cover
Contact Name
Febri Nurrahmi
Contact Email
febri.nurrahmi@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkg@usk.ac.id
Editorial Address
Jurnal Komunikasi Global (JKG) Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala Jln. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Global
ISSN : 26147998     EISSN : 2614218X     DOI : -
Jurnal Komunikasi Global (JKG) is a peer-reviewed journal organized and published by the Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), Syiah Kuala University. JKG publishes research and review articles promoting various approaches in the field of communication studies limited to mass communication, marketing communication, and intercultural communication (starting from Volume 9(2) 2020). JKG publishes twice a year in June and December. Each volume contains eight research and review articles. JKG is a follow-up journal of Komunikasi Global which was firstly published in 2012. Since 2017, the journal has been published online with the first edition Volume 6(1) 2017. Starting from Volume 7(1) 2018, JKG adopted the IMRAD model for Heading Style and Writing Publication following the Indonesian Ministry of Research and Higher Education regulations. JKG was accredited by Kemenristekdikti RI (SINTA 4) from Volume 7(1) 2018. Since Volume 10 (1) 2021, JKG is accredited with SINTA 3 (SK No.158/E/KPT/2021). Since Volume 9(1) 2020, a new journal template adding article history, citation and some adjustment of font size, header, table format, article history and citation has been initiated to maintain the quality of the publication.
Articles 155 Documents
Literasi Digital Lansia Pada Aspek Digital Skill dan Digital Safety Uswatun Nisa; Cut Lusi Chairun Nisak; Dara Fatia
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.31667

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang paling sering menjadi korban kejahatan digital, dan rentan mengonsumsi serta menyebarkan berita bohong. Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara khusus kemampuan literasi digital kelompok lansia pada tiga kecamatan di Aceh Besar. Penelitian ini menganalisis kemampuan literasi digital terhadap dua dari empat dimensi literasi digital yang digagas oleh Kominfo RI, yaitu digital skill dan digital safety. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada enam orang informan yang didapat dengan metode purposive sampling dari sebuah program literasi digital lansia di Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital lansia dalam berada pada posisi rendah menuju sedang pada aspek digital skill, dan rendah dalam aspek digital safety. Meskipun beberapa dari mereka menunjukkan pemahaman serta kemampuan yang baik terkait dua aspek tersebut, namun dari segi penerapan masih sangat rendah. Studi ini menyarankan program literasi digital harus lebih menekankan pada aspek budaya sadar bahaya digital dan budaya cek fakta dalam penggunaan media digital. The elderly are the group that most often becomes victims of digital crime and is prone to consuming and spreading fake news. This study aims to specifically examine the digital literacy skills of the elderly group in Aceh Besar. The study focuses on two dimensions of digital literacy: digital skills and digital safety, as defined by the Indonesian Ministry of Information and Communication. The research utilizes a descriptive-qualitative method, collecting data through observation and interviews with six informants selected through purposive sampling in an elderly digital literacy program in Aceh Besar. The findings of the study indicate that the proficiency of senior individuals in digital literacy ranges from low to moderate in terms of digital skills, and is low in terms of digital safety. Although some of them possess good knowledge and skills in these two areas, their implementation levels remain relatively low. The study suggests that cultural factors such as awareness of online risks and fact-checking culture should receive more attention in digital literacy programs.
Habib Husein Ja'far's Self Presentation Strategy in Digital Da'wah on Youtube Muhammad Revi Hari Prajanto; Rama Kertamukti
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.31101

Abstract

The self-presentation strategy is necessary in delivering dakwah (Islamic preaching) materials to make them appealing to the youth as the target audience. This study aims to interpret the selfpresentation performed by Habib Husein Ja'far through the YouTube channel Jeda Nulis. This research employed a qualitative descriptive approach to provide an overview of how Habib Husein Ja'far adjusted the theme of da'wah and self-presentation according to his segmentation on Youtube. The findings of the research indicate that Habib Husein Ja'far addressed many problems that tend to be experienced by young people with a relaxed and humorous style but serious in his response. Moreover, his self-presentation portrays him as a tolerant preacher who is close to young people. This research contributes knowledge to the self-presentation of preachers on YouTube in order to be able to creatively convey da'wah in accordance with the challenges of the current era. Strategi presentasi diri diperlukan dalam menyampaikan materi dakwah agar dapat diterima anak muda sebagai target dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan presentasi diri yang dilakukan oleh Habib Husein Ja’far melalui channel Youtube Jeda Nulis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menganalisis video dakwah Habib Husein Ja'far untuk memberikan gambaran bagaimana Habib Husein Ja'far menyesuaikan tema dakwah dan presentasi diri sesuai dengan segmentasinya di Youtube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habib Husein Ja'far banyak mengangkat permasalahan yang cenderung dialami oleh anak muda dengan gaya santai dan penuh candaan tapi serius dalam menjawabnya. Sedangkan presentasi diri yang dihadirkan oleh Habib Husein Ja’far adalah pendakwah yang toleran dan dekat dengan anak muda. Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan dalam presentasi diri pendakwah di Youtube agar dapat menyampaikan dakwah secara kreatif sesuai dengan tantangan zamannya.
Motif Khalayak dalam Mengakses Konten Berita di Instagram Reels @narasinewsroom Deandra Salsabila; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.30390

