cover
Contact Name
Muhammad Arif Syihabuddin
Contact Email
arifmuhammad599@gmail.com
Phone
+6287752724043
Journal Mail Official
miyah.inkafa@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Jl. KH. Syafi'i No. 07 Suci Manyar Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
MIYAH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25497804     EISSN : 25498622     DOI : https://doi.org/10.33754/miyah
Islamic Studies that including Islamic education, language education, Islamic law, interpretation of the Quran and Islamic communication
Articles 216 Documents
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM ALQURAN (KAJIAN KISAH LUQMAN) Arif Budiono
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.076 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.190

Abstract

Abstract: Anak merupakan harapan keluarga dna bangsa yang sangat berharta. Sebab, maju mundurnya suatu negara di masa depan sangat tergantung dengan kualitas anak saat ini, dan sejauhmana bangsa tersebut memberikan perhatian dalam mendidik, memberikan hak-hakny secara seimbang, sekaligus menyiapkan secara serius dalam membangun mentalitas anak dan karakter mulia. Term “anak” dalam Alquran disebutkan dalam istilah yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Kadang Alquran menyebutnya walad hingga 65 kali, jika yang dimaksud anak biologis. Dilain ayat, disebut ibn hingga 161 kali, yang mengandung makna anak biologis atau anak dalam pengertian majazi. Adapula penyebutan dengan menggunakan term s}ibya>n, t}ifl dan dzurriyyah. Banyakanya  term anak dalam Alquran mengindikasikan betapa penting permasalahan tentang anak, dan mendapat perhatian lebih dari kaum muslim. Realitas saat ini, masih sering kita dengar melalui media sosial (medsos) maupun elektronik seperti televisi, koran yang memberitakan bahwa sebagian anak bangsa ini terlantar dan terabaikan hak-haknya. Sebagian menjadi obyek kekerasan orang tua, bahkan dieksploitasi orang tuannya sebagai lumbung pencetak uang, dipekerjakan sebelum usia mereka siap untuk bekerja. Bahkan, diperjualbelikan (trafficking), terlibat narkoba dan pergaulan bebas. Kasus dan praktik dehumanisasi sering terjadi, padahal amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34 secara tegas telah mengatur, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar seperti itu mestinya menjadi tanggungjawab negara. Pemerintah dituntut mengambil langkah strategis menyikapi fenomena ini. Orang tua merupakan sosok sentral untuk menyelamatkan anak dalamnya skup yang terkecil, yakni keluarga. Jika keluarga menjalankan fungsinya dengan baik, mengembalikan fungsi rumah seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw dalam konsep Baiti> Jannati>, akan sangat membantu dan meringankan pemerintah. Rasanya cita-cita bangsa ini menjadi Baldatun T{ayyibah wa Rabb Ghafu>r hanya menunggu waktu saja. Pola asuh orang tua terhadap anak yang berbasis nilai-nilai Alquran dengan meneladani kisah Luqman dalam Alquran dalam diterapkan dalam kehidupan. Pola asuh yang dilakukan orang tua atas dasar Love  yang dibangun diatas pondasi nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, keadilan, kasih sayang, kejujuran serta tanggung jawab. Jika orang tua tidak lagi memperhatikan anaknya, bahkan terkesan mengabaikan hak-hak anak dan meninggalkan model pola asuh Qurani, sama saja ia sedang menggali kuburan bagi anak dan dirinya sendiri.Keyword: Pola Asuh, Luqman, Teladan
ISTIHSAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMETAPAN HUKUM ISLAM Achamad Lubabul Chadziq
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.111 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.192

