cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Gangguan Somatoform pada Orang Tua yang Mendampingi Pembelajaran Jarak Jauh Anak Muluk, M. Anfasa; Maharsi, Eridian; M. Arsyad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4200

Abstract

Kegiatan pembelajaran jarak jauh ini sangat memerlukan pendampingan orang tua. Kondisi ini, pada satu sisi berdampak positif karena keluarga menjadi bagian inti pendidikan. Disisi lain kondisi ini, berdampak negatif berupa gejala psikomatis seperti kecemasan dan stres. Jenis metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif, penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional, populasi penelitian ini adalah orang tua yang mendampingi PJJ anak kelas 2 SD IT PLUS CORDOVA, jumlah sample sebanyak 60 responden. Dari hasil penelitian, analisis univariat menunjukkan bahwa dari 60 responden mayoritas orang tua yang melakukan pendampingan anak PJJ secara penuh yaitu sebanyak 42 responden (70,0%), dan yang tidak melakukan pendampingan secara penuh pada anak selama PJJ sebanyak 18 responden (30,0%) dan dari 60 responden yang mengalami gangguan somatoform dengan kategori Jarang yaitu sebanyak 17 responden (28,3%), Kadang-Kadang sebanyak 20 responden (33,3%), Selalu sebanyak 23 responden (38,3%). Selain itu analisis univariat menunjukkan bahwa ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara orang tua yang mendampingi pembelajaran jarak jauh anak dengan gangguan somatoform yang terjadi pada orang tua dengan nilai P sebesar 0,000 sehingga nilai p< 0,05. Dari 60 responden orang tua, mayoritas yang mengalami gangguan somatoform yakni orang tua yang melakukan pendampingan secara penuh pada anak selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), dibandingkan dengan orang tua yang tidak secara penuh melakukan pendampingan.
Hubungan Asupan Makan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa Siswi SDN 01 Sumur Batu Pagi, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Arroyyan; Qomariyah RS, Qomariyah RS; Ali Ma’sum, Ali Ma’sum
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4201

Abstract

Latar belakang. Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan yang serius yang dapat berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu faktor penyebab obesitas adalah pola makan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan makanan dengan kejadian obesitas pada anak SD kelas 4-6 di SDN 1 Sumur Batu, Jakarta Pusat. Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah 91 anak SD kelas 4-5 di SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta Pusat. Data asupan makanan dikumpulkan melalui kuesioner. Data kejadian obesitas dikumpulkan melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan makanan dengan kejadian obesitas pada anak SD kelas 4-5 di SDN 1 Sumur Batu, Jakarta Pusat (p>0,05). Anak yang memiliki asupan makanan yang tidak sehat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas. Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara asupan makan terhadap kejadian obesitas pada siswa siswi kelas 4-5 SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta Pusat
Hubungan Pola Tidur dengan Kejadian Obesitas pada Anak Siswa Siswi SDN 1 Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta Pusat Arif Rais, Muhammad Irsal; Qomariyah
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4202

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada anak merupakan permasalahan kesehatan serius yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang signifikan. Salah satu faktor penyebab obesitas yang perlu diperhatikan adalah pola tidur yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara pola tidur dan kejadian obesitas pada anak-anak kelas 4-6 di SDN 1 Sumur Batu, Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 91 anak dari kelas 4-5 di SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta Pusat sebagai sampel penelitian. Data mengenai pola tidur dikumpulkan melalui kuesioner, sementara data kejadian obesitas diukur melalui pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dan kejadian obesitas pada anak-anak SD kelas 4-5 di SDN 1 Sumur Batu, Jakarta Pusat (p>0,05). Meskipun demikian, anak-anak yang memiliki pola tidur buruk menunjukkan risiko lebih tinggi terhadap kejadian obesitas. Kesimpulan: Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola tidur dan kejadian obesitas pada siswa-siswi kelas 4-5 di SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta Pusat. Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa anak-anak dengan pola tidur buruk memiliki risiko lebih tinggi terhadap obesitas. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar untuk upaya preventif dan intervensi yang lebih baik terkait kesehatan anak.
Gambaran Kadar CD4+ dan Luas Lesi pada Foto Thorax Pasien Koinfeksi Tuberkulosis Paru – HIV di RSUD Pasar Rebo dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Deria Zahra Fatihah; Wijayanti, Erlina; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4203

