cover
Contact Name
Aisyah Ratnaningtyas
Contact Email
aisyah.ratnaningtyas@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
aisyah.ratnaningtyas@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19077483     EISSN : 25283227     DOI : https://doi.org/10.47007
Jurnal Psikologi published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of psychology scopes. Jurnal Psikologi is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results. Jurnal Psikologi uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Only submissions made through this platform are accepted, with submitting authors required to create an Account. Please read the author guidelines carefully. Author who wants to submit their manuscript should obey the Article Template. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format. Jurnal Psikologi, publishes research and innovative ideas on psychology. The Jurnal Psikologi is published by Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul with coverage the fields on: Clinical Psychology Educational Psychology Developmental Psychology Industrial and Organizational Psychology Social Psychology Psychological Testing
Articles 100 Documents
KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION SECARA ONLINE DITINJAU DARI MOTIVASI EMOSIONAL KONSUMEN DEWASA AWAL Pratiwi, Citra; Ratnaningtyas, Aisyah; Adhandayani, Amalia
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2 (2022): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v20i2.281

Abstract

Saat ini berbelanja online mulai banyak disukai masyarakat, karena hal tersebut dapat memberikan kemudahan untuk kehidupan sehari-hari.  Terdapat banyak produk yang ditawarkan dari toko online salah satunya adalah produk fashion. Produk fashion merupakan produk yang paling diminati oleh kelompok usia dewasa awal dan usia dewasa awal juga yang menduduki peringkat tertinggi dalam melakukan pembelian secara online. Secara umum, sebagian besar pada usia ini sudah memiliki penghasilan sendiri, sehingga keputusan untuk membeli suatu produk pun cenderung meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang mengambil keputusan pembelian adalah motivasi emosional konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi emosional konsumen terhadap keputusan pembelian produk fashion secara online pada dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif kausal komparatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 300 responden. Pada skala motivasi emosional konsumen memiliki nilai (α) = 0,924 dengan 32 aitem dikatakan valid, dan skala keputusan pembelian didapatkan nilai (α) = 0,967 dengan 25 aitem yang valid. Hasil uji regresi linear menunjukkan terdapat pengaruh negatif motivasi emosional konsumen terhadap keputusan pembelian dengan sig. (p) 0,000 dan Y = 97,588 - 0,545X. Motivasi emosional konsumen memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 39,9% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor-faktor lain. Dewasa awal yang memiliki motivasi emosional tinggi sebanyak 53% dan keputusan pembelian yang tidak tepat sebanyak 54,3%.
PENGUJIAN PSIKOMETRI SKALA GUTTMAN UNTUK MENGUKUR PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA BERPACARAN Yulianto, Aries
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 18, No 01 (2020): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v18i01.80

Abstract

Perilaku seksual pada remaja marak dibahas akhir-akhir ini. Perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja saat berpacaran dengan lawan jenis dimulai dari berciuman, bercumbu ringan, bercumbu berat, dan kemudian hubungan intim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah alat ukur seksual pranikah remaja menggunakan skala Guttman yang didasari adanya urutan perilaku dalam derajat keintiman dengan pacar. Skala perilaku seksual pranikah remaja terdiri 11 pernyataan yang menggambarkan tahapan perilaku seksual pranikah, yaitu touching (3 pernyataan), kissing (3 pernyataan), petting (4 pernyataan), dan intercourse (1 pernyataan). Penelitian ini melibatkan 657 remaja (358 laki-laki, 299 perempuan) berusia 15 hingga 24 tahun (M=19,09, SD=3,001) berdomilisi di sekitar Tangerang dan Jakarta, berprofesi sebagai pelajar dan pekerja, pernah atau sedang terlibat dalam hubungan berpacaran dengan lawan jenis dan minimal telah melakukan satu perilaku seksual pranikah bersama pacar. Hasil analisis skalogram diperoleh nilai CR = 0,946 dan CS = 0,756, yang menunjukkan bahwa skala memiliki reproduksibilitas yang baik. Dengan kata lain, perilaku seksual pranikah remaja memiliki urutan dalam derajat keintiman, mulai dari touching, kissing, petting, dan intercourse. Selain itu, validitas skala dibuktikan dengan skor total remaja laki-laki yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan remaja perempuan, t(655) = 1,764, p<0,039. Penelitian ini menyimpulkan bahwa skala perilaku seksual pranikah remaja reliabel dan valid, sehingga dapat digunakan oleh penelitian selanjutnya.
PENTINGNYA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KESIAPAN BELAJAR SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu; M, Safitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 20, No 01 (2022): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v20i01.215

