cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 130 Documents
PENGEMBANGAN OBAT HERBAL FRAKSI DAUN GAHARU (Aquilaria malaccensis Lam) DALAM BENTUK GEL UNTUK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR Aris - Suhardiman; Dadang - Juanda
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.572 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i1.95

Abstract

Abstrak Bahan aktif senyawa flavonoid glikosida pada Aquilaria sinensis diketahui memiliki khasiat antiinflamasi dengan mekanisme penghambatan produksi agen pro inflamasi (Reactive Nitrogen Species) yang diproduksi oleh macrophage cell line. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel fraksi daun gaharu (Aquilaria malaccensis) yang berperan dalam penyembuhan luka bakar. Daun gaharu diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan fraksinasi dengan cara ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol. Gel fraksi daun gaharu diformulasikan dalam 3 formula dengan konsentrasi fraksi kering 4%, 6% dan 8%. Uji aktivitas dilakukan pada punggung tikus yang dibuat luka bakar. Diukur diameter luka awal dan persentase penyembuhan serta analisa histopatologi pada jaringan kulit yang luka. Hasil uji aktivitas luka bakar yang dilakukan diperoleh fraksi kering dengan konsentrasi 8%  sebesar 45,56% konsentrasi 4% sebesar 32,77% dan 6% sebesar 37,72%%. Hasil pengamatan histopatologi yang diperoleh pada kelompok fraksi 8% jumlah sel radang lebih cepat berkurang dan pembentukan lapisan epitel dan kolagen lebih banyak dibandingkan dengan kelompok fraksi 4% dan fraksi 6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi fraksi kering 8% lebih baik. Kata Kunci : Luka bakar, Aquilaria malaccensis Lam, Gel fraksi etil asetat, daun gaharu Abstract The active ingredient of flavonoid glycoside compounds in Aquilaria sinensis is known to have anti-inflammatory properties by inhibiting the production of pro-inflammatory agents (Reactive Nitrogen Species) produced by macrophage cell lines. This study aims to make gel preparations of agarwood leaf (Aquilaria malaccensis) fraction that plays a role in the healing of burns. Agarwood leaves were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent then fractionation was carried out by liquid-liquid extraction with n-hexane, ethyl acetate and ethanol solvent. Agarwood leaf fraction gel is formulated in 3 formulas with dry fraction concentration of 4%, 6% and 8%. Activity tests were carried out on the backs of rats which were burned. The initial wound diameter and the percentage of healing were measured and histopathological analysis of the injured skin tissue. Burn test activity results obtained with a concentration of 8% by 45.56% concentration of 4% by 32.77% and 6% by 37.72 %%. Histopathological observations obtained in the 8% fraction group the number of inflammatory cells decreased faster and the formation of epithelial and collagen layers was more than the 4% fraction group and 6% fraction. The conclusion of this study is that the dry fraction concentration is 8% better. Keywords: Burns, Aquilaria malaccensis Lam, Ethyl acetate fraction gel, agarwood leaves
AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Elis - Susilawati; Ika Kurnia Sukmawati; Rizal - Abdullah
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.506 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i1.96

