cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
+6282218560919
Journal Mail Official
intel.edupedia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Trajaya, 004/005, Kec. Palasah, Kab. Majalengka, Jawa Barat
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian journal of teaching and learning
Published by Edupedia Publisher
ISSN : 29620570     EISSN : 29641446     DOI : https://doi.org/10.56855/intel
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Teaching and Learning (INTEL) is a national journal in the fields of: 1. Education 2. Teaching and learning 3. Evaluation 4. Management in formal/non-formal schools
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MAN 2 CIREBON Uus Husnul Khotimah; Anda Juanda; Didin Nurul Rosidin
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.376

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan: (1) SPMI yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan di MAN 2 Cirebon, (2) manajemen SPMI di MAN 2 Cirebon, dan (3) pengaruh manajemen SPMI terhadap peningkatan mutu pendidikan di MAN 2 Cirebon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Cirebon. Dalam penelitian ini pengumpulan data diperoleh dari sumber primer dan sumber sekunder. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, studi dokumen, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data ini menggunakan teknik analisis data interaktive model seperti yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu reduction, data display dan conclusion drawing. Dari pembahasan dapat disimpulkan 3 (tiga) hal yaitu, 1) SPMI yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan di MAN 2 Cirebon mengcacu ada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP) yaitu a) Standar Kompetensi Lulusan b) Standar Isi; c) Standar Proses; d) Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan; e) Standar Sarana dan Prasarana; f) Standar Pengelolaan; g) Standar Pembiayaan; dan h) Standar Penilaian Pendidikan (PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan). Dari instrumen SPMI yang ditetakan MAN 2 Cirebon secara keseluruhan terdapat 85 capaian mutu yang ingin dicapai yang tersebar dalam 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan. 2) Ada empat langkah siklus manajemen SPMI MAN 2 Cirebon yang diterapkan, yaitu (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi dan (4) tindak lanjut. 3) Pengaruh manajemen SPMI terhadap peningkatan Pendidikan MAN 2 Cirebon adalah meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, transparansi, kualitas Pembelajaran, dan dan meningkatkan reputasi.
PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MEMBERIKAN BIMBINGAN PENYULUHAN AGAMA PADA MASYARAKAT MUSLIM Anis Syafia Fitriatin
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.380

Abstract

Penelitian ini menjelaskan peran penyuluh agama dalam memberikan bimbingan agama pada masyarakat muslim yang rendahnya pengetahuan agama dan kurangnya minat untuk mendalami pengetahuan keagamaan sehingga antar penganut aliran agama tertentu pernah berkonflik. Seharusnya setiap masyarakat apalagi yang hidup berdampingan dengan penganut aliran agama lainnya memperoleh pengetahuan agama yang kuat agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi isu yang dapat menyebabkan konflik antar penganut aliran agama tertentu di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari responden meliputi kepala KUA, penyuluh agama, kepala desa, dan tokoh masyarakat muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh agama dalam memberikan bimbingan agama sudah berperan secara optimal sesuai dengan kemampuan mereka dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Namun, dikarenakan masyarakat masih lebih memprioritaskan kesibukan masing-masing hal ini dapat menjadi faktor penghambat kegiatan. Akan tetapi untuk kedepannya penyuluh agama berupaya untuk meningkatkan kinerjanya terutama dalam menarik minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan bimbingan agama tersebut terkhusus pada masyarakat muslim yang pernah berkonflik di desa Napis kecamatan Tambakrejo.
STRATEGI MEMPERTAHANKAN JUMLAH PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH KREATIF GSPA PESANGGRAHAN JAKARTA SELATAN Tri Asihati Ratna Hapsari; Rabiatul Adawiyah
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.398

