cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,414 Documents
Moderasi Komite Audit dalam Hubungan Green Accounting terhadap Financial Peformance Perusahaan Pertambangan Desire Fenner Waldensi Umbora; James Sylvanus Uly Reke; Joan Yuliana Hutapea
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Green Accounting terhadap Financial Peformance dan meneliti Komite Audit sebagai variabel moderasi dalam perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Penelitian ini mengadopsi desain deskriptif kuantitatif, menggunakan purposive sampling untuk memperoleh 52 observasi perusahaan tahun dari tahun 2021 hingga 2024. Data penelitian ini menggunakan software SPSS dan dianalisis menggunakan Analisis Regresi Moderasi dengan transformasi Cochrane-Orcutt   untuk memastikan hasil yang kuat dan bebas dari autokorelasi. Temuan menunjukkan bahwa Green Accounting, yang diukur dengan PROPER (peringkat kepatuhan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia), bertindak sebagai biaya kepatuhan wajib daripada penggerak strategis, sehingga menghasilkan efek yang tidak signifikan terhadap Return on Assets. Selain itu, rapat Komite Audit gagal memoderasi hubungan Green Accounting terhdap Financial Performanc, karena seringkali hanya berfungsi sebagai pemenuhan seremonial persyaratan administratif OJK (Otoritas Jasa Keuangan Indonesia). Fenomena ini menunjukkan bahwa di industri ekstraktif Indonesia, akuntabilitas lingkungan belum terintegrasi secara substantif ke dalam penciptaan nilai finansial. Akibatnya, perusahaan harus beralih dari sekadar kepatuhan regulasi ke manajemen lingkungan strategis untuk mengubah biaya keberlanjutan menjadi keunggulan kompetitif. Regulator harus mewajibkan kompetensi lingkungan bagi Komite Audit untuk memastikan pengawasan melampaui frekuensi administratif. Studi ini menawarkan hal baru dengan meneliti tata kelola dan Green Accounting di sektor ekstraktif pasar negara berkembang selama era pasca-pandemi.
Analisis Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Layanan Digital Pasca Implementasi Coretax Nadia Amaliani; Achmad Wicaksono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7990

