cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,292 Documents
Reconstructing organizational culture in the era of digital transformation: A study of change readiness among employees Purnawan, Lesna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1066

Abstract

As digital transformation redefines organizational dynamics, understanding how culture influences employees’ readiness for change becomes increasingly critical. This mixed-method study investigates the relationship between organizational culture and change readiness among employees in private universities in Indonesia, a sector under mounting pressure to modernize through digital innovation. Drawing on a quantitative survey (n = 312) and in-depth qualitative interviews (n = 20), the research explores how specific cultural dimensions, psychological dispositions, and leadership perceptions shape change receptivity. The findings reveal that an adhocracy culture significantly enhances readiness for change, with employees responding positively to environments that promote innovation and autonomy. However, a psychological gap emerged wherein motivational commitment to change surpassed beliefs in collective efficacy, indicating a disparity between willingness and perceived capability. Moreover, cultural narratives—embedded in shared experiences and symbols—strongly influence how employees interpret and emotionally respond to organizational change. Leadership behavior was also found to be a decisive factor, as trust in transformational leaders increased acceptance of change. This study contributes theoretically by integrating Schein’s cultural model, Weiner’s theory of organizational readiness, and insights from transformational leadership theory to explain change dynamics in digitally evolving academic institutions. Practically, it offers guidance for human resource and change management strategies in higher education and other knowledge-intensive sectors facing digital disruption.
Pengaruh Disiplin dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara Maria Sadarwati Telaumbanua; Ida Royani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10660

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh disiplin kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara. Populasi penelitian mencakup 229 pegawai. Sampel berjumlah 70 responden yang ditentukan melalui teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan pengujian t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,156, nilai thitung 3,278 yang lebih besar daripada ttabel 1,990, serta nilai signifikansi 0,001 yang lebih kecil daripada 0,05. Motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien regresi 0,443, nilai thitung 5,569 lebih besar daripada ttabel 1,990, dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Secara simultan, disiplin kerja dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Fhitung 50,119 yang lebih besar daripada Ftabel 3,21. Nilai R sebesar 0,791 menunjukkan hubungan kuat antara kedua variabel independen dan kinerja pegawai. Dengan demikian, peningkatan disiplin kerja dan motivasi perlu menjadi perhatian organisasi untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai secara berkelanjutan. Hasil tersebut menegaskan pentingnya pembinaan kedisiplinan, pemberian dorongan kerja, dan pengelolaan sumber daya manusia secara konsisten di lingkungan dinas setempat.
Analisis Pengaruh Pendidikan Perempuan, Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan, dan Rata-Rata Upah Minimum Regional (UMR) terhadap Kemiskinan di Indonesia Salsabila Salsabila; Noni Rozaini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10663

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan perempuan, partisipasi angkatan kerja perempuan, dan rata-rata Upah Minimum Regional (UMR) terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Adapun data yang digunakan adalah data sekunder. Data diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang mencakup 34 provinsi selama periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan perempuan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar -1,2337 dan probabilitas 0,0000, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pendidikan perempuan mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Partisipasi angkatan kerja perempuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien 0,0647 dan probabilitas 0,0293, yang menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi kerja perempuan belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kualitas pekerjaan dan pendapatan yang layak. Sementara itu, UMR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien -5,7238 dan probabilitas 0,0000. Secara simultan, ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,989354, yang berarti 98,93% variasi kemiskinan dapat dijelaskan oleh model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pengurangan kemiskinan memerlukan kebijakan yang terintegrasi melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan perempuan, perluasan kesempatan kerja yang layak, serta kebijakan upah yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia secara berkelanjutan.
Analisis Ancaman Pengunaan Deepfake pada Kehadiran Penghadap dalam Layanan Kenotariatan Hairul Anwar; Lena Hanifah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10664

