cover
Contact Name
Muhammad Arif Syihabuddin
Contact Email
arifmuhammad599@gmail.com
Phone
+6287752724043
Journal Mail Official
miyah.inkafa@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Jl. KH. Syafi'i No. 07 Suci Manyar Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
MIYAH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25497804     EISSN : 25498622     DOI : https://doi.org/10.33754/miyah
Islamic Studies that including Islamic education, language education, Islamic law, interpretation of the Quran and Islamic communication
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2019)" : 15 Documents clear
NILAI-NILAI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PROSES PENCIPTAAN NABI ADAM AS Muhammad Arif Syihabuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.851 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.171

Abstract

Abstract: This article discusses the value of Islamic education management contained in the process of creating the Prophet Adam as. In Islamic Education management, human resources are one of the main aspects that can determine the sustainability of an organization. If the human resources do not have a strong foundation and guidelines in running the organization, then carrying out the planned activities will be hampered. Therefore, the existing human resources at Islamic Education institutions need to understand the value of management contained in the process of creating the Prophet Adam as. The results of this study explain that the value of management contained in the process of creating the Prophet Adam as including the existence of planning, organizing, actualizing and controlling. These values are hikmah that can be used as guidelines and references in running an organization, and can be used as guidelines in carrying out the duties and roles of humans in life.Keyword: Islamic education management, values,
POTRET KAFA’AH DALAM PERNIKAHAN KAUM ALAWIYYIN GRESIK (PANDANGAN AL HABIB HUSEIN ABDULLAH ASSEGAF) Fashihuddin Arafat
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.285 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.173

Abstract

Abstrak: Islam sangat menghargai perempuan, hal ini bisa dilihat pada konsep Kafa`ah dalam pernikahan Islam. Kafa’ah dapat diartikan sebagai kesetaraan kondisi suami terhadap kondisi istri. Dalam syariatnya, Islam mendudukkan kafa`ah sebagai sesuatu yang “dipertim-bangkan” dalam nikah, namun tidak berkaitan dengan keabsahannya. Kafa’ah bagi kaum Alawiyyin Gresik adalah kafa’ah dalam hal nasab, Tujuan utama kafa’ah ini adalah untuk menjaga kelangsungan nasab keturunan Nabi Muhammad SAW. Nasab ini dilihat dari garis keturunan bapak atau pihak laki-laki dan bukan dari garis keturunan ibu atau pihak perempuan. Artikel ini bertujuan untuk mendes-kripsikan kafa’ah dalam pandangan Alawiyyin di Gresik dan apakah konsep kafa’ah ini sudah sejalan dengan hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Fakta empiris menunjukkan bahwa kaum Alawiyyin Gresik sangat berpegang teguh pada kafa’ah-nasab, dan di dalam hukum Islam bab kafa`ah hanyalah menjadi pertimbangan dalam pernikahan dan bukan soal keabsahannya. Namun demikian,  kafa’ah juga merupakan hak calon istri dan wali, mereka berdua berhak membatalkan rencana pernikahan jika terbukti bahwa calon suami tidak setara dengan calon istri.Kata Kunci: Kafa’ah, Alawiyyin.
PELAKSANAAN PARATE EKSEKUSI TERHADAP OBYEK PEMBIAYAAN MURABAHAH BARANG BERGERAK (KENDARAAN BERMOTOR) PADA BANK SYARIAH. Muhammad Rutabuz Zaman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.301 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.174

Abstract

Abstrak Bank Syariah dalam memberikan pembiayaan barang bergerak (kendaraan bermotor), melakukan perjanjian dengan nasabah debitur melalui akad pembiayaan murabahah. Agar Bank Syariah tidak mengalami kerugian atau permasalahan hukum dikemudian hari dalam mengambil langkah penyelesaian pembiayaan bermasalah/gagal bayar pada nasabah debitur, maka akad pembiayaan murabahah dengan obyek kendaraan bermotor tersebut, seyogyanya diikat dengan jaminan fidusia. Sehingga apabila di kemudian hari terjadi pembiayaan bermasalah/gagal bayar pada nasabah debitur, Bank Syariah dapat mengambil langkah pelaksanaan parate eksekusi terhadap obyek akad pembiayaan murabah yang diikat dengan jaminan fidusia. Selain itu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan dalam melakukan parate eksekusi, agar Bank Syariah walaupun memiliki kelengkapan dokumen dokumen hukum dalam pelaksanaan parate eksekusi untuk tetap meminta bantuan pengamanan dari pihak aparat yang berwajib (kepolisian).Kata Kunci: Parate Eksekusi, Murabahah
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PESANTREN Mohammad Makinuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.718 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.175

