cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 525 Documents
PEMBERDAYAAN UMKM DESA PERKEBUNAN SEI BEJANGKAR MELALUI SOSIALISASI BRANDING PRODUK DAN PEMASARAN DIGITAL BERBASIS MANAJEMEN USAHA KREATIF Hilmiatussahla Hilmiatussahla; Albina Albina; Heni Widiya; Ibnu Atthoillah; Karina Puteri Siregar
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5339

Abstract

Abstract: This community service activity was carried out as part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, focusing on empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sei Bejangkar Plantation Village, Sei Balai Subdistrict, Batubara Regency. The primary issue faced by local entrepreneurs was the lack of product branding, poor packaging, and limited understanding of digital marketing strategies. To address these problems, the service team implemented a participatory approach through observation, socialization, training, and direct mentoring. The program aimed to strengthen the creative business management capacity of MSMEs by introducing concepts of brand identity, product design, and the use of digital platforms such as Google Maps Business, WhatsApp Business, Facebook, and Instagram. The activities were carried out for one month with active participation from both local entrepreneurs and village officials. The results of the program showed a significant increase in participants’ understanding of branding and digital marketing, as well as their ability to apply creative management in daily business operations. Several MSMEs successfully created logos, product labels, and online promotional accounts, resulting in broader market reach. In addition, participants demonstrated higher motivation and creativity in developing new product ideas. This activity also strengthened social collaboration between universities, local governments, and communities as an effective model for sustainable rural economic empowerment. The implementation of creative business management combined with digital literacy proved to be a practical and impactful strategy to support local economic independence in the digital era. Keywords: MSMEs, product branding, digital marketing, creative business management, empowerment Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Perkebunan Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha di wilayah ini adalah belum adanya identitas merek yang kuat, kemasan produk yang kurang menarik, serta keterbatasan pemahaman terhadap strategi pemasaran digital. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan partisipatif melalui kegiatan observasi lapangan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Tujuan program ini adalah untuk memperkuat kapasitas manajemen usaha kreatif masyarakat melalui peningkatan kemampuan branding, pengemasan produk, serta pemanfaatan media digital seperti Google Maps Business, WhatsApp Business, Facebook, dan Instagram Business sebagai sarana promosi dan perluasan pasar. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha. Para peserta mampu memahami konsep branding, membuat desain logo dan label produk, serta mengelola akun bisnis digital untuk memperluas jaringan pemasaran. Selain itu, muncul peningkatan motivasi, kreativitas, dan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal secara mandiri. Hasil kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara universitas, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan model pemberdayaan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan. Penerapan manajemen usaha kreatif berbasis digital terbukti efektif meningkatkan daya saing UMKM dan memperkuat kemandirian ekonomi desa di era transformasi digital. Kata Kunci: UMKM, branding produk, pemasaran digital, manajemen kreatif, pemberdayaan
PERAN MAHASISWA KKN INTERNASIONAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN SEMANGAT BELAJAR DI DALAM SANGGAR BELAJAR PAHANG, MALAYSIA Surono Zr; Kenny Agusto Arie Wibowo; Andri Nurwandri; Adnan Buyung Nasution; Muhammad Fitrah Al Fayed Pane; Nurul Alfiansyah Amri
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5341