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deepfake, menghadirkan tantangan baru terhadap implementasi cyber notary di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis ancaman manipulasi identitas digital terhadap keotentikan akta, bentuk pertanggungjawaban hukum notaris, kelemahan regulasi deteksi fraud biometrik, serta kontradiksi yuridis antara Undang-Undang Jabatan Notaris dan rezim hukum transaksi elektronik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Bahan hukum dianalisis secara preskriptif melalui penelaahan terhadap KUHPerdata, Undang-Undang Jabatan Notaris, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta regulasi dan praktik cyber notary di beberapa negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi deepfake mendekonstruksi asas verschijnen dan mengaburkan pemenuhan unsur “di hadapan” notaris sebagaimana dipersyaratkan Pasal 1868 KUHPerdata dan Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN. Manipulasi identitas visual dan auditori berpotensi menimbulkan cacat kehendak berupa penipuan, sehingga akta kehilangan kekuatan pembuktian lahiriah, formal, dan materiil. Pertanggungjawaban notaris didasarkan pada prinsip liability based on fault dan hanya dapat dibebankan apabila terdapat kesengajaan atau kelalaian dalam memenuhi prinsip kehati-hatian. Penelitian ini juga menemukan adanya kekosongan pengaturan mengenai liveness detection, teknologi anti-spoofing, integrasi data kependudukan, serta batas pertanggungjawaban notaris. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi UUJN dan UU ITE melalui rekonstruksi regulasi cyber notary berbasis Functional Equivalence Theory. Rekonstruksi tersebut mencakup redefinisi frasa “menghadap” agar mencakup kehadiran virtual yang andal, penerapan autentikasi biometrik berlapis, penggunaan sertifikat elektronik tersertifikasi, pembangunan infrastruktur kenotariatan digital nasional, serta penetapan kegagalan deteksi manipulasi identitas tingkat lanjut sebagai risiko siber sistemik yang tidak otomatis membebani notaris guna menjamin kepastian hukum, perlindungan data pribadi, dan kepercayaan publik dalam transaksi elektronik nasional.
Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Kredit Antara Anggota dan Koperasi Zidan Audah; Djoni Sumardi Gozali
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10665

Abstract

Penelitian ini menganalisis asas itikad baik dalam perjanjian kredit antara anggota dan koperasi dengan menitikberatkan pada landasan filosofis, normatif, dan teoretis serta implikasinya dalam penyelesaian wanprestasi dan peran notaris. Asas itikad baik dipahami sebagai prinsip fundamental hukum perjanjian yang berakar pada keadilan substantif, nilai Pancasila, serta ketentuan Pasal 1338 ayat (3) KUH Perdata. Dalam praktiknya, perjanjian kredit koperasi memiliki karakteristik khas berbasis asas kekeluargaan yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi, sehingga hubungan hukum tidak semata bersifat transaksional. Penelitian ini juga menguraikan tahapan penerapan itikad baik pada fase pra-kontraktual, pelaksanaan, dan pascawanprestasi, termasuk indikator penilaian perilaku para pihak. Hasil kajian menunjukkan bahwa itikad baik berfungsi sebagai mekanisme interpretatif, suplementatif, dan korektif dalam mengoreksi penerapan hukum yang terlalu formalistik. Penyelesaian wanprestasi seharusnya mengutamakan musyawarah, restrukturisasi, dan mediasi sebelum litigasi sebagai upaya terakhir. Selain itu, notaris memiliki peran penting dalam mengakomodasi asas itikad baik melalui perancangan klausul perjanjian, penyuluhan hukum, serta pencegahan sengketa. Kesimpulannya, asas itikad baik merupakan standar kepatutan objektif yang mengintegrasikan hukum perjanjian dengan nilai kekeluargaan koperasi guna mewujudkan keadilan substantif dan kepastian hukum serta penguatan peran lembaga koperasi dalam membangun hubungan kontraktual yang berlandaskan kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab bersama, dan perlindungan hukum bagi seluruh anggota. Implementasi asas ini diharapkan mampu meminimalisir terjadinya sengketa wanprestasi, memperkuat mekanisme penyelesaian nonlitigasi, serta meningkatkan efektivitas fungsi notaris sebagai pejabat umum yang menjamin kepastian hukum dan keadilan dalam setiap perjanjian kredit koperasi di Indonesia secara berkelanjutan dan berkeadilan substantif yang selaras dengan prinsip koperasi serta kepastian hukum yang responsif dan adaptif hukum.
Solidaritas, Nilai, dan Kolaborasi: Studi Pengembangan Budaya Organisasi di Moosa Edufarm Rimpi Yulia Azhari; Himyar Pasrizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10666

