cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Sinergi Implementasi Program Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R)-Hipnotherapy dalam Menangani Triad KRR (HIV-AIDS, Napza, Seksualitas) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Agus Ari Afandie; Rahmawati Rahmawati; Siti Patonah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.241 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.443

Abstract

Gayam and Brabowan villages are areas in Gayam sub-district, which are in ring 1 of Exxon Mobil oil and gas exploration. Changes from the agrarian region to the oil industry are shifting in the economic, cultural, and social sectors of society, which are vulnerable to negative influences such as alcoholic drinking, drugs so that adolescents are at risk of being affected by TRIAD KRR (sexuality, HIV-AIDS, drugs). The purpose of this program is teenagers understand and practice healthy lifestyles, morality, resilience, and prepare themselves to become the Indonesian Planning Generation through the synergy of the PIK-R program and hypnotherapy. This program synergizes youth information and counseling programs with hypnotherapy in the PIK-R container,  and giving health services, facilitating referral and fostering religious, and moral as well as requiring cross-program and cross-sector collaboration. The results showed that the knowledge and life skills of adolescents, increase in TRIAD KRR (sexuality, HIV AIDS and drugs) by 24.2%. Peer counselor ability has increased by 60%. Youth motivation in developing and managing PIK-R increased by 33.3%. Health checks carried out through HIV AIDS screening in adolescents and 100% free of  HIV AIDS. Adolescents are able to detect the symptoms and signs of HIV AIDS that are beneficial to the  community. Provision of religious knowledge must be carried out consistently in order to form a noble character to prevent the impact of transcultural culture. Collaboration are created to establish a moral engagement so that the program runs sustainably and a generation of planning is created (GENRE).
Pemberdayaan Masyarakat Desa Lewur Melalui Program Sanitasi dan Anak Natas Lewur Valeria Suryani Kurnila; Ricardus Jundu; Yohanes Kurniawan
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.011 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i2.224

Abstract

ABSTRACTHigher Education must conduct community service. Community service is a variety of activities by socio-cultural conditions of society. One of the villages targeted for the service is the village of Lewur. The village is one of the communities located in West Manggarai Regency. Villagers of Lewur mostly have livelihoods as farmers, because Lewur found in areas of hills and valleys and high rainfall, with sufficient agricultural land area, so it is potential to continue to develop. The devotion activities undertaken are the Sanitasi and the Natas Lewur Children program. Sanitation program is carried out in the form of cleaning the village area around the neighbourhood of the garden and residents' houses and roads around the village. The Natas Lewur Children Program implemented in the form of unique guidance for children, based on local natural and cultural resources. This activity is in the way of tutoring and Scouting, designed in the style of games. Also, the the Natas Lewur Children program organised activities for teachers in the village, by conducting mathematical software training. Based on the evaluation results, this program can increase public awareness about hygiene as well as the importance of education. Indicators of program success are the cleaner village environment and the continuous running of the Natas Lewur Children group run by teachers and youths in the village. Keywords: Sanitation Program, Natas Lewur Children. ABSTRAKPerguruan Tinggi wajib menyelenggarakan pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat merupakan berbagai bentuk kegiatan sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat. Salah satu desa yang menjadi sasaran pelaksanaan pengabdian adalah desa Lewur. Desa tersebut adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat. Penduduk desa Lewur sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani, karena berada di wilayah yang perbukitan dan lembah serta curah hujan yang cukup tinggi, dengan luas areal pertanian  cukup, sehingga sangat berpotensi untuk terus dikembangkan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah program Sanitasi dan Anak Natas Lewur. Program Sanitasi yang dilakukan berupa pembersihan wilayah desa di sekitar lingkungan kebun dan rumah warga serta jalan raya di sekitar desa tersebut. Program Anak Natas Lewur yang dilaksanakan berupa bimbingan khusus bagi anak-anak, yang berbasis kekayaan alam dan budaya setempat. Kegiatan ini berupa bimbingan belajar dan Pramuka, yang dirancang dalam bentuk permainan. Selain itu, Program Anak Natas lewur mengadakan kegiatan bagi para guru di desa tersebut, dengan mengadakan pelatihan software matematika. Berdasarkan hasil evaluasi, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan serta pentingnya pendidikan. Indikator keberhasilan program adalah, lingkungan desa yang semakin bersih, dan tetap berjalannya kelompok Anak Natas Lewur yang dikelola oleh guru dan para pemuda di desa tersebut. Kata Kunci: Program Sanitasi, Anak Natas Lewur.
Implementasi Modul Kewirausahaan berbasis Project Based Learning (PBL) pada UMKM Desa Karyamukti Lessa Roesdiana; Nita Hidayati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.901 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2197

