cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,486 Documents
Digital Transformation and Gen Z Employee Performance: Digital Literacy As Mediator Nurhatisyah, Nurhatisyah; Wahyuni, Etty Sri; Dewi, Nolla Puspita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6360

Abstract

Generation Z, as digital natives comprising approximately 27.94% of Indonesia's population, is rapidly entering the workforce and becoming a significant force in the manufacturing sector. This study investigates the effect of digital transformation on Generation Z employee performance with digital literacy as a mediating variable in manufacturing industries within the Batam Special Economic Zone (SEZ). Batam, strategically positioned near Singapore, is undergoing rapid digital transformation with the development of 10 data centers in Nongsa Digital Park and the adoption of AI-based smart factories. Using a quantitative approach with a survey method, this study collected data from 312 Generation Z employees (born 1997-2012) working in manufacturing companies across Batam's industrial estates. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with Smart PLS 4.0. The findings reveal that: (1) digital transformation has a positive and significant effect on employee performance (β = 0.356, p < 0.001); (2) digital transformation has a positive and significant effect on digital literacy (β = 0.674, p < 0.001); (3) digital literacy has a positive and significant effect on employee performance (β = 0.445, p < 0.001); and (4) digital literacy partially mediates the relationship between digital transformation and employee performance (β = 0.300, p < 0.001). The total effect of digital transformation on employee performance is 0.656, with 45.7% transmitted through digital literacy. These findings provide theoretical contributions to understanding the digital transformation-performance nexus among Generation Z employees and offer practical implications for human resource management strategies in optimizing digital initiatives in manufacturing contexts.
Pengaruh CSR, Intensitas Modal, dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Pemoderasi Herzain, Achmed Javier; Arief, Abu Bakar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Corporate Social Responsibility (CSR), intensitas modal, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel pemoderasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya peningkatan nilai perusahaan sebagai indikator keberhasilan kinerja manajemen serta daya tarik perusahaan bagi investor. Dalam konteks persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan tidak hanya dituntut untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan guna menciptakan reputasi yang positif di pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian berjumlah 261 perusahaan yang memenuhi kriteria selama periode 2022–2024. Teknik analisis data dilakukan menggunakan metode statistik untuk menguji hubungan antarvariabel serta peran profitabilitas dalam memperkuat pengaruh variabel independen terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CSR berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang secara konsisten menerapkan tanggung jawab sosial cenderung memperoleh kepercayaan yang lebih tinggi dari investor, sehingga berdampak pada peningkatan nilai pasar. Oleh karena itu, penerapan CSR perlu menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar studi selanjutnya dapat memperdalam kajian mengenai dimensi CSR, khususnya kinerja lingkungan dan kinerja sosial, untuk mengidentifikasi aspek yang paling berkontribusi terhadap peningkatan nilai perusahaan. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur serta menjadi referensi bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2020-2023 Yanti, Misda; Rezeki, Yuliarti; Abnaina, Elma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6362

Abstract

Good Corporate Governance (GCG) merupakan prinsip fundamental dalam meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan tanggung jawab perusahaan, terutama pada sektor perbankan yang memiliki peran strategis dalam perekonomian. Penerapan GCG yang baik diharapkan mampu memperkuat mekanisme pengawasan dan pengendalian internal sehingga berdampak positif terhadap kinerja keuangan serta keberlanjutan perusahaan dalam menghadapi persaingan industri yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh mekanisme Good Corporate Governance yang meliputi dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antarvariabel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi laporan tahunan dan laporan keuangan 34 perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, dan kepemilikan institusional, sedangkan variabel dependen yaitu kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 27. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel dewan direksi berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan dewan komisaris, komite audit, dan kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan secara parsial. Selain itu, hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi peran dan efektivitas dewan direksi dalam pengambilan keputusan strategis, serta perlunya penguatan struktur tata kelola perusahaan agar tujuan peningkatan kinerja keuangan dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
Evaluating AI Tutor Interaction with Ambiguous Junior High Mathematics Questions Using Black-Box Islam, Khoirul; Saidah, Nisfu Laili; Yahya, Saifudin; Syaikhuddin, Muhammad Miftakhul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6363