Abstract

Keberhasilan dan keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang bergantung pada pengembangan budaya organisasi yang kuat. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pengembangan budaya organisasi di Moosa Edufarm, sebuah lembaga agrowisata edukasi peternakan sapi di Sumatera Barat yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik kerjanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus instrumental. Sumber data primer berasal dari pengalaman langsung penulis sebagai staf edufarm selama satu tahun, mencakup observasi partisipan terhadap dinamika kerja tim, pola solidaritas lintas divisi, dan implementasi sistem akuntabilitas. Data sekunder diperoleh dari studi literatur mendalam tentang teori pengembangan budaya organisasi dan etos kerja Islami dari para ahli seperti Fahmi (2012), Schein (2017), Robbins (1996), dan Kotter (1996). Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi antara pengalaman lapangan dan referensi teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Moosa Edufarm membangun budayanya melalui lima mekanisme yang saling memperkuat: internalisasi nilai-nilai Islam sebagai pondasi kerja, sosialisasi nilai secara organik melalui interaksi sehari-hari, keteladanan pimpinan yang hadir langsung di lapangan, sistem akuntabilitas berbasis amanah melalui stok opname bulanan, serta evaluasi informal namun konsisten. Lembaga ini mengadopsi budaya terbuka dan partisipatif yang diperkaya nilai-nilai Islam, ditandai oleh solidaritas lintas divisi yang muncul secara spontan, terutama saat menangani kunjungan rombongan besar hingga 200 orang. Keunikan budaya Moosa Edufarm terletak pada fleksibilitasnya yang bukan berarti longgar, melainkan kepercayaan yang tumbuh dari nilai bersama yang telah terinternalisasi secara tulus.
Perancangan Sistem Arsip Surat Digital dengan Deteksi Duplikasi Berbasis Nomor Surat Menggunakan Regular Expression dan Exact Matching Dian Sari Amalia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10667

Abstract

Kemajuan teknologi informasi telah mendorong lembaga pemerintah untuk melakukan transformasi digital dalam berbagai aspek administrasi, termasuk pengelolaan arsip dokumen. Arsip dokumen merupakan sumber informasi yang sangat penting dan memainkan peran krusial dalam mendukung proses administrasi, pengambilan keputusan, serta menyediakan bukti kegiatan organisasi. Namun, proses pengelolaan arsip yang masih bergantung pada dokumen fisik dan pencatatan manual seringkali menimbulkan berbagai masalah, seperti kesulitan dalam menemukan dokumen, ketidakkonsistenan data, dan duplikasi catatan akibat entri data yang berulang. Masalah-masalah ini berpotensi mengganggu kualitas data dan menghambat efektivitas pengelolaan arsip di lembaga pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Smartchive, sebuah sistem pengarsipan dokumen digital yang mampu mendeteksi dokumen duplikat secara otomatis berdasarkan nomor dokumen. Sistem ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan dokumen Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan. Proses deteksi duplikasi dilakukan dengan mengekstrak nomor dokumen dari dokumen yang diarsipkan menggunakan metode Regular Expression (Regex), dilanjutkan dengan perbandingan menggunakan metode Exact Matching untuk mengidentifikasi catatan dengan nomor dokumen yang identik. Sistem ini juga dirancang untuk membaca data arsip dari berkas Microsoft Excel, mengekstrak metadata arsip, menyimpan data dalam repositori arsip digital, serta menyediakan fasilitas pencarian data terpusat. Hasil implementasi menunjukkan bahwa Smartchive mampu secara otomatis mengekstrak nomor dokumen, mendeteksi data arsip yang duplikat, dan menyajikan informasi arsip dalam format yang lebih terstruktur. Sistem ini membantu mengurangi risiko redundansi data, meningkatkan kualitas pengelolaan arsip, dan mempercepat proses pencarian informasi. Dengan demikian, Smartchive dapat berfungsi sebagai solusi sederhana yang mendukung digitalisasi pengelolaan dokumen di lingkungan pemerintahan.
Pemanfaatan AI Multimodal Untuk Deteksi Dini Stres Melalui Suara, Teks, dan Fisiologis Muhammad Tafazzani Addien; Apriade Voutama; Taufiq Ridwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10668

