cover
Contact Name
Aisyah Ratnaningtyas
Contact Email
aisyah.ratnaningtyas@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
aisyah.ratnaningtyas@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19077483     EISSN : 25283227     DOI : https://doi.org/10.47007
Jurnal Psikologi published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of psychology scopes. Jurnal Psikologi is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results. Jurnal Psikologi uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Only submissions made through this platform are accepted, with submitting authors required to create an Account. Please read the author guidelines carefully. Author who wants to submit their manuscript should obey the Article Template. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format. Jurnal Psikologi, publishes research and innovative ideas on psychology. The Jurnal Psikologi is published by Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul with coverage the fields on: Clinical Psychology Educational Psychology Developmental Psychology Industrial and Organizational Psychology Social Psychology Psychological Testing
Articles 100 Documents
KOMITMEN ORGANISASI DITINJAU DARI KETERIKATAN KERJA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING SEBAGAI MEDIATOR PADA PADA KARYAWAN PT X Rahmadani, Khoirunnisa Rizki; Sari, Erita Yuliasesti Diah
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 22, No 2 (2024): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v22i2.419

Abstract

Fenomena pengunduran diri besar-besaran terjadi sebagai respon terhadap perubahan yang terjadi selama masa pandemi COVID. Survey yang ditemukan di Indonesia bahwa karyawan tidak puas dengan pekerjaan yang dilakukannya, tidak mempunyai jenjang karir pada perusahaan yang ditempati serta rasio keluarnya karyawan dari organisasi setiap tahunnya ditemukan sangat banyak. Tujuan dari penelitian ini melihat komitmen organisasi ditinjau dari keterikatan kerja dengan psychological well being sebagai mediator pada karyawan PT X. Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional multivariat. Populasi yang digunakan yaitu karyawan PT X dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling dengan karyawan yang telah bekerja satu tahun dengan 120 sampel penelitian dengan try out terpakai. Alat ukur yang digunakan yaitu skala keterikatan kerja, psychological well being dan komitmen organisasi dengan menggunakan validitas isi aiken’s V, validitas konstruk confirmatory factor analysis, reliabilitas Cronbach alpha. Penelitian ini menggunakan analisis regresi mediator modul Medmod dengan bantuan aplikasi software Jamovi 2.3.28. Hasil analisis terdapat Psychological well being dapat memediatori hubungan keterikatan kerja dengan komitmen organisasi sebesar 64,3% dengan hasil partial mediation. Hubungan positif antara psychological well being dengan komitmen organisasi. Hubungan positif antara keterikatan kerja dengan psychological well being. Hubungan yang positif antara keterikatan kerja dengan komitmen organisasi sebesar 35,7%.
KONTRIBUSI JOB DEMAND RESOURCES PADA WORK ENGAGEMENT KARYAWAN PABRIK PERUSAHAAN X DI TANGERANG Aini, Eka Nur; Ratnaningtyas, Aisyah; M, Safitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 22, No 2 (2024): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v22i2.474

Abstract

Company X is one of the largest manufacturing companies in Indonesia which continues to develop to meet increasing market demand every year. Therefore, production employees are needed who are able to be fully involved in their work or what is called work engagement. Job Demands Resources is one of the factors that can influence the formation of work engagement in employees. This research aims to determine the influence of Job Demands Resources simultaneously and partially on work engagement in production employees at Company X. This research uses quantitative methods, with a comparative causal type. The number of respondents in this study was 95 production employees using purposive sampling techniques. The measuring tool used is that work engagement has 24 valid items with a reliability of (α)=0.957, job demand has 12 valid items with a reliability of (α)=0.819, and job resources has 19 valid items with a reliability of (α)=0.863 . The analysis technique used in this research is using the F test to test the effect simultaneously, and the T test to test the effect partially. The results of this research show that simultaneously, job demands resources have an influence on work engagement (sig 0.000<0.05), and partially job demands have no influence on work engagement (sig 0.216>0.05) while job resources have influence on work engagement (sig 0.000<0.05).
Strategi Resolusi Konflik dan Dampaknya Terhadap PenyesuaianPernikahan Pada Pasangan Suami-Istri di Kota Bandung Akbar, Rifqi Farisan; Ekanesia, Pratidina; Sastri, Prinska Damara
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 22, No 2 (2024): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v22i2.379