Abstract

Abstrak Hiperurisemia merupakan kondisi tingginya konsentrasi kadar asam urat di dalam darah. Hati ayam adalah makanan tinggi purin yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Daun pepaya secara empiris digunakan sebagai antihiperurisemia. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efek jus hati ayam dan kalium oksonat sebagai penginduksi tingginya kadar asam urat dalam darah dan dosis terbaik ekstrak daun papaya menurunkan kadar asam urat dalam darah. Pengujian aktivitas menggunakan tikus jantan galur wistar yang diinduksi jus hati ayam 25 mg/kg BB dan kalium oksonat 10 mg/kg BB. Terapi di lakukan menggunakan ekstrak etanol daun papaya dengan dosis 100,150,200 mg/kg BB. Kadar asam urat diukur menggunakan microlab 300 setelah 30 menit.  Hasil penelitian menunjukan bahwa penginduksi dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah pada menit ke 150 sebesar 4,19 mg/dL. Rata rata penurunan  kadar asam urat dalam darah pada menit ke 150, allopurinol dosis 10 mg/kg BB 2,65 mg/dL; dan untuk ekstrak daun pepaya dosis 100 mg/kg BB, 150 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB dengan urutan  3,81 mg/dL; 3,66 mg/dL; dan 2,72 mg/dL. Dapat disimpulkan bahwa jus hati ayam dan kalium oksonat dapat meningkatkan kadar asam urat dan dosis terbaik ekstrak daun papaya untuk menurunkan  kadar asam urat dalam darah tikus yaitu dosis 200 mg/kg BB. Kata Kunci : Hiperurisemia, Hati Ayam, Daun Pepaya, Allopurinol  Abstract Hyperuricemia is a condition of high levels of uric acid in the blood. Chicken liver is one of the purin foods that highly consumpted by Indonesian people. Papaya leaves are empirically used as an antihyperuricemia. The aim of this research were to determine the effect of chicken liver juice and potassium oxonate as an induction of high levels of uric acid and the best dose of papaya leaf extract to reduce levels of uric acid in the blood. Activity test was done using wistar strain male rats  induced by chicken liver juice 20 mg/Kg BW and potassium oxonate 10mg/Kg BW. Therapy was carried out using ethanol extract of papaya leaves at a dose of 100,150,200 mg / kg BW. Uric acid levels were measured using microlab 300 after 30 minutes injection. The results showed that the induction can increase uric acid levels in the blood at 150 minutes by 4.19 mg / dL. The average decrease in uric acid levels at 150 minutes for allopurinol dose 10 mg/Kg BW was 2,65 mg/dL and for extract papaya leaves at a dose of 100 mg/Kg BW, 150 mg/Kg BW, 200 mg/Kg BW respectively were 3,81 mg/dL, 3,65 mg/dL and 2,72 mg/dL. It can be concluded that chicken liver juice and potassium oxonate can increase uric acid levels and the best dose of papaya leaf extract to reduce uric acid levels in rat blood is 200 mg / kg BW. Keywords: Hyperuricemia, Chicken Liver, Papaya Leaf, Allopurinol________________________________________________________
PENERAPAN MAKANAN SEHAT DAN SENAM ANTIHIPERTENSI DENGAN KRITERIA PENDERITA HIPERTENSI MENGGUNAKAN AMLODIPINE DI RT 03 PERUM PERMATA REGENSI CIKAMPEK Eva - Kusumahati; Siti - Nurhasanah; Siti - Royani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.897 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i1.93

Abstract

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah peningkatan tekanan darah didalam arteri. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa 25,8% penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Pada tahun 2016 Survei Indikator Kesehatan Nasional melihat angka tersebut meningkat menjadi 32,4%. Peningkatan ini juga terjadi pada warga RT 03 yang dikarenakan beberapa faktor seperti gaya hidup (jarang olahraga, sering mengkonsumsi makanan yang berkadar lemak tinggi), genetik dan tidak adanya kontrol tekanan darah tinggi secara teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh makanan sehat dan senam antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini dilakukan secara Eksperimen berdasarkan Terapan (Aplied Research) dengan intervensi makanan sehat dan senam antihipertensi. Makanan sehat diberikan selama satu minggu dan senam antihipertensi dilakukan setiap dua minggu sekali, kemudian dilakukan pengecekan tekanan darah pada hari ke 1, hari ke 3, hari ke 14, dan hari ke 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh sebanyak 24, 39% dalam menurunkan tekanan darah. Sehingga dengan adanya penerapan ini kualitas hidup masyarakat lebih baik khususnya dalam mencegah atau mengurangi penyakit hipertensi.
REVIEW: BIOPIPERIN TERINKLUSI DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI PIPERIN Jutti - Levita; Nela - Simanjuntak; Anas - Subarnas
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.111 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i1.94

Abstract

Piperin dari tanaman famili Piperaceae termasuk golongan senyawa nitrogen yang memiliki beberapa aktivitas farmakologi. Piperin memiliki kelarutan yang rendah di dalam air sehingga mengakibatkan bioavailabilitasnya buruk. Beberapa pendekatan telah digunakan untuk memaksimalkan bioavailabilitas obat, salah satunya adalah pembentukan kompleks terinklusi atau metode kompleksasi. Zat pengompleks yang paling banyak digunakan adalah siklodekstrin, yang memiliki 6, 7 atau 8 molekul dekstrosa (α, b, g-siklodekstrin) terikat pada konfigurasi 1,4 membentuk cincin dengan diameter tertentu yang berlainan. Artikel ini membahas tentang biopiperin terinklusi dengan siklodekstrin serta aktivitas antiinflamasi piperin. Kata kunci: inflamasi, karagenan, piperaceae, prostaglandin, siklodekstrin, siklooksigenaseAbstract Piperin, belongs to the Piperaceae family, is a nitrogenous substance which possesses various pharmacological activities. This compound is insoluble in water hence, its bioavailability is low. Several approaches have been adapted to improve the solubilization of poor water-soluble drugs and further to improve its bioavailability, i.e. complexation method. The most widely used complexing agents are cyclodextrins, which contains 6, 7 or 8 dextrose molecules (α, b, g-cyclodextrin) bound in a 1,4 configuration to form rings of various diameters. This article contains literature studies on the piperine in cyclodextrin complexes and the antiinflammatory activity of piperine (Piperaceae). Keywords: inflammation, carrageenan, piperaceae, prostaglandin, cyclodextrin, cyclooxygenase  
PEMANFAATAN AIR KELAPA DAN LIMBAH KECAP SEBAGAI SUBSTRAT DALAM PRODUKSI PIGMEN KAROTENOID Seno Aulia Ardiansyah; Nur Asni Setiani; Anggi - Restiasari; Landiyani - Putri; Eka - Noviana
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.489 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i1.99

