cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 130 Documents
GAMBARAN HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG Fathurrahman, Muhammad Hilmi; Pebriani, Ai Tika; Restiasari, Anggi
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.235

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana keadaan gizi pada seorang balita terganggu seperti halnya memiliki tinggi badan yang kurang atau tidak normal jika dibandingkan dengan umur balita pada saat itu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas yang berada di Kecamatan Batununggal Kota Bandung, dengan metode yang digunakan yakni metode cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita di wilayah kerja Puskesmas di Kecamatan Batununggal Kota Bandung dengan teknik pengambilan sampel Proporsional Random Sampling. Berdasarkan hasil dari rumus Slovin didapat jumlah sampel sebanyak 305 responden yang selanjutnya dilakukan analisis bivariat menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dan sikap ibu dengan kejadian stunting, karena masih terdapat ibu yang memiliki pengetahuan rendah dan belum dipastikannya bahwa seorang ibu melakukan sikap yang baik di kehidupan sehari-harinya sehingga hal tersebut menjadi penyebab terjadinya stunting di wilayah tersebut. Kemudian didapat nilai p-value antara pengetahuan dengan kejadian stunting sebesar 0,785 (p>0,05) dan nilai p-value antara sikap dengan kejadian stunting sebesar 0,13 (p>0,05).
PENENTUAN KELARUTAN KURKUMIN DALAM DELAPAN PELARUT ORGANIK GUNA PENGEMBANGAN SEDIAAN FARMASI BERBAHAN DASAR KURKUMIN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE DAN GRAVIMETRI Sahari, Yuni; Rahmat, Sendi Dwi; Rahmawati, Sarah Rifka; Firmansyah, Adang; Sundalian, Melvia
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v12i2.222

Abstract

Kurkumin merupakan senyawa kurkuminoid terdiri dari demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan kurkumin yang merupakan hasil isolasi dari rimpang tanaman kunyit (Curcuma Longa Linn). Kurkumin telah terbukti memiliki aktivitas farmakologis, seperti antiinflamasi, antioksidan, antivirus, antimalaria, antiparasit, dan antimikroba dibidang pengobatan. Data kelarutan merupakan salah satu informasi penting yang dibutuhkan dalam proses isolasi, ekstraksi, rekristalisasi dan praformulasi suatu obat di bidang industri, akan tetapi kurkumin belum memiliki data kelarutan yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelarutan kurkumin dalam pelarut asetonitril, air, kloroform, metanol, etanol, etil asetat, n-heksana, dan aseton menggunakan metode shake-flask saturation. Konsentrasi kurkumin yang terlarut dalam masing-masing pelarut ditentukan secara spektrofotometri dan gravimetri. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada kelarutan kurkumin dalam pelarut etil asetat sebesar 16,69 mg/mL; pada etanol 7,856 mg/mL; pada asetronitril 7,421 mg/mL; pada aseton 7,395 mg/mL; pada methanol 5,568 mg/mL; pada kloroform 3,544 mg/mL; pada air 0,165 mg/mL; dan pada n-heksana 0,101 mg/mL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelarutan kurkumin tertinggi dalam asetonitril dan terendah dalam pelarut n-heksana.Kata Kunci: Kurkumin, kelarutan, spekrtofotometri, gravimetri
ANALISIS MUTU DAN PENENTUAN UMUR SIMPAN PRODUK-PRODUK USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH KECAMATAN PONDOK SALAM Fadillah, Nisrina Nur; Husein, Sri Gustini; Sundalian, Melvia
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.240

