cover
Contact Name
Dwi Sulisworo
Contact Email
sulisworo@iistr.org
Phone
+6281328387777
Journal Mail Official
bikk@journal.iistr.org
Editorial Address
Jalan Sugeng Jeroni No.36 Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta 55142 Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
ISSN : 29625734     EISSN : 29624142     DOI : https://doi.org/10.56741/bikk
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan provides novel peer-reviewed clinical articles that support professional nurses and midwives in their competence as health care providers. Each issue presents articles ranging from clinical topics to political and practice issues. It aims to deepen understanding of the theoretical and clinical needs of nurses and midwives practice. This bulletin is essential reading for all those involved in nursing and midwifery practice, including students, managers, educators, researchers, clinicians, and policymakers.
Articles 53 Documents
Nutritional Knowledge, Nutritional Status, Compliance with Iron Supplement Tablets, and the Incidence of Anemia in Female Adolescent Nuraina, Viana Fauzia; Hidayani, Wuri Ratna
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 01 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i01.508

Abstract

Anemia is a significant health issue in society, and it is prevalent, including in Indonesia. This condition can substantially impact the economy, health, and social well-being. This research aims to determine the relationship between nutritional knowledge, nutritional status, compliance with iron supplement tablet consumption, and the incidence of anemia in adolescent girls at Al-Ishlah Vocational School in the year 2023. This study aims to contribute to developing knowledge related to public health, especially in nutrition and anemia. The research adopts a quantitative approach with an analytical method and a cross-sectional design, using purposive sampling to select 47 female adolescents from a population of 143 students. Data analysis involves univariate and bivariate analyses conducted using the Statistical Program for Social Sciences (SPSS). The findings reveal no significant relationship between nutritional knowledge and the incidence of anemia in adolescent girls (p=0.654). Similarly, there is no significant correlation between nutritional status and the occurrence of anemia in these adolescents (p=0.442). Additionally, there is no significant relationship between compliance with iron supplement tablet consumption and the incidence of anemia in the same group of adolescent girls (p=1.000). Recommendations include collaborative efforts between schools and healthcare services to enhance adolescent nutrition, regular monitoring for anemia prevention, health departments implementing policies to enhance nutrition education in schools, school nutrition campaigns, educational activities, and institutions contributing to developing more effective strategies.
The Relationship of Postpartum Mother's Knowledge and Perineum Wound Care Behavior Wulandari, Yunisa; Astuti, Dhesi Ari
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i02.510

Abstract

Postpartum infections still play a role as one of the leading causes of maternal death, especially in developing countries like Indonesia. The main factor causing infection during the postpartum period is poor care of the perineum. Mothers do not know enough about caring for perineal wounds, such as washing hands before cleaning genitalia and drying genitalia after defecating and urinating. The research aimed to determine the relationship between postpartum mothers' knowledge and perineal wound care behavior at TPMB Kuswatiningsih. This research method is quantitative research using a cross-sectional approach. The sample was taken using the accidental sampling method with 39 respondents. The tool in this research was a questionnaire. The statistical test used the Kendall Tau test with a p-value <0.05. The statistical test results obtained a p-value of p- value= .015 (p-value=<0.05) and a correlation coefficient value of 0.925, so it can be concluded that the relationship between the variable Knowledge of Postpartum Mothers and Perineal Wound Care Behavior is solid. The suggestion for TPMB Kuswatiningsih is that it is hoped that health workers will be more active in providing health education to the community, especially mothers, regarding postpartum care and perineal wound care.
Analisis Determinan Sosial Terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-11 Bulan Rostinah; Anggriani, Dini; Muttaqin, Mundir; Supriadin
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i02.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima NTB. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis multivariat terhadap data survei yang melibatkan 66 ibu dengan bayi usia 6-11 bulan. Variabel yang dianalisis meliputi pengetahuan ibu, usia ibu, pendidikan ibu, dan budaya keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif, dengan ibu yang memiliki pengetahuan kurang memiliki risiko 5,5 kali lebih tinggi untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibandingkan yang memiliki pengetahuan baik. Namun, usia ibu, tingkat pendidikan ibu, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif. Di sisi lain, budaya keluarga memiliki dampak signifikan, di mana keluarga dengan budaya mendukung cenderung memberikan ASI eksklusif lebih banyak dibandingkan dengan keluarga yang budayanya kurang mendukung. Kesimpulannya, upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan mendukung budaya keluarga yang positif perlu ditingkatkan untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah ini.
Efektivitas Klinik Sanitasi dalam Mengurangi Penyakit Berbasis Lingkungan Tanesib, Nindy; Sahdan, Mustakim; Sir, Amelya B.
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i02.560

