cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalsosains@gmail.com
Phone
+6285703065636
Journal Mail Official
jurnalsosains@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pangeran Cakrabuana, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sosial dan Sains
ISSN : 27747018     EISSN : 2774700x     DOI : 10.36418
Core Subject : Science, Social,
Jurnal sosial dan sains (SOSAINS) is a double blind peer-reviewed academic journal and open access to social and science fields. The journal is published monthly by Green Publisher Indonesia. Jurnal sosial dan sains (SOSAINS) provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. This journal publishes research articles covering social included : Management, Economics, Culture, Law, Geography, and Education and sciences included : Astronomy, Biology, Ecology, Physics, Geology, Geography, Geography, Chemical. Published articles are from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books. This journal publishes research articles covering social and science. Journal has become a member of Crossref (Prefix: 10.36418) with Online ISSN 2774-700x and Print ISSN 2774-7018
Articles 1,040 Documents
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Serta Fraksi Etil Asetat dan N-Heksana Buah Mahkota Dewa Terhadap Bacillus Subtilis Imansari, Mutiara; Anggreini, Sinta Dewi Sri
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32634

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan isu penting di dunia farmasi dan kesehatan. Penggunaan tanaman obat dapat menjadi alternatif untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) yang merupakan tanaman asli Indonesia (Papua). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air daging dan kulit buah mahkota dewa. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan fraksinasi metode ekstraksi cair-cair menggunakan corong pisah dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Pengujian antibakteri terhadap B. subtilis ATCC 19659 dilakukan dengan metode mikrodilusi cair. Hasil studi menunjukkan sampel dengan aktivitas antibakteri paling tinggi adalah fraksi etil asetat kulit buah dengan nilai KHM dan KBM 0,31% diikuti fraksi etil asetat daging buah dan fraksi air kulit buah dengan nilai KHM dan KBM 1,25%. Hasil analisis menggunakan SPSS 22.0 dengan metode Kurskall Wallis yang dilanjutkan Post Hoc Dunn menunjukkan perbedaan bermakna antarkelompok sampel dalam menghambat dan membunuh bakteri B. subtilis, dengan nilai sig 0,002 dan 0,01 berturut-turut. Fraksi etil asetat kulit buah mahkota dewa merupakan fraksi paling potensial sebagai antibakteri terhadap B. subtilis, dengan kandungan flavonoid, polifenol, tanin, saponin, terpenoid/steroid, dan antrakuinon yang berkontribusi pada aktivitas antibakterinya. Penelitian ini memperkaya data ilmiah tentang potensi mahkota dewa sebagai kandidat antibakteri alami untuk mengatasi resistensi antibiotik.
Hubungan Status Gizi Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu pada Civitas Akademika di Lingkungan Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nabilah Suri, Sakina; Wuryanti, Sri; Arifandi, Firman; Asiah, Nur
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32639

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi dengan kadar gula darah sewaktu pada civitas akademika Universitas YARSI serta mengkaji langkah preventif berdasarkan literatur keislaman. Metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 74 responden yang diukur status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar gula darah sewaktu. Hasil menunjukkan sebagian besar responden mengalami obesitas II dan I, namun mayoritas kadar gula darah tetap dalam batas normal. Analisis korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan kadar gula darah (p = 0,661; r = -0,052). Faktor usia produktif, aktivitas fisik, pola makan, regulasi hormonal, dan genetika berperan menjaga kestabilan kadar gula darah. Nilai Islam yang relevan meliputi prinsip moderasi makan dan minum sesuai QS Al-A’raf ayat 31, anjuran puasa untuk kesehatan metabolik, aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, seperti berenang dan memanah, serta pengendalian stres melalui dzikir dan sabar untuk kestabilan hormon. Penelitian ini memberikan dasar pencegahan komplikasi metabolik dengan mengintegrasikan pendekatan medis dan nilai-nilai Islam sebagai amanah Allah SWT.
Hubungan Antara Status Gizi dan Lingkar Pinggang pada Civitas Akademika di Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Jiwandani, Rizka Zahra; Wuryanti, Sri; Arifandi, Firman; Asiah, Nur
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32640

