cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pembentukan Kelas Remaja untuk Mencegah Pernikahan Dini di Desa Sisik Lombok Tengah Lalu Sulaiman; Anjar Pranggawan Azhari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.225 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.1252

Abstract

ABSTRACTEarly marriage rates in Central Lombok district was still very high (55.83%). The cause of this condition is due to various factors, as well as socio-cultural factors, economic factors and educational factors. The government recognize that early marriage is one of the risk factor for high maternal mortality rates. Many attempts had been done, but the result was unsatisfactory. Therefore the author tries to make efforts to empower youth through the formation of "Youth Class". The main purpose of this activity is to provide empowerment to young people in an effort to reduce early marriage rates. The method of implementation includes: the selection of youth who are willing to become cadres of “Youth Classes”, empowerment activities in the form of meetings. The meeting is to empower the youth by inviting  persons who are experts in their fields. The result of this empowerment was the formation of a "Youth Class" in Sisik Village accompanied by formatting an organizational structure that was agreed upon in accordance with their task. They will then be tasked to provide understanding about the impact of early married to their peers  in order to prevent them from this condition with the motto: "Education Yes, Early Marriage No".Keywords: youth class, empowerment, early marriage.  ABSTRAKAngka pernikahan dini di Kabupaten Lombok Tengah masih sangat tinggi (55,83%). Penyebabnya oleh karena berbagai faktor yaitu faktor sosial budaya, faktor ekonomi dan faktor pendidikan. Pemerintah menyadari bahwa pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko tingginya angka kematian ibu melahirkan. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi hasilnya belum memuaskan. Oleh karena itu penulis mencoba melakukan upaya pemberdayaan kepada para remaja melalui uji-coba  pembentukan “Kelas Remaja”. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemberdayaan kepada para remaja dalam upaya penurunan angka pernikahan dini. Metode pelaksanaannya meliputi: pemilihan remaja yang bersedia menjadi kader kelas remaja, Kegiatan pemerdayaan berupa  pertemuan-pertemuan. Pertemuan tersebut untuk memberdayakan para remaja dengan mengundang narasumber yang ahli dibidangnya. Hasil dari pemberdayaan ini adalah terbentuknya “Kelas Remaja” di Desa Sisik disertai dengan susunan organisasi yang disepakati sesuai bidang tugas masing-masing. Mereka seterusnya akan bertugas memberikan pemahaman kepada teman sebaya mereka (peer group) dalam rangka mencegah pernikahan dini di desanya dengan motto: “Pendidikan Yes, Nikah Dini No”.Kata Kunci: kelas remaja, pemberdayaan, nikah dini
Upaya Penguatan Kelembagaan Kelompok Pengajar Madrasah Diniyah AL-Ikhlas Desa Karanggodang Murniati Murniati; Mahfudlah Fajrie; Khoirul Muslimin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.744 KB)

Abstract

ABSTRACTThe service activity about institutional strengthening conducted at Madrasah Diniyyah “Al-Ikhlas”, Karanggondang village is a collaboration program between PKM UNISNU Jepara especially the dedicators of Da’wah and Communication faculty with educational institution named madrasah diniyyah Al- Ikhlas at Karanggondang village. This partnership program is motivated by the need for the importance of understanding about madrasah-based management among principals and teachers in the Madrasah Diniyyah “Al-Ikhlas”, Karanggondang village. The method used for the first time is initial socialization. Second method is carrying out trainings included; leadership management training, IT training for teachers, and training about madrasah administration orderly. Keywords: Strengthening, Management, Madrasah ABSTRAKKegiatan pengabdian tentang penguatan kelembagaan yang dilakukan pada madrasah diniyah “Al-Ikhlas”, Desa Karanggondang merupakan kegiatan kerjasama antara PKM UNISNU Jepara khususnya para pengabdi dari dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan lembaga pendidikan madrasah diniyah Al-Ikhlas Desa karanggondang. Program kemitraan tersebut dilatar belakangi oleh kebutuhan akan pentingnya pemahaman manajemen kepala sekolah berbasis madrasah dikalangan kepala madrasah dan para ustadz di madrasah diniyah Al-Ikhlas Desa Karanggondang. Metode yang dilakukan adalah yang pertama, Sosialisasi awal. Kedua, mengadakan pelatihan-pelatihan antara lain: pelatihan manajemen Kepemimpinan, Pelatihan IT bagi para ustadz, dan pelatihan tertib administrasi madrasah. Kata Kunci: Penguatan, Manajemen, Madrasah
Meningkatkan Kreativitas Siswa dengan Memanfaatkan Sampah Bekas menjadi Barang yang bernilai Ekonomis Ihwan Zulkarnain; Muhamad Farhan
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.449 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.527