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam persepsi dan pengalaman Wajib Pajak Orang Pribadi (WP-OP) terhadap layanan digital Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pasca-implementasi sistem Coretax pada 1 Januari 2025. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi, data primer dikumpulkan dari tiga informan di wilayah Jawa Timur (mencakup profil wajib pajak senior hingga mahasiswa) melalui wawancara mendalam selama 10-20 menit. Analisis mengikuti model Miles & Huberman untuk mengidentifikasi tema kemudahan, efisiensi, dan hambatan sistem. Hasil penelitian mengungkap dualitas persepsi: wajib pajak sangat mengapresiasi konsep single sign-on dan integrasi seluruh layanan ke dalam satu platform terpadu yang menyederhanakan prosedur administrasi. Namun, hambatan teknis serius ditemukan berupa ketidakstabilan server (downtime), sistem yang lambat (lag), serta hilangnya fitur pemindaian barcode otomatis pada faktur pajak yang memaksa penginputan manual selama 3-5 menit per dokumen. Ditinjau dari Technology Acceptance Model (TAM), perceived usefulness sistem diakui secara positif, tetapi perceived ease of use masih dinilai rendah oleh pengguna lama karena kompleksitas fitur baru. Keamanan data mendapat apresiasi positif berkat penggunaan passphrase yang lebih kuat dibanding sistem lama. Kendati demikian, efektivitas respon petugas layanan dinilai masih terbatas karena kurangnya penguasaan teknis terhadap sistem yang masih dalam tahap stabilisasi ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun aktivasi akun nasional baru mencapai 65%, keberhasilan Coretax sangat bergantung pada peningkatan kapasitas bandwidth, dukungan regulasi yang adaptif, serta pendampingan intensif kepada wajib pajak.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Wisata terhadap Kepuasan Wisatawan pada Destinasi Wisata Hiu Paus Botubarani Gorontalo (Studi Kasus pada Wisatawan Hiu Paus Botubarani) Fahrizal Alghifari Baruwadi; Tineke Wolok; Ramlan Amir Isa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas wisata terhadap kepuasan wisatawan pada destinasi wisata Hiu Paus Botubarani, Gorontalo. Secara spesifik, penelitian ini menguji tiga hal, yaitu: (1) pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan wisatawan, (2) pengaruh fasilitas wisata terhadap kepuasan wisatawan, dan (3) pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas wisata secara simultan terhadap kepuasan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung maupun melalui Google Form. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS Statistics 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, dengan nilai t hitung sebesar 5,745 yang lebih besar dari t tabel 1,661. Selain itu, fasilitas wisata juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, dengan nilai t hitung sebesar 8,392 yang lebih besar dari t tabel 1,661. Secara simultan, kualitas pelayanan dan fasilitas wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan dengan nilai F hitung sebesar 212,886 yang lebih besar dari F tabel 2,70. Nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,814 menunjukkan bahwa 81,4% variasi kepuasan wisatawan dapat dijelaskan oleh kualitas pelayanan dan fasilitas wisata, sedangkan sisanya sebesar 18,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, hubungan antar variabel tergolong sangat kuat.
Analisis Bahasa Gaul Gen Z Dalam Konten Tiktok dan Dampaknya Pada Keterampilan Berbahasa Maria Goreti Rini Kristiantari; Chindytia Chindytia; Ni Made Ginanda Dwi Cahyani Pande; Ni Putu Anindya Putri Artawathi; Made Kusuma Dharma Putra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan konten media sosial TikTok terhadap pola konsumsi mahasiswa Generasi Z di lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman, persepsi, dan perilaku konsumsi mahasiswa. Subjek penelitian terdiri dari lima mahasiswa aktif pengguna TikTok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, seperti intensitas penggunaan TikTok dan keterlibatan dalam mengonsumsi konten terkait produk atau gaya hidup. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi metode, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten TikTok memiliki pengaruh dalam membentuk pola konsumsi mahasiswa Generasi Z. Konten yang menarik secara visual, rekomendasi dari kreator, serta tren yang berkembang mendorong mahasiswa untuk melakukan pembelian produk atau mengikuti gaya hidup tertentu. Namun demikian, tingkat pengaruh tersebut bervariasi tergantung pada kemampuan kontrol diri dan kesadaran individu dalam menyaring informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok berperan sebagai media yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital agar mahasiswa dapat bersikap lebih kritis dan selektif dalam mengonsumsi konten media sosial.
Analisis Kesetaraan Gender pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Nada Nafisah; Stevany Afrizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7995

