cover
Contact Name
Rizki Fadhillah Lubis
Contact Email
rizkylubis@poltekatipdg.ac.id
Phone
+6285270764141
Journal Mail Official
sainti.journal@poltekatipdg.ac.id
Editorial Address
Kampus Politeknik ATI Padang Jalan Bungo Pasang Tabing Padang, 25171 Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri
Published by Politeknik ATI Padang
ISSN : 18297404     EISSN : 26139871     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri merupakan majalah ilmiah yang diterbitkan oleh unit penelitian dan pengabdian masyarakat Politeknik ATI Padang. Jurnal SAINTI terbit secara berkala yakni persemesteran atau 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal SAINTI mempublikasikan hasil karya ilmiah dan pemikiran Dosen dan Civitas Akademika serta praktisi industri
Articles 172 Documents
EVALUASI KONDISI OPERASI STERILISASI TERHADAP KEHILANGAN MINYAK PADA PRODUKSI MINYAK SAWIT MENTAH : - Akri Aldi; Rita Youfa
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Proses sterilisasi dalam perebusan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit merupakan tahap kritis dalam produksi minyak sawit mentah (CPO). Tujuan utama dari proses ini adalah untuk melunakkan tandan buah, membunuh enzim perusak, serta memudahkan pemisahan brondolan dari tandan. Namun, tekanan dan durasi perebusan yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan oil losses, yaitu hilangnya minyak yang terbawa oleh air kondensat. Penelitian ini menganalisis pengaruh tekanan dan kondisi perebusan terhadap oil losses pada tiga puncak perebusan. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan tekanan di atas standar, khususnya pada puncak pertama dan kedua, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan oil losses. Faktor tambahan yang mempengaruhi adalah kondisi fisik buah, fluktuasi tekanan steam, serta kualitas dan stabilitas steam yang digunakan. Pada puncak ketiga, meskipun tekanan mencapai 2,8 bar, masalah teknis seperti kebocoran pada sterilizer dan ketidakstabilan suplai steam juga menyebabkan variasi dalam oil losses. Kesimpulannya, untuk meminimalkan oil losses, diperlukan kontrol yang ketat terhadap tekanan, kondisi fisik buah, serta kualitas steam selama proses sterilisasi.
PENENTUAN SOLID CONTENT PADA PRODUK DISPERSI Imelda Bahar
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Produk dispersi banyak digunakan diberbagai industri terutama industri cat. Cat didefenisikan sebagai suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan tujuan memperindah, memperkuat, atau melindungi bahan tersebut. Agar cat yang diproduksi dapat dihasilkan dengan baik, maka dilakukan beberapa pengujian pada bahan pendispersinya antar lain analisissolid content. Solid content merupakan karakteristik yang pertama kali dilakukan untuk mengetahui kadar polimer yang terkandung pada produk jadi dengan metoda gravimetri dimana pengukurannya langsung dengan satu alat yakni CEM Smart Turbo Moisture/Solid Analizer agar pengukuran solid content lebih cepat di bandingkan dengan menggunakakan oven. Hasil rata – rata pengukuran solid content pada sampel A yang didapatkan dari CEM Smart Turbo Moisture/Solid Analizer 48,05 % dan oven 48,35 %, pada sampel B dari CEM Smart Turbo Moisture/Solid Analizer 99,55 % dan oven 99,75 %, dan pada sampel C dari CEM Smart Turbo Moisture/Solid Analizer 55,71 % dan oven 55,94%. Hasil pengukuran solid content yang didapatkan dari CEM Smart Turbo Moisture/Solid Analizer dan oven masih berada dalam batas standar yang ditetapkan oleh suatu perusahaan.
