cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Hubungan Antara Pola Makan dengan Prevalensi Anemia pada Remaja Putri di Desa Medong Kabupaten Pandeglang Banten Karina Nurul Syifa Gita Shafira; Donanti, Elita; Purnamasari, Endah; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4905

Abstract

Latar Belakang : Remaja adalah fase transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa yang melibatkan perubahan fisik, emosional, dan reproduksi. Rentang usia remaja bervariasi menurut sumber: WHO (10-19 tahun), Peraturan Menteri Kesehatan RI (10-18 tahun), dan BKKBN (10-24 tahun). Secara global, 19% populasi adalah remaja, dengan Asia Pasifik memiliki jumlah terbesar. Di Indonesia, terdapat 46 juta remaja, termasuk 22 juta remaja putri. Meskipun dianggap sehat, remaja Indonesia menghadapi berbagai masalah kesehatan, seperti anemia. Anemia, sering disebabkan oleh defisiensi zat besi, berdampak pada pertumbuhan, reproduksi, dan risiko komplikasi kehamilan. Pola makan berperan penting; remaja vegetarian lebih rentan karena asupan zat besi nonheme kurang efektif diserap tubuh. Penelitian terkait pola makan dan anemia penting dilakukan untuk memahami faktor risiko dan pencegahannya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectionaluntuk menganalisis hubungan pola makan dengan anemia pada remaja putri usia 12–18 tahun di Desa Medong, Pandeglang. Sampel 30 responden diambil menggunakan quota sampling. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan Hb, lalu dianalisis menggunakan SPSS. Hasil : Pada pengujian hipotesis menggunakan analisis chi kuadratdidapatkan nilai P-value >0,05 yaitu sebesar 0,2 yang diartikanbahwa tidak ada hubungan antara pola makan dengan prevalensi anemia pada remaja putri di Desa Medong Pandeglang Banten. Hal ini bisa terjadi karena pengukuranpola makan bukan hanya dari asupan gizi setiap harinya namun dilihat juga intensitas makan, kepatuhan makan serta frekuensimakan sehari-hari. Kesimpulan : Hasil dari penelitian pengaruh pola makan dengan prevalensi anemia di Desa Medong Kabupaten Pandeglang Banten tidak berpengaruh. Namun dapat dilakukan langkah preventif dengan mengimplementasikan nilai islam dalam pola makan seperti makan makanan halal dan thayyib.
Pengaruh Pemberian Beras Porang (Amorphophallus Oncophyllus) Terhadap Kadar Glukosa Darah dan Lingkar Pinggang pada Penderita Sindrom Metabolik di Universitas Yarsi Serta Tinjauannya dalam Islam. Legita Suci Luthfia; Eliana, Fatimah; Asiah, Nur; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4913

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Metabolik secara umum didefinisikan memenuhi tiga dari lima kriteria yang mencakup obesitas, hipertrigliserida, kadar kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein) rendah, hipertensi dan hiperglikemia. Penderita sindrom metabolic membutuhkan sumber makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti beras porang yang mengandung glukomanan 65%. Dalam Islam, menjaga kesehatan merupakan ibadah dan bagian dari tanggung jawab kepada Allah SWT. Metode: Studi eksperimental pada penderita sindrom metabolik di Universitas YARSI. Kadar glukosa darah dan lingkar pinggang diukur sebelum dan setelah konsumsi beras porang selama 28 hari. Hasil: Median kadar glukosa darah puasa sebelum intervensi adalah 98 mg/dl (SD 36,12) dan setelah intervensi 96 mg/dl (SD 29,14) dengan (p = 0,127). Glukosa darah 2 jam setelah makan menurun dari 127,04 ± 41,44 mg/dL menjadi 121,88 ± 41,91 mg/dL (p = 0,348). Lingkar pinggang menurun secara signifikan dari 99,85 ± 8,13 cm menjadi 95,43 ± 6,80 cm (p < 0,05). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara kadar glukosa darah dan lingkar pinggang (p > 0,05). Kesimpulan: Pemberian beras porang selama 28 hari menurunkan rata-rata GDP sebesar 5 mg/dL dan GDPP sebesar 6 mg/dL tanpa signifikansi statistik. Penurunan lingkar pinggang rata-rata 4 cm signifikan secara statistik, menunjukkan efektivitas beras porang dalam mengurangi lemak visceral. Konsumsi beras porang sesuai prinsip halal, thayyib, dan moderasi dalam Islam.
Pengaruh Konsumsi Kopi Hitam terhadap Tingkat Konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Dan 2023 Indrayanta, Adena Fidelya; Poerwanto, Eko; Qomariyah RS; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4933

