cover
Contact Name
Muhammad Hasbullah Ridwan
Contact Email
Penerokatbin@gmail.com
Phone
+6285785923000
Journal Mail Official
Penerokatbin@gmail.com
Editorial Address
Ponpes Darussalam Blokagung P.O. Box 201 Tegalsari Banyuwangi Jawa Timur 68485 Telp. (0333) 847459, 085236701251 Fax. (0333) 846221 website: ejournal.iaida.ac.id, e-mail: tbiniaidablokagung@gmail.com
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27746097     DOI : https://doi.org/10.30739/peneroka.v1i02.983
Core Subject : Education,
PENEROKA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya The PENEROKA journal for Indonesian Language and Literature Education is published by the Department of Indonesian Tadris, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Darussalam Blokagung Islamic Institute. It publishes research-based articles in the fields of language, literature, and learning. The scope of topics includes: 1) Indonesian for foreigners, Indonesian, teaching Indonesian; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching. Articles can be written in English, Indonesian or Malay. Journal of Indonesian Language and Literature Education has been indexed in DOAJ, Google Scholar, BASE (Bielefeld Academic Search Engine)
Articles 99 Documents
PROBLEMATIKA MUTU DAN KOMPETENSI GURU BAHASA INDONESIA Siti Nur Afifatul Hikmah
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.087 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1558

Abstract

Problematika mutu pendidikan merupakan permasalahan-permasalahan yang seyogyanya perlu dihadapi oleh guru dan pemerintah. Guru mempunyai tantangan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang berkaitan dengan mutu dan kompetensi. Artikel ini membahas tentang (1) problematika mutu dan kompetensi guru bahasa Indonesia dan (2) bentuk peningkatan kompetensi profesional yang dilakukan oleh guru. Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Peneliti menggunakan paradigma fenomenologis konstruksi sosial dengan teknik pengumpulan data observasi partisispan, catatan lapangan, wawancara, studi dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan model Miles Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atas data yang ditemukan. Permasalahan tersebut kaitannya dengan mutu pendidikan yang berkualitas. Kendala lain yang dihadapi guru bahasa Indonesia khususnya di lapangan ketika membuat persiapan pembelajaran adalah terbatasnya buku sumber materi pembelajaran. Keberadaan perpustakaan di sekolah pun tidak dapat menjawab permasalahan kurangnya sumber belajar. Guru harus mempunyai kemampuan yang dapat menunjang peserta didik dalam meningkatkan keterampilan. Salah satu keterampilan guru yaitu menguasai materi pembelajaran, menguasai pengelolaan pembelajaran dan menguasai evaluasi pembelajaran.
BENTUK RELASI PADA BUKU “CATATAN DARI TARIM” KARYA ISMAEL AMIN KHOLIL (ANALISIS WACANA) Syafi Junadi; Lailatul Masruroh
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.586 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1559

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian tentang relasi yang terdapat pada wacana buku “catatan dari Tarim” karya tulis Ismael Amin Kholil. Relasi berarti suatu hubungan, sedangkan relasi yang dimaksud di sini adalah hubungan erat dalam wacana atau kohesi. Sehingga relasi berarti hubungan yang erat dalam penyusunan gramatikal kebahasaan dari penggabungan kata dengan kata, frasa dengan frasa sampai kalimat dengan kalimat. Peran relasi dalam pembentukkan wacana yang baik dan padu. Fokus dalam penelitian ini adalah bentuk relasi pada buku “Catatan dari Tarim” yang terkait dua hal, yakni 1) Bagaimana wujud relasi pada buku “Catatan dari Tarim” karya Ismael Amin Kholil? dan 2) Bagaimana macam-macam relasi pada buku “Catatan dari Tarim” karya Ismael Amin Kholil? Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data primer berupa buku “catatan dari Tarim” dan data sekunder yang diperoleh dari internet sebagai data pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat yaitu membaca serta menyimak. Hasil analisis data penelitian ditemukan tiga wujud relasi berupa referensi, konjungsi, dan leksikal dengan 68 data temuan yang terdiri dari 23 relasi referensi, 34 relasi konjungsi, dan 11 relasi leksikal.
ANALISIS TUTURAN IMPERATIF PADA KOMUNIKASI ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PERTOKOAN BIN-HASY BLOKAGUNG KABUPATEN BANYUWANGI (KAJIAN PRAGMATIK) Muhammad Hasbullah Ridwan; Ahmad Zamachsyari Dhofir
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.976 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1560