Abstract

Abstrak Antioksidan dapat ditemukan di alam atau dibuat secara sintetik. Salah satu antioksidan alami adalah karotenoid. Neurospohora sitophila biasa disebut sebagai jamur yang berasal dari oncom banyak mengandung karotenoid. Limbah atau ampas kecap merupakan limbah yang masih banyak mengandung protein yang tinggi. Air kelapa dapat digunakan sebagai substrat dalam fermentasi karotenoid. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan air kelapa dan limbah kecap sebagai substart serta menentukan pengaruh penambahan kofaktor logam dalam produksi pigmen karotenoid. Neurospora sitophila diisolasi dari oncom merah, diinokulasi pada media PDA (Potato Dextrose Agar) dan diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruangan. Suspensi spora dihasilkan dari proses inkubasi Neurospora sitophila. Limbah kecap dan air kelapa sebagai substrat ditambahkan dengan konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25% v/v. Selain itu ditambahkan ion logam Mg2+sebagai trace element untuk meningkatkan aktivitas enzim dan meningkatkan produksi karotenoid dalam media PDA. Dilakukan analisis pigmen karotenoid dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm dengan standar beta karoten.. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ion logam Mg dengan substrat limbah kecap menghasilkan karotenoid sebesar 6,485 gram sedangkan penambahan ion logam Mg dengan substrat air kelapa dapat menghasilkan karotenoid sebesar 10,022 gram. Kata kunci : Neurospora sitophila, air kelapa, limbah kecap, substrat, ion logam Mg2+ ,  Spektrofotometer Uv-Vis Abstract Antioxidants can be found in nature or made synthetically. One of nature antioxidants is carotenoids. Neurospora sitophila also known as oncom molds that contains carotenoids. Dregs of soy sauce is soy-based waste and still has a high protein content. Coconut water can be used as a substrate in carotenoid fermentation. Neurospora sitophila isolated from red oncom to increase amount of production in PDA (Potato Dextrose Agar) media and incubated for 5 days at room temperature. Spore suspension created from results incubation of Neurospora sitophila. Make dregs of soy sauce substrate  and coconut water as substrates with concentration on 10%, 15%, 20% and 25% v/v. Conducted substrate dregs of soy sauce and coconut water testing with metal ions addition Mg2+ as trace element to improve enzyme activity and increase amount of carotenoid production on PDA media. The result of carotenoid is checked for absorbance using UV-Vis Spectrophotometer at 450 nm and compared with standard beta-carotene. The results showed that metal ions Mg2+ addition on substrate dregs of soy sauce can increase carotenoids production 6,485 grams and metal ions Mg2+ 6 addition on substrate coconut water can increase carotenoids production 10,022 grams. Keywords : Neurospora sitophila, coconut water, dregs of soy-sauce, substrates,  metal ions, UV-Vis Spectrophotometer
UJI AKTIVITAS PENURUNAN INDEKS OBESITAS DARI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI HIJAU ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Seno Aulia Ardiansyah; Anggi - Restiasari; Ditta Restiany Noer Utami
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.21 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.112