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this community service is to increase the creativity of junior high school students in order to be able to use used plastic waste into crafts that are useful for everyday life and have economic value. This activities are held from February to April in the Natural Sciences laboratory and Multimedia room at the Pembangunan 1 Junior High School in Bogor and it is expected that all residents in the school can understand how to handle various types of garbage. In this activity the students are expected to be able to make various kinds of crafts ranging from accessories to souvenirs. Therefore, to explore that creativity, it is necessary to give examples of several items so that they are motivated to make it even able to transmit it to others. The method of this activity is uses the concept of visual learning and training that is prepared based on the creativity of each student, where the team becomes a facilitator. A facilitator is only functioning and acting as accompaniment and giving examples to students based on existing problems to overcome. The result is an increase in student activity and creativity in making crafts. The enthusiasm, practice and creativity that are shown provide an illustration that students are very happy to get assistance and training from the Abdimas team. Keywords: Training, Creativity, Accessories, Used Trash ABSTRAKTujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kreativitas siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) agar bisa memanfaatkan sampah plastik bekas menjadi kerajinan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari dan memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini diselengarakan dari bulan Februari sampai April di laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam dan ruang Multimedia SMP Pembangunan 1 Bogor serta diharapakan kepada seluruh warga di sekolah bisa memahami cara menangani berbagai sampah. Dalam kegiatan ini peserta didik diharapkan mampu untuk membuat berbagai macam kerajinan mulai dari aksesoris sampai souvenir. Maka dari itu, untuk menggali kreativitas itu, perlu diberikan contoh dari beberapa barang agar mereka termotivasi untuk membuat bahkan dapat menularkannya kepada orang lain. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan konsep pembelajaran visual dan pelatihan yang disusun berdasarkan kreativitas masing-masing siswa.. Seorang fasilitator hanyalah berfungsi dan bertindak mendampingi dan memberikan contoh kepada peserta didik yang didasarkan atas permasalahan yang ada untuk diatasi. Adapun hasilnya adalah peningkatan aktivitas dan kreativitas siswa di dalam membuat kerajinan tangan. Antusiasme, berlatih dan berkreasi yang ditunjukan memberikan gambaran bahwa peserta didik sangat senang mendapat pendampingan dan pelatihan dari tim abdimas.  Kata Kunci: Pelatihan, Kreativitas, Aksesoris, Sampah Bekas
Pelatihan Pembuatan Iklan berbantuan Aplikasi Canva di Desa Pringsari Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang sebagai Trik Market Online Oktarina Puspita Wardani; Meilan Arsanti; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.311 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2241