Abstract

Instagram memiliki banyak fitur, salah satunya adalah fitur Instagram Reels yang kini menjadi cara penyebaran berita dalam format multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif khalayak dalam mengakses konten berita di Instagram Reels @narasinewsroom dengan menggunakan teori uses and gratifications 2.0 yang memiliki tipologi Model MAIN (Modality, Agency, Interactivity dan Navigability) oleh Sundar Limperos (2013). Dengan menggunakan metode survei deskriptif, peneliti mengolah data dari 348 responden yang tergabung dalam audiens Instagram @narasinewsroom. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif navigabilitas menjadi alasan paling kuat yang mendorong khalayak untuk mengkonsumsi media karena merasa dapat menjelajahi semua informasi yang ada di Instagram Reels @narasinewsroom dan memiliki keleluasaan dalam bernavigasi di platform tersebut. Disusul motif interaktivitas di urutan kedua, motif modalitas di urutan ketiga, dan motif agensi di urutan terakhir. Selain itu, temuan ini juga menyimpulkan bahwa fitur-fitur yang ada di Instagram yaitu Instagram Reels mampu memenuhi motif audiens ketika mengakses berita di Instagram. Instagram has numerous features, one of which is the Instagram Reels feature, now utilized as a means to distribute news in a multimedia format. This study aims to determine audience motives for accessing news content on Instagram Reels @narasinewsroom, employing The Uses and Gratifications 2.0 theory, which incorporates the MAIN Model (Modality, Agency, Interactivity, and Navigability) developed by Sundar Limperos (2013). Using a descriptive survey method, researchers processed data from 348 respondents who comprise the audience of Instagram @narasinewsroom. The study's results indicate that the navigability motive is the most potent reason that encourages audiences to consume the media, as they feel capable of exploring all the information on Instagram Reels @narasinewsroom and enjoy flexibility when navigating the platform. Interactivity motives rank second, followed by modality motives in third place, and agency motives in last place. Additionally, this finding concludes that Instagram's features, particularly Instagram Reels, effectively fulfill audience motives when accessing news on the platform.
Participatory Fandom Harries Indonesia Pada Penulisan Fanfiction di Wattpad Dyah Tristiya Dewi; Kimberly Batsheva Lasut; Santa Teresia Manungkalit; Maharani Bening Khatulistiwa
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.24038

Abstract

Aktivitas fandom menjadi komunitas yang sedang populer di kalangan anak muda pada saat ini. Fandom adalah sebuah kelompok yang terbentuk karena adanya ketertarikan dan minat yang sama akan suatu objek yang sama. Fandom merupakan bentuk dari budaya populer di mana aktivitas yang dilakukan oleh para penggemar menjadi bagian dari bentuk budaya partisipasi. Selain mengonsumsi produk budaya populer, beberapa penggemar juga mengekspresikan diri melalui fanfiction. Peneliti mencoba menganalisis fenomena fanfiction yang digunakan sebagai bentuk budaya partisipasi oleh penggemar Harry Styles di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian grounded theory melalui wawancara online kepada lima informan yang merupakan penulis fanfiction Harry Styles di Wattpad. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelima informan menjadikan kegiatan untuk menulis fanfiction sebagai bentuk dari penyaluran hobi dan pengisi waktu luang. Budaya artistic expression juga berperan dalam diri mereka sehingga mendukung mereka untuk menciptakan sebuah karya dan kreativitas ke dalam pengalaman yang lebih luas. Dari penelitian ini juga bisa dilihat bahwa mayoritas fanfiction Harry Styles memiliki genre romance dengan happy ending. Jenis fanfiction dengan unsur sexual menjadi lebih diminati oleh pembaca yang rata-rata merupakan anak muda. Fandom activities are becoming a popular community among youth currently. A fandom is a group formed because of the same interest and interest in the same object. A fandom is a popular culture where activities carried out by fans are part of a form of participatory culture. Besides consuming popular culture products, some fans also express themselves through fanfiction. This research analyzed the fanfiction phenomenon used by Harry Styles fans in Indonesia as participatory culture. This study used grounded theory research methods through online interviews. We interviewed five informants who are writers of Harry Styles fanfiction on Wattpad. The results of this study indicated that all five informants viewed their activities in writing fanfiction as a form of channeling their hobbies and filling their spare time. Artistic expression culture also plays a role, supporting them in creating work and creativity into a broader experience. From this study, it could also be seen that most of Harry Styles’s fanfiction has a romance genre with a happy ending. Types of fanfictions with sexual elements are becoming more attractive to readers, primarily young people.
Evaluasi Pelaksanaan Strategi Komunikasi dalam Melestarikan Ondel-ondel di Jakarta Amsal Salomo; Dorien Kartikawangi, M.Si.
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v11i2.26539

