cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285753740095
Journal Mail Official
medlabjournal@stikeskesosi.ac.id
Editorial Address
Jl. Bojong Raya No. 58, Kel. Rawa Buaya, Kec. Cengkareng,, Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, 13210
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Medical Laboratory
ISSN : 28098250     EISSN : 28098269     DOI : 10.57213
Core Subject : Health,
Artikel dapat berasal dari Ruang Lingkup: Hematologi, Kimia klinik, Imunoserologi, Sitohitoteknologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Toksikologi klinik.
Articles 34 Documents
GAMBARAN KADAR KREATININ DAN UREUM PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Basuki Rachmad; Rina Setyawati
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 2 (2023): Juli: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i2.194

Abstract

Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi kronik yang dpat mengakibatkan kerusakan organ, salah satunya adalah ginjal. Pemeriksaan kreatinin dan ureum merupakan cara untuk menilai fungsi ginjal. Hubungan ureum dan kreatinin dengan penderita diabetes mellitus yaitu dimana diabetes mellitus memiliki kadar darah yang tinggi (hipergikemia) kondisi ini menyebabkan dinding pembuluh darah rusak, sehingga terjadi penyumbatan yang menimbulkan komplikasi mikrovaskuler salah satunya nefropati diabetika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin dan ureum pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukkan dengan menggunakan metode deskritif untuk melihat gambaran kadar kreatinin dan ureum pada penderita Diabetes Mellitus. Sampel penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang melakukan pemeriksaan ureum dan kreatinin yang berjumlah 110 sampel. Data yang diperoleh selanjutnya dikumpulkan, dikelompokkan berdasarkan karakteristik penderita dan diolah dalam bentuk table, kemudian dilakukan perhitungan distribusi frekuensi dalam bentuk persen (%).. Hasil kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah : (1)                  Dari 110 responden penderita DM didominasi oleh kelompok usia 61-70 tahun sebanyak 41 orang (37,27%), sedangkan menurut jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebanyak 70 orang (63,64%); (2) Hasil penelitian kadar kreatinin diperoleh sebanyak 39 orang memiliki kadar kreatinin tinggi dan didominasi oleh kelompok usia 61-70 tahun sebanyak 22 orang (56,41%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin terdapat 39 orang penderita DM memiliki kadar kreatinin tinggi yang didominasi oleh perempuan sebanyak 20 orang (51,28%); (3)Hasil penelitian terhadap kadar ureum berdasarkan kelompok usia terdapat 6 orang memiliki kadar ureum tinggi dan didominasi oleh kelompok usia 51-60 tahun yaitu 3 orang (50%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin yang memiliki kadar ureum tinggi semuanya berjenis kelamin perempuan sebanyak 6 orang (100%).
Identifikasi Telur Nematoda Usus pada Feses Anak-anak di RT 09/RW 05 Tanjung Duren Selatan Muhammad Razin Zakin Shiddiq; Zahara Fadilla
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 2 (2023): Juli: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i2.196

Abstract

Nematoda usus merupakan kelompok cacing parasit penyebab infeksi kecacingan. Sekitar 24℅ dari populasi di dunia terinfeksi kecacingan. Di Indonesia, kasus kecacingan menyebar di seluruh wilayah. Dengan Rata-rata prevalensi kecacingan lebih dari 28% dengan tingkat yang berbeda-beda di tiap daerahnya. Infeksi kecacingan merupakan infeksi yang banyak diderita dan ditemukan pada anak-anak. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya resiko infeksi kecacingan pada anak adalah rendahnya tingkat sanitasi pribadi (perilaku hidup bersih sehat). Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat infeksi telur cacing nematoda usus pada feses anak-anak di wilayah RT.09 RW.05 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Sampel ditentukan dengan teknik kriteria inklusi melalui wawancara sehingga didapatkan 15 sampel feses. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode natif (direct slide). Hasil penelitian menunjukkan 15 sampel yang diperiksa tidak ditemukan telur nematoda usus atau negatif, hasil ini didukung oleh hasil kuisioner tentang higienitas perorangan. Kesimpulannya feses pada anak-anak yang tinggal di wilayah RT.09 RW.05 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat tidak terinfeksi kecacingan.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA MENGENAI PERILAKU PATUH PROTOKOL KESEHATAN SAAT PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI INSTANSI KESEHATAN Rina Setyawati
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 2 (2023): Juli: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i2.197