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu penting dalam pendidikan tinggi karena berkaitan dengan keadilan, partisipasi, serta pembentukan kesadaran kritis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Lingkungan kampus diharapkan menjadi ruang yang inklusif dan bebas dari diskriminasi, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi akademik maupun sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman, sikap, dan praktik kesetaraan gender pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang dipilih secara purposive, dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam aktivitas akademik maupun organisasi kemahasiswaan. Teknik analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola pemahaman dan praktik kesetaraan gender di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif, mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik terkait konsep gender. Mereka mampu membedakan antara seks sebagai aspek biologis dan gender sebagai konstruksi sosial yang dibentuk oleh budaya dan lingkungan. Namun demikian, dalam praktik sehari-hari, khususnya dalam kegiatan organisasi dan interaksi akademik, masih ditemukan adanya bias gender yang bersifat kultural. Bias tersebut tercermin dalam stereotip peran, pembagian tugas berdasarkan jenis kelamin, serta kecenderungan penempatan posisi tertentu yang belum sepenuhnya setara. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teoretis dan implementasi nyata kesetaraan gender di lingkungan kampus. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih sistematis melalui pendidikan, kebijakan, dan budaya organisasi untuk mendorong praktik kesetaraan gender yang lebih inklusif dan berkelanjutan di perguruan tinggi.
Dampak Digital Marketing, Kualitas Layanan, dan Inovasi Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan Tokopedia Pada Mahasiswa Manajemen Angkatan 2024 Novtasya Olivia Br Sinaga; Junika Napitupulu; Jamaluddin Jamaluddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing, kualitas layanan, dan inovasi produk terhadap kepuasan pelanggan pada platform e-commerce Tokopedia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara harapan dan pengalaman pelanggan, khususnya pada kalangan mahasiswa sebagai pengguna aktif e-commerce. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 124 mahasiswa Program Studi Manajemen Angkatan 2024 Universitas Methodist Indonesia. Analisis data yang dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh secara parsial dan simultan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh negatif terhadap kepuasan pelanggan, yang mengindikasikan bahwa intensitas promosi yang berlebihan cenderung menurunkan kenyamanan pengguna. Sebaliknya, kualitas layanan dan inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Inovasi produk menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, menunjukkan pentingnya pengembangan fitur dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan sebesar 65,7% variasi kepuasan pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan inovasi produk dan kualitas layanan perlu menjadi prioritas utama, sementara untuk strategi digital marketing perlu dievaluasi kembali agar lebih efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu pengalaman pengguna. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengelola e-commerce dalam meningkatkan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan
Pengaruh Literasi Keuangan dan Pembayaran Digital (QRIS) terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar Milzha Awaliya; Mira Mira; Andi Arifwangsa Adingrat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan pembayaran digital (QRIS) terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada 198 responden yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling dari mahasiswa aktif Program Studi Manajemen angkatan 2022. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS, didukung uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa (t hitung = 9,558; sig. = 0,000). Pembayaran digital (QRIS) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa (t hitung = 8,848; sig. = 0,000). Secara simultan, literasi keuangan dan pembayaran digital (QRIS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa (F hitung = 85,410; sig. = 0,000). Pembayaran digital (QRIS) menjadi variabel yang lebih dominan dalam mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan transaksi digital melalui QRIS mendorong perilaku konsumtif mahasiswa, sementara literasi keuangan yang baik tetap diperlukan namun belum cukup untuk mengendalikan pengeluaran tanpa kemampuan self-control yang memadai.
Analisis Sistem Peradilan Pidana dalam Penanganan Kasus Korupsi di Indonesia Tahun 2026 M. Fernando
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7998

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas sistem peradilan pidana dalam menangani kasus korupsi di Indonesia pada tahun 2026. Korupsi tetap menjadi masalah serius yang terus meluas akibat memberikan dampak yang merugikan terhadap stabilitas ekonomi, kepercayaan masyarakat, serta integritas tata kelola. Sejumlah upaya ditempuh, baik melalui upaya perbaikan regulasi maupun pembenahan kelembagaan, namun perilaku korupsi semakin kompleks dan sulit terbendung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, serta menggunakan studi kasus pada beberapa kasus tahun 2026 terkait tindak pidana korupsi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen seperti putusan peradilan, laporan resmi dari lembaga penegakan hukum, dan jurnal-jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak kendala yang dihadapi sistem peradilan pidana di Indonesia dalam menangani korupsi, seperti lemahnya koordinasi antar-lembaga penegak hukum, semakin kompleksnya modus korupsi, serta isu integritas di internal aparat penegak hukum. Meskipun penegakan hukum terhadap korupsi meningkat setiap tahun, tapi efek jera yang dirasakan pelaku masih dirasa kurang optimal, terlihat dari masih tingginya tingkat kasus serta keterulangan modus kejahatan yang terus dilakukan. Simpulan dari penelitian ini adalah sistem peradilan pidana di Indonesia pada tahun 2026 belum sepenuhnya efektif dalam memberantas tindak pidana korupsi, dan dibutuhkan pembenahan yang menyeluruh baik dari aspek kelembagaan, regulasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia aparat penegak hukum. Faktor lainnya adalah penguatan integritas dan transparansi dalam proses peradilan untuk meningkatkan kepercayaan umum dan efektivitas peradilan pidana terhadap korupsi.
Pemodelan Tata Kelola Perikanan Skala Kecil Berbasis Ecosystem Approach to Fisheries Management di Kabupaten Morowali Aspar Erik; Nur Alim Erik
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8000