Abstract

During Covid-19 pandemic, all activities have risks, including activities at school. That’s why we needed learning readiness in implementing health protocols. One of factors affect to learning readiness is the family function. The purpose of this study is to determine affect of family function to student learning readiness during the pandemic. The research methode is quantitative-causal comparative research design, 1 independent variable is family function and dependent variable is learning readiness. The population and subjects in this study are students in Jakarta, 100 students, with random sampling technique and linear regresion analysis statistical. The reliability and validity test obtained (a)= 0.961 ((a) = ≥ 0.7) for the family functioning (a)= 0.883 ((a) = ≥ 0.7) and for the school readiness with each valid item (r)=0.3. The results of statictical test obtained sig. (p) = 0.000; (p) < 0.05, hypothesis accepted, that family functioning affects to student learning readiness during pandemic. And it is also known that family function has 18% to increas students learning readiness. Self awareness and self discipline are predicted to be other factors that affect student learning readiness
Hubungan antara Kecerdasan Moral dengan Sikap pada Ujaran Kebencian pada Pengguna Media Sosial di Indonesia Prasetiya, Juli Angga
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v17i2.57

Abstract

The rise of hate speech in social media has become a serious issue in Indonesia. With a massive number of users, social media has become an effective and almost unlimited means of spreading hate speech. A positive attitude towards hate speech will deepen the conflict that occurs as a result of hate speech. Individuals must be able to take a stand based on the belief in the truth of the information received. For this reason, moral intelligence is needed so that in facing the utterance of hate individuals have an understanding of right and wrong which are the basic principles of strong character so that individuals do not support the utterance of hatred. This research aims to determine the relationship between moral intelligence and attitudes toward hate speech. The research design used is quantitative correlational. The research sample is using non-probability sample with purposive sampling techniques as many as 100 social media users in Indonesia. Measuring instrument for moral intelligence is based on Borba's theory (2001) with 49 valid items and reliability coefficient (a) 0.922. Measuring instrument for attitudes toward hate speech is based on Azwar's theory (2008) with 12 valid items and reliability coefficient (a) 0.762. This research result shows a significant negative relationship sig 0.000 and r -0.358) between moral intelligence and attitudes toward hate speech. Moral intelligence contributes 12.8% to attitudes toward hate speech. More of social media users’ moral intelligence are low (53%), while more of the attitudes toward hate speech are negative (59%). The results of the cross tabulations show that there is a relationship between the latest education with attitudes toward hate speech, and there is a relationship between the duration of social media usage per day with moral intelligence.  Keywords: Moral Intelligence, Attitudes Toward Hate Speech, Social Media
OPTIMISME IBU BEKERJA DI INDONESIA DITINJAU DARI WORK-FAMILY CONFLICT DAN KEPEMILIKAN ASISTEN RUMAH TANGGA Mariyanti, Sulis; Lunanta, Lita Patricia; Handayani, Sri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 19, No 02 (2021): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v19i2.186