Abstract

Pelaksanaan klinik sanitasi di dalam dan di luar gedung puskesmas bertujuan untuk mengatasi kejadian penyakit berbasis lingkungan, seperti ISPA, DBD, diare, dan tuberkulosis yang terkait dengan kondisi lingkungan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan klinik sanitasi dalam penurunan penyakit berbasis lingkungan di Puskesmas Oebobo, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian mencakup petugas, pasien, dan klien dengan total kunjungan sebanyak 32 orang, menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan klinik sanitasi di dalam gedung telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan di luar gedung juga berjalan dengan baik, namun sebagian pasien dan klien belum mengetahui kegiatan ini karena mereka belum pernah mendapatkan kunjungan rumah dari petugas. Berdasarkan indikator keberhasilan langsung, jumlah kunjungan klien meningkat sementara kunjungan pasien menurun. Namun, indikator tidak langsung menunjukkan bahwa penyakit berbasis lingkungan masih meningkat, disebabkan oleh partisipasi yang kurang dari pasien dan klien terhadap rujukan dan kunjungan rumah oleh petugas. Oleh karena itu, pelaksanaan klinik sanitasi dalam penurunan penyakit berbasis lingkungan belum dapat dikatakan berhasil sepenuhnya karena jumlah penyakit berbasis lingkungan masih meningkat. Diharapkan tenaga kesehatan dan petugas sanitarian dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya klinik sanitasi bagi kesehatan masyarakat dalam menanggulangi penyakit berbasis lingkungan, sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat.
The Breastfeeding Implementation in the Primary Health Center : A Case Study at Puskesmas Tutuyan Working Area, East Bolaang Mongondow Regency, Indonesia Radjamuda, Nelawati; Astuti, Dhesi Ari; Kartini, Farida
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i02.587

Abstract

Breastfeeding provides optimal nutrition for infants and is a key global public health strategy for improving children's health. However, a low understanding of breastfeeding among mothers, families, and communities poses challenges. This study explored breastfeeding practices in Puskesmas Tutuyan, East Bolaang Mongondow Regency. Using a qualitative phenomenological design, six mothers with infants aged 0-6 months and two midwives were interviewed and observed. Data were analyzed using Collaizi's 1987 seven-step method. Findings showed that while mothers aged 23-35 understood the benefits of breastfeeding, their attitudes and practices were lacking, often citing insufficient breast milk and inadequate support from health workers. Three factors influenced breastfeeding practices: predisposing (knowledge and attitudes), reinforcing (milk supply and information availability), and enabling (support from health workers and family). It is recommended that midwives increase educational efforts, provide breastfeeding support, and establish support groups, with regular monitoring and evaluation every six months to improve breastfeeding practices in Puskesmas Tutuyan.
Analisis Kebutuhan Family Caregiver dalam Perawatan Pasien Stroke: Studi Kasus di Rumah Sakit Al-Islam Bandung, Jawa Barat Sabhani, Iwa Abdul Wahab; Dewi, Inggriane Puspita; Gartika, Nina
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i02.592

Abstract

Pasien stroke yang mengalami kelumpuhan, memiliki dampak  ketidakmandirian melakukan aktivitasnya dan memiliki ketergantungan tinggi terhadap caregiver. Kebutuhan family caregiver penting dalam perawatan pasien stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan family caregiver dalam perawatan pasien stroke di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian 179 orang. Sampel menggunakan rumus slovin dengan tingkat kepercayaan 90% dan derajat kesalahan 10%, sejumlah 77 sampel teknik sampling menggunakan metdoe purposive sampling dengan kriteria inklusi meliputi (1) Responden merupakan family caregiver, (2) Responden merupakan family caregiver primer pasien stroke yang masih di rawat dan tidak sedang bekerja, (3) Responden merupakan family caregiver sekunder yang memberikan bantuan finansial kepada family caregiver primer, (4) Responden berusia ≥ 18 tahun, (5) bersedia menjadi responden, dan kriteria eksklusi responden tidak hadir saat pengambilan data. Instrumen yang digunakan mengenai kuesioner kebutuhan keluarga FNQ (Family Need Questionnaire) modifikasi, dengan nilai validitas 0,374 dan nilai reabilitas 0,963. Analisis deskriptif digunakan untuk penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan informasi kesehatan menjadi kebutuhan paling utama (82,71%) pada family caregiver, berikutnya ada kebutuhan dukungan profesional (81,23%), kebutuhan dukungan spiritual (77,01%), kebutuhan jaringan dukungan komunitas/sosial (74,74%), dukungan keterlibatan dalam perawatan pasien (73,81%), kebutuhan instrumental (67,17%), kebutuhan dukungan emosional/psikologi (65,32), kebutuhan kultural (53,16%). Dapat disimpulkan bahnwa kebutuhan informasi kesehatan, dan kebutuhan dukungan profesional sangat dibutuhkan oleh family caregiver dalam merawat anggota keluarganya yang stroke. Saran bagi perawat, bahwa pemberian informasi kesehatan dan dukungan profesional menjadi bagian penting bagi family caregiver dalam merawat pasien stroke.
Hubungan Inisiasi Menyusui Dini, ASI Eksklusif, dan Pemantauan Tumbuh Kembang dengan Kejadian Stunting dan Wasting: Kajian di Puskesmas Wilayah Kerja Kassi-Kassi, Makassar Fitri, Deia Ainul; Mikawati; Pratiwi, Rizky; Muaningsih; Suriyani
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 03 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i03.612