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan wujud kesantunan tuturan imperatif yang digunakan dalam komunikasi antara penjual dan pembeli di pertokoan Bin-Hasy Blokagung Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik simak catat, yang dilanjutkan dengan analisis data menurut Milles dan Huberman melalui analisis kualitatif yang dilakukan secara interaktif dan bersifat terus menerus yakni dengan reduksi, penyajian data dan terakhir adalah penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, teknik triangulasi digunakan dalam penelitian ini untuk pengujian kridibilitas data dari pelbagai sumber dengan pelbagai cara. Hasil dari penelitian ini menjabarkan jenis dan wujud kesantunan tuturan imperatif pada komunikasi antara penjual dan pembeli di Pertokoan Bin-Hasy Blokagung. Jenis-jenis tuturan imperatif dari 44 tuturan yang telah ditemukan dapat dikelompokkan menjadi 11 jenis tuturan imperatif yang mengandung makna pragmatik. Sebelas jenis tuturan tersebut antara lain : 6 imperatif perintah, 4 imperatif suruhan, 5 imperatif permintaan, 4 imperatif desakan, 4 imperatif bujukan, 3 imperatif persilaan, 4 imperatif permintaan izin, 1 imperatif mengizinkan, 7 imperatif larangan, 3 imperatif harapan, 3 imperatif anjuran. Kesantunan tuturan imperatif dapat diklasifikasikan menjadi 5 (lima) peringkat dari 44 tuturan imperatif yang dilakukan oleh penjual dan pembeli. Lima peringkat tersebut secara berurutan dimulai dari yang paling sopan antara lain : 4 tuturan imperatif rumusan saran, 5 tuturan imperatif rumusan pertanyaan, 20 tuturan imperatif rumusan pernyataan permintaan, 8 tuturan imperatif rumusan pernyataan keharusan, 7 tuturan imperatif rumusan imperatif.
ANALISIS PENGGUNAAN KALIMAT IMPERATIF DAN INTERJEKSI DALAM GELAR WICARA TANYA (TAWA CANDA ANYA) EDISI FEBRUARI-APRIL 2021 (KAJIAN SINTAKSIS) Sundus Ayu Maulidah
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.683 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1561

