cover
Contact Name
Febri Nurrahmi
Contact Email
febri.nurrahmi@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkg@usk.ac.id
Editorial Address
Jurnal Komunikasi Global (JKG) Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala Jln. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Global
ISSN : 26147998     EISSN : 2614218X     DOI : -
Jurnal Komunikasi Global (JKG) is a peer-reviewed journal organized and published by the Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), Syiah Kuala University. JKG publishes research and review articles promoting various approaches in the field of communication studies limited to mass communication, marketing communication, and intercultural communication (starting from Volume 9(2) 2020). JKG publishes twice a year in June and December. Each volume contains eight research and review articles. JKG is a follow-up journal of Komunikasi Global which was firstly published in 2012. Since 2017, the journal has been published online with the first edition Volume 6(1) 2017. Starting from Volume 7(1) 2018, JKG adopted the IMRAD model for Heading Style and Writing Publication following the Indonesian Ministry of Research and Higher Education regulations. JKG was accredited by Kemenristekdikti RI (SINTA 4) from Volume 7(1) 2018. Since Volume 10 (1) 2021, JKG is accredited with SINTA 3 (SK No.158/E/KPT/2021). Since Volume 9(1) 2020, a new journal template adding article history, citation and some adjustment of font size, header, table format, article history and citation has been initiated to maintain the quality of the publication.
Articles 155 Documents
Inovasi Komunikasi Pemasaran Terpadu UMKM Bitata Food Rahmat Saleh; Hawaizza Qanitta Permana; Novi Susilawati; Zakirah Azman
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.34284

Abstract

Usaha  Mikro  Kecil  dan  Menengah  (UMKM)  adalah  salah  satu  penggerak  utama perekonomian pada negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh UMKM Bitata Food dalam memasarkan produk-produknya di Kota Banda Aceh. Konsep Integrated Marketing Communication (IMC) adalah salah satu bauran pemasaran yang digunakan dalam penelitian ini. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dan penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dengan tiga informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bitata Food melakukan berbagai jenis pendekatan dan strategi seperti penjualan langsung, periklanan, hubungan masyarakat, produk yang bervariasi, penyesuaian tempat produk dipasarkan, harga yang bervariasi, dan pemanfaatan brand ambassador sebagai strategi promosi. Hal ini dilakukan UMKM Bitata Food agar target pasar yang ingin mereka capai sesuai dan konsumen dapat dengan mudah mengenal produk-produk Bitata Food di pasaran. Secara tidak langsung, Bitata Food telah menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu dalam memasarkan produknya, dan membuat UMKM ini terlihat lebih unggul dari segi teknik pemasaran. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the main economic drivers in developing countries such as Indonesia. This study aims to determine the marketing communication strategy used by Bitata Food in marketing their products in Banda Aceh. The concept of Integrated Marketing Communication (IMC) is one of the marketing mixes used in this study. This study employed qualitative research and determined the informants using purposive sampling. Data were obtained using interviews with three participants. The finding showed that Bitata Food carried out various approaches and strategies such as direct sales, advertising, public relations, a variety of products, adjusted marketing places, a variety of prices, and the utilization of brand ambassadors as a promotional strategy. This is conducted by Bitata Food so that the expected potential target is appropriate and consumers can easily recognize Bitata Food products in the market. Indirectly, Bitata Food has implemented an integrated marketing communication strategy in marketing its products, making these MSMEs look superior in marketing techniques.
Pest Analysis on Instagram Account @golkar.indonesia Andi Budi Sulistijanto; Hilda Yunita Wono; Hadassah Elisha Karsten; Hadjar Chanissa Nur Malika
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.29802

