cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pelatihan Pembuatan Kaligrafi Limbah Serbuk Kayu dalam Menumbuhkan Minat Berwirausaha dan Peluang Usaha pada Remaja IPPNU Desa Catak Gayam Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang Dwi Wahyuni; Diah Dinaloni
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.233 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2181

Abstract

ABSTRAKBanyaknya pengrajin mebel yang ada di Desa Catak Gayam tentunya berpotensi mengakibatkan banyaknya limbah serbuk kayu yang tidak terpakai dari proses pembuatan mebel tersebut. Sementara itu masyarakat khususnya para remaja di desa ini masih belum memiliki ketrampilan dalam mengolah limbah serbuk kayu menjadi barang yang bernilai ekonomis. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan kaligrafi dari limbah serbuk (KALISERAYU) kayu dapat meningkatkan ketrampilan dan kreativitas para remaja di desa ini. Adapun metode pelaksanaan dari kegiatan PKM ini antara lain: (1) kegiatan pelatihan pembuatan KALISERAYU dengan sasaran pserta pelatihan yaitu remaja IPPNU Desa Catak Gayam, (2) workshop kewirausahaan. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa 86% masyarakat mitra puas dengan kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim. Dari kegiatan PKM ini ada beberapa manfaat yang diperoleh masyarakat mitra yaitu: (1) masyarakat mitra mendapatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam membuat kaligrafi dari limbah serbuk kayu, (2) masyarakat mitra memiliki motivasi untuk berwirausaha dengan mengolah potensi limbah industri mebel dibuat menjadi kerajinan tangan kaligrafi limbah serbuk kayu, (3) berkurangnya limbah serbuk kayu yang menumpuk dan menyebabkan lingkungan menjadi kotor karena telah diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kata Kunci: kaligrari serbuk kayu, minat berwirausaha, peluang usaha ABSTRACTThe large number of furniture craftsmen in Catak Gayam Village certainly has the potential to result in a large amount of unused sawdust from the process of making the furniture. Meanwhile, the community especially the youth in the village, still do not have the skills to process sawdust into goods of economic value. Through training activities on making calligraphy from wood sawdust waste (KALISERAYU) can improve the skills and creativity of the youth in this village. The implementation methods of this PKM activity include: (1) training activities on making calligraphy from sawdust waste with the target of training participants being IPPNU teenagers in Catak Gayam Village, (2) a workshop entrepreneurship. The results of this PKM activity show that 86% of the community partners are satisfied with the PKM activities carried out by the team.  From this PKM activity there are several benefits obtained by the partner community, namely: (1) the partner community gains skills and knowledge in making calligraphy from sawdust waste, (2) the partner community has the motivation to become entrepreneurship by processing the potential of furniture industry waste into calligraphy handicrafts sawdust waste, (3) reduced sawdust waste that accumulates and causes the environment to become dirty because it has been processed into products of economic value. Keyword: sawdust calligraphy, interest in entrpreneurship, business opportunities 
Pemanfaatan sampah rumah tangga berbasis pengelolaan bank sampah di sekolah Abdul Rahim; Ibrahim Ibrahim; Nur Indah Mansyur
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.495 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.881

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aims to provide education about household waste utilization through waste banks in schools. The method used in this community service activity is training and mentoring on how to use waste and manage waste through a waste banks. The results of this activity show: (1) increasing students' insights about household waste utilization by composting and liquid fertilizer training; (2) students and schools get experience on waste bank management; (3) through the management of a waste banks, transactions that occur reach Rp.2,231,030 in SMP Negeri 2, and Rp. 138,000 at SDN 08 Tarakan. The evaluation of this activity is based on the number of customers and the value of the transaction. So the model of managing a waste banks in junior high schools can be applied, but it is not recommended for primary schools in Tarakan City. Keyword: Waste, School, waste banks. ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan sampah rumah tangga melalui bank sampah di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yakni pelatihan dan pendampingan bagaimana pemanfaatan sampah dan pengelolaan sampah melalui bank sampah. Hasil kegiatan ini menunjukkan: (1) meningkatnya wawasan siswa tentang pemanfaatan sampah rumah tangga dengan pelatihan kompos dan pupuk cair; (2) siswa dan pihak sekolah mendapatkan pengalaman tentang pengelolaan bank sampah; (3) melalui pengelolaan bank sampah, transaksi yang terjadi mencapai Rp 2.231.030 di SMP Negeri 2, dan Rp. 138.000 di SDN 08 Tarakan. Evaluasi kegiatan ini berdasarkan jumlah nasabah dan nilai transaksi. Jadi model pengelolaan bank sampah di SMP dapat diterapkan, namun tidak direkomensasikan untuk sekolah dasar di Kota Tarakan. Kata Kunci: Sampah, Sekolah, Bank Sampah.
Pendampingan Strategi Branding dan Pembuatan Laporan Keuangan bagi Wirusaha Pemula Milenial Dwi Hasmidyani; Ikbal Barlian; Siti Fatimah; Edutivia Mardetini; Dian Eka Amrina
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2347