Abstract

ABSTRACTMarketing on social media is one way to promote an item. Promotion also needs the right content. The content provided by social media in the promotion process is able to attract buyers. For this reason, it is necessary to pay attention to the use of content in promoting a product on social media. Because the right content in a business can increase the income of business actors. This method of community service is in the form of training in making persuasive advertising media for online products with the help of the Canva application. Participants went through all stages of the training well, even though the training was carried out according to the conditions of the participants. Some participants also brought their children because they could not be left at home, but participants were still active in the training activities. This service activity is carried out in several steps, namely (1) situation analysis and socialization, (2) implementation, (3) mentoring and practice and (4) follow-up service. The result of community service activities is the design of advertisements for partner online sales. The ad design is tailored to the sales of each participant. The implementation team accompanies and guides how to create attractive ad designs Keywords: advertising, canva apps, pringapus village ABSTRAKPemasaran di media sosial merupakan salah satu cara untuk mempromosikan sebuah barang. Promosi juga butuh konten yang tepat. Konten yang diberikan oleh media sosial pada proses promosi mampu menjadi daya tarik pembeli. Untuk itu, perlu diperhatikan penggunaan konten dalam mempromosikan sebuah produk di media sosial. Karena konten yang tepat dalam sebuah bisnis mampu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha. Metode dalam pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan pembuatan media iklan persuasif produk online berbantu aplikasi canva. Peserta melalui semua tahap pelatihan dengan baik, waloupun pelatihan dilaksanakan menyesuaikan kondisi peserta. Beberapa peserta juga membawa anak karena tidak bisa ditinggal di rumah, tetapi peserta masih aktif dalam jalannya kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) analisis situasi dan sosialisasi, (2) penerapan, (3) pendampingan dan praktik dan (4) tindak lanjut pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ialah desain iklan untuk penjualan online mitra. Desain iklan disesuaikan dengan penjualan masing-masing peserta. Tim pelaksana mendampingi dan memandu cara pembuatan desain iklan yang menarik Kata Kunci: iklan, aplikasi canva, desa pringapus
Lesson Study: Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Kolegialitas Guru Sri Wahyuni; Dwi Rukmini; Sri Wuli Fitriati; Ervina Juli Aryani; Glendia Fisca
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.807 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2163

Abstract

Minimum exposure on the lesson study practices for English teachers of Junior High Schools in Sub Rayon (SR)12 Semarang led to the formulation of this lesson study training. The purpose of this training was to develop the teachers’ professionalism which was expected to be reflected in the learning quality. This program aimed at improving the teachers’ understanding on the concept, advantages, stages and implementation model of lesson study. Besides, the training was expected to provide the English teachers with practical experiences about how to implement lesson study in real teaching and learning activities. The training involved 26 English teachers of Junior High Schools of SR 12 Semarang and four student English teachers of Universitas Negeri Semarang.  The lesson study training was delivered in the forms of presentation of conceptual materials and lesson study practices. The findings show that the English teachers obtain more knowledge of the concept, advantages, stages, and implementation model of lesson study. In addition, they opine that lesson study can improve their professional competence in general and learning quality in particular. It is expected that this will be sustainable program that can reach wider audience. Terbatasnya pelatihan lesson study bagi guru MGMP Bahasa Inggris SMP Sub Rayon (SR) 12 Kota Semarang mendorong adanya program pelatihan lesson study. Tujuan pelatihan lesson study adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru yang diharapkan dapat tercermin pada kualitas pembelajaran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep, manfaat, tahap, dan model implementasi lesson study. Selain itu, pelatihan ini diharapkan memberikan pengalaman praktis bagaimana Lesson Study diimplementasikan dalam pembelajaran. Program ini melibatkan 26 guru Bahasa Inggris SMP SR 12 Kota Semarang dan empat mahasiswa praktikan PPL Universitas Negeri Semarang. Program pelatihan lesson study dilaksanakan dalam bentuk penyampaian teori mengenai lesson study dan pelaksanaan praktek lesson study. Target program ini adalah guru mampu menjelaskan berbagai konsep terkait lesson study serta dapat mengimplementasikannya bersama komunitas guru pada lingkungan sekolah masing-masing. Setelah mengikuti pelatihan lesson study, guru mengetahui konsep, manfaat, tahapan dan model implementasi lesson study. Selain itu, para  guru berpendapat bahwa pelatihan lesson study dapat meningkatkan kompetensi professional secara umum dan kualitas pembelajaran secara khusus. Diharapkan bahwa pelatihan semacam ini akan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak khalayak sasaran.
Optimasi Aplikasi Media Sosial dan Digital Content Editing untuk Mendukung Promosi Wisata Digital kepada Masyarakat Pulau Setokok Saut Pintubipar Saragih; Irma Labora Suriani Lumban Gaol; Sri Julianifah Sihotang; Tiurmaida Banjarnahor
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.727 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i2.284