Abstract

Abstrak: Pendidikan pesantren merupakan pendidikan yang unik,  dengan berbagai ragamnya, pesantren telah melakukan penjaminan mutu terhadap pendidikan yang diselenggarakan, meskipun secara formal belum didapati lembaga formal dari pemerintah melakukan penilaian atau akreditasi terhadap mutu pesantren. Dalam perkembangannya yang sangat dinamis, pesantren mela-hirkan berbagai macam tipologi dan karakteristik. Diantaranya adalah Pesantren Salaf, Pesantren Modern, Pesantren Al-Qur’an, Pesantren Agrobisnis, Pesantren Multikultural dan lain sebagainya. Di samping itu mutu pendidikan pesantren dapat dilihat dari berbagai pers-pektif, di antaranya Transenden Approach (Pendekatan Transenden), Product Based Approach (Pendekatan Berbasis Standar), User Based Approach (Pendekatan Berbasis Pengguna), Manufacturing Based Approach (Pendekatan Berbasis Manufaktur) dan Value Based Approach (Pendekatan Berbasis Nilai).Kata Kunci: Penjaminan mutu, Pendidikan, Pesantren
TRANSAKSI JUAL BELI FOLLOWER INSTAGRAM DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Dani El Qori
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.296 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.176

Abstract

Abstrak: Jual beli Follower merupakan salah satu transaksi yang semakin marak terjadi di kalangan masyarakat. Dalam transaksi ini penjual menawarkan penambahan Follower secara online dengan tarif dan jumlah Follower yang telah ditentukan. Setelah transaksi disepakati, pembeli mentransfer uang kepada penjual kemuadian penjual menambahkan Follower pada akun instagram milik pembeli. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang bagaimana hukum transaksi ini dalam perspektif hukum Islam.Kata kunci: Follower, instagram, bai`, ijarah
DONOR ASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Abdul Halim
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.36 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.177

Abstract

Abstak: Air susu ibu, atau biasa disingkat ASI, memiliki keistimewaan besar bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Bahkan keberadaanya sebagai kebutuhan pokok bagi anak bayi tidak bisa tergantikan dengan susu lain atau makanan dan minuman lainya. Fungsi tersebut telah diakui oleh para dokter melalui penleitian ilmiah. al-Qur’an dan al-Hadist pun juga telah mengakui keistimewaan yang dikandung dalam ASI. Bahkan syara’ memberikan saran kepada orang tua bayi untuk menggantikan atau menyewa ibu lain ketika ibu kandungnya berhalangan untuk menyusuinya sendiri. Dampak hukum lain dari syara’ adalah mengenai konsekuensi hukum kemahraman yang ditimbulkan dari persususuan antara seorang perempuan lain dan bayi.Kata Kunci: Donor, ASI
PASAR MODAL SYARIAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM SEBAGAI PENGUAT EKONOMI NASIONAL Habib Masyhudi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.009 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.178

Abstract

Abstrak:             Pasar modal (capital market) merupakan tempat untuk memperdagangkan surat-surat berharga, sarana pendanaan dan kegiatan berinvestasi bagi perusahaan maupun institusi lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip instrumen pasar modal dalam perspektif Islam dalam rangka penguat ekonomi nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berin-vestasi dalam pasar modal hukumnya boleh. Dasarnya adalah pada hukum muamalah dan saat berinvestasi harus memperhatikan kaidah- kaidah fiqh, seperti Maghrib, atau Maysir, Gharar dan Riba serta tidak menimbulkan kemudharatan. Harus memisahkan antara berinvestasi dan berspekulasi. Transaksi pasar modal dan pasar uang syari’ah relatif masih sangat baru yang beroperasi di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, langkah-langkah sosialisasi perlu dilakukan guna membangun pemahaman akan keberadaan pasar modal syari’ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat dalam rangka stabilitas ekonomi nasional.Kata Kunci: Investasi, pasar modal syariah,
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM ALQURAN (KAJIAN KISAH LUQMAN) Arif Budiono
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.076 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.190

