cover
Contact Name
Joko Suratno
Contact Email
joko_unkhair@yahoo.co.id
Phone
+6281340749358
Journal Mail Official
joko_unkhair@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Green House, RT/RW: 010/005, Kelurahan Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 25796305     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Matematika (JPGM) merupakan jurnal pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Khairun. Jurnal ini menyediakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan aspek teoretis, pedagogis, metodologis, dan filosofis pendidikan matematika. JPGM mengutamakan penelitian yang mempromosikan pengetahuan, gagasan, metode, dan epistemologi baru pada bidang pendidikan matematika. JPGM terbit setiap 4 bulan sekali, yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Articles 255 Documents
Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 5, No. 1, Januari 2025 Redaksi, Ketua Dewan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9515

Abstract

Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 5, No. 1, Januari 2025
Eksplorasi Konstruksi Rumah Adat Fala Soa Togolobe dalam Perspektif Etnomatematika Naipon, Farmila; Bakar, Marwia Tamrin; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi dan makna simbolik pada rumah adat Fala Soa Togolobe dalam perspektif etnomatematika pada aspek Geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Pada metode wawancara narasumber dalam penelitian ini adalah 3 orang informan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Data hasil penelitian menunjukan bahwa dari konstruksi bangunan rumah adat, terdapat bagian-bagian yang berkaitan dengan konsep matematika yang di sebut sebagai etnomatematika yaitu, bentuk rumah adat, tangga rumah adat, atap rumah adat, fandasi rumah adat ventilasi rumah adat dan ornamen-ornamen lainnya. Makna simbolik yang terdapat pada rumah adat Fala Soa Togolobe di Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate berdasarkan pola yang sering ditemukan pada rumah adat Fala Soa Togolobe adalah bentuk persegi yang memiliki makna hubungan manusia dengan alam yaitu api, air, udara dan tanah. Bentuk belah ketupat menyiratkan tentang hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam dan sesama manusia. Angka yang dominan pada bangunan rumah adat Fala Soa Togolobe adalah angka 4. Seperti pada jumlah tiang pada teras yaitu angka 4 karena angka 4 tidak ada awal dan akhirnya sehingga dianggap sebagai rezeki yang terus ada dan tidak pernah berakhir pada atap rumah adat Fala Soa Togolobe bersusun yang berasal dari makna cosmos epic budaya.
Analisis Kemampuan Liteasi Numerasi Siswa SMA Kota Ternate dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Angkotasan, Nurma; Ahmadi, La Ode
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi matematis murid dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, subjek pada penelitian ini adalah murid kelas XI SMA Negeri di Kota Ternate, yaitu SMA Negeri 1 Kota Ternate, SMA Negeri 2 Kota Ternate, dan SMA Negeri 4 Kota Ternate. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen tes soal sistem persamaan linear dua variabel berbentuk essay sebanyak 1 butir soal serta telah divalidasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data yang dipopulerkan oleh Miles and Hubermas. Model tersebut terdiri dari tiga tahapan yaitu, reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan murid dalam materi yang diukur di tiga sekolah (SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMA Negeri 4 Kota Ternate) masih didominasi pada kategori rendah dan sedang. Pada SMA Negeri 1 Kota Ternate, sebagian besar murid berada pada kategori sedang (42,86%), meskipun masih terdapat 33,33% murid berkategori rendah. Pada SMA Negeri 2 Kota Ternate, persentase murid kategori rendah justru paling tinggi (45%), sedangkan kategori sedang hampir seimbang (40%), dan hanya sebagian kecil (15%) yang berada pada kategori tinggi. Sementara itu, pada SMA Negeri 4 Kota Ternate, mayoritas murid berada pada kategori rendah (60%), dengan jumlah yang sangat sedikit pada kategori tinggi (6,67%).
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Program Linear Saputri, Diar; Suharna, Hery; Ardiana, Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi program linear siswa kelas XI IPA SMA Al-Khairaat Kota Ternate. Teknik pengumpulan data kesulitan siswa menggunakan teknik observasi, tes dan wawancara. Instrument tes yang digunakan adalah soal uraian yang berjumlah 1 butir soal yang telah divalidasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian data. Triangulasi dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Al-Khairaat Kota Ternate sebanyak 20 siswa. Kemudian dipiih 6 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori kesulitan berlajar (Tinggi, sedang dan rendah) untuk dianalisis dan diwawancarai sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas XI IPA SMA Al-Khairaat Kota Ternate masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi program linear, yaitu 2 siswa masih mengalami kesulitan rendah, 5 siswa masih kesulitan sedang dan 13 siswa masih kesulitan tinggi.  Siswa dengan tingkat kesulitan rendah masih mengalami kesulitan konsep dan kesulitan prinsip, siswa dengan tingkat kesulitan sedang masih mengalami kesulitan konsep, prinsip dan menyelesaikan masalah verbal dan siswa dengan tingkat kesulitan tinggi cenderung mengalami kesulitan konsep, prinsip dan menyelesaikan masalah verbal.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMA Ditinjau dari Gender pada Matei Peluang Suatu Kejadian Umanailo, Anton; Waliyanti, Ida Kurnia; Saidi, Soleman
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10750