Abstract

AbstrakIbu yang bekerja di luar rumah akan menjalani dua tuntutan peran berbeda. Dengan kedua tuntutan tersebut, ia mengalami keterbatasan waktu, merasakan ketegangan emosional dan dituntut menampilkan perilaku berbeda antara di tempat kerja dan di rumah. Menghadapi kondisi tersebut, ibu bekerja harus memiliki energi ekstra agar tidak lelah secara fisik maupun psikologis. Salah satu upaya untuk meringankan beban ibu bekerja adalah adanya bantuan fisik dari asisten rumah tangga, agar ia memiliki waktu untuk membagi perhatian antara keluarga dan pekerjaan hingga tetap optimis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh simultan work-family conflict dan kepemilikan asisten rumah tangga terhadap optimisme ibu bekerja di Indonesia. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif-kausal komparatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 204 ibu bekerja dan telah menikah di wilayah Indonesia. Alat ukur optimisme menggunakan teori Seligman (2008) dengan 35 item valid (rentang (r) ≥ 0,3) dan reliabilitas (α) = 0,956. Skala work-family conflict menggunakan teori Greenhaus & Beutell (1985) dengan 22 item valid dan reliabilitas  (α) = 0,912. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh secara simultan work-family conflict dan kepemilikan asisten rumah tangga terhadap optimisme ibu bekerja di Indonesia (sig. (p) = 0,000); (p) < 0,05 dengan persamaan regresi berganda Y =  147,392 - 0,804 X1 + 0,320 X2. Work-family conflict dan kepemilikan asisten rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 44,8% terhadap optimisme. Selain itu, ditemukan secara parsial ada pengaruh work family conflict terhadap optimisme (p) = 0,000 <0,05, akan tetapi tidak ada pengaruh secara parsial kepemilikan asisten rumah tangga terhadap optimisme dengan nilai (p)= 0,775 >0,05. Ibu bekerja dengan optimisme tinggi lebih banyak yang telah menikah >20 tahun, memiliki anak >3 serta berprofesi sebagai doker dan nakes.    AbstractWomen who worked outside the house had two different roles that are both demanding. With those two roles, there were time management issues, emotional burden, and pressure to show different behaviour at work and at home. Facing these challenges, working women needed extra energy to prevent physical and emotional fatigue. One of the thing to do was to provide a house assistant to help with some of house chores so women could have more time to handle family and work and in the end could experience optimism. The aim of this research was to find out the simultaneous effect of work-family conflict and the usesage of house assistant toward the level of optimism of working women in Indonesia. Method of this research was quantitative-causal comparative with purposive sampling technique, involving 204 working and married women. Optimism was measured with a scale based on Seligman (2008) with 35 items (range (r) ≥ 0,3) and reliability(α) = 0,956). Work family conflict was measured with a scale based on Greenhaus & Beutell (1985) with 22 items (reliability (α) = 0,912). The result of this research showed the simultaneous influence of work-family conflict and the usage of house assistant to level of optimism of working women in Indonesia (sig. (p) = 0,000); (p) < 0,05) with double regression equation: Y =  147,392 - 0,804 X1 + 0,320 X2. Work-family conflict and usage of house assistant gave a 44.8% contribution on optimism. Beside that, it was also found a partial influence of work family conflict toward optimism ((p) = 0,000 <0,05) but there was no partial influence of usage of house assistant toward optimism ((p)= 0,775 >0,05. Working women with higher level of optimism were those who were married more than 20 years, have equal and more than three children, and had doctor and health practitioner as their professions.   
HARDINESS PADA WANITA KARIR SINGLE PARENT YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU Swagery, Rika Vira; Hikmatul, Hikmatul; Husna, Aridha
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i2.23

Abstract

AbstractWomen who work as well as single parents for children with special needs Deaf certainly has a variety of challenges, duties and responsibilities that must be lived, so do not rule out that women single parent careers who have children with hearing impaired can experience stress in undergoing the double role. In the face of this stressful situation, hardiness is required that is a personality trait that can affect the individual about how he sees a stressful situation and determine an effective response. This study aims to determine the description of hardiness in single parent career women who have children with hearing impairment and what factors influence it. The subject of this study was a 53-year-old woman with a role as a career woman as well as single parent who have children with hearing impairment. This study uses qualitative methods by conducting semi-structured interview techniques and non-participant observation in the data collection. The results of this study indicate that subjects have high hardiness which is described through 3 aspects of the existence of commitment, control, and challenges. The dominant factor affecting the hardiness of the subject is the acceptance of a good self in the subject. Keywords: hardiness, career woman, single parent, deaf AbstrakWanita yang bekerja sekaligus menjadi orang tua tunggal bagi anak berkebutuhan khusus tunarungu tentunya memiliki beragam tantangan, tugas dan tanggung jawab yang harus dijalani, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa wanita karir single parent yang memiliki anak tunarungu dapat mengalami stres di dalam menjalani peran gandanya tersebut. Dalam menghadapi situasi stres ini, diperlukan hardiness yaitu suatu karakteristik kepribadian yang dapat mempengaruhi individu tentang bagaimana dirinya melihat sebuah situasi stres dan menentukan respon yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hardiness pada wanita karir single parent yang memiliki anak tunarungu dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Subjek penelitian ini adalah seorang wanita berusia 53 tahun dengan peran sebagai wanita karir sekaligus single parent yang memiliki anak tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi non partisipan dalam pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki hardiness tinggi yang dideskripsikan melalui 3 aspek yaitu adanya komitmen, kontrol, dan tantangan. Faktor yang dominan mempengaruhi hardiness yang dimiliki subjek adalah adanya penerimaan diri yang baik dalam diri subjek. Kata kunci: hardiness, wanita karir, single parent, tunarungu
PELATIHAN ASSERTIVE DAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA SISWA SMA DI SIDOARJO Irmayanti, Nur
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 18, No 02 (2020): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v18i02.95