Abstract

Abstract: Anak merupakan harapan keluarga dna bangsa yang sangat berharta. Sebab, maju mundurnya suatu negara di masa depan sangat tergantung dengan kualitas anak saat ini, dan sejauhmana bangsa tersebut memberikan perhatian dalam mendidik, memberikan hak-hakny secara seimbang, sekaligus menyiapkan secara serius dalam membangun mentalitas anak dan karakter mulia. Term “anak” dalam Alquran disebutkan dalam istilah yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Kadang Alquran menyebutnya walad hingga 65 kali, jika yang dimaksud anak biologis. Dilain ayat, disebut ibn hingga 161 kali, yang mengandung makna anak biologis atau anak dalam pengertian majazi. Adapula penyebutan dengan menggunakan term s}ibya>n, t}ifl dan dzurriyyah. Banyakanya  term anak dalam Alquran mengindikasikan betapa penting permasalahan tentang anak, dan mendapat perhatian lebih dari kaum muslim. Realitas saat ini, masih sering kita dengar melalui media sosial (medsos) maupun elektronik seperti televisi, koran yang memberitakan bahwa sebagian anak bangsa ini terlantar dan terabaikan hak-haknya. Sebagian menjadi obyek kekerasan orang tua, bahkan dieksploitasi orang tuannya sebagai lumbung pencetak uang, dipekerjakan sebelum usia mereka siap untuk bekerja. Bahkan, diperjualbelikan (trafficking), terlibat narkoba dan pergaulan bebas. Kasus dan praktik dehumanisasi sering terjadi, padahal amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34 secara tegas telah mengatur, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar seperti itu mestinya menjadi tanggungjawab negara. Pemerintah dituntut mengambil langkah strategis menyikapi fenomena ini. Orang tua merupakan sosok sentral untuk menyelamatkan anak dalamnya skup yang terkecil, yakni keluarga. Jika keluarga menjalankan fungsinya dengan baik, mengembalikan fungsi rumah seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw dalam konsep Baiti> Jannati>, akan sangat membantu dan meringankan pemerintah. Rasanya cita-cita bangsa ini menjadi Baldatun T{ayyibah wa Rabb Ghafu>r hanya menunggu waktu saja. Pola asuh orang tua terhadap anak yang berbasis nilai-nilai Alquran dengan meneladani kisah Luqman dalam Alquran dalam diterapkan dalam kehidupan. Pola asuh yang dilakukan orang tua atas dasar Love  yang dibangun diatas pondasi nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, keadilan, kasih sayang, kejujuran serta tanggung jawab. Jika orang tua tidak lagi memperhatikan anaknya, bahkan terkesan mengabaikan hak-hak anak dan meninggalkan model pola asuh Qurani, sama saja ia sedang menggali kuburan bagi anak dan dirinya sendiri.Keyword: Pola Asuh, Luqman, Teladan
ISTIHSAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMETAPAN HUKUM ISLAM Achamad Lubabul Chadziq
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.111 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.192

Abstract

implementasinya dalam penetapan hukum Islam. Terkadang terjadi banyak teransaksi atau praktek-praktek ekonomi yang hukumnya berpindah dari hukum  aslinya yang telah ditetapkan oleh dalil syara’, karena didapatkan manfat dan kemaslahatan yang lebih banyak ketika dilakukan perpindahan tersebut. Hal itu butuh pemahaman yang lebih untuk mencari bagaimana seharusnya praktek kegiatan itu dilaksanakan sehingga didapatkan hukum yang sesuai dengan maqasid syari’ah dan jauh dari kepentingan hawa nafsu yang senasntiasa mendorong pada hal-hal yang tidak diridloi Allah SWT.Keyword: Istihsan, implementasi dan maqasid syari’ah
KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF MAZHAB BEHAVIORISME Ali Sodikin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.196 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.193

Abstract

Abstrak : Kurikulum merupakan bagian dari sistem pendidikan yang tidak bisa dipisahkan dengan komponen sistem lainnya. Tanpa Kurikulum suatu sistem pendidikan tidak dapat dikatakan sebagai sistem pendidikan yang sempurna. Ia merupan ruh (spirit) yang menjadi gerak dinamik suatu sistem pendidikan, Ia juga merupakan sebuah idea vital yang menjadi landasan bagi terselenggaranya pendidikan yang baik. Dalam kedudukannya yang strategis, kurikulum memiliki fungsi holistik dalam dunia pendidikan; Ia memiliki peran dan fungsi sebagai wahana dan media konservasi, internalisasi, kristalisasi dan transformasi ilmu penge-tahuan, teknologi, seni dan nilai-nilai kehidupan ummat manusia. Sebagai wahana dan media konservasi, kurikulum memiliki konstribusi besar dan strategis bagi pewarisan amanat ilmu pengetahuan yang diajarkan Allah SWT melalui para nabi dan rosul, para filosof, para cendikiawan, ulama, akademisi dan para guru, secara turun temurun, inter dan antar generasi melalui pengembangan potensi kognetif, afektif dan psikomotorik para muridnya. Sehingga ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan dalam kerangka menciptakan situasi kondusif, dinamis dan kostruktif tatanan dunia ini berlangsung secara kontinum.Kata kunci: Kurikulum, Mazhab Behaviorisme

Page 1 of 2 | Total Record : 15