cover
Contact Name
Ridha Fadila Putri
Contact Email
ridhafadila61@gmail.com
Phone
+6282285329559
Journal Mail Official
stit.q@stit-alquraniyah.ac.id
Editorial Address
Jl. Affan Bachsin No.13 Manna Bengkulu Selatan 38518 Telp.(0739) 21689
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
ISSN : 24601292     EISSN : 27462773     DOI : Prefix by Crossref
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Education, which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of Islamic Education, Education Policy, Learning Strategy, Management Education, Islamic Economic as well as the examination of contemporary issues in the field Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
GENERASI MUDA JADIKAN TIKTOK SEBAGAI STANDAR KECANTIKAN. Salsabilla Nuur Agustin
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69775/jpia.v11i2.412

Abstract

Penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan dalam cara generasi muda memahami dan mengadopsi standar kecantikan. Platform ini memungkinkan penyebaran tren kecantikan secara luas dan cepat, sehingga mempengaruhi pola pikir serta perilaku konsumtif mahasiswa sebagai pengguna aktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak standar kecantikan yang dibentuk oleh TikTok terhadap mahasiswa serta bagaimana Islam memberikan perspektif alternatif dalam menyikapi fenomena ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap mahasiswa pengguna aktif TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tekanan sosial dan peningkatan rasa insecure akibat eksposur terhadap standar kecantikan di media sosial. Sebagai solusi, Islam mengajarkan konsep Qana'ah atau rasa cukup, yang membantu individu untuk lebih bersyukur, menerima diri sendiri, serta menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan.
Peran Pembina Asrama dalam Membimbing Karakter Religius Santri MAN Bengkulu Selatan Elsi Susanti
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69775/jpia.v11i2.479

Abstract

Pembinaan karakter religius bukan hanya sekedar memberitahukan mana yang baik dan mana yang buruk, melainkan juga mempengaruhi dan mendorong agar membentuk hidup yang suci sesuai dengan memproduksi kebaikan dan kebajikan yang mendatangkan manfaat bagi manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran pembina asrama dalam membimbing karakter religius sanri MAN Bengkulu Selatan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter religius di Asrama MAN Bengkulu Selatan. Metode Penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang tidak menggunakan sistematik, maksudnya data yang dikumpulkan berupa teks atau kata-kata. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang bertujuan melakukan studi yang mendalam mengenai suatu unit social sedemikian rupa, sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisir dengan baik dan lengkap mengenai unit social tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Pembina Asrama dalam Pembinaan Karakter Religius Santri MAN Bengkulu Selatan yakni Pembina asrama mengajarkan kedisiplinan, tata karma, dan sopan santun kepada para santri dengan cara memberikan kasih sayang dan perhatian, memberikan pengetahuan dengan suka rela, memberikan motivasi kepada para santri dan mampu memahami setiap karakter para santri sebagaimana orang tua terhadap anaknya sendiri serta mengadakan tahfidz, dan di wajibkan setoran dua hari sekali, melakukan pembiasaan yang positif seperti, sholat wajib berjama’ah , puasa senin kamis, membiasakan para santri mengerjakan tugas dengan tepat waktu. Faktor pendukung yakni : motivasi dari orang tua santri, kesadaran santri untuk memperbaiki diri, Pembina membiasakan santri sholat berjamaah, melaksankan kegiatan mabit (malam bina iman dan taqwah), membiasakan santri berpuasa di hari senin dan kamis serta terjalinnya kerjasama dan mendapatkan dukungan penuh oleh kepala sekolah, orang tua dan guru, serta lingkungan sekitar. Faktor penghambat yakni : rasa tidak betah yang ada dalam diri santri, rasa egois pada santri masih tinggi serta kurangnya konsentrasi santri saat mengikuti mabit dikarenakan ada santri yang bermain hp.
Makna Pendidik di Dalam Al-Qur'an Dewanti, Yeti; Astuti, Feky Fuji
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69775/jpia.v11i2.474

Abstract

Pendidik merupakan komponen terpenting dalam dunia pendidikan yang berperan sebagai figur teladan di lingkungannya, mengarahkan anak didiknya menuju masa depan yang lebih cerah. Sebagai ujung tombak dalam memberantas kebodohan dan kemaksiatan, pendidik harus memiliki karakteristik Qur’ani dengan pendekatan yang persuasif dan konstruktif. Meskipun Al-Qur’an menyebutkan setidaknya empat klasifikasi pendidik, pada dasarnya semuanya memiliki "kesamaan" dalam membina anak didik sesuai dengan objeknya masing-masing dan berujung pada penegakan kalimatullah. Mengenai keikhlasan pendidik dalam Al-Qur’an, mereka diharapkan tidak mengharapkan imbalan apa pun saat mentransfer ilmu kepada orang lain, yang perlu ditanamkan sejak dini. Namun, sebagai pendidik, mereka memiliki dua kewajiban bersamaan: menyampaikan ilmu dan mencerdaskan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan hidupnya. Kedua kewajiban ini harus terpenuhi tanpa mengurangi keikhlasan yang dianjurkan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, pendidik menurut Al-Qur’an adalah penentu kebaikan generasi muda masa depan, karena di tangan pendidiklah generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan masa depan yang lebih damai dan sejahtera sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.
Upaya Penanaman Nilai Karakter Religius Siswa di Kelas X SMAN 5 Bengkulu Selatan Sertia Okta Diana; Rizki Ramadhani; Nur Atikah
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69775/jpia.v11i2.482

Abstract

Latar belakang penelitian ini kurangnya penanaman nilai karakter peserta didik untuk menerapkn perilaku religius. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan cara guru menanamkan nilai karakter religius siswa kelas X di SMAN 5 Bengkulu Selatan dan untuk mendeskripsikan nilai karakter religius apa saja yang ditanamkan kepada siswa kelas X di SMAN 5 Bengkulu Selatan. Penulis mengunakan jenis kualitatif dengan teknikpengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dari pada penelitian yaitu siswa kelas X, guru Agama dan Kepala Sekolah. Untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif kualitaif. Hasil penelitian ini untuk mengetahui guru menanamkan karakter religius dan untuk mengetahui nilai karakter apa saja yang ditanamkan peserta didik yaitu berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, membiasahkan siswa membacakan surat-surat pendek dan tadarusan. Maka dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam menanamakan nilai-nilai karakter religius dengan empat metode yaitu metode keteladanan, pembiasaan, nasehat, hukuman, adapun juga nilai karakter religius yang ditanamkan yaitu nilai aqidah, nilai akhlak, nilai disiplin, dan nilai kejujuran.