Abstract

Nutritional status is an important health indicator that can be assessed through Body Mass Index (BMI), however this parameter has limitations in describing visceral fat distribution associated with metabolic disease risk. Waist circumference is a more sensitive indicator for identifying central obesity. This study aims to determine the description of nutritional status, waist circumference, and the relationship between nutritional status and waist circumference among the academic community at YARSI University and its review according to Islamic perspective. This study is a quantitative analytic research with cross-sectional design involving 74 respondents aged 20-60 years. Primary data were obtained through direct measurements using stature meter, body weight scale, and measuring tape. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with Spearman correlation test. The results showed that 75.6% of respondents had excess nutritional status with obesity II (45.9%) and obesity I (29.7%), exceeding the national prevalence of 21.8%. The majority of respondents had excess waist circumference, namely 51.4% women (>80 cm) and 29.7% men (>90 cm). The relationship between BMI and waist circumference overall was not significant (r = 0.172; p = 0.144), but showed a moderate and significant positive relationship in the analysis based on gender, namely men (r = 0.544; p = 0.005) and women (r = 0.569; p = 0.000). This study concludes that BMI cannot be used alone in assessing body fat distribution, therefore waist circumference measurement needs to be used as an additional indicator to detect central obesity risk. From an Islamic perspective, maintaining nutritional balance is an implementation of the principles of halalan tayyiban and the prohibition of isrāf as commanded in the Qur'an.
Discharge Planning Dalam Keperawatan: Konsep Analisis Hilmiyanti, Yanti; Ekawati, Hesty Fauziah; Pranata, Satriya; Mubin, Fatkhul
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32641

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini terletak pada ambiguitas definisi dan implementasi discharge planning dalam praktik keperawatan, di mana sebagian institusi menginterpretasikannya sebagai proses administratif semata, sementara literatur keperawatan menekankan bahwa discharge planning merupakan proses multidimensional yang mencakup aspek medis, edukatif, sosial, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep discharge planning dalam keperawatan secara komprehensif dengan mengidentifikasi determinan, atribut inti, anteseden, konsekuensi, dan referen empiris untuk menentukan batasan konseptual dan karakteristik utamanya yang dapat digunakan secara konsisten dalam praktik klinis dan pengembangan kebijakan institusional. Penelitian ini menggunakan metode analisis konsep Walker dan Avant (2019) melalui tinjauan sistematis literatur internasional yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, dengan sumber data berasal dari World Health Organization, Cochrane Database of Systematic Reviews, BMC Nursing, JAMA Network Open, PLOS ONE, NICE Guidelines, AHRQ, dan jurnal keperawatan bereputasi lainnya. Analisis menunjukkan bahwa perencanaan pemulangan mencakup asesmen komprehensif, perencanaan personal, edukasi terstruktur menggunakan metode teach-back, rekonsiliasi pengobatan, koordinasi multidisiplin, tindak lanjut terjadwal dalam 48–72 jam, dan dokumentasi lengkap. Anteseden meliputi stabilitas pasien, diagnosis yang jelas, dukungan pengasuh, kesiapan institusi, dan ketersediaan tim multidisiplin. Konsekuensinya meliputi penurunan tingkat readmisi, kepatuhan pengobatan yang lebih baik, peningkatan kemampuan perawatan diri, kualitas hidup yang lebih baik, dan peningkatan keselamatan pasien. Studi ini menyimpulkan bahwa perencanaan pulang merupakan praktik keperawatan yang multifaset dan kolaboratif, penting untuk transisi yang aman dan efektif dari rumah sakit ke rumah. Implikasi praktis penelitian ini menyediakan kerangka konseptual yang jelas untuk pengembangan standar operasional prosedur, instrumen penilaian kesiapan pulang, program pelatihan perawat, serta kebijakan institusional.
Urgensi dan Tantangan Conservatoir Beslag Sebagai Jaminan Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang Telah Memiliki Kekuatan Hukum Tetap Rahayu, Eksy Puji; Suswoto, Suswoto; Fatriah, Gus
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran conservatoir beslag dalam menjamin pelaksanaan putusan pengadilan, serta menganalisis tantangan normatif dan praktis dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normative dengan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara, dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata cara pelaksanaan sita jaminan di Pengadilan Negeri Yogyakarta telah sesuai dengan Pasal 227 ayat (3) HIR dan ketentuan Pasal 197–199 HIR. Namun, tantangan dalam pelaksanaan sita jaminan di antaranya adalah barang yang hendak disita berada di wilayah hukum pengadilan lain, milik bersama, dijaminkan kepada kreditur preferen lain, bukan atas nama Tergugat, dan sulitnya pembuktian kepemilikan. Kendala ini dapat dihindari dengan memastikan Penggugat memperhatikan ketentuan yang berlaku dan memeriksa secara detail objek yang diajukan untuk sita jaminan. Majelis Hakim juga harus melakukan pemeriksaan teliti terhadap objek sita agar proses pelaksanaan sita oleh Juru Sita atau Panitera Pengadilan berjalan lancar. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya perbaikan prosedur verifikasi objek sita dan penguatan koordinasi antar pengadilan untuk memastikan efektivitas conservatoir beslag sebagai instrumen perlindungan hukum bagi kreditur. Kendala-kendala tersebut dapat diminimalkan dengan memastikan Penggugat memperhatikan ketentuan yang berlaku dan memeriksa secara detail objek yang diajukan untuk sita jaminan.
Analisis Pengaruh Net Profit Margin, Ukuran Perusahaan Dan Debt to Asset Ratio Terhadap Effective Tax Rate Pada Emiten Sektor Energi di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020–2024 Amanda, Sisi Resti; Kasir, Kasir
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32644

