cover
Contact Name
Muhammad Arif Syihabuddin
Contact Email
arifmuhammad599@gmail.com
Phone
+6287752724043
Journal Mail Official
miyah.inkafa@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Jl. KH. Syafi'i No. 07 Suci Manyar Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
MIYAH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25497804     EISSN : 25498622     DOI : https://doi.org/10.33754/miyah
Islamic Studies that including Islamic education, language education, Islamic law, interpretation of the Quran and Islamic communication
Articles 230 Documents
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU Aflachal Muthowah
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.25 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.113

Abstract

The purpose of this research is to examine and analyze theinfluence of leadership style and work environment on teacher performance inpublic junior high school. The population in this study are all teachers who teachas many as 52 teachers. So the research is a population study as a sample.Data analysis techniques in this study using path analysis (Path Analysis) toanalyze the data obtained. Operated through SPSS 16 program. The result ofanalysis shows that there is a positive influence of leadership style on teacherperformance and there is positive effect of work environment on teacherperformance
ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF FATHI OSMAN Arif Budiono
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.114

Abstract

Masyarakat modern megnalami peningkatan pendidkan dan mempunyai kultur umum. Partisipasi dalam perubahan sosial membutuhkan kesadaran, imajinasi, kepekaan moral, dan perhatian terhadap masalah publik dalam derajat tertentu serta kemampuan menggeneralisirnya dari pengalaman pribadi dan lokal.  Pengalaman masyarakat muslim yang pernah mencapai peradaban tinggi dalam segala bidang dalam kurun waktu 7 abad (abad 8 – 14 M), menjadi bukti tak terbantahkan peran aktif mereka dan sumbangsih berharga bagi perkembangan peradaban dunia. Namun, bagi Fathi Osman yang terpenting saat ini bukanlah euforia akan masa lalu yang ditonjolkan, akan tetapi sikap kritis dan kesadaran bahwa masyarakat muslim adalah bagian dari masyarakat internasional yang dituntut ikut berperan aktif dalam menciptakan kemaslahatan dunia, memberikan solusi terhadap permasalahan global, sekaligus menjauhi sikap Ghetto Minded atau Narrow Minded (berpandangan sempit dan hanya bersifat lokalitas) dan cepat berburuk sangka terhadap pihak lain. Asumsi dasarnya adalah bahwa praktik ibadah harus terkait secara langsung dengan kepedulian sosial, dengan landasan tauhid yang mewujud ke ranah praktis dalam bentuk ibadah sosial. Strategi yang ia tawarkan adalah 1). Sikap terbuka terhadap hukum internasional 2). Memaknai ulang konsep Qat'i dan Dzanni 3). Menerima suatu perubahan dengan melakukan ijtihad  4). Formulasi dan kodifikasi kembali hukum Islam 5). Membangun pemahaman baru tentang gender dan hubungan muslim – non muslim 6). Ikut aktif menciptakan perdamaian dunia dalam organisasi internasional PBB. Implikasinya adalah diperlukan kesadaran umat Islam bergandengan tangan dengan masyarakat internasional, dalam rangka peningkatan kesehatan, pendidikan, perkembangan, ekonomi, layanan masyarakat, menjaga hubungan internasional, dengan mengkomunikasikan nilai-nilai agama dalam menggagas kesejarahteraan dunia yang bersifat global. Hal ini penting dilakukan sebagai sikap koperatif dalam menyikapi pluralisme sebagai suatu realitas, menurutnya pluralisme adalah bentuk kelembagaan dimana penerimaan terhadap keragaman meliputi masyarakat tertentu dan dunia secara keseluruhan. Maknanya lebih dari sekedar toleransi moral atau koeksistensi pasif
PENGARUH ASMA ARTHO TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI PEMEGANGNYA Bahrul Huda
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.99 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.115

Abstract

Memenuhi kebutuhan duniawi untuk kemapanan beribadah merupakan perilaku yang diusahakan mayoritas umat Islam. Walaupun kadang tergelincir dengan stagnan bergelut setiap harinya mencari harta untuk kebutuhan duniawinya yang sudah berlebih-lebihan dan lupa akan ibadah untuk akhiratnya kelak. Segala aktifitas di dunia ini haruslah dilandasi dengan doa, sebab eksitensi manusia ini tujuan utamanya adalah ibadah. Dalam berdoa ada berbagai metode yang secara jelas dan eksplisit dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Asma Artho, merupakan salah satu bentuk perilaku doa. Namun ia juga riskan dikatakan syirik ketika pemilik dan pemegangnya tidak meniatinya dengan bijak. Dengan menerapkan metode survei secara acak, penulis dalam tulisan ini berusaha mengungkapkan sebarapa jauh pengaruh asma artho dalam meningkatkan ekonomi pemegangnya.
PENDIDIKAN BAHASA ARAB BERBASIS MULTIKULTURAL Farid Qomaruddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.484 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.116