Abstract

implementasinya dalam penetapan hukum Islam. Terkadang terjadi banyak teransaksi atau praktek-praktek ekonomi yang hukumnya berpindah dari hukum  aslinya yang telah ditetapkan oleh dalil syara’, karena didapatkan manfat dan kemaslahatan yang lebih banyak ketika dilakukan perpindahan tersebut. Hal itu butuh pemahaman yang lebih untuk mencari bagaimana seharusnya praktek kegiatan itu dilaksanakan sehingga didapatkan hukum yang sesuai dengan maqasid syari’ah dan jauh dari kepentingan hawa nafsu yang senasntiasa mendorong pada hal-hal yang tidak diridloi Allah SWT.Keyword: Istihsan, implementasi dan maqasid syari’ah
KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF MAZHAB BEHAVIORISME Ali Sodikin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.196 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i2.193

Abstract

Abstrak : Kurikulum merupakan bagian dari sistem pendidikan yang tidak bisa dipisahkan dengan komponen sistem lainnya. Tanpa Kurikulum suatu sistem pendidikan tidak dapat dikatakan sebagai sistem pendidikan yang sempurna. Ia merupan ruh (spirit) yang menjadi gerak dinamik suatu sistem pendidikan, Ia juga merupakan sebuah idea vital yang menjadi landasan bagi terselenggaranya pendidikan yang baik. Dalam kedudukannya yang strategis, kurikulum memiliki fungsi holistik dalam dunia pendidikan; Ia memiliki peran dan fungsi sebagai wahana dan media konservasi, internalisasi, kristalisasi dan transformasi ilmu penge-tahuan, teknologi, seni dan nilai-nilai kehidupan ummat manusia. Sebagai wahana dan media konservasi, kurikulum memiliki konstribusi besar dan strategis bagi pewarisan amanat ilmu pengetahuan yang diajarkan Allah SWT melalui para nabi dan rosul, para filosof, para cendikiawan, ulama, akademisi dan para guru, secara turun temurun, inter dan antar generasi melalui pengembangan potensi kognetif, afektif dan psikomotorik para muridnya. Sehingga ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan dalam kerangka menciptakan situasi kondusif, dinamis dan kostruktif tatanan dunia ini berlangsung secara kontinum.Kata kunci: Kurikulum, Mazhab Behaviorisme
Paradigma Ilmu Agama, Sosial dan Humaniora Muhammad Majduddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.03 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.194

Abstract

Abstract: This article discusses the paradigm of science by focusing on the paradigm of the religion, social and humanities. The discussion in this article is very importantbecause the development of science will continue to occur evolutionarily. The study carried out in this article is expected to contribute to the development of science in the life of mankind. The method used in this article is to conduct a study through the study of literature. Among the results of the study in this article are Religion and Science together designing and preparing for the future of humanity. Religious design is further and abstract and provides peace of life after death, while science and technology are shorter and concrete designs to deal with life in this world.Keyword: Paradigm, religion, social and humanities.
Studi Komparatif Antara Tafsir Al Misbah Dan Tafsir Al Azhar Misbahul Munir
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.559 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.195

Abstract

Abstract: Artikel ini membahas tentang komparasi antara Tafsir Al Azhar dan Tafsir Al Misbah. Tafsir al Azhar adalah karya seorang ulama yang dikenal sebagai aktifis  pergerakan social, ahli sastra dan oaring pertama yang mendapatkan gelar Honouris Causa (H.C) dari Universitas Al Azharc Mesir. Beliau bernama Haji Abdul Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan HAMKA. Sedangkan Tafsir Al Misbah di susun oleh ahli tafsir modern kebanggaan Indonesia yang menjadi orang pertama di Asia Tenggara yang meraih gelar doktor dalam Ilmu-Ilmu al-Qur’an dengan Yudisium summa cum laude disertai penghargaan tingkat I (mumtaz ma’a martabat al-shara>f al-ula) di Universitas al-Azhar Mesir. Beliau bernama M. Quraish Shihab. Studi ini akan membahas dua kitab tafsir tersebut  dari segi sistematika penulisan, corak penafsiran hingga metode penafsiran. Metode penafsiran akan dilihat dari tiga perspektif, yakni perspektif sumber penafsiran, perspektif cara menguraikan penafsiran dan parspektif sasaran obyek yang ditafsirkan.Keyword: Al Azhar, Al Misbah, sistematika, corak dan metode.
TASAWUF KONTEKSTUAL DAN GERAKAN DAKWAH BERBASIS HOLISTIK TERAPI OPERASI BEDAH H. NURUL KAWAKIB Ahmad Zainuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.556 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.198