Abstract

Penelitian ini bertujuan memeparkan wujud kalimat imperatif dan interjektif dalam talkshow Tanya (Tawa Canda Anya) edisi Februari-April 2021, dan bagaimana penggunaan kalimat imperatif dan interjektif dalam talkshow Tanya (Tawa Canda Anya) edisi Februari-April 2021. Adapun objek penelitian kali ini adalah akun youtube bernama WAW Entertaiment dengan nama acara TANYA (tawa canda anya) yang di dalamnya berisi tentang perbincangan beberapa orang dengan mendatangkan narasumber di dalamnya. Dengan hal ini, kalimat imperatif yang umum dikenal dengan kalimat perintah atau permintaan tidak pernah terlepas dari dialog gelar wicara khususnya bagi pembawa acara/moderator. Sedangkan kalimat interjeksi digunakan sebagi ungkapan emosi baik dari pembawa acara maupun narasumber yang berkaitan. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan mengggunakan teknik pengumpulan data metode simak melalui teknik catat. Dengan menggunakan metode ini, sangat membantu penelitian dalam mendeskripsikan atau memaparkan objek yang telah ditemukan melalui data yang telah terkumpul. Bahkan penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami atau mengenal dari kedua kalimat tersebut, seperti membedakan antara kalimat imperatif perintah, himbauan, biasa, halus, larangan, dan lain-lain. Sedangkan pada penggunaan kalimat interjeksi digunakan untuk lebih memahami emosi lawan bicaranya, dalam artian lebih mnegenal kalimat yang diucapkan lawan bicaranya melalui emosi yang dikeluarkan baik itu sedih, gembira, terkejut, atau yang lainnya. Adapun dalam penelitian ini terdapat 8 video yang akan diteliti, dalam setiap video mendatangkan bintang tamu yang berbeda dengan tema yang berbeda pula disetiap episodenya. Sehingga pada penelitian ini ditemukan 164 data keseluruan. 76 data temuan untuk kalimat imperatif dan 88 data temuan untuk kalimat interjeksi. pada temuan data ini ditemukan 17 data KIB, 18 data KIH, 10 data KIA, 32 data KIP, dan 12 data KIL. Sedangkan pada kalimat interjeksi ditemukan beberapa jenis diantaranya kalimat interjeksi tidak suka ditemukan 21 data, takjub 4 data, terkejut 14 data, marah 5 data, sedih 15 data, kagum 9 data, kaget 1 data, kecewa 8 data, heran 14 data, dan gemas 4 data.
ANALISIS SOSIOLINGUISTIK BILINGUALISME DALAM FILM LAYLA MAJNUN KARYA MONTY TIWA Moh. Syamsul Ma'arif; Nurul Lailia
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.099 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1567

Abstract

Bilingualisme yaitu kemampuan seseorang menggunakan lebih dari dua bahasa. Nilai moral ialah suatu materi atau gagasan mengenai ajaran tentang baik dan buruknya perbuatan dan kelakuan yang ingin disampaikan oleh pembuat film kepada penontonnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud bilingualisme dalam novel Layla Majnun karya Monty Tiwa. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Dalam penelitian ini keabsahan datanya diperiksa dengan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini yaitu wujud bilingualisme berupa tuturan yang dilakukan oleh para tokoh yang ada dalam film tersebut. Berdasarkan penelitian Bilingualisme yang ditemukan oleh peneliti dalam film Layla Majnun karya Monty Tiwa terdapat 16 tuturan data.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TATARAN MORFOLOGI PADA BUKU LELAKI HARAPAN KARYA SITI SHOFIA MUNAWAROH M. Hanif Masruri
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.439 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1570

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi yang terdapat pada novel lelaki harapan karya siti shofia munawaroh dan mendeskripsikan faktor yang menjadi penyebab kesalahan berbahasa dalam novel lelaki harapan karya siti shofia munawaroh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam menganalisis kejadian, fenomena atau keadaan secara sosial. Kemudian teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik hermeneutik, yaitu teknik baca, catat, simpulkan teknik baca yang bertujuan untuk pemerolehan data dengan cara membaca dalam penggunaan bahasa yang digunakan dalam novel. selanjutnya teknik catat digunakan untuk mencatat kata atau kalimat yang didapat dari teknik baca. Kemudian teknik simpulkan yaitu menyimpulkan dan member keterangan atas temuan data dan pembahasan yang telah didapat oleh peneliti. kesimpulan Penelitian ini menemukan kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi pada proses afiksasi terdapat 30 kesalahan penggunaan prefiks, 7 kesalahan penggunaan sufiks, dan 66 kesalahan penggunaan bahasa. Kemudian Faktor penyebab kesalahan berbahasa yang meliputi: (a) Terpengaruh bahasa yang lebih dahulu dikuasai, berarti kesalahan berbahasa disebabkan oleh interferensi bahasa ibu atau bahasa pertama terhadap bahasa kedua yang sedang dipelajari. Sumber kesalahan terletak pada perbedaan sistem linguistik B1 dengan sistem linguistik B2. (b) Kekurangpahaman pemakai bahasa terhadap bahasa yang dipakai, meliputi penggunaan huruf yang kurang tepat, pemilihan kata yang tidak tepat.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN BAHASA INDONESIA PADA CERPEN KARYA MAHASISWA TADRIS BAHASA INDONESIA INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM ANGKATAN 2020 Ali Manshur; Imam Hambali
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.898 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1578