Abstract

Riau Islands is the second highest number of provinces in Indonesia in information and communication technology development index (IP-TIK) based on statistics from the publication of the Central Statistics Agency (BPS) issued in March 2017 with a development index value of 6,49. The less knowledge of local resident to manage the beach tourism by social media and editing software are disadvantages in digital age recently. This community service activities is conducted by face-to-face teaching method and technically using desktop and mobile-based application according to the needs of the community to manage the local tourism industry promotion problem. The result of this services to the Setokok Island community who became the group of people who manage the beach tourism is that they now have better understanding how to use social media applications such as Facebook, Instagram to promote managed tourism objects. After this community service activity, they capable to manage account Pulau Setokok in Instagram and Facebook, editing images using Snapseed application and video editing applications using the PowerDirector application.Keywords: internet, social media, mobile application ABSTRAKKepulauan Riau adalah provinsi tertinggi kedua di Indonesia dalam indeks pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (IP-TIK) berdasarkan statistik dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterbitkan pada Maret 2017 dengan nilai indeks pengembangan 6,49. Kurangnya pengetahuan penduduk lokal dalam pengelolaan wisata pantai melalui media sosial dan perangkat lunak pengeditan adalah kerugian di era digital baru-baru ini. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pengajaran tatap muka dan secara teknis menggunakan desktop dan perangkat lunak berbasis mobile sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk mengelola masalah promosi industri pariwisata lokal. Hasil dari layanan ini kepada komunitas Pulau Setokok yang menjadi kelompok orang yang mengelola wisata pantai adalah bahwa mereka sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menggunakan aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram untuk mempromosikan objek wisata yang dikelola. Setelah kegiatan layanan komunitas ini mereka mampu mengelola akun pulausetokok di Instagram dan facebook, mengedit gambar menggunakan aplikasi Snapseed dan aplikasi editing video menggunakan aplikasi PowerDirector.Kata Kunci: internet, media social, aplikasi mobile
Pendampingan Microteaching Computational Thinking pada Kelompok Guru Anik Vega Vitianingsih; Windi Setiawan; Hetty Purnamasari; Rahmawati Erma Standsyah; Alda Raharja
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.681 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2236

Abstract

ABSTRACTThe main partner problem is the partner's low knowledge and skills in computational thinking. The method used to solve partner problems is ASSISTANCE. The purpose of the mentoring is to improve the knowledge and skills of teachers to incorporate computational thinking knowledge into learning. The results of the assistance for approximately 4 months show that the knowledge and skills of partners in computational thinking cannot be improved. Keywords: Training, Computational Thinking, Bebras, HOTS ABSTRAK Masalah mitra yang utama adalah rendahnya pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam berpikir komputasi. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah mitra adalah PENDAMPINGAN. Tujuan pendapingan adalah meningkatkan pengetahan dan ketrampilan Guru memasukan pengetahuan computational thinking ke dalam pembelajaran. Hasil pendampingan selama kurang lebih 4 bulan menunjukan bahwa pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam berpikir komputasi belum bisa ditingkatkan. Kata Kunci: Pelatihan, Berpikir Komputasi, Bebras, HOTS
Pendampingan Pelatihan Perawatan Jenazah Sesuai dengan Syariat Islam Sukiyanto Sukiyanto; Rofiatun Nisa'; Tsalitsatul Maulidah; Eli Mufidah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.126 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.899

