cover
Contact Name
Alde Alanda
Contact Email
alde@pnp.ac.id
Phone
+6281267775707
Journal Mail Official
abdimas@pnp.ac.id
Editorial Address
Kampus Politeknik Negeri Padang, Limau Manis, Padang, Provinsi Sumatera Barat, 25164
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat
ISSN : 2776429X     EISSN : 2776429X     DOI : https://doi.org/10.30630/jppm.v4i2
Sains dan teknologi Teknik Teknologi informasi Sains sosial Economi dan Bisnis Pendidikan Seni dan Budaya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
Peningkatan Kapasistas SDM Pokdarwis Lubuak Tampuruang Padang Melalui Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Ikan Novi Yanita; Rini Eka Sari; Abdiani Khairat Nadra
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.195 KB) | DOI: 10.30630/jppm.v4i1.509

Abstract

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lubuak Tampuruang terbentuk pada tahun 2017 dikarenakan keberadaan objek wisata Lubuak Tampuruang yang terletak di Kampung Guo Kecamatan Kuranji, berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Padang. Saat ini Pokdarwis Lubuak Tampuruang telah memiliki beberapa kegiatan dalam usaha pengembangan kegiatan kepariwisataan di objek wisata Lubuak Tampuruang. Salah satu potensi yang terdapat di Lubuak Tampuruang ini adalah budidaya ikan larangan yang dilakukan oleh anggota Pokdarwis. Ikan yang dibudidayakan ini belum diolah oleh anggota Pokdarwis, sehingga nilai tambahnya masih sangat kecil. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM Pokdarwis Lubuak Tampuruang melalui pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar ikan. Diharapkan setelah pelatihan ini anggota Pokdarwis Lubuak Tampuruang dapat mengembangkan usaha pengolahan makanan berbahan dasar ikan sebagai usaha kuliner penunjang kegiatan kepariwisataan di Objek Wisata Lubuak Tampuruang yang dapat meningkatkan nilai tambah pada perekonomian masyarakat sekitar.
Implementasi Wastafel Otomatis untuk Pencegahanan Penularan COVID-19 Dedi Kurniadi; Randy Heriyanto; David Eka Putra; Zulharbi -; Nadia Alfitri; Tuti Anggraini; Albar -; Ifni Joi; Yul Antonisfia
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.567 KB)

Abstract

Mencuci tangan merupakan hal sangat penting dan sangat dianjurkan untuk menjaga kodisi kesehatan terutama selama masa pandemi wabah covid-19 ini. Untuk pencucian tangan dengan mengggunakan kran yang digunakan secara bersama menimbulkan ke khawatiran bagi masyarakat karena masih membuka peluang untuk penyebaran virus corona melalui pengguna sebelumnya. Sehingga pencucian tangan dengan menggunakan pedal menjadi alternatif yang bisa dimanfaatkan karena pengguna tidak memegang kran air secara langsung, pengguna cukup menginjak pedal yang sudah disediakan pada bahagian bawah wastafel untuk mengaktifkan kran air. Pemberian dua buah wastafel otomatis yang diposisikan di pasar bawan dan kantor wali nagari Bawan kecamatan ampek nagari ini bisa memberikan kebiasaan kepada pengunjung, baik yang berada di pasar ataupun di kantor wali nagari untuk terbiasa mencuci tangan. Selain itu, hal ini juga akan memberikan kontribusi untuk menghambat penyebaran virus corona.
Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Bagi Kelompok Sadar Wisata Saiyo Desa Tungkal Selatan Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Sarmiadi Sarmiadi; Novi Yanita Yanita; Yosi Suryani Suryani
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.684 KB)