Abstract

Ondel-ondel merupakan salah satu budaya Betawi dan kelestariannya merupakan tanggung jawab Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi strategi dan implementasi komunikasi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dalam memperbaiki dan melestarikan budaya ondel-ondel ini. Teori yang menjadi landasan dalam penelitian ini meliputi strategi, implementasi dan evaluasi program komunikasi. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan implementasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dalam upaya memperbaiki dan melestarikan citra budaya ondel-ondel melalui program dan kebijakan yang diambil sudah cukup baik. Namun, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta diharapkan untuk membuat kebijakan serta program yang dapat memberdayakan para pengrajin ondel-ondel, agar para pengamen agar ondel-ondel agar tetap mendapatkan penghasilan dengan tetap memperhatikan fungsi ondel-ondel sebagai ikon budaya. Ondel-ondel is part of the Betawi culture and its preservation is the duty of the Jakarta Culture Agency. This study aims to find out and evaluate the communication strategy and implementation of the Jakarta Culture Agency in improving and preserving the image of the ondel-ondel culture. Theories used in this study include communication strategy, implementation, and evaluation. This study used a qualitative descriptive approach method using interviews and documentation. The results showed that the strategy and implementation implemented by the Jakarta Culture Agency to improve and preserve the image of ondel-ondel through the programs and policies were relatively effective. However, the Jakarta Culture Agency is expected to launch policies and programs that can empower ondel-ondel craftsmen so that buskers can still earn income and pay attention to the function of ondel-ondel as a cultural icon.
Mediatisasi Dukungan Sosial pada Komunitas Virtual Wanita Hamil di Facebook Fatimah Bilqis
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.32688

Abstract

Kehamilan, kendati dianggap sebagai fase bahagia, juga membawa ambiguitas dan tingkat stres yang meningkat akibat perubahan tubuh yang signifikan sehingga membuat mereka membutuhkan perlindungan dan dukungan sosial. Kini para wanita hamil dapat menggunakan media sosial untuk memperoleh dukungan sosial secara online. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses mediatisasi dukungan sosial online dalam grup Facebook Kumpulan Ibu Hamil Indonesia (KIHI) dan juga menjabarkan tentang implikasi dari mediatisasi dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan netnografi untuk memahami mediatisasi dukungan sosial online dalam grup Facebook Kumpulan Ibu Hamil Indonesia (KIHI). Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur terhadap lima orang informan yang memiliki latar belakang usia, lokasi dan pekerjaan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mediatisasi mencakup ekstensi, substitusi, amalgamasi, dan akomodasi, dengan implikasi berupa akses informasi yang mudah, kerahasiaan identitas, ekspresi emosi melalui emoji, dan perluasan ranah privat ke ruang publik. Pregnancy, although considered a joyful phase, also brings ambiguity and increased stress levels due to significant changes in the body, which makes individuals require protection and social support. Recently, pregnant women can use social media to obtain social support online. The purpose of this study is to examine the process of online social support mediatization in the Facebook group Komunitas Ibu Hamil Indonesia (KIHI) and to explain the implications of social support mediatization. This study used a netnographic approach to investigate the mediatization of online social support in the Kumpulan Ibu Hamil Indonesia (KIHI) Facebook group. Data was gathered through semi-structured interviews with five informants ranging in age, geography, and work experience. The research results indicate that the process of mediatization involves extension, substitution, amalgamation, and accommodation, with implications such as easy access to information, identity confidentiality, emotional expression via emojis, and the expansion of the private sphere into the public sphere.
Model Motif dan Intensi Berbagi Informasi Pengguna Free4talk Dahelia Saputri; Ikhsan Fuady
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.32948