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan komunikasi matematika siswa SMA terkait materi peluang suatu kejadian berdasarkan perbedaan gender. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 24 siswa kelas XI, yang terdiri atas 12 siswa pria dan 12 siswa wanita. Data diperoleh melalui ujian deskriptif, pengamatan, dan interview. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa SMA masih tergolong rendah, terutama dalam materi peluang yang memerlukan pemahaman konsep dan penyampaian atihan yang logis. Akan tetapi, kedua kelompok menunjukkan kemampuan yang atiha setara dalam penggunaan representasi simbolis dan diagram. Studi ini menunjukkan bahwa perbedaan gender memengaruhi cara siswa menyampaikan ide matematis, meskipun keduanya memiliki kemampuan yang setara dalam menguasai materi peluang.
Konstruksi Garis Bilangan melalui Pembelajaran Matematika Hilirisasi Menggunakan Pendekatan PMR untuk Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Umar, Wahid; Sirajudin, Nuraini; Miliyawati, Bety
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10699

Abstract

Dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan PMR terdapat empat tahap yang diharapkan dilalui oleh mahasiswa untuk sampai pada suatu konsep, yaitu: tahap dunia nyata, tahap pembentukan skema, tahap membangun pengetahuan, dan tahap formal abstrak. Sementara itu, salah satu strategi yang dikembangkan dalam buku ajar Matematika SD yang disusun dengan menggunakan pendekatan PMR untuk menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan adalah dengan garis bilangan. Dalam buku tersebut, tim penulis memberikan pengalaman-pengalaman yang berbeda-beda dalam empat tahap pembelajaran yang berbeda untuk sampai pada konstruksi garis bilangan. Dalam buku tersebut, tim penulis juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa tentang bagaimana mahasiswa dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan dengan garis bilangan menggunakan pendekatan PMR. Bagaimana memunculkan ide mahasiswa untuk mengkonstruksi garis bilangan dalam pembelajaran melalui buku pedoman mahasiswa yang disusun dengan menggunakan pendekatan PMR dan bagaimana menggunakan garis bilangan tersebut untuk menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan? Pertanyaan ini yang akan coba dijawab penulis dalam artikel ini. Oleh karena itu, fokus dalam penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pengalaman-pengalaman apa saja yang perlu dialami oleh mahasiswa untuk sampai pada konsep garis bilangan di tahap formal abstrak dan pengalaman untuk menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan menggunakan garis bilangan dengan pendekatan PMR.
Eksplorasi Etnomatematika pada Rumah Adat Bacan Fatah, Firna I; Nani, Karman La; Suharna, Hery
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9507

Abstract

Penelitian kualitatif dengan desain etnografi ini bertujuan untuk mendeskripsikan Eksplorasi Etnomatematika pada Rumah Adat Bacan (Suatu Penelitian pada Rumah Adat Kesultanan Bacan) dari aktivitas mengukur merancang bangun. Pengumpulan data Eksplorasi Etnomatematika pada Rumah Adat Bacan menggunakan teknik observasi, wawancara, da dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi dan wawancara yang telah divalidasi ahli. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Narasumber penelitian ini ada 3 orang masyarakat suku bacan. Pemilihan narasumber dilakukan melalui pertimbangan keahlian dan profesi narasumber. Hasil penelian menunjukan bahwa Eksplorasi Etnomatematika pada Rumah Adat Bacan pada aktivitas mengukur dan merancang bangun dari profil rumah adat bacan meliputi: kerangka atap, tiang penyanga, pagar rumah, jendela, landasan dan meja.
Hypothetical Learning Trajectory (HLT) Berbasis Literasi Matematika Soleman, Safri D; Ishak, Hasriani; Suratno, Joko
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10745