Abstract

Latar Belakang: Pajak berperan penting dalam kestabilan fiskal dan menjadi pendukung dalam pembangunan nasional. Namun demikian, tingkat kepatuhan pajak sektor korporasi masih belum optimal, terutama karena kecenderungan perusahaan melakukan tax planning untuk menekan beban pajak efektif. Kondisi ini mengindikasikan bahwa faktor lainnya di luar profitabilitas, ukuran, dan leverage lebih dominan dalam memengaruhi Effective Tax Rate. Tujuan: Kajian disusun supaya mampu mengetahui pengaruh Net Profit Margin, Ukuran Perusahaan, dan Debt to Asset Ratio dalam Effective Tax Rate terhadap perusahaan bidang energi di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2020–2024. Metode: Metode yang difungsikan ialah kuantitatif data sekunder dari www.idx.co.id. Data sampel merupakam 14 emiten bidang energi berdasarkan purposive sampling. Analisa melalui metode regresi linier berganda dengan softrware SPSS versi 27. Hasil: Net Profit Margin berpengaruh negatif signifikan pada Effective Tax Rate (p = 0,042 < 0,05), menunjukkan peningkatan profitabilitas menurunkan beban pajak efektif perusahaan. Ukuran Perusahaan pada Effective Tax Rate berpengaruh positif, namun tidak signifikan (p = 0,054 > 0,05), sedangkan Debt to Asset Ratio pengaruhnya tidak signifikan pada Effective Tax Rate (p = 0,541 > 0,05). Uji simultan mengindikasikan bahwa ketiga variabel tidak menyatakan pengaruh secara signifikan pada Effective Tax Rate (p=0,060) melalui nilai hasil Adjusted R² 0,068. Kesimpulan: Net Profit Margin merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap ETR. Tidak ditemukan pengaruh signifikan dari Debt to Asset Ratio dan Ukuran Perusahaan. Dengan demikian, terindikasi adanya faktor lain di luar model yang lebih dominan memengaruhi Effective Tax Rate dalam emiten energi Indonesia.
Implementasi Chatbot Untuk Diagnosis Awal Penyakit Saluran Pencernaan Menggunakan Metode Klasifikasi Naive Bayes Fauzi, Hanif; Santoso, Body
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32645

Abstract

Penyakit saluran pencernaan merupakan salah satu gangguan kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia, namun seringkali mengalami keterlambatan diagnosis akibat keterbatasan akses medis dan minimnya pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem chatbot berbasis website yang mampu memberikan diagnosis awal penyakit saluran pencernaan secara otomatis dan real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan Waterfall dengan algoritma Naive Bayes Classifier sebagai mesin inferensi utama. Penelitian ini menggunakan dataset sekunder yang terdiri dari 520 kasus dengan 6 label penyakit (GERD, Gastritis, IBS, Diare Akut, Konstipasi, Ulkus Peptikum) dan 28 atribut gejala. Sistem dikembangkan menggunakan framework Flask dan diintegrasikan dengan teknologi Large Language Model (LLM) melalui Chatbase untuk interaksi natural. Hasil pengujian Blackbox menunjukkan tingkat keberhasilan fungsional 100%. Evaluasi performa model menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan rekomendasi diagnosis dengan tingkat kepercayaan yang memadai, di mana 86,7% kasus uji menghasilkan probabilitas utama di atas 25%. Sistem ini terbukti efektif sebagai media skrining awal yang aksesibel, efisien (waktu komputasi rata-rata 0,023 detik), dan mampu memberikan edukasi kesehatan yang interaktif bagi masyarakat.
Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS di Pelayanan Rawat Jalan Rs X : Analisis Ketepatan Kode Diagnosa dan Prosedur Berdasarkan ICD-10, ICD-9, Alasan Pending, dan Jenis Poli Warouw, Evangeline; Angtoni, Miranda; Wijaya, Rafaella; Elvina, Rosalia
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32646