Abstract

Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk yang mempunyai berbagai macam kebudayaan. Hal ini bisa dilihat dari realita sosial yang ada disekitar kita. Bukti kemajemukannya bisa dibuktikan melalui semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Dari keaneka-ragaman budaya tersebut tidak terlepas dari pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan bahasa Arab harus melihat aspek-aspek multikultural yang ada di Indonesia tanpa membedakan latar belakang ragam budaya peserta didik dengan harapan bahasa Arab mampu diterima berbagai kalangan sehingga mampu menumbuh kembangkan rasa solidaritas dan cinta terhadap bahasa Arab, dengan demikian akan tumbuh kesadaran bahwa Islam adalah Rahmah li al-‘Alamin.
REMIDIAL TEACHING SEBAGAI USAHA PENDIDIK MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA M. Muizuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.485 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v12i2.117

Abstract

Tulisan ini akan mengungkap berbagai fenomena kesulitan belajar yang dialami oleh siswa,baik didalam maupun diluar sekolah. Guru/orang tua yang dalam kaitannya ini sebagai seorang pendidik berkewajiban membantu siswanya untuk menolong kesulitan belajar yang dialaminya. Adapun dalam menolong kesulitan belajar yang dialami oleh seorang murid, pendidik hendaknya mengetahui penyebab serta akar masalah dari kesulitan tersebut. Sehingga setelah mengetahui akar masalahnya maka pendidik akan mendiagnosa serta menentukan treatmen yang akan digunakan untuk menolong siswa tersebut. Penulis menyimpulkan bahwasannya setiap siswa mempunyai kesulitan tersendiri dalam belajar, dan dalam penanganannya seorang pendidik harus mengidentifikas secara mendalam kemudian, mendiagnosa kesulitan dan menentukan treatmen yang efektif dan efisien.
RELEVANSI ETIKA BISNIS PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI DENGAN HERMAWAN KARTAJAYA Habib Masyhudi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.884 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.118

Abstract

Studi dalam penelitian ini mengkaji tentang relevansi etika bisnis perspektif Ima>m al-Ghaza>li> dalam kitab Ih{ya>’ ‘Ulum al-Di>n dan etika bisnis perspektif Hermawan Kartajaya. Ima>m al-Ghaza>li> adalah seorang sufi yang ahli dalam tasawuf, jarang orang menggambarkanya sebagai ahli bisnis. Hermawan Kartajaya adalah seorang penulis yang ahli dalam bisnis dan marketing. Menurut Hermawan Kartajaya bisnis telah kian terpuruk oleh tangan-tangan orang yang tidak punya etika dan moral. Banyak pemikiran yang berkembang saat ini mengatakan bahwa dalam bisnis faktor etika tidak harus dilibatkan, karena akan menghambat pendapatan yang akan didapat. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah relevansi antara konsep  etika bisnis perspektif Ima>m al-Ghaza>li> dalam kitab Ih}ya>’ ‘Ulu>m al-Di>n dan konsep etika bisnis perspektif Hermawan Kartajaya.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa etika bisnis yang dikonstruk oleh Ima>m al-Ghaza>li> dan Hermawan Kartajaya terindikasi dari nilai-nilai humanity yang bersifat universal, yang memperkokoh hakikat dan tujuan dalam bisnis. Setelah melakukan penelitian, ditemukan relevansi antara etika bisnis Ima>m al-Ghaza>li> dalam kitab Ih}ya>’ ‘Ulu>m al-Di>n dan etika bisnis Hermawan Kartajaya. Relevansi antara etika bisnis Ima>m al-Ghaza>li> dan Hermawan Kartajaya, antara lain dalam aspek motivasi dan niat positif dalam berbisnis, provit dalam bisnis, etos kerja, proper behaviour, profesionalisme, price value dalam bisnis dan spiritual value dalam bisnis. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, dapat dikembangkan saran kepada pelaku bisnis hendaknya mengedepankan nilai-nilai spiritual dalam bisnis, karena spiritual dalam bisnis bersifat universal dan bukan hanya milik Islam.  
ISLAM DAN KONSTITUSI DALAM PERSPEKTIF KH. ABDURRAHMAN WAHID Muhammad Najib
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.792 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.119