Abstract

Abstract: The International Community Service Program (KKN Internasional) of IAIDU Asahan represents a concrete implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi in the field of community service, designed to provide positive contributions, particularly in the education sector, by utilizing the knowledge and experiences acquired by students during their studies. In the implementation of the International KKN at Learning Center, Pahang, Kuantan, Malaysia, students actively contributed to improving the quality of learning in areas that still face limited access and inadequate educational facilities. Through various programs such as academic tutoring, counseling, and cultural introduction, students sought to make constructive contributions, with the results showing positive impacts in the form of increased learning motivation and broader student awareness of the importance of education. This study employs a qualitative descriptive approach to explore in depth the role of IAIDU Asahan’s International KKN students in enhancing both the quality and motivation of learning at Learning Center, Pahang, aiming to capture the dynamics of interaction, subjective experiences, and the meanings constructed among students, learners, and program managers. The second batch of the International KKN Program, conducted from August 26 to September 19, 2025, began with the preparation of work plans based on field observations, ensuring that each activity addressed actual needs, with a particular focus on improving the quality of learning through teaching and mentoring activities in which students acted as facilitators. The entire program was successfully carried out on time and in accordance with the objectives, thus producing a positive impact on the development of education at Learning Center, Pahang. Overall, the International KKN Program of IAIDU Asahan made a significant contribution to improving the quality of community education, particularly in terms of motivation, enthusiasm, and student learning outcomes, where students functioned not only as facilitators and motivators but also as agents of transformation who introduced a new atmosphere through creative, innovative, and interactive learning methods, effectively fostering both intrinsic and extrinsic motivation, encouraging independent learning, and strengthening mastery of subject matter through the use of diverse learning media. Keywords: International Community Service, IAIDU Asahan, Education Quality, Learning Motivation, Student Engagement, Community Development, Innovative Learning Methods Abstrak: Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional IAIDU Asahan merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk memberikan kontribusi positif, khususnya di sektor pendidikan, dengan memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan. Dalam pelaksanaan KKN Internasional di Sanggar Belajar Pahang, Kuantan, Malaysia, mahasiswa berperan aktif dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses serta sarana pendidikan yang memadai. Melalui berbagai program seperti bimbingan akademik, penyuluhan, hingga pengenalan budaya, mahasiswa berusaha memberikan kontribusi yang konstruktif, dan hasil kegiatan menunjukkan dampak positif berupa peningkatan motivasi belajar serta berkembangnya wawasan siswa mengenai pentingnya pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menelaah secara mendalam peran mahasiswa KKN Internasional IAIDU Asahan dalam meningkatkan mutu sekaligus motivasi belajar siswa di Sanggar Belajar Pahang, dengan tujuan menangkap dinamika interaksi, pengalaman subjektif, serta makna yang terbangun antara mahasiswa, siswa, dan pengelola sanggar. Program KKN Internasional Angkatan II IAIDU Asahan yang dilaksanakan pada 26 Agustus hingga 19 September 2025 diawali dengan penyusunan program kerja berdasarkan hasil observasi lapangan sehingga setiap kegiatan dapat dijalankan sesuai kebutuhan, salah satunya berupa peningkatan kualitas pembelajaran melalui aktivitas pengajaran dan pendampingan, dengan mahasiswa berperan sebagai fasilitator. Seluruh rangkaian program berhasil dilaksanakan secara tepat waktu dan sesuai sasaran sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Sanggar Belajar Pahang. Secara keseluruhan, Program KKN Internasional IAIDU Asahan memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan mutu pendidikan masyarakat terutama dalam aspek motivasi, semangat, dan hasil belajar siswa, di mana mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator dan motivator, tetapi juga sebagai agen transformasi yang menghadirkan suasana baru melalui metode pembelajaran kreatif, inovatif, dan interaktif, serta terbukti mampu menumbuhkan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik, mendorong kemandirian belajar, dan memperkuat penguasaan materi dengan memanfaatkan media pembelajaran yang variatif. Kata Kunci: Kuliah Kerja Nyata Internasional, IAIDU Asahan, Mutu Pendidikan, Motivasi Belajar, Keterlibatan Mahasiswa, Pengabdian Masyarakat, Metode Pembelajaran Inovatif
PELATIHAN PENGOLAHAN BUNGA TELANG MENJADI MINUMAN KHAS MEKAR MULIO MELALUI BRANDING PRODUK DAN DIGITAL MARKETING Aris Siregar; Herman Herman; Jihan Aprilia; Novita Sari; Hilmiatus Sahla
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5342

Abstract

Abstract: Training and mentoring in processing butterfly pea flowers into a specialty drink in Mekar Mulio Village, Asahan Regency, was conducted as a form of community empowerment based on local potential. This activity aimed to improve the community's skills in processing butterfly pea flowers into a beverage with economic value and to introduce branding and digital marketing strategies as promotional tools. The implementation method consisted of socialization, hands-on training, product development mentoring, and training in the use of digital media for marketing. The results showed that the community was able to produce high-quality butterfly pea flower drinks, with attractive packaging, and a strong brand identity, namely "Telangi." Furthermore, training participants were able to utilize social media platforms such as Facebook dan Shopee to expand their market reach. This activity had a positive impact on increasing community knowledge, skills, and income. The program also opened up opportunities for the establishment of sustainable village micro-enterprises based on local potential. Keywords: Butterfly pea flowers, training, community empowerment, product branding, digital marketing. Abstrak: Pelatihan dan pendampingan pengolahan bunga telang menjadi minuman khas di Desa Mekar Mulio, Kabupaten Batubara, dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bunga telang menjadi produk minuman bernilai ekonomi serta memperkenalkan strategi branding dan digital marketing sebagai sarana promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan praktik langsung, pendampingan pembuatan produk, serta pelatihan penggunaan media digital untuk pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan produk minuman bunga telang dengan kualitas baik, kemasan menarik, serta identitas merek yang kuat, yaitu “Telangi”. Selain itu, peserta pelatihan mampu memanfaatkan media sosial seperti Facebook, dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Program ini juga membuka peluang terbentuknya usaha mikro desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Kata Kunci: Bunga telang, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, branding produk, digital marketing.
PENYULUHAN HUKUM TENTANGPEMAHAMAN NO. 1 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PENANGANAN SENGKETA PERTANAHAN Junaidi Sholat; Julpan Hartono SM Manurung; Sumantri Sumantri; Karina Putri Maharani; Kiki Adha Sirait
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5349