Abstract

Political parties are organizations that utilize social media in their approach across various aspects, such as campaign interests. This research aims to identify the constraints and opportunities of the Instagram social media accounts belonging to the Golkar political party. The study employs a descriptive qualitative approach to analyze the @golkar.indonesia Instagram account using a PEST analysis. The utilization of the PEST analysis (Political, Economic, Social, Technological) in this research indicates that the @golkar.indonesia account is well-managed and implements the PEST method comprehensively. The @golkar.indonesia account has the opportunity to provide interactive content to reach a broader audience, particularly the younger generation. This can enhance the recognition and positive image of Airlangga Hartarto. The managers of the @golkar.indonesia account can engage in soft selling through the delivery of informative content. Furthermore, the findings of this research can be applied as a basis for political strategy management for Golkar and other relevant parties. Partai politik merupakan organisasi yang menggunakan media sosial dalam pendekatannya dalam berbagai aspek, seperti kepentingan kampanye. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan peluang akun media sosial Instagram milik partai politik Golkar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis akun Instagram @golkar.indonesia dengan analisis PEST. Penggunaan analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi) dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akun @golkar.indonesia dikelola dengan baik dan menjalankan metode PEST dengan lengkap. Akun @golkar.indonesia memiliki peluang untuk memberikan konten interaktif agar dapat menjangkau lebih banyak audiens anak muda. Hal ini dapat membuat Airlangga Hartarto lebih dikenal dan memiliki citra yang baik. Pengelola akun @golkar.indonesia dapat melakukan soft selling dari konten informatif yang disampaikan. Selanjutnya hasil penelitian ini dapat diterapkan sebagai bahan manajemen strategi politik bagi Golkar dan pihak lainnya. 
Model M-A-I-N dalam Mencari Pekerjaan: Studi pada Pengguna LinkedIn Glorius Parulian Yuwono Setra; Fatiha Syuhada
Jurnal Komunikasi Global Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v10i2.22506

Abstract

Dengan adanya teknologi digital, kegiatan manusia menjadi lebih mudah dilakukan, termasuk dalam mencari pekerjaan. Salah satu aplikasi yang marak digunakan dalam mencari pekerjaan adalah LinkedIn. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aspek-aspek yang mendasari penggunaan LinkedIn sebagai media untuk mencari pekerjaan dengan model M-A-I-N. Penelitian ini mengaplikasikan paradigma positivistik, pendekatan kuantitatif, dan menggunakan kuesioner daring sebagai instrumen untuk memperoleh data penelitian. Prinsip accidental diterapkan pada penarikan sampel. Hasil penelitian yang menghimpun 103 jawaban responden menunjukkan bahwa aspek agency merupakan motif yang paling kuat dalam mendasari para pengguna LinkedIn di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean of total paling besar yang dimilikinya (4,4059). Mayoritas responden mengakui bahwa mereka dapat menciptakan koneksi dengan banyak orang lewat LinkedIn.Digital technology is increasingly embedded in every aspect of human life. Hence, human activities have become more manageable with digital technology, including finding work. Today's society can find a job with just the touch of a finger. One of the applications that are widely used in finding employment is LinkedIn. This study aims to measure the aspects that underlie the use of LinkedIn as a medium to find work with the M-A-I-N model. This study applies a positivistic paradigm, a quantitative approach and uses an online questionnaire as an instrument to obtain research data. The accidental principle is applied to sampling. The study results, which collected 103 respondents' answers, show that the agency aspect is the strongest motive underpinning LinkedIn users in Indonesia. This is indicated by the highest mean of total value (4.4059). The majority of respondents admit that they can connect with many people through LinkedIn.
Program Voluntrip Sub-kultur Zillenial dalam Membentuk Kesadaran Partisipasi Sosial Adisty Aulia Rahma; J A Wempi
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.34593

Abstract

Voluntrip merupakan program yang fokus dalam menjalankan kegiatan sosial dengan mengajak kelompok Zillenial untuk berpartisipasi. Penelitian ini menggunakan model Preparation, Engagement, and Perpetuation (PEP) untuk mengetahui serta memahami program Voluntrip dalam menumbuhkan kesadaran partisipasi sosial terhadap kelompok Zillenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan cara metode wawancara yang mendalam, focus group discussion, observasi partisipan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Voluntrip telah melakukan seluruh tahap pada model PEP mulai dari preparation, volunteer engagement, dan perpetuation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model PEP, Voluntrip berhasil membentuk kesadaran kelompok Zillenial terhadap kegiatan sosial. Temuan lainnya adalah dengan adanya keterlibatan publik figur juga turut mendukung dan membentuk kelompok Zillenial tertarik dan mempercayai program-program dari Voluntrip. Voluntrip is a program that focuses on executing social activities by inviting Zillennial groups to participate. This research employs the Preparation, Engagement, and Perpetuation (PEP) model to ascertain and comprehend the Voluntrip program's role in fostering social participation awareness among Zillennial groups. The study utilizes a qualitative approach with data collection techniques such as in-depth interviews, focus group discussion, participant observation, and literature review. The research findings indicate that Voluntrip has successfully gone through all stages of the PEP model, including preparation, volunteer engagement, and perpetuation. The results demonstrate that, through the implementation of the PEP model, Voluntrip has effectively instilled awareness in Zillennial groups regarding social activities. Another notable discovery is that the involvement of public figures also supports and shapes the interest and trust of Zillennial groups in Voluntrip's programs.
Sadfishing: Studi Netnografi pada Konten dengan Tagar #rumahkokkayu Di Tiktok Nirvana Abdillah Sandi; Poppy Febriana
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.30216