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat ideal, efisien untuk menyampaikan gagasan pemikiran, maksud dan suatu tujuan kepada orang lain. Dengan demikian adanya bahasa sangatlah penting untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Komunikasi secara lisan menggunakan bahasa untuk menyampaikan perasaan, pemikiran dan perbuatan secara langsung. Sedangkan komunikasi secara tertulis untuk menyampaikan bahasa yang baik yang tidak disampaikan secara langsung. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ejaan berarti kaidah cara menggambarkan serta menyampaikan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Metode kualitatif deskriptif adalah penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui masalah itu sendiri tanpa membandingkan maupun menghubungkan dengan masalah yang ada dengan gambaran campur tangan dari peneliti terhadap suatu fenomena atau kejadian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik simak catat. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman, meliputi 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya wujud-wujud kesalahan ejaan bahasa pada cerpen karya mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Darussalam angkatan 2020. Ada banyak kesalahan penulisan huruf dan penggunaan tanda baca. Sedangkan kesalahan ejaan pada aspek morfologis hanya sedikit data yang bisa ditemukan. Kesimpulan secara umum pada penelitian ini adalah ditemukannya 99 data kesalahan ejaan bahasa. Sedangkan kesimpulan secara khusus pada penelitian ini adalah ditemukannya tiga aspek kesalahan ejaan yaitu kesalahan ejaan huruf yang berjumlah 51 data, kesalahan ejaan tanda baca yang berjumlah 58 data, dan kesalahan ejaan tataran morfologi berjumlah 2 data.
KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI “ NEGERI DAGING “ KARYA MUSTOFA BISRI Aini Nurhayati; Luluk Nafisah
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.818 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1584

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keunikan kritik sosial dan bahasa ekspresif dalam Puisi Negeri Daging karya A. Mustofa Bisri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat dan penelitian dokumen. Sumber datanya adalah Kumpulan Puisi Negeri Daging. Alat penelitiannya adalah peneliti itu sendiri, dengan teori-teori yang relevan, dilengkapi dengan kisi-kisi dan indikator-indikator etika dan nilai-nilai kepribadian yang membebaskan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Sosiologi Sastra, 2) Kritik Sosial meliputi: Jenis-Jenis Kritik Sosial dan Bentuk Penyampaian Kritik Sosial, 3) Puisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik catat dan penelitian dokumen sedangkan hasil dan simpulan penelitian ini sebagai berikut. Dalam kumpulan puisi Negeri Daging ditemukan banyak puisi yang menggambarakan penindasan politik, penindasan negara, ketidakdilan ekonomi, dan ketidakadilan gender. Keempat masalah tersebut terjadi akibat adanya pemerintahan yang otoriter, HAM yang terbelenggu, kebebasan pres dicekal, kesejahteraan rakyat tak dihiraukan, krisis ekonomi, dan kesenjangan antara kaum wanita dan laki-laki. Nilai karakter yang ditemukan dalam kumpulan puisi Negeri Daging ialah nilai karakter toleransi, demokratis, semangat kebangsaan, cinta damai, dan tanggung jawab. Kelima nilai karakter tersebut menggambarkan pluralisme yang dimiliki Indonesia, dan juga nilai yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
SENYAPAN PADA ACARA GELAR WICARA HOTMAN PARIS SHOW EPISODE BULAN JULI 2021 Ilma Malili
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.99 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1593