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar di seluruh dunia, disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang organ paru dan menyebar melalui droplet orang yang terinfeksi. Infeksi TB merupakan salah satu infeksi oportunistik yang paling umum pada orang dengan HIV/AIDS dan merupakan penyebab utama kematian pada ODHA. Pada ODHA dilakukan pemeriksaan CD4+ setelah dinyatakan HIV positif juga deteksi infeksi oportunistik. Pada diagnosis TB, Foto thorax merupakan modalitas imaging yang peranan yang sangat penting salah satunya dapat menilai luas lesi yang terdiri dari Lesi minimal, Lesi sedang, dan Lesi luas. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran Kadar CD4+ dan luas lesi pada foto thorax pasien koinfeksi tuberkulosis paru-HIV periode januari 2021 - desember 2023. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sampel menggunakan teknik purposive sampling dari data rekam medis pasien koinfeksi tuberkulosis paru-HIV di RSUD Pasar Rebo periode januari 2021 – desember 2023. Sampel sesuai kriteria inklusi dan tidak memiliki kriteria eksklusi sejumlah 76. Hasil: Karakteristik berdasarkan usia didapatkan lebih banyak pada kelompok usia produktif atau 18 – 55 tahun sebanyak 69 orang (90,8%), berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki 62 orang (81,6%), dan berdasarkan status pekerjaan terdapat mayoritas 70 orang (92%) pasien bekerja. Sebanyak 43 orang (56,6%) memiliki kadar CD4 sangat rendah atau <200 sel/µL, dan luas lesi yang didapatkan sebanyak 30 orang (39,5%) memiliki lesi luas. Simpulan: Gambaran kadar CD4+ sebagian besar memiliki kadar CD4 <200 sel/μL yang termasuk kategori sangat rendah dan gambaran luas lesi pada foto thorax paling banyak adalah lesi luas.
Hubungan Lamanya Penggunaan Gawai Saat Pembelajaran Daring dengan Timbulnya Gejala Asthenopia pada Mahasiswa Fk Yarsi Selama Belajar Melalui Daring Dimasa Pandemik Covid-19 Muhamad Faisal Reza; Saskia Nassa Mokoginta; Irwandi M. Zen
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4230

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan penggunaan Gawai pembelajaran online pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di masa pandemi secara terus menerus dapat berdampak gangguan kesehatan pada mata. Memaksakan kemampuan mata untuk memfokuskan pada suatu objek akan meningkatnya ketegangan otot mata sehingga mengakibatkan terjadinya Asthenopia dengan keluhan mata lelah dan terasa kering, mata merah serta penglihatan kabur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lamanya penggunaan gawai dengan terjadinya asthenopia di masa pembelajaran daring saat pandemi COVID-19. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jenis penelitian observasional analitik. Pengambilan sampel dengan cara Purposive sampling pada mahasiswa kedokteran Yarsi berjumlah 138 responden. Kuesioner digunakan untuk mengetahui umur, jenis kelamin, durasi gawai dan astonephia. Hasil Penelitian: Durasi gawai sebagian besar responden pada kategori tinggi (> 6 jam) sebanyak 88 responden (63,8%). Mengalami astenophia sebanyak 101 orang (73,2%). Hasil analisis hubungan durasi gawai dengan asthenophia durasi gawai >6 jam ada sebanyak 68 (77,3%) mengalami asthenopia. Sedangkan diantara durasi gawai ≤ 2-6 jam mengalami astenophia sebanyak 33 (66%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value 0,216 dan nilai OR = 1,752. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan durasi gawai dengan astenophia (P value hasil > dari P value 0,05) dengan nilai OR = 1,752 artinya responden dengan durasi gawai >6 jam memiliki peluang 1,752 kali lebih tinggi untuk terjadi asthenopia dibanding dengan responden dengan durasi gawai ≤ 2-6 jam. Lama penggunaan gawai seharusnya tidak melebihi batas prosedur waktu dan lebih baik memeriksakan kesehatan mata minimal satu kali dalam setahun. ABSTRACT Background: The continuous increase in the use of online learning devices among Medical Faculty students during the pandemic can have an impact on eye health. Impairing the eye's ability to focus on an object will increase eye muscle tension, resulting in Asthenopia with complaints of tired and dry eyes, red eyes and blurred vision. The aim of this research is to determine the duration of device use and the occurrence of asthenopia during online learning during the COVID-19 pandemic. Method: The research design used is cross sectional with analytical observational research type.Samples were taken using purposive sampling from Yarsi medical students totaling 138 respondents.A questionnaire was used to determine age, gender, duration of use of the device and astonephia. Research result: The duration of most respondents' gadgets was in the high category (> 6 hours) as many as 88 respondents (63.8%). 101 people (73.2%) experienced asthenopia. The results of the analysis of the relationship between device duration and asthenophia, when the device duration was >6 hours, there were 68 (77.3%) experiencing asthenopia. Meanwhile, 33 (66%) experienced asthenophia among those with gadget duration ≤ 2-6 hours. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.216 and an OR value = 1.752. Conclusion:There is no significant relationship between device duration and asthenopia (P value > P value 0.05) with an OR value = 1.752, meaning that respondents with device duration > 6 hours have a 1.752 times higher chance of developing asthenopia compared to respondents with device duration ≤ 2-6 hours. The duration of using a device should not exceed the procedural time limit and it is better to have your eyes checked at least once a year.
Identifikasi Bakteri Coliform pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Cempaka Putih dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Jihan Faadhilah; Adityaningsih, Pratami; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4231