Abstract

Kini ditemukan konten-konten orang yang membagikan cerita sedihnya dalam bentuk video musik di TikTok. Fenomena tersebut disebut dengan sadfishing, yaitu memancing kesedihan untuk menarik simpati orang lain di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya tagar #rumahkokkayu yang viral di TikTok sebagai sebuah tagar awal mula sadfishing terjadi dan melihat bagaimana dramatisir yang muncul dari budaya komunikasi meliputi unggahan-unggahan konten dalam tagar #rumahkokkayu di TikTok. Penelitian ini menggunakan teori dramatisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode netnografi untuk mengkaji budaya komunikasi mengenai interaksi dunia maya. Metode netnografi terbagi menjadi empat tahapan yaitu, tahapan pertama adalah investigasi yang meliputi pencarian, memilah serta pengarsipan data, tahapan kedua interaksi, tahapan ketiga, membuat catatan, tahapan keempat melakukan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan sadfishing telah berkembang sehingga dapat divisualisasikan dalam bentuk video dengan sebuah kesengajaan memilih musik sebagai backsound maupun menceritakan mengenai kondisi tempat tinggalnya dan dalam hal ini ditemukan pola yang berkelanjutan pada konten-konten selanjutnya ketika video tersebut mendapat simpati maupun semangat yang diharapkannya. Penggunaan tagar #rumahkokkayu mengonstruksi media sosial TikTok dan membentuk makna terkait sadfishing.Recently, content has been found on TikTok where people share their sad stories in the form of music videos. This phenomenon is called sadfishing, which involves fishing for sympathy from others on social media by provoking sadness. This research aims to examine the viral hashtag #rumahkokkayu on TikTok as an initial trigger for the occurrence of sadfishing and to observe the dramatization that emerges from the communication culture surrounding the posts under the #rumahkokkayu hashtag on TikTok. The research utilizes dramatism theory. It is a qualitative study employing netnography as the research method to investigate the communication culture regarding online interactions. Netnography involves four stages: the first stage is investigation, which includes data search, sorting, and archiving; the second stage is interaction; the third stage is note-taking, and the fourth stage is interpretation. The findings of this research indicate that sadfishing has evolved to the extent that it can be visualized in the form of videos deliberately choosing music as background sound and narrating their living conditions. A consistent pattern has been found in subsequent content when these videos receive the sympathy and encouragement they sought. The use of the #rumahkokkayu hashtag constructs the TikTok social media platform and shapes the meaning associated with sadfishing.
Inovasi Organisasi Desain Komunikasi Visual Produk Lokal Syahril Furqany; Hendri Ahmadian; Ibnu Sa'dan; Yusnadi MS; Hasrat Efendi Samosir
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.33037

Abstract

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membutuhkan pendampingan dalam memanfaatkan sosial media untuk promosi produk. Media sosial dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa ke arah yang positif untuk pengembangan keahlian dalam bidang desain grafis. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keahlian mahasiswa dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terutama dalam bidang desain grafis. Metode penelitian menggunakan Participant Action Reseach (PAR) yang mana mahasiswa dilatih keahlian desain grafis kemudian praktik desain promosi produk lokal yaitu Zuper Sabun Cair dan Vaction Parfum Sepatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berkolaborasi dengan produk lokal dalam menentukan goal setting dan brand identity sehingga produk lokal menjadi lebih terpercaya dan mampu meyakinkan calon konsumen. Studi ini menunjukkan pentingnya memahami konsep komunikasi pemasaran dan memiliki keahlian komunikasi visual dalam membangun identitas merek. Kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat mampu menciptakan lapangan pekerjaan baik bagi masyarakat maupun untuk mahasiswa.Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) need assistance in utilizing social media for product promotion. Social media can be exploited by students in a positive direction to enhance their expertise in graphic design. This research aims to improve students' skills by leveraging technological advancements, particularly in the field of graphic design. The research employs the Participant Action Research (PAR) method, where students are trained in graphic design skills and subsequently practice designing promotions for local products such as Zuper Liquid Soap and Vaction Shoe Perfume. The findings reveal that students collaborate with local products to establish goal settings and brand identity, enhancing the trustworthiness of local products and convincing potential consumers. This study illustrates the importance of understanding marketing communication concepts and possessing visual communication skills in building brand identity. The collaboration between universities and communities can create job opportunities for both the community and students, showcasing the significance of such partnerships in fostering economic development.
Literasi Digital Lansia Pada Aspek Digital Skill dan Digital Safety Uswatun Nisa; Cut Lusi Chairun Nisak; Dara Fatia
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.31667