Abstract

Perilaku tenaga kesehatan dalam mematuhi protokol kesehatan sangat berpengaruh dalam menjaga kesehatan mereka. Mahasiswa kesehatan yang sedang menjalankan praktek di lahan kerja juga wajib dalam mematuhi protokol kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mahasiswa mengenai perilaku patuh protokol kesehatan saat praktek kerja lapangan di instansi kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitan deskriptif yang dilakukan secara online menggunakan Google-form pada mahasiswa kesehatan STIK KESOSI. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester VI prodi DIII TLM STIK KESOSI yang sedang melaksanakan praktek kerja lapangan di instansi kesehatan sebanyak 18 orang.  Variabel yang diukur adalah pengetahuan dan sikap menggunakan skala likert. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif dan data disajikan dalam bentuk frekuensi (n) dan persentase (%) dalam tabel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan dan sikap mahaiswa kesehatan STIK KESOSI dalam menjalankan praktek kerja lapangan dapat dikatakan dalam kategori baik dengan persentase keseluruhan dari pengetahuan sebesar 93,33% dan sikap sebesar 86,39%.
REVIEW ARTIKEL: BERBAGAI METODE ANALISIS CEMARAN MIKROBA PADA MAKANAN BERPROTEIN YANG BEREDAR DI PASARAN Ismiati, Hastin; Denisa, Dila; Nurhakiki, Nurhakiki; Maelaningsih, Firdha Senja
Jurnal Medical Laboratory Vol. 3 No. 1 (2024): Januari: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v3i1.205

Abstract

Makanan merupakan salah satu kebutuhan penting untuk keberlangsungan hidup, terutama zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan salah satunya yaitu protein. Protein merupakan salah satu zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, makanan harus memiliki kandungan gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari serta memiliki tingkat kebersihan yang baik. Makanan yang tingkat kebersihannya kurang baik atau makanan yang terkontaminasi oleh mikroorganisme dapat menimbulkan beberapa permasalahan bagi makanan tersebut serta bagi kesehatan jika dikonsumsi. Analisis makanan sangat penting dilakukan untuk mengetahui cemaran mikroorganisme pada makanan, beberapa metode yang dapat dilakukan dalam analisis cemaran mikroba pada makanan yaitu Angka Lempeng Total (ALT), Most Probable Number (MPN), Menumbuhkan koloni mikroba pada media MSA dan EMB. Oleh sebab itu dilakukan review artikel mengenai analisis cemaran mikroba pada makanan dengan tujuan untuk membantu menciptakan kesadaran akan kebersihan makanan yang dikonsumsi agar terciptanya kehidupan yang lebih sehat serta memberikan informasi berbagai metode analisis cemaran mikroba pada makanan. Metode yang digunakan dalam penulisan review artikel ini adalah penelusuran dan pemahaman berbagai jurnal ilmiah dengan kata kunci analisis cemaran mikroba pada makanan. Hasil dari review enam jurnal penelitian yaitu terdapat lima jurnal penelitian yang sampelnya positif terkontaminasi oleh mikroba dan hanya satu jurnal penelitian yang sampelnya negatif dari kontaminasi mikroba.
EKSPRESI MnSOD PADA BREAST CANCER CELL LINE MENGGUNAKAN TEKNIK qRT-PCR (QUANTITATIVE REVERSE TRANSCRIPTASE-POLYMERASE CHAIN REACTION) Wideani, Gita
Jurnal Medical Laboratory Vol. 3 No. 1 (2024): Januari: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v3i1.216

Abstract

MnSOD memiliki peran penting dalam meregulasi konsentrasi O2·- seluler yang merupakan oksidan kuat dan berbagai produk samping lain dari metabolisme sel. Perubahan konsentrasi MnSOD dikaitkan dengan berbagai penyakit neurodegeneratif. Overekspresi MnSOD dapat mensupresi tumorigenisitas sel kanker payudara sehingga diduga MnSOD adalah gen suppresor tumor pada berbagai jenis kanker. Melalui percobaan secara in vitro diketahui bahwa sel MDA-MB-231 digunakan sebagai indikator transformasi sel dan tumorigenisitas. Real time quantitative PCR (qRT-PCR) merupakan metode kuantitasi asam nukleat yang sensitif, spesifik dan reprodusible. Sejak awal pengembangannya, qRT-PCR menjadi revolusioner di bidang diagnostik molekuler dan tekniknya digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan waktu analisa singkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ekspresi MnSOD pada sel line breast cancer MDA-MB-231 dengan menggunakan teknik qRT-PCR. Sampel pada penelitian ini adalah mRNA dari kultur sel line MDA-MB-231. Berdasarkan hasil penelitian terjadi penurunan ekspresi gen MnSOD pada sel MDA-MB-231 sebesar 0,320 dibandingkan dengan sel punca CSA-ALDH.
KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP), D-DIMER DAN PROCALCITONIN (PCT) SEBAGAI PARAMETER PENANDA INFLAMASI PADA PASIEN COVID DENGAN KOMORBID: REVIEW Rachmad, Basuki
Jurnal Medical Laboratory Vol. 3 No. 1 (2024): Januari: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v3i1.221

