cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 130 Documents
[REVIEW] PENGARUH KOFORMER NIKOTINAMID DAN METODE PEMBENTUKAN KOKRISTAL TERHADAP KELARUTAN ZAT AKTIF TIDAK LARUT AIR Revika Rachmaniar; Deby Tristiyanti; Dewi Yustika Sari
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.899 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.134

Abstract

Kokristalisasi merupakan salah satu teknik untuk meningkatkan kelarutan zat aktif farmasi yang 70%kelarutannya tidak larut dalam air. Kokristal terdiri dari zat aktif dan bahan tambahan yang disebutdengan koformer yang dihubungkan oleh interaksi non kovalen. Pengaruh pembentukan kokristalisasizat aktif dengan menggunakan koformer nikotinamid dalam upaya meningkatkan kelarutannyadikemukakan dalam kajian pustaka ini. Nikotinamid berperan sebagai koformer larut air yang palingstabil. Zat aktif yang berhasil dibuat kokristal menggunakan metode solvent evaporation yaitu katekin,artesunat, ketoprofen, diflunisal, ibuprofen, simvastatin dan prulifloxacin, menggunakan metode slurrydiantaranya karbamazepin dan didanosin, sedangkan dengan metode liquid assisted grinding yaituzaltoprofen dan furosemid. Peningkatan kelarutan zat aktif yang menggunakan solvent evaporationhingga 6 kali, menggunakan metode slurry hingga 1,86 kali, dan menggunakan metode liquid assistedgrinding hingga 166.666,67 kali. Peningkatan kelarutan ini disebabkan adanya ikatan hidrogen yangterbentuk antara zat aktif dan koformer, serta karakterisasi yang menunjukan kokristal berhasilterbentuk, yaitu adanya fase kristal baru. Dalam review artikel dapat disimpulkan bahwa zat aktif yangtelah dibentuk kokristal menggunakan koformer nikotinamid dengan beberapa metode yang berbedamenunjukkan peningkatan kelarutan hingga 166.666,67 kali. Kata kunci : Kokristalisasi, Zat aktif tidak larut air, Nikotinamid, Kelarutan
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) TERHADAP PENYAKIT HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA BANDUNG M. Hilmi Fathurrahman; Auliya A. Suwantika; Rini Hendriani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.403 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.131

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan terapi pengobatan yang membutuhkan biaya yang besar.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya dalam pelaksanaan Prolanis hipertensi dipuskesmas Kota Bandung tahun 2015 dan 2016. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi pada pasienprolanis di puskesmas Kota Bandung adalah sebanyak 762 pasien. Analisis efektivitas biaya dilakukandengan menghitung Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost EffectivenessRatio (ICER), selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui parameter yangmempengaruhi efektivitas biaya. Uji t tidak berpasangan pada ACER menunjukkan tidak berbedasignifikan antara tahun 2015 dan 2016, dimana nilai t (0,004 < 4,303) dan nilai signifikansi lebih besardari α (0.997 > 0.05). Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan Prolanis hipertensi pada tahun2016 (ACER = Rp 25.840) lebih cost-effective dibandingkan tahun 2015 (ACER = Rp 41.831). Hasilanalisis senisitivitas menunjukkan obat golongan ARB lebih banyak digunakan dan mempengaruhiefektivitas biaya dalam pengobatan hipertensi dalam pelaksanaan Prolanis tahun 2015 dan 2016. Karenaitu, dalam penggunaan obat golongan ARB perlu diperhatikan dan peserta prolanis harus meningkatkankepatuhan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Kata kunci : Hipertensi, Prolanis, Analisis Efektivitas Biaya, Average Cost Effectiveness (ACER),Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER).
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI GEL HAND SANITIZER YANG MENGANDUNG MINYAK ATSIRI HERBA KEMANGI (Ocimum americanum L.) Legowo, Wahyu Priyo; Warya, Sohadi; Nurlitasari, Nitta
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.436 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i2.150