Abstract

Pengguna memiliki motif tertentu dalam menggunakan situs Free4talk, situs edukasi yang memungkinkan penggunanya mempelajari bahasa asing. Tujuan penelitian ini mengetahui model motif pengguna Free4talk dan intensi berbagi informasi pengguna Free4talk dalam proses belajar bahasa asing, dengan teori Uses and Gratification dan teori Reasoned Action. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner secara daring. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling terhadap 204 pengguna situs Free4talk. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan LISREL 8.80 Windows. Hasil penelitian menunjukkan model motif pengguna situs Free4talk dan intensi berbagi informasi bagi pengguna Free4talk dalam proses belajar bahasa asing terkategori baik (Good Fit). Intensi keberlanjutan (continuance intention) penggunaan situs Free4talk dipengaruhi oleh motif perolehan kenikmatan (perceived enjoyment) dan daya tarik media (media appeal). Sedangkan intensi berbagi informasi (explicit knowledge) dipengaruhi oleh motif berbagi informasi (information sharing) dan daya tarik media (media appeal), dan intensi berbagi informasi (implicit knowledge) dipengaruhi oleh motif berbagi informasi dan intensi keberlanjutan (continuance intention) penggunaan situs Free4talk.Users have specific motives for utilizing Free4talk, an educational platform that enables users to learn foreign languages. The objective of this research is to uncover the motivational model of Free4talk users and their intention to share information while learning a foreign language, employing the Uses and Gratification theory and the Reasoned Action theory. This study adopts a quantitative research approach with a survey method, utilizing online questionnaires for data collection. Accidental sampling was employed, targeting 204 users of Free4talk. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with LISREL 8.80 Windows. The study's findings indicate that the motivational model for Free4talk users and their intention to share information during the foreign language learning process are classified as good fit. The continuance intention of using Free4talk is influenced by motives related to perceived enjoyment and media appeal. The intention to share explicit knowledge is influenced by motives for information sharing and media appeal, while the intention to share implicit knowledge is influenced by information sharing motives and the continuance intention of using Free4talk.
Pemaknaan Apropriasi Budaya Pada Video Make A Wish Eka Perwitasari Fauzi; Kurniawan Prasetyo
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.28489

Abstract

Di era digital, konten bermuatan budaya asing bisa ditemukan dengan mudah dalam bentuk unggahan teks media seperti film dan musik di saluran media baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap pemaknaan audiens mengenai apropriasi budaya terhadap teks media berupa video klip musik dari Grup Idol NCT U yang berasal dari Korea Selatan. Penelitian ini mencoba menggali mengenai pemaknaan apropriasi budaya dari sudut pandang penggemar budaya pop Korea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi dan teknik pengumpulan data melalui focus grup discussion (FGD) dengan 11 partisipan. Hasil penelitian dibagi menjadi empat kategorisasi bentuk apropriasi budaya yaitu cultural exchange (pertukaran budaya), cultural domination (dominasi budaya), cultural exploitation (eksploitasi budaya), dan transculturation (transkulturasi). Hasil penelitian menyatakan bahwa para informan memaknai apropriasi budaya sebagai dominasi budaya dan trankulturasi dalam teks media berupa video musik yang dibawakan oleh grup idol Korea NCT U. Temuan lain adalah peminjaman budaya tidak terhindarkan ketika dua budaya bertemu sehingga menyebabkan lahirnya sebuah budaya hibrida sebagai komoditas industri budaya. Karena masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat majemuk sudah terbiasa dengan peminjaman budaya, pemaknaan mengenai apropriasi budaya dianggap memiliki nilai positif.In the digital era, the accessibility of foreign cultural content has greatly increased through the availability of media texts such as films and music on new media channels. This research aims to investigate how audiences perceive the cultural appropriation of media texts, specifically focusing on the music video clips of the South Korean Idol Group NCT U. The study seeks to explore the perspectives of fans of Korean pop culture in understanding the concept of cultural appropriation. Employing a qualitative approach, the research utilizes reception analysis methods and data collection techniques, including focus group discussions (FGD) with eleven participants. The findings of the study identify four categories of cultural appropriation: cultural exchange, cultural domination, cultural exploitation, and transculturation. The research reveals that the participants interpreted cultural appropriation as cultural domination and transculturation within the context of music videos by NCT U. Additionally, the study highlights the inevitability of cultural borrowing when different cultures interact, leading to the emergence of a hybrid culture as a commodity within the cultural industry. Given the pluralistic nature of Indonesian society, the borrowing of culture is viewed positively, suggesting a favorable perception of cultural appropriation.
E-Word of Mouth Brand Bittersweet by Najla via TikTok Christine Angela Chandra; Teguh Dwi Putranto; Beatrice Angellie; Tesa Marisa
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.32640