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang paling sering menjadi korban kejahatan digital, dan rentan mengonsumsi serta menyebarkan berita bohong. Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara khusus kemampuan literasi digital kelompok lansia pada tiga kecamatan di Aceh Besar. Penelitian ini menganalisis kemampuan literasi digital terhadap dua dari empat dimensi literasi digital yang digagas oleh Kominfo RI, yaitu digital skill dan digital safety. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada enam orang informan yang didapat dengan metode purposive sampling dari sebuah program literasi digital lansia di Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital lansia dalam berada pada posisi rendah menuju sedang pada aspek digital skill, dan rendah dalam aspek digital safety. Meskipun beberapa dari mereka menunjukkan pemahaman serta kemampuan yang baik terkait dua aspek tersebut, namun dari segi penerapan masih sangat rendah. Studi ini menyarankan program literasi digital harus lebih menekankan pada aspek budaya sadar bahaya digital dan budaya cek fakta dalam penggunaan media digital. The elderly are the group that most often becomes victims of digital crime and is prone to consuming and spreading fake news. This study aims to specifically examine the digital literacy skills of the elderly group in Aceh Besar. The study focuses on two dimensions of digital literacy: digital skills and digital safety, as defined by the Indonesian Ministry of Information and Communication. The research utilizes a descriptive-qualitative method, collecting data through observation and interviews with six informants selected through purposive sampling in an elderly digital literacy program in Aceh Besar. The findings of the study indicate that the proficiency of senior individuals in digital literacy ranges from low to moderate in terms of digital skills, and is low in terms of digital safety. Although some of them possess good knowledge and skills in these two areas, their implementation levels remain relatively low. The study suggests that cultural factors such as awareness of online risks and fact-checking culture should receive more attention in digital literacy programs.
Konstruksi Storytelling pada Video Virtual Travelling Anjang Priliantini; Mahfud Anshori; Andre Noevi Rahmanto; Monika Sri Yuliarti; Albert Muhammad Isrun Naini; Christina Tri Hendriyani
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.31591

Abstract

Pariwisata menjadi sektor paling terdampak akibat wabah COVID-19. Pembatasan sosial yang terus diberlakukan mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk melakukan inovasi dengan menciptakan video virtual travelling yang dibagikan melalui Youtube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep storytelling dalam video virtual travelling yang diproduksi oleh Kemenparekraf sehingga daya tarik destinasi wisata dapat ditampilkan sebagai strategi promosi pariwisata yang baik. Penelitian kualitatif ini menggunakan Teori Digital Storytelling. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi, dengan data primer berupa scene dari tiga video yang akan dikaji berdasarkan unsur-unsur storytelling, yaitu setting, karakter, konflik, plot, dan pesannya. Data dianalisis untuk melihat pemenuhan aspek rasionalitas naratif yang meliputi koherensi dan kredibilitas cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga video virtual travelling yang diteliti tidak menerapkan konsep storytelling dengan baik karena tidak memenuhi kelima unsur storytelling, terutama pada unsur karakter dan konflik. Tourism is the sector most affected by the COVID-19 outbreak. Social restrictions that continue to be enforced encourage the Ministry of Tourism and Creative Economy to innovate by creating virtual travelling videos shared on YouTube. This study aims to analyze the application of the concept of storytelling in virtual travelling videos produced by the Ministry of Tourism and Creative Economy so that the attractiveness of tourist destinations can be displayed as a good tourism promotion strategy. This qualitative research uses Digital Storytelling Theory. Data were collected using the documentation method, with primary data in the form of scenes from three videos, which will be studied based on storytelling elements, namely setting, characters, conflict, plot, and message. The data is analyzed to see the fulfillment of the aspect of narrative rationality, which includes the coherence and credibility of the story. Research results showed that the three virtual tour videos studied did not apply the concept of storytelling well because they did not meet the five elements of storytelling, especially the elements of character and conflict
Habib Husein Ja'far's Self Presentation Strategy in Digital Da'wah on Youtube Muhammad Revi Hari Prajanto; Rama Kertamukti
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.31101