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta tahun 2018, air minum dalam kemasan merupakan sumber air minum yang dominan. Tercatat 80% penduduk di Jakarta Pusat menggunakan air minum dalam kemasan. Mahalnya harga air minum dalam kemasan membuat masyarakat mencari alternatif lain, salah satunya dari depot air minum isi ulang. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 tahun 2010, air minum tidak boleh mengandung bakteri coliform dan Escherichia coli dalam 100 ml air. Allah SWT memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi minuman yang halal dan thoyyib seperti yang dijelaskan dalam Qs Al-Baqarah (2): 168. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh depot air minum isi ulang di Kecamatan Cempaka Putih. Sebanyak 3 sampel diambil dengan menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan melalui wawancara, observasi, uji TPC, uji MPN, dan uji biokimia. Dua dari tiga depot mengandung bakteri coliform, yaitu bakteri Eschericia dan bakteri Enterobacter, yang merupakan bakteri coliform fecal dan non fecal. Kondisi higiene dan sanitasi di depot-depot tersebut sudah cukup baik namun perlu dilakukan beberapa perbaikan karena terdapat hubungan yang erat antara kebersihan dan kontaminasi bakteri coliform. Keberadaan bakteri coliform menandakan bahwa air tersebut belum memenuhi syarat kualitas air minum namun jumlah bakteri tersebut tidak melebihi ambang batas baku mutu yang ditentukan sehingga masih aman untuk diminum.
Hubungan Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Tipe Kepribadian Terhadap Perilaku Bullying pada Mahasiswa/I Universitas YARSI dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dharmawan, Ryan; Zulhamidah, Yenni; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4234

Abstract

Bullying menjadi permasalahan utama yang sering terjadi di bidang Pendidikan yang kasusnya menembus 2473 kasus. Hal ini disebabkan salah satunya adalah pola asuh orang tua dan tipe kepribadian. Salah satu cara pengasuhan yang tepat yaitu sesuai dengan ajaran islam, dimana anak akan tumbuh dengan kepribadian yang sempurna, berakhlakul karimah dan terhindar dari perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan tipe kepribadian terhadap perilaku bullying pada mahasiswa/I universitas YARSI. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 4012 orang yang berasal dari FK, FKG, FH, FTI, FPsi dan FEB Universitas YARSI. Sampel yang didapatkan yaitu berjumlah 350 orang menggunakan metode estimasi proporsi. Pengumpulan data menggunakan Adolescent Peer Relation Instrument, Parenting Style Dimensions Questionnaire dan International Personality Item Pool. Hasil uji spearman correlation didapatkan p-value sebesar 0,000, maka dari itu untuk terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying. Lalu hasil penelitian ini didapatkan pula p-value sebesar 0,879, maka dari itu tidak terdapat hubungan tipe kepribadian dengan perilaku bullying Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying dan tidak adanya hubungan tipe kepribadian dengan perilaku bullying. Menurut pandangan Islam Bullying merupakan dampak dari cara pengasuhan yang menyimpang dari agama, dengan kata lain cara pengasuhan yang tidak tepat dapat membuat anak memiliki kepribadian yang cenderung akan melakukan perilaku bullying.
Hubungan Long COVID dengan Gangguan Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Dinilai dengan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Tinjauannya Dalam Pandangan Islam Astiningtyas, Widya Ayu; Nurhidayati, Ida Ratna; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4237