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menjelaskan strategi yang digunakan dalam mempertahankan jumlah peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Kreatif (GSPA) Pesanggrahan Jakarta selatan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif ini dipilih karena peneliti bermaksud untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tertentu secara mendalam dan terperinci. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang strategi yang dilakukan oleh MI Kreatif (GSPA) Pesanggrahan Jakarta Selatan dengan menerapkan beberapa strategi, pertama: Meningkatkan Kualitas Peserta Didik, kedua: berinovasi dalam pembelajaran, ketiga: kegiatan budidaya hidroponik, keempat: Kegiatan Olah raga dan seni, kelima: Mutu Pendidikan keagamaan, keenam: memperbaiki sarana dan prasarana.
PELAKSANAAN TEKNIK SUPERVISI INDIVIDUAL OLEH PENGAWAS MADRASAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DI MTS WASILATUL HUDA DUKOHKIDUL Muntaha, M.
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v1i1.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru di MTs Wasilatul Huda Dukohkidul melalui pelaksanaan teknik supervisi individual oleh pengawas madrasah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Artinya penelitian ini menggunakan perhitungan angka (bilangan) terhadap data yang diperoleh untuk pengujian hipotesis, yaitu untuk melihat hubungan antara variabel pelaksanaan teknik supervisi individual oleh kepala sekolah dengan peningkatan kemampuan guru dalam proses pembelajaran. Populasi sekaligus sampel yaitu guru di MTs Wasilatul Huda Dukohkidul Kecamatan Ngasem Jumlah populasi yang ditetapkan sebagi obyek penelitian diambil secara acak adalah 10 guru MTs berstatus Guru Tetap Yayasan (GTY). Adapun teknik pengumpulan data berupa angket yang dianalisis menggunakan teknik teknik analisis data korelasi Product Moment. Berdasarkan pada hasil analisis dan hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV dan mengacu pada hipotesa serta permasalahan yang tertera pada bab I, maka bisa diambil kesimpulan bahwa, 1) ada perbedaan Pembelajaran antara kelompok guru yang mengajar pola konvensional dengan pengajaran berbasi kemampuan dan uji kompetensi, dan 2) ada Peningkatan kemampuan mengajar dalam KBM di sekolah dari hasil penelitian menujukkan hasil yang cukup signifikan untuk kemajuan pendidikan di MTs Wasilatul Huda Dukohkidul Kecamatan Ngasem.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI GOOGLE FORM MELALUI STRATEGI PEMBIMBINGAN KELOMPOK Sri Muryanti
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Proses pembibingan dalam melaksanakan evaluasi berbasis aplikasi google form dengan tehnik pembibingan kelompok pada guru SD Negeri Jamus 1, Kecamatan Ngluwar. Penelitian tindakan Sekolah ini di lakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2021 di SD Negeri Jamus 1, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Subyek penelitian adalah Guru kelas SD N egeri Jamus 1 Tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 6 Guru kelas. Penelitian ini merupakan penilitian tindakan sekolah yang di laksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari dua kali pertemuan pada masing- masing siklusnya. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi berbasis aplikasi google form pada siklus I 67,13 % dan siklus II 86,67%.
UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS TEKS CERITA SEJARAH PADA SISWA KELAS XII MIA 1 MAN 17 JAKARTA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING MELALUI MEDIA FILM Budoyo Budi Sidarto
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.470

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melalui empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi terhadap siswa kelas XII MIA 1 MAN 17 Jakarta yang berjumlah 36 siswa. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi dan tes. Analisis data dilakukan secara interaktif yaitu melalui tahapan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi data (conclusion drawing/verification). Penelitian dapat dikatakan berhasil apabila memenuhi indikator rata-rata nilai minimal 80 dengan ketuntasan 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan lancar, kendala-kendala yang muncul pada siklus 1 dan II dapat diatasi dengan baik. Kedua, terjadi peningkatan rata-rata nilai dari 70,4 pada kondisi awal, meningkat menjadi 78,3 setelah tindakan siklus I, dan meningkat lagi menjadi 88,9 pada siklus II. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 18, 5 poin. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah siswa tuntas sebanyak 69,5% dari 8 siswa (22,2%) pada kondisi awal, meningkat menjadi 24 siswa (66,7%) setelah tindakan siklus I, dan meningkat lagi menjadi 33 siswa (91,7%) pada siklus II.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 4 MIN 11 JAKARTA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING Ety Suhaity
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.471