Abstract

Obesitas merupakan salah satu permasalahan yang berada di masyarakat. Konsumsi biji kopi hijau robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk menurunkan berat badan. Biji kopi hijau jenis robusta yang mengandung senyawa metabolit sekunder  berupa asam klorogenat yang termasuk kelompok senyawa fenol dan mempunyai efek menurunkan indeks obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan indeks obesitas terhadap tikus putih jantan galur wistar yang diberikan ekstrak etanol biji kopi hijau robusta selama 24 hari terhadap tikus model obesitas yang diinduksi dengan makanan diet tinggi lemak selama 50 hari. Ekstraksi biji kopi hijau robusta dengan metode maserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 96%. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok negatif diberikan CMC 1%, kelompok kontrol positif diberikan orlistat 30 mg/kg BB, kelompok dosis ekstrak etanol biji kopi hijau robusta diantaranya dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, 600 mg/kg BB. Ekstrak etanol biji kopi hijau robusta pada dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 600 mg/kg BB memiliki efektivitas sebagai penurun berat badan dengan nilai persentase sebesar 8,11%, 12,32%, dan 10,79%. Dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB dapat menurunkan nilai index lee sebagai parameter index obesitas dengan nilai persentase penurunan sebesar 2,94%, 3,88% dan 3,78%. Berdasarkan analisis statistik dengan ANOVA pada penurunan berat badan menunjukkan nilai signifikansi (P<0,05) terdapat pada dosis 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB.Kata kunci : Obesitas, biji kopi hijau robusta, asam klorogenat, penurunan berat badan, index lee.
PRODUKSI ASTAXANTHIN DARI MIKROALGA Haematococcus pluvialis MENGGUNAKAN EKSTRAKSI KARBON DIOKSIDA SUPERKRITIKAL YANG DIMODIFIKASI Adang - Firmansyah; Wiwin - Winingsih; Zenith Virgina Ababiel; Nella - Nurmeilasari; Ati - Setiasih
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.756 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.113

Abstract

Astaxanthin adalah pigmen karotenoid yang memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan turunan β-karoten lainnya dan vitamin E. Sumber utama astaxanthin alami terdapat dalam mikroalga Haematococcus pluvialis yang dapat ditemukan di berbagai wilayah perairan di Indonesia. Astaxanthin alami dari H. pluvialis dapat diperoleh melalui proses isolasi. Sebagian besar metode isolasi yang telah diteliti menggunakan ekstraksi pelarut yang memiliki efek buruk pada lingkungan dan kesehatan, berbeda dengan ekstraksi superkritis CO2 yang memiliki efek baik pada lingkungan dan kesehatan. Pada penelitian ini, H. pluvialis dikultivasi, diinduksi dengan mengoptimalkan berbagai metode induksi stres, kemudian diisolasi dengan ekstraksi superkritis CO2 yang dimodifikasi menggunakan dry ice CO2 sebagai pelarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H. pluvialis menghasilkan astaxanthin pada induksi cahaya matahari dengan panjang gelombang maksimum sesuai dengan produk standar yaitu 474 nm. Pengujian terhadap skema isolasi dan uji kesesuaian sistem menunjukkan bahwa pembentukan cairan superkritis dari dry ice CO2 ditentukan oleh massa, volume, dan suhu. Hasil dari uji pendahuluan kemudian dirancang sebuah ekstraktor dari bahan stainless steel dan hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstraktor masih perlu dikembangkan, adapun isolasi yang dilakukan pada chamber simulasi menunjukkan tidak terjadi pemisahan.Kata Kunci: Astaxanthin, Haematococcus pluvialis, Ekstraksi CO2 Superkritis.
PENGARUH KONSELING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI TERAPI KOMBINASI DI POLIKLINIK TASIKMALAYA Resha Resmawati Shaleha; Sri Adi Sumiwi; Jutti Levita
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.482 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.126

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah melebihi 140/90 mmHg, oleh karena itu pemeriksaan rutin diperlukan untuk memantau kestabilan nilai sistolik dan diastolic. Penelitian ini bertujuan menelaah pengaruh konseling terhadap kepatuhan minum obat serta tekanan darah pasien hipertensi terapi kombinasi di poliklinik Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu observasional prospektif menggunakan analisis deskriptif rancangan Non-Equivalent Control Group, pada Desember 2018-Januari 2019 terhadap pasien hipertensi rawat jalan yang diberi terapi kombinasi. Pada penelitian ini responden diminta untuk mengisi kuesioner sebelum intervensi dan setelah intervensi dengan menggunakan Medication Adherence Rating Scale. Jumlah responden adalah 60 pasien hipertensi yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Karakteristik demografi responden dari 60 pasien menunjukkan: responden perempuan = 39 orang (65,0%); berusia 50-59 tahun = 30 orang (50,0%); berpendidikan SD = 19 orang (31,67%); tidak bekerja = 28 orang (46,7%). Responden tidak mengetahui dan tidak melaksanakan diet rendah garam (48,3%); mengetahui tetapi tidak melaksanakan olahraga 51,7%; tidak merokok (96,7%); dan tidak mengkonsumsi alkohol (96,7%). Rata-rata skor MARS pre-test 4,53 dan post-test 4,70, sedangkan rata-rata sistolik responden sebelum intervensi adalah 157,27 mm Hg dan diastolik 86,45 mm Hg. Setelah intervensi, rata-rata sistolik 148,56 mmHg dan diastolik 83,45 mmHg. Pemberian konseling dapat meningkatkan kepatuhan dan menurunkan nilai tekanan darah T2 hitung 44,54 lebih besar dari T2 tabel 6,92. Dapat disimpulkan bahwa konseling berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi terapi kombinasi sebesar 6,18%, serta menurunkan nilai sistolik sebesar 15,93% dan diastolik sebesar 5,5% (p = 0,0001).Kata kunci: hipertensi, kepatuhan minum obat, konseling, diastolik, sistolik, MARS (Medication Adherence Report Scale).
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GEL ANTISELULIT KAFEIN DENGAN PENAMBAHAN ASAM GLIKOLAT SEBAGAI ENHANCER Yola Desnera Putri; Sohadi Warya; Novitaria Br Sembiring
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.46 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.122

