pengembangan bentuk awal produk. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan bidan serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor KB membutuhkan aplikasi yang menyajikan informasi lengkap tentang metode kontrasepsi modern, efek samping serta layanan konsultasi daring. Prototipe aplikasi CERDIK dikembangkan dengan fitur utama sesuai hasil analisis kebutuhan. Validasi melalui mockup kepada calon pengguna dan ahli, menghasilkan nilai Content Validity Index (CVI) sebesar 0,86 yang menunjukkan kelayakan konten, tampilan dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini menghasilkan desain awal aplikasi CERDIK yang berpotensi menjadi media edukasi kontrasepsi yang layak dan relevan.
Pengaruh Video Edukasi terhadap Kualitas Hidup Penderita Hipertensi di Puskesmas Kartasura Nadia Widyasari; Arina Maliya
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 01 (2026): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i01.1637

Abstract

Hipertensi adalah kondisi kronis yang secara signifikan memengaruhi kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial individu, sering kali menyebabkan penurunan kualitas hidup. Pengetahuan yang terbatas dan kepatuhan yang rendah terhadap perubahan  gaya hidup semakin berkontribusi pada manajemen hipertensi yang buruk di kalangan pasien. Studi ini bertujuan menilai pengaruh video edukasi terhadap kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Kartasura. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen pretest–posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 96 responden dipilih melalui purposive sampling dan dibagi rata kedalam intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi menerima tayangan video edukasi selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar. Kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner SF-36. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup kelompok intervensi, dengan skor rata-rata meningkat dari 54,88 (pretes) menjadi 80,35 (postes), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang berarti (rata-rata 54,69 pretes dan posttes). Analisis statistik menunjukkan efek signifikan dari video edukasi terhadap peningkatan kualitas hidup dengan p=0,001. Temuan ini menyoroti bahwa video edukasi adalah media yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien dan mendorong perilaku gaya hidup yang lebih sehat, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Pengaruh Video Edukasi terhadap Efikasi Diri Penderita Hipertensi: Studi Kuasi Ekperimen di Puskesmas Kartasura Azzarine Hascahyo; Arina Maliya
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 01 (2026): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i01.1668

Abstract

ipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum pada masyarakat, yang membawa ipertensi merupakan masalah kesehatan umum dengan risiko komplikasi serius. Efikasi diri berperan penting dalam kepatuhan pengobatan dan perubahan perilaku sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh video edukasi terhadap efikasi diri pasien hipertensi di Puskesmas Kartasura menggunakan desain kuasi-eksperimental pre-test–post-test dengan kelompok intervensi dan kontrol. Sampel berjumlah 96 responden, menggunakan kuesioner General Self Efficacy (GSE). Kelompok intervensi menerima video edukasi manajemen hipertensi selama empat minggu. Analisis Paired T-test dan Independent T-test menunjukkan peningkatan signifikan efikasi diri pada kelompok intervensi (19,29 menjadi 25,94; p=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak berubah signifikan. Video edukasi terbukti efektif meningkatkan keyakinan pasien dalam pengelolaan hipertensi dan berpotensi menjadi metode edukasi alternatif di layanan kesehatan primer.
Hubungan Usia Menarche dengan Kejadian Dismenorea pada Siswi SMP : Studi di SMP Muhammadiyah 1 Gamping, Kabupaten Sleman Halim Fathan Nurlaila Hanifah; Dhesi Ari Astuti
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 01 (2026): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i01.2106

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan menstruasi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari serta kehadiran di sekolah. Dismenorea ditandai dengan nyeri pada perut bagian bawah yang dapat menjalar ke pinggang atau paha, dengan tingkat nyeri yang bervariasi dari ringan hingga berat. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan dismenorea adalah usia menarche dini (<12 tahun), karena organ reproduksi belum berkembang optimal serta paparan prostaglandin yang terjadi lebih awal dan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea pada siswi di SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dismenorea dilakukan menggunakan kuesioner WaLIDD Score. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian dismenorea paling banyak dialami oleh responden pada tingkat dismenorea sedang (63,2%). Uji statistik Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea (p < 0,001) dengan koefisien korelasi sebesar -0,473 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan korelasi sedang. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea pada siswi di SMP Muhammadiyah 1 Gamping, di mana semakin dini usia menarche maka semakin tinggi tingkat kejadian dismenorea. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan dan penanganan dismenorea.
Hubungan Asupan Makanan Sumber Prebiotik dengan Status Anemia pada Ibu Hamil: Studi Analitik pada Ibu Hamil Trimester II di PMB Herlina Tanjung Haslin, Sharfina; Simanjuntak, Netti Meilani; Aritonang, Juneris; Simaremare, Ernawati
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 02 (2026): Article In Press - Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i02.1336