Abstract

The long-term goal of this research is to try to reduce the cyberbullying problem lane in Indonesia, as it is known that the victims of cyberbullying cases are increasing every year. one of the causes is the lack of assertiveness towards the victim and in order to be more prudent in using information technology. The solution to these problems is through socialization or training related to cyberbullying, namely socialization or assertive training. Whereas the specific target to be achieved is after assertive training in order to minimize cyberbullying victims and provide information to others. The cyberbullying variable in this study is an independent variable and the assertive training dependent variable. The population in this study was from class X students at MA Darul Ulum Sidoarjo, amounting to 90 students. The study will use a sampling method that is census, so that all populations will be given training and cyberbullying scale. The analysis technique that will be used is to use paired t-test analysis. With a significance result of 0,000 <0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the hypothesis states that there are differences before and after being given assertive training in reducing cyberbullying behavior, meaning that with assertive training it decreases cyberbullying behavior
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN ASERTIVITAS GURU SD-IT, CENGKARENG, JAKARTA BARAT Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 1 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i1.14

Abstract

AbstractTeachers are professional educators with the primary task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating learners. In addition to having a status as a teacher, the teacher is part of the organization, the school. The relationship between teacher and principal is the relationship between superiors and subordinates. In addition to the principal, teachers also have a hierarchical relationship with the foundation. Usually foundations in a school have a considerable share of the continuity of the school, although it has actually been represented by the principal. In reality, however, many schools are struck by authoritarianism and one-way communication. The purpose of this research is to know the influence of leadership style on teacher assertive behavior and get description about teacher assertivity ability toward superiors. This research uses non-experimental quantitative method by using desiccant-comparative research research is ex post facto. Subjects in this study were teachers of SD-IT X, Cengkareng, West Jakarta, who taught grade 1 to class VI. The analysis tool used is Sperman test which is used to analyze the influence of leadership style with teacher-grade asertivitas SD-IT, X, Cengkareng, West Jakarta. Based on the result of statistical test of spearman obtained by significance value equal to p = 0.17; p> 0.05, meaning that there is no influence of leadership style on teacher assertiveness of SDIT, West Jakarta or hypothesis rejected.Keyword: style of leadership, assertivity, teacher AbstrakGuru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.  Selain memiliki status sebagai seorang pengajar, guru merupakan bagian dari organisasi, yaitu sekolah. Hubungan guru dengan Kepala Sekolah adalah hubungan antara atasan dan bawahan. Selain kepala sekolah, guru juga memiliki hubungan hirarki dengan pihak yayasan. Biasanya yayasan di suatu sekolah memiliki andil yang cukup besar terhadap keberlangsungan sekolahnya, walaupun sebenarnya telah diwakili oleh kepala sekolah. Namun pada kenyataannya banyak sekolah-sekolah yang terbentur dengan sikap yayasan yang otoriter dan komunikasi yang bersifat satu arah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perilaku asertif guru dan mendapatkan gambaran mengenai kemampuan asertivitas guru terhadap atasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-non  eksperimental dengan menggunakan desian penelitian  kausal-komparatif bersifat ex post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SD-IT X, Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengajar kelas 1 sampai dengan kelas VI. Adapun alat analisis yang digunakan adalah Sperman test yang digunakan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dengan asertivitas guru SD-IT, X, Cengkareng, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil uji statistik spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar p = 0.17; p > 0.05, artinya tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap asertivitas guru SDIT, Jakarta Barat atau hipotesis ditolak. Kata kunci : gaya kepemimpinan, asertivitas, guru
PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN MANAJEMEN DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KEBON JERUK Wijaya, Yeny Duriana; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 16, No 02 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v16i02.5