PERSENTASE PENURUNAN KADAR β–KAROTEN PADA PENGOLAHAN MINYAK GORENG CURAH DAN KEMASAN Dwimaryam Suciati; Chessia Nodifa Putri
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

β-karoten adalah bentuk provitamin A yang paling aktif. β-karoten memiliki sifat kimia yang mirip dengan vitamin A, yaitu sensitif terhadap oksigen, cahaya, dan panas. Oksidasi β karoten merupakan penyebab utama berkurangnya kadar β-karoten dalam bahan pangan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah CPO (Crude Palm Oil), BPO (Bleached Palm Oil), RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil), dan RBD Olein (Refined Bleached Deodorized olein) pada pengolahan CPO menjadi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan. Metoda yang digunakan adalah spektrofotometri. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kandungan kadar β-karoten pada tiap sampel selama proses pengolahan tersebut. Perbedaan antara minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan terletak pada bahan baku, waktu pengolahan, dan bahan pendukungnya. Tahapan proses pengolahan minyak goreng curah dan kemasan terdiri dari bleaching, deodorizing, dan fraksinasi. Kadar β-karoten pada CPO curah berkisar antara 432,1156-434,9257 ppm dan CPO kemasan berkisar antara 490,0259-491,9635 ppm. Sementara, pada hasil fraksinasi didapatkan kadar β-karoten RBD Olein curah 5,4714-6,8757 ppm dan RBD Olein kemasan 15,3098-16,8184 ppm. Jadi, selama proses pengolahan minyak goreng curah dan kemasan terjadi penurunan kadar β-karoten berturut-turut sekitar 98,5558% dan 96,7456%.
ANALISIS PENERAPAN PRINSIP 5S BAGIAN PROSES PRODUKSI CRUDE PALM OIL PADA PT XYZ Elja Afriyanti; Maryam
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) adalah metode manajemen tempat kerja yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kualitas produksi melalui pemilahan, penataan, pembersihan, pemantapan, serta pembiasaan kerja yang baik. Penelitian ini dilakukan di PT XYZ, sebuah perusahaan yang bergerak di industri pengolahan kelapa sawit dengan tujuan mengevaluasi penerapan metode 5S. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa penerapan konsep 5S di perusahaan masih tergolong rendah, terutama pada aspek Seiri, Seiton, Seiso, dan Seiketsu. Beberapa masalah seperti tumpukan bahan baku, kurangnya kebersihan area produksi, serta minimnya perawatan mesin dan peralatan menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi masalah ini, berbagai usulan perbaikan diajukan, seperti pembersihan area kerja secara berkala, penataan bahan baku yang lebih rapi, serta pelatihan karyawan untuk meningkatkan tanggung jawab dan disiplin kerja. Setelah implementasi usulan perbaikan, terjadi peningkatan skor penilaian penerapan metode 5S dari 40% menjadi 75,55%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode 5S yang baik dapat meningkatkan efektivitas produksi, kualitas produk, dan keselamatan kerja di perusahaan, serta berdampak positif terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
ANALISA EFISIENSI WATER TUBE BOILER TAKUMA N750 DI PABRIK KELAPA SAWIT Novia Rahmadhani; Rita Youfa
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efisiensi Boiler water tube Takuma N750 di sebuah pabrik kelapa sawit, dengan kapasitas penguapan maksimal 27 ton per jam. Efisiensi Boiler penting untuk mengonversi energi panas dari bahan bakar menjadi uap, dengan data operasional menunjukkan variasi efisiensi yang signifikan. Rata-rata efisiensi tercatat sebesar 54,34%, jauh di bawah target perusahaan sebesar 80%, dengan efisiensi tertinggi mencapai 60,4% dan terendah sebesar 51,08%. Analisis menunjukkan hubungan berbanding terbalik antara excess air dan efisiensi Boiler; semakin tinggi kadar excess air, semakin rendah efisiensi Boiler. Misalnya, pada kadar excess air sebesar 139,22%, efisiensi turun menjadi 56,36%, dibandingkan dengan 60,4% pada kadar excess air sebesar 123,44%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi kadar excess air sangat penting untuk meningkatkan efisiensi Boiler, dengan rekomendasi penyesuaian parameter pembakaran dan kontrol excess air guna meningkatkan kinerja dan mengurangi biaya operasional. Penelitian ini memberikan wawasan untuk meningkatkan operasi Boiler dan manajemen energi di pabrik kelapa sawit.