Abstract

Pemerintah Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara membuka objek wisata baru berupa Wahana Agro Wisata, mulai dari Sepeda Gantung, Flying Fox, sampai Balon Udara. Objek wisata ini dibangun berdasarkan ide dari masyarakat serta memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat juga. Pengelolaan objek wisata yang ada di Desa Tungkal Selatan dilakukan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Saiyo yang dibentuk pada 10 Januari 2020. Karena dibentuk berdasarkan keinginan masyarakat maka pengurus pokdarwis diangkat berdasarkan keinginan semata meski tidak memiliki kemampuan manajemen dan pengetahuan tentang pariwisata dengan segala aspeknya. Kelompok Sadar Wisata yang ada saat ini belum bisa berbuat banyak karena belum memiliki pemahaman menyeluruh tentang dunia pariwisata. Setelah berdiskusi dengan Kelompok Sadar Wisata Saiyo dan Perangkat Desa Tungka Selatan maka dirancanglah kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pemahaman Pokdarwis dan Masyarakat sekitar tentang pengelolaan objek wisata. Pelatihan ini akan mentransfer kepada Kelompok Sadar Wisata Saiyo, Perangkat Desa beserta masyarakat sekitar objek wisata pengetahuan dan keterampilan dalam bidang :Manajemen dan Organisasi, Pengelolaan Atraksi Wisata, Penataan Fasilitas di Seputaran Objek Wisata, Penentuan Harga Makanan di Objek Wisata, Sapta Pesona
Edukasi Pengelolaan Keuangan Berbasis Spreadsheet pada Usaha Kecil Menengah di Jorong Ladang Laweh Kabupaten Agam Endang Afriyeni; Jumyetti Jumyetti; Gustina Gustina
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.554 KB) | DOI: 10.30630/jppm.v4i1.520

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan penjelasan dan pelatihan tentang proses pencatatan transaksi keuangan secara manual dan penyusunan laporan keuangan dengan benar sehingga karyawan mampu membuat pencatatan transaksi sesuai standar yang ada. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Bengkel Dika Motor yang beralamat di Jorong Ladang Laweh Kabupaten Agam. Menggunakan metode penyuluhan, diskusi dan pelatihan. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim telah berhasil memberikan pelatihan bagaimana cara melakukan proses pencatatan transaksi hingga proses penyusunan laporan keuangan. Indikator keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari dua indikator yaitu pertama, kemampuan dari peserta pelatihan telah mampu menjelaskan pentingnya pencatatan transaksi keuangan. Kedua, peserta pelatihan telah mampu menyusun laporan keuangan masing-masing sesuai standar yang ada. Disarankan agar kegiatan pencatatn ini dapat terus diterapkan sehingga sehingga dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas dalam usahanya.
Pengabdian Kepada Masyarakat Kelompok Air Bersih “Tirta Sukapura” Di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali I Made Jaya; I Ketut Sutapa; I Nengah Darma Susila
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.774 KB)

Abstract

Permasalahan yang dialami oleh Kelompok Unit Pengelola Sarana Air “Tirta Sukapura” adalah terjadinya kerusakan pada instalasi jaringan perpipaan mulai dari tempat pengambilan sumber mata air sampai ke bak penampungan. Kurang besarnya ukuran diameter pipa, sehingga volume debit yang dapat dialirkan kurang besar. Perlunya perbaikan pada instalasi pipa air, sehingga pada musim kemarau, masih bisa melayani kebutuhan masyarakat akan air bersih. Saat ini manajemen pengelolaan air secara manual dan belum tertata dengan baik sehingga belum mampu memberikan pelayanan yang memadai. Sehingga, kondisi saat ini kelompok mitra belum bisa memanfaatkan sumber air bersih bagi warga secara optimal. Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini akan dilakukan beberapa tahap kegiatan sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu : penyempurnaan jaingan instalasi pemipaan, penambahan sarana instalasi pipa air, pelatihan keterampilan teknis dalam pemeliharaan instalasi pemipaan. Pemahaman dan kemampuan manajemen dan keterampilan teknik dalam pengelolaan kelompok air bersih ini diharapkan akan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya anggota kelompok air bersih..
Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Menjadi Bahan Bakar Alternatif Biofuel-Pellet Jajang Atmaja; Monika Natalia; Desnila Sari
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.938 KB)