Abstract

Artikel ini membahas penerapan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dalam pendidikan matematika dengan mengintegrasikannya dengan literasi matematika. HLT dianggap sebagai kerangka kerja konseptual yang terdiri dari tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran siswa, dan kegiatan pembelajaran siswa yang dilakukan dengan cara yang dipandu secara hipotetis. Di sisi lain, literasi matematika mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami, menerapkan, dan mengaplikasikan matematika dalam berbagai konteks dunia nyata. Tujuan Studi literatur ini  untuk menunjukkan bahwa penerapan HLT berbasis literasi matematika dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan membantu siswa memahami permasalahan kontekstual, meningkatkan keterampilan pemodelan matematika, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Artikel ini juga menawarkan saran praktis bagi guru tentang cara meningkatkan pembelajaran kontekstual dan adaptif. Dalam hal ini, integrasi HLT dan literasi matematika merupakan strategi krusial untuk membantu siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP pada Materi Lingkaran Ditinjau dari Gender Kemhay, Sarnawi; Abdullah, In Hi; Sari, Diah Prawita
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9512

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 2 Kota Ternate dalam menyelesaikan soal pada materi lingkaran ditinjau dari gender. Pengumpulan data kemampuan koneksi matematis siswa menggunakan teknik observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah 3 butir soal tetang kemampuan koneksi matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan koneksi matematis siswa yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarik kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 2 Kota Ternate sebanyak 25 siswa, kemudian dipilih 6 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori kemampuan koneksi matematis (tinggi, sedang, dan rendah) untuk diwawancarai sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 2 Kota Ternate dalam mempelajari materi lingkaran ditinjau dari gender, dengan rata-rata 69,73 untuk gender perempuan, rata-rata 69,43 gender laki-laki sebesar dalam kategori sedang. Kualifikasi kemampuan koneksi matematis dalam kategori tinggi, di capai 10 siswa dari 6 siswa laki-laki (50%) dan 4 siswa perempuan (30,17%) yang mampu: mengoneksikan antar topik matematika, koneksi anatar topik matematika dengan pelajaran lain dan koneksi antar topik matematika dengan kehidupan sehari-hari, sehubungan dengan menyelesaikan masalah lingkaran. Selanjutnya, 9 siswa dari 6 siswa perempuan (46,16%) dan 3 siswa laki-laki (25%) dalam kategori sedang mampu: mengoneksikan antar topik matematika, koneksi antar topik matematika dengan pelajaran lain, dan koneksi antar topik matematika dengan kehidupan sehari-hari, dengan benar tetapi tidak lengkap, terhadap penyelesaian masalah lingkaran. Sebanyak 6 siswa dari 3 siswa perempuan (23,07%) dan 3 siswa laki-laki (25%) dengan kategori rendah dapat menyajikan koneksi antar topik matematika secara tidak lengkap.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Alwi, Sitinur; Nani, Karman La; Afandi, Ahmad
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing; 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing; 3) mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Ternate. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII-J yang terdiri dari 24 siswa yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan instrument tes bentuk uraian yang terdiri dari 2 butir soal untuk pretest dan 2 butir soal untuk posttest pada materi persamaan garis lurus yang mengukur kemampuan penalaran dengan indikator 1) menyajikan pernyataan matematika secara tertulis, gambar dan diagram. 2) melakukan manipulasi matematika. 3) menarik kesimpulan dari pernyataan. Teknik analisis data menggunkan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan 1) kemampuan penalaran matematis siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing diperoleh 5 siswa (20,84%) dalam kualifikasi gagal, 2 siswa (8,33%) dalam kualifikasi kurang, 7 siswa (29,17%) siswa dalam kualifikasi cukup, 8 siswa (33,33%) dengan kualifikasi baik dan 2 siswa (8,33%) dengan kualifikasi baik sekali; 2) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dengan interpretasi tinggi 16 siswa (66,67%), interpretasi sedang 7 siswa (29,16%) dan interpretasi rendah   1 siswa (4,17%); 3) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dalam mempelajari persamaan garis lurus.