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara praktek Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, dan pemantauan tumbuh kembang dengan kejadian stunting dan wasting pada anak balita di wilayah Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Data dikumpulkan dari 36 responden menggunakan metode survei dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk menentukan signifikansi hubungan. Hasil menunjukkan bahwa 96,7% responden yang diberikan IMD mengalami stunting pendek, sementara 2,8% mengalami stunting sangat pendek dengan nilai p kurang dari 0,05. Pemberian ASI eksklusif juga terkait dengan kejadian stunting (74,0% pendek, 20,0% sangat pendek) dengan nilai p < 0,05. Sedangkan pemantauan tumbuh kembang terbukti signifikan terkait dengan kejadian stunting (66,7% pendek, 8,3% sangat pendek) dengan nilai p < 0,05. Selain itu, IMD juga berkaitan dengan kejadian wasting (2,8% gizi kurang, 10,0% sangat kurang) dan ASI eksklusif dengan wasting (74,0% gizi kurang, 20,0% sangat kurang), kedua-duanya signifikan dengan nilai p kurang dari 0,05. Kesimpulannya, praktek IMD, pemberian ASI eksklusif, dan pemantauan tumbuh kembang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting dan wasting pada anak balita di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar.
Pengaruh Edukasi Pencegahan Komplikasi Diabetik Terhadap Peningkatan Pengetahuan: Kajian Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Kassi-Kassi, Makassar Aisyah, Sitti; Mikawati; Malik, Muh. Zukri; Makkasau; Pratiwi, Rizky
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 03 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i03.613

Abstract

Berbagai masalah kesehatan yang muncul akibat komplikasi DM seperti infeksi kaki yang berisiko amputasi, upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan berbasis health promotion yang dapat meningkatkan pengetahuan dalam manajemen DM. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis health promotion tentang pencegahan komplikasi diabetik terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasien diabetes melitus. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan one group dengan pretest – posttest design. Sampel yang digunakan sebanyak 48 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap penderita DM setelah dilakukan edukasi kesehatan dengan nilai pengetahuan baik 40 responden (83,3%) dan sikap positif sebanyak 43 responden (89,6%). Hasil uji-wilcoxon test untuk pengetahuan diperoleh nilai ρ=0,000, sedangkan sikap diperoleh nilai ρ=0,000. Kesimpulan dan saran : Terdapat pengaruh edukasi kesehatan berbasis health promotion tentang pencegahan komplikasi diabetik terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasien diabetes melitus. Saran penderita diabetes melitus sebaiknya mencegah terjadinya komplikasi berlanjut dengan mengikuti secara aktif edukasi kesehatan yang telah disiapkan oleh instansi kesehatan maupun melalui media edukasi lainnya.
Dampak Senam Hamil pada Tingkat Kecemasan Ibu Hamil: Studi Kasus di Puskesmas Mamajang, Kota Makassar Adelia, Andi Ardhia Nadila; Muaningsih; Pratiwi, Rizky; Mikawati; Suriyani
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 03 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i03.628

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi yang normal terjadi tetapi akan menjadi gangguan psikologis jika terjadi secara berlebihan. Hal ini dapat menimbulkan dampak yang tidak menguntukan bagi ibu hamil.Untuk mengurangi kecemasan ibu hamil menjelang kehamilan maka dilakukan senam hamil, karena dapat merileksasikan, menguatkan dan mengencangkan otot perut.dalam gerakan senam hamil terdapat efek relaksasi yang bisa menstabilkan psikologis ibu hamil. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil  di Puskesmas Mamajang Kota Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif ini Quasy Eksperimental dalam bentuk one group pre-test post design. Sampel yang digunakan sebanyak 36 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi tingkat kecemasan berat relatif tinggi sebelum melakukan senam hamil. Namun, setelah senam hamil, tingkat kecemasan ibu menurun, dengan sebagian besar ibu hanya mengalami kecemasan ringan.
Peer Counselor as A Preventive Effort Against Early Marriage Using the Health Belief Model Approach Damayanti, Eka; Astuti, Dhesi Ari
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 03 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i03.671

Abstract

Early-age marriage presents a significant challenge in many developing countries, including Indonesia. Marriages occurring before the age of 18 often lead to adverse outcomes for adolescents, including pregnancy and childbirth complications that elevate maternal and infant mortality rates. Additionally, early marriage commonly disrupts adolescent education, limiting future employment opportunities. Effective preventive strategies, such as the "KOTESA" initiative, empower adolescents using the Health Belief Model (HBM) approach. This study employed qualitative methods with a descriptive phenomenological approach, gathering data through in-depth interviews. Most participants were adolescents married before age 16, many experiencing their first pregnancy at a similarly young age. Such early marriages impact adolescents’ health, education, and economic prospects. Intervention through peer counseling, guided by the HBM approach, proved effective in increasing adolescent knowledge about reproductive health and in serving as a preventive measure against early marriage. The KOTESA program involves adolescents as peer counselors utilizing the Health Belief Model framework, which emphasizes behavioral change by enhancing perceptions of risk, highlighting benefits, and reducing barriers to prevent early marriage. It is recommended that stakeholders promote and support the KOTESA peer counseling model to encourage behavioral change among adolescents and reduce early marriage rates.