Abstract

Pending klaim BPJS dapat menimbulkan hambatan administratif dan finansial bagi rumah sakit, termasuk Rumah Sakit X yang pada Agustus 2025 mencatat 75 berkas klaim rawat jalan yang tertunda. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan arus kas, beban kerja verifikasi ulang yang meningkat, serta potensi penurunan mutu pelayanan akibat terhambatnya siklus pembiayaan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab pending klaim serta distribusinya berdasarkan poli, diagnosis, dan prosedur. Metode yang digunakan adalah analisis retrospektif dengan pendekatan deskriptif terhadap data klaim BPJS, kode ICD-9, kode ICD-10, dan unit pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama pending klaim adalah kesalahan koding, terutama ketidaktepatan kode prosedur atau diagnosis (37,3%), tidak dicantumkannya diagnosis sekunder pada kasus persalinan (28%), serta kesalahan kode endoskopi telinga (22,7%). Berdasarkan unit pelayanan, poli THT merupakan penyumbang terbesar kasus pending (61,33%), diikuti Obgyn (28%) dan IGD (5,33%), menunjukkan adanya hubungan antara beban kasus THT dan tingginya ketidaktepatan koding. Pada distribusi prosedur, kode 89.7 (konsultasi komprehensif) muncul paling dominan, sedangkan pada diagnosis, Z48.9/O82.x serta H60.4 dan H66.1 menjadi kode terbanyak. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pending klaim berkaitan dengan ketidaklengkapan atau ketidaksesuaian koding, terutama pada kasus THT dan obstetri. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi koder, penyempurnaan SOP verifikasi internal, dan penguatan kendali mutu klaim untuk meminimalkan risiko pending dan meningkatkan ketepatan serta keberhasilan klaim BPJS.
Perbedaan Kadar Blood Urea Nitrogen dan Kreatinin Antara Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur Azzahra, Annisha; Putri, Dian Eka
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32662

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is associated with a risk of microvascular complications, including diabetic nephropathy. Glycemic status is determined through glycated hemoglobin (HbA1C) measurements, where levels below 7% classify diabetes as controlled, and levels of 7% or higher indicate uncontrolled diabetes. Measuring blood urea nitrogen (BUN) and creatinine is essential for determining kidney function. This study aims to analyze the differences in BUN and creatinine levels between controlled and uncontrolled T2DM patients. A cross-sectional study was conducted using secondary data from the medical records of outpatient T2DM patients at the Internal Medicine Clinic of Pasar Rebo General Hospital, East Jakarta, from January to December 2024. Subjects were divided into controlled and uncontrolled diabetes groups based on HbA1C values, with inclusion criteria consisting of patients aged 50–59 years who had been diagnosed with T2DM within the past five years. BUN data were obtained by calculating urea x 2.14 (mg/dL). Normality was tested using the Kolmogorov-Smirnov test. Comparative analysis of BUN and creatinine levels between the two groups was performed, with p<0.05 statistically significant. Among the 100 T2DM subjects evaluated at Pasar Rebo General Hospital, 64% were female, and the average age was 56 years. The mean BUN and creatinine levels in the controlled group were 13.5 and 1 mg/dL, while in the uncontrolled group were 13.59 and 1.04 mg/dL. Analysis using an independent comparison test showed that BUN and creatinine levels were not significantly different in the controlled group (p = 0.93) nor in the uncontrolled group (p = 0.38). The research revealed that there was no meaningful variation in BUN and creatinine levels between T2DM patients with controlled and uncontrolled glycemic status at Pasar Rebo General Hospital, East Jakarta.
Apakah Sosial Media Influencer Sebagai Mediasi dapat Mempengaruhi Product Quality dan Brand Image Terhadap Purchasing Decision Konsumen Produk Suplemen Kesehatan yang ada di Pasar ? Mohamad Zein Saleh
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32663

Abstract

Consumers have the choice to purchase or not buy products on the market. Because of this freedom, consumers are often influenced by certain situations and conditions, such as quality and brand image. The market is a place to prove that products produced by producers are affordable to consumers. With the growth of social media, the role of influencers has become important as parties who influence consumers to buy the products they produce. This study shows that product quality has a positive and significant influence on social media influencers. Brand image does not significantly influence social media influencers. Social media influencers play a significant role in shaping consumer purchasing decisions. The better the brand image, the greater its influence on purchasing decisions through social media influencers. The higher the product quality, the greater its influence on purchasing decisions through social media influencers.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 9 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 8 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 7 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 12 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 11 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 10 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 9 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 8 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 5 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 3 (2024): Junral Sosial dan Sains Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 11 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 10 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 8 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 7 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 7 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 6 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 5 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 12 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 11 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 10 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 9 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 7 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 6 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 5 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sosial dan Sains More Issue