Abstract

Deteksi dini stres menjadi kebutuhan penting karena metode konvensional yang mengandalkan kuesioner dan laporan diri masih rentan terhadap bias subjektif, keterbatasan akurasi, serta belum mampu memantau perubahan kondisi psikologis secara berkelanjutan dan real-time. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang untuk mengembangkan sistem deteksi stres yang lebih objektif melalui pemanfaatan berbagai sumber data secara simultan. Artikel ini bertujuan menyusun rancangan konseptual pemanfaatan AI multimodal dalam mendeteksi stres melalui analisis suara, teks, dan sinyal fisiologis sebagai dasar pengembangan sistem skrining kesehatan mental digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur naratif terhadap tujuh belas artikel ilmiah yang membahas kesehatan mental digital, machine learning, speech emotion recognition, analisis teks, sensor fisiologis, serta chatbot berbasis AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap modalitas memiliki karakteristik dan keunggulan yang saling melengkapi. Analisis teks mampu mengidentifikasi pola linguistik, pilihan kata, dan sentimen, analisis suara menangkap perubahan prosodi, intonasi, serta fitur akustik yang berkaitan dengan kondisi emosional, sedangkan sinyal fisiologis merepresentasikan respons biologis yang relatif lebih objektif terhadap stres. Integrasi ketiga modalitas melalui pendekatan fusi fitur, fusi keputusan, maupun fusi hybrid berpotensi meningkatkan akurasi, stabilitas, dan keandalan sistem dibandingkan pendekatan unimodal. Meskipun demikian, implementasinya masih memerlukan validasi klinis, perlindungan privasi data, transparansi model AI, serta mekanisme rujukan kepada tenaga profesional. Oleh karena itu, AI multimodal lebih tepat diposisikan sebagai alat skrining dan pendukung deteksi dini kesehatan mental, bukan sebagai pengganti diagnosis psikologis maupun layanan konseling profesional.
Digital leadership and employee engagement in hybrid work environments: The role of trust and communication Nurhidayah, Rika; Muliansyah, Dadah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 3 No. 2 (2024): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v3i2.1067

Abstract

In response to the increasing shift toward hybrid work arrangements, this study investigates the role of digital leadership in shaping employee engagement, emphasizing the mediating effects of trust in leadership and digital communication. Drawing on the Job Demands–Resources (JD–R) model and Social Exchange Theory, this research adopts a quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) based on survey data collected from 385 employees working under hybrid systems in diverse organizational settings. The findings reveal that digital leadership has a significant positive direct effect on employee engagement (β = 0.36, p < 0.001). Furthermore, trust in leadership and digital communication both serve as partial mediators in this relationship, indicating that relational and communicative mechanisms are crucial for sustaining engagement in digitally mediated environments. The structural model explained 51% of the variance in employee engagement, demonstrating strong explanatory power. These results extend current leadership theory by contextualizing digital leadership within hybrid work structures and emphasizing the need for trust-building and high-quality communication. The study contributes to the HRM literature by offering actionable insights for organizations seeking to optimize leadership strategies and communication infrastructures in evolving digital workplaces. Despite limitations related to cross-sectional data and sample generalizability, the research provides a foundation for future longitudinal and cross-cultural investigations into digital leadership dynamics.
Perancangan Website Sistem Informasi Untuk Pemasaran Jasa pada CV. Karsa Data Melly Ananda Dwi Aprilia; Muh Jamil; Valentino Aris
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10673

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perusahaan untuk memanfaatkan media digital sebagai strategi pemasaran yang lebih efektif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. CV. Karsa Data merupakan perusahaan yang bergerak di bidang analisis data, konsultasi statistik, pembuatan dashboard, dan pelatihan data analyst, namun aktivitas pemasarannya masih mengandalkan metode word-of-mouth sehingga penyebaran informasi layanan belum optimal dan jangkauan pelanggan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan website sebagai media pemasaran jasa pada CV. Karsa Data serta mengevaluasi tingkat usability website yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Four-D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Website dikembangkan menggunakan Content Management System (CMS) WordPress dengan fitur profil perusahaan, layanan, portofolio, formulir pemesanan, chatbot AI, dan fitur analisis data penjualan berbasis unggah file CSV. Analisis model bisnis dilakukan menggunakan Lean Canvas, sedangkan pengujian usability menggunakan USE Questionnaire yang melibatkan 30 responden dengan empat dimensi penilaian, yaitu Usefulness, Ease of Use, Ease of Learning, dan Satisfaction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website berhasil dikembangkan sebagai media pemasaran digital yang mampu meningkatkan penyampaian informasi layanan secara lebih terstruktur. Hasil evaluasi usability memperoleh nilai Usefulness sebesar 88,33%, Ease of Use 88,33%, Ease of Learning 87,00%, dan Satisfaction 89,27%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, website yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai media pemasaran jasa untuk mendukung peningkatan visibilitas dan efektivitas pemasaran digital CV. Karsa Data.

Page 41 of 830 | Total Record : 8292