Abstract

The purpose of this community service activity is to provide assistance in branding strategies (labeling and packaging) and making financial reports, as well as providing label and packaging assistance for millennial beginner entrepreneurs. This is important to do as part of increasing income and orderly administration of financial reporting for millennial entrepreneurs. The number of participants involved in mentoring in this community service activity is 10 beginner entrepreneurs belonging to the millennial generation. In delivering this mentoring material, several methods were used, including the tutorial method, and the field trip method. After being given the mentoring material, there was an increase in the target audience's understanding of the importance of labeling and packaging, as well as the preparation of financial reports.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendampingan strategi branding (labeling dan packaging) dan pembuatan laporan keuangan, serta pemberian bantuan label dan kemasan bagi wirausaha pemula milenial. Hal ini penting dilakukan sebagai bagian dari meningkatkan pendapatan  dan tertib administrasi pelaporan keuangan wirausaha pemula milenial. Jumlah peserta yang terlibat dalam pendampingan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 10 orang wirausaha pemula yang tergolong generasi milenial. Dalam penyampaian materi pendampingan ini, digunakan beberapa metode antara lain metode tutorial, dan metode field trip. Setelah diberikan materi pendampingan, terdapat peningkatan pemahaman khalayak sasaran terhadap pentingnya labeling dan packaging, serta pembuatan laporan keuangan.
Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris Dasar untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa Magenta English Course Eka Farida; Tahsim Tahsim
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3210

Abstract

Competition in the world of work that is getting tougher requires us to prepare ourselves as well as possible to face the future. Efforts that can be made include having international language skills, namely English. To have this ability, basic English training and mentoring activities are carried out for Magenta English Course students to gain opportunities and experience globally. These outreach activities include: 1) providing basic English material (self-introduction and daily activities); 2) providing assistance in the form of lecturing, questioning, and practicing; and 3) evaluating activities by asking for responses and suggestions regarding the benefits of training and mentoring activities have been done. The results of the community service activities show that the training and mentoring that was carried out was able to foster the interest and confidence of the Magenta English Course students in communicating in English.Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi masa yang akan datang. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya memiliki kemampuan berbahasa internasional yakni bahasa inggris. Untuk memiliki kemampuan ini, maka dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan bahasa inggris dasar pada siswa Magenta English Course untuk memperoleh kesempatan dan pengalaman secara global. Kegiatan pengabdiaan ini meliputi: 1) memberikan materi bahasa inggris dasar (self-introduction dan daily activities;, 2) melakukan pendampingan berupa lecturing, questioning, dan practicing; dan 3)  evaluasi kegiatan dengan meminta respon dan saran terkait manfaat kegiatan pelatihan dan pembimbingan yang telah dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan mampu menumbuhkan minat dan rasa percaya diri siswa Magenta English Course dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. 
Penguatan Wawasan Etika Bekerja di Jepang bagi Instruktur Bahasa Jepang di LPK se-Kota Semarang Chevy Kusumah Wardhana; Ai Sumirah Setiawati; Andy Moorad Oesman; Ridho Firzansyah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2840