Abstract

Latar Belakang : Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi di kalangan mahasiswa. Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan kewaspadaan, energi, dan fokus sehingga dapat mempengaruhi konsentrasi mahasiswa. Efek negatifnya yaitu dapat menimbulkan kecemasan dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi kopi hitam terhadap tingkat konsentrasi mahasiswa fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendeketan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 340 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik quota sampling. Metode analisis yang digunakan adalah uji Chi Square (X2) menggunakan SPSS versi 29. Hasil : Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan 2023 (n=340) menjadi responden dalam penelitian ini. Didapatkan sebanyak 47,6% (n=162) responden yang medominasi mengkonsumsi jenis kopi hitam tanpa gula dengan frekuensi dan jumlah yang didominasikan 77,6% (n=264) responden mengkonsumsi kopi 1-2 gelas sehari, waktu konsumsi yang didominasikan pagi/siang/malam saja sebanyak 42,6% (n=144) dan didapatkan hasil yang mendominasi bahwa sebanyak 62,1% (n=211) responden memiliki konsentrasi yang cukup. Dari uji Chi Square (X2) diperoleh nilai pengaruh antara jenis,frekuensi,jumlah, dan waktu dengan tingkat konsentrasi secara berturut-turut : 0.014; <0,001; <0,001; <0,001; dan <0,001 (p-value <0,05). Simpulan : Terdapat pengaruh konsumsi kopi hitam terhadap tingkat konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan 2023 namun tidak berpengaruh terhadap hasil Indeks Prestasi Kumulatif.
Hubungan Penggunaan Tote Bag dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rizqi Mumtaz, Nada; Qomariyah R.S; Syam, Edward; Gunawan, Andri
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4965

Abstract

Mahasiswa FK perlu membawa banyak hal dalam tas untuk keperluan kuliah, dan tas yang populer digunakan adalah jenis tote bag yang dapat mengakibatkan LBP akibat menimbulkan beban asimetris di punggung. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan design cross-sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa pengguna tote bag dan diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner RMDQ online dan penimbangan berat tas serta berat penggunanya, kemudian dianalisis dengan metode Chi-Square. Hasil: Dari 59 sampel, sebanyak 25 orang (42%) mengalami LBP. Mayoritas menggunakan tas “Ringan” (95%) dengan 23 penggunanya mengalami LBP. Kejadian LBP juga paling banyak terjadi pada penggunaan tas selama 30 – 60 menit per hari, yaitu sebanyak 12 dari 26 orang. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan signifikan antara penggunaan tote bag dengan LBP (p > 0.05).
Faktor Makanan dan Kejadian Acne vulgaris pada Remaja Putri SMA Negeri 3 Jakarta Nuha Haniyah; Djannatun, Titiek; Hamidiyah, Silpi
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4994

Abstract

Acne vulgaris adalah masalah kulit yang umum pada remaja, terutama pada remaja putri. Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan kejadian Acne vulgaris adalah faktor makanan, meskipun hubungan ini masih kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan kejadian Acne vulgaris pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 91 remaja putri SMA Negeri 3 Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup jenis, jumlah, dan frekuensi makanan yang dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (65,9%) mengalami acne vulgaris, namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian Acne vulgaris (p>0,05). Konsumsi makanan cepat saji cukup tinggi (57,1%) tetapi diimbangi dengan konsumsi makanan sehat. Responden memiliki pemahaman yang baik tentang makanan penyebab jerawat (62,6%) dan menjaga kebersihan kulit dengan cukup baik. Pola makan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian Acne vulgaris pada remaja putri, namun pemahaman tentang diet yang baik tetap penting untuk kesehatan kulit. Penelitian ini memberikan wawasan untuk pencegahan Acne vulgaris melalui edukasi pola makan yang sehat.
Prevalensi Sindrom Metabolik Pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan Grogol Jakarta Barat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Naya, Nur Afifah Inayah; Agustina, Citra Fitri; Anshar, Fazlurrahman; Eliana, Fatimah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.5037