Abstract

Kemangi merupakan tumbuhan yang mudah dijumpai serta memiliki banyak manfaat. Kemangi jugadiketahui memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai antibakteri, sehingga dapatdimanfaatkan sebagai antiseptik herbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji minyak atsirikemangi dan diformulasikan menjadi sediaan gel hand sanitizer yang memiliki aktivitas antibakterimelalui pengujian menggunakan metode difusi. Minyak atsiri kemangi diformulasikan menjadi sediaangel menggunakan gelling agent Carbopol 990. Variasi kadar minyak atsiri kemangi yang diuji aktivitasantibakterinya sebesar 5; 7,5; dan 10%, dari ketiga kadar tersebut, kadar 7,5% paling efektif untukdigunakan dalam formulasi sediaan gel hand sanitizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyakatsiri kemangi dapat diformulasikan menjadi sediaan gel hand sanitizer yang memenuhi persyaratan;uji organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan sentrifugasi. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadapbakteri Escherichia coli menunjukkan zona hambat sebesar 6,6 mm dan pada Staphylococcus aureussebesar 5,2 mm. Kesimpulan dari penelitian ini minyak atsiri kemangi dapat diformulasikan menjadisediaan gel hand sanitizer yang memiliki aktivitas antibakteri.Kata Kunci: Minyak atsiri kemangi, gel hand sanitizer, antibakteri
OPTIMASI BASIS DAN EVALUASI FISIK KRIM BODYSCRUB ARANG BAMBU GOMBONG (Gigantochloa pseudoarundinaceae) SEBAGAI DETOKSIFIKASI DENGAN EMULGATOR TRIETANOLAMIN Ledianasari, Ledianasari; Putri, Yola Desnera; Lestari, Tyagita Dwi
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.316 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i2.155

Abstract

Bambu gombong (Gigantochloa pseudoarundinaceae) dapat dibuat menjadi arang aktif yangdijadikan sebagai sediaan krim bodyscrub yang memiliki manfaat sebagai detoksifikasi ataumenghilangkan racun yang tidak diperlukan. Tujuan penelitian adalah menentukan perbandinganyang sesuai dari komponen emulgator agar diperoleh formula optimum sehingga dihasilkan krimbodyscrub dengan konsentrasi emulgator dan evaluasi fisik yang baik serta melihat kemampuan krimbodyscrub untuk menyerap racun atau toksin. Emulgator yang digunakan adalah asam stearat dantrietanolamin dengan tiga konsentrasi yang berbeda; formula I sejumlah 10% asam stearat dan 2%trietanolamin; formula II 15% asam stearat dan 3% trietanolamin; formula III 20% asam stearat dan4% trietanolamin menggunakan metode uji daya serap arang aktif secara kualitatif dan uji evaluasifisik. Hasil penelitian pada uji daya serap arang aktif secara kualitatif menunjukkan adanyaperubahan warna dari larutan berwarna menjadi bening dan formula I pada evaluasi fisik semuamemenuhi persyaratan baik uji organoleptis, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan tipe krim.Simpulan pada uji daya serap arang aktif secara kualitatif memiliki kemampuan daya absorben danformula I adalah formula yang terbaik dilihat dari uji evaluasi fisik.Kata kunci: Bambu gombong (Gigantochloa pseudoarundinaceae), arang aktif, krim bodyscrub,uji sifat fisik.
FORMULASI GRANUL INSTAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) DENGAN VARIASI PENGIKAT PVP K30 yola desnera putri; Sohadi Warya; Meisy Afdina
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.232 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.157

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak khasiat yang mengandung metabolit sekunder alkaloid, fenol, flavonoid, tanin, kuinon. Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat granul instan ekstrak bawang dayak sebagai antioksidan yang memenuhi sifat fisik granul yang baik. Metode ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan etanol 96%. Formulasi granul instan ekstrak bawang dayak menggunakan variasi pengikat PVP K30 yaitu 0,5% (F1), 1% (F2), 1,5% (F3). Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan evaluasi sifat fisik granul meliputi kandungan lembab, laju alir, sudut istirahat, kompresibilitas dan waktu melarut granul. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki nilai IC50 15,389 µg/mL termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Setelah dibuat granul, formula F1, F2 dan F3 memiliki antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 71,756, 79,463 dan 76,086 µg/mL. Hasil dari evaluasi ketiga formula telah memenuhi uji fisik granul. Setelah 28 hari penyimpanan, hasil uji antioksidan ketiga formula memiliki nilai IC50 86,214, 99,480 dan 119,825 µg/mL. Berdasarkan hasil antioksidan dan uji fisik granul yang paling baik yaitu formula F1 dengan konsentrasi PVP K30 0,5%.  
FORMULATION AND IN VITRO SPF EVALUATION OF BREADFRUIT LEAVES [Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg] SUNSCREEN CREAM Putri, Yola Desnera; Trilestari, Rostika Dewi; Fitri, Yova Amijaya
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.269 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i1.156