Abstract

Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi untuk meningkatkan manajemen diri  pada penyandang diabetes mellitus tipe 2.  Upaya untuk penanganan pada penderita diabetes harus dilakukan secara integratif yaitu secara biopsikososial. Di dalam pelayanan kesehatan primer (Puskesmas) masih banyak dilakukan penanganan  secara medis dan kurang memperhatikan secara psikologis. Oleh karena itu perlu adanya segera penanganan secara integratif termasuk psikologis.  Sebagai penyakit kronis, penanganan terhadap diabetes dapat dilakukan dengan manajemen diri sehingga dapat mengkontrol gula darah bagi penderita. Di dalam penelitian ini akan dilakukan penangan atau intervensi  psikologis kepada pasien diabetes mellitus tipe II.  Intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan psikoedukasi berupa 1) pengenalan aspek psikologis yang mempengaruhi diabetes, 2) Cognitive Behaviour Therapy kelompok  3) memberikan mindfulness agar peserta menyadari dan menerima diri tentang penyakitnya, serta  relaksasi untuk meringankan beban bagi penderita. Partisipan dalam penelitian ini ada 14 peserta dengan penyandang DM tipe II. Pengukuran dengan Skala Manajemen Diri Diabetes (SMDD).  Analisis data kuantitatif menggunakan nonparametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Analisis data kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,021, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi dapat meningkatkan manajemen diri pada penyandangan diabetes mellitus tipe II. Kata kunci: psikoedukasi, manajemen diri, diabetes mellitustipe 2
BAGAIMANA SELF DISCLOSURE DAN CYBER VIOLENCE PADA PENGGUNA APLIKASI KENCAN ONLINE TINDER DEWASA AWAL DI JAKARTA Basel, Wiwin Charolina Putri; Sitasari, Novendawati Wahyu; Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2 (2022): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v20i2.267

Abstract

Tinder merupakan salah satu platform pencarian teman kencan berbasis lokasi yang dapat memilih preferensi jenis kelamin sesuai ketertarikan pengguna. Terdapat berbagai fenomena cyber violence yang terjadi dan membuat kerugian yang besar terhadap korbannya dari segi materi maupun kesehatan mental. Ditinjau dari fenomena dan teori cyber violence, terdapat proses komunikasi dan self disclosure yang dilakukan korban sehingga memancing tindak kejahatan di aplikasi kencan online Tinder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self disclosure dengan cyber violence pada pengguna aplikasi kencan online Tinder dewasa awal di Jakarta. Rancangan penelitian ini kuantitatif non-eksperimental menggunakan pendekatan korelasional. Menggunakan teknik non-probability sampling dan teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 100 pengguna aplikasi kencan online Tinder dewasa awal di Jakarta. Instrumen self disclosure yang digunakan berupa alat ukur yang disusun menggunakan dasar teori self disclosure milik Wheeless dan Grotz (1976) berjumlah 28 aitem valid dengan reliabilitas nilai (α) = 0,949. Instrumen cyber violence yang digunakan berupa alat ukur yang disusun menggunakan dasar komponen, merupakan hasil revisi atau pengembangan skala cyber violence dari penelitian Šincek (2021) 34 aitem yang valid dengan nilai (α) = 0,965. Hasil uji korelasi diperoleh sebesar 0,00 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi r sebesar 0,998 yang artinya terdapat hubungan positif antara self disclosure dengan cyber violence pada pengguna aplikasi kencan online Tinder.

Page 2 of 10 | Total Record : 100