Abstract

Abstract: The mandate of agrarian reform in Indonesia was further strengthened through the Decree of the People's Consultative Assembly (MPR) Number IX/MPR/2001, which regulates agrarian reform and natural resource management. This demonstrates that agrarian reform aims not only for the physical distribution of land but also for strengthening natural resource management to provide maximum benefits to the community. Furthermore, through the Decree of the People's Consultative Assembly (MPR) Number 5/MPR/2003, the UUPA, along with its implementing regulations, aims to ensure legal certainty for land rights throughout the Republic of Indonesia. Legal disputes arise from objections to claims regarding land rights, whether regarding land status, priority, or ownership, with the hope of obtaining administrative resolution in accordance with applicable provisions. Regulation of the Minister of State for Agrarian Affairs/National Land Agency Number 1 of 1999 concerning Procedures for Handling Land Disputes, defines the dispute. Keywords: Agrarian, Dispute Abstrak: Mandat reforma agraria di Indonesia semakin dipertegas melalui Ketetapan MPR RI Nomor IX/MPR/2001 yang mengatur pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini menunjukkan bahwa reforma agraria tidak hanya bertujuan untuk distribusi fisik tanah, tetapi juga memperkuat pengelolaan sumber daya alam agar dapat memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat. Selain itu, melalui Keputusan MPR RI Nomor 5/MPR/2003. UUPA dengan seperangkat peraturan pelaksanaannya, bertujuan untuk terwujudnya jaminan kepastian hukum terhadap hak-hak atas tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia. Munculnya sengketa hukum merupakan berawal dari keberatan dari tuntutan suatu hak atas tanah baik terhadap status tanah, prioritas maupun kepemilikannya dengan suatu harapan mendapatkan penyelesaian administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Peraturan Menteri Negara Agraria/Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 1999 tentang Tata Cara Penanganan Sengketa Pertanahan, yang dimaksud dengan sengketa. Kata Kunci: Agraia, Sengketa
PENYULUHAN HUKUM TENTANGPERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN MERUPAKAN PERLINDUNGAN HUKUM DAN HAM DI INDONESIA Hikmat Syahputra Tarigan; Safrin Ritonga; Rahmat Suhargon; Danarzi Danarzi; Aulia Rahma
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5350

Abstract

Abstract : Human Rights begin with the natural dignity and human rights that humans possess that cannot be revoked and are seen as rights that are inherent and rooted in the nature and dignity of humans as creatures of God Almighty that are carried from birth and are absolute. Including current developments related to witnesses and victims is part of Human Rights. The research method used in this article is normative, namely legal research conducted by examining library materials, with a focus on the legislative approach. The formulation of the problem is that the Protection of Witnesses and Victims is Legal Protection and Human Rights in Indonesia. And Human Rights and Human Rights Violations. Article 1 number (1) of Government Regulation Number 2 of 2002 concerning Procedures for Protection of Victims and Witnesses in Serious Human Rights Violations states that: Protection is a form of service that must be carried out by law enforcement officers or security officers to provide a sense of security, both physical and mental, to victims and witnesses, from threats, harassment, terror, and violence from any party, which is given at the stage of investigation, inquiry, prosecution, and or examination in court. Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights and Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts provide the same understanding of Human Rights. Keywords: Protection, Witnesses, Victims Abstrak : Hak Asasi Manusia dimulai dari martabat alamiah dan hak-hak kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia yang tidak dapat dicabut dan dipandang sebagai hak-hak yang melekat dan berakar pada hakikat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang dibawa sejak lahir dan bersifat mutlak. Termasuk perkembangan saat ini terkait saksi dan korban merupakan bagian dari HAM. Metode penelitian artikel ini yang digunakan adalah normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan kepustakaan, dengan fokus pada pendekatan perundang-undangan. Adapun menjadi rumusan masalah yaitu Perlindungan Saksi Dan Korban Merupakan Perlindungan Hukum Dan Ham Di Indonsia. Dan Hak Asasi Manusia dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Pasal 1 angka (1) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban dan Saksi Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat bahwa: Perlindungan adalah suatu bentuk pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat keamanan untuk memberikan rasa aman baik fisik maupun mental, kepada korban dan saksi, dari ancaman, gangguan, teror, dan kekerasan dari pihak manapun, yang diberikan pada tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan atau pemeriksaan di sidang pengadilan. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia memberikan pengertian yang sama tentang Hak Asasi Manusia.   Kata Kunci: Perlindungan, Saksi, Korban 
PENYULUHAN HUKUM TENTANGPIDANA TERHADAP PELAKU PENGANIAYAAN DENGAN RETARDASI MENTAL Sofian Sofian; Abdul Azis Manurung; Ari Dermawan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5373