Abstract

The self-presentation strategy is necessary in delivering dakwah (Islamic preaching) materials to make them appealing to the youth as the target audience. This study aims to interpret the selfpresentation performed by Habib Husein Ja'far through the YouTube channel Jeda Nulis. This research employed a qualitative descriptive approach to provide an overview of how Habib Husein Ja'far adjusted the theme of da'wah and self-presentation according to his segmentation on Youtube. The findings of the research indicate that Habib Husein Ja'far addressed many problems that tend to be experienced by young people with a relaxed and humorous style but serious in his response. Moreover, his self-presentation portrays him as a tolerant preacher who is close to young people. This research contributes knowledge to the self-presentation of preachers on YouTube in order to be able to creatively convey da'wah in accordance with the challenges of the current era. Strategi presentasi diri diperlukan dalam menyampaikan materi dakwah agar dapat diterima anak muda sebagai target dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan presentasi diri yang dilakukan oleh Habib Husein Ja’far melalui channel Youtube Jeda Nulis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menganalisis video dakwah Habib Husein Ja'far untuk memberikan gambaran bagaimana Habib Husein Ja'far menyesuaikan tema dakwah dan presentasi diri sesuai dengan segmentasinya di Youtube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habib Husein Ja'far banyak mengangkat permasalahan yang cenderung dialami oleh anak muda dengan gaya santai dan penuh candaan tapi serius dalam menjawabnya. Sedangkan presentasi diri yang dihadirkan oleh Habib Husein Ja’far adalah pendakwah yang toleran dan dekat dengan anak muda. Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan dalam presentasi diri pendakwah di Youtube agar dapat menyampaikan dakwah secara kreatif sesuai dengan tantangan zamannya.
Motif Khalayak dalam Mengakses Konten Berita di Instagram Reels @narasinewsroom Deandra Salsabila; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.30390

Abstract

Instagram memiliki banyak fitur, salah satunya adalah fitur Instagram Reels yang kini menjadi cara penyebaran berita dalam format multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif khalayak dalam mengakses konten berita di Instagram Reels @narasinewsroom dengan menggunakan teori uses and gratifications 2.0 yang memiliki tipologi Model MAIN (Modality, Agency, Interactivity dan Navigability) oleh Sundar Limperos (2013). Dengan menggunakan metode survei deskriptif, peneliti mengolah data dari 348 responden yang tergabung dalam audiens Instagram @narasinewsroom. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif navigabilitas menjadi alasan paling kuat yang mendorong khalayak untuk mengkonsumsi media karena merasa dapat menjelajahi semua informasi yang ada di Instagram Reels @narasinewsroom dan memiliki keleluasaan dalam bernavigasi di platform tersebut. Disusul motif interaktivitas di urutan kedua, motif modalitas di urutan ketiga, dan motif agensi di urutan terakhir. Selain itu, temuan ini juga menyimpulkan bahwa fitur-fitur yang ada di Instagram yaitu Instagram Reels mampu memenuhi motif audiens ketika mengakses berita di Instagram. Instagram has numerous features, one of which is the Instagram Reels feature, now utilized as a means to distribute news in a multimedia format. This study aims to determine audience motives for accessing news content on Instagram Reels @narasinewsroom, employing The Uses and Gratifications 2.0 theory, which incorporates the MAIN Model (Modality, Agency, Interactivity, and Navigability) developed by Sundar Limperos (2013). Using a descriptive survey method, researchers processed data from 348 respondents who comprise the audience of Instagram @narasinewsroom. The study's results indicate that the navigability motive is the most potent reason that encourages audiences to consume the media, as they feel capable of exploring all the information on Instagram Reels @narasinewsroom and enjoy flexibility when navigating the platform. Interactivity motives rank second, followed by modality motives in third place, and agency motives in last place. Additionally, this finding concludes that Instagram's features, particularly Instagram Reels, effectively fulfill audience motives when accessing news on the platform.