Abstract

ABSTRACTEntrepreneurship during the COVID-19 pandemic will be difficult if there is no development in its implementation. Therefore, to improve the ability of entrepreneurs, especially SMEs in Karyamukti Village, the authors consider it necessary to implement a Project Based Learning-based entrepreneurship module with the hope that the results of the implementation of this module will provide benefits for entrepreneurs in Karyamukti Village. The method used in this service activity is the approach and implementation method. The purpose of this service activity is to increase mastery and entrepreneurial skills in developing products or businesses being run. The result of the implementation of this module is the addition of new knowledge for entrepreneurs in product development and business marketing strategies, which with this knowledge can facilitate entrepreneurs in business development during the COVID-19 pandemic. Keywords: Implementation, Entrepreneurship Module, Project Based Learning ABSTRAKBerwirausaha pada masa pandemi COVID-19 akan sulit dilakukan jika tidak ada pengembangan dalam pelaksanaanya. Oleh karenanya, untuk meningkatkan kemampuan para wirausahawan khususnya UMKM di Desa Karyamukti, penulis memandang perlu untuk mengimplementasikan modul kewirausahaan berbasis Project Based Learning dengan harapan agar hasil dari implementasi modul ini akan memberikan manfaat bagi para wirausahawan di Desa Karyamukti. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pendekatan dan pelaksanaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menambah penguasaan dan keterampilan wirausaha dalam mengembangkan produk atau usaha yang dijalankan. Hasil dari implementasi modul ini adalah adanya penambahan pengetahuan baru bagi wirausahawan dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran usaha, yang mana dengan pengetahuan ini dapat mempermudah wirausahawan dalam pengembangan usaha di masa pademi COVID-19. Kata Kunci: Implementasi, Modul Kewirausahaan, Project Based Learning
Pelatihan Pembuatan Pelembut dan Pewangi Pakaian bagi Ibu-Ibu PKK Bina Mufakat di Desa Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur Nursamsu Nursamsu; Allif Syahputra Bania
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.007 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.1214

Abstract

ABSTRACT Member of PKK Bina Mufakat, Bayeun Village, Birem Bayeun District, East Aceh Regency have held community service activity by conducting training in making clothes softener and perfume products. The method of implementation consists of three stages, namely preparation, explanation / implementation and creation. The training participants were PKK women of Bina Mufakat consisting of 20 people. The results obtained from the preparation stage, namely the service activities stated that member of PKK  Bina Mufakat welcomed the service so that it determined the service activity schedule, the second stage of the service team's explanation explained the benefits of softener and perfume products used as business opportunities as additional household income while the third stage of manufacture was there very satisfying success in products made with the community service team with Member of PKK  Bina Mufakat. Keywords: Training, Softener, Fragrance, Clothing ABSTRAK Anggota PKK Bina Mufakat Desa Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pelatihan membuat produk pelembut dan pewangi pakaian. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, penjelasan/pelaksanaan dan pembuatan. Peserta pelatihan tersebut adalah angota PKK Bina Mufakat yang terdiri dari 20 orang. Hasil yang didapatkan dari tahap persiapan yaitu pada kegiatan pengabdian menyatakan bahwa angota PKK menyambut dengan baik sehingga menentukan jadwal kegiatan pengabdian, tahap kedua penjelasan tim pengabdian menjelaskan manfaat dari produk pelembut dan pewangi pakaian dijadikan peluang usaha sebagai pendapatan tambahan rumah tangga sedangkan tahap ketiga pembuatan yaitu terdapat keberhasilan sangat memuaskan pada produk yang dibuat bersama tim pengabdian dengan Ibu PKK Bina Mufakat.  Kata Kunci: Pelatihan, Pelembut, Pewangi, Pakaian 
PELATIHAN PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS UNTUK PARIWISATA (ENGLISH FOR TOURISM) BAGI SISWA SMKN 4 BANJARMASIN Vivi Aulia; Hidya Maulida; Kuzairi Kuzairi; Imam Hendra Saputra
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.569 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.78