Abstract

Pangan olahan adalah makanan atau minuman yang diolah melalui metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Keamanan pangan olahan diperlukan untuk memastikan kelayakan konsumsi sehingga produk harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan sebelum dijual. Sejumlah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta belum menjalani pengujian mutu dan penentuan umur simpan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mutu dan menentukan umur simpan produk tersebut menggunakan metode pendekatan Arrhenius dengan parameter kadar air. Produk yang diuji yaitu keripik pisang manis dan asin, basreng original dan pedas, sale pisang stik dan lebar, pungpa, serta ladu. Berdasarkan hasil penelitian, hanya produk keripik pisang asin sudah memenuhi standar mutu SNI sedangkan produk lainnya belum memenuhi standar karena tingginya kadar lemak, rendahnya kadar protein, serta produk sudah terkontaminasi oleh Bacillus spp. Hasil penentuan umur simpan keripik pisang asin adalah 56 hari, keripik pisang manis 74 hari, basreng original 31 hari, basreng pedas 50 hari, sale pisang lebar 174 hari, sale pisang stik 177 hari, dan keripik pungpa 59 hari.
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM ISOLAT ALFA MANGOSTIN SEBAGAI ANTIOKSIDAN Putri, Yola Desnera; Azkiani, Hani Amila; Tristiyanti, Deby
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i1.233

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) diketahui mempunyai kandungan senyawa alfa mangostin yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Alfa mangostin dapat berfungsi sebagai antioksidan dengan mekanisme kerja menghidrasi kulit, melembutkan kulit dan mengurangi tingkat kekeringan pada kulit sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pelembab bibir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur aktivitas antioksidan isolat alfa mangostin dengan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat), mengetahui formula basis paling baik untuk sediaan lip balm, serta mengetahui aktivitas antioksidan isolat alfa mangostin dalam sediaan lip balm menggunakan metode ABTS. Optimasi basis sediaan lip balm dibuat menjadi 4 formula dengan variasi konsentrasi cera alba yaitu 5%, 10%, 15%, dan 20%. Isolat alfa mangostin memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 4,20 ppm. Hasil optimasi basis menunjukkan bahwa formula 4 dengan konsentrasi cera alba 20% memiliki stabilitas paling baik karena telah memenuhi semua persyaratan evaluasi. Formula sediaan lip balm dibuat berdasarkan hasil optimasi basis yaitu pada formula 4 dengan penambahan isolat alfa mangostin sebanyak 0,034%. Sediaan lip balm memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 47,473 ppm. Evaluasi sediaan lip balm meliputi pengujian organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kelembaban, dan uji aktivitas antioksidan telah memenuhi persyaratan.
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INFORMASI OBAT DIAPOTEK INDONESIA Ekasari, Erviana; Wahyuningsih, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.259

Abstract

Mengetahui seberapa puas pasien terhadap pelayanan informasi obat farmasi menjadi tujuan penelitian ini. Metode ini menggunakan jurnal yang disetujui dan publikasi yang memenuhi syarat dari tahun 2014 hingga 2024 yang dapat ditemukan melalui jurnal internasional, Google Scholar, dan Pub Med. Berdasarkan tema, dua puluh jurnal tampaknya memenuhi persyaratan, berdasarkan literatur. Pelayanan informasi obat memegang peranan penting dalam pelayanan kefarmasian karena pasien perlu mengetahui obat yang diminumnya untuk mencegah kesalahan dalam interaksi dosis dan efek samping, terutama pada obat yang memerlukan kehati-hatian ekstra. Temuan keseluruhan tinjauan tersebut menunjukkan bahwa meskipun beberapa apotek telah melakukan tugasnya dengan baik dalam menawarkan layanan informasi obat, masih banyak hal yang dapat dilakukan. Kepuasan pasien dapat lebih ditingkatkan lagi dengan peningkatan efektivitas layanan dan keakuratan informasi pengobatan. Pasien mengungkapkan kepuasan yang besar terhadap kualitas layanan informasi obat di apotek. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan informasi pengobatan, kebahagiaan pasien akan menjadi tolak ukur kinerja dan pelayanan. Selain itu, memberikan pasien akses terhadap informasi obat dapat meningkatkan kepatuhan resep, meningkatkan kemanjuran terapi, dan menurunkan penyalahgunaan atau ketidakefektifan obat.Kata kunci: kepuasan pasien, pelayanan informasi obat, apotek
EKSTRAKSI ANTOSIANIN TANAMAN JAWER KOTOK (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) DENGAN PELARUT ASETON DENGAN PENAMBAHAN PELARUT N- HEKSAN DAN ETIL ASETAT Hamdani, Syarif; Amelia Mulyana, Raifa Dwi; Firmansyah, Adang
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.232