PERHITUNGAN TOTAL OIL LOSSES DAN YIELD REFINED BLEACHED DEODORIZED PALM OIL PADA PROSES REFINING UNIT REFINERY: KASUS PADA PALM OIL INDUSTRY DI DUMAI Aditya Putra Pratama; Desniorita
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Sebuah perusahaan minyak sawit di Dumai melakukan proses refining yang bertujuan mengubah minyak sawit mentah (CPO) menjadi berkualitas minyak makan. Proses refining yang dilakukan meliputi pengikatan gum (degumming), pemucatan (bleaching) dengan bleaching earth, dan penghilangan beberapa komponen (deodorisasi). Dalam prosesnya, seringkali terjadi oil losses pada proses pemucatan dan deodorisasi. Minyak yang hilang biasanya terbuang bersamaan dengan Spent Bleaching Earth (SBE) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Maka dari itu perlu dihitung nilai dari total oil losses pada proses refining dan yield produk RBDPO dan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dari nilai oil losses dan yield RBDPO. Dari analisis didapatkan bahwa Total Oil losses pada proses refining berkisar pada 0,12% hingga 0,22 %, dan yield RBDPO yang didapatkan berkisar pada 94,7% hingga 95%. Oil losses di Spent Bleaching Earth (SBE) berbanding lurus dengan BE dosing pada proses bleaching. Sedangkan, oil losses deodorized berbanding terbalik dengan kemurnian PFAD. Yield RBDPO dipengaruhi oleh total oil losses dan FFA CPO sebagai bahan baku. Nilai total oil losses dan nilai FFA CPO sebagai bahan baku berbanding terbalik dengan Yield RBDPO.
ANALISA OIL LOSSES PADA MESIN PRESS DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT DI SUMATERA BARAT Guntur; Zulhamidi
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu industri yang mengolah TBS (Tandan Buah Segar) menjadi minyak mentah atau di sebut juga Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit atau disebut juga dengan kernel di Sumatera Barat. Dalam menjalankan proses produksi selalu mengutamakan kualitas dan selalu mengoptimalkan jumlah rendemen dari hasil pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan kernel. Salah satu cara yang dilakukan untuk medapatkan jumlah rendemen yang optimal adalah menekan terjadinya kehilangan minyak (oil losses) pada saat terjadinya proses produksi. Dari data yang di dapat maka akan dilakukan analisa oil losses mesin press menggunakan metode Statistical Proces Control (SPC). setelah dilakukan analisa kehilangan minyak pada stasiun press didapatkan analisa kehilangan minyak yang tidak terkendali secara statistik. Selanjutnya dari analisa tersebut dicarilah akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya kehilangan minyak pada stasiun press tersebut, adapun akar permasalahannya yaitu lingkungan kerja, manusia, metode kerja, bahan baku dan mesin. Selanjutnya setelah akar permasalahaan ditemukan penulis memberikan usulan perbaikan disetiap akar permasalahaan yang didapatkan.