Abstract

ABSTRACTEvery living creatures, including humans, will inevitably experience death. Because taking care of the corpse is a form of caring and respect for fellow Muslims. So we as a Muslims must know the procedures and rules for treating corpse. Thus that this corpse care training can contribute to helping the community to add officers who can organize the corpse so that the difficulty in finding the corpse organizers is overcome and trying to improve the ability of Bluluk villagers, about  rules for treating corpse according to Islamic law. There are three steps used in the training for treating corpse, namely lecture method, FGD (Focus Group Discussion), and practice of genizah management. The results obtained from this training were the Muslim NU group, and the surrounding community gained an understanding and mastered the concept of managing corpses and mastering the basics of managing Muslim corpses so that they could apply them in practice by the Al-Qur’an and the Sunnah and pay attention to manners in each the process. And the Muslim NU group and the surrounding community were willing to form a corpse management team so that they could contribute to the community. Keywords: Training, corpse care. Islamic Law. ABSTRAKSetiap makhluk hidup, termasuk juga manusia pasti akan mengalami mati.  Karena mengurus jenazah merupakan salah  satu bentuk kepedulian dan penghormatan kepada sesama muslim. Jadi kita sebagai seorang muslim harus mengetahui tata cara dan aturan dalam perawatan jenazah. Sehingga pelatihan perawatan jenazah ini dapat memberikan kontribusi untuk membantu masyarakat untuk menambah petugas yang dapat menyelenggarakan jenazah sehingga kesulitan dalam mencari tenaga penyelenggara jenazah teratasi dan berupaya meningkatkan kemampuan warga masyarakat desa Bluluk, mengenai aturan dalam perawatan jenazah menurut syariat Islam. Terdapat tiga langkah yang digunakan dalam pelatihan perawatan jenazah ini yaitu metode ceramah, FGD (Focus Group Discussion), dan praktik pengurusan jeanzah. Hasil yang didapat dari pelatihan ini yaitu kelompok muslimat NU dan masyarakat sekitar mendapatkan pemahaman dan menguasai konsep mengenai pengurusan jenazah dan menguasai dasar-dasar pengurusan jenazah muslim, sehingga dapat mengaplikasikannya dengan praktik yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah serta memperhatikan adab-adab dalam setiap prosesnya. Dan kelompok muslimat NU dan masyarakat sekitar bersedia membentuk tim pengurusan jenazah sehingga dapat berkontribusi terhadap masyarakat.Kata Kunci: Pelatihan, Perawatan jenazah. Syariat Islam.
MENGUBAH KAWAT LISTRIK MENJADI AKSESORIS CANTIK Chusna Apriyanti; Dwi Rahayu; Indah Puspitasari; Ridha Kurniasih
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.083 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.73