Abstract

Berbicara merupakan salah satu kemahiran berbahasa yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan interaksi manusia. Namun, manusia dalam berbicara mengalami kekeliruan dalam berbicara. Salah satunya adalah senyapan. Hal tersebut terjadi dalam acara gelar wicara Hotman Paris Show. Senyapan dapat dilakukan oleh siapa saja dengan berbagai faktor dan letak pada kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui wujud senyapan dalam acara Gelar Wicara Hotman Paris Show. 2) mengetahui tentang faktor-faktor yang memengaruhi senyapan dalam acara Gelar Wicara Hotman Paris Show. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif derkriptif dengan penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui masalah tersebut tanpa membandingkan atau menghubungkan antara masalah yang ada dengan gambaran interverensi dari penelitian terhadap suatu fenomena. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode simak yang terdiri simak libat cakap, simak bebas lipat cakap, dan catat. Aktivitas dalam analisis meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing verification). Berdasarkan analisis yang diperoleh hasil dari penelitian bahwa senyapan dalam acara gelar wicara Hotman Paris Show terdapat senyapan yang dilakukan oleh beberapa narasumber dan moderator dalam acara Hotman Paris show twrdapat senyapan dalam kategori jenis senyapan diam dan jenis senyapan berisi, dengan berbagai faktor-faktor yang memengaruhinya. Yakni: 1) Ketidaksiapan penutur dalam proses berbicara, 2) Berhati-hati dalam berujar, 3) Lupa dalam memproduksi ujaran yang akan disampaikan.
ANALISIS ETIKA PROFETIK DALAM NOVEL DIARY UNGU RUMAYSHA KARYA NISAUL KAMILAH Asngadi Rofiq; Maya Nur Afidah
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.599 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1595

Abstract

Sastra adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pengalaman, pendapat, hingga perasaan yang dituangkan ke dalam bentuk imajinatif. Sastra lebih dekat dengan kebudayaan sebab sastra adalah nilai-nilai. Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik, berguna atau penting, yang dijadikan sebagai pedoman atau acuan baik oleh individu maupun kelompok. Saat ini dengan perkembangan zaman yang semakin maju, nilai-nilai moral yang terkandung dalam karya sastra semakin terkikis dengan munculnya novel bergenre remaja yang didalamnya kurang mengandung nilai-nilai moral yang dapat membangun kesadaran ketuhanan dan kemanusiaan. Penelitian ini memfokuskan bentuk etika profetik dalam novel Diary Ungu Rumaysha karya Nisaul Kamilah. Adapun Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk etika profetik dalam novel Diary Ungu Rumaysha karya Nisaul Kamilah, 2) Untuk mengetahui etika profetik dalam novel Diary Ungu Rumaysha karya Nisaul Kamilah. Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah etika profetik yang digagas oleh Kuntowijoyo, sedangkan metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan jenis analisis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, metode, penyidik, dan teori. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, etika profetik merupakan etika yang dipelopori oleh Kuntowijoyo yang ingin meniru perbuatan Nabi. Etika profetik merupakan etika yang menghendaki hubungan manusia dengan Tuhannya atau hubungan antara manusia dengan manusia. Etika profetik merupakan suatu upaya mengembalikan kesadaran manusia tentang keagungan Tuhan dengan cara menyisipkan kandungan profetik ke dalam karya sastra, dengan harapan sastra dapat berperan dalam kehidupan masyarakat seperti yang terdapat didalam novel Diary Ungu Rumaysha karya Nisaul Kamilah yang memuat humanisasi, liberasi, dan transedensi. Sedangkan temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 18 kutipan etika humanisasi berupa perlawanan terhadap dehumanisasi seperti mesin politik, budaya massa, massa dan masyarakat massa. Sedangkan etika liberasi ditemukan sebanyak 12 kutipan berupa penolakan terhadap sistem politik, ketidakadilan gender, dan sistem pendidikan. Kemudian, etika transedensi ditemukan sebanyak 18 kutipan berupa perilaku atau tindakan tokoh dalam cerita yang berkaitan dengan ajaran kitab suci Al-Qur’an.

Page 4 of 10 | Total Record : 99