Abstract

Antosianin merupakan kelompok pigmen alami yang memberikan warna merah, ungu, dan biru pada tumbuhan, khususnya pada tumbuhan Jawer Kotok (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.). Tujuan utama penelitian adalah menentukan pelarut dan waktu optimal untuk memisahkan senyawa antosianin dengan menggunakan metode time dependent, yang merupakan modifikasi dari metode maserasi dengan penyesuaian waktu ekstraksi. Dalam penelitian ini, tiga jenis pelarut berbeda digunakan: kombinasi aseton dan heksan, kombinasi aseton dan etil asetat, serta pelarut tunggal berupa aseton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut optimal untuk mengisolasi senyawa antosianin adalah dengan kombinasi pelarut aseton dan heksan dalam perbandingan 1:1, dengan waktu perendaman  selama 30 detik. Dengan metode ini, rendemen senyawa antosianin didapatkan sebanyak 1,70% dari 5 gram daun segar Jawer kotok. Selain itu, analisis ekstrak senyawa antosianin mengungkapkan perubahan warna menjadi merah dan biru kehijauan pada uji kualitatif. Uji identifikasi menunjukkan panjang gelombang sebesar 527 nm, dengan absorbansi sebesar 0,4616. Hasil dari kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan tiga spot dengan nilai Rf masing-masing adalah 0,27, 0,45, dan 0,81. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode kombinasi pelarut aseton: heksan (1:1) dengan waktu perendaman 30 detik adalah metode optimal untuk pemisahan senyawa antosianin pada tumbuhan Jawer kotok.
PENGUKURAN PENGETAHUAN IBU DAN MONITORING ANAK STUNTING DI KELURAHAN CISARANTEN WETAN KECAMATAN CINAMBO KOTA BANDUNG Fathurrahman, Muhammad Hilmi; Mutaqin, Rizki Amaludin; Ishmayadi, Pupung
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.230

Abstract

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin akibat dari gizi yang kurang (malnutrisi) dalam jangka waktu yang lama dan pola asuh yang kurang baik akibat dari pengetahuan ibu dimana berpengaruh pada pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dari anak yang terindikasi stunting dengan memberikan penyuluhan tentang pola tumbuh kembang anak, gizi sehat, dan pola asuh yang baik di Kelurahan Cisaranten, Wetan Kecamatan Cinambo, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu dari anak yang terindikasi stunting sebanyak 47 responden ibu dengan sampel inklusi sebanyak 38 responden ibu. Analisis statistik menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi-square dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadi perubahan rata-rata pada tingkat pengetahuan responden ibu setelah diberikan penyuluhan dari kategori cukup menjadi kategori baik, namun hasil ini tidak menunjukan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan sikap dan perilaku ibu. Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai hasil pengetahuan sebelum (pre-test) dengan sesudah (post-test) penyuluhan, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang menunjukan nilai yang lebih kecil dari 0,05. Kata kunci: Stunting, Pengetahuan, Pertumbuhan, Ibu.
OPTIMASI PROSES SULFATASI MENGGUNAKAN KALIUM SULFAT PADA SCALE UP ISOLASI KARAGENAN DARI Eucheuma Cottonii Ferdiansyah, Rival; Purwadha, Andira; Kartamiharja, Haruman; Abdassah, Marline; Zainuddin, Achmad; Chaerunnisa, Anis
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.227