Abstract

This article is a report of Community Service Program aiming at giving understanding and learning experience to the second grade students at SMKN 4 Banjarmasin in using English for tourism. The object of this program is 30 students of Tourism major. One day training program is carried out in form of practicing directly, doing the demonstration, simulation, and role play in the group. Furthermore, there are four topics to discuss as the material of this program, such as: using some expressions, information, and communication in English under tourism aspect. Generally, this program is well done. The students show their enthusiasm and demonstrate the activity successfully. There are still mistakes they have done in using grammar and pronouncing some English words. However, they show their best efforts running with the material given. Besides that, the majority of them are unfamiliar with the specific terms used in English for tourism so that they need to be guided in understanding the meaning of it. At the end of this program, the students are expected to have a learning experience and have the mastery to communicate using foreign language in the future. It will become essential knowledge to challenge in the job market globally.Keywords: Training, English, and tourism ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman belajar kepada siswa-siswi kelas XI Program Keahlian Usaha Perjalanan Wisata yang ada di SMKN 4 Banjarmasin dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk pariwisata. Peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang siswa. Kegiatan dilaksanakan dalam jangka waktu 1 hari dengan metode praktik secara langsung, demonstrasi, simulasi, dan bermain peran secara berkelompok. Sebanyak empat materi disajikan mengenai beberapa ungkapan, informasi, dan praktik komunikasi dalam Bahasa Inggris yang umum dan lazim digunakan dalam bidang pariwisata. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan baik. Siswa mampu mengikuti dan menampilkan demonstrasi secara langsung terkait materi yang diberikan. Walaupun masih terjadi banyak kesalahan dalam hal tata bahasa (grammar) dan pengucapan (pronunciation) Bahasa Inggris, siswa mampu menunjukkan usaha untuk memahami materi. Akan tetapi, mayoritas siswa masih belum familiar dengan kosakata-kosakata Bahasa Inggris tertentu dan spesifik berkaitan dengan kepariwisataan, sehingga perlu pendampingan untuk mengenal jenis kosakata-kosakata tersebut. Di akhir kegiatan, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang akan menjadi salah satu modal bagi mereka untuk ikut bersaing di dunia kerja yang secara global menuntut kecakapan berkomunikasi dalam bahasa asing.Kata Kunci: Pelatihan, Bahasa Inggris, pariwisata
Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Masa Pandemi Berbasis Society Empowerment Evita Muslima Isnanda Putri; Belinda Arbitya Dewi; Rony Setianto
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.903 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.1442

Abstract

Covid-19 was declared a world pandemic by the WHO and declared by the Indonesian government as a non-natural disaster in the form of a disease outbreak caused by the SARS-Co-V 2 virus or Coronavirus. Covid-19 is transmitted through the air, and one of the ways used to minimize the spread of Covid-19 is washing hands. This community service activity aims to educate the public about making simple hand sanitizers and educating the importance of clean and healthy living to avoid contracting Covid-19 through the habit of washing hands with hand sanitizers. This community empowerment-based activity was carried out starting in March 2020 in Sumbertlaseh Village, Dander District, Bojonegoro Regency. Socialization of making a simple Hand sanitizer using STIKES Rajekwesi Bojonegoro products by WHO standards that are safe to use. The results obtained from this community service activity are that the community can understand how to make simple hand sanitizers and implement handwashing using hand sanitizers as an effort to prevent the transmission of Covid-19. Covid-19 dinyatakan sebagai pandemik dunia oleh WHO dan ditetapkan pemerintah Indonesia sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS- Co-V 2 atau virus Corona. Covid-19 ditularkan melalui udara, dan salah satu cara yang digunakan untuk meminimalkan penyebaran Covid-19 adalah cuci tangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pembuatan hand sanitizer sederhana dan edukasi pentingnya hidup bersih dan sehat guna menghindari tertularnya Covid-19 melalui kebiasaan cuci tangan dengan hand sanitizer. Kegiatan berbasis society empowermenr ini dilakukan mulai bulan Maret 2020 di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Sosialisasi pembuatan Hand sanitizer sederhana menggunakan produk STIKES Rajekwesi Bojonegoro sesuai dengan standar WHO yang aman untuk digunakan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini bahwa masyarakat mampu memahami cara pembuatan hand sanitizer sederhana serta mengimplementasikan cuci tangan menggunakan hand sanitizer sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.
Pelatihan Pengecoran Limbah Aluminium Rumah Tangga untuk Meningkatkan Nilai Jual bagi Masyarakat di Kabupaten Madiun Eko Budi Santoso; Eva Hertnacahyani Herraprastanti
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.566 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.538