Abstract

Penelitian ini menguji model teoritis yang bersifat dyadic untuk mengestimasi dampak strategi resolusi konflik terhadap penyesuaian pernikahan pada suami dan istri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan analisis korelasi dan pemodelan struktural. Sebanyak 262 partisipan (131 pasangan) yang terlibat dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari Conflict Resolution Behavior Questionnaire (CRBQ) dan Revised Dyadic Adjustment Scale (R-DAS) yang diadministrasikan secara berpasangan. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan pemodelam sifat laten (latent trait model). Hasilnya menunjukkan bahwa strategi resolusi konflik memiliki implikasi yang signifikan terhadap penyesuaian pernikahan, baik bagi pihak suami maupun istri. Laki - laki cenderung menggunakan strategi withdrawal sedangkan pihak istri cenderung menggunakan strategi attack sebagai sarana resolusi konflik.
GAMBARAN GHOSTING DALAM HUBUNGAN BERPACARAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Masitoh, Siti; Adhandayani, Amalia; Sukirwan, Mahbub
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 22, No 2 (2024): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v22i2.411

Abstract

Individu dewasa awal memiliki salah satu tugas perkembangan, yaitu mencari pasangan hidup. Pacaran merupakan cara individu untuk memenuhi tugas perkembangan tersebut. Individu yang gagal mempertahakan hubungannya akan menghadapi situasi pemutusan hubungan. Ghosting merupakan strategi pemutusan hubungan secara tidak langsung dan memiliki empat faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran ghosting dalam hubungan berpacaran individu dewasa awal (20-40 tahun) di Indonesia, baik dari sisi pelaku maupun korban. Metode yang digunakan adalah kuantitatif non-ekperimental berjenis deskriptif dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 712 subjek, dengan korban ghosting berjumlah 430 dan pelaku ghosting 282. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, untuk korban berjumlah 19 aitem valid dengan reliabilitas 0,915 dan pelaku berjumlah 21 aitem valid dengan reliabilitas 0,928. Hasil analisa statistika deskriptif menjelaskan bahwa individu dewasa awal memiliki rata-rata kuantitas ghosting 1-2 kali, paling banyak terjadi dalam rentang usia 20-25 tahun, serta dari ke-empat kategorisasi faktor ghosting (penghindaran, merasa cukup dengan hubungannya, rasa bersalah dan pengantisipasian dari perpisahan yang sulit), semuanya bernilai tinggi baik dari sisi pelaku maupun korban ghosting. Faktor tertinggi dalam melakukan ghosting dari sisi pelaku adalah faktor pengantisipasian dari perpisahan yang sulit. Kemudian faktor tertinggi dalam melakukan ghosting dari sisi korban adalah faktor rasa bersalah.
Mindfulness and Self-Control in Fatherless Adolescents Agustin, Ardianti; Purwaningtyas, Fifin Dwi; Rahmadian, Muhammad Reza; Yulianasari, Vidi
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 23, No 01 (2025): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v23i01.462

Abstract

Adolescence was a transitional phase filled with challenges, where self-control was crucial to prevent negative behaviors. In this context, parental involvement, particularly from fathers, plays a vital role in fostering emotional closeness and effective parenting. However, many adolescents grow up without the presence or optimal role of a father (fatherless), leading to diminished self-control and an increased risk of engaging in negative behaviors. The lack of paternal involvement often leaves adolescents struggling to understand themselves and develop positive character traits. This study aims to evaluate the impact of mindfulness therapy in enhancing self-control among fatherless adolescents. Using an experimental approach with a one-group pretest-posttest design, the study involved 13 adolescents aged 14–17 years residing in Surabaya. The mindfulness therapy intervention was delivered intensively to help participants manage emotions and improve self-awareness. Data were analyzed using the Friedman test to examine differences in pretest, posttest, and follow-up scores. The results revealed a significant improvement in self-control following the intervention (Chi-Square = 25.32; p < 0.05). These findings confirm that mindfulness therapy is an effective intervention for fostering self-control in adolescents, particularly within the fatherless group. This intervention holds potential for broader applications in parenting and educational programs to enhance adolescent psychological well-being.
ANALISIS REGRESI PERAN MINDFULNESS PARENTING TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI DI JAKARTA Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu; Widiastuti, Mariyana; Ulum, Muhammad Bahrul
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 23, No 01 (2025): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v23i01.493