Abstract

Abstract:Mental retardation is categorized as People with Mental Problems (ODMK) as referred to in Article 1 number 2 of Law Number 18 of 2014 concerning Mental Health, namely people who have physical, mental, social, developmental, and/or quality of life problems who are at risk of experiencing mental disorders. This thesis aims to analyze how criminal liability is applied to perpetrators of criminal acts of abuse who suffer from mental retardation, as well as to re-analyze the basis for the judge's considerations in issuing a verdict against the perpetrator, by referring to Decision Number 817/Pid.B/2024/PN.Kis. This study uses a normative juridical approach method with a descriptive research type. Data were obtained through literature studies by reviewing statutory regulations, legal literature, and court decision documents. The analysis was carried out qualitatively-descriptively against relevant legal norms and concrete case studies. The results of the study indicate that perpetrators of criminal acts of abuse who suffer from mental retardation cannot be fully held criminally responsible if it is proven that their mental condition affects their ability to understand or control their actions as regulated in Article 44 of the Criminal Code. In Case Number 817/Pid.B/2024/PN.Kis, although the defendant was proven to have committed assault according to Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code, ideally the medical evidence process related to the defendant's mental condition would be the main basis in the judge's considerations, as well as trial facts to determine the appropriateness of criminal responsibility for the defendant in accordance with the principles of criminal law and protection for people with mental retardation. Keywords: Criminal, Responsibility  Abstrak: Retardasi mental dikategorikan sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, yaitu orang yang memiliki masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan, dan/atau kualitas hidup yang berisiko mengalami gangguan jiwa. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pertanggungjawaban pidana diterapkan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengalami retardasi mental, serta menganalisis kembali dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tersebut, dengan merujuk pada Putusan Nomor 817/Pid.B/2024  /PN.Kis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan mengkaji peraturan Perundang-Undangan, literatur hukum, serta dokumen putusan pengadilan. Analisis dilakukan secara kualitatif-deskriptif terhadap norma hukum yang relevan serta studi kasus konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku tindak pidana penganiayaan yang menderita retardasi mental tidak dapat sepenuhnya dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti bahwa kondisi kejiwaannya memengaruhi kemampuannya memahami atau mengendalikan perbuatannya sebagaimana diatur dalam Pasal 44 KUHP. Dalam Perkara Nomor 817/Pid.B/  2024/PN.Kis, meskipun terdakwa terbukti melakukan penganiayaan sesuai Pasal 351 ayat (1) KUHP, idealnya proses pembuktian medis terkait kondisi kejiwaan terdakwa akan menjadi landasan utama dalam pertimbangan hakim. serta fakta persidangan untuk menentukan kelayakan pertanggungjawaban pidana terhadap terdakwa sesuai prinsip-prinsip hukum pidana dan perlindungan terhadap ODMK. Kata Kunci: Pidana, Pertanggungjawaban
IMPLEMENTASI GOOD MOSQUE GOVERNANCE MELALUI PROGRAM BERSIH-BERSIH MASJID DAN PELATIHAN MANAJEMEN BKM Fahmi Sulaiman; Henny Pratiwi; Asri Sanusi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5374