Abstract

This entrepreneurship training was aimed to make accessories from electric wire for STKIP PGRI Pacitan students. The basic idea of conducting this activity was changing the priceless electric wire into a beautiful and valuable jewelry. This activity was held on March 10-14, 2017 at campus STKIP PGRI Pacitan. Thirty eight students followed this activity from various departments. This activity was equivalent to 32 hours. Activities are divided into 4 sessions: 3 sessions for theory and practice, and 1 session equivalent to 18 hours for individual assignment. The theories include the introduction of tools and materials used, tips and tricks in starting a business, looking for good raw materials, as well as effective marketing. While the practice included activities to make various accessories made from electrical wire. Assignment involved new creations from the material that has been prepared and the participants were free to combine it with other materials. The participants were equipped with three basic techniques of electric wire: coiling, weaving/woven and netting. In the last session, the participants were given the evaluation of sustainability and monitoring of trainees. In addition, the best three works receive prizes in the form of pliers/equipment and raw materials to encourage participants to develop techniques that have been obtained in the future.Keyword: entrepreneurship, electric wire, accessories, jewelry ABSTRAKKegiatan ini berupa pelatihan kewirausahaan membuat aksesoris dari kawat listrik bagi mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. Ide utama dalam kegiatan ini adalah mengubah barang yang tidak terlalu bernilai seperti kawat listrik, menjadi perhiasan cantik yang bernilai jual tinggi apabila. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10-14 Maret 2017 di kampus STKIP PGRI Pacitan. kegiatan ini diikuti oleh 38 mahasiswa dari berbagai jurusan. Kegiatan ini setara dengan 32 jam. Kegiatan dibagi menjadi 4 sesi, yaitu 3 sesi teori dan praktek selama 18 jam serta 1 sesi untuk penugasan individu selama 14 jam. Sesi teori meliputi pengenalan alat dan bahan yang digunakan, tips dan trik dalam memulai usaha, mencari bahan baku yang baik, serta pemasaran yang efektif. Sedangkan kegiatan praktik meliputi kegiatan membuat berbagai aksesoris yang berbahan dasar kawat listrik. Penugasan meliputi penciptaan kreasi baru dari materi pokok yang sudah disedikan dan para peserta bebas mengkombinasikannya dengan bahan lain. Peserta pelatihan dibekali 3 teknik dasar menganyam kawat listrik, yaitu coiling, weaving/woven dan netting. Selesai kegiatan, diberikan evaluasi keberlanjutan dan pemantauan terhadap peserta pelatihan. Selain itu, karya 3 terbaik mendapatkan hadiah berupa tang/peralatan dan bahan mentah untuk memacu peserta untuk mengembangkan teknik yang telah didapat di kemudian hari.Kata Kunci: kewirausahaan, kawat listrik, aksesoris, perhiasan
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembuatan PRC (Probiotik Rabal Classic) untuk Ikan di Desa Sumbangtimun Hamidatun Nihayah; Aprillia Dwi Ardianti; Sunu Wahyudhi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.808 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2070

Abstract

ABSTRACTThe Fish farmers at Sumbangtimung village, Trucuk distric, Bojonegoro regency have complaints of the presence of smelly pond water, sluggish growth of fish, large portions of food and fish resistance to weather changes. If this is left unchecked, it will cause the fish farmers' yields to be not optimal. This service activity aims to provide the basic knowledge for community empowerment in making probiotics for fish in Sumbangtimun village as well as ways to develop the potential of natural resources in the village. This service activity in the form of assistance, in addition to partnering with the village head of Sedeng and his staff, is also partnering with the Bojonegoro Regency Animal Husbandry Service. The method applied in this service is using the Asset Based Community Development (ABCD) approach. The results of the production of probiotics rabal clasic for fish, which function as vitamins and fish antibodies so that they do not die easily, have gift  significant to fish harvest changes after trying to apply them. Thus it is important for the community to do this way so that they able to achieve the desired target both in quality and in quantity.Keywords: community, probiotic, fish  ABSTRAKPara peternak ikan di desa Sumbangtimun kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan adanya air kolam yang sering bau, pertumbuhan ikan lamban, porsi makan butuh banyak dan daya tahan ikan yang rentan terhadap pergantian cuaca. Hal ini apabila dibiarkan maka akan menyebabkan hasil panen peternak ikan tidak maksimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar untuk pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan probiotik untuk ikan di desa Sumbangtimun serta cara-cara untuk mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada di desa tersebut. Pengabdian dalam bentuk pendampingan ini, selain bermitra dengan kepala desa Sumbangtimun dan stafnya juga  bermitra dengan Dinas Peternakan Kabupaten Bojonegoro. Adapun metode yang diterapkan dalam pengabdian ini dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Hasil pembuatan probiotik rabal clasic (PRC) untuk ikan yang berfungsi sebagai vitamin dan antibody ikan agar tidak gampang mati ini, telah memberikan perubahan yang signifikan pada hasil panen ikan, setelah para dialikasikan para peternak. Dengan demikian penting kiranya warga masyarakat untuk melakukan cara ini agar mampu mencapai target yang diinginkan baik hasil secara kwalitas maupun kwantitasnya. Kata Kunci: masyarakat, probiotik, ikan