Abstract

Kecenderungan perilaku bullying merupakan perilaku agresif yang bertujuan untuk menyakiti orang lain secara terus menerus dengan posisi yang tidak seimbang antara pelaku dan korban  dalam bentuk verbal dan fisik. Responden dalam penelitian ii adalah siswa Sekolah Dasar Negeri di Jakarta, Kelas 5 dan 6 yang berada pada fase late childhood. Di fase ini idelanya siswa tersebut telah mampu melakukan jainan relasi social dengan teman sebayanya maupun orang-orang yang berada di sekitarnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua siswa yang berada di masa late childhood mampu melaksanakan tugas perkembangannya dengan sukses, terbukti dengan tingginya kasus bullying  yang terjadi  di semua level pendidikan tak terkecuali level pendidikan Sekolah Dasar. Bullying yang terjadi bukan hanya berbentuk verbal saja namun juga fisik bahkan menyebabkan nyawa korban melayang alias meninggal dunia. Di duga peran pengasuhan orang tua menjadi salah satu factor penting yang diharapkan dapat menurunkan perilaku bullying  yaitu gaya pengasuhan imindfulness atau disebut mindfulness parenting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran mindfulness parenting terhadap kecenderungan perilaku bullying pada siswa Sekolah Dasar Negeri Kelas 5 dan 6 di Jakarta. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif non eksperimental yang berjenis kausalitas. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah cluster random rampling dengan jumlah 384 respondens Siswa Sekolah Dasar Negeri kelas 5 dan 6 di Jakarta. Instrument penelitian yang digunakan adalah Skala Mindfulness parenting dengan 33 aitem valid, sedangkan skala kecenderungan perilaku bullying memiliki 22 aitem valid dengan masing-masing reliabilitas (α) = 0,901 dan (α) = 0,975. Hasil uji regresi linier sederhana diperoleh nilai sig. (p) = 0,000 ; (p) < 0,05 dengan nilai koefisien = - 0,265 artinya terdapat pengaruh negatif signifikan mindfulness parenting  terhadap kecenderungan perilaku bullying pada siswa Sekolah Dasar Negeri kelas 5 dan 6 di Jakarta. Siswa Sekolah Dasar,  kelas 5 dan 6, di Jakarta, yang yang diasuh dengan mindfulness parenting sejumlah 202 (52.6%), sedangkan 182 responden (47,4%) tidak diasuh dengan mindfulness parenting. Kecenderungan perilaku  ullying yang tinggi sejumlah 195 responden (50,8%), sedangkan kecenderungan perilaku bullying rendah sebanyak 188 responden (49,2%).
PERBEDAAN KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN YANG TINGGAL DI KOTA DAN DI DESA DI KABUPATEN BANJAR Yesaya, yesica; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 23, No 01 (2025): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v23i01.466

Abstract

Pengasuhan anak dalam keluarga digambarkan sebagai suatu struktur ideal dengan kelengkapan dua sosok pengasuh untuk anak, yakni ayah dan ibu. sampai saat ini pengasuhan menitikberatkan pada peran ibu sebagai tokoh utama, padahal ayah dalam pendidikan anak juga memiliki peranan yang sangat besar. Namun fenonema yang kerap ditemukan di lingkungan adalah sebagian besar ayah tidak mau tahu mengenai pengasuhan serta perkembangan anak, termasuk pendidikan anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan keterlibatan ayah pada anak yang tinggal dikota dan di desa dengan menggunakan metode kuantitatif dengan analisis uji-T. subjek penelitian ini berjumlah 70 orang ayah yang tinggal di kota dan di desa di Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ditemukan perbedaan keterlibatan ayah dalam  pengasuhan yang tinggal di kota dan di desa di Kabupaten Banjar. Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada orang tua dan sebagai bahan pertimbangan mengenai keterlibatan ayah pada anak.
PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN GENERASI Z DI BANJARMASIN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI MEDIATOR sadiah, Khalimatus -; Komalasari, Shanty -; Fredita, Silva Yumi
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 23, No 01 (2025): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v23i01.472