Abstract

ABSTRACT The purpose of this activity is to conduct training for the community, especially from around Madiun, to be able to do aluminum waste treatment by doing re-casting to be printed into a craft that is worth selling. Re-casting in this activity uses the simplest tool in the hope that it can be reached by the target community. This casting can be done by using a simple kitchen by using a fire furnace with combustion using LPG. The training activity was held for 2 (two) days, with the details of the first day in the form of material about metals and casting while the second day was carried out by the practice. The results of this activity are in creasing knowledge about metals, especially aluminum and knowledge of simple casting practices.Keywords: Waste, aluminum, casting, sand moldABSTRAK Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pelatihan kepada masyarakat khususnya dari sekitar Madiun agar dapat melakukan pengolahan limbah aluminium dengan melakukan pengecoran ulang untuk di cetak menjadi kerajinan yang layak jual. Pengecoran ulang dalam kegiatan ini menggunakan alat yang paling sederhana dengan harapan bisa dijangkau oleh masyarakat kalayak sasaran. Pengecoran ini dengan menggunakan dapur sederhana dengan menggunakan tungku api dengan pembakaran menggunakan LPG. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari, dengan rincian hari pertama berupa materi tentang logam dan pengecoran sedang hari kedua adalah dengan pelaksanaan praktek. Hasil dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan mengenai logam khususnya aluminium dan pengetahuan praktek pengecoran sederhana. Kata Kunci: Limbah, aluminium, pengecoran, cetakan pasir
Program Pengajaran Sequence Alignment Berbasis Bioinformatika di MA Matholi’ul Anwar Lamongan Mohammad Syaiful Pradana; Gadis Retno Apsari; Robiah Adawiyah; Mey Ayu Linatari; Dessy Rahmayadi; Dessy Rahmayadi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.558 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.211

Abstract

ABSTRACTGenetics is one of the most difficult subject for students to understand because the concept of genetics is esoteric and abstract. In addition, theoretical learning models, book-centered learning resources, and laboratories rarely used by students become an obstacle by MA Matholi'ul Anwar Simo Karanggeneng Lamongan students in understanding genetic subject. The purpose of this community service activity is to improve students' competence on genetic subject. This activity is carried out by providing bioinformatics-based sequence alignment lesson. Bioinformatics as a science that applies computational techniques to manage and analyze biological information for example in alignment analysis. The method of implementing instruction sequence alignment with practice based on website using NCBI website (National Center for Biotechnology Information) from how to get the gene database until data processing. After following this lesson, students understand that genetics subject can be done using bioinformatics and  student competence better than learning with a package book in genetic subject.Keywords: sequence alignment, bioinformatics, genetics  ABSTRAKGenetika merupakan salah satu materi yang sulit dimengerti oleh sebagian besar siswa karena konsep genetika bersifat esoteric dan abstrak. Selain itu, model pembelajaran yang teoritis, sumber belajar yang berpusat pada buku paket, dan laboratorium yang jarang digunakan oleh siswa menjadi hambatan dialami oleh siswa MA Matholi’ul Anwar Simo Karanggeneng Lamongan dalam memahami materi genetika. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kompetensi siswa pada materi genetika. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan pengajaran sequence alignment berbasis bioinformatika. Bioinformatika sebagai ilmu yang menerapkan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologi misalnya pada analisis pensejajaran (alignment analysis). Metode pelaksanaan pengajaran  sequence alignment dengan praktek langsung (practice based on website) menggunakan website NCBI (National Center for Biotechnology Information) mulai dari cara mendapatkan database gen hingga pengolahan datanya. Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa memahami bahwa dalam mempelajari genetika dapat dilakukan menggunakan dasar bioinformatika dan kompetensi siswa dalam materi genetika menjadi lebih baik dibandingkan hanya belajar dengan buku paket.Kata Kunci: sequence alignment, bioinformatika, genetik  
Pelatihan Pemanfaatan Google Classroom sebagai Media Pembelajaran Online bagi Guru-guru SD Katolik 07 Xaverius Manado Stief Aristo Walewangko; Fabyana Imelda Tamboto; Jelvi Monica Mangundap
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.65 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.1795