Abstract

ABSTRACTMastery of understanding work ethics in Japan by an LPK student cannot be separated from the role of the instructor.  A Japanese language instructor should have an understanding of the ethics of working in Japan. It is started from an understanding of kaizen as done by the Toyota Company and many others. In fact, there are still instructors who have not mastered the insight into work ethics in Japan. The lack of understanding is the lack of motivation and implementation of explanations during the teaching and learning process in the classroom. This is also what the author sees for Japanese language instructors in the Semarang City area. Based on the results of a preliminary study of several Japanese language instructors in LPK at Semarang city, until now there has been no introduction or training on strengthening work ethic insights in Japan. The results obtained after carrying out the practice questions were an improvement in the attitudes and understanding of the trainees regarding the insight into work ethics in Japan. All of the training participants had a good understanding of all the questions given..Keywords: etiquette, working in Japan, ojigi, horenso, shisei, kaizen. ABSTRAKPenguasaan mengenai pemahaman etika bekerja di Jepang oleh seorang siswa LPK tidak terlepas dari peran instruktur. Sebagai seorang instruktur Bahasa Jepang, sudah selayaknya memiliki pemahaman mengenai wawasan etika bekerja di Jepang. Mulai dari pemahaman mengenai kaizen seperti yang dilakukan oleh perusahaan Toyota, dan yang lain. Pada kenyataannya, masih terdapat instruktur yang belum menguasai wawasan tentang etika bekerja di Jepang. Diantara kurangnya pemahaman tersebut adalah, jarangnya pemberian motivasi dan penerapan penjelasan ketika proses belajar-mengajar di dalam kelas. Hal tersebut juga yang penulis lihat terhadap instruktur bahasa Jepang di wilayah Kota Semarang. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap beberapa orang pengajar bahasa Jepang LPK di wilayah kota Semarang, sampai saat ini belum ada pengenalan ataupun pelatihan mengenai penguatan wawasan etika bekerja di Jepang. Hasil yang didapat setelah melaksanakan latihan soal adalah adanya perbaikan sikap dan pemahaman dari peserta pelatihan mengenai wawasan etika bekerja di Jepang. Keseluruhan peserta pelatihan sudah memahami dengan baik dari keseluruhan soal yang diberikan..Kata Kunci: etika, bekerja di Jepang, ojigi, horenso, shisei, kaizen.
Diversifikasi produk Bakso Empal Genton dan Pemanfaatan E-Commerce untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Kecil dan Menengah di Tengah Pandemi Covid 19 Rohmat Tulloh; Atik Novianti; Dendi Gusnadi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2470

Abstract

UMKM Sakinah, Cimahi City, West Java, as a partner in community service activities, is engaged in snack and preserved food products. However, there are two main problems faced. First, currently UMKM do not have superior products that can help increase sales turnover again. Second, the distribution of products affected by the COVID-19 pandemic. The marketing area for UMKM Sakinah's products is currently still around Bandung Raya, where sales are made directly and leave goods in other business places, such as cake shops or minimarkets. In the conditions of the COVID-19 pandemic, where many tourist attractions, schools, offices and shops were closed causing sales to drop drastically. The solution to overcome this problem is to diversify the products produced by UMKM by providing training on making new research products in the form of instant Bakso Empal Gentong (Baktong) until they are ready to be marketed. The second is product marketing through e-commerce methods in the form of website creation and the use of online marketplaces to expand the market. This community service activity has been able to produce a new superior product that has passed the laboratory test process, market test and is proven to be able to increase sales turnover in the short term. The use of e-commerce has proven to be able to expand the market for UMKM Sakinah products. UMKM Sakinah Kota Cimahi Jawa Barat sebagai mitra kegiatan pengabdian masyarakat bergerak di bidang produk makanan ringan dan awetan. Namun ada dua permasalahan utama yang dihadapi. Pertama, saat ini UMKM belum memiliki produk unggulan yang dapat membantu meningkatkan kembali omset penjualan. Kedua, pendistribusian produk terdampak pandemi COVID 19. Area pemasaran produk UMKM Sakinah saat ini masih di sekitar Bandung Raya, di mana penjualan dilakukan secara langsung dan menitipkan barang di tempat usaha lainnya misalkan toko kue atau minimarket. Pada kondisi pandemi COVID 19, di mana banyak tempat wisata, sekolah, kantor dan toko yang tutup menyebabkan penjualan menurun drastis. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan diversifikasi produk yang dihasilkan oleh UMKM dengan cara memberikan pelatihan pembuatan produk baru hasil penelitian berupa Bakso Empal Gentong (Baktong) instan hingga siap untuk dipasarkan. Kedua adalah pemasaran produk melalui metode e-commerce berupa pembuatan website dan pemanfaatan online marketplace untuk memperluas pasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sudah dapat menghasilkan satu produk unggulan baru yang sudah melewati proses uji laboratorium, uji pasar dan terbukti mampu meningkatkan omset penjualan dalam jangka pendek. Pemanfaatan e-commerce terbukti mampu memperluas pasar produk-produk UMKM Sakinah.
Pelatihan Penyusunan Materi Ajar Melalui OBS untuk Meningkatkan Keterampilan Profesional Guru Sekolah Dasar Imaniar Purbasari; Lintang Kironoratri; Nur Fajrie
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2338