Abstract

Abstract: This Community Service Program was conducted at Al-Ikhlas Mosque, IDI Complex Medan, focusing on two major activities: a mosque cleaning program and a management capacity-building session for the Mosque Prosperity Board (BKM). The primary objective of this program was to improve the physical cleanliness and comfort of the mosque environment while simultaneously strengthening the managerial capacity of the BKM to ensure that mosque governance is implemented professionally, transparently, and sustainably. The methods employed included field observation, collective cleaning activities, lectures, group discussions, and technical assistance for BKM members. The results indicate that the cleaning activities successfully created a more hygienic, comfortable, and conducive worship environment, while also increasing community participation and awareness. The management training contributed to enhancing the BKM’s knowledge and understanding of organizational structure, role distribution, financial administration, program planning, and facility maintenance based on standard operational procedures. The program also fostered stronger collaboration between the implementing team and the local community, thus supporting the realization of good mosque governance principles. Overall, the program had a positive impact on strengthening the institutional capacity of the mosque and can serve as a replicable model for similar community service initiatives in other mosques with comparable needs. Sustainability of the program is recommended through the development of Standard Operating Procedures (SOPs) for cleanliness and administration, as well as follow-up training sessions for BKM members. Keywords: community service, mosque management, BKM, mosque cleanliness, community empowerment. Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Komplek IDI Medan dengan fokus pada dua program utama, yaitu kegiatan bersih-bersih masjid dan pemaparan manajemen Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik masjid sekaligus memperkuat kapasitas manajerial pengurus BKM agar tata kelola masjid dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, gotong royong kebersihan, ceramah, diskusi interaktif, dan pendampingan teknis kepada pengurus BKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan bersih-bersih masjid berhasil menciptakan lingkungan ibadah yang lebih bersih, nyaman, dan higienis, serta meningkatkan partisipasi jamaah. Sementara itu, program pemaparan manajemen memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman pengurus BKM terkait struktur organisasi, pembagian tugas, administrasi keuangan, penyusunan program kerja, dan manajemen kebersihan berbasis standar operasional. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara pihak pelaksana dan masyarakat sehingga mendorong terciptanya tata kelola masjid yang lebih baik sesuai prinsip good mosque governance. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan masjid dan dapat dijadikan model pengabdian yang dapat direplikasi di masjid lain yang memiliki kebutuhan serupa. Keberlanjutan kegiatan direkomendasikan melalui penyusunan SOP kebersihan dan administrasi serta pelatihan lanjutan bagi pengurus BKM. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat, manajemen masjid, BKM, kebersihan masjid, pemberdayaan masyarakat.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DAN KOTORAN KAMBING UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORAGNIK PADAT DI DESA SEI KAMAH II KABUPATEN ASAHAN Ade Fipriani Lubis; Tri Arya Ardika; Intan Agi Pramudita; Ayuka Dwi Surya
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5375

Abstract

Abstract: The utilization of organic waste and animal manure (kohe), goat manure is one alternative solution in supporting sustainable agriculture and reducing environmental pollution. This community service aims to study the process of making solid organic fertilizer from a combination of household organic waste with goat manure and assess the resulting quality. The method used is aerobic fermentation with the addition of microbial activators to accelerate decomposition. This series of activities is part of one of the activities of the 2025 KKN students of the Faculty of Agriculture, Asahan University. This activity is a socialization and field practice activity together with housewives, and PKK mothers of Sei Kamah II Village. The expected output of the socialization activity regarding the utilization of organic waste and goat manure is a solid organic fertilizer that has a loose texture, blackish brown in color, and is free from strong odors. In addition to producing organic fertilizer products, this activity also has a positive impact in the form of increasing knowledge and skills in the community to process household waste and goat manure into useful products. Keywords: Organic Waste, Goat Manure, Solid Organic Fertilizer, Community Empowermen. Abstrak: Pemanfaatan limbah organik dan kotoran hewan (kohe), kotoran kambing merupakan salah satu alternatif solusi dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi pencemaran lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan pupuk organik padat dari kombinasi limbah organik rumah tangga dengan kohe kambing serta menilai kualitas yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah fermentasi aerob dengan penambahan aktivator mikroba untuk mempercepat dekomposisi. Rangkain kegiatan ini merupakan, bagian dari salah satu kegiatan mahasiswa KKN 2025 Fakultas Pertanian Universitas Asahan. Kegiatan ini merupakan kegiatan sosialisasi dan praktik lapangan bersama dengan ibu rumah tangga, dan ibu-ibu PKK Desa Sei Kamah II. Luaran yang diharapkan dari kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah organik dan kotoran kambing berupa pupuk organik padat yang memiliki tekstur gembur, berwarna coklat kehitaman, dan bebas dari bau menyengat. Selain menghasilakan produk pupuk organik, kegitan ini juga memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelolah limbah rumah tangga dan kohe kambing menjadi produk bernilai guna. Kata Kunci: Limbah Organik, Kohe Kambing, Pupuk Organik
PERAN KUALITAS LAYANAN SARANA DAN PRASARANA PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BACA SISWA DI SMA IT DAAR AL-ULUUM ASAHAN-KISARAN Aswan Aswan; Siti Nurhidayah; Wei Indah Jawharah; Zaitun Husseina. Nst; Sri Juwita; Afni Wirda; Yeni Lubis
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5376