Abstract

Trasnformasi spiritualias dalam kegiatan medis telah banyak dilakukan oleh berbagai ahli medis, selain sebagai sebuah kolaborasi keseimbangan antara kesehatan jasmani dan ruhani dalam proses penyembuhan suatu penyakit, juga menjadi media dakwah bagi seorang dokter terhadap pasiennya. Pendekatan holistic sebagai bentuk-bentuk transformasi nilai-nilai spiritualias dalam dunia medis adalah bentuk-bentuk kontekstualisasi pendekatan tasawuf dalam berdakwah yang dintegrasikan dengan dunia medis. Riset ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih mendalam terhadap praktek medis berbasis holistic terapi pada operasi bedah yang dilakukan oleh H. Nurul Kawakib, dr, Sp.B, berikut gerakan dakwah yang dilakukan. Dalam prakteknya, pasien diajak untuk berdialog secara substansi tentang fitrah kemanusiaan dan keimanan, penggunaan ayat-ayat suci Al-Qur’an tertentu dan anjuran untuk bersedekah serta memperkuat silaturrakhim antar sesama makhluk merupakan bentuk pendekatan holistic dan kontekstualisasi tasawuf yang dilakukan Nurul Kawakib. Faktanya, banyak pasien termotivasi secara spiritual setelah mengikuti serangkaian proses penyebuhan, sehingga sebagai sebuah gerakan dakwah, Nurul kawakib mampu membuktikan bahwa nilai-nilai agama mampu menjadi pendekatan terbaik dalam proses penyembuhan seorang pasien.Keyword: Tasawuf Kontekstual, dan Holistik Terapi Operasi Bedah Nurul Kawakib, dan Gerakan Dakwah
AKAD-AKAD DALAM KARTU KREDIT SYARIAH PRESPEKTIF HUKUM ISLAM Habib Masyhudi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.965 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.199

Abstract

Abstrak: Seiring dengan kemajuan teknologi digital dalam perbankan syari’ah yang mana uang menjadi obyek utama perbankan mengalami perubahan yang cukup signifikan dan bahkan lebih modern. Credit Card atau bithaqah i’timan adalah kartu yang diterbitkan oleh Bank atau lembaga lain yang mengizinkan bagi pemilik (pemegang) kartu untuk mendapatkan kebutuhannya dengan cara pinjaman. Dalam kartu kredit syariah terdapat beberapa macam akad, meliputi Akad kafalah; Akad qardh; dan Akad ijarah yang semuanya memiliki landasan syar’i Al-Qur’an dan As-Sunnah. Secara umum, batasan kartu kredit syariah diperbolehkan selama tidak menimbulkan riba; tidak digunakan untuk transaksi yang tidak sesuai dengan syariah; tidak mendorong pengeluaran yang berlebihan (israf), dengan cara antara lain menetapkan pagu maksimal pembelanjaan dan tidak memberikan fasilitas yang bertentangan dengan syariah. Meskipun menjadi perdebatan para ulama ahli fiqh, namun adanya percampuran akad dalam kartu kredit syari’ah tidak sampai menjadikannya haram, hal ini didukung oleh pendapat ulama Hanabilah, Malikiyah, dan Syafi’iyah.Kata kunci: Akad, Kartu Kredit Syariah
TINJAUAN PADA KAIDAH FIQHIYYAH “AL’IBROH FIL IBADAH BIMA FI DZONNIL MUKALLAF WA MA FI NAFSIL AMRI, WA FIL MU’AMALAH BIMA FI NAFSIL AMRI” DALAM PERSEPEKTIF 4 MADZHAB Ahmad Muhammad Sa’dul Kholqi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.919 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.200