Abstract

Scale up merupakan suatu tindakan atau kegiatan yang menggunakan hasil-hasil yang diperoleh dari studi laboratorium untuk merancang prototipe dan proses pilot plant, serta menggunakan data tersebut untuk merancang dan membangun skala penuh. Pada penelitian ini telah dilakukan optimasi proses sulfatasi pada scale up isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii dengan tujuan untuk menghasilkan karagenan yang optimal dan sesuai standar yang dipersyaratkan. Proses isolasi karagenan dari rumput laut dilakukan dua tahap, yaitu tahap skala laboratorium dan tahap scale up. Proses sulfatasi menggunakan larutan K2SO4 dengan berbagai variasi konsentrasi yaitu 0,2 M; 0,4 M; dan 0,6 M. Optimasi proses sulfatasi dengan K₂SO₄ 0,4 M menghasilkan karagenan dengan kadar sulfat 17,70% (skala lab) dan 22,64% (scale up), serta gel strength 120,98 g/cm² (skala lab) dan 74,02 g/cm² (scale up). Karagenan yang dihasilkan pada scale up dan skala laboratorium terdapat perbedaan dari segi gel strength dan rendemen, tetapi untuk parameter evaluasi lainnya tidak terdapat perbedaan antara scale up dan skala laboratorium. 
VALIDASI METODE ANALISIS KADAR METHEMOGLOBIN DALAM DARAH MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBEL Husein, Sri Gustini; Nadhila, Nadhila; Mulyana, Mulyana
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.229

Abstract

Pengukuran kadar methemoglobin (metHb) dalam darah menjadi penting untuk penapisan dan penegakan diagnosis kondisi methemoglobinemia. Pengukuran kadar methemoglobin dengan menggunakan NaCN merupakan alternatif karena pertimbangan ketersediaan dan optimalisasi biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja metode analisis kadar methemoglobin dalam darah menggunakan spektrofotometri UV-Visibel dengan reagen NaCN. Metode ini dievaluasi berdasarkan parameter linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi (LOD), batas kuantifikasi (LOQ). Hasil validasi menunjukkan bahwa metode spektrofotometri UV-Visibel dengan reagen NaCN memiliki rentang linearitas antara 1,1% hingga 11,4% metHb dengan nilai r = 0,9862; uji akurasi dengan rata-rata perolehan kembali berada pada rentang 100 - 101,884%; dan presisi inter-day dievaluasi dengan koefisien variasi 7,01%. LOD dan LOQ masing-masing dihitung sebesar 1,84% dan 5,92% metHb. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa spektrofotometri UV-Visibel pada analisis kadar methemoglobin menggunakan reagen NaCN tervalidasi atau valid karena terpenuhinya kriteria dari parameter validasi.
STUDI IN SILICO METABOLIT AKTIF GOLONGAN ALKALOID DARI Ficus fitulosa TERHADAP RESEPTOR HIV-1 RT Auli, Winni Nur; Billa, Firly Shalsha; Zusela, Titah; Aulia, Nanda; Anjani, Arfina Puteri; Sarini, Sarini; Utami, Firanti Putri; Ummi, Ummi; Utami, Widia; Saputro, Anjar Hermadi
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.245

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Defisiency Syndrome (AIDS) merupakan salah satu penyakit yang sulit ditangani. Hingga kini, belum ada pengobatan dalam menangani serta mencegahnya. Ficus fistulosa diketahui memiliki metabolit aktif berupa alkaloida yang memiliki aktivitas sebagai antiviral yaitu; thyloporine, phenanthroindolizidine, antofine, secoantofine, thylocrebrine, dan septicine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi F. fistulosa sebagai pengobatan terbaru pada terapi HIV secara in silico. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu molekuler docking menggunakan software Autodock, Avogadro, serta BIOVIA Discovery Studio Visualizer 2021. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa binding energy yang diperoleh pada senyawa dari golongan alkaloida pada F. fistulosa yaitu senyawa antofine memiliki nilai ikatan sebesar -9,21 kcal/mol dan nilai ikatan ligan alami sebesar -9,91.kcal/mol antofine memiliki potensi sebagai agen anti HIV. 

Page 13 of 13 | Total Record : 130