cover
Contact Name
Adhe Anniza
Contact Email
lppm.stikesicsada@gmail.com
Phone
+628979004327
Journal Mail Official
lppm.stikesicsada@gmail.com
Editorial Address
Jln. Dr Wahidin No. 68 A Kepatihan Bojonegoro
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
ISSN : 24076309     EISSN : 25499327     DOI : https://doi.org/10.37413/jmakia.v12i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM ISTeK Insan Cendekia Husada Bojonegoro. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, Kebidanan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 324 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN SEKS BEBAS PADA REMAJA DI DESA SENDANG AGUNG SUMBERREJO BOJONEGORO Errix Kristian Julianto; Adhe Anniza Pramesti; Dewi Puspita Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/d8t58731

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase perkembangan dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi serta kecenderungan mencoba hal-hal baru, termasuk dalam aspek perilaku seksual, sehingga berisiko terhadap terjadinya perilaku seks bebas. Perilaku tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari segi kesehatan fisik, psikologis, maupun sosial, dan telah menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat yang mendapat perhatian World Health Organization. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam pencegahan seks bebas pada remaja adalah tingkat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan seks bebas pada remaja di Desa Sendang Agung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan seks bebas pada remaja (p-value = 0,005; p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,391, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja, maka semakin baik pula perilaku pencegahan seks bebas yang ditunjukkan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi memiliki peran penting sebagai upaya preventif dalam membentuk perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab pada remaja.
Disharmoni Regulasi Layanan Telemedecine Melalui Aplikasi Pihak Ketiga Dalam Perspektif Hukum Kesehatan dan Hukum Teknologi Informasi Nurul Jariyatin; Fitria Rizky Kurniawati; Ahmad Naufal Kamal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/pacgtw85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disharmoni regulasi layanan telemedicine melalui aplikasi pihak ketiga dalam perspektif hukum kesehatan dan hukum teknologi informasi di Indonesia. Perkembangan telemedicine berbasis aplikasi digital telah mengubah struktur relasi layanan kesehatan dari model konvensional berbasis fasilitas pelayanan kesehatan menjadi model berbasis platform digital yang mempertemukan dokter dan pasien secara elektronik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, khususnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik beserta perubahannya, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta peraturan pelaksana terkait telemedicine dan rekam medis elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan telemedicine di Indonesia masih bersifat sektoral dan belum terintegrasi secara normatif. Dalam perspektif hukum kesehatan, tanggung jawab tindakan medis melekat pada tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, sedangkan dalam perspektif hukum teknologi informasi, aplikasi pihak ketiga dikualifikasikan sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang bertanggung jawab atas keamanan dan keandalan sistem serta perlindungan data elektronik. Disharmoni muncul dalam aspek kedudukan hukum platform, perlindungan kerahasiaan rekam medis elektronik, serta konstruksi pertanggungjawaban hukum apabila terjadi kesalahan diagnosis atau malpraktik yang dipengaruhi oleh kegagalan sistem elektronik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa disharmoni regulasi bukan semata-mata pertentangan norma, melainkan ketiadaan norma integratif yang secara tegas mengatur distribusi tanggung jawab antara dokter dan penyedia aplikasi dalam model layanan telemedicine berbasis sistem elektronik. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi guna menjamin kepastian hukum, perlindungan pasien, dan akuntabilitas penyelenggaraan layanan kesehatan digital.
HUBUNGAN CALGARY FAMILY INTERVENTION DENGAN FUNGSI KESEHATAN KELUARGA DI DESA PAGERWESI TRUCUK BOJONEGORO Ahmad Zainal Abidin; Niken Yuli Astuti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/scf8dy51

Abstract

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memegang peranan penting dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan anggotanya. Fungsi kesehatan keluarga mencakup kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan, menjaga keharmonisan dan keteraturan dalam hubungan antar anggota keluarga, serta menangani masalah kesehatan yang dialami oleh salah satu atau beberapa anggotanya. Permasalahan kesehatan individu dalam keluarga dapat berdampak luas pada fungsi dan dinamika keluarga secara keseluruhan, sehingga intervensi yang memfokuskan pada keluarga sebagai satu kesatuan sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi calgary family intervention dengan fungsi kesehatan keluarga di Desa Pagerwesi Trucuk Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional pada sejumlah 35 sampel yang, pengumpulan data dangan kuesioner pada setiap variabel penelitian yang selanjutnya data di analisis dengan uji statistik korelasi spearman rho. Hasil penelitian menerangkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 dengan nilai koefisien korelasi sebeasar 0,642 yang artinya terdapat hubungan calgary family intervention dengan fungsi kesehatan keluarga di Desa Pagerwesi Trucuk Bojonegoro. Penerapan CFI efektif pada konteks masyarakat untuk kondisi gangguan kesehatan, tapi terbatas pada praktik yang belum optimal jika fungsi dasar keluarga rendah. Penelitian lanjutan direkomendasikan dengan sampel lebih besar untuk generalisasi.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENGGUNAAN DIAPERS PADA USIA TODDLER DI POSYANDU DESA PAGERWESI KECAMATAN TRUCUK BOJONEGORO Ikha Ardianti; Dwi Setyorini; Siti Nur Zahrotul Mariyam
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/4sfvz310

Abstract

Pendidikan membantu seseorang dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha yang secara sadar dilakukan untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan baik kognitif, afektif, maupun motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu dalam penggunaan diapers pada usia toddler di Posyandu Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bersifat korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 51 ibu yang memiliki anak usia toddler. Sampel penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah 51 responden. Data di analisis dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p value 0,621 (> 0,05) dan nilai Correlation Coefficient adalah 0,071. Maka, dapat disimpulkan secara statistik bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu dalam penggunaan diapers pada usia toddler di Posyandu Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Bojonegoro. Tingkat kekuatan hubungan dua variabel dalam kategori sangat lemah sekali dengan arah korelasi positif lemah. Kesimpulan, seseorang dengan tingkat pendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula dan seseorang dengan tingkat pendidikan tinggi tidak berarti mutlak berpengetahuan baik pula. Selain itu, penelitian ini menggarisbawahi bahwa adanya faktor lain yang mungkin berperan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang penggunaan diapers pada usia toddler. Maka, diharapkan kepada perawat anak komunitas dan petugas posyandu, supaya dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi program-program kesehatan posyandu terkait penggunaan diapers pada usia toddler bagi ibu di daerah pedesaan.