Abstract

Pandemi covid-19 menghantam semua lini kehidupan masyarakat terutama golongan menengah ke bawah. Kesulitan demi kesulitan hidup semakin dirasakan oleh masyarakat terutama masyarakat Koto Marapak Kabupaten Padang Pariaman. Biaya hidup dan kebutuhan hidup yang semakin tinggi sementara pendapatan semakin berkurang. Salah satu yang sangat dibutuhkan adalah bahan bakar untuk dapur yaitu minyak tanah/gas LPG. Di desa ini juga sering terjadi kelangkaan pasokan bahan bakar minyak dan gas. Untuk mengatasi masalah ini tim pengabdian masyarakat PNP memberikan solusi konkrit dengan memanfaatkan energy alternatif (terbarukan) yang sumber dayanya tersedia di desa Koto Marapak yaitu serbuk gergaji. Limbah serbuk gergaji dapat dijadikan bahan bakar alternatif biofuel-pellet. Biofuel pellet ini dapat membuka peluang untuk masyarakat dalam pemenuhan energy bahan bakar dapur/keperluan mereka masing-masing. Serta tidak tertutup kemungkinan untuk pemanfaatan energy ini dalam skala lebih luas seperti untuk usaha kecil mikro dan dijual ke masyarakat luas. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah dapat memberikan wawasan, meningkatkan ketrampilan/skill dan keinginan untuk membuat sendiri bahan bakar alternatif. Juga untuk mempercepat perubahan prilaku masyarakat yang mengalami ketergantungan minyak tanah dan gas LPG. Metode yang akan diterapkan dengan memberikan penyuluhan cara pembuatan biofuel-pellet, untuk selanjutnya bersama-sama membuat pembuatan biofuel pellet dari limbah serbuk gergaji.
Pupuk Cair Dari Daur Ulang Limbah Dapur dengan Media Fermentasi Decomposer EM4 Monika Natalia; Desmon Hamid; Fitri Adona
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.326 KB)

Abstract

Pupuk organik cair adalah larutan hasil pembusukkan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik cair ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara dan mampu menyediakan hara secara cepat. Pupuk organik cair tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin.Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yang diberikan ke permukaan tanah bisa digunakan tanaman secara langsung. Diantara jenis pupuk organik cair adalah pupuk dari sampah dapur/limbah organic dengan penambahan EM4. EM4 (Effective Microorganisms) merupakan bahan yang membantu mempercepat proses pembuatan pupuk organic dan memperbaiki kualitasnya (Nur, T dkk, 2016). Pupuk ini mudah dibuat dan tidak memerlukan biaya besar. Oleh sebab itu sangat tepat jika kalangan akademisi mensosialisasikan pembuatan pupuk ini pada anak-anak Panti Asuhan. Karena pada umumnya setelah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK, mereka akan langsung melangkah ke dunia kerja dan tidak melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, karena kendala biaya. Melihat lapangan kerja yang ada, akan sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan layak. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah dapat memberikan wawasan, meningkatkan ketrampilan/skill dan menumbuhkan jiwa wirausaha bagi anak-anak Panti Asuhan. Metode yang akan diterapkan dengan memberikan penyuluhan, memberikan pelatihan dan percontohan pembuatan pupuk cair dari limbah dapur.
Hand Sanitizer Alami dari Limbah Kulit Nenas Riswandi -; Mafriyal -; Yan Partawijaya; Zulfira Mirani
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.599 KB)

Abstract

Hand Sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri. Rinela, A (2017), ekstrak kulit nenas yang diaplikasikan sebagai hand sanitizer dapat menghambat atau membunuh bakteri dengan sangat baik dan dinyatakan lolos mutu fisik. Anto, J (2020), hand sanitizer dari ekstrak kulit nana merupakan terobosan baru dalam pemanfaatan limbah kulit nenas. Hand Sanitizer sangat dibutuhkan masyarakat luas, terutama di era pandemi covid-19. Setiap orang membutuhkan hand sanitizer dalam rangka protokol covid-19. Hal ini mendorong tim kegiatan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat pembuatan hand sanitizer alami dari limbah kulit nenas bagi anak-anak Panti Assuhan Khusus Mentawai Padang. Metode yang akan diterapkan adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan sederhana oleh tim pengabdian masyarakat. Tjuan yang akan dicapai, nantinya anak-anak Panti Asuhan mampu membuat hand sanitizer sendiri, dapat dimanfaatkan untuk dipakai kalangan sendiri ataupun untuk dijual di pasaran. Selain itu, anak-anak Panti Asuhan dapat membangun etos kerja dan berwirausaha mandiri yang berkesinambungan.
Ecobrick, Solusi Pengolahan Limbah Plastik Monika Natalia
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.454 KB) | DOI: 10.30630/jppm.v3i2.581