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh efisiensi diri terhadap tingkat work engagement pada generasi Z di Banjarmasin dengan kepuasan kerja sebagai mediator. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 100 karyawan Generasi Z yang telah bekerja minimal satu tahun, diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Skala efisiensi diri, Skala kepuasan kerja, dan Skala keterikatan kerja yang telah terbukti valid dan reliabel. Proses analisis data meliputi uji regresi linier sederhana, regresi linier berganda, dan uji Sobel sebagai alat untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri tidak memiliki pengaruh langsung terhadap work engagement (β = 0,015; p = 0,918), namun memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (β = 0,530; p < 0,001). Selain itu, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap work engagement (β = 0,471; p = 0,004) dan berperan sebagai mediator dalam hubungan antara efisiensi diri dan work engagement, sebagaimana dibuktikan dengan uji Sobel (Z = 2,250; p = 0,024). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keterlibatan kerja dapat dicapai melalui peningkatan efikasi diri yang berkontribusi pada kepuasan kerja karyawan. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan dalam menyusun strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan keterlibatan karyawan melalui peningkatan efikasi diri dan kepuasan kerja.  
MASLOW'S BEFORE BLOOM’S: PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKOLOGIS PADA INTERAKSI PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Rahmadani, Anisa; Akbar, Muhammad Yudi Ali; Restavia, Oca; Damayanti, Dian Fitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 23, No 01 (2025): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v23i01.480

Abstract

The fulfillment of student well-being has been identified as a prominent factor influencing academic success and overall satisfaction learning experience in higher education. Awareness of the importance of meeting students' psychological needs has driven the idea of "Maslow before Bloom," which refers to how students require the fulfillment of basic needs before they can engage in academic learning, as outlined by Bloom's taxonomy. In the context of higher education, fulfilling these needs is crucial due to the complex academic, social, and institutional culture at universities. Therefore, the aim of this study is to explore the extent to which students' psychological needs are met through their interactions with lecturers. This qualitative study examines the perspectives of students and lecturers at Al-Azhar University of Indonesia through semi-structured interviews (n = 18) and thematic analysis using NVivo12. The main themes identified from the students' perspectives related to fulfilling psychological needs during the learning process include access to learning materials, forms of recognition, communication tools, responses to assignments, communicating expectations, and addressing student difficulties. Meanwhile, the themes identified from the lecturers' perspectives include student collaboration, providing learning resources, conducting learning evaluations, establishing classroom rules, varying forms of recognition, checking initial learning readiness, and providing communication tools and feedback for students. This study enriches the understanding of the concept of psychological well-being in students and offers insights into steps that lecturers can take to enhance student learning effectiveness.
STUDI DESKRIPTIF: GAMBARAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA GURU Simatupang, Marhisar; Murniati, Hamidah Dwi
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 23, No 01 (2025): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v23i01.486

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru yang diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2022/2023. Saat ditetapkannya kurikulum ini, terdapat beberapa guru yang dinyatakan belum siap dalam menerapkan Kurikulum Merdeka karena dari segi fasilitas sekolah belum memadai, namun sebagian guru juga sudah siap dalam menerapkan kurikulum ini karena fasilitas dan dukungan sudah diberikan. Di satu sisi guru ingin mendapatkan pelatihan lebih banyak lagi agar lebih optimal dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kesiapan untuk berubah pada guru yang menjalani Kurikulum Merdeka. Penelitian ini berjenis kuantitatif deskriptif menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling dengan kriteria guru sekolah negeri ataupun swasta, telah menjalani Kurikulum Merdeka minimal 1 semester. Responden sebanyak 399 guru. Alat ukur kesiapan untuk berubah dengan koefisien realibilitas  0,963 dan 41 aitem valid. Hasil penelitian menunjukkan guru yang memiliki kesiapan untuk berubah  tinggi sebesar 63.2% dan memiliki kesiapan untuk berubah yang rendah sebesar 36.8%. Guru berjenis kelamin laki-laki, guru swasta, tingkat pendidikan mengajar PAUD, lamanya menjalankan Kurikulum Merdeka selama >4 semester, memiliki gaji sebesar >5 juta, dan berusia 24-29 tahun memiliki kesiapan untuk berubah yang tinggi.

Page 10 of 10 | Total Record : 100