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyebaran COVID-19 yang pesat menyebabkan peningkatan jumlah orang yang terinfeksi, tetapi hal itu juga diimbangi dengan peningkatan angka kesembuhan kasus COVID-19. Angka kesembuhan tersebut diikuti dengan gejala yang berkepanjangan dan dikenal sebagai long COVID. Kondisi tersebut dapat dialami oleh setiap orang yang terinfeksi, termasuk mahasiswa kedokteran. Salah satu gejalanya yaitu gangguan tidur, hal itu cukup menggangu aktivitas dan keseharian penderita. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara long COVID dengan gangguan tidur yang terjadi pada mahasiswa fakultas kedokteran. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Penetapan besar sampel menggunakan teknik non random sampling dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian sebanyak 43 responden mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020, 2021, dan 2022. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapat melalui pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis bivariat menggunakan uji statistik nonparametrik, yaitu uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil analisa didapatkan mayoritas responden sebesar 30 (69,8%) adalah perempuan dan sebanyak 38 (88,4%) dari keseluruhan responden memiliki kualitas tidur yang buruk. Rentang periode waktu terinfeksi COVD-19 hingga pengisian kuesioner yaitu 1 hingga 17 bulan di tahun 2022 dan 2023. Terdapat paling banyak, yaitu 17 responden (39,5%) terkonfirmasi positif di bulan November 2022. Hasil uji Mann-Whitney sebesar nilai p-value 0,136 yang menunjukkan nilai p-value >0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna antara long COVID dengan gangguan tidur pada penelitian ini. Maka dari itu, diperlukan adanya informasi tambahan mengenai faktor lain yang mempengaruhi kondisi long COVID dan gangguan tidur pada responden. ABSTRACT Background: The rapid spread of COVID-19 has led to an increase in the number of people infected, but it has also been matched by an increase in the cure rate for COVID-19 cases. The cure rate is followed by prolonged symptoms and is known as long COVID. This condition can be experienced by everyone infected, including medical students. One of the symptoms is sleep disturbance which is enough to interfere with daily activities and life. Therefore, this study aims to determine the relationship between long COVID and sleep disturbance that occur in medical faculty students. Methods: This research used the descriptive analytic type using cross sectional study approach. The determination of sample size technic used is non random sampling technique with purposive sampling method. The sample in the study were 43 repondents which are the student of medical faculty of YARSI university class of 2020,2021,2022. The type of data used is primary data which obtained through filling out Pittsburgh sleep quality index (PSQI) questionnaire to measure sleep quality. Bivariate analysis using nonparametric statistical tests, namely the Mann-Whitney test. Results: The results of the analysis shows that the majority of respondents 30 (69.8%) were female and 38 (88.4%) of the total respondents had poor sleeping quality. The range period of time respondents got infected by COVID-19 to fill out the questionnaire, is 1 to 17 months in 2022 and 2023. Most of respondents, 17 (39.5%) were confirmed positive in November 2022. The Mann-Whitney test results showed a p-value of 0.136 which indicates a p-value >0.05. The Mann-Whitney test results which indicates a p-value >0.05. Conclusion: Based on the results of Mann-Whitney test, there is no significant relationship between long COVID and sleep disturbances in this study. Therefore, additional information is needed regarding to other factors that affect the condition of long COVID and sleep disorders in respondents.
Efektivitas Sabun Cuci Piring Merek ML dan SI terhadap Bakteri Escherichia Coli dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rizka Kamila Nabawiya; Keumala Dewi, Intan; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4241