Abstract

Sebagai wilayah yang terletak dalam cakupan WPPNRI 714, Kabupaten Morowali memiliki kelimpahan sumber daya laut yang luar biasa dan menjadi tumpuan ekonomi utama bagi masyarakat pesisir di wilayah kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memodelkan tata kelola perikanan skala kecil di Kabupaten Morowali dengan menggunakan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Fokus penelitian mencakup tiga wilayah utama, yaitu Bungku Selatan, Sombori Kepulauan, dan Menui Kepulauan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) melalui survei terhadap 96 responden nelayan serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci. Penilaian dilakukan pada enam domain utama: sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, teknik penangkapan, sosial, ekonomi, serta kelembagaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa domain sumber daya ikan (2,17), habitat (2,33), teknik penangkapan (1,83), dan sosial (2,67) berada pada kategori sedang, sementara domain ekonomi (1,34) dan kelembagaan (1,67) berada pada kategori buruk. Sebagai solusi operasional, penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) dilakukan dengan mengadopsi konsep Maintain Existing Strategy pada domain yang stabil serta manajemen kolaboratif yang mengintegrasikan data ilmiah dengan kearifan lokal nelayan ke dalam rencana aksi strategis untuk periode jangka menengah lima tahun. Diperlukan sinkronisasi kebijakan tata ruang lintas sektoral serta regulasi daerah yang khusus melindungi zona tangkap nelayan kecil untuk menjamin keberlanjutan ruang ekologis di tengah masifnya aktivitas industri.
Analisis Risiko Operasional pada Proses Pengawasan Muat Barang Berbahaya di Pelabuhan Tanjung Priok Riska Fitriani; Wenny Ananda Larasati; Ma'ruf Ma'ruf
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8002

Abstract

Aktivitas muat barang berbahaya di pelabuhan mengandung tingkat risiko yang signifikan bagi keselamatan manusia, kapal, dan lingkungan, sehingga pengawasannya harus dilakukan secara ketat dan terstruktur. Peningkatan volume muatan barang berbahaya di Pelabuhan Tanjung Priok menyebabkan kompleksitas pengawasan yang juga semakin meningkat oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, namun masih ditemukan keterlambatan serta ketidaksesuaian dengan standar operasional prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko operasional, menentukan risiko prioritas, serta merumuskan langkah mitigasi dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 risiko operasional dengan kode R1-R13 yang berasal dari faktor sumber daya manusia, proses, teknologi, dan eksternal. Berdasarkan hasil analisis, risiko prioritas tertinggi dari Risk Priority Number (RPN) terdapat pada R8 dengan nilai 120 (Immadiate Mitigation), R6 dengan nilai sebesar 84 (Mitigate), R11 dengan nilai 72 (Monitor), R7 dengan nilai 64 (Monitor), serta R4 dengan nilai 60 (Monitor). Analisis Root Cause Analysis (RCA) dengan Fishbone Analysis penyebab risiko operasional meliputi faktor Man, Methode, Machine, Materials, dan Environtment. Upaya mitigasi dilakukan melalui peningkatan pengawasan lapangan, optimalisasi pemeriksaan dokumen, penambahan sumber daya manusia, serta perbaikan sistem digital. Penerapan manajemen risiko secara sistematis dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan meminimalkan risiko operasional.