Abstract

Pokok pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid sangat inspiratif dalam menyelesaikan berbagai problem keagamaan dan kebangsaan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Baginya, doktrin Islam tentang negara adalah doktrin tentang keadilan dan kemasyarakatan. Untuk itu, ideologi yang relevan bagi Indonesia adalah ideologi Pancasila; selain itu, demokrasi adalah kebebasan, keadilan, dan musyawarah.Gus Dur tidak ingin menampilkan politik Islam yang monoton dan melihat Piagam Madinah sebagai justifikasi bagi manifestasi politik Islam yang inklusif, yaitu politik Islam yang menekankan pada nilai-nilai substansial Islam yang universal seperti keadilan, persamaan, kebebasan, dan syura’ (demokrasi). Gus Dur sangat kritis terhadap bentuk formal dan simbol-simbol politik Islam yang seringkali diperankan mengingkari substansi dari nilai-nilai Islam tersebut. Dia berkeyakinan nilai-nilai universal Islam selaras dengan nilai-nilai Hak-hak Asami Manusia (HAM) dalam Deklarasi Hak-Hak Asami Manusia tahun 1948 sehingga dia melihat Barat bukan sebagai musuh tetapi sebagai mitra. Namun dia perlu mengembangkan konsep HAM dari lingkungan umat Islam sendiri untuk menangkal proses sekulerisasi seperti yang terjadi dalam peradaban Barat.Kata Kunci: Islam, KH. Abdurrahman Wahid, Konstitusi
URGENSI PENGETAHUAN MAQASHIDUS SYARI’AH DALAM MEMAHAMI HUKUM- HUKUM MASALAH KONTEMPORER Ahmad Muhammad Sa’dul Kholqi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.093 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.120

Abstract

Mengetahui maqashid asy-syari’ah (tujuan Allah dalam setiap syariat-Nya /perintah atau larangan-Nya) bagi seorang faqih dan mufti sebelum mengeluarkan fatwa adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan khususunya pada era zaman sekarang. karena Sebagaimana kita ketahui, bahwa informasi hukum yang terdapat dalam al-Qur’an dan al-Hadits sangat terbatas, sementara permasalahan terus bermunculan. Jika tidak ditemukan dalam ayat al-Qur’an maupun matan(teks) hadis, maka yang harus dilakukan adalah memahami isi (substansi) dan jiwa (spirit) dari syariat Islam, agarsupaya tidak bertentangan dengan dasar-dasar agama Islam.
DIMENSI SOSIAL TAWHID; KONSTRUKSI JARINGAN RELASIONAL ISLAM PERSPEKTIF HASSAN HANAFI Ahmad Zainuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.1 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.121

Abstract

teologi yang diyakini secara dogmatik tak mampu menjadi “pandangan yang benar-benar hidup” yang memberi motivasi tindakan dalam kehidupan kongkret manusia. Hal ini dikarenakan penyusunan doktrin teologi tidak didasarkan atas kesadaran murni dan nilai-nilai perbuatan manusia, sehingga muncul keterpecahan (split) antara keimanan teoritis dan keimanan praktis dalam umat Islam. Hasan Hanafi menawarkan pertama, transformasi teologi dari teosentris menjadi antroposentris. Kedua, untuk membangun teologi antroposentris digunakan metode dialektika, hermeneutik, fenomenologi dan eklektik. Ketiga, kritis dan rasional dalam membangun nalar teologi lebih aktual dengan tidak meninggalkan akar tradisi Islam. Dengan mengintegrasikan jaringan relasional peran strategis agama dalam perubahan sosial. Tawh}i>d menjadi titik pijak untuk menjadikan islam sebagai spirit perubahan sosial ditengah-tengah kondisi keterpurukan masyarakat, Agama tidak semata-mata sebagai praktek peribadatan yang cenderung hanya sebagai tanggungjawab individu muslim dengan Tuhan, tetapi agama juga menjadi ideologi sosial. Keyword. Tawh}i>d, Hassan Hanafi, Perubahan Sosial
CULTIVATING TRADITIONAL GAMES BANJAR IN SCHOOL Makherus Sholeh
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.423 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.122

Abstract

The objectives of the study were to describe: 1) various Banjar’s traditional games implemented in schools 2) Benefits of Banjar’s traditional games, 3) Strategy to cultivate Banjar’s traditional games at school. This study used descriptive-qualitative method and the research is done in SDN Mekar 9 Banjarmasin. The subjects of this study were 5 people consisting of principal, teachers, staff and 2 students. The data collection techniques used are 1) Observation, 2) Interview, and 3) Documentation. The process of data analysis using Miles Huberman consisting of four stages in analyzing data, namely: 1) Data collection, 2) Data reduction, 3) Data exposure and 4) Conclusion. Banjar’s Traditional games are cultivated bacucuk bimbi, bahasisnan, ba-u-upauan, badaku, ampar ampar pisang, badamprak, jump rope and bakujur. Benefits of traditional games of the banjar, among others, can be classified on moral development of religion, social emotional, cognitive and physical motor. While the strategy to cultivate Banjar’s traditional games at school through 4 stages, namely. (1) structural approach, (2) formal approach, (3) mechanical approach, (4) organic approach.Keywords: Cultivating, Traditional Games Banjar, School Culture

Page 4 of 23 | Total Record : 230