Abstract

The growth of generative artificial intelligence as a mathematics education tutoring tool presents new possibilities of assisting student learning. Nevertheless, successful learning interactions involve AI tutors to address ambiguous questions posed by students in a proper manner, particularly in junior high school mathematics, where questions are frequently incomplete, have ambiguous concepts, or lack reference points to the surrounding context. This paper compares the quality of interaction of two popular AI tutors, ChatGPT and Gemini, in answering ambiguous questions in mathematics at the junior high school level. An approach that was used was black-box testing where only observable input-output behavior was tested without accessing internal model mechanisms. A sample of 50 ambiguous mathematics situations was randomly designed around five types of ambiguity, namely incomplete information, conceptual ambiguity, output format ambiguity, missing context, and contradictory information. Both AI tutors were tested on each scenario once giving a total of 100 dialog interactions. Two independent raters evaluated all interactions based on a Human–AI Interaction rubric which includes ambiguity detection, relevance of clarification, transparency of assumptions, quality of interaction, and quality of solution. The findings show that both systems can identify ambiguity, but Gemini shows higher rates of clarification and more pedagogically suitable interaction patterns than ChatGPT, especially in situations related to the lack of information and contextual ambiguity. The results demonstrate the significance of clarification behavior and interaction design in AI-based tutoring systems and offer a viable way of how AI tutors can be responsibly used in mathematics education at junior high schools.
Cyberloafing dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Tingkat Akhir melalui Problem Focused Coping sebagai Mediator Azahra, Aurani Nurika; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran problem focused coping (PFC) sebagai mediator dalam hubungan antara cyberloafing dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami tekanan akademik, terutama dalam proses penyelesaian tugas akhir, sehingga perilaku penggunaan internet non-akademik seperti cyberloafing berpotensi memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan model mediasi. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya sebanyak 549.342 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 200 mahasiswa yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen, yaitu skala kesejahteraan psikologis, skala cyberloafing, dan skala problem focused coping. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS for Windows versi 26 dan JAMOVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing berhubungan negatif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (p = 0.001) dengan koefisien sebesar −0,5555, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi cyberloafing, semakin rendah kesejahteraan psikologis mahasiswa tingkat akhir. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa problem focused coping berperan sebagai mediator secara signifikan, dengan nilai Indirect Effect sebesar −0,0314 dan p value sebesar 0,019 (p < 0,05), serta sumbangsih sebesar 5,36% dari total effect. Temuan ini menunjukkan bahwa mediasi yang terjadi bersifat parsial, sehingga pengaruh langsung cyberloafing terhadap kesejahteraan psikologis tetap lebih dominan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang relevan serta menggunakan teknik sampling yang lebih representatif.
Pengaruh Diversitas Gender, Green Accounting dan Kepemilikan Asing terhadap Corporate Social Responsibility Risthi, Alyssa; Novianti, Dian; Silviyani, Yuli Anita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Diversitas Gender, Green Accounting, dan Kepemilikan Asing terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan selama periode pengamatan penelitian. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian selama periode observasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling sehingga diperoleh sejumlah perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian. Jumlah observasi yang digunakan merupakan gabungan data perusahaan dan periode waktu penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan software EViews dengan tahapan analisis statistik deskriptif dan pengujian hipotesis melalui uji regresi data panel. Pengujian hipotesis dilakukan baik secara simultan melalui uji F maupun secara parsial melalui uji t untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diversitas Gender, Green Accounting, dan Kepemilikan Asing secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Corporate Social Responsibility. Namun, hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap Corporate Social Responsibility. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaruh terhadap CSR lebih kuat ketika variabel independen dipertimbangkan secara bersama-sama dibandingkan secara individual. Dengan demikian, implementasi CSR dalam perusahaan dipengaruhi oleh kombinasi faktor tata kelola dan kebijakan perusahaan, bukan oleh satu faktor dominan saja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur terkait CSR serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan strategis.
Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga dan Brand Image terhadap Minat Membeli Kembali Produk Sari Roti Gosal, Elviera Zefanya; Silitonga, Rivera Pantro Sukma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, persepsi harga, dan brand image terhadap minat membeli kembali produk Sari Roti. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 150 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode accidental sampling dengan kriteria responden merupakan konsumen yang telah membeli produk Sari Roti minimal dua kali. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 25 dengan metode analisis regresi linear berganda. Kualitas produk diukur melalui indikator tampilan, tekstur, dan rasa, sedangkan persepsi harga diukur melalui keterjangkauan harga dan daya saing harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan kualitas produk, persepsi harga, dan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat membeli kembali. Hasil analisis regresi juga menunjukkan bahwa brand image merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan dengan nilai koefisien tertinggi. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,800 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan minat membeli kembali sebesar 80%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti. Temuan ini menegaskan pentingnya bagi perusahaan untuk mempertahankan kualitas produk, menetapkan harga yang sesuai dan kompetitif, serta menjaga dan membangun citra merek yang kuat guna meningkatkan minat membeli kembali konsumen dalam jangka panjang dan berkelanjutan.
Penetapan Kadar Natrium Siklamat pada Es Teh Gerobakan yang Beredar di Kota Banjarmasin dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Maharatini, Meieklesia; Rahmadani, Rahmadani; Budi, Setia; Alawiyah, Tuti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6370