Abstract

ABSTRACTProfessional teachers are teacher who can change and feel challenged by scientific changes and the demands of the times. Teaching materials that are in accordance with learning objectives are packaged creatively, as a form of reflection on the needs of students in the modern area. Training in the preparation of teaching materials through OBS to improve the professional skills of teachers is a solution to learning problems during the pandemic. As a result of this service activity, in the diagnostic stage, it was found the need for innovation in teaching materials that utilize technology. The planning action stage for partners and teams determines the form of power point teaching materials to be developed through OBS software. In the taking action stage, partners and teams carry out activities for compiling digital teaching materials in the form of video recording and live streaming through OBS software. In the evaluating action stage, partners respond positively and enthusiastically to program implementation. The follow-up of the service activities was carried out by mapping materials and developing digital teaching materials to be disseminated to the wider educational community.Keywords: professional, learning resource, open broadcaster softwareABSTRAKGuru yang professional merupakan guru yang mau merubah dan merasa tertantang akan perubahan keilmuan dan tuntutan jaman. Materi ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dikemas secara kreatif, sebagai bentuk reflektif kebutuhan peserta didik di era modern. Pelatihan penyusunan materi ajar melalui OBS untuk meningkatkan keterampilan professional guru merupakan solusi terhadap permasalahan pembelajaran selama pandemi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, tahapan diagnosing ditemukan perlunya inovasi materi ajar yang memanfaatkan teknologi. Tahap planning action mitra dan tim menentukan bentuk materi ajar power point untuk dikembangkan melalui software OBS. Tahapan taking action, mitra dan tim melakukan kegiatan penyusunan materi ajar digital berupa video recording dan live streaming melalui software OBS. Tahapan evaluating action, mitra merespon secara positif dan antusias pelaksanaan program. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian dilakukan pemetaan materi dan pengembangan materi ajar digital untuk didesiminasikan pada masyarakat pendidikan secara luas.Kata Kunci: profesionalisme guru, materi ajar, open broadcaster software
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru SMP ASA Cendekia Ahmad Hatip; Windi Setiawan; Nuril Huda; Haerussaleh Haerussaleh; Boedi Martono
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3206

Abstract

Pedagogic competence is the ability possessed by the teacher in managing the learning process and interactions in teaching and learning activities with students. Now pedagogic competence has become part of the teacher competency test (UKG). UKG needs to be carried out with the aim of mapping the abilities of teachers in the fields of pedagogic competence and professional competence as well as a first step for selection to take part in teacher professional education (PPG). Teachers at ASA Cendekia Middle School often experience difficulties when dealing with pedagogic competency test questions, this has resulted in only a few teachers participating in PPG. Based on these problems, the community service team (abdimas) carried out three stages of community service. In the first stage, planning. At this stage, the solution offered is to discuss what materials are reinforced in pedagogic competency training for teachers. The second stage, implementation. At this stage, the University of Dr. Soetomo FKIP team conducted training to strengthen the pedagogic competence of Asa Cendekia Middle School teachers. The third stage, reflection. At this stage, the University of Dr. Soetomo FKIP team gave a pedagogic competency test, after which a discussion was held on each of the competency test questions. The result of this service is that the pedagogic competence of teachers is still low, so it needs to be improved by strengthening pedagogic competence in the next training.Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang dimiki oleh guru dalam mengelola proses pembelajaran maupun interaksi dalam kegiatan belajar mengajar bersama peserta didik. Kini kompetensi pedagogic telah menjadi bagian dari uji kompetensi guru (UKG). UKG perlu dilakukan dengan tujuan untuk memetakan kemampuan para guru dalam bidang kompetensi pedagogic dan kompetensi professional sekaligus sebagai langkah awal untuk seleksi mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). Guru-guru di SMP ASA Cendekia kerap kali mengalami kesulitan ketika menghadapi soal-soal uji kompetensi pedagogic hal ini mengakibatkan hanya beberapa guru saja yang telah ikut PPG. Berdasarkan masalah tersebut, tim pengabdian masyarakat (abdimas), melaksanakan tiga tahapan pengabdian masyarakat. Pada  tahap pertama, perencanaan. Pada tahap ini, solusi yang ditawarkan adalah berdiskusi mengenai materi apa saja yang dikuatkan dalam pelatihan kompetensi pedagogic bagi guru. Tahap kedua, pelaksanaan. Pada tahap ini, tim FKIP Universitas Dr. Soetomo melaksanakan pelatihan penguatan kompetensi pedagogic guru SMP Asa Cendekia. Tahap ketiga, refleksi. Pada tahap ini, tim FKIP Universitas Dr. Soetomo memberikan tes kompetensi pedagogik, setelah itu dilakukan pembahasan pada setiap soal tes kompetensi tersebut. Hasil dari pengabdian ini adalah kemampuan kompetensi pedagogic para guru masih rendah sehingga perlu ditingkatkan lagi dengan penguatan kompetensi pedagogik di pelatihan berikutnya
Pelatihan Media Pembelajaran Interaktif Berbantuan Geogebra Pada Pembelajaran Matematika Dewi Anggreini; Sukiyanto Sukiyanto; Denik Agustito; Annis Deshinta Ayuningtyas
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2828