PENERAPAN METODE PERAMALAN TIME SERIES UNTUK PREDIKSI PERMINTAAN EKSPOR SHORTENING PADA INDUSTRI OLEOKIMIA DI BATAM Khairun Nadiyah; Gustiarini Rika Putri; Maria Isfus Senjawati; Fitria Rizelda
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v23i1.43

Abstract

Fluktuasi permintaan ekspor merupakan tantangan utama dalam perencanaan produksi industri oleokimia di Batam, khususnya pada produk shortening yang berorientasi ekspor. Ketidaktepatan peramalan dapat menimbulkan inefisiensi operasional seperti kelebihan produksi maupun kekurangan stok. Penelitian ini bertujuan menentukan metode peramalan paling akurat antara Single Moving Average (SMA) dan Single Exponential Smoothing (SES) dalam memprediksi permintaan ekspor shortening. Analisis dilakukan terhadap data historis permintaan selama 12 bulan dengan indikator kesalahan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil menunjukkan metode SES (α = 0,9) paling akurat dengan MAD = 166, MSE = 33.231, dan MAPE = 3,35%. Temuan ini menegaskan bahwa model SES lebih sesuai untuk data permintaan fluktuatif dengan tren meningkat moderat, sehingga dapat meningkatkan efisiensi perencanaan produksi dan pengelolaan rantai pasok industri manufaktur ekspor.
IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING DENGAN METODE VALUE STREAM MAPPING (VSM) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK MENGURANGI RISIKO KEGAGALAN M. Hanifuddin Hakim; Noviana Rina Ramadani; Resti Fuji Lestari
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v23i1.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan (waste) dan meminimalkan risiko kegagalan pada lini produksi air minum dalam kemasan dengan mengintegrasikan metode Lean Manufacturing. Pendekatan yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aliran proses dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengevaluasi prioritas risiko pada aktivitas Necessary Non-Value Added (NNVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh aktivitas utama berkategori NNVA dengan total waktu proses sebesar 119,8 detik per siklus. Melalui analisis FMEA, diidentifikasi dua aktivitas dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, yaitu persiapan botol (RPN 168) yang disebabkan oleh tata letak gudang yang tidak efisien (jarak 20 meter), serta inspeksi volume (RPN 150) yang dipicu oleh faktor kelelahan operator dalam pengamatan visual manual. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada perancangan ulang tata letak fasilitas (re-layout) untuk meminimalkan jarak perpindahan material serta implementasi sensor otomasi pada tahap inspeksi. Penerapan usulan ini diharapkan dapat mereduksi pemborosan waktu dan gerak, serta meningkatkan akurasi kualitas produk, sehingga tercipta aliran produksi yang lebih ramping dan efisien
DAMPAK PEMBANGUNAN FASILITAS COLD STORAGE BERTENAGA SURYA TERHADAP TEKNOLOGI, RANTAI PASOK DAN KONDISI EKONOMI MASYARAKAT PESISIR Hadi Rudiya; Mohammad Cipto Sugiono; Rezki Aulia; Muhammad Hafif Yadi; Agus Wiranto
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v23i1.77

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji, memetakan, serta mengevaluasi secara komprehensif dampak nyata dari masifikasi pembangunan fasilitas cold storage bertenaga surya terhadap efisiensi rantai pasok perikanan dan peningkatan kondisi ekonomi-kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Desain/metode/pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis literatur-literatur relevan yang bersumber dari basis data akademik elektronik Google Scholar. Temuan/hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi energi surya sangat andal secara teknis serta layak secara finansial karena mampu menekan biaya energi secara signifikan dengan masa pengembalian modal yang cepat. Namun, hasil analisis mengungkap adanya paradoks logistik berupa rendahnya tingkat utilitas fasilitas saat ini yang rata-rata hanya mencapai 46% (di bawah standar ideal 70%–85%) akibat lemahnya koordinasi distribusi, ketidakpastian pasokan bahan baku, dan dominasi swasta komersial yang menutup akses nelayan kecil. Sebagai solusi tata kelola, penerapan model kepemilikan aset berbasis komunitas (community-based ownership) melalui koperasi atau paguyuban desa terbukti paling efektif karena dapat menekan biaya sewa hingga 10% lebih murah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa infrastruktur rantai dingin mandiri energi ini tidak hanya memberikan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) melalui penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan rumah tangga, melainkan juga bertindak sebagai instrumen adaptasi iklim yang krusial bagi resiliensi nelayan skala kecil.