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang signifikan dan dapat memengaruhi kesehatan ibu serta janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan sumber prebiotik lokal dengan status anemia pada ibu hamil trimester II. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif analitik dengan sampel 37 ibu hamil yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi konsumsi makanan prebiotik dan pemeriksaan hemoglobin untuk menilai status anemia. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menentukan hubungan antara asupan prebiotik dan status anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan prebiotik berhubungan signifikan dengan status anemia (p < 0,001), dengan ibu hamil yang memiliki asupan rendah lebih berisiko mengalami anemia dibandingkan dengan yang memiliki asupan sedang atau tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi makanan lokal kaya prebiotik dalam pola makan ibu hamil sebagai strategi tambahan untuk pencegahan anemia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pengaruh makanan sumber prebiotik terhadap status gizi dan anemia pada ibu hamil, serta dapat menjadi dasar untuk intervensi gizi berbasis masyarakat. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan desain longitudinal atau intervensional dengan sampel lebih besar dan memasukkan penilaian mikrobiota usus untuk memperkuat pemahaman mekanisme biologis.
Pola Makan, Status Gizi, dan Kaitannya dengan Stunting pada Anak Usia Sekolah Winasari Dewi; Yusni Ainurrahmah; Santi Rinjani
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 02 (2026): Article In Press - Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i02.1539

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi utama di Indonesia. Hal ini tidak hanya terjadi pada balita tetapi juga pada anak usia sekolah. Faktor pola makan dan status gizi diduga berperan penting terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan status gizi dengan kejadian stunting pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 51 orang anak usia sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, pengukuran antropometri untuk status gizi dan stunting, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Sebagian besar responden pada penelitian ini berusia 11 tahun (47,1%) dan berjenis kelamin perempuan (56,9%). Mayoritas anak memiliki pola makan kurang baik (51%), status gizi kurang (47,1%), dan prevalensi stunting cukup tinggi (78,4%). Uji Chi-square menunjukkan bahwa pola makan tidak berhubungan signifikan dengan stunting (p=0,789), sedangkan status gizi berhubungan signifikan dengan stunting (p=0,004). Hal ini menunjukkan prevalensi stunting pada anak usia sekolah masih sangat tinggi. Status gizi terbukti berhubungan dengan stunting, sementara pola makan tidak menunjukkan hubungan bermakna. Upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada perbaikan status gizi sejak dini melalui pemenuhan energi dan protein yang adekuat serta intervensi gizi berkelanjutan di sekolah.
Maternal Education and Behavioral Factors as Determinants of Immunization Completeness: A Cross-Sectional Study Rohati Fataruba; Yuni Asri; Ananda Sagita Maharani
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 02 (2026): Article In Press - Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i02.2129

Abstract

Childhood immunization remains a fundamental public health intervention to prevent vaccine-preventable diseases and reduce child morbidity and mortality. Maternal characteristics, particularly educational attainment and behavioral factors, are considered important determinants of immunization uptake. This study aimed to analyze the association between maternal education, knowledge, and attitudes and childhood immunization completeness. A cross-sectional design was employed using secondary data from 362 mother–child pairs registered at a primary health care center in Indonesia in 2025. Immunization status was classified as complete or incomplete according to the national immunization schedule. Independent variables included maternal education, knowledge, attitude, age, employment status, parity, and the child’s sex. Data were analyzed using SPSS version 26. Descriptive statistics were presented as frequencies and percentages, while associations were examined using Chi-square or Fisher’s exact tests with a significance level of p<0.05. Overall, 58.6% of children had complete immunization. Maternal education (p<0.001), knowledge (p=0.003), and attitude (p=0.003) were significantly associated with immunization completeness. Strengthening maternal health education may enhance vaccination coverage in primary care settings.