Abstract

Sunscreen, also known as sunblock, is a photoprotective topical product for the skin that absorbs or reflects some of the sun's ultraviolet radiation and thus helps protect against sunburn. Breadfruit leaves are one of the natural substances that could be used as sunscreen. It contains flavonoids, which may help to protect against the detrimental effects of UV rays. The goal of this study is to determine the formula of a sunscreen cream made from breadfruit leaves extract that meets excellent physical quality standards, as well as the results of an in vitro SPF value test using breadfruit leaves extract as a sunscreen cream preparation. The study was designed as a laboratory-based experiment. Breadfruit leaves extract prepared using the reflux method was employed in this study. Furthermore, the viscous extract was transformed into a sunscreen cream, which was then evaluated either physically or by calculating the SPF value. The results showed that breadfruit leaves extract at 200 ppm had an SPF of 19.023 in the ultra protection category while the sunscreen cream had an SPF of 18.624 in the ultra protection category at a concentration of 10.000 ppm. The UV protection of the sunscreen cream made from breadfruit leaves extract is excellent. Keywords: Breadfruit leaves, cream, sunscreen, SPF
PERBANDINGAN METODE FERMENTASI, EKSTRAKSI, DAN KEPOLARAN PELARUT TERHADAP KADAR TOTAL FLAVONOID DAN STEROID PADA DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) Riasari, Hesti; Fitriansyah, Sani Nurlaela; Hoeriah, Irna Siti
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.089 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v11i1.165

Abstract

Daun sukun mengandung metabolit sekunder antara lain flavonoid, polifenol, kuinon, dan steroid1. Proses biosintetik dapat menyebabkan perubahan warna, kandungan, dan jenis kandungan yang ada pada daun sukun. penelitian menggambarkan konsentrasi total metabolit sekunder yang dipisahkan berdasarkan polaritas pelarut dan metode ekstraksi. Proses biosintetik adalah fermentasi daun hijau segar menjadi daun hijau fermentasi (HF) melalui metode fermentasi aerob dan anaerob. Ekstraksi dilakukan dengan dua metode yaitu metode panas (sokletasi) dan metode dingin (maserasi) untuk membandingkan metode ekstraksi yang lebih baik. Ekstraksi dilakukan dengan kepolaran bergradasi menggunakan pelarut N-heksana, etil asetat, dan etanol. Ekstraksi kepolaran bertingkat akan menghasilkan senyawa-senyawa tertentu yang terpisah secara spesifik pada setiap pelarut yang digunakan, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data ilmiah mengenai pengaruh metode fermentasi, metode ekstraksi, dan gradien polaritas pelarut terhadap kandungan flavonoid dan steroid total ekstrak daun. . sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg). Hasil kandungan flavonoid total tertinggi adalah ekstrak etil asetat dari daun sukun fermentasi aerobik dengan metode maserasi 0,3054 g QE/100g dan kandungan steroid total tertinggi pada ekstrak N-heksana dari daun sukun fermentasi aerobik maserasi 0 , 1169g/100g. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi terbaik untuk menentukan kadar total flavonoid dan steroid adalah metode maserasi. Sedangkan polaritas pelarut yang baik untuk penentuan kadar flavonoid total adalah etil asetat aerobik, dan N-heksana aerobik untuk penentuan kadar steroid total, metode fermentasi yang efektif dalam meningkatkan kadar metabolit sekunder pada daun sukun adalah metode fermentasi aerobik.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI BERBAGAI VARIETAS BIJI KEDELAI LOKAL INDONESIA siti uswatun; Diki Prayugo Wibowo; Hasna Fauziah Nurgandi; Siti Aminah; Yuliana Anggraeni
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.661 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.167