Abstract

In the area of education, the COVID-19 epidemic has the most significant impact on the learning process. Learning that was formerly done completely in the classroom is now needed to be performed online. Teachers complain that they don't have the necessary skills to manage online learning. Teachers at SD Catholic 07 Xaverius Manado had already experienced this. Teachers really struggle to manage learning, particularly in regards to delivering assignments and presenting learning materials. Teachers were given training about how to use google classroom as an online learning medium to support them overcome these challenges. This project intends to teach SD Catholic 07 Xaverius Manado teachers how to use google classroom in online learning. This activity is implemented through the main procedures: observation, organizing activities in the form of focus group discussions, implementing training activities, and evaluation programs (maintenance). The activity's results indicate that each teachers had been able to create classes in google classroom, complete with topics based on their needs, and is able to use it in learning. The service partner satisfaction survey also shows that teachers feel helped by the google classroom application as an online learning medium. Di bidang pendidikan, epidemi COVID-19 memiliki dampak paling signifikan terhadap proses pembelajaran. Pembelajaran yang dulunya dilakukan sepenuhnya di dalam kelas kini perlu dilakukan secara online. Para Guru mengeluh bahwa mereka tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengelola pembelajaran online. Guru di SD Katolik 07 Xaverius Manado telah pernah mengalami hal ini. Para guru sangat kesulitan dalam mengelola pembelajaran, terutama dalam hal penyampaian tugas dan penyajian materi pembelajaran. Para guru diberikan pelatihan tentang bagaimana menggunakan google classroom sebagai media pembelajaran online untuk mendukung mereka mengatasi tantangan tersebut. Proyek ini bertujuan untuk mengajarkan kepada guru SD Katolik 07 Xaverius Manado cara menggunakan google classroom dalam pembelajaran online. Kegiatan ini dilaksanakan melalui prosedur utama: observasi, penyelenggaraan kegiatan dalam bentuk focus group discussion, pelaksanaan kegiatan pelatihan, dan evaluasi program (pemeliharaan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masing-masing guru sudah mampu membuat kelas di google classroom, lengkap dengan topik sesuai kebutuhannya, dan sudah bisa digunakan dalam pembelajaran. Survei kepuasan mitra layanan juga menunjukkan bahwa guru merasa terbantu dengan adanya aplikasi google classroom sebagai media pembelajaran online.
Pelatihan Pembuatan Website E-Commerce dengan Woocommerce Guna Menumbuhkan Semangat Technopreneurship pada HMIF Asrul Abdullah; Gusti Ardhasna Fauzan; Rizky Wahyu Prasetyo
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.565 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i1.1686

Abstract

The high competition in the world of work makes graduates demanded not only capable of hard skills but also capable of soft skills. The development of soft skills for students can be trained by participating in extracurricular activities such as UKM (student activity unit), or student associations. One of the soft skills that has become a priority in this community service is an entrepreneurial spirit supported by adequate hard skills. Efforts are made by training in e-commerce website creation with WooCommerce. The method of mentoring provided in this community service starts from the discourse method, namely providing concepts / theories from Wordpress and WooCommerce, the question and answers (QnA) method, namely by giving participants the opportunity to ask questions about technical and non-technical matters of the system, simulation method / direct practice on a web browser that has been installed with WordPress and Woocommerce including adding products, adding discounts, managing orders and viewing sales. The result of this dedication is that the level of participants' knowledge increased from the pre and post test results from 40,001% to 71,668%. In addition, the level of interest and enthusiasm of the participants to immediately apply what has been obtained was 85.75%.. Tingginya persaingan di dunia kerja membuat para lulusan dituntut tidak hanya mampu pada hard skill tetapi juga mampu dalam soft skill. Penanaman soft skill kepada mahasiswa dapat diasah dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti UKM (unit kegiatan mahasiswa), atau himpunan mahasiswa. Salah satu soft skill yang menjadi prioritas dalam pengabdian ini adalah jiwa wirausaha yang didukung dengan kemampuan hard skill yang memadai. Upaya yang dilakukan adalah dengan pelatihan pembuatan website e-commerce dengan WooCommerce. Metode pendampingan yang diberikan dalam pengabdian ini dimulai dari metode ceramah yakni memberikan konsep / teori dari Wordpress dan WooCommerce, metode question and answers (QnA) yakni dengan memberikan peserta kesempatan bertanya akan hal-hal teknis dan non teknis dari sistem yang dijelaskan, metode simulasi / praktik langsung di web browser yang sudah di-install wordpress dan woocommerce termasuk penambahan produk, menambahkan diskon, mengelola order dan melihat penjualan. Hasil dari pengabdian ini adalah tingkat pengetahuan peserta meningkat dari hasil pre dan post test dari 40,001% ke 71,668%. Selain itu, tingkat ketertarikan dan semangat peserta untuk segera mengaplikasikan apa yang telah diperoleh sebesar 85,75.