Abstract

Beberapa parameter penanda inflamasi akan meningkat jumlahnya didalam tubuh saat merespon adanya infeksi. Salah satu yakit infeksi yang saat ini masih banyak ditemukan kasusnya adalah COVID-19. Kadar C-reactive protein (CRP), D-dimer dan Procalcitonin (PCT) diketahui mengalami peningkatan selama pasien mengalami infeksi penyakit ini. Pasien COVID-19 dengan komorbid sering ditrmukan dalam kondisi yang mengalami keparahan serius terhadap infeksi ini. Analisa parameter penanda inflamasi khsuusnya pada pasien COVID-19 dengan komorbid sangat diperlukan sebagai prediktor prognosis dan membantu manajemen klinis, stratifikasi resiko, serta pendekatan maksimal pada pasien yang memiliki resiko kematian tinggi karena COVID-19. Tinjauan Pustaka ini ditulis berdasarkan berbagai buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan beberapa parameter penanda inflamasi pada pasien COVID-19 dengan komorbid. Data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh, kemudian dikumpulkan dan disortir menjadi sebuah laporan berdasarkan topik yang sesuai. Penanda inflamasi CRP, D-dimer dan PCT dapat memberikan informasi tentang luaran pada pasien COVID-19 dengan komorbid. Pemilihan ketiga jenis parameter pemeriksaan ini adalah selain pemeriksaan nya tersedia hampir disemua rumah sakit rujukan pemeriksaan COVID-19, pemeriksaan nya mudah dan harga pemeriksaan juga terjangkau. Hal tersebut dapat memberikan efektivitas dari segi waktu dan biaya dalam penanganan pasien COVID-19 dengan komorbid. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penanda inflamasi CRP, D-dimer dan PCT dapat digunakan sebagai prediktor dalam melihat luaran klinis pada pasien COVID- 19 dengan komorbid.
AKTIVITAS ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK LABU KUNING DAN BROTOWALI SECARA IN VIVO Cikra Ikhda Nur Hamida Safitri; Misbahatul Khoiriyah
Jurnal Medical Laboratory Vol. 3 No. 1 (2024): Januari: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v3i1.223

Abstract

Cucurbita Moschata are rich in polyphenolic antioxidants such as flavonoids which can be used to lower blood sugar levels. Cucurbita Moschata can be formulated into biscuits. The aim is to determine the activity of cucurbita moschata and tinospora crispa extracts on reducing blood sugar in mice (Mus muculus). The research aims to create a Cucurbita Moschata biscuit formula that contains high levels of resistant starch and beta carotene but has the lowest impact on increasing blood sugar levels. This research method is experimental by making an antidiabetic formulation in mice. Mice were divided into normal groups, K groups (CMC NA 1%), groups with varying doses of 100 mg/kg, 300 mg/kg and 600 mg/kg, and positive groups (glibenclamide 0.65 mg/kg). Using the two way anova analysis method. The results showed the effect of reducing blood sugar levels in mice at doses of 100mg/kg (17.3%), 300mg/kg (29.3%), 600 mg/kg (35.2%) and the positive group (44.3%). The 600mg/kg group (35.2%) provided the highest reduction in blood sugar levels, which was close to positive (44.3%) compared to doses of 100mg/kg (17.3%), 300 mg/kg (29.3%). The conclusion of this study is that anti-diabetes biscuits, a combination cucurbita moschata and tinospora crispa , have antihyperglycemic activity in vivo.
ANALISIS CEMARAN BAKTERI COLIFORM DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN RAWA BUAYA Nurkhalisa Nurkhalisa
Jurnal Medical Laboratory Vol. 3 No. 1 (2024): Januari: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v3i1.225