Abstract

Permasalahan penelitian ini berawal dari perolehan hasil belajar tematik siswa kelas 4 MIN 11 Jakarta pada muatan Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan PKn masih kurang memuaskan. Rerata hasil belajar Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan PKn berturut-turut baru mencapai 61, 65, 57, dan 57. Rerata hasil belajar tersebut berdampak pada rendahnya pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM berturut-turut baru mencapai 35%, 40%, 20%, dan 15% (n=20). Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan upaya perbaikan pembelajaran agar hasil belajar dan capaian KKM dapat ditingkatkan melalui penelitian tindakan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Stringer yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus mencakup tindakan look, think, dan act. Instrumen pengumpulan data menggunakan soal tes dan lembar observasi. Soal tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dan lembar observasi untuk memastikan keterlaksanaan model pembelajarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Inquiry Learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa kelas 4 MIN 11 Jakarta, kecuali muatan mata pelajaran IPA pada Siklus II. Temuan ini didasarkan data bahwa terjadi peningkatan persentase terhadap peningkatan rerata hasil belajar pada muatan Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan PKn dari kondisi awal ke Siklus I berturut-turut 6,6%; 6,2%; 10,5%; dan 19,3% serta dari Siklus I ke II sebesar 20,0%; -4,3%; 22,2% dan 13,2%. Dilihat dari pencapaian KKM terlihat bahwa ada peningkatan persentase pencapaian KKM (kecuali muatan matapelajaran IPS Siklus I) dari kondisi awal ke Siklus I berturut-turut 0,0%; 225%; -37,5%; dan 166,7% serta dari Siklus I ke II sebesar 142,9%; 23,1%; 200%; dan 100%. Berdasarkan temuan bahwa secara umum model pembelajaran Inquiry Learning dapat meningkatkan hasil belajar, maka disarankan dalam pembelajaran siswa kelas 4 MIN 11 Jakarta.menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning.
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS III MIN 11 JAKARTA Ika Wahyuningsih
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.472

Abstract

Kegiatan pembelajaran Tematik pada siswa kelas III MIN 11 Jakarta cenderung berpusat pada guru dan penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa kurang optimal. Tindakan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan Cooperative Learning pada tematik kelas III MIN 11 Jakarta. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan pembelajaran yang diakhiri dengan tes formatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Data yang dianalisis secara kuantitatif yaitu tes formatif berbentuk esai. Data yang dianalisis secara kualitatif yaitu data non tes hasil pengamatan aktivitas belajar siswa selama pembelajaran berlangsung Hasil ulangan menunjukkan hanya 5 siswa dari 15 siswa yang nilainya memenuhi KKM 70. Pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 69, ketuntasan belajar 67%, persentase keaktifan siswa 53,3%,. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 77, ketuntasan belajar 87%, persentase keaktifan siswa 76,57%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dari hasil yang diperoleh, dapat diambil simpulan bahwa penelitian ini mampu menjawab tujuan penelitian, yakni penerapan Cooperative Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III MIN 11 Jakarta.
PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU DI MTS NEGERI 40 JAKARTA Guntoro
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peran kepala madrasah sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi kerja guru, gambaran motivasi kerja guru serta faktor-faktor yang mempengaruhi peran kepala madrasah dalam meningkatkan motivasi kerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian pada Mts Negeri 40 Jakarta yang terletak di Kecamatan Kalideres, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan tehnik analisis data berupa reduksi data, penyajian/display data, dan verifikasi data dengan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa; (i) peran kepala madrasah sebagai motivator, melakukan pengaturan lingkunga kerja yang kondusif, mengatur suasana kerja yang nyaman, penerapan prinsip pemberian penghargaan dan hukuman, dan mendorong guru untuk mengembangkan karier (ii) motivasi kerja guru di Mts Negeri 40 Jakarta tergolong baik, (iii) faktor pendukung peran kepala madrasah dalam meningkatkan motivasi kerja guru di Mts Negeri 40 Jakarta yaitu sarana dan prasarana madrasah, lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, motivasi dan tanggung jawab yang tinggi, sementara faktor yang menghambat yaitu kebijakan mengenai program pelatihan pengembangan mutu guru yang masih kurang dan suasana dan kondisi politik yang masih mempengaruhi penempatan dan perpindahan guru.
ANALISIS MORFEM BEBAS PADA CERPEN ”ANTOLOGI CINTA” KARYA ANIS HIDAYATIE Ndraha, Laurensia; Julita Hertawati Lase; Prilian Putri Cahyani Giawa; Noibe Halawa
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i3.523

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan pada karya sastra berupa cerpen yang berjudul “Antologi Cinta” karya Anis Hidayatie, dkk. fokus dalam penelitian ini adalah morfem bebas. Tujuan penelitian morfem bebas pada cerpen “Antologi Cinta” karya Anis Hidayatie, karena morfem bebas sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang berkecimpung di dunia sastra. Hal ini juga dikhususkan untuk masyarakat awam yang terkadang tidak mampu membedakan morfem bebas dan morfem terikat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil identifikasi di atas, maka dapat diketahui bahwa jumlah morfem bebas pada cerpen “Antologi Cinta” Karya Anis Hidayatie berjumlah 23 morfem

Page 6 of 13 | Total Record : 128