Abstract

Salah satu upaya membuka lapangan kerja dengan membuat ecobrick. Ecobrick adalah botol plastik bekas yang penuh berisi segala jenis plastik bekas, bersih dan kering, mencapai kepadatan tertentu berfungsi sebagai balok bangunan yang dapat digunakan berulang-ulang. Untuk membuat ecobrick ini, semua jenis plastik bisa digunakan, baik itu plastik kresek, bungkus makanan seperti Indomie, sisa kemasan minuman sachet, sikat gigi bekas, kancing baju yang rusak, spul-spul benang dan lainnya (Chandra W, 2020). Ecobrick juga dapat digunakan untuk membuat meja kursi, bangku, alat permainan, membangun taman sekolah dan lain-lain (Istirokhatun T, 2019). Ecobrick dapat menjadi menjadi alternatif sumber penghasilan dan membuka lapangan kerja dalam rangka mengggalakkan wirausaha mandiri menghasilkan produk inovatif kreatif dalam menghadapi dunia kerja yang semakin sempit. Terlebih bagi anak-anak Panti Asuhan selepas dari SMA/SMK, karena pada umumnya mereka akan langsung mencari pekerjaan (tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi). Sangat diperlukan support, transfer ilmu pengetahuan dari kalangan akademisi bagi anak-anak Panti Asuhan ini melalui kegiatan pengabdian masyrakat PNP. Tujuan yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan, meningkatkan penegtahuan, ketrampilan dan keinginan berwirausaha bagi anak-anak Panti Asuhan yaitu dengan membuat ecobrick. Metode yang diterapkan dengan memberikan penyuluhan, memberikan pelatihan dan percontohan pembuatan ecobrick dari limbah plastik.
Metode Kawat Strimin Untuk Mencegah Keruntuhan Getas Pada Dinding Yan Partawijaya; Mafriyal -; Jajang Atmaja; Satwarnirat -; Hendra Alexander
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.851 KB)

Abstract

Dinding bangunan umumnya terbuat dari bata yang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya berat dan getas. Akibat beratnya yang cukup besar maka akan menaikkan beban mati struktur sehingga beban gempa juga akan naik. Hal ini disebabkan karena beban gempa akan meningkat secara linier terhadap berat struktur bangunan tersebut. Sedangkan akibat dari sifatnya yang getas maka pada tingkat perubahan bentuk (deformation) yang relatif rendah retak-retak tidak dapat dihindari (Satiawan, 2016). Salah satu metode perkuatan dinding terhadap keruntuhan adalah dengan metode kawat strimin. Nusantoro, A. 2012, Pemasangan kawat dstrimin dilakukan di sepanjang tulangan, di sebelah luar dan dalam dengan lebar minimal 45 cm. Kemudian kawat strimin diikat (luar dan dalam) dengan menggunakan 2 utas kawat D2 mm, terakahir ditutup dengan mortar. Dengan teknologi ini, masyarakat dapat memperkuat dinding rumah tinggal mereka terhadap gempa dengan biaya yang murah, material mudah didapat dan waktu pelaksanaan yang singkat serta pengerjaan yang tidak rumit. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah dapat memberikan wawasan, meningkatkan ketrampilan/skill bagi masyarakat Kampani dalam memperbaiki rumah tinggal agar mempunyai perkuatan terhadap gempa dengan metode kawat strimin. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini dengan melakukan penyuluhan, sosialisasi, diskusi dengan pemuka masyarakat dan memberikan palatihan pemasangan kawat strimin untuk mencegah keruntuhan getas.

Page 4 of 14 | Total Record : 133