Abstract

Kedelai saat ini menjadi objek penelitian di bebrapa negara, termasuk Indonesia. Penelitian mengarah pada peningkatan mutu gizi kedelai. Lembaga riset pengembangan benih kedelai telah menghasilkan varietas-varietas unggul yang di lepas bagi petani agar didapatkan kedelai dengn kualitas baik. Jenis kedelai, lokasi geografis, dan metode pengolahan memberikan pengaruh besar pada kandungan senyawa aktif dalam biji kedelai. Satu hal yang penting dari kedelai sebagai pangan fungsional adalah kandungan isoflavon sebagai metabolit sekunder. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada biji kedelai varietas Burangrang, Deja 1 Derap 1, Gepak Kuning, Detam, Devon, Demas 1, Dena 1, dan Gema. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode kolorimetri, menggunakan radikal DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil). Seluruh varietas biji kedelai positif memiliki aktivitas antioksidan yang beragam, aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh kedelai varietas Dena (2818,36 µg/ml) dan aktivitas antioksidan terendah dimiliki oleh kedelai varietas Derap (5112,567 µg/ml). berdasarkan nilai IC50, keseluruhan biji kedelai termasuk dalam katagori lemah
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana, L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM MERKURI PADA GINJAL MENCIT GALUR SWISS WEBSTER Nela Simanjuntak; Marwatul Zamil; Tiara Berliani; Nur Asni Setiani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.009 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.174

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) is known as a plant rich in antioxidants and has various pharmacological activities. This study aims to determine the activity of the ethanolic extract of G. mangostana L. to decrease mercury levels in the kidneys. Mangosteen rind was extracted using 96% ethanol using the maceration method to form a thick extract. The experimental animals used in this study were Swiss Webster strain mice which were grouped into normal group (CMC suspension 0.5%), negative control (induction of HgCl2 solution), positive control (induction of HgCl2 solution followed by administration of curcumin at a dose of 100mg/KgBW). , and the test group was given mangosteen peel extract at a dose of 200mg/kgBW, 400mg/kgBW, 600mg/kgBW. In the test group, mice were induced using HgCl2 for 14 days, followed by administration of ethanol extract of mangosteen rind for 24 days. Observations were made with kidney organ surgery and observations were made using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) and analyzed using ANOVA. The test results showed mercury accumulation in the negative, positive control group, and the test doses of 200, 400 and 600mg/kgBW, respectively, were 44.3mg/kg, 7.3mg/kg, 36.46mg/kg, 35.7mg/kg. kg and 31.34mg/kgBW with an effective dose of 600mg/KgBW.
PROFIL WAKTU HANCUR TABLET METODE GRANULASI BASAH MENGGUNAKAN VARIASI KARAGENAN HASIL EKSTRAKSI KOH pH 9 SEBAGAI DISINTEGRAN Wahyu Priyo Legowo; Rival Ferdiansyah; A Zainuddin A Zainuddin
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.194 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.176

Abstract

Karagenan merupakan polisakarida yang terkandung di dalam rumput laut dari spesies Rhodophyta. Penelitian ini bertujuan untuk pengaplikasian karagenan dari hasil ekstraksi basa KOH pH 9 pada sediaan tablet sebagai zat disintegran dengan model zat aktif parasetamol. Metode yang digunakan dalam pembuatan tablet parasetamol adalah granulasi basah. Konsentrasi karagenan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 5%, 10% dan 15% sehingga formula yang dibuat berjumlah 3 formula. Tablet yang dihasilkan dari tiap formula dievaluasi meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan tablet, friabilitas, friksibilitas, kapasitas swelling dan pengujian waktu hancur. Berdasarkan data yang didapat untuk pengujian keseragaman ukuran, keseragaman bobot dan kekerasan tablet memenuhi persyaratan yang ditentukan. Pengujian kapasitas swelling dari waktu ke waktu mengalami penurunan bobot tablet. Pada pengujian waktu hancur tablet yang hancur pada rentang waktu 4-28 menit. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui dari hasil penelitian pada F1, F2, dan F3 diketahui bahwa F3 memenuhi persyaratan waktu hancur tablet oral. Konsentrasi karagenan yang menghasilkan waktu hancur yang paling cepat dari hasil ekstrak KOH pH 9 dengan konsentrasi 15%.

Page 11 of 13 | Total Record : 130