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan bahan-bahan kimiawi untuk mencuci peralatan, salah satunya peralatan makan. Food-borne pathogen seringkali menyebabkan infeksi di saluran pencernaan. Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang sering ditemukan pada sisa makanan yang berminyak dan berlemak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas sabun cuci piring merek ML dan SI terhadap bakteri Escherichia coli serta tinjauannya menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dikerjakan di laboratorium dengan menggunakan metode disc diffusion. Efektivitas kedua merek sabun cuci piring – ML dan SI - dinilai dengan mengukur zona hambat yang terbentuk di atas MHA yang telah ditanamkan bakteri Escherichia coli. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Dari kedua merek sabun cuci piring, zona hambat paling besar dibentuk oleh sabun cuci piring merek ML dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 10,4 mm, sedangkan sabun cuci piring merek SI dengan rata-rata 9,46 mm. Berdasarkan zona hambatnya, ML dikategorikan sebagai komponen antimikroba kuat dan SI sebagai komponen antimikroba sedang. Sabun cuci piring yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah sabun cuci piring merek ML dengan rata-rata diameter zona hambat 10,4 mm. In our daily lives, we use chemical material to wash utensils, one of them being cutlery. Food-borne pathogens frequently cause infection in the gastrointestinal tract. Escherichia coli is one of the bacterias that can be found in leftovers food, especially oily and fatty food. The goal of this research is to know the effectiveness of dishwashing liquids line ML and SI against Escherichia coli and its Islamic view on the matter. This research is an experimental laboratory study using disc diffusion as its method. The effectiveness of both dishwashing liquids lines is being assessed by means of measuring the zone of inhibition in MHA that has been implanted with Escherichia coli. Data analysis is being done by using SPSS. Between two lines of dishwashing liquids, the largest zone of inhibition is formed by ML with the average of ZOI 10,4 mm, at the same time SI with the average of ZOI 9,46 mm. Based on their zone of inhibitions, ML is classified as a strong antimicrobial component and SI as a medium antimicrobial component. The most effective dishwashing liquid to inhibit the growth of Escherichia coli is ML with the average of ZOI 10,4 mm.
Analisis Oxidation Reduction Potential (ORP) dan Kadar Alkohol dalam Wortel (Daucus Carota L) dan Tinjaunnya Menurut Pandangan Islam Putriwangi, Awalia syahra; Harliansyah; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4242

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) merupakan sayuran yang mudah ditemui dan digemari masyarakat Indonesia sebagai bahan untuk membuat aneka macam masakan serta memiliki banyak manfaat dalam menjaga kesehatan. Oxidation Reduction Potential (ORP) merupakan index untuk mengukur tingkat oksidasi dan reduksi yang menggambarkan adanya mekanisme transfer elektron dari suatu ion ke ion lain. Alkohol merupakan hasil yang dapat diperoleh dari penyimpanan dalam kondisi anaerob. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menguji nilai ORP dan kadar alkohol dalam wortel (Daucus carota L.). Nilai ORP diukur dengan menggunakan alat ORP meter dan kadar alkohol menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectometry (GC-MS). Analisis data didapatkan dengan uji Anova menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama penyimpanan 0; 1; 2; 3; dan 4 hari terhadap nilai ORP dan kadar alkohol. Nilai ORP yang didapatkan berturut-turut untuk 0 hari 16±4.58; 0.33±0.58; (-8.67)±3.08; (-17.33)±1.52; dan (-28.33)±3.51 (mV). Sedangkan kadar alkohol didapatkan berturut-turut 0; 0.05±0.002; 0.19±0.000; 0.24±0.01; dan 0.05±0.003 (%). Semakin lama waktu penyimpanan maka nilai ORP wortel akan semakin rendah dan kadar alkohol akan naik mencapai titik tertentu dan kemudian turun. Hal ini diduga alkohol sudah mengalami oksidasi menjadi asam. Carrots (Daucus carota L.) are vegetables that are easily found and favored by the people of Indonesia as an ingredient to make various kinds of dishes and have many benefits in maintaining health. Oxidation Reduction Potential (ORP) is an index to measure the degree of oxidation and reduction that describes the mechanism of electron transfer from one ion to another. Alcohol is a result that can be obtained from storage under anaerobic conditions. This study is a laboratory experimental study by testing the value of ORP and alcohol content in carrots (Daucus carota L.). The ORP value is measured using an ORP meter and alcohol content using Gas Chromatography-Mass Spectometry (GC-MS). Data analysis was obtained by Anova test using IBM SPSS Statistics 25. The results showed that there was an effect of storage duration 0; 1; 2; 3; and 4 days against ORP values and alcohol levels. ORP value obtained consecutively for 0 days 16±4.58; 0.33±0.58; (-8.67)±3.08; (-17.33)±1.52; and (-28.33)±3.51 (mV). While the alcohol content was obtained consecutively 0; 0.05±0.002; 0.19±0.000; 0.24±0.01; and 0.05±0.003 (%). The longer the storage time, the lower the carrot ORP value will be and the alcohol content will rise to a certain point and then go down. It is suspected that alcohol has undergone oxidation to acid.