Abstract

Abstract: This Community Service Program (PKM) was carried out to improve the quality of library facilities and services as well as to enhance students’ reading interest at SMA IT Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran. The program was motivated by the low reading interest among students, which is influenced by limited book collections, suboptimal library services, and the shift in student habits toward instant digital information sources. The PKM employed a descriptive approach through observation, interviews, and documentation to obtain an accurate picture of the library’s condition. The results show that although the library has adequate basic facilities and responsive staff, student utilization remains low. This is mainly due to outdated book collections and the lack of innovative literacy programs. Through mentoring activities, the PKM team reorganized the library space, strengthened staff competencies, and provided recommendations for literacy program development and gradual collection renewal. The program has increased the school’s awareness of the importance of managing a modern and engaging library integrated into the learning process. Therefore, this PKM is expected to serve as a starting point for improving library services and fostering sustainable reading interest among students. Keywords: School Library, Community Service Program, Reading Interest, Facilities and Infrastructure, Library Services. Abstrak:Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas layanan sarana dan prasarana perpustakaan serta mendorong minat baca siswa di SMA IT Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya minat baca siswa yang dipengaruhi oleh keterbatasan koleksi buku, kurang optimalnya layanan perpustakaan, serta perubahan kebiasaan siswa yang lebih memilih sumber digital. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan kondisi perpustakaan secara nyata. Hasil PKM menunjukkan bahwa meskipun perpustakaan memiliki fasilitas dasar yang cukup memadai dan pelayanan petugas yang baik, pemanfaatan perpustakaan oleh siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya koleksi buku yang relevan dan belum adanya inovasi layanan literasi. Melalui kegiatan pendampingan, tim PKM melakukan penataan ruang, penguatan kompetensi petugas, serta memberikan rekomendasi pengembangan program literasi dan pembaruan koleksi perpustakaan. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman pihak sekolah mengenai pentingnya pengelolaan perpustakaan yang lebih modern, menarik, dan terintegrasi dengan proses pembelajaran. Dengan demikian, PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta menumbuhkan minat baca siswa secara berkelanjutan. Kata Kunci: Perpustakaan Sekolah, PKM, Minat Baca, Sarana Prasarana, Layanan Perpustakaan
PERAN KULIAH KERJA NYATA INTERNASIONAL DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA DAN LITERASI ANAK MIGRAN ICC AL ANSHAR BAHAU MALAYSIA Syahrizal Syahrizal; Surono ZR; Sabar Hati Albanjari; Rini Handayani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5377

Abstract

Abstract: This Community Service Program examines how the implementation of the International Community Service Program (KKN) contributes to improving the religious education and literacy skills of Indonesian migrant children at ICC Al-Anshar Bahau, Negeri Sembilan, Malaysia. This program is implemented through a series of religious activities such as learning to read the Qur'an, introducing basic tajwid, memorizing daily prayers, practicing congregational prayers, and strengthening Islamic Religious Education (PAI) materials that include Aqidah Akhlak, Qur'an Hadith, Fiqh, and Islamic Cultural History. International KKN activities have an important role in providing meaningful non-formal education access for Indonesian migrant children in Malaysia. Keywords: International KKN, migrant children, religious education, literacy, ICC Al-Anshar Bahau. Abstrak: Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengkaji bagaimana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional berkontribusi terhadap peningkatan pendidikan agama dan kemampuan literasi anak-anak migran Indonesia di ICC Al-Anshar Bahau, Negeri Sembilan, Malaysia. Program ini diimplementasikan melalui rangkaian kegiatan keagamaan seperti pembelajaran membaca Al-Qur’an, pengenalan tajwid dasar, hafalan doa harian, praktik salat berjamaah, serta penguatan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mencakup Aqidah Akhlak, Qur’an Hadis, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. kegiatan KKN Internasional memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan nonformal yang bermakna bagi anak-anak migran Indonesia di Malaysia. Kata Kunci : KKN Internasional, Anak Migran, Pendidikan Agama, Literasi, ICC Al-Anshar Bahau.