Abstract

E-word of mouth is a new marketing communication strategy that has emerged with the rapid development of social media. The rapid growth of TikTok the implementation of this marketing communication strategy. This study aims to analyze the use of TikTok as a platform for Bittersweet by Najla to promote and create e-word of mouth. This research also seeks to analyze the cognitive process of Bittersweet by Najla consumers before making a purchase decision by employing the Elaboration Likelihood Model. The research methodology utilized a case study method by Robert K. Yin, offering a detailed overview of the e-word of mouth communication strategy used by Bittersweet by Najla. The chosen data analysis technique is pattern matching. The findings reveal that a consumer claimed to purchase Bittersweet by Najla products due to the influence of TikTok content and video reviews uploaded on TikTok. Consequently, it can be concluded that the e-word of mouth marketing communication strategy remains effective in this era, and TikTok can be considered a complementary application that supports the success of e-word of mouth marketing communication due to its high user base.E-word of mouth merupakan strategi komunikasi pemasaran baru yang muncul bersamaan dengan perkembangan media sosial yang semakin pesat. Penggunaan TikTok yang semakin pesat menyebabkan strategi komunikasi pemasaran ini menjadi semakin mudah untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan TikTok sebagai platform bagi Bittersweet by Najla dalam melakukan promosi dan sarana menciptakan e- word of mouth. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis proses kognitif konsumen Bittersweet by Najla sebelum melakukan pembelian terhadap produk dengan menggunakan Elaboration Likelihood Model. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dari Robert K. Yin guna untuk memberikan gambaran detail terkait strategi komunikasi e-word of mouth yang digunakan oleh Bittersweet by Najla. Analisis data dalam penelitian ini adalah teknik pencocokan pola. Hasilnya adalah konsumen mengaku melakukan pembelian produk Bittersweet by Najla karena pengaruh konten TikTok Bittersweet by Najla dan reviu video yang diunggah di TikTok. Hal ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran e-word of mouth masih efektif di era ini, dan TikTok dapat menjadi salah satu aplikasi pendamping yang dapat menunjang keberhasilan komunikasi pemasaran e-word of mouth karena tingginya pengguna TikTok saat ini.
Narasi Jilbab dan Realitas Simulakra di Akun Instagram @buttonscarves Putri Maulina; Ainal Fitri; Dony Arung Triantoro
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.31232

Abstract

Buttonscarves menjadi brand fashion jilbab yang menargetkan perempuan muslim dengan kelas sosial menengah ke atas sebagai konsumennya. Melalui akun Instagram @buttonscarves, produsen fashion jilbab ini berupaya menarik perhatian konsumen dengan menciptakan beragam narasi sehingga terciptanya realitas-realitas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana realitas perempuan muslim dan jilbab diciptakan dalam narasi Buttonscarves di akun Instagram @buttonscarves. Peneliti juga menggunakan sudut pandang Baudrillard tentang Simulakra dan Hiperrealitas. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis semiotika Jean Barudrillard terhadap sembilan teks berupa video dan foto yang ada di akun tersebut di sepanjang tahun 2022. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram @buttonscarves menciptakan simulasi realitas terhadap perempuan Muslim berjilbab. Narasi simulakra dalam Instagram @buttonscarves menunjukkan hiperrealitas nilai- nilai perempuan Muslim dan jilbab yang dapat membius khalayak perempuan Muslim. Sehingga jilbab tidak lagi dipandang dari nilai-nilai aslinya, namun menjadi realitas simulakrum murni dari citra yang diciptakan oleh Buttonscarves. Buttonscarves is a hijab fashion brand that targets Muslim women belonging to the middle and upper social classes. Through the Instagram account @buttonscarves, this hijab fashion producer attracted consumers’ attention by constructing narratives that shape distinct realities. This study delves into how the Buttonscarves’ narratives on the @buttonscarves create the reality of Muslim women and the headscarf. In analyzing this phenomenon, Baudrillard's concepts of Simulacra and Hyperreality serve as theoretical underpinnings. Employing a qualitative approach, this research adopts the Jean Baudrillard Semiotics Analysis method to analyze nine texts, encompassing videos and photos posted throughout 2022. The study's findings shed light on the Instagram account’s ability to engender a simulated reality of Muslim women wearing headscarves. Simulakra's narrative on Instagram @buttonscarves shows the hyperreality of Muslim women's values and the headscarf that can anesthetize Muslim women audiences. Consequently, the headscarf is no longer seen from its original values but becomes a pure simulacrum reality of the image created by Buttonscarves.

Page 11 of 16 | Total Record : 155