Abstract

Bakteri Coliform merupakan suatu kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator pencemaran air. Kualitas air minum yang baik menurut peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 492/MENKES/PER/IX/2010 meliputi berbagai persyaratan termasuk persyaratan mikrobiologis, yaitu untuk bakteri coliform yang diperbolehkan adalah 0 MPN/100 ml. Salah satu metode yang digunakan untuk melakukan identifikasi bakteri coliform adalah metode Most Probable Number (MPN) seri 511. Metode MPN terdiri dari 2 tahapan yaitu tes penduga (Presumtive Test), tes penegasan (Confirmed Test). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat cemaran bakteri coliform pada air minum isi ulang di Kelurahan Rawa Buaya. Penelitian diambil menggunakan teknik total sampling dengan jumlah keseluruhan yaitu 7 sampel air minum isi ulang. Berdasarkan hasil uji penduga didapat 6 dari 7 sampel positif. Dan pada uji penegasan didapatkan 5 dari 6 sampel positif yang telah diuji penegasan. Perhitungan jumlah indeks MPN di 5 sampel air minum isi ulang yang tidak memenuhi syarat, diperoleh depo AA = 9 MPN/100 ml, AC= 17 MPN/100 ml, AD= 67 MPN/100 ml, AE= 9, AG= 2 MPN/100 ml. Sedangkan, depo air minum yang memenuhi syarat adalah AB= 0 MPN/100 ml dan AF= 0 MPN/100 ml.
Pengaruh Metode Pencucian Dengan Air Garam Terendam Terhadap Kontaminasi Telur Cacing Parasit Usus Pada Sayur Lalapan Kubis (Brassica Oleracea Var. Capitata) Benaya Yamin Onesiforus; Elisa Rinihapsari; Puri Dwi Asih
Jurnal Medical Laboratory Vol. 1 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Medical Laboratory
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v1i2.227

Abstract

Cabbage (Brassica oleracea var. capitata) is commonly consumed in raw as lalapan (secondary dish) in daily meal. Lalapan is raw vegetables which is commonly consumed in Javanese people as secondary dish. Consumption of raw vegetables has a potential for helminth infection. This research is an experimental study. In this study, three methods of washing cabbage by using running water, submerged water, and submerged brine were carried out. Different treatments aim to find out more effective methods in preventing the transmtion of parasitic helminths through cabbage vegetables. In the washing method using running water, it is hoped that worm eggs will be washed away along with the dirt in the cabbage vegetable strands. In the washing method using submerged water, it is hoped that worm eggs can be detached from the strands of cabbage vegetables and float on the surface of the water used for washing. Meanwhile, in the washing method using submerged brine, it is expected that the worm eggs will fall and settle at the bottom of the washing container. Chi-square test result in p value = 0,273 between washing method using submerged water and submerged brine, which can be interpreted as there is no difference in contamination results between the washing method using submerged water and submerged brine. Running water gave the best result with no contamination found in cabbage leaves.
Pentingnya Nutrisi Dan Aktifitas Fisik Lansia di Posyandu Lansia “Abadi XI” Candi Baru RW 11 Desa Gonilan Shella Dhika Rahmawati; Fitratun Najizah; Aulia Ayu Kusuma W
Jurnal Medical Laboratory Vol. 3 No. 2 (2024): Juli: Jurnal Medical Laboratory
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v3i2.237

Abstract

Old age is a time when individuals can feel unity, integrity and reflection of their lives. If not, this will lead to inequality and can even result in pathology, a kind of mental illness (Latifah, 2010). According to Depkomindo 2010, elderly people in Indonesia in 2008 numbered 23 million people, while neglected elderly people reached 1.7 million to 2 million people. Mental health problems in the elderly can originate from 4 aspects, namely physical, psychological, social and economic. These problems can include emotional instability, irritability, easily feeling harassed, disappointed, unhappy, feelings of loss and uselessness. Elderly people with these problems are vulnerable to experiencing psychiatric disorders such as depression, anxiety (anxiety), psychosis (insanity) or drug addiction. In general, elderly mental health problems are adjustment problems. This adjustment is due to a change from the previous situation (still physically strong, working and earning) to a decline. The elderly are also identified with decreased endurance, physical activity and experiencing various kinds of diseases. The elderly will need medication, the amount or type of which depends on the disease they are suffering from. The more illnesses the elderly have, the more types of medication are needed. The large number of types of medication will cause problems, including the possibility of requiring compliance or causing confusion in using or how to take medication. Besides that, it can increase the risk of drug side effects or drug interactions. Providing good nutrition and adequate physical activity is very necessary for the elderly. This is done with the consideration that the elderly need adequate nutrition and sufficient physical activity to support and maintain health. Several factors that influence nutritional needs include: reduced ability to digest food, reduced taste, and food absorption factors.In this outreach activity for the elderly, it is hoped that the elderly in Gonilan village will benefit from what the instructors have conveyed about the importance of adequate nutrition and physical activity to maintain the health of the elderly. These include awareness in fulfilling healthy nutrition, healthy food processing, and adequate portions for the elderly

Page 3 of 4 | Total Record : 34