Abstract

Selulit terjadi akibat perubahan pada jaringan adiposa yang menyebabkan fibrosklerosis, sehingga kulit nampak seperti kulit jeruk. Kafein merupakan zat yang aman dan efektif untuk mengobati selulit, namun sulit berpenetrasi melewati stratum korneum. Asam glikolat memiliki kemampuan meningkatkan penetrasi perkutan dengan mengurangi kohesi seluler antar keratinosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam glikolat terhadap penetrasi kafein dalam sediaan gel. Gel terdiri dari kafein 1,5%, asam glikolat 5%, karbopol 2%, trietanolamin 0,5%, metilparaben 0,02%, propilparaben 0,01%, propilenglikol 15%, dan air. Formula 1 tidak mengandung asam glikolat dan formula 2 mengandung asam glikolat 5%. Sediaan dievaluasi selama 28 hari, meliputi: organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan uji penetrasi secara in vitro menggunakan difusi Franz selama 6 jam dan dibandingkan dengan gel antiselulit yang sudah beredar di pasaran. Gel  kafein terbukti stabil pada berbagai suhu penyimpanan dan cycling test. Jumlah kafein terpenetrasi pada sediaan gel pembanding, formula 1, dan formula 2 adalah 105,302; 173,241; dan 346,577 µg/cm2. Hasil menunjukkan asam glikolat mampu meningkatkan penetrasi kafein perkutan dalam sediaan gel.Kata kunci: Selulit, kafein, asam glikolat, penetrasi, enhancer
AKTIVITAS FRAKSI DAUN GAHARU (Aquilaria malaccensis Lam) SEBAGAI ANTIJERAWAT DAN UJI BIOAUTOGRAFI Aris Suhardiman; Hikmiah Hikmiah; Wempi Budiana
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.676 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.141

Abstract

Tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam) merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat dan kosmetik. Gel merupakan sediaan setengah padat yang terdiri dari suspensi yang terbuat dari partikel organik dan anorganik. Jerawat merupakan suatu proses peradangan kronik kelenjar– kelenjar polisebasea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi daun gaharu sebagai antijerawat dan senyawa yang berkhasiat sebagai anitijerawat. Daun gaharu diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96 %. Ekstrak kental kemudian difraksinasi menggunakan metode Ekstraksi Cair-Cair dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol-air. Metode pengujian aktivitas fraksi daun gaharu sebagai antijerawat yaitu pada bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram kertas dan mikrodilusi, sedangkan uji bioautografi digunakan untuk mengetahui kandungan senyawa berkhasiat. Hasil pengujian difusi cakram kertas, nilai Konsentrasi Hambat Minimum yang diperoleh dari ekstrak, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air berturut-turut sebesar 125.000 ppm, 500.000 ppm, 125.000 ppm, dan 125.000 ppm dengan diameter zona hambat 7,7 mm; 4,96 mm; 9,46 mm; dan 7,06 mm. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri yang lebih kuat sehingga pengujian mikrodilusi dilakukan terhadap fraksi etil asetat. Hasil pengujian mikrodilusi, Konsentrasi Hambat Minimum yang diperoleh dari fraksi etil asetat sebesar 3.900 ppm dan Konsentrasi Bunuh Minimum dari fraksi etil asetat lebih dari 62.500 ppm. Aktivitas fraksi daun gaharu sebagai antijerawat yang paling baik dengan konsentrasi fraksi etilasetat 2%. Sedangkan hasil pengujian bioautografi diperoleh senyawa golongan flavonoid.Kata Kunci : Aquilaria malaccensis Lam, gel, Konsentrasi Hambat Minimum, Konsentrasi Bunuh Minimum, uji bioautografi.

Page 10 of 13 | Total Record : 130