Abstract

ABSTRACTLearning mathematics is considered difficult material by students from elementary school to high school. Based on the results of observations made through interviews with Mathematics teachers, it was found that the problems experienced by students at SMAN 1 Sewon Bantul were found. The problems experienced by students are related to three dimensions and geometry transformation materials. In addition, there are still many students who cannot understand and visualize geometry material. How to make it easier to learn and understand abstract mathematics, especially geometry material, requires learning media, namely mathematics software. In learning mathematics, students need technology-based media that can represent their intuition in understanding a mathematical concept. The purpose of this service is to socialize GeoGebra Android as an open-source application to visualize geometry learning very accurately and more easily for high school students. The method used in this service activity is a training method through lectures, discussions, demonstrations, and assignments. With the use of applications in learning, it is expected to increase students' motivation and understanding in learning mathematics, especially geometry material. The results of the questionnaire from 24 respondents of class XII IPA 6 students obtained a percentage that as much as 72.7% agreed that learning using geogebra was very interesting and interactive in learning geometry material. Keywords: GeoGebra, geometry, training, math learning. ABSTRAKPembelajaran matematika dianggap materi yang sulit bagi para siswa. Didasari dari hasil observasi yang sudah dilakukan melalui wawancara bersama guru mata pelajaran Matematika ditemukan permasalahan yang dialami siswa di SMAN 1 Sewon Bantul. Permasalahan yang dialami oleh siswa yaitu terkait dimensi tiga dan materi transformasi geometri. Selain itu, siswa belum dapat memahami dan menvisualisasikan materi geometri. Cara mempermudah belajar dan memahami matematika yang abstrak khususnya materi geometri diperlukan media pembelajaran yaitu software matematika. Dengan demikian pada pembelajaran matematika, diperlukan suatu media berbasis teknologi yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika. Sehingga tujuan dari pengabdian untuk mensosialisasikan GeoGebra Android sebagai aplikasi open source untuk memvisualisasikan pembelajaran geometri dengan sangat akurat dan lebih mudah bagi siswa SMA. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan penugasan. Dengan penggunaan aplikasi dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika khususnya materi geometri. Hasil angket dari 24 responden siswa kelas XII IPA 6 didapatkan prosentase bahwa sebanyak 72,7% menyatakan setuju bahwa pembelajaran menggunakan geogebra sangat menarik dan interaktif dalam pembelajaran materi geometri.Kata Kunci: GeoGebra, geometri, pelatihan, pembelajaran matematika 
Pelatihan Pengembangan Digital Marketing dalam Meningkatkan Penjualan pada Caffe Boat Nangg To'i di Desa Lasi Kilo Dompu NTB Rosa Yuliati; Eka Farida
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3212

Abstract

This service activity aims to provide training to Caffe Boat Nanga To'i owners regarding digital marketing through the Instagram social media platform.The marketing system implemented by business owners is still lacking because it only uses face to face information. So it is hoped that this digital marketing development training can help increase sales of Caffe Boat Nanga To'i and contribute to increasing tourists at Nanga To'i Beach in Lasi Village. The method of implementing this service begins with the observation and interview stages, then assisting in creating Instagram accounts and taking photo spots, then providing Caffe Boat Nanga To'i marketing digitization training on Instagram accounts. The results of this service show that business owners understand the digital marketing system through Instagram social media and know what consumers need so that the business being run is able to compete with other competitors.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada pemilik Caffe Boat Nanga To’i mengenai digital marketing melalui platform media sosial Instagram. Sistem pemasaran yang diterapkan oleh pemilik usaha masih tergolong kurang karena hanya menggunakan informasi face to face. Sehingga diharapkan dengan adanya pelatihan pengembangan digital marketing ini dapat membantu meningkatkan penjualan Caffe Boat Nanga To’i serta ikut berkontribusi dalam meningkatkan wisatawan di Pantai Nanga To’i desa Lasi. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini diawali dengan tahap observasi dan wawancara, selanjutnya pendampingan pembuatan akun instagram dan pengambilan gambar spot-spot foto, kemudian memberikan pelatihan digitalisasi marketing Caffe Boat Nanga To’i di akun instagram. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pemilik usaha telah memahami sistem pemasaran digital melalui media sosial Instagram serta mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen agar bisnis yang sedang dijalankan mampu bersaing dengan kompetitor lainnya.