Abstract

Abstrak: Pentingnya akan kedudukan kaidah fiqhiyyah adalah sesuatu yang tidak bias dipungkiri oleh para ulama apalagi selain mereka, sebab nash- nash Quran dan hadist terbatas sementara kejadian dan peristiwa yang dialami manusia terus bertambah banyak dan bermacam-macam yang bentuknya yang mana tiap dari kejadian itu menuntut untuk diketahui hukumnya dalam syariat islam, maka dari sini para ulama pengambil dari nash- nash tersebut beberapa kaidah baik itu kaidah fiqhiyyah atau kaidah ushuliyyah yang bisa diterapkan diwaktu kapanpun dan dimananapun supaya membantu para fuqoha dan ulama untuk mengetahui hukum dari peristiwa yang baru. Diantara kaidah fiqhiyyah yang menempati posisi terpenting dalam hal ini adalah kaidah: ”Al’ibroh Fil Ibadah bima fi dzonnil mukallaf wa ma fi nafsil amr, wa fil mu’amalah bima fi nafsil amr” karena kaidah ini berhubungan dengan hal yang tidak terlepaskan dari kehidupan seorang hamba yaitu hubungan mereka dengan penciptanya (ibadah) dan hubungan mereka dengan sesama (mu’amalah).Kata Kunci: kaidah fiqhiyyah
MANAJEMEN PELAYANAN PERSPEKTIF AL-QURAN DAN HADITS Azhar Lujjatul Widad; Ega Rahmat Pauji; Ari Prayoga
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.557 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v16i2.204

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk menelusuri pemahaman manajemen pelayanan dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang dipakai adalah maudhu’i atau tematik. Penulis mengumpulkan berbagai ayat Al-Quran mengenai manajemen pelayanan serta menyertakan beberapa pendapat mufasir tentang tafsir ayat tersebut. Dari penelitian ini, menemukan banyak ayat Al-Quran dan Hadist yang menyinggung prinsip-prinsip manajemen pelayanan. Simpulan dari penelitian ini bahwa Pelayanan merupakan dimensi mu’amalah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam,salah satunya pada bidang pendidikan. Pelayanan dengan kualitas terbaik adalah suatu keharusan, ayat Al-Qur’an dan hadis pun berbicara banyak mengenai pelayanan melipuiti: tangibles, realibility, responsiveness, assurance dan emphaty.
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN HAJI DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DI BRI SYARIAH KANTOR CABANG PEMBANTU BOJONEGORO Nur Azizah; Joko Hadi Purnomo; Niswatin Nurul Hidayati
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.926 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v16i1.206

Abstract

Abstract: This research aimed to explain how the marketing strategy of Pilgrimage savings products in increasing competitive advantage, how effective the marketing strategy of Pilgrimage savings products in increasing competitive advantage and what factors are hampering and supporting in marketing Pilgrimage savings products at BRI Syariah KCP Bojonegoro. This research was conducted at the BRI Syariah KCP Bojonegoro, located at Jalan Untung Suropati A No.9 Ruko Adipura Bojonegoro. The subjects used in this research to assess the effectiveness of Pilgrimage savings marketing are leaders, Branch Operation Superviors (BOS) and customer service, while the object is the marketing strategy, the effectiveness of marketing strategies, and inhibiting and supporting factors in marketing the Pilgrimage savings product. This research used data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the research were marketing strategies which included (segmentation, marketing mix, conducting studies in mosques or mushallas, exploring customer profiles, and applying service strategies). The effectiveness of the marketing strategy of the Pilgrimage savings product is very effective in terms of its marketing strategy system through online media.Keywords: marketing strategy, and Pilgrimage saving

Page 9 of 22 | Total Record : 216