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang menyebabkan delusi, halusinasi, dan gangguan dalam berpikir, persepsi, serta perilaku. Pengidap skizofrenia sering mengalami peningkatan risiko sindrom metabolik, yang terdiri dari obesitas sentral, dislipidemia, peningkatan kadar gula darah puasa, dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi sindrom metabolik pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, serta distribusinya berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasi deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan melakukan pengukuran fisik seperti lingkar pinggang, tekanan darah, dan kadar gula darah puasa. Analisis data menggunakan analisis univariat Hasil dan Simpulan: Sampel penelitian terdiri dari 58 pasien skizofrenia yang dirawat inap di rumah sakit di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa sindrom metabolik dialami oleh 22 orang (37,9%), sementara 36 orang (62,2%) tidak menderita sindrom metabolik. Sindrom metabolik lebih banyak terjadi pada pasien perempuan (51,7%) dibandingkan laki-laki (24,1%). Selain itu, prevalensi sindrom metabolik lebih tinggi pada pasien berusia >25 tahun (46,5%) dibandingkan pasien berusia <25 tahun (13,3%). ABSTRACT Introduction: Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by delusions, hallucinations, and disruptions in thinking, perception, and behavior. Individuals with schizophrenia often face an increased risk of metabolic syndrome, which includes central obesity, dyslipidemia, elevated fasting blood glucose, and hypertension. This study aims to determine the prevalence of metabolic syndrome among schizophrenia patients at Soeharto Heerdjan Hospital and its distribution based on gender and age groups. Methodology: This study employed a quantitative approach with a descriptive observational design. Primary data were collected through physical measurements, including waist circumference, blood pressure, and fasting blood glucose levels. Data analysis was conducted using univariate analysis. Results and Conclusion: The study involved 58 schizophrenia patients hospitalized at Soeharto Heerdjan Hospital. The findings revealed that 22 patients (37.9%) were diagnosed with metabolic syndrome, while 36 patients (62.2%) did not have the condition. Metabolic syndrome was more prevalent among female patients (51.7%) compared to male patients (24.1%). Additionally, the prevalence of metabolic syndrome was higher in patients aged >25 years (46.5%) than those aged <25 years (13.3%).
The The Relationship Between Red Meat Consumption Patterns and Uric Acid Levels Among Congregants of Jami' YARSI Mosque and its Review from an Islamic Perspective Ayu Suciawaty Hamka; Sri Utami; Andri Gunawan
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.5530

Abstract

Hyperuricemia is a condition characterized by elevated levels of uric acid in the blood, which can lead to health issues such as joint pain, impaired kidney function, and gout. One of the main causes is the consumption of purine-rich foods, including red meat. In Islamic teachings, food consumption not only considers nutritional value but also the halal aspect and the prohibition of excess to prevent harm. This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 68 congregants of Jami’ YARSI Mosque who participated in a Medical Check-Up and met the inclusion and exclusion criteria. Data were collected using a closed questionnaire on red meat consumption patterns and uric acid levels measured with the Easy Touch GCU device. Results showed that among respondents with below-normal uric acid levels, 14 individuals (20.6%) had low risk and 9 (13.2%) had high risk. Among those with normal levels, 13 individuals (19.1%) had low risk and 1(1.5%) had high risk. For those with above-normal levels, 9 individuals (13.2%) had low risk and 22 (32.4%) had high risk. The Chi-Square test showed a p-value < 0.05, indicating a significant relationship between red meat consumption patterns and uric acid levels. From an Islamic perspective, maintaining health through dietary regulation, including meat consumption, is part of worship and a trust over the body. Therefore, education on healthy red meat consumption aligned with Islamic values is essential to prevent hyperuricemia risk.