Abstract

Natrium siklamat adalah pemanis buatan yang sering digunakan dalam minuman karena harganya murah dan rasa manisnya 30 kali lebih kuat dari sukrosa. Penggunaan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Yang dimana batas persyaratan maksimum penggunaan siklamat perhari menurut WHO (World Health Organization) adalah 0-11 mg/kg berat badan. Sedangkan dalam minuman berbasis air berperisa dan minuman berpartikel tidak boleh melebihi 350 mg/kg. Efek yang mungkin terjadi jika dikonsumsi melebihi batas maksimum yang telah ditentukan dapat menyebabkan gangguang Kesehatan seperti migrain, tremor, diare, dan sakit tenggorokan. Mengetahui keberadaan dan kadar natrium siklamat dalam es teh gerobakan yang beredar di Kota Banjarmasin serta mengevaluasi apakah kadarnya melebihi batas yang ditetapkan BPOM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 10 sampel es teh dikumpulkan dari pedagang kaki lima di Kecamatan Banjarmasin Timur dan dianalisis menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Validasi metode dilakukan melalui uji linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ. Dari 10 sampel yang dianalisis, 2 sampel positif mengandung natrium siklamat dengan kadar masing-masing 193,878 mg/kg dan 68,833 mg/kg. Seluruh kadar yang terdeteksi masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan BPOM, yaitu 350 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, sebagian es teh gerobakan di Kota Banjarmasin mengandung natrium siklamat, meskipun kadarnya masih dalam batas aman. Diperlukan pengawasan rutin terhadap minuman jajanan agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
Perlindungan Hak Rehabilitasi bagi Pemakai, Korban Penyalahguna dan Pecandu Narkoba dari Jeratan Hukum Pidana Azwar, Azwar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6371

Abstract

Penegakan hukum terhadap Pemakai, Korban Penyalahgunaan Narkotika dan Pecandu Narkotika diatur dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mengadopsi dua sistem peradilan, yaitu peradilan rehabilitasi dan peradilan pidana. Dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika, sering kali sistem peradilan rehabilitasi diabaikan oleh aparat penegak hukum di Indonesia. Menelisik dari beberapa pasal dalam UU Narkoba, ada sinergitas untuk menciptakan sistem penanganan yang berbeda antara Penyalahguna, Korban dan Pecandu Narkotika, Pasal 54 dan Pasal 103 lebih fokus pada rehabilitasi, sedangkan pada Pasal 127 memberikan pidana, tetapi juga membuka peluang rehabilitasi bagi korban. Menurut teori yuridis normatif, pecandu narkotika sebenarnya adalah korban yang menderita penyakit dan membutuhkan perawatan fisik dan psikologis, serta dukungan dari masyarakat, agar bisa hidup normal kembali. Penerapan hukuman penjara saja belum cukup sesuai dengan perspektif Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang memberikan hak rehabilitasi bagi Pengguna, Pecandu dan Korban Penyalahguna Narkotika, baik secra sukarela maupun melalui putusan hakim. Namun, penerapan hak rehabilitasi terhadap pengguna narkotika di Indonesia belum mencapai tingkat optimal karena terdapat beberapa kendala, baik dari segi internal maupun eksternal. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, tidak hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku atau mencegah orang lain melakukan tindakan yang sama, tetapi juga untuk memastikan bahwa pelaku menerima perawatan, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dalam kondisi yang lebih baik.
Influencer Credibility as a Digital Advertising Strategy: Its Impact on Social Media Consumers’ Purchase Intentions in Indonesia Yuvista, Riska; Sagitakasih, Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6373

Abstract

In Indonesia’s rapidly evolving digital ecosystem, social media influencers have become central actors in shaping brand–consumer communication and purchasing behavior. This qualitative descriptive study explores how perceptions of influencer credibility influence consumers’ purchase intentions amid increasing media fatigue. Data were collected through semi-structured interviews with 40 purposively selected social media users who actively engage with influencer content on platforms such as Instagram and TikTok. The data were analyzed using Braun and Clarke’s (2006) thematic analysis to identify recurring patterns and meanings. The findings reveal that influencer credibility is primarily constructed through perceived authenticity, honest communication, and congruence between the influencer’s lifestyle and the audience’s values. These elements foster stronger parasocial relationships, enhancing emotional trust and increasing the likelihood of purchase decisions. However, the study also finds that repetitive, overly commercial, or insincere promotional content contributes to media fatigue, which weakens perceived credibility and reduces persuasive effectiveness. Participants emphasized growing skepticism toward influencers who frequently endorse multiple brands without clear relevance or personal experience. Consequently, audiences become more selective and critical in interpreting influencer messages. The study suggests that brands should prioritize value alignment, narrative authenticity, and long-term relationships over follower count or short-term exposure when selecting influencers. By situating influencer credibility and media fatigue within Indonesia’s socio-digital context, this research contributes empirically to influencer marketing literature and provides practical